BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. bab sebelumnya, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

1.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang sudah dilakukan pada bab sebelumnya, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil penelitian variabel motivasi mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan dengan korelasi sangat lemah terhadap variabel kinerja karyawan. Hal tersebut bermakna bahwa semakin tinggi motivasi karyawan maka semakin baik kinerja karyawan yang dihasilkan, demikian pula sebaliknya. Namun, pengaruh tersebut tidak signifikan. Hal tersebut disebabkan rendahnya tingkat motivasi para karyawan dalam bekerja, dapat ditunjukan dengan rata-rata variabel motivasi yang skornya hanya sebesar 2,72. Sehingga tingkat motivasi masuk dalam kategori rendah. Dimensi kebutuhan rasa aman merupakan dimensi yang paling tidak memotivasi karyawan. Dalam dimensi kebutuhan rasa aman, indikator kepastian asuransi dan pensiun hari tua merupakan indikator yang paling banyak tidak memotivasi karyawan. Selain itu, setelah dilakukan wawancara terhadap 15 karyawan maka ditemukan hasil bahwa karyawan kurang termotivasi dalam bekerja karena faktor kepemimpinan. Dimensi kebutuhan untuk disukai menjadi dimensi yang paling banyak memotivasi karyawan, terutama untuk indikator kenyamanan karyawan dalam berinteraksi dengan rekan kerjanya. Karyawan merasa sangat nyaman ketika berdiskusi, bekerja sama ,dan melakukan berbagai kegiatan lainnya

(2)

bersama rekan kerjanya. Kesimpulannya, walaupun motivasi tidak berpengaruh secara signifikan namun hasil pengukuran kinerja menunjukan kinerja karyawan tinggi, menunjukan bahwa motivasi dari dalam diri karyawan tidak tergali, namun ada dorongan lain dari dalam diri karyawan untuk melakukan pekerjaan yaitu motivasi dari luar contohnya dorongan dari pemimpin atau atasan yang menuntut karyawan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan perintah dari atasan. Sehingga karyawan bekerja seperti mekanisme

robotic, dimana karyawan dituntut menyelesaikan pekerjaan sesuai perintah atasan dan tidak ada pilihan untuk menolak perintah tersebut.

2. Hasil penelitian variabel disiplin kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan dengan korelasi yang kuat terhadap variabel kinerja karyawan. Hal tersebut bermakna bahwa semakin tinggi disiplin kerja karyawan maka semakin baik kinerja karyawan yang dihasilkan, demikian pula sebaliknya. Dimensi kehadiran khususnya indikator datang dan pulang tepat waktu adalah indikator tingkat kedisiplinan yang terendah. Dimensi bekerja etis menjadi dimensi dengan tingkat kedisiplinan tertinggi. Pada dimensi bekerja etis, indikator tidak melakukan kecurangan dalam bekerja merupakan indikator dengan tingkat kedisiplinan tertinggi. Karyawan PT Global Mediacom Divisi Innovation Center memang selalu jujur dalam mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya dan tidak melakukan kecurangan untuk menguntungkan diri sendiri.

3. Hasil penelitian motivasi dan disiplin kerja secara stimultan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut

(3)

bermakna bahwa semakin tinggi motivasi dan disiplin kerja karyawan maka semakin baik kinerja karyawan yang dihasilkan, demikian pula sebaliknya. Kontribusi motivasi dan disiplin kerja secara stimultan terhadap kinerja adalah sebesar 51,9% sedangkan sisanya sebesar 48,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Adapun pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan lebih dominan dibandingkan pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan. Ditunjukan dengan angka koefisien beta antara disiplin terhadap kinerja adalah sebesar 0,715, lebih besar dari koefisien beta antara motivasi terhadap kinerja karyawan sebesar 0,192.

1.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta kesimpulan yang telah diuraikan sebelumnya, maka peneliti mengemukakan beberapa saran yang dapat dijadikan bahan untuk peningkatan kinerja karyawan PT Global Mediacom Tbk Divisi Innovation Center . Adapun beberapa saran yang dikemukakan peneliti adalah sebagai berikut:

1. Bagi Pihak Instansi atau Perusahaan

a. Dalam hal motivasi, Pemberian motivasi kepada karyawan penting dilakukan, karena dengan pemberian motivasi seorang karyawan dapat bekerja lebih baik dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan perusahaan. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukan bahwa motivasi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja karyawan sehingga semakin tinggi motivasi maka semakin baik kinerja karyawan yang dihasilkan. Walaupun motivasi tidak

(4)

berpengaruh signifikan, namun perusahaan perlu mengupayakan untuk meningkatkan motivasi karyawan agar dapat memperoleh hasil yang maksimal. Untuk menginkatkan motivasi karyawan, maka perusahaan perlu melakukan: Memberikan kepastian asuransi dan pensiun hari tua kepada karyawan. Karena umumnya perusahaan lain sudah memberikan asuransi kesehatan yang dapat digunakan dengan lebih mudah tanpa harus membuat surat rujukan terlebih dahulu dan dapat digunakan untuk berobat di rumah sakit, tidak hanya dapat digunakan di Puskesmas. Namun hal itu perlu didukung juga dengan peningkatan produktifitas karyawan agar pemasukan atau kentungan perusahaan naik sehingga perusahaan mendapatkan dana untuk pembayaran asuransi tersebut. Sehingga untuk mendukung hal tersebut, perlu adanya transparasi dari pihak menejemen terkait laporan kinerja karyawan sehingga karyawan dapat mengukur sebaik apa kinerjanya apakah sudah memenuhi target atau perlu ditingkatkan lagi.

Memperbaiki kepemimpinan saat ini dengan cara meningkatkan kepedulian kepada karyawan yaitu dengan memperhatikan dan menanyakan apa saja kendala yang dihadapi karyawan ketika mengerjakan tugasnya , memperbaiki interaksi dengan karyawan sehingga hubungan atasan dan karyawan menjadi lebih baik , menjadikan karyawan sebagai asset perusahaan yang perlu dilatih, dikelola dengan baik, dan diberikan pengembangan, lebih konsisten dalam mengambil keputusan sehingga ketika project sudah berjalan tidak terjadi perubahan yang membuat karyawan menjadi melakukan perubahan di tengah jalan. Namun dalam menjalin interaksi dengan karyawan atasan tidak boleh

(5)

setiap saat untuk terlalu intens melakukan pendekatan dengan karyawan, karena nantinya akan timbul rasa dimana karyawan merasa terlalu akrab dengan atasan sehingga membuat karyawan lengah dan meremehkan atasan. Yang diperlukan adalah adanya transparasi, sehingga kemungkinan apa yang dilakukan atasan perlu diketahui oleh karyawan sehingga karyawan tau apakah atasan sudah melakukan tugasnya sesuai ketentuan menejemen atau belum dan karyawan dapat menilai atasan tersebut baik atau tidak baik bukan dari ukuran diri tapi dari ukuran menejemen.

Memberikan reward kepada karyawan yang memiliki prestasi yang baik, yaitu dengan meningkatkan kompensasi kepada karyawan tersebut atau memberikan

outing atau rekreasi bersama karena selama ini belum pernah dilakukan kegiatan rekreasi sehingga karyawan merasa kurang termotivasi dalam bekerja. b. Dalam hal Disiplin, peningkatan disiplin kerja karyawan perlu dilakukan,

khususnya dalam hal jam kerja karyawan. Karena masih banyaknya karyawan yang datang tidak tepat waktu namun pulang lebih awal yaitu belum 8 jam kerja. Pihak menejemen perlu memberikan teguran dan sanksi yang tegas kepada karyawan yang melakukan pelanggaran tersebut. Selain itu, perlu adanya pengawasan dari pihak menejemen kepada karyawan agar mereka dapat bekerja sesuai job desc dan tidak melakukan kegiatan untuk menghibur diri sendiri saat jam kerja misalnya bermain game, menonton film, dll.

2. Bagi Responden

Bagi responden, disarankan untuk memperbaiki sikap untuk lebih meningkatkan motivasi kerja pada dirinya dan lebih disiplin dalam bekerja

(6)

karena keduanya memiliki pengaruh untuk menghasilkan kinerja yang baik. Apabila kinerja karyawan dinilai baik, maka akan berdampak juga pada penilaian kerja yang baik pula dan kemungkinan karyawan mendapatkan peningkatan kompensasi atau dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi akan lebih besar.

3. Bagi Pihak Akademis

Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti variabel-variabel lain yang belum diteliti oleh penulis, khususnya variabel kepemimpinan dan kompensasi hal tersebut berguna untuk mengetahui sejauh mana variabel-variabel tersebut berpengaruh terhadap kinerja karyawan, melakukan penyempurnaan kuesioner dan melibatkan lebih banyak responden dalam penelitian agar menghasilkan hasil penelitian yang lebih baik.

4. Bagi Pihak Lain

Bagi organisasi lain yang mengalami permasalahan serupa, disarankan untuk memperhatikan motivasi karyawannya dan meningkatkan disiplin pada diri karyawan agar tercapainya kinerja karyawan yang baik dan tujuan organisasi dapat tercapai. Untuk hal-hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan motivasi karyawan dan meningkatkan disiplin karyawan sudah dijelaskan di atas seperti memperhatikan kempemimpinan, asuransi, memberikan reward yang sesuai dengan prestasi karyawan. Untuk meningkatkan disiplin kerja karyawan yaitu dengan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku pelanggaran.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : kesimpulan sebagai berikut :