RINGKASAN EKSEKUTIF. didasarkan pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Teks penuh

(1)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Pekalongan secara langsung didasarkan pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Secara khusus penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengacu RPJMD Kabupaten Pekalongan yang implementasinya dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2008.

Semua pelaksanaan pembangunan harus mampu dipertanggungjawabkan kepada publik baik di jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan maupun masyarakat umum. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pemerintah Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan Instruksi Presiden melalui Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang kemudian dipertegas kembali melalui Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/6/8/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Pada tahun 2008 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melaksanakan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2008, sesuai Peraturan Bupati Pekalongan Nomor: 35 Tahun 2006 yang kegiatannya dilaksanakan oleh 26 SKPD . Seluruh kegiatan tersebut direncanakan sebagai bagian dari rencana kinerja tahun 2008 untuk mencapai 83 (delapan puluh tiga) Sasaran atau dengan kata lain seluruh kegiatan diharapkan mempunyai kaitan sebab akibat dengan sasaran yang telah ditetapkan.

(2)

Berdasarkan penilaian sendiri (Self Assessment) atas realisasi pelaksanaan rencana kinerja tahun 2008, menunjukan bahwa rata – rata capaian kinerja dari 83 (delapan puluh tiga) sasaran yang telah ditetapkan adalah 97,87% keberhasilan ini diberikan oleh 53 sasaran, 2 sasaran berhasil mencapai tingkat capaian kinerja diatas

100%, 51 sasaran berhasil mencapai tingkat capaian kinerja sebesar 100%, dan 30 sasaran berhasil mencapai tingkat capaian kinerja 80% - 100%. Secara rinci

tingkat capaian seluruh sasaran adalah sebagai berikut :

No. Sasaran Nilai Capaian

Kinerja

1. Meningkatnya Kepatuhan Masyarakat terhadap peraturan

Perundangan

92,01%

2. Optimalisasi partisipasi masyarakat terhadap ketentraman dan ketertiban lingkungan

92,66%

3. Meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan

ajaran agama di masyarakat

95%

4. Meningkatnya pelayanan kehidupan beragama yang

memadai

89,53%

5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM dalam

penanganan ketentraman dan ketertiban

93,33%

6. Meningkatnya pemahaman dan wawasan politik 100%

7. Meningkatkan fungsi kelembagaan masyarakat dan

aparatur pemerintahan desa melalui perencanaan kegiatan

99,66%

8. Meningkatkan usaha ekonomi produktif masyarakat desa 100%

9. Meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan

(3)

10. Meningkatnya kinerja penyelengara aparatur pemerintah 100%

11. Tersedianya dokumen perencanaan sebagai pedoman

pembangunan

100%

12. Meningkatnya rasio pelaksanaan perencanaan 100%

13. Meningkatnya partisipatif masyarakat dalam perencanaan pembangunan Kab. Pekalongan

100%

14. Terwujudnya rumusan kebijakan pemerintah daerah dan penyebarluasan informasi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang baik

100%

15. Terlaksananya peningkatan mutu pelayanan publik melalui deregulasi dan debirokasi pelayanan

100%

16. Terwujudnya penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kab. Pekalongan

100%

17. Tersedianya sarana dan prasarana aparatur yang

memadai

99,99%

18.

Sertifikasi 50 bidang tanah milik Pemerintah Daerah 100%

19. Meningkatnya kerjasama dengan 10 Kota/ Kabupaten 100%

20. Terwujudnya kebijakan daerah dalam bentuk produk hukum 100%

21. Terwujudnya dokumentasi kehumasan yang tertib dan

teratur

93%

22. Terwujudnya tertib administrasi keuangan dan aset daerah 100%

23. Terwujudnya peningkatan pendapatan asli daerah rata-rata sebesar 15% per Th.

137,77%

24. Meningkatnya ratio kemandirian keuangan daerah menjadi lebih besar dari 12%

101,93%

25. Tersedianya akses data/ informasi secara cepat, mudah dan akurat

(4)

26. Meningkatkan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan Bupati

100%

27. Meningkatkan profesionalisme auditor dan aparatur

pengawasan

100%

28. Terwujudnya tertib administrasi dan pelayanan kepegawaian yang prima

91,01%

29. Terwujudnya manajemen kepegawaian daerah sesuai

dengan norma standar dan prosedur yang ditetapkan peraturan kepegawaian

99,53%

30. Meningkatnya sumber daya manusia aparatur pemerintah yang handal dan profesional

100%

31. Terbangunnya sistem pengelolaan arsip daerah 100% 100%

32. Meningkatnya transportasi informasi penyelenggaraan Pemkab.

92,75%

33. Meningkatnya pelayanan kehumasan dan jalinan kemitraan dengan media

100%

34. Meningkatnya Kualitas jalan dan jembatan menjadi 80,82 KM.

100%

35. Meningkatnya cakupan pelayanan sistem jaringan dan

kapasitas air bersih di Kab. Pekalongan sebesar 40% untuk pelayanan air bersih non PDAM

100%

36. Meningkatnya pengelolaan jaringan irigasi 100%

37. Menurunnya jumlah kawasan kumuh dan meningkatnya

kualitas lingkungan pemukiman

100%

38. Terdapatnya struktur sarana dan pelayanan transportasi yang efektif dan efisien

100%

39. Tersedianya prasarana dan fasilitas pelayanan transportasi 100%

40. Terwujudnya budaya tertib berlalu lintas 85,71%

(5)

42. Terwujudnya penyeragaman model pembelajaran pendidikan pra sekolah sebagai persiapan siswa

100%

43. Mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan

pelaksanaan Wajar Diknas serta meningkatkan pengelolaan dan kemandirian institusi pendidikan, meningkatkan sarana

prasarana sekolah serta meningkatkan kualitas

penyelenggaraan pendidikan.

100%

44. Mewujudkan penyediaan pelayanan pendidikan alternatif bagi yang tidak atau yang belum memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan formal, menyediakan pengetahuan dasar ketrampilan berusaha secara profesional serta

meningkatkankualitas pendidikan luar sekolah

sesuaidengan kebutuhan

100%

45. Meningkatkan budaya olahraga di lingkungan masyarakat dgn harapan terwujudnya hidup sehat jasmani

90%

46. Meningkatkan sikap dari perilaku pemuda yang beriman, bertaqwa, mandiri, inovatif dan kreatif

97,5%

47. Meningkatnya pemasaran dan promosi pariwisata secara terpadu dan terkoordinasi secara berkesinambungan

85,47%

48. Melakukan rehabilitasi dan pengadaan sarana prasarana pariwisata di 7 ODTW (baik 3 utama maupun 4 ODTW baru yang akan dikembangkan)

100%

49. Meningkatnya pemahaman budaya daerah dengan

pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pendataan, pengembangan dan pelestarian kebudayaan daerah

86,67%

50. Meningkatnya daya tarik seni dan budaya daerah dengan penambahan sebesar 2 even tiap tahun

100%

51. Pelayanan kesehatan masyarakat miskin 96,51%

52. Mencukupi sumber daya kesehatan dgn tercukupinya

kualitas kuantitas tenaga dan sarana prasarana kesehatan

(6)

53. Menurunkan angka kesakitan karena penyakit menular 100%

54. Meningkatkan cakupan imunisasi 100%

55. Meningkatkan peran serta masyarakat melauli revalitas posyandu dengan mengaktifkan dan meningkatkan strata dan mandiri

100%

56. Meningkatkan mutu lingkungan hidup dgn membuat sarana

jembatan dan rumah sehat percontohan serta sarana kesehatan ditempat umum

91,7%

57. Meningkatkan partisipasi masyarakat akan tertib

administrasi kependudukan dengan sosialisasi akan

penduduk (KTP, KK dan Akta Catatan Sipil )

94,57%

58. Meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan 85,71%

59. Meningkatnya cakupan penanganan PMKS 100%

60. Meningkatkan pemberdayaan potensi sosial masy. yang meliputi PSM, Orsos dan lembaga sosial kemasyarakatan

serta dunia usaha dalam rangka mencegah dan

menanggulangi masalah sosial

95%

61. Mengembangkan hubungan kerjasama antar lembaga

sosial masyarakat dan pemerintah

85,36%

62. Meningkatnya kualitas dan kuantitas program transmigrasi 100%

63. Meningkatnya kesempatan kerja, sehingga dapat menekan jumlah pencari kerja tiap tahunnya dibawah 15%

85,71%

64. Meningkatnya penanganan kasus hubungan industrial

sampai dengan 90%

100%

65. Meningkatnya sarpras yang memadai dalam penanganan bencana

90%

66. Meningkatkan standar mutu produk barang beredar di pasar

10% per tahun

100%

67. Meningkatkan omset penjualan produk daerah sebesar 10%

pertahun

(7)

68. Meningkatkan produktivitas IKM dari kapasitas terpasang dengan peningkatan sebesar 2 % per tahun

96,13%

69. Meningkatkan tenaga kerja yang ahli/ terampil dibidangnya sebesar 10% pertahun

100%

70. Pemberian pinjaman modal koperasi pada 15 koperasi pertahun

100%

71. Meningkatkan promosi dan sosialisasi potensi daerah 100%

72. Meningkatkan nilai inventarisasi fasilitas dan non fasilitas sebesar 3%

100%

73. Meningkatkan produksi pertanian tanaman pangan dan peternakan

100%

74. Mewujudkan masyarakat tani yang maju, efisien dan

tangguh dimana produk yang dihasilkan baik kualitasnya mampu bersaing ditengah arus globalisasi

95,42%

75. Menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengadopsi

teknologi tepat guna dalam upaya peningkatan pendapatan

100%

76. Meningkatkan daya dukung lahan 100%

77. Meningkatkan peran serta masyarakat dlm pengelolaan hutan dgn melibatkan LMDH yang ada

100%

78. Meningkatnya produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya

94,58%

79. Menurunnya kerusakan pantai dan laut akibat abrasi 100%

80. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas dokumen

perencanaan penataan ruang dan kawasan

100%

81. Tersedianya kegiatan pembangunan yang memperhatikan

daya dukung lahan yang serasi keberlanjutan dengan menjaga kelestarian lingk. Hdp

100%

82. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup daerah 100%

83. Tercukupinya sarana dan prasarana pengalolaan sampah 100%

(8)

Dari 83 sasaran, nilai pencapaian terendah pada sasaran: adalah “Mengembangkan hubungan kerjasama antar lembaga sosial masyarakat dan pemerintah” adalah 85,36%, sedangkan tingkat pencapaian sasaran tertinggi atau yang mencapai nilai diatas 100% terdapat 2 sasaran yaitu :

1. Terwujudnya peningkatan pendapatan asli daerah rata-rata sebesar 15% per Th. 2. Meningkatnya ratio kemandirian keuangan daerah menjadi lebih besar dari 12%.

Nilai tingkat pencapaian sasaran rata-rata Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebesar 97,87 % termasuk dalam kategori berhasil.

Berdasarkan pencapaian kinerja sasaran yang kurang dari 100% dapat dijumpai beberapa permasalahan yang menonjol diantaranya :

1. Lokasi yang berjauhan antara sebagian Pemerintah Daerah yang satu dengan yang lain menyebabkan belum optimalnya koordinasi tentang berbagai masalah yang perlu diklarifikasi.

2. Belum adanya Dokumen Rencana Tata Ruang dan Pengelolaan Pengelolaan Wilayah Pesisir, Pantai dan Laut di Kabupaten Pekalongan sehingga masih sering terjadi konflik kepentingan antara stake holder di wilayah Pesisir, Pantai dan Laut Kabupaten Pekalongan.

3. Masih rendahnya ketrampilan dan penguasaan teknologi budidaya ikan baik budidaya air payau maupun air tawar.

4. Masih kurangnya investor / pihak swasta yang berminat dalam bidang kepariwisataan.

5. Kurangnya sarana dan prasarana dalam mengembangkan sektor pariwisata.

6. Kurangnya sarana mobilitas berupa kendaraan roda empat (pick up) untuk pemberian bantuan bencana dan penanggulangan bencana secara cepat.

7. Menghadapi diberlakukan UU No.23 tahun 2006 pemohon dokumen kependudukan meningkat, sehingga untuk pelayanan akta kelahiran kekurangan blangko kutipan 8. Ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja yang ada dengan lapangan kerja

yang tersedia

9. Belum optimalnya keterlibatan peran masyarakat dalam penyusunan dan pembahasan legal drafting.

(9)

10. Belum optimalnya sosialisasi/penyuluhan produk-produk hukum kepada masyarakat.

11. Sistem pertanian masih mengandalkan sistem konvensional dan tradisional sehingga sangat sulit untuk memacu pertumbuhan yang tinggi.

12. Masih kurangnya tenaga teknis pada unsur pelaksana

13. Kegiatan penambangan liar, pencurian kayu hutan dan pembuangan sampah yang memerlukan tempat pembuangan akhir yang luas.

14. Masih terbatasnya akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat sehingga partisipasi dalam manajemen pembangunan desa rendah.

Untuk memperbaiki kinerja dimasa mendatang, perlu dirumuskan strategi pemecahan masalah, antara lain :

1. Koordinasi dan komunikasi lebih dioptimalkan antara lain melalui agenda rapat koordinasi rutin (bulanan) untuk menyamakan persepsi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksananaan kerjasama antar daerah di lingkungan SAMPAN. 2. Perlu adanya Perda Pengelolaan Wilayah Pesisir, Pantai dan Laut di Kabupaten

Pekalongan.

3. Memberdayakan pembudidaya ikan baik air payau maupun air tawar dengan memberikan pelatihan manajemen dan ketrampilan budidaya.

4. Promosi obyek wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk menarik investor menanamkan modalnya di bidang Pariwisata

5. Penambahan sarana dan prasarana di kawasan obyek wisata Linggoasri seperti sarana telekomunikasi, hotel, olahraga dan lain-lain.

6. Menggunakan kendaraan sewa/pinjam dalam monitoring situasi daerah/ bencana maupun pemberian bantuan bencana.

7. Peningkatan SDM kepada aparat penyelenggara/pelaksana Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dari tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa. 8. Membuka peluang kesempatan kerja dan padat karya.

(10)

9. Mengoptimalkan peran masyarakat dalam penyusunan dan pembahasan legal drafting.

10. Mengoptimalkan sosialisasi/penyuluhan produk-produk hukum kepada masyarakat. 11. Melakukan terobosan-terobosan dan inovasi-inovasi baru serta merubah paradigma

dari sistem konvensional ke arah sistem pertanian yang berbasis agro industri dan agro bisnis.

12. Mengikutsertakan aparatur dalam Diklat Teknis sesuai kompetensi jabatan

13. Meningkatkan pelaksanaan AMDAL, pemantauan dan pengawasan terhadap usaha yang potensial merusak lingkungan.

14. Memfasilitasi tumbuh kembangnya lembaga yang dapat dijadikan sarana untuk pengembangan diri masyarakat, dan peran serta perempuan dalam pembangunan.

Secara keseluruhan, Pemerintah kabupaten Pekalongan telah menganggarkan

pembiayaan seluruh kegiatannya sebesar Rp. 62.886.527.963,- dengan realisasi penyerapan sebesar Rp. 62.831.793.479,50,- atau 99,91% dan tugas pembantuan yang sumber dananya berasal dari APBN, APBD I dan Bantuan Internasional sebesar Rp. 73.550.315.994,- yang dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan pendukung 83 sasaran strategis.

Alokasi ini pada dasarnya merupakan alokasi berbagai mata anggaran yang relevan untuk membiayai tiap kegiatan pendukung sasaran strategis.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...