PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR REMAJA PUTRI

Teks penuh

(1)

79

PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR

REMAJA PUTRI

Henny Juaria *

*Akademi Kebidanan Griya Husada, Jl. Dukuh Pakis Baru II no.110 Surabaya Email : admin@akbid-griyahusada.ac.id

ABSTRAK

Pendahuluan : Masa remaja adalah peralihan dari anak ke dewasa, bukan hanya dalam artian psikologis, tetapi juga fisik. Bahkan, perubahan fisik yang terjadi itulah yang merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Sementara itu perubahan psikologis muncul antara lain sebagai akibat dari perubahan fisik. Berdasarkan hasil survey pendahuluan di SMA Kartika Surabaya melalui wawancara yang dilakukan pada siswi kelas XI, jumlah siswi kelas XI rata-rata sebanyak 164 siswi dan survey yang dilakukan sebanyak 10 sampel remaja putri pada 18 Februari 2016 didapatkan 10 remaja putri yang mengalami gangguan pada tidur dan survey awal di lakukan pada 10 remaja putri sebelum diberikan aromaterapi lavender dengan kualitas tidur yang kurang baik. Setelah diberikan pijat ringan pada punggung dengan aromaterapi lavender diantara 10 remaja putri 4 remaja putri mengalami perubahan dengan kualitas tidur baik (40%), 3 remaja putri dengan kualitas tidur cukup baik (30%) dan remaja putri yang dengan kualitas tidur cukup hanya 3 remaja putri (30%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh aroma terapi lavender terhadap kualitas tidur pada remaja putri. Metode : Penelitian ini menggunakan metode One group pretest-posttest design dimana dilakukan observasi kualitas tidur remaja putri sebelum pemberian aromaterapi lavender, kemudian dilakukan intervensi pemberian aromaterapi lavender dan dilakukan evaluasi perlakuan dengan mengukur kualitas tidur remaja putri. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Remaja Putri Kelas XI di SMA Kartika Surabaya yang mengalami gangguan tidur pada bulan April sampai bulan Mei 2016 sejumlah 16 sampel siswi. Sampel ada penelitian ini adalah semua populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan ditentukan dengan rumus frederer sejumlah 16 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah pemberian aromaterapi dan kualitas tidur. Instrumen penelitian menggunakan penilaian numerik 0-10 atau Numerical Rating Scale (NRS) dan lembar observasi. Lembar observasi yang berisikan tentang Standart Operating Prosedure (SOP). Hasil penelitian kemudian dilakukan pengujian data dengan menggunakan uji wilcoxon signed rank. Hasil : didapat menunjukkan sebagian besar 9 (56,3%) responden dan setelah pemberian aromaterapi lavender didapatkan sebagian kecil 4 responden (25%) kurang menjadi baik, didapatkan sebagian kecil 3 responden (18,8%) yaitu kurang menjadi cukup, dan didapatkan sebagian kecil 4 responden (25%) yaitu cukup menjadi baik. Berdasarkan uji wilcoxon didapatkan nilai signifikan (p value) = 0,002 (< α = 0,05. Diskusi : sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada remaja putri di SMA Kartika Surabaya Tahun 2016.

Kata Kunci : Aromaterapi Lavender, Kualitas Tidur

PENDAHULUAN

Tidur adalah suatu proses yang sangat penting bagi manusia, karena dalam tidur terjadi proses pemulihan, proses ini bermanfaat mengembalikan kondisi seseorang pada keadaan semula, dengan begitu, tubuh yang tadinya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali. Proses pemulihan yang terhambat dapat menyebabkan organ tubuh tidak bisa bekerja dengan maksimal, akibatnya orang yang kurang

tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi (Ulimudiin, 2011).

Khaviri (2010) menjelaskan bahwa tidur yang baik merupakan kunci untuk merasa nyaman dan bahagia. Tidur yang buruk, sebaliknya, dapat mengakibatkan kelelahan, mudah tersinggung, mudah marah dan depresi klinis. Kaplan dan Sadock (2012) menyatakan, periode kekurangan tidur yang panjang, terkadang menyebabkan disorganisasi ego, halusinasi dan waham. Ia juga menyatakan,

(2)

80 orang yang kekurangan tidur REM mungkin

menunjukan sikap mudah tersinggung dan letargi (merasa kehilangan energi dan antusiasme).

tidurnya pada malam hari seperti kedalaman tidur, kemampuan tinggal tidur, dan kemudahan untuk tertidur tanpa bantuan medis. Kualitas tidur yang baik dapat memberikan perasaan tenang di pagi hari, perasaan energik, dan tidak mengeluh gangguan tidur. Dengan kata lain, memiliki kualitas tidur baik sangat penting dan vital untuk hidup sehat semua orang (Lai, 2011).

Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting yang dialami dengan matangnya organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi (Syamsul, 2007). Masa remaja adalah masa transisi yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, emosi, psikis. Masa remaja, yakni antara usia 10-19 tahun, adalah suatu periode masa pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masa pubertas. Masa remaja adalah periode peralihan masa anak ke masa dewasa (Fitramaya, 2008).

Lebih dari 90% remaja dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan sekolah dilaporkan kurang tidur dari sembilan jam semalam sesuai yang direkomendasikan. Dalam studi yang sama, 10 persen remaja dilaporkan tidur kurang dari enam jam semalam (Mayo, 2005).

Studi pendahuluan yang dilakukan di Panti Asuhan Dharma Jati II Denpasar, pada bulan januari 2012 diperoleh data dari 13 orang remaja yang menghuni panti, 10 (76,9%) orang mengalami masalah dalam pemenuhan kebutuhan tidur.

Berdasarkan hasil survey pendahuluan di SMA Kartika Surabaya melalui wawancara yang dilakukan pada siswi kelas XI, jumlah siswi kelas XI rata-rata sebanyak 164 siswi dan survey yang dilakukan sebanyak 10 sampel remaja putri pada 18 Februari 2016 didapatkan 10 remaja putri yang mengalami gangguan pada tidur dan survey awal di lakukan pada 10 remaja putri sebelum diberikan aromaterapi lavender dengan kualitas tidur yang kurang baik. Setelah diberikan pijat ringan pada punggung dengan aromaterapi lavender diantara 10 remaja putri 4 remaja putri mengalami perubahan dengan kualitas tidur baik (40%), 3 remaja putri dengan kualitas tidur cukup baik (30%) dan remaja putri yang dengan kualitas tidur cukup hanya 3 remaja putri (30%). Dari data wawancara diatas diketahui sebagian besar kualitas tidur remaja

putri masih menjadi masalah dikalangan siswa dan siswi, dapat di simpulkan masih banyak remaja putra dan putri yang mengkhawatirkan kondisi pada masalah tidur dan belum mengetahui cara penanganannya.

Faktor Psikologis. Faktor ini yang paling banyak menyebabkan terjadinya insomnia pada seseorang. Contohnya adalah stressor berlebihan, gangguan mental, paranoid, kecemasan. Masala h hubungan dengan kekasih,Masalah dengan teman, salah paham,Karena tugas sekolah yang menumpuk. Faktor Lingkungan. Misalnya karena pola tidur yang terganggu karena pekerjaan, lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Tinggal di lingkungan kos yang gaduh/bising Karena kebiasaan dari teman satu kos atau satu kamar Karena tugas sekolah yang terlalu menumpuk. Dampak yang timbul dari kualitas tidur seseorang Orang biasanya dengan insomnia lebih muda menderita depresi dibanding mereka yang bisa tidur dengan baik, Kekurangan tidur akibat insomnia memberikan kontribusi pada timbulnya suatu penyakit, termasuk penyakit jantung, dampak mengantuk/ketiduran disiang hari dapat mengancam keselamatan kerja, termasuk mengemudi kendaraan, Tidur malam yang buruk, dapat menurunkan kemampuan dalam memenuhi tugas harian serta kurang menikmati aktifitas hidup (Rafknowledge, 2013).

Dengan

aromaterapi

yang

dapat

berperan dalam merelaksasikan pikiran dan

mengurangi rasa stres, hal tersebut tentunya

berhubungan dengan keadaan emosi yang

lebih teratur, Aroma terapi lavender adalah

suatu

cara

perawatan

tubuh

atau

penyembuhan

penyakit

dengan

menggunakan minyak esensial (essential oil)

(Jaelani, 2010). Aroma terapi lavender

bekerja dengan mempengaruhi tidak hanya

fisik tetapi juga tingkat emosi (Setiono dan

Hidayati, 2012). Manfaat pemberian aroma

terapi lavender bagi seseorang adalah dapat

menurunkan kecemasan, nyeri sendi, tekanan

darah

tinggi,

frekuensi

jantung,

laju

metabolik, dan mengatasi gangguan tidur

(insomnia),

stress

dan

meningkatkan

produksi. Aromaterapi dapat berua dupa,

ilin, minyak aromaterapi, sabun mandi,

pengharum

ruangan

dan

parfum.

Aromaterapi dapat diaplikasikan dalam

berbagai

cara,

antara

lain

dengan

(3)

81

menggunakan

alat

anglo

pemanas,

pemijatan, berendam, penghirupan langsung,

semprot maupun kompres.

METODE PENELITIAN

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan lingkup penelitian termasuk penelitian inferensial. Berdasarkan tujuan penelitian termasuk penelitian Pre-eksperimen yaitu melakukan penelitian sekaligus memberikan perlakuan dan mengevaluasi perlakuan tersebut.

Populasi dalam penelitian ini adalah semua Remaja Putri Kelas XI di SMA Kartika Surabaya yang mengalami gangguan tidur pada bulan April sampai bulan Mei 2016 sejumlah 16 orang. HASIL DAN PENELITIAN

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Remaja Putri

Tabel 1 Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan umur remaja putri

Umur Jumlah Presentase(%)

12-14 Tahun 3 18,8

14-16 Tahun 7 43,8

16-18 Tahun 6 37,5

Total 100

Sumber : Data Primer hasil penelitian,2016

Berdasarkan tabel 1 dapat diinterpretasikan bahwa dari 16 responden hampir setengah yaitu 7 (43,8) berumur 14-16 Tahun.

Distrubusi Responden Berdasarkan Kualitas Tidur Remaja Putri Sebelum Diberikan Aromaterapi Lavender di SMA Kartika Surabaya Tahun 2016

Tabel 2 Distribusi responden berdasarkan kualitas tidur remaja putri sebelum

diberikan aromaterapi lavender di SMA Kartika Surabaya tahun 2016

Pre-test Frekuensi Presentase(%)

Baik 3 18,8

Cukup 4 25,0

Kurang 9 56,3

Total) 100

Sumber : Data Primer hasil penelitian,2016

Berdasarkan tabel 2 diatas dapat diinterpretasikan bahwa sebelum pemberian aromaterapi lavender sebagian besar 9 (56,3%) responden mengalami kurang dalam kualitas tidurnya.

Distribusi Responden Berdasarkan Kualitas Tidur Remaja Putri Setelah Pemberian Aromaterapi Lavender di SMA Kartika Surabaya tahun 2016.

Tabel .3 distribusi responden berdasarkan kualitas tidur remaja putri setelah pemberian aromaterapi lavender di SMA Kartika Surabaya tahun 2016

Post-test Frekuensi Presentase(%)

Baik 11 68,8

Cukup 3 18,8

Kurang 2 12,5

Total 100

Sumber : Data Primer hasil penelitian, 2016

Berdasarkan tabel 3 diatas dapat diinterpretasikan bahwa setelah pemberian aromaterapi lavender sebagian besar 11 (68,8%) responden mengalami baik dalam kualitas tidurnya.

Tabulasi Silang Kualitas Tidur Sebelum Dan Setelah Pemberian Aromaterapi Lavender Pada Remaja Putri SMA Kartika Surabaya tahun 2016.

Tabel 4 Hasil nilai tabulasi kualitas tidur sebelum dan setelah pemberian aromaterapi lavender pada remaja putri SMA Kartika Surabaya Tahun 2016

Sebelum Pemberian Aromaterapi Lavender

Setelah Pemberian Aromaterapi Lavender

Baik Cukup Kurang Total

F % F % F % F %

Baik 3 18,8% 0 0,0% 0 0,0% 3 18,8%

Cukup 4 25,0% 0 0,0% 0 0,0% 4 25,0%

Kurang 4 25,0% 3 18,8% 2 12,5% 9 56,2%

Total 11 68,8% 3 18,8% 2 12,5% 16 100,0%

Negative Ranks : 11a P-Value : 0,002

Positive Ranks : 0b α : 0,05

Ties : 5c

Berdasarkan tabel 4 didapatkan bahwa kualitas tidur pada remaja putri sebelum dan setelah pemberian aromaterapi lavender

didapatkan sebagian kecil 4 responden (25%) kurang menjadi baik, didapatkan sebagian kecil 3 responden (18,8%) yaitu kurang menjadi cukup,

(4)

82 dan didapatkan sebagian kecil 4 responden

(25%) yaitu cukup menjadi baik. Berdasarkan uji wilcoxon didapatkan nilai signifikan (p value) = 0,002 (< α = 0,05) sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada remaja putri di SMA Kartika Surabaya Tahun 2016.

PEMBAHASAN

Kualitas tidur sebelum pemberian aromaterapi lavender pada remaja putri SMA Kartika Surabaya Tahun 2016

Setelah dilakukan analisa data tentang karakteristik dan variabel penelitian, maka selanjutnya akan dibahas tentang kualitas tidur sebelum diberikan aromaterapi lavender pada remaja putri SMA Kartika Surabaya Tahun 2016. Berdasarkan hasil sebelum didapatkan hasil bahwa sebagian besar 9 (56,3%) responden mengalami kurang dalam kualitas tidurnya.

Tidur adalah suatu proses yang sangat penting bagi manusia, karena dalam tidur terjadi proses pemulihan, proses ini bermanfaat mengembalikan kondisi seseorang pada keadaan semula, dengan begitu, tubuh yang tadinya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali. Proses pemulihan yang terhambat dapat menyebabkan organ tubuh tidak bisa bekerja dengan maksimal, akibatnya orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi (Ulimudiin, 2011).

Tidur yang baik merupakan kunci untuk merasa nyaman dan bahagia. Tidur yang buruk, sebaliknya, dapat mengakibatkan kelelahan, mudah tersinggung, mudah marah dan depresi klinis. Kaplan dan Sadock (2012) menyatakan, periode kekurangan tidur yang panjang, terkadang menyebabkan disorganisasi ego, halusinasi dan waham. Ia juga menyatakan, orang yang kekurangan tidur REM mungkin menunjukan sikap mudah tersinggung dan letargi (merasa kehilangan energi dan antusiasme) Khaviri (2010).

Faktor Lingkungan. Misalnya karena pola tidur yang terganggu karena pekerjaan, lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Tinggal di lingkungan kos yang gaduh/bising Karena kebiasaan dari teman satu kos atau satu kamar Karena tugas sekolah yang terlalu menumpuk. Dampak yang timbul dari kualitas tidur seseorang Orang biasanya dengan insomnia lebih muda menderita depresi dibanding mereka yang bisa tidur dengan baik, Kekurangan tidur

akibat insomnia memberikan kontribusi pada timbulnya suatu penyakit, termasuk penyakit jantung, dampak mengantuk/ketiduran disiang hari dapat mengancam keselamatan kerja, termasuk mengemudi kendaraan, Tidur malam yang buruk, dapat menurunkan kemampuan dalam memenuhi tugas harian serta kurang menikmati aktifitas hidup (Rafknowledge, 2013). Aromaterapi yang dapat berperan dalam merelaksasikan pikiran dan mengurangi rasa stres, hal tersebut tentunya berhubungan dengan keadaan emosi yang lebih teratur, Aroma terapi lavender adalah suatu cara perawatan tubuh atau penyembuhan penyakit dengan menggunakan minyak esensial (essential oil) (Jaelani, 2010). Aroma terapi lavender bekerja dengan mempengaruhi tidak hanya fisik tetapi juga tingkat emosi (Setiono dan Hidayati, 2012).

Kualitas tidur setelah pemberian aromaterapi lavender pada remaja putri SMA Kartika Surabaya Tahun 2016

Setelah dilakukan analisa data tentang karakteristik dan variabel penelitian, maka selanjutnya akan dibahas tentang kualitas tidur setelah diberikan aromaterapi lavender pada remaja putri SMA Kartika Surabaya Tahun 2016. Berdasarkan hasil setelah didapatkan hasil bahwa sebagian besar 11 (68,8%) responden mengalami baik dalam kualitas tidurnya.

Dilihat dari hasil penelitian bahwa remaja putri belum pernah menggunakan obat dan terapi lain untuk mengurangi gangguan pada tidur sehingga pemberian aromaterapi lavender efektif dapat mengurangi gangguan kualitas tidur pada remaja putri. Pada saat post test gangguan pada kualitas tidurnya menurun diakibatkan diberikan aromaterapi lavender dan terjadi penurunan gangguan kualitas tidur lebih baik dibandingkan sebelum diberikan aromaterapi lavender karena aromaterapi dapat memberikan rasa tenang, rileks dan mengurangi ketegangan otot sehingga hal tersebut dapat mencegah dan mengurangi gangguan pada tidur.

Aromaterapi lavender diterima oleh reseptor di hidung kemudian dikirimkan kebagian medulla spinalis di otak, kemudian akan meningkatkan gelombang alfa di otak dan gelombang alfa inilah yang membantu untuk relaksasi. Relaksasi sempurna dapat memberikan rasa tenang dan rileks sehingga dapat mengurangi ketegangan otot dan rasa jenuh.

Lavender dapat bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri, dan dapat memberikan relaksasi (Hutasoit 2012). Begitu banyak manfaat

(5)

83 dari minyak lavender, maka dari itu dalam

penelitian ini akan menggunakan minyak lavender. Selain memiliki banyak manfaat, lavender paling sering digunakan sebagai aromaterapi dan merupakan jenis minyak yang dapat digunakan tanpa harus di campur terlebih dahulu dengan carrier oil. Penggunaan aromaterapi mempunyai efek menenangkan jiwa sehingga dapat mengurangi stress. Pemberian aromaterapi tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat stress mahasiswa jurusan psikologi dalam mengikuti kuliah statistik II (Maifrisco 2014).

Kualitas tidur sebelum dan setelah pemberian aromaterapi lavender pada remaja putri SMA Kartika Surabaya Tahun 2016

Setelah dilakukan analisa dan tentang karakteristik dan variabel penelitian, maka selanjutnya akan dibahas tentang kualitas tidur sebelum dan setelah diberikan aromaterapi lavender pada remaja putri SMA Kartika Surabaya Tahun 2016. Berdasarkan hasil tabulasi silang didapatkan hasil bahwa kualitas tidur pada remaja putri pada saat pre test mengalami gangguan pada kualitas tidur dan pada saat posy test gangguan kualitas tidurnya berkurang dan seterusnya.

Sedangkan pada responden yang tidak mengalami perubahan sebelum dan setelah diberikan aromaterapi lavender hal tersebut terjadi dikarenakan oleh banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya karena tugas sekolah menumpuk dan kurang konsentrasi pada saat melakukan prosedur pelaksanaan aromaterapi lavender sehingga aromaterapi tersebut kurang maksimal.

Berdasarkan uji wilcoxon didapatkan nilai signifikan (p value) = 0,002 (<α = 0,05) sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada remaja putri SMA Kartika Surabaya.

Aroma terapi lavender bekerja dengan mempengaruhi tidak hanya fisik tetapi juga tingkat emosi (Setiono dan Hidayati, 2012). Manfaat pemberian aroma terapi lavender bagi seseorang adalah dapat menurunkan kecemasan, nyeri sendi, tekanan darah tinggi, frekuensi jantung, laju metabolik, dan mengatasi gangguan tidur (insomnia), stress dan meningkatkan produksi.

Bau yang berasal dari aromaterapi lavender diterima oleh reseptor di hidung kemudian dikirimkan kebagian medulla spinalis di otak, kemudian akan meningkatkan gelombang alfa di

otak dan gelombang alfa inilah yang membantu untuk relaksasi. Relaksasi sempurna dapat memberikan rasa tenang dan rileks sehingga dapat mengurangi ketegangan otot dan rasa jenuh.

Pada penelitian diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur antara sebelum dan setelah pemberian aromaterapi lavender , hal ini dapat dilihat bahwa perubahan positif setelah pemberian aromaterapi, bahwa aromaterapi sangat berpengaruh dalam menurunkan gangguan pada kualitas tidur pada remaja putri. SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Dari hasil penelitian ialah pada remaja putri SMA KArtika Surabaya Tahun 2016. Kualitas tidur sebelum pemberian aromaterapi lavender terhadap pada remaja putri yaitu sebagian besar responden mengalami kurang/gangguan pada kualitas tidurnya dan setelah pemberian aromaterapi lavender sebagian besar responden mengalami baik dalam kualitas tidurnya.

Saran

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan gambaran tentang penanganan kualitas tidur pada Remaja Putri atau Remaja Putra.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen of Health. (2007). Pain managemen Aromatherapy section.

http://www.kemh.health.wa.gov.au./ development/manual/section/4/8272 .pdf di Update pada 9 Februai 2016 Fimela,(2016).http://www.fimela.com/life/menge

nal-khasiat-minyak-lavender-untuk- kecantikan-dan-kesehatan-di-body-shop-150529z.html. Diakses 9 Februari 2016

Hadibroto, I &Alam, S. (2006). Seluk-belukpengobatanalternatifdankonte nporer. Jakarta: PT BhuanaIlmuPopuler

Hutasoit, A. (2002). Aromatherapy untukPemula.Jakarta: PT GramediaPustaka.

Jeannie, M.

(2009).Aromatherapy.www.minyak herbal.com di Update pada 9 Februari 2016

Kohatsu, W. (2008). The word aeomaterapy. Avaible from URL: http://www.e-therapies.net/articles/aromatherapy.

(6)

84 pdf. (diakses tanggal 9 Februari

2016)

MacKinnon, K. (2004). Aromatherapy: art or Science? Highlights of Aromatherapy in Medicine Today. Inet Continuing Education brought to pharmachists by Pfizer Inc., USPG Vol 8 No 8.

Maifrisco, O. (2008). Pengaruh Aromatherapi Terhadap Tingkat Stress Mahasiswa. Avaible from URL: www.indo-skripsi.com. diakses 9 Februari 2016

Manuba. (2001). Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta . EGC

Andira, Dita. (2010) Seluk-Beluk Kesehatan Reproduksi Wanita. Yogyakarta: A Plus Books

Hidayat, A. Aziz Alimuln(2008) Metode Penelitian Keperawatan Dan Tehnik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika Nursalam (2008) Konsep Dan Penerapan

Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika

Sugiyono (2012) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D. Bandung Alfabeta

Sugiyono (2012) Statistika Untuk Penelitian. Bandung Alfabeta

Figur

Tabel  1  Distribusi  frekuensi  karakteristik  responden berdasarkan umur  remaja putri

Tabel 1

Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan umur remaja putri p.3