• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - PENGARUH ARUS KAS OPERASI, PERPUTARAN PIUTANG, PENGUMPULAN PIUTANG DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP LIKUIDITAS (Studi Pada Perusahaan Food and Baverage yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011) - r

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - PENGARUH ARUS KAS OPERASI, PERPUTARAN PIUTANG, PENGUMPULAN PIUTANG DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP LIKUIDITAS (Studi Pada Perusahaan Food and Baverage yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011) - r"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Dalam menghadapi persaingan dunia bisnis yang sangat kompetitif,

perusahaan dituntut untuk mengoptimalisasikan sumber daya yang

dimilikinya. Setiap perusahaan harus memperhatikan keadaan keuangan

perusahaan dan memperhatikan situasi pasar agar dapat mencari peluang

usaha yang dapat dijadikan sebagai salah satu cara dalam memperoleh

keuntungan. Perusahaan dapat menggunakan laporan keuangannya untuk

menganalisis keadaan keuangan perusahaan tersebut dan data-data yang

diperoleh saat menganalisis laporan keuangan dapat dijadikan acuan dalam

merencanakan strategi untuk kegiatan perusahaan selanjutnya. Menurut

Fahmi (2011), dengan mengolah lebih lanjut laporan keuangan melalui proses

perbandingan, evaluasi dan analisis trend, akan mampu memprediksi apa

yang akan mungkin terjadi dimasa mendatang. Pada saat menganalisis

laporan keuangan, perusahaan juga akan mendapatkan informasi tentang

kelebihan dan kekurangan perusahaan yang harus dimanfaatkan dan

diperbaiki oleh perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Salah

satu yang dapat dijadikan kekuatan agar perusahaan dapat bersaing dengan

perusahaan lain adalah tingkat likuiditas.

Likuiditas suatu perusahaan dianggap penting karena likuiditas dapat

(2)

menjadi kas atau kemampuan untuk memperoleh kas (Annisa, 2008). Rasio

likuiditas bagi perusahaan idealnya adalah 200% dan apabila likuiditas

kurang dari 200% maka perusahaan dianggap kurang baik karena apabila

aktiva lancar turun maka jumlah aktiva lancar tidak cukup untuk menutupi

kewajiban jangka pendeknya, tetapi jika tingkat likuiditas suatu perusahaan

tinggi maka semakin tidak efektif karena akan semakin banyak dana yang

menganggur (Dongoran, 2009). Oleh karena itu, menjaga dan mengatur

likuiditas merupakan salah satu strategi manajemen perusahaan untuk

mencapai tujuannya yaitu mendapatkan laba dan keberlangsungan perusahaan

atau going concert.

Kas merupakan modal kerja yang paling likuid dan merupakan unsur

aktiva yang paling lancar. Perusahaan tidak akan kesulitan dalam memenuhi

kewajiban jangka pendek dan perusahaan dikatakan likuid jika perusahaan

mempunyai ketersediaan kas yang cukup. Pada akhir periode, kas akan

dilaporkan dalam laporan arus kas dan dibagi menjadi tiga aktivitas yaitu kas

dari aktivitas operasi, kas dari aktivitas investasi dan kas dari aktivitas

pendanaan. Namun dari ketiga aktivitas tersebut yang paling menunjukan

keadaan likuiditas suatu perusahaan adalah kas dari aktivitas operasi, karena

kas dari aktivitas operasi menunjukan penghasilan yang diperoleh oleh

perusahaan melalui kegiatan utama perusahaan tersebut (Syamsudin, 2009).

Terdapat beberapa penelitian yang menguji tentang pengaruh arus kas operasi

terhadap likuiditas. Salah satu penelitian yang menguji tentang arus kas

(3)

(2005) dan menyatakan bahwa arus kas berpengaruh terhadap quick ratio.

Hasil tersebut diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Annisa (2008),

yang menyatakan bahwa arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap

likuiditas. Berbeda dengan Suhermawan (2005) dan Annisa (2008), penelitian

yang dilakukan oleh Gusmiati (2011), menyatakan bahwa arus kas operasi

tidak berpengaruh signifikan terhadap likuiditas. Hal ini menunjukan

ketidakkonsistenan hasil penelitian.

Salah satu cara yang dipergunakan oleh suatu perusahaan dalam

meningkatkan volume penjualannya adalah dengan penjualan kredit.

Penjualan kredit dalam suatu perusahaan akan mengakibatkan adanya piutang

usaha. Semakin banyak penjualan kredit, maka semakin besar pula investasi

dalam piutang dan akibatnya resiko atau biaya yang akan dikeluarkan akan

semakin besar pula (Santoso dkk, 2008). Oleh karena itu, jika terjadi

keterlambatan pembayaran piutang atau telah melewati jatuh tempo

pembayaran piutang maka akan mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan

dan berdampak pada likuiditas perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa

perputaran piutang usaha memegang peranan penting dalam menjaga tingkat

likuiditas suatu perusahaan. Menurut Santoso dkk (2008), semakin tinggi

tingkat perputaran piutang maka kondisi modal yang ada akan semakin tinggi

dan perusahaan dikatakan likuid dan apabila tingkat perputaran piutang rendah

maka kondisi modal yang ada akan semakin rendah dan perusahaan dikatakan

tidak likuid. Penelitian yang dilakukan Dongoran (2009), menyatakan bahwa

(4)

(2008), meneliti tentang pengaruh perputaran piutang dan pengumpulan

piutang terhadap likuiditas perusahaan dan menyatakan bahwa perputaran

piutang berpengaruh signifikan terhadap likuiditas. Berbeda dengan penelitian

yang dilakukan Dongoran (2009) dan Santoso dkk (2008), penelitian yang

dilakukan oleh Ramadhan (2011) dalam skripsinya menyatakan bahwa

perputaran piutang secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap

likuiditas.

Tingkat perputaran piutang suatu perusahaan berkaitan erat dengan

seberapa lama mereka mengumpulkan piutangnya. Jika terjadi keterlambatan

dalam mengumpulkan piutang akan mengganggu efektifitas dan efesiensi

perputaran piutang (Santoso dkk, 2008). Dalam pengumpulan piutang,

perusahaan harus memperhatikan jadwal jatuh tempo. Jika para pelanggan

membayar utangnya melebihi tanggal jadwal jatuh tempo maka perusahaan

akan mengalami keterlambatan dalam mengumpulkan piutangnya dan daftar

piutang yang tak tertagih akan semakin banyak. Hal ini akan mengganggu

likuiditas perusahaan karena piutang usaha sulit untuk dijadikan kas dalam

waktu dekat untuk membayar kewajiban jangka pendek suatu perusahaan.

Dalam penelitian Santoso dkk (2008), menyatakan bahwa pengumpulan

piutang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap likuiditas.

Alat ukur lainnya yang dapat mengukur tingkat likuiditas perusahaan

adalah perputaran persediaaan yang berkaitan dengan penjualan

produk-produk perusahaan. Persediaan merupakan unsur dari aktiva lancar yang

(5)

terus-menerus diperoleh, diubah, dan kemudian dijual kepada konsumen (Sianturi,

2009). Perputaran persediaan menurut Kasmir (2011), merupakan rasio yang

digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang di tanam dalam persediaan

ini berputar dalam satu periode. Sianturi dkk (2009) dalam penelitinnya,

menyatakan bahwa perputaran persediaan tidak cukup mampu untuk dapat

menjelaskan likuiditas di suatu perusahaan namun hasil penelitian

menunjukan bahwa perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap

likuiditas. Penelitian tersebut diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh

Ramadhan (2011) yang menyatakan bahwa perputaran persediaan

berpengaruh signifikan terhadap likuiditas, sedangkan penelitian Muktiadji

(2008), menyatakan bahwa kas memegang peranan penting dan bukan

ditentukan oleh persediaan maupun piutang.

Berdasarkan uraian diatas dan penelitian sebelumnya maka dapat

disimpulkan bahwa arus kas operasi, perputaran piutang, pengumpulan

piutang perputaran persediaan mempunyai hubungan dengan likuiditas

perusahaan. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini merupakan

replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Santoso dkk, (2008). Adapun

yang membedakan penelitian ini dangan peneliti sebelumnya adalah variabel

independen dan objek penelitian. Variabel independen yang digunakan dalam

penelitian sebelumnya adalah perputaran piutang dan pengumpulan piutang,

sedangkan dalam penelitian ini peneliti menambahkan arus kas operasi dan

perputaran persediaan sebagai variabel independen. Objek penelitian yang

(6)

penelitian ini menggunakan perusahaan food and beverage yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009-2011 sebagai objek penelitian.

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh arus kas operasi,

perputaran piutang, pengumpulan piutang dan perputaran persediaan

terhadap likuiditas. Penelitian ini penting dilakukan karena setiap tahun arus

kas operasi, perputaran piutang, pengumpulan piutang dan perputaran piutang

suatu perusahaan akan mengalami perubahan. Suatu perusahaan dapat

mengalami tingkat likuiditas yang tinggi pada suatu periode, namun

perusahaan dapat mengalami likuiditas yang rendah pada periode berikutnya.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan apakah arus kas operasi, perputaran

piutang, pengumpulan piutang dan perputaran piutang dapat mempengaruhi

likuiditas. Fenomena tersebut memotivasi peneliti untuk membuat suatu

penelitian mengenai likuiditas. Dengan mengetahui arus kas operasi,

perputaran piutang, pengumpulan piutang dan perputaran persediaan pada

suatu perusahaan akan membantu manajemen perusahaan dalam mengelola

aktiva lancarnya secara efektif dan efesien sehingga dapat menjaga

likuiditasnya dan dengan mengetahui tingkat likuiditas suatu perusahaan,

seorang investor pun dapat mengetahui apakah perusahaan tersebut

menggunakan modal yang ditanamkan digunakan secara efektif dan efesien.

1.2.Perumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan

(7)

1. Apakah arus kas operasi, perputaran piutang, pengumpulan piutang dan

perputaran persediaan secara bersama-sama berpengaruh signifikan

terhadap likuiditas pada perusahaan food and baverage?

2. Apakah arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap likuiditas pada

perusahaan food and baverage ?

3. Apakah perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap likuiditas

pada perusahaan food and baverage?

4. Apakah pengumpulan piutang berpengaruh signifikan terhadap likuiditas

pada perusahaan food and baverage?

5. Apakah perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap likuiditas

pada perusahaan food and baverage?

1.3.Pembatasan Masalah

Penelitian ini di batasi sesuai dengan judul yaitu akan mengulas

tentang pengaruh arus kas operasi, perputaran piutang, pengumpulan piutang

dan perputaran persediaan terhadap likuiditas.

1.4.Tujuan Penelitian

Dari permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk menguji pengaruh arus kas operasi, perputaran piutang,

pengumpulan piutang dan perputaran persediaan secara bersama-sama

terhadap likuiditas pada perusahaan food and baverage yang terdaftar di

BEI tahun 2009-2011.

2. Untuk menguji pengaruh arus kas operasi terhadap likuiditas pada

(8)

3. Untuk menguji pengaruh perputaran piutang terhadap likuiditas pada

perusahaan food and baverage yang terdaftar di BEI tahun 2009-2011.

4. Untuk menguji pengaruh pengumpulan piutang terhadap likuiditas pada

perusahaan food and baverage yang terdaftar di BEI tahun 2009-2011.

5. Untuk menguji pengaruh perputaran persediaan terhadap likuiditas pada

perusahaan food and baverage yang terdaftar di BEI tahun 2009-2011.

1.5.Manfaat Penelitian

Dari tujuan penelitian tersebut maka manfaat yang dapat diharapkan adalah :

1. Bagi peneliti diharapkan dapat diperoleh pemahaman lebih mendalam

mengenai pengaruh arus kas operasi, perputaran piutang, pengumpulan

piutang dan perputaran persediaan terhadap likuiditas.

2. Bagi perusahaan yang diteliti diharapkan dapat dijadikan bahan masukan

dalam melakukan perbaikan-perbaikan, merumuskan kebijakan serta

tindakan-tindakan selanjutnya sehubungan dengan penggunaan analisis

laporan keuangan.

3. Bagi akademisi diharapkan dapat memberikan referensi dan gambaran

mengenai arus kas operasi, perputaran piutang, pengumpulan piutang,

perputaran persediaan serta likuiditas dan sebagai wahana informasi

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan, EVA, dan dividend payout ratio

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba kotor, laba operasi, dan arus kas operasi berpengaruh terhadap arus kas operasi di masa depan, hanya variabel laba

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah arus kas operasi berpengaruh terhadap tingkat likuiditas, apakah arus kas investasi berpengaruh terhadap

Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah arus kas operasi berpengaruh terhadap likuiditas pada PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten..

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel perputaran modal kerja, perputaran kas dan perputaran piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Pengaruh Arus Kas dan Perputaran Piutang baik secara parsial maupun simultan terhadap Tingkat Likuiditas pada perusahaan makanan dan minuman

Yunia Mulyani, Ir., S.Pd., M.Pd ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Perputaran Piutang dan Arus Kas terhadap Likuiditas yang menggunakan rasio lancar Currennt

Hal ini didukung dari hasil penelitian Pujiati 2014 hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa secara parsial Perputaran Piutang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat Likuiditas