BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang dilakukan dengan cara membandingkan antara dua kelompok yaitu

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah salah satu bentuk rancangan penelitian deskriptif analitik,dengan metode observasional menggunakan desain case control yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membandingkan antara dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok control dengan kuesioner sebagai instrument pengumpulan data ( Notoadmodjo,2005 ).

Menurut Notoadmodjo ( 2005 ), desain penelitian kasus kontro; adalah sebagai berikut:

Keterangan:

Kasus : semua keluarga pasien dengan HIV/AIDS yang berisiko penularan HIV/AIDS diruang rawat inap Prof. Dr Margono Soekarjo

Kontrol : semua keluarga pasien non HIV/AIDS yang berisiko penularan HIV/AIDS diruang rawat inap RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo

(2)

B. Populasi, Besaran Sample, Dan Tehnik Sampling 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subyek yang diteliti (Notoatmodjo, 2005).Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien rawat inap RSUD Prof.Dr Margono Soekarjo yang HIV/ AIDS dan non HIV/AIDS. Penelitian dimulai dari bulan Desember 2009.

Populasi sebanyak 100 dari jumlah keluarga pasien dengan HIV/AIDS dan 100 untuk keluarga pasen yang non HIV /AIDS di ruang rawat inap Prof.Dr.Margono Soekarjo. Subyek penelitian ini terdiri terdiri dari dua kelompok yaitu populasi kasus dan populasi kontrol.

2. Besar sample

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoadmodjo,2005). Pada sample penelitian ini, semua pasien yang ada di rawat inap dengan HIV/AIDS dan keluarga pasien yang non HIV/AIDS di RSMS Purwokerto yang sedang menunggu keluarga yang dalam proses perawatan, pada bulan Desember 2009.

Penentuan besar sampelnya antara 25% - 30%. Pada penelitian ini diambil 100 keluarga pasien yang terdiri dari 5 ruang rawat inap di RSMS (30 keluarga dengan HIV/AIDS dan 30 keluarga dengan non HIV/AIDS) untuk mendapatkan sample yang representative maka ditentukan jumlah sample untuk setiap ruangan jumlah responden untuk setiap ruangan dapat dilihat tabel I.

(3)

Tabel I : jumlah responden tiap ruangan rawat inap di RSMS Purwokerto

No. Ruangan Jumlah

Penunggu Pasien Jumlah Responden

1 Ruang Cempaka 15 5 2 Ruang Dahlia 20 6 3 Ruang Asoka 10 5 4 Ruang PSR Lt1,2 18 6 5 Ruang Mawar 27 8 Jumlah 100 30

Adapun rumus yang digunakan untuk menentukan besar sample menurut Dahlan ( 2006 ) pada penelitina case kontrol ini adalah

N1=N2= (Za √2PQ + Zβ√P2Q2)² (P1 + P2)² Keterangan:

N1= 30 ; N2= 30 Total = 60 3. Tehnik Sampling

Sampel apda penelitian ini menggunakan pengambilan sample probabilitas ( Probability Sampling Method ) yaitu setiap obyek pada suatu populasi memiliki kesempatan yang sama untuk di pilih menjadi sample penelitian maka tehnik sampling dilakukan secara random atau acak sederhana ( Simple Random Sampling ). Sehingga data penelitian setidaknya sudah menggambarkan keadaaan populasi yang sebenarnya dan batas kesalahan yang terjadi dapat diatasi secara statistik ( Candra.B,2005 )

a) Sample kasus

(4)

- Inklusi sebagai berikut

Keluarga pasien yang berisiko penularan HIV / AIDS selama bulan Desember diruang rawat inap RSMS Purwokerto

- Eksklusi sebagai berikut

Keluarga pasien non HIV/AIDS yang berisiko penularan HIV/AIDS selama bulan Desember 2009 diruang rawat inap RSMS Purwokerto.

b) Sampel control

Sample control dalam penelitian ini ditentukan dengan criteria inklusi sebagai berikut : Keluarga pasien non HIV/AIDS yang berisiko penularan non

HIV/AIDS diruang rawat inap RSUD Prof.Dr Margono Soekarjo Purwokerto Kriteria eksklusi sebagai berikut : Keluarga pasien yang non HIV/AIDS yang tidak mau menjadi responden diruang rawat inap RSMS.

C. Tempat Penelitian Dan Waktu

Lokasi penelitian ini adalah di RSUD Prof.Dr Margono Soekarjo Purwokerto.Penelitian ini akan dimulai dari bulan November sampai dengan bulan Desember 2009

D. Etika Penelitian

Etika penelitian mempunyai tujuan untuk melindungi dan menjamin kerahasiaan responden.Sebelum melakukan penelitian,peneliti mengajukan perijinan kepada kepala RSUD Prof,Dr Margono Soekarjo Purwokerto,dilanjutkan dengan pengambilan data diruang-ruang rawat inap sesuai dengan jumlah sample

E. Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian

(5)

a. Variabel bebas (independent ) - Umur - Jenis kelamin - Jenis pekerjaan - Pendidikan b. Variabel terikat

Pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga pasien yang berisiko penularan HIV/AIDS dan non HIV/AIDS pada bulan Desember 2009 di RSMS. 2. Definisi Operasional

(6)

Tabel 2 Definisi operasional variabel penelitian

Variabel Definisi Operasional Instrumen Hasil ukur Skala

Variabel Definisi Operasional Instrumen Hasil ukur Skala

a. Variabel bebas umur Jenis kelamin Pendidikan Jenis Pekerjaan b.Variabel Bebas Pengetahuan Sikap Perilaku

Umur respon dilihat saat pengambilan data

Keluarga pasien dilihat saat pengambilan data

Pendidikan formal yang sudah ditempuh

Dilihat saat pengambilan data semua kegiatan yang

menghasilkan uang Baik/positif Kurang baik/negatif Baik/positif Kurang baik/negatif Lembar Cheklist kuesioner Cheklist kuesioner Kuesioner Kuesioner Kuesioner Kuesioner Kuesioner 19th – 34th 35th – 50th Laki-laki (1) Perempuan (2) Pendidikan dasar SD – SLTP Pendidikan Tinggi SLTA – Perguruan Tinggi Petani (1) PNS (2) TNI (3) Pegawai Swasta (4) Pensiunan (5) Pedagang (6) Buruh (7) Rumah tangga (8) Tinggi 56% - 100% Rendah< 40% - 55% Baik Tidak baik Ya (1) Tidak (2) Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal

(7)

3. Instrumen Penelitian a. Alat ukur

Dalam penelitian tidak menggunakan alat ukur karena hanya menggunakan format isian berupa kuesioner untuk mendokumentasi karakteristik sample NO Pertanyaan/Pernyataan Option Soal Jumlah

1 Karakteristik keluarga pasien 1.2.3.4 4 2 Pengetahuan keluarga pasien

tentang risiko penularan HIV/AIDS

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12. 12

3 Sikap keluarga pasien tentang risiko penularan HIV/AIDS

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12. 12

4 Perilaku keluarga pasien tentang risiko penularan HIV/AIDS

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10. 10

b. Uji Coba Instrumen

Dalam penelitian ini tidak menggunakan uji validitas dan reabilitas karena metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan dan sudah terpercaya berasal dari keadaan keluarga pasien yang ada di ruangan rawat inap. c. Validitas dan Reliablitas

Untuk mengetahui ketepatan dan kecermatan serta konsistensi/kehandalan alat ukur dalam penelitian makan dilakukan uji validitas dan reliabiltas. Dari hasil uji tersebut dapat dilihat di table dibawah ini :

(8)

Tabel 1 Uji Validitas Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Keluarga Pasien Tentang Risiko Penularan HIV/AIDS, dan Non HIV/AIDS di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Variabel Nilai r Validitas

1. Tahu 1 2. Tahu 2 3. Tahu 3 4. Tahu 4 5. Tahu 5 6. Tahu 6 7. Tahu 7 8. Tahu 8 9. Tahu 9 10. Tahu 10 11. Tahu 11 12. Tahu 12 13. Perilaku 1 14. Perilaku 2 15. Perilaku 3 16. Perilaku 4 17. Perilaku 5 18. Perilaku 6 19. Perilaku 7 20. Perilaku 8 21. Perilaku 9 22. Perilaku 10 23. Sikap 1 24. Sikap 2 25. Sikap 3 26. Sikap 4 27. Sikap 5 28. Sikap 6 29. Sikap 7 30. Sikap 8 31. Sikap 9 32. Sikap 10 33. Sikap 11 34. Sikap 12 0,3333 0,3625 0,3599 0,3838 0,3661 0,3557 0,3766 0,3600 0,3731 0,3474 0,3554 0,3411 0,3773 0,3319 0,3564 0,3300 0,3610 0,3640 0,3907 0,3783 0,3501 0,3300 0,3692 0,3736 0,3800 0,3698 0,5956 0,3523 0,5629 0,3384 0,3452 0,4459 0,4105 0,3768 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid r tabel = 0,325 Alpha = 0,5977

Dari tabel 1 dapat diketahui bahwa ada seluruh item pertanyaan nilai r lebih tinggi dari r tabel sehingga dapat dikatakan seluruh item pertanyaan valid. Sedangkan untuk reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan realibel karena nilai Alpha (0,5977) lebih besar dari nilai r table (0,325).

(9)

i. Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupoakan langkah awal dalam penelitian, pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari:

1. Data Primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti dan didapat langsung pada saat berlangsungnya suatu penelitian.Data primer dalam penelitian ini meliputi semua variabel independent (bebas). Umur,jenis kelamin,jenis pekerjaan,pendidikan,tempat tinggal.

Dan dependen (terikat) pada keluarga pasien HIV/AIDS dan non HIV/AIDS yang langsung ditanyakan pada responden

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumentasi data di poli VCT RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto yang meliputi Pasien denganHIV/AIDS.

Prosedur Penelitian 1. Persiapan

a. Telaah pustaka mengenai hubungan karakteristik keluarga pasien HIV/AIDS dan pengetahuan,sikap dan perilaku keluarga

b. Pengumpulan data ruang rawat inap jumlah kasusu dengan HIV/AIDS dan non HIV/AIDS mulai bulan Desember 2009 RSUD Prof . Dr Margono Soekarjo Purwokerto

(10)

d. Presentasi penelitian e. Penyempurnaan proposal

2. Pelaksanaan

a. Mengurus izin penelitian

b. Pengumpulan data dengan observasi langsug dari keluarga pasien rawat inap di RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2008 – 2009.

c. Entry data dan analisa data secara Univariat dan Bivariat. 3. Pembuatan Laporan

Menyusun laporan mengenai jalannya penelitian serta hasil penelitian yang berupa interpretasi menurut analisa data

Pengolahan Data

Data hasil observasi diolah dengan cara sebagai berikut : i. Editing

Mengedit adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para pengumpul data. Tujuan dari editing adalah untuk mengurangi kesalahan atau kekurangan yang ada didalam daftar pertanyaan yang sudah diselesaikan sampai sejauh mungkin. Dalam penelitian ini peneliti akan memeriksa data yang telah diperoleh.

ii. Coding

Yang dimaksud dengan coding adalah mengklasifikasi jawaban dari para reponden kedalam kategori-kategori. Klasifikasi dilakukan dengan jalan menandai

(11)

masing-masing jawaban dengan kode berupa angka, kemudian dimasukan kedalam lembaran tabel kerja guna mempermudah membacanya

iii. Tabulating

Pekerjaan tabulasi adalah pekerjaan membuat tabel. Semua jawaban yang sudah diberi skor akan dimasukan kedalam tabel, seperti yang dapat dilihat pada lembar lampiran. Dibuat tabulasi dari masing-masing variabel dengan menghitung distribusi frekuensi dan prosentasi serta membuat tabulasi silang antara variabel independent dan dependen.

iv. Processing

Processing adalah memproses data agar dapat dianalisis. Memproses data dilakukan dengan cara memasukan data dari kuesioner ke paket program komputer. Ada bermacam-macam paket program komputer. Program komputer yang digunakan adalah paket program SPSS for windows.

v. Cleaning

Cleaning (pembersih data) merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di entri apakah ada kesalahan atau tidak. Cleaning data dapat dilakukan dengan cara :

a. Mengetahui missing data

Cara mendeteksi adanya missing data adalah dengan melakukan list (distribusi frekuensi) dari variabel yang ada.

(12)

Dengan mengetahui variasi data akan diketahui apakah data yang dientri benar atau salah. Cara mendeteksi adalah dengan mengeluarkan distribusi frekuensi masing-masing variabel.

c. Mengetahui konsistesi data

Cara mendeteksi adanya ketidakkonsistensian data dengan menghubungkan dua variabel.

I. Analisa Data

Analisa data dilakukan untuk menyederhanakan data dalam bentuk lebih mudah untuk dibaca. Selain itu juga penguji secara statistik kebenaran keputusan yang sudah ditetapkan.

Analisa data yang dilakukan meliputi : 1. Analisa Unvariat

Analisa unvariat dilakukan untuk melihat gambar distribusi frekuensi hubungna karakteristik keluarga pasien yang berisiko penularan HIV dan non HIV yang mempunyai pengaruh dari tiap variabel dependen dan independent,analisa unvariat melalui distribusi frekuensi dengan perhitungan presentasi.

Populasi yang ada dibagi menjadi 2 yaitu, populasi kasus dan populasi control. Populasi kasus adalah semua keluarga pasien HIV/AIDS rawat inap, sedangkan populasi control adalah semua keluarga pasien HIV/AIDS non rawat inap.

Pada penelitian ini menggunakan rancangan kasus kontrol maka dilakukan pengujian hubungan antara sebab (pajanan) dengan akibat (hasil jadi), yang

(13)

diperbandingkan adalah insidens/proporsi antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol.

2. Analisa Bivariat

Analisa dilakukan denag uji chi square (x²) dengan batas kemaknaan sttistik (p-value) 0,05 untuk mengetahui adanya hubungan bermakna (signifikan) antara variabel independent dan variabel dependen atau untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara masing-masing variabel dengan perbedaan karakteristik keluarga pasien dengan HIV/AIDS dan keluarga pasien non HIV/AIDS. Jika p-value < 0,05 maka hasil perhitungan statistik bermakna, sebaliknya jika p-p-value > 0,05 berarti hasilnya tidak bermakna.

Selain itu juga dilakukan analisa dengan tabulasi silang (crostabs) untuk menghiutng Odd Ratio (OR) dengan Confidence Internal (CI) 95%. Menurut Hastono (2006) uji chi square (x) dihitung dengan rumus:

x² = N[ad – bc]²_____________ ( a + b ) ( c + d ) ( a + b ) ( b + d )

Figur

Tabel I : jumlah responden tiap ruangan rawat inap di RSMS Purwokerto

Tabel I :

jumlah responden tiap ruangan rawat inap di RSMS Purwokerto p.3
Tabel 2 Definisi operasional variabel penelitian

Tabel 2

Definisi operasional variabel penelitian p.6
Tabel  1  Uji  Validitas  Perbedaan  Tingkat  Pengetahuan,  Sikap  dan  Perilaku  Keluarga  Pasien  Tentang  Risiko  Penularan  HIV/AIDS,  dan  Non  HIV/AIDS  di  RSUD  Prof

Tabel 1

Uji Validitas Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Keluarga Pasien Tentang Risiko Penularan HIV/AIDS, dan Non HIV/AIDS di RSUD Prof p.8

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :