Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengetahuan
Bahan
MAKALAH KOPI
DISUSUN OLEH :
NABILAH IMANI 125100107111048
BERLIANTINA B 135100109111002
PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
I. PENDAHULUAN
1.1 Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisio : Magnoliophyta Sub Divisio : Spermatophyta Class : Magnoliopsida Sub Class : Asteridae Order : Rubiales Family : Rubiaceae Genus : Coffea
1.2 Morfologi
Pada umumnya, tanaman kopi berbunga setelah berumur sekitar dua tahun. Buah kopi terdiri dari daging buah dan biji. Dagung buah kopi terdiri atas 3 bagian yaitu lapisan kulit luar (exocarp), lapisan daging buah (mesocarp), lapisan kulit tanduk (endoscarp) yang tipis, tetapi keras. Berikut gambar struktur anatomi dari buah kopi:
kopi terdiri atas kulit biji dan lembaga. Secara morfologi, biji kopi berbentuk bulat telur, bertekstur keras, dan berwarna putih kotor (Najiyati dan Danarti, 2012).
1.3 Jenis-Jenis Kopi
Jenis - Jenis Kopi Di dunia perdagangan dikenal beberapa golongan kopi, tetapi yang paling sering dibudidayakan hanya kopi arabika,robusta, dan liberika. Pada umumnya, penggolongan kopi berdasarkan spesies, kecuali kopi robusta. 4 Kopi robusta bukan nama spesies karena kopi ini merupakan keturunan dari berapa spesies kopi terutama Coffea canephora (Najiyati dan Danarti, 2004).Menurut Aak (1980), terdapat empat jenis kopi yang telah dibudidayakan, yakni:
1. Kopi Arabika
Kopi arabika merupakan kopi yang paling banyak di kembangkan di dunia maupun di Indonesia khususnya. Kopi ini ditanam pada dataran tinggi yang memiliki iklim kering sekitar 1350 - 1850 m dari permukaan laut. Sedangkan di Indonesia sendiri kopi ini dapat tumbuh dan berproduksi pada ketinggian 1000 – 1750 m dari permukaan laut. Jenis kopi cenderung tidak tahan terhadap penyakit Hemilia Vastatrix. Namun kopi ini memiliki tingkat aroma dan rasa yang kuat.
2. Kopi Liberika
Jenis kopi ini berasal dari dataran rendah Monrovia di daerah Liberika. Pohon kopi liberika tumbuh dengan subur di daerah yang memilki tingkat kelembapan yangtinggi dan panas. Kopi liberika penyebarannya sangat cepat. Kopi ini memiliki kualitas yang lebih buruk dari kopi Arabika baik dari segi buahdan tingkat rendemennya rendah.
3. Kopi Canephora (Robusta)
Kopi Canephorajuga disebut kopi Robusta. Nama Robusta dipergunakan untuk tujuan perdagangan, sedangkan Canephora adalah nama botanis. Jenis kopi ini berasal dari Afrika, dari pantai barat sampai Uganda.Kopi robusta memiliki kelebihan dari segi produksi yang lebih tinggi di bandingkan jenis kopi Arabika dan Liberika.
4. Kopi Hibrida
II. Karakteristik Biji Kopi
2.1 Komposisi Pada Kopi
Bagian buah yang terletak antara daging buah dengan biji (endosperm) disebut kulit tanduk. Berikut komposisi kimia kulit tanduk pada biji kopi robusta dan biji kopi Arabica :
Komponen Arabika (%) Robusta (%) Protein kasar
Serat kasar Hemiselulosa
Gula Pentosan
Abu
Light petroleum extract
1,46 50,20 11,60 21,30 26,00 0,96 0,35
2,20 60,24
7,58 -3,30
-(Rahardjo, 2012).
Air 48%
Zat bahan kering 50 –52%
Karbohidrat 60%
Karbohidrat dalam kopi dibagi lagi ke dalam beberapa bagian sesuai dengan jenis dan kadarnya, yaitu :
a. Gula – gula reduksi memiliki kadar sebesar 1%. Jenis ini terdiri atas gula D-manosa, L-arabinosa, D-galaktosa, D-glukosa yang bersifat larut dalam air.
b. Sukrosa terdapat dalam kopi sebesar 7% dan dapat larut dalam air.
c. Pektin larut dalam air dan terdapat dalam kopi 2%.
d. Pati pati yang terkandung dalam kopi mencapai jumlah / kadar 10% dan tidak larut dalam air.
f. Hemiselulosa dalam kopi sebesar 15%. Hemiselulosa memiliki sifat dapat terhidrolisa.
g. Holoselulosa holoselulosa terdiri atas selulosa, galaktan, dan manan. Jenis karbohidrat yang merupakan serat ini tidak terhidrolisa dan dalam kopi terdapat sekitar 18% holoselulosa.
h. Lignin seperti halnya dengan holoselulosa, serat ini tidak terhidrolisa. Dapat diemukan dalam kopi dengan kadar 2%.
Minyak 13%
Minyak dalam kopi juga terbagi lagi atas beberapa jenis dan bagian, yaitu :
a. Ester fistosterin, hidrokarbon, dan lilin 2 %
b. Trigliserida 81.3%
c. Ester asam lemak diterpen 15.9% (lilin alcohol)
d. Sterol bebas 0.39%
e. Diterpen 0.15%
f. Bahan – bahan yang tidak tersabunkan
- Γ-sitosterol
- Stigmasterol
- Dehidrostirosterol
- Cofestol
g. Asam – asam lemak yang ada :
- Asam linoleat 39% - Asam stearat 13.1%
- Asam oleat 17.2% - Asam arachidat 4.2%
- Asam palmitat 25.3% - Asam behenat 1%
- Asam miristat, palmitoleat, linolenat
Protein 13%
a. Asam aspartat 0.33% i. Isoleusin 0.03%
b. Serin 0.12% j. Leusin 0.03%
c. Asparagin 0.30% k. Tirosin 0.04% d. Glutamat 0.49% l. Fenilalanin 0.08% e. Prolin 0.14% m. γ-aminobutirat 0.30%
f. Glisin 0.02% n. Lisin 0.04%
g. Alanin 0.24% o. Histidin 0.04%
h. Valin 0.02% p. Arginin 0.04%
Asam-asam non volatil 8%
Abu 4%
Trigonelin 1%
Kafein Arabika 1,0%, sedangkan pada Robusta 2,0% h.
i. Buah kopi setelah dibuang kulit, daging buah serta kulit tanduknya menghasilkan kopi beras. Kopi beras yaitu kopi biji kering berwarna seperti telur asin dan biasanya dijual atau diekspor. Secara umum kopi beras mengandung air, gula, lemak, selulosa, kafein, dan abu. Berikut tabel komposisi kimia dari kopi beras:
j.
k. Komposisi l. Kandungan (%)
m. Air n. 11.23
dd. 2.2 Karakteristik Senyawa Kafein
ee. Struktur kimia yang terpenting terdapat didalam kopi adalah kaffein dan caffeol. Kafein yang menstimuli kerja saraf, sedangkan caffeol memberikan flavor dan aroma yang baik. Kafein dapat bereaksi dengan asam, basa, dan logam berat dalam asam. Kafein disintesis dalam perikarp. Kafein yang terdapat dalam kopi sangrai memiliki kadar atau jumlah 85 mg/5 oz, dalam kopi instan 60 mg/5 oz, dan dalam kopi dekafeinasi3 mg/ 5 oz.
yang tidak stabil. Sedangkan reaksi dengan basa akan membentuk garam yang stabil. Kafein mudah terurai dengan alkali panas membentuk kafeidin. Kafein mengeluarkan aroma wangi, mempunyai rasa yang sangat pahit, dan mengembang di dalam air.
gg. Adapun senyawa asam triklorogenat dalam kandungan buah kopi yang mempunyai beberapa sifat yaitu:
1. Bersifat larut dalam air panas, aseton, dan etil asetat. 2. Dalam keadaan tereduksi tidak berwarna
3. Dalam bentuk teroksidasi (kontak dengan O2) membetnuk warna hijau pada biji
kopi (asam viridat).
4. Dalam biji yang belum masak berada dalam bentuk Kalium klorogenat dan kaferin (berwarna putih).
5. Pada suhu 150o C mengalami dekomposisi menjadi kafein dan lepas (Muchtadi,
2010).
hh. 2.3 Kualitas dan Mutu Biji Kopi
ii. Standar mutu kopi di Indonesia telah diterapkan berdasarkan sistem nilai cacatnya yang mengacu pada SNI 01 – 2907 – 2008. Standar mutu sangat penting untuk dijadikan sebagai petunjuk dalam pengawasan mutu kopi. Berikut tabel Spesifikasi Persyaratan Mutu Biji Kopi:
jj.
kk. Spesifikasi Persyaratan Mutu Biji Kopi ll.
No .
mm. Jenis Uji nn. Satua
n oo. Persyaratan
lubang ukuran diameter 6.5 mm (b/b) lll. %
mmm. Maksimal lolos 2.5
nnn. 7.
ooo. BIji ukuran kecil lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 6.5 m, tidak lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 5.5 mm (b/b)
ppp. %
qqq. Maksimal lolos 2.5
sss.
ttt. 2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Cita Rasa Produk Kopi uuu.
vvv. Dalam menentukan apakah suatu kopi bercita rasa baik atau tidak, terdapat tiga kategori yang dapat menjadi penentu, yaitu :
1. Keasaman
www. Keasaman atau asiditas merupakan karakter biji kopi yang menentukan cita rasa tersendiri pada produk kopi dan menentukan tingkat kecerahan kopi. Biji kopi yang baik memiliki tingkat keasaman yang rendah. Keasaman yang terlalu tinggi membuat cita rasa kopi menjadi tidak nikmat. Tingkat keasaman biji kopi dipengaruhi oleh lokasi/ tempat tumbuh tanaman dan pengolahannya, besar – kecilnya suhu pemanggangan, jenis pemanggang, dan metode pemasakan.
2. Aroma
xxx. Aroma menjadi karakter terkuat dan sangat identik dengan minuman kopi. Aroma kopi dapat menstimulasi indera penciuman. Penstimulasian indera penciuman dapat dilakukan melalui 2 cara berikut:
Secara langsung dipersepsi oleh hidung. Aroma kopi pada umumnya mudah dikenali walaupun tanpa perlu melihat atau merasakan langsung dari fisik kopi.
Sensasi aroma kopi dapat dirasakan ketika kopi berada di mulut atau sudah tertelan. Pada saat bersamaan, senyawa volatile yang terdapat pada kopi akan menguap ke atas memasuki saluran penciuman.
3. Body
yyy. Faktor penentu terakhir yang mempengaruhi cita rasa kopi adalah
body yang dapat disetarakan dengan sensasi “rasa mantap”. Body terdiri dari tingkatan ringan-berat yang dipengaruhi oleh pemanggangan biji kopi. Biji kopi yang dipanggang secara medium dan pekat akan memiliki body yang lebih berat daripada biji kopi yang dipanggang ringan (Muchtadi, 2010). zzz.
aaaa. Biji kopi kering tidak dapat langsung dikonsumsi karena belum mempunyai aroma, flavor, dan warna yang khas. Oleh karena itu, biji kopi tersebut harus diolah lebih lanjut untuk memperoleh sifat-sifat yang dikehendaki. Pengolahan dasar yang dilakukan yaitu : penyangraian dan penggilingan.
bbbb. Biji kopi disangrai pada suhu 193 - 1990 C (light roast), 2040 C (medium
roast), dan 213 - 2210 C (dark roast). Penyangraian dihentikan apabila kopi sudah mudah
dipecah dengan kedua jari tangan. Selanjutnya dinginkan cepat-cepat dalam kotak pendingin dan kemudian digiling dengan menggunakan grinder. Penyaringan dilakukan supaya ukuran partikelnya seragam.
cccc.
dddd.III. Hubungan Antara Karakteristik Dengan Proses Pengolahan
ffff.
gggg. Kopi yang telah disangrai tidak lagi mengandung tannin seperti sebelum disangrai. Gula pada biji kopi terdiri dari galaktosa, manosa, dan pentose yang kadarnya 5% pada biji kopi kering dan 3% pada biji kopi yang telah disangrai. Beberapa vitamin dan juga mineral terdapat di dalam kopi. Perubahan komposisi sifat fisik kimia selama penyangraian terjadi akibat pemanasan kopi dengan suhu cukup tinggi.
hhhh.
iiii. Secara garis besar dan berdasarkan cara kerjanya, mkaa terdapat dua cara pengolahan buah kopi basah menjadi kopi beras, yaitu yang disebut pengolahan buah kopi cara basah dan cara kering. Pada metode pengolahan kering dapat dilakukan dengan dua cara yatu pengeringan alami dan pengeringan buatan. Pengeringan alami yaitu pengeringan dengan menggunakan sinar matahari, caranya sangat sederhana tidak memerlukan tempat pengeringan yang luas dan waktu pengeringan yang lama karena buah kopi karena kopi mengandung gula dan pectin. Sedangkan pada pengeringan buata digunakan pada suhu rendah yaitu 55oC akan menghasilkan buah kopi yang berwarna
merah dan tidak terlalu keras.
jjjj. Pada metode pengolahan basah meliputi proses penerimaan, pulping,
klasifikasi, fermentasi, pencucian, pengeringan, pengawetan, dan penyimpanan. a. Penerimaan
b. Pulping
llll. Bertujuan untuk memisahkan kopi dari kulit terluar dan mesocarp, dan menghasilkan pulp. Proses ini menghasilkan kopi hijau kerung dengan jenis yang berbeda-beda.
c. Fermentasi
mmmm. Bertujuan untuk melepaskan daging buah berlendir (mucilage) yang masih melekat pada kulit tanduk dan pada proses pencucian ajan mudah terlepas sehingga mempermudah proses pengeringan. Hidrolisis pectin disebabkan oleh petinase yang terdapat didalam buah atau reaksinya bisa dipercepat dengan bantuan jasad renik. Fermentasi dilakukan selama 1,5 hingga 4,5 hari tergantung pada iklim dan daerahnya.
nnnn. Perubahan yang terjadi selama proses fermentasi: oooo. a. Pemecahan komponen mucilage
pppp. b. Pemecahan Gula qqqq. c. Perubahan Warna Kulit d. Pencucian
rrrr. Dilakukan dengan memasukkan biji kopi ke dalam suatu mesin pengaduk yang berputar pada sumbu horizontal dan mendorong biji kopi dengan air mengalir. Hal ini akan memisahkan lapisan lender yang masih melekat pada biji dan akan terbuang lewat aliran air yang seterusnya dibuang.
e. Pengeringan
ssss. Proses ini dilakukan hingga kadar air mencapai 11%. Rata-rata pengeringan antara 10-15 hari.
f. Curing
tttt. Bertujuan untuk menjaga penampilan sehingga baik untuk diekspor maupun diolah kembali. Tahapannya melipu pengeringan ulang, pembersihan, dan
hulling (pemerasan) g. Penyimpanan
uuuu. Buah kopi dapat disimpan dalam bentuk buah kopi kering atau buah kopi parchment kering yang membutuhkan kondisi penyimpanan yang sama. Biji kopi dengan kadar air 11%% dan RH udara tidak lebih dari 74%. Pada kondisi tersebut pertumbuhan jamur akan minimal. Syarat gudang penyimpanan kopi yaitu:
1. Gudang mempunyai ventilasi yang cukup 2. Suhu gudang optimum 20-25oC.
3. Gudang harus bersih, bebas dari hama penyakit serta bau asing.
4. Karung ditumpuk di lantai yang diben alas kayu setinggi 10 cm (Cahyono, 2011).
vvvv. IV. Hubungan Antara Karakteristik Dengan Aplikasi Produk
wwww.
xxxx. Hasil Olah Kopi
yyyy. Hasil olah kopi dapat berupa berbagai jenis makanan dan minuman, berikut beberapa contoh dari hasil olah kopi:
1. Kopi hitam
zzzz. Kopi hitam merupakan hasil ektraksi langsung dari perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan bahan apapun.
aaaaa. Espresso merupakan kopi yang dibuat dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas pada tekanan tinggi.
3. Latte (coffee latte)
bbbbb. Minuman ini merupakan sejenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi yaitu 3:1.
4. Kopi Instan
ccccc. Jenis kopi ini berasal dari biji kopi yang dikeringkan dan digranulasi.
5. Kopi Moka
ddddd. Kopi moka atau yang sering dikenal dengan moccachino serupa dengan cappuccino dan latte, tetapi dilakukan penambahan cokelat pada proses penyajiannya.
eeeee.
fffff. ggggg.
hhhhh. Terdapat beberapa macam produk olahan kopi beras, diantaranya yaitu: a. Dekafeinasi Kopi
iiiii. Dekafeinasi biasanya dilakukan sebelum proses penyangraian, sebelumnya dilakukan proses pembersihan dan penyortiran biji. Proses ini meliputi pembasahan biji kopi dengan air, dan diikuti oleh ekstraksi dengan pelarut organic yaitu metilen klorida (CHCL2) dalam ekstraktor. Setelah
hijaunya dan tentu masih mengandung kaffein dan zat pelarut. Penetapan batas kandungan kaffein didalam biji kopi bebas kaffein dan kopi instan tidak melebihi 0.1% dan 0.3%. sedangkan zat pelaru yang tersisa kurang dari 10 mg/kg pelarut.
jjjjj. b. Kopi Bubuk
kkkkk. 1. Roasting
lllll. Merupakan proses penyangraian biiji kopi yang tergantung pada waktu dan suhu yang ditandai dengan perubahan kimiawi yang signifikan. Terjadi kehilangan berat kering terutama gas CO2 dan produk pirolisis volatile lainnya.
Kebanyakan produk pirolisis ini sangat menetukan ciata rasa kopi. Proses roasting berlangsung selama 5-30 menit. Perubahan sifat fisik dan kimia terjadi selama proses penyangraian. Menurut Ukers dan Prescott dalam Ciptasi dan Nasution (1985) terjadi seperti swelling, penguapan air, terbentuknya senyawa volatile, karamelisasi karbohidrat, pengurangan serat kasar, denaturasi protein, terbentuknya gas CO2
sebagai hasil oksidasi dan terbentuknya aroma yang khas pada kopi.
mmmmm. Adapun senyawa yang membentuk aroma di dalam kopi menrut Mabrouk dan Deatherage dalam Ciptadi danNasution (1985) adalah:
nnnnn. 1. Golongan fenol dan asam tidak mudah menguap yaitu asam kofeat, asam clorogenat, asam ginat dan riboflavin.
ooooo. 2. Golongan senyawa karbonil yaitu asetal dehid, propanon, alkohol, vanilin aldehid.
ppppp. 3. Golongan senyawa karbonil asam yaitu oksasuksinat, aseto asetat, hidroksi pirufat, keton kaproat, oksalasetat, mekoksalat, merkaptopiruvat.
qqqqq. 4. Golongan asam amino yaitu leusin, iso leusin, variline, hidroksiproline, alanine, threonine, glysine dan asam aspartat.
rrrrr. 5. Golongan asam mudah menguap yaitu asam asetat, propionat, butirat dan volerat.
sssss.
ttttt. 2. Penggilingan
uuuuu. Penggilingan kopi skala luas selalu menggunakan gerinda beroda (roller),
vvvvv. gerinda roller ganda dengan gerigi 2 sampai 4 pasang merupakan alat yang paling banyak dipakai. Partikel kopi dihaluskan selama melewati tiap pasang roller. Derajat
wwwww. penggilingan ditentukan oleh nomor seri roller yang diguncikan. Kondisi ideal dimana ukuran partikel giling seragam adalah mustahil, namun variasi lebih rendah jika menggunakan gerinda roller ganda. Alternatif lain adalah penggilingan sistem tertutup berbasis proses satu tahap, dimana jika ukuran partikel melebihi saringan maka partikel dikembalikan ke pengumpan untuk digiling ulang.
yyyyy. Penampilan yang menarik bubuk kopi akan meningkatkan permintaan di pasaran. Hasil penggilingan biji kopi dibedakan menjadi : coarse (bubuk kasar), medium (bubuk sedang), fine (bubuk halus), very, fine (bubuk amat halus). Pilihan kasar halusnya bubuk kopi berkaitan dengan cara penyeduhan kopi yang digemari oleh masyarakat. Penggilingan melepaskan sejumlah kandungan CO2 dari kopi.
Sebagian besar dilepaskan selama proses dan setelah penggilingan. Sejumlah besar mungkin masih tertahan terutama pada kopi giling kasar.
zzzzz. Untuk memperpanjang masa simpan kopi bubuk dikemas dengan menggunakan kemasan vakum dalam timah atau kantong fleksibel, untuk kopi giling halus, pengemasan vakum segera mungkin dilakukan selepas penggilingan tanpa perlakuan lain untuk mencegah terbentuknya t'ekanan akibat pelepasan CO2. Pada
gilingan kasar, umumnya pengemasan ditunda beberapa jam untuk melepaskan CO2.Tindakan ini dapat memastikan penurunan CO2 kopi yang dikemas akibat
penyerapan oksigen Estiasih, 2004).
c. Kopi Instan
aaaaaa.Kopi instan merupakan kopi yang bersifat mudah larut dengan air (soluble) tanpa meninggalkan serbuk. Pengolahan kopi instan yang essensial berupa produksi ekstrak kopi melalui tahap : penyangraian (roasting), penggilingan (grinding), Ekstraksi, Drying (Spray Drying maupun Freze Drying) dan pengemasan produk.
bbbbbb. Pengolahan kopi instan (soluble coffe) sangat tergantung dari proses sebelumnya. Pada tahap penggilingan biji-biji kopi yang berbeda ukuran, partikelnya harus disesuaikan untuk menjamin efisiensi ekstraksi. Hasil penggilingan yang terlalu halus akan menganggu perjalanan cairan kopi pada kolom ekstraksi, karena itu hasil penggilingah yang agak kasar dan seragam lebih diinginkan.
cccccc.1. Ekstraksi
dddddd. Tujuannya adalah untuk memperoleh ekstraksi optimum dari padatan terlarut tanpa merusak kualitas. Ekstraksi yang optimum tergantung pada suhu air ekstraksi dan laju alir melalui ampas kopi. Cairan konsentrat yang dihasilkan disimpan sementara ditangki penyimpanan untuk menunggu proses pengeringan. Sedangkan ampas kopi bubuk yang dikeluarkan dari kolom untuk dibuang, terlebih dahulu dilakukan pengurangan kadar air agar mudah diangkut dengan truk ke tempat pembuangan karena masih mengandung 70% kadar air.
eeeeee. 2. Drying
ffffff. Proses ini terdapat dua cara yaitu Spray drying dan freeze drying. Prinsip pada spray drying yaitu cairan kopi diberikan pancaran angina udara sekitar 250o C, kemudian partikel yang disemprotkan akan kering dan jatuh
serta terkumpul sebagai bubuk pada bagian ujung kerucut. Udara yang telah terpakai dilepaskan kembali melewati sisi tower untuk memperoleh kembali partikel kopi halus yang mungkin tercampur dengan aliran bubuk.
pada vacuum ultra-high dengan pemanasan yang sedang sehingga mengakibatkan air pada bahan pangan tersebut akan menyublim dan akan mengahasilkan produk padat.
hhhhhh. 3. Aromatisasi
iiiiii. Pada produk akhir spray drying dan freeze drying akan kehilangan aroma, sehingga pada perusahaan industri dilakukan aromatisasi untuk memberikan aroma kopi bagi konsumen saat mereka membuka kemasan kopi. Hal ini dilakukan dengan cara merecovery aroma volatile yaitu menyemprotkan aroma volatile tersebut ke dalam kopi instant biasanya mempercepat penurunan aroma. Biasanya digunakan kertas membrane atau aluminium foli dan kaleng dari bahan timah (Hendarson, 1976).
llllll.
1. Aak. 1980. Budidaya Tanaman Kopi. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.
2. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008. Program Utama Badan Litbang Pertanian. Jakarta.
3. Cahyono, Bambang. 2011. Sukses Berkebun Kopi. Jakarta : Penerbit Mina 4. Ciptadi, W. dan Nasution, M.Z. 1985. Pengolahan Kopi. Fakultas Teknologi
5. Clarke, R. J. and Macrae, R. 1987. Coffee chemistry (Volume 1). Elsevier Applied Science, London and New York.
6. Cronquist, A. 1981. An Integrated System Of Classification Of Flowering Plants. New York: Columbia University Press
7. Estiasih, Teti dan Kgs Ahmadi, 2009. Teknologi Pengolahan Pangan. Bumi Aksara. Malang.
8. Hendarson, S. M. and R. L. Perry. 1976. Agricultural Process Engineering. 3 rd ed. The AVI publ. Co., Inc, Wesport, Connecticut, USA.
9. Muchtadi, Tien R., Sugiyono, dan Ayustaningwarno, Fitriyono. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. 2010. Bogor: Alfabeta CV
10. Coffee Beans-Varieties Of Coffee: Arabica and Robusta. 2010.
http://www.talkaboutcoffee.com/coffee_beans.html Diunduh pada tanggal 16
Agustus 2015.
11. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. 2006. Pengendalian hama PBK pada Tanaman Kakao. Manado: Teknis Perlindungan Regional Maluku.
12. Rahardjo, Pudji. 2012. Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta. Penebar Swadaya. Jakarta.
13.Wachjar, A. 1984. Pengantar BUdidaya Kopi. Bogor: Fakultas Pertanian.