LAPORAN
METODE ANALISIS FAKTOR
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Kelompok Besar Mata Kuliah Metode Analisis Perencanaan
Dosen: Firsta Rekayasa H,ST, MT
DISUSUN OLEH :
D1091151006 Bagus Hidayat D1091151007 Bella Widya Pertiwi D1091151009 Kasih Anggarini
D1091151020 Nur Devianti
PROGRAM SARJANA PERENCANAAN WILAYAH KOTA JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Salam dan shalawat dipanjatkan kepada junjungan kita semua, Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, dan seluruh sahabat-Nya yang selalu menjadi suri teladan yang baik.
Makalah ini berjudul “Meode Analisis Faktor”. Laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah metode analisis perencanaan . Selain itu, laporan ini juga dapat menambah wawasan kita tentang metode apa saja yang bisa digunakan untuk menganalisis masalah perencanaan wilayah dan kota salahsatunya metode faktor. Banyak pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian laporan ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Firsta Rekayasa H,ST,MT selaku dosen mata kuliah metode analisis perencanaan yang telah memberikan tugas ini sekaligus membimbing kami dalam membuatnya. Kami menyadari, bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi memperbaiki laporan ini. Kami juga berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.
DAFTAR ISI A. Pengertian Metode Analisis Faktor...4
B. Tujuan analisis faktor...4
C. Aumsi-asumsi analisis faktor...5
D. Model analisis faktor...5
E. Langkah-Langkah Dalam Menggunakan Analsis Faktor...6
F. Studi kasus...7
G. aplikasi penggunaan metode analisis faktor dalam spss...7
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehidupan manusia di dunia dipenuhi dengan banyak pilihan termasuk dalam hal memfasilitasi kebutuhan hidup, masyarakat banyak diberikan pilihan pelayanan yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Dari sekian banyak pelayanan yang menjadi pilihan masyarakat akan memilih satu atau lebih fasilitas pelayanan yang akan dipilih untuk memenuhi kebutuhannya.
Pemerintah sebagai penyedia pelayanan harus mampu membaca kebutuhan masyarakat, jika fasilitas tersebut sudah di lempar ke lingkungan masyarakat maka pemeintah harus tetap memantau apakah fasilitasnya tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat atau tidak, sehingga jika stakeholdernya sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah harus melakukan inovasi pelayanan. Salah satu metode untuk mengetahui tingkat kebutuhan pelayanan terhadap suatu fasilitas adalah dengan melakukan analisis faktor.
Dalam analisis faktor ini menggunakan studi kasus peningkatan pelayanan sebuah pasar tradisional yang dimana dalam variabelnya mencakup Kenyamanan, Kebersihan, Tempat Parkir, Lokasi Pasar,Kinerja Fasilitas, Pelayanan, Keamanan, Kelengkapan Barang, Harga Barang, dan Keindahan. Tehnik analisis faktor bagitu penting karena ada banyak faktor yang mempengaruhi penilaian konsumen dalam menentukan suatu pelayanan. Analisis ini tepat dan baik untuk menentukan strategi peningkatan fasilitas pelayanan masyarakat salah satunya pelayanan pasar tradisional, bahkan tataran yang lebih tinggi bisa dipakai untuk segmentasi pelayanan pasar tradisional berdasarkan preferensi masyarakat terhadap atribut fasilitas yang mereka gunakan. Tehnik ini sangat bermanfaat dalam mengetahui preferensi masyarakat terhadap suatu fasilitas pelayanan pasar tradisional yang terdapat di pasar tersebut. Jadi analisis faktor bermanfaat untuk mengurangi pengukuran-pengukuran dan tes-tes yang beragam supaya menjadi sederhana.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
a) Apa yang dimaksud dengan metode analisis faktor ? b) Bagaimana penggunaan metode analisis faktor ?
c) Bagaimana penerapan metode analisis faktor terhadap SPSS ? d) Bagaimana hasil output dari metode analisis faktor ?
C. Tujuan Penulisan
Tujusn dari penulisan laporan dalam metode analisis faktor adalah prosedur untuk menggandakan informasi dengan cara mengubah sekelompok variabel atau lebih yang menganalisis pembentukan group dari data yang sama tanpa membuang informasi yang lama.
Adapun manfaat dari penulisan laporan ini adalah sebagai berikut :
a) Menambah wawasan kepada pembaca tentang metode analisis faktor b) Memberikan pemahaman kepada pembaca tentang penerapan metode
analisis faktor dalam kehidupan sehari-hari
c) Memberikan pemahaman kepada pembaca cara mensimulasi metode analisis faktor terhadap penggunaan aplikasi SPSS
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Analisis Faktor
Analisis Faktor adalah prosedur untuk menggandakan informasi dengan cara mengubah sekelompok variabel atau lebih yang menganalisis pembentukan group dari data yang sama tanpa membuang informasi yang lama.
Analisis faktor juga dapat didefinisikan sebagai berikut :
Analisis faktor tergolong dalam teknik untuk mereduksi data. Analisis faktor merupakan teknik mereduksi data dengan prosedur
menyederhanakan sejumlah variable yang mempunyai hubungan menjadi kelompok variabel yang lebih kecil (faktor) dengan kandungan kelengkapan informasi yang sama dengan data aslinya (tanpa mengurangi informasi yang terdapat dalam variabel).
B. Tujuan Analisis Faktor
Pada dasarnya tujuan analisis faktor adalah untuk melakukan data summarization untuk variabel-variabel yang dianalisis, yakni mengidentifikasi adanya hubungan antar variabel. Analisis faktor juga bertujuan melakukan data reduction, yakni setelah melakukan korelasi, dilakukan proses membuat sebuah variabel set baru yang dinamakan faktor. Selain dua tujuan utama tersebut, terdapat tujuan lainnya seperti:
2. Untuk mengidentifikasi adanya hubungan antar variabel penyusun faktor atau dimensi dengan faktor yang terbentuk, dengan menggunakan pengujian koefisien korelasi antar faktor dengan komponen pembentuknya. Analisis faktor ini disebut analisis faktor konfirmatori.
3. Untuk menguji valisitas dan reliabilitas instrumen dengan analisis faktor konfirmatori.
4. Validasi data untuk mengetahui apakah hasil analisis faktor tersebut dapat digeneralisasi ke dalam populasinya, sehingga setelah terbentuk faktor, maka peneliti sudah mempunyai suatu hipotesis baru berdasarkan hasil analisis tersebut.
C. Asumsi – Asumsi Analisi Faktor
Analisis faktor memiliki asumsi-asumsi yang harus terpenuhi, yaitu: 1. Korelasi antar variabel Independen. Besar korelasi atau korelasi
antar independen variabel harus cukup kuat, misalnya di atas 0,5 2. Besar korelasi parsial, korelasi antar dua variabel dengan
menganggap tetap variabel yang lain, justru harus kecil. Pada SPSS deteksi terhadap korelasi parsial diberikan lewat pilihan Anti-Image Correlation.
3. Pengujian seluruh matriks korelasi (korelasi antar variabel), yang diukur dengan besaran Bartlett Test of Sphericity atau Measure Sampling Adequacy (MSA). Pengujian ini mengharuskan adanya korelasi yang signifikan di antara paling sedikit beberapa variabel. 4. Pada beberapa kasus, asumsi Normalitas dari variabel-variabel atau
D. Model Analisis Faktor
Secara matematis, analisis faktor agak mirip dengan regresi linear berganda, yaitu bahwa setiap variabel dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear dari faktor yang mendasari (underlying factors). Jumlah (amount) varian yang disumbangkan oleh suatu variabel dengan variabel lainnya yang tercakup dalam analisis disebut communality. Kovariasi antara variabel yang diuraikan, dinyatakan dalam suatu common factors yang sedikit jumlahnya ditambah dengan faktor yang unik untuk setiap variabel. Faktor-faktor ini tidak secara jelas terlihat (not overly observed).
Kalau variabel-variabel dibakukan (standardized), model analisis faktor dapat ditulis sebagai berikut :
dimana:
E. Langkah – Langkah Melakukan Analisis Faktor
Adapun langkah – langkah dalam melakukan analisis faktor, sebagai berikut:
1. Menentukan variable apa saja yang akan di analisis.
4. Melakukan proses factor rotation atau melakukan rotasi terhadap yang telah terbentuk.
5. Interpretasi atau faktor yang telah terbentuk, khususnya memberi nama atas faktor yang terbentuk tersebut yang dianggap dapat ingin mengetahui variabel-variabel apa yang dominan dipersepsikan oleh konsumen. Variabel-variabel tersebut kemudian dibuat kuesioner dan disebarkan pada pengunjung swalayan sebanyak 100 orang sebagai sampel. Variabel pertanyaan tersebut meliputi :Kenyamanan, Kebersihan, Tempat Parkir, Lokasi Pasar,Kinerja Fasilitas, Pelayanan, Keamanan, Kelengkapan Barang, Harga Barang, dan Keindahan
G. Tahapan Pengolahan Analisis Faktor dengan SPSS
Setelah penjelasan mengenai aplikasi SPSS dan pembahasan analisis faktor, data yang telah diperoleh oleh pengamat, kemudian di analisis dengan metode Analisis Faktor menggunakan program IBM SPSS 22 sebagai berikut.
Gambar 1 Tampilan Data Dalam Excel (Bagian 1)
Gambar 1 Tampilan Data Dalam Excel (Bagian 3)
Gambar 2 Tampilan Variable View
Gambar 3 Tampilan Data View
4) Untuk memulai analisis, klik Analyze, Dimension Reduction, dan Factor.
5) Setelah langkah ke-4, akan muncul tampilan seperti berikut. Pilih semua variable dan klik panah pada lingkar merah, dan akan berpindah pada kotak variables.
Gambar 5 Tampilan Analisis Faktor
6) Selanjutnya akan terlihat tampilan berikut.
Gambar 6 Tampilan Setelah Variabel Dipindahkan
Gambar 7 Tampilan Descriptives
8) Klik Extraction dan beri ceklis pada Scree Plot dan klik Continue.
Gambar 8 Tampilan Extraction
Gambar 9 Tampilan Rotation
10) Klik Scores, beri ceklis Save As Variable, Regression dan Continue.
Gambar 10 Tampilan Scores
H. Output
Output dari analisis faktor yang dianalisis menggunakan SPSS memiliki beberapa ketentuan. Ketentuannya sebagai berikut:
•Hipotesa untuk signifikansi :
- Ho : sampel (variable) belum memadai untuk di analisis lebih lanjut - Hi : sampel (variable) sudah memadai untuk di analisis lebih lanjut Kriteria melihat signifikansi :
- Sig > 0,05 = Ho diterima - Sig < 0,05 = Ho ditolak •MSA berkisar 0 sampai 1 :
- MSA = 1 . Variabel tersebut dapat diprediksi tanpa kesalahan oleh variable lain
- MSA > 0,5 , variable masih bisa diprediksi dan bisa di analisis lebih lanjut
- MSA < 0,5 , variable tidak dapat diprediksi dan tidak dapat di analisis lebih lanjut,
atau harus dikeluarkan dari variable lainnya.
Sumber: Hasil analisis SPSS tahun 2017
Tabel KMO dan bartlett's test di atas terlihat angka KMO Measure of sampling Adequacy (MSA) adalah 0.568. Karena nilai 0.568 (> 0.5) maka variable masih bisa diprediksi dan bisa di analisis . Hal ini juga menunjukkan kecukupan dari sampel. Angka KMO dan Bartlett's test (yang tanpak pada nilai chi-square) sebesar 574,473 dengan nilai signifikansi 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa adanya korelasi antar variabel dan layak untuk proses lebih lanjut.
2. Tabel Anti image Matrix
Sumber:: Hasil analisis SPSS tahun 2017
3. Tabel Communatlites
Sumber: Hasil analisis SPSS tahun 2017
Tabel Communalities, variabel kenyamanan besarnya 0,551. Hal ini berarti sekitar 55,1% varians dari variabel kenyamanan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel kebersihan 0,483 hal ini berarti 48,3% varian dari variabel kebersihan tidak dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Demikian juga untuk variabel yang lain. Semakin kecil nilai communalities berarti semakin lemah hubungannya dengan faktor yang terbentuk.
4. Tabel Total Variance Explaided
Sumber: Hasil analisis SPSS tahun 2017
dengan (11,933%) dan Faktor 4 eigenvalue sebesar 1,142 dengan variance (11,422%).Nilai eigenvalue menggambarkan kepentingan relatif masing-masing faktor dalam menghitung varians dari 10 variabel yang di analisis. Bila semua variabel dijumlahkan bernilai 10 (sama dengan banyaknya variabel). Besarnya varians yang mampu dijelaskan oleh faktor baru yang terbentuk adalah 72,974% sedangkan sisanya 27,026% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti.
5. Grafik Scree Plot
Gambar 11. Screen Plot
Sumber: Hasil analisis SPSS tahun 2017
6. Tabel Rotated Componet Matrixa
Sumber: Hasil analisis SPSS tahun 2017
sebesar 0,210 maka masuk kedalam faktor 1, variabel harga barang angka tertingginya di faktor ke 3 sebesar 0,931 maka masuk kedalam faktor 3. Hal ini juga menunjukan korelasinya paling tinggi diantara faktor yang lain.
7. Tabel Compenent Transformation Matrix
Sumber: Hasil analisis tahun 2017
Tabel Component Transformation matrix, menunjukan hasil rotasi varimax. Variabel-variabel sudah terditribusikan ke masing-masing faktor yaitu 4 faktor yang terbentuk.
Setelah dilakukan rotasi dan terbentuk 4 faktor, selanjutnya memberi nama faktor tersebut. Penamaan faktor ini tergantung peneliti dan dapat mewakili variabel-variabelnya.
Dan berikut ini merupakan penamaan faktor menurut peneliti sebagai peneliti:
1. Faktor 1 terdiri dari variabel lokasi pasar, kelengkapan barang, dan harga barang. Diberi nama Faktor Lokasi dan Barang. 2. Faktor 2 terdiri dari variable tempat parkir dan keamanan. Diberi
nama Faktor Keamanan.
3. Faktor 3 terdiri dari variabel kinerja fasilitas, pelayanan, dan keindahan. Diberi nama Faktor Fisik.
4. Faktor 4 terdiri dari variabel kenyamanan dan kebersihan. Diberi nama Faktor Kenyamanan.
I. Interpretasi hasil analisis
pelayanan di pasar tradisional maka akan menambah pendapatan daerah dan pedagang pasar.
langkah-langkah dalam peningkatan pelayanan pasar teradisioanal dengan diketahui 4 faktor yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut:
1. Faktor lokasi dan barang : dimana lokasi pasar harus tenjangkau oleh masyarakat seperti dekat dengan pemukiman ,barang yang dijual dipasar harus lengkap dan harganya terjangkau agar daya beli masyarakat bertambah
2. Faktor keamanan : yaitu suatu pasar harus aman dan nyaman baik bagi pedagang dan pembeli seperti tidak adanya pereman,pencuri dipasar agar masarakat tenang dan tidak merasa waswas,tidak hanya keamanan tetapi tempat parkir juga harus ada supaya kedaraan yang memasuki pasar tertata rapi dan tidak mengganggu lalu lintas.
3. Faktor fisik : yaitu tersediannya saranan dan prasaran , pelayanan pedangan yang baik juga akan menambah daya tarik pasar serta arsitektur pasar
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Analisi faktor dapat digunakan dalam berbagai ilmu misalnya saja PWK . Dalam ilmu PWK analisi faktor tentu digunakan untuk mengetahui faktor apa saja baik faktor yang baik dan faktor buruk contohnya dalam studi kasus kami meningkatkan pelayanan salah satu faktornya ialah faktor keamanan bila suatu pasar dengan keamanan yang sangat rendah akan mengurangi kinerja dari sebuah pasar dan merugikan masyarakat baik pedagang dan pembeli jadi pemerintah harus menyediakan pos penjagaan .Output dari analisis faktor (skor faktor) dapat digunakan sebagai input untuk analisis-analisis statistika multivariat lainnya (misalkan analisis cluster, analisis diskriminan, dan analisis regresi linier berganda). Dengan menggunakan analisis faktor (principal component analysis) jumlah variabel awal akan direduksi menjadi sejumlah faktor yang berhasil diekstraksi sehingga akan lebih memudahkan perhitungan.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Analisis Faktor (Factor Analysis)
https://www.rumusstatistik.com/2015/03/analisis-faktor-factor-analysis.html. 16 Maret 2017
Hidayat, Anwar. 30 Maret 2014. Penjelasan Analisis Faktor – PCA dan CFA.
https://www.statistikian.com/2014/03/analisis-faktor.html. 16 Maret 2017 Hidayat, Anwar. 31 Maret 2014. Asumsi Analisis Faktor dengan SPSS.
https://www.statistikian.com/2014/03/asumsi-analisis-faktor-dengan-spss.html. 16 Maret 2017
Setiawan, Nasrul. 9 Maret 2013. Teori Analisis Faktor (Factor Analysis)
JOB DESK
NO TUGAS NAMA
1 Pembuatan PPT Bagus Hidayat
Bella Widya Pertiwi Kasih Anggarini Nur Devianti
2 BAB 1 Bagus Hidayat
3 BAB 2 Bella Widya Pertiwi
Kasih Anggarini Nur Devianti