HUBUNGAN ANTARA KETIDAKHARMONISAN KELUARGA
DENGAN PENURUNAN PRESTASI BELAJAR REMAJA
Disusun Oleh:
Achmad Maulana NIS: 161710003 Zulietta Yasmeen Zahra NIS: 161710156
YAYASAN SURYA PURNAMA JAYA SMA CITRA NUSA
PENGESAHAN PEMBIMBING
Karya tulis ilmiah ini diajukan untuk memenuhi tugas akhir semester Genap
PENGESAHAN TIM PENGUJI KARYA ILMIAH
Judul karya tulis : Hubungan Antara Ketidakharmonisan Keluarga Dengan Penurunan Prestasi Belajar Remaja
Anggota Kelompok;
1. Nama Lengkap : Achmad Maulana NIS: 161710003 2. Nama Lengkap : Zulietta Yasmeen Zahra NIS: 161710156
Kelas : XI IPS 2 Guru Pembimbing;
1. Nama Lengkap : Khris Hartono, S.E 2. Guru Mapel : Ekonomi
Tanggal Presentasi :
DAFTAR ISI
Cover………...(i)
Pengesahan Pembimbing………(ii)
Pengesahan Tim Penguji……….(iii)
Kata Pengantar……….…...(iv)
Daftar Isi……….….(v)
BAB I. PENDAHULUAN………...(1)
A. Latar Belakang………(1.1) B. Rumusan Masalah……….………..(1.2) C. Tujuan Penelitian………...……….….(1.3) D. Manfaat Penelitian...………(1.4) BAB II. Tinjauan Pustaka / Kerangka Teori………(2)
BAB III. Pembahasan………...(3)
BAB IV. Penutup dan Saran……….(4)
A. Kesimpulan………...(4.1) B. Saran……….(4.2) Daftar Pustaka………...(5)
BAB I
1.1 Latar Belakang
Keluarga merupakan unit terkecil dan mendasar dalam masyarakat terdiri dari kepala keluarga dan beberapa anggota yang memiliki ikatan darah, perkawinan, atau adopsi. Di Indonesia banyak dijumpai kondisi keluarga yang beraneka ragam. Ada yang dari golongan ekonomi tingkat atas dan ada juga yang yang dari golongan tingkat bawah. Ada yang tidak peduli dengan anggota keluarga dan ada pula yang penuh perhatian dengan anggota keluarganya. Keberagaman kondisi keluarga yang ada di Indonesia ini menjadi penyebab keharmonisan dan ketidakharmonisan dalam keluarga.
Keharmonisan merupakan perasaan senang, tentram hidup lahir dan batin. Sedangkan KBBI mengartikan keharmonisan sebagai sesuatu yang selaras atau sesuai. Dalam konteks keluarga, keharmonisan berarti keluarga yang damai, selaras, senada, seirama, tidak ada pertentangan ataupun pertengkaran di dalamnya. Sehingga tercipta perasaan yang senang, tentram lahir dan batin dalam kehidupan berkeluarga. Sebaliknya, keluarga yang tidak harmonis bisa diartikan dengan keluarga yang penuh konflik, tidak ada komunikasi, penuh dengan pertengkaran, atau bahkan sampai pada kekerasan dalam rumah tangga. Pada akhirnya menyebabkan perasaan kurang nyaman bahkan tidak nyaman, tidak tentram, dan sedih dalam berkeluarga.
komunikasi antar anggota berdampak besar terhadap ketidakharmonisan dalam berkeluarga. Sebab masalah yang kecil tidak akan terselesaikan, malah akan semakin membesar jika tidak ada komunikasi antar anggota keluarga.
Sedangkan keluarga yang harmonis timbul karena kebersamaan, tidak mementingkan ego individual, dan komunikasi dua arah. Kalaupun ada permasalahan, akan dipecahkan bersama secara terbuka oleh anggota keluarga. Sikap saling menerima dalam keluarga perlu diperhatikan. Karena dengannya, istri bias menerima kekurangan suami, begitupula sebaliknya. Tingkat keharmonisan dalam keluarga dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar anak. Sebaliknya, ketidakharmonisan akan berdampak negatif bagi anak. Hal itu karena keluarga sebagai agen sosialisasi primer dan berfungsi sebagai media pendidikan nilai dan norma yang pertama dan utama bagi anak. Sehingga kondisi apa yang ada dalam keluarga akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
Keharmonisan penting untuk diperhatikan. Setiap orangtua bertanggung jawab memikirkan dan mengusahakan agar senantiasa terciptakan dan terpelihara suatu hubungan anatara orangtua dengan anak yang baik, efektif, menambahkan kebaikan, dn keharmonisan hidup dalam keluarga. Telah menjadi bahan kesadaran bagi para orangtua bahwa dengan hubungan yang baik kegiatan pendidikan dapat dilaksanakan dengan efektif dan dapat menunjang terciptanya kehidupan keluarga yang harmonis. Oleh karena itu, keharmonisan dalam keluarga sangat berperan penting dalam meningkatkan prestasi belajar anak.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah dampak ketidakharmonisan keluarga terhadap anaknya? 2. Apakah penyebab ketidakharmonisan keluarga?
3. Apakah upaya yang dilakukan untuk mencegah penurunan prestasi belajar anak? 4. Bagaimana menjaga keharmonisan dalam keluarga?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui hubungan antara ketidakharmonisan keluarga dengan penurunan prestasi belajar anak
2. Untuk mengetahui pengaruh keharmonisan keluarga terhadap prestasi belajar anak 3. Untuk mengetahui bagaimana menjaga keharmonisan dalam berkeluarga
4. Untuk mengetahui upaya pencegahan terjadinya penurunan prestasi belajar
1.4 Manfaat Penelitian
1. Peneliti dapat mengetahui hubungan antara ketidakharmonisan keluarga dengan penurunan prestasi belajar anak
2. Peneliti dapat mengetahui bagaimana menangani masalah penurunan prestasi belajar anak
Menurut A.M Rose dalam Ruswanto (2009:80) Keluarga adalah kelompok sosial terdiri atas 2 orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah, perkawinan, atau adopsi. Sedangkan menurut UU RI Nomor 52 tahun 2009, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami dan istri, atau suami, istri, dan anak, atau ayah dan anak, atau ibu dan anak. Tidak jauh berbeda dengan itu, Departemen Kesehatan RI (1987:1) memberikan pengertian bahwa, Keluarga adalah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang ada terikatan darah, perkawinan atau adopsi yang tinggal dalam suatu rumah tangga, menciptakan dan mempertahankan kebudayaan serta berinteraksi antara satu dengan yang lain melalui perannya masing masing.
Dari beberapa pengertian mengenai keluarga dapat diambil titik tengah bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang memiliki ikatan darah, perkawinan, atau adopsi dan tinggal dalam suatu rumah tangga serta berinteraksi satu sama lain dengan tujuan dan fungsi tertentu.