• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI SOSIAL ARISTOTELES terhadap tentanf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TEORI SOSIAL ARISTOTELES terhadap tentanf "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI SOSIAL ARISTOTELES

ARISTOTELES

Komunitas Sipil seorang organisatoris yang teliti dan ingin menjernihkan konsep-konsep kita…

A. Pendekatan Aristoteles

Aristoteles adalah seorang filsuf dan ilmuwan yang lahir di Macedonia. Ia menjadi murid dari Plato (mengikuti akademi Plato di Athena), selama dua puluh tahun. Ayahnya adalah seorang dokter yang sangat ternama pada zamannya, ini juga memegang peranan yang mempengaruhi pola fikir Aristoteles. Filsafat Aristoteles bersifat naturalistis dan teleologis. Disebut naturalistis karena focus perhatiannya adalah pada perubahan-perubahan alam atau yang kita kenal dengan proses alam. Disebut bersifat teleologis karena dia percaya bahwa segala perubahan-perubahan atau proses alam ini memiliki tujuan, dan ia berfokus pada pencapaian tujuan ini.

(2)

lebih dulu ketimbang kuda indra, maka Aristoteles justru menyadari bahwa kuda indralah yang menyebabkan munculnya kuda ide. Kita melihat kuda, mengidentifikasinya dan kemudian merekamnya, sehingga ketika kita bertemu dengan kuda yang lainnya, sekalipun ada perbedaan, rekaman kita tadi akan memberi keputusan bahwa itu adalah kuda. Dengan demikian Aristoteles hendak mengatakan bahwa kuda ide dan kuda nyata tidak dapat dipisahkan, sebab kuda ide adalah ciri khas dari kuda nyata. Apa kaitan antara pokok bahasan kita? Seperti kami katakan bahwa Aristoteles yakin bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengelompokkan berdasarkan kategori-kategori dan ini dimungkinkan karena manusia memliki akal. Akal inilah yang akan menuntun kita pada pemberian nilai-nilai dalam masyarakat nantinya. Ingat bahwa bukan nilai yang pertama muncul (ide tentang kebenaran, keadilan, dll), melainkan pengalaman indrawi yang akan memacu akal untuk mengklasifikasikan sesuatu sebagai kebaikan, keadilan, dll.

Aritoteles berpendapat ada tiga bentuk kebahagiaan :

1. Hidup senang dan nikmat

2. Menjadi warga Negara yang bebas dan bertanggungjawab

3. Menjadi seorang ahli pikir dan filosof.

(3)

B. Teori Aritoteles Mengenai Manusia

Pendekatan Aristoteles tadi yang menekankan keseimbangan disebut dengan “teori jalan tengah”. Salah satu proyek Filsafat Plato adalah membereskan “kamar alam raya”. Ia mengelompokkan segala sesuatu pada bagiannya yang tepat. Misalnya Liskwin adalah mahluk hidup, lebih khusus lagi binatang, bertulang belakang, mamalia dan menyusui serta memiliki akal, lebih khususnya manusia, lebih khusus lagi manusia betina (perempuan). Pengelompokan-pengelompokan ini akan membantu manusia untuk pembagian kerja yang nantinya akan kita lihat dalam konsep Negara.

Baginya segala sesuatu memiliki potensi untuk mencapai tujuannya. Sama halnya dengan manusia yang bagianya memiliki sifat-sifat kebinatangan, hanya saja kelebihan manusia adalah manusia memiliki akal praktis yang berfungsi untuk mengontrol nafsu (dorongan-dorongan non-rasional) dan akal teoritis yang merupakan kemampuan memahami apa yang berlangsung dalam alam semesta dan memahami operasi-operasinya. Pada taraf tertentu nafsu manusia bersifat social, misalnya nafsu seks, tidak akan dapat terpenuhi secara sempurna tanpa adanya interaksi dengan pasangannya (wanita). Keperluan manusia untuk berinteraksi, bersahabat dll, merupakan nafsu social yang ada dalam manusia. Jelas bahwa sekalipun semua manusia memiliki potensi untuk mencapai kebahagiaan (dalam hal ini keseimbangan), akan tetapi tokh tidak semua dapat berhasil, hanya segelintir saja yang dapat sampai pada pemenuhan materil

dan spiritual yang cukup.

C. Teori Aristoteles tentang Masyarakat.

(4)

saling mengadakan interaksi satu dengan yang lainnya. Bagi Aristoteles persahabatan adalah norma yang akan menjadi pengikat relasi tersebut, sedang kasih sayang akan menjadi ukuran bagi interaksi tersebut sehingga tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran. Ia juga melihat bahwa ikatan keluarga adalah bagian terkecil dari sebuah masyarakat. Ikatan keluarga ini akan membentuk ikatan yang lebih besar lagi yaitu desa dan kemudia menjadi kota lalu Negara. Akan tetapi yang ideal bagi Aristoteles adalah kota. Sebab baginya interaksi harus senantiasa berlangsung secara berhadap-hadapan. Karena itu Negara yang sudah menjadi komunitas masyarakat yang terlalu besar akan menyulitkan terciptanya relasi seperti ini. Ia melihat potensi manusia tadi sebagai sebuah dasar kesetaraan, sehingga semua individu dalam masyarakat bergerak dalam tujuan yang sama untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bersama dengan menggunakan potensi masing-masing individu.

Aristoteles menggolongkan masyarakat dalam beberapa tipe politik :

1. Monarkhi (satu orang yang memerintah demi kepentingan polis) ≠ Tirani

2. Aristokrasi (segelintir orang memerintah dengan cara yang sama dan demi tujuan polis) ≠ Oligarkhi

3. Politeia (pemerintahan banyak orang untuk tujuan yang sama) ≠ Demokrasi

D. Implikasi Praktis

(5)

kasih saying. Tentu saja ini dapat dicapai jika pemahaman Aristoteles akan semua manusia bahkan segala sesuatu memiliki potensi untuk mencapai tujuan juga dapat kita terima bersama. Pemahaman ini nantinya akan mengembangkan sikap memandang orang lain setara dengan kita dan tidak ada yang lebih tinggi, yang membedakan hanyalah pembagian tugas, yang merupakan penggolongan berdasarkan potensi individu masing-masing.

Dalam kaitannya dengan pembangunan Jemaat ide Aristoteles dapat disejajarkan tentang ide orang Samaria yang murah hati yang di kisahkan oleh Yesus. Ide kesetaraan yang melihat semua manusia memiliki potensi, oleh karena itu kita sama dan juga melihat status social hanyalah konsekwensi pembagian tugas dan bukannya sekat pembawaan lahiriah. Pola pandang ini juga akan membantu kita sebagai pemimpin dalam jemaat untuk menemukan potensi pada diri anggota jemaat, dan tentunya tidak menganggap anggota dewan lebih tinggi dari tukang kayu, sebab jabatan mereka hanyalah implikasi praktis

dari potensi masing-masing.

E. Kritik

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Analisis varians varians dipergunakan untuk menguji perbedaan rata-rata hitung jika dipergunakan untuk menguji perbedaan rata-rata hitung jika kelompok sampel yang diuji lebih

Terapi hormonal diberikan pada kanker payudara stadium IV. Prinsip terapi ini berdasarkan adanya reseptor hormon yang menjadi target dari agen terapi kanker. Ketika

Perjanjian Pendaftaran akan difinalisasi KSEI pada tanggal yang sama dengan tanggal aprroval pendaftaran efek di SPEK dan akan ditandatangani KSEI di hari yang

Kepustakaan Sesuai Dengan Kurikulum Prodi - Daftar e-Jurnal yang tersedia saat ini atau akan disediakan sebelum Keputusan Penyelenggaraan diterbitkan Direktur Jenderal..

Pertusis (batuk rejan) disebut juga whooping cough adalah batuk yang sangat  berat atau batuk yang intensif, merupakan penyakit infeksi saluran nafas akut yang dapat menyerang

Tak ada kesempatan lagi bagi si Cambuk Setan dan Iblis Pedang Perak untuk mengejar, karena lesatan Rangga begitu cepat Sehingga dalam waktu sekejap mata saja, Pendekar Rajawali

peran Humas dilihat dari perencanaan Program, Perencanaan Strategi, Aplikasi Strategi, dan Evaluasi dan kontrol, jika semua itu diprioritaskan untuk