• Tidak ada hasil yang ditemukan

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN MASYARAKAT. RIDWAN M. THAHA KETUA TIM PENYUSUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN MASYARAKAT. RIDWAN M. THAHA KETUA TIM PENYUSUN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN

MASYARAKAT. RIDWAN M. THAHA KETUA TIM PENYUSUN

(2)

Naskah Akademik PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN MASYARAKAT Ridwan M. Thaha Ketua Tim Penyusun

SISTEMATIKA PENYAJIAN A. Masalah Pendidikan KesMas kini B. Mengapa Perlu Menyusun NA C. Dasar Regulasi D. Pesan Pesan--Pesan Penting Dalam Naskah Akademik E. Kesimpulan

A. Masalah Pendidikan Kesehatan Masyarakat Saat Ini

Program studi kesmas yang mencapai 187 , belum memiliki standarisasi pendidikan (belum mengacu pada capaian pembelajaran berdasarkan KKNI, kompetensi bervariasi dan kurikulum tidak

terstandar)

• Akibatnya , profesionalitas tenaga kesmas saat ini dengan kompetensi luaran bervariasi. •

Kompetensi luaran sebagai health planner, health officer maupun sebagai Pengembang Jejaring sulit dipenuhi

Perguruan Tinggi

Kepemimpinan Kesehatan

Kebutuhan Masyarakat

Sektor Kesehatan

Peran Pendidikan Tinggi

B. MENGAPA PERLU MENYUSUN NASAH AKADEMIK ?

Mengapa Harus KesMas Memiliki NA 1. Tawaran Word Bank (2008) kepada IAKMI untuk

merapihkan kompetensi profesional Kesmas setelah pertemuan konsultasi dengan Wamen Diknas (Prof Fasli Djalal). Alasannya; Pendidikan kesmas seharusnya melahirkan luaran yang memiliki kompetensi untuk membangun tatanan sistem. Olehnya harus dibenahi bila ingin kesehatan bangsa ini benar urusannnya

Mengapa Harus KesMas Memiliki NA 2. IAKMI mengusulkan World Bank mengundang Prof Veni Hadju (Dekan FKM Unhas saat itu) dan Presiden WFPHA melakukan studi untuk merumuskan peta jalannya. Selanjutnya, IAKMI dan AIPTKMI memutuskan untuk merumuskan kompetensi sarjana sarjana,, magister dan doktor kesmas sebagai langkah pertama

Mengapa Harus KesMas Memiliki NA 3. Pada saat yang sama, DirJen Dikti, Kemendikbud menysaratkan penataan pendidikan tinggi berbasis KKNI sehingga memiliki nomenklatur jelas. Seluruh PS harus memiliki KKNI, standar kompetensi dan standar yang dibutuhkan untuk peningkatan mutu PT

Mengapa Harus KesMas Memiliki NA 4. IAKMI juga mengambil inisiatif untuk mengusulkan tenaga kesmas diberikan STR. Kemkes mensyaratkan IAKMI dan AIPTKMI merumuskan kompetensi tenaga kesmas, merumuskan kurikulum terukur, serta persyaratan2 lain yang dibutuhkan bila akan

diizinkan melakukan uji kompetensi utk STR

Mengapa Harus KesMas Memiliki NA 5. NA seluruh Prodi sedang dalam proses pengesahan

(3)

(diwakili IAKMI) dalam komposisi keanggotaan MTKI, tertuang dalam Permenkes No. 107/MENKES/SK/IV/2014

C. DASAR PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN MASYARAKAT

Amanah UU No 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan menyatakan bahwa Sebuah Program Studi harus memiliki Panduan dalam bentuk Naskah Akademik.

• Naskah Akademik harus memuat rumusan capaian pembelajaran yang akan dicapai • Rumusan capaian pembelajaran harus mengikuti rumusan KKNI sesuai PerPres tahun 2012

• Wajib membuat rumusan standar kompetensi secara nasional oleh AIP dan OP, yang diajukan untuk mendapat persetujuan Mendikbud • Kurikukulum diterjemahkan berdasarkan capaian pembelajaran, standar kompetensi, visi, dan misi PS

Rancangan Permendikbud 2013, tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) mewajibkan Program Studi harus memenuhi 10 standar pendidikan yaitu visi, mis, tujuan, kompetensi,

kurikulum, standar pendidikan, standar sarana & prasarana, Sstem penjaminan mutu, Standar penelitian, & Standar PPM

Amanah UU Kesehatan No. 36 menetapkan bahwa; Sumberdaya Tenaga Kesehatan harus ditujukan untuk melaksanakan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)

Salah satu profesi penting untuk mengemban tugas utama UKM, termasuk pelaksanaan tugas UKP dalam bidang promotif dan preventif adalah tenaga strategis kesehatan masyarakat

Dalam UU Kesehatan No. 36 juga menyatakan kepemimpinan dalam manajamen pelayanan kesehatan terdiri atas kepemimpinan tingkat satu , tinkat dua, dan tingkat tiga

• Tugas utama tenaga strategis kesmas adalah melaksanakan pelayanan professional sebagai health planner, health officer maupun sebagai Pengembang Jejaring untuk membangun kerjasama lintas ilmu dan profesi (Interprofesional) yang berorientasi promotif preventif secara konsisten, tanpa melupakan pelayanan kuratif dan rehabilitatif

RUU Tenaga Kesehatan menyebut yang dimaksud Tenaga Kesehatan Masyarakat meliputi 11 jenis tenaga kesehatan masyarakat

Sk Bersama Menkes Mendikbud No. 36/2013 DAN No 1/IV/PB/2013

• Setiap tenaga kesehatan wajib mengikuti ujian kompetensi • Uji Kompetensi bagi mahasiswa merupakan bagian dari hasil penilaian belajar • Hasil uji kompetensi dipergunakan untuk memperoleh STR

Rancangan SNPT 2013 Dasar (6): Rancangan SNPT 2013 menyebut Kompetensi ditetapkan oleh organisasi profesi dan asosiasi, dan disahkan oleh Menteri.

Arah Kebijakan Kemdikbud dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat

Alur Program Prioritas Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Quarter 1

(4)

• Naskah akademik sistem pendidikan • KKNI

Tahun 2011/2012

• Standar kompetensi • Standar pendidikan • (Standar Pelayanan)

Aliansi Strategi s

Seluruh ketentuan ini telah dirumuskan dalam naksah akademik pendidikan tinggi kesehatan masyarakat Indonesia

Pesan Penting Dalam Naskah Akademik

1. Tinjauan Kesejarahan Perkembangan ilmu kesehatan masyarakat saat ini terbukti tetap

mempartahankan rumpun ilmu, sebagaimana perkembangan kesmas di Indonesia dengan kecirian rumpun ilmu yang disebut peminatan

Tinjauan Kesejarahan Sejarah ini harus terus berkembang dan tidak harus didegradasi karena alasanalasan adminastratif & birorkrasi pendidikan. Karena itu, KECIRIAN RUMPUN ILMU HARUS DIPERTAHANKAN karena kelompok keilmuanlah yang paling tahu dan memahami perkembangan ilmunya

2. Bench Marking 1. ASPH (Association School of Public

Health-USA) Education Committee. Lerning Outcome Undergraduate, Postgraduate, Doctor of Public Health & Core Competency Model

2. ASPHER (Association of School of Public Health in The European Region). European Public Health Core Competencies For Public Health Education

2. Bench Marking 3. ANAPHI (Australian Network Academic Public Health Institution). Foundation Competencies Master and Doctoral Public Health Graduates in Australia 4. NCCDH (National Collaborating Centre For Determinant Of Health). Core Competencies Public Health in Canada

CORE COMPETENCIES ASPH ASPHER NCCDH ANAPH I Biostatistik √ √ √

(5)

Epidemiologi

Enviromental Health Science

Health Policy & Management

Sosial& Behavioral Science

Health Monitoring & Surveilance

Desease Prevention & Control Health Promotion

Heath Protection

(6)

HASIL Matriks Bench Marking

Hasil Bench marking menunjukkan bahwa keilmuan dasar dapat disimpulkan dalam lima bingkai keilmuan kesmas yaitu: untuk: 1. Epidemiologi 2. Biostatistika 3. Ilmu Kesehatan

Lingkungan/Kes.Kerja 4. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan 5. Ilmu Sosial dan Ilmu Perilaku

(3) Rusmusan, karakter DAN standar pelayanan pelayaan tenaga kesehatan masyarakat

Kombinasi dari ilmu pengetahuan, keterampilan, moral dan etika, yang diarahkan pada upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat memperpanjang hidup melalui tindakan kolektif, atau tindakan social , untuk mencegah penyakit dan memenuhi kebutuhan

menyeluruh dalam kesehatan, dengan menggunakan srategi pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri

RANCANGAN KARAKTER TENAGA KESMAS PROFESIONAL

M MANAGER I INNOVATOR R RESEARCHER A APPRENTICER C COMMUNITARIAN L LEADER E EDUCATOR

1. Fungsi Assessment Pelayanan Esensial : a) Monitoring Status Kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan di masyarakat b) Mendiagnosis dan investigasi masalah kesehatan dan risikonya di masyarakat c) Mengevaluasi keefektifan, akesibilitas dan terjaminnya pelayanan kesehatan berkualitas

(7)

2. Fungsi Pengembangan kebijakan kesehatan Pelayanan Esensial : a) Mengembangkan kebijakan dan rencana program yang mendukung upaya kesehatan individu dan masyarakat b)

Mengembangkan kebijakan dan regulasi untuk melindungi dan menjamin kesehatan masyarakat c) Penelitian untuk memperoleh wawasan baru dan solusi inovatif untuk masalah kesehatan

3. Fungsi Jaminan (Assurance) Pelayanan Esensial : a) Mengkaitkan antara kebutuhan pelayanan personal dan menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan b) Menjamin keberadaan tenaga kesehatan masyarakat yang kompeten

3. Fungsi Jaminan (Assurance) Pelayanan Esensial : c) Memberikan informasi, mendidik, dan memberdayakan masyarakat terkait isu-isu kesehatan d) Moblisasi masyarakat sebagai partner untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan masyarakat

4. Capaian Pemebelajaran pendidikan kesehatan masyarakat

43

May 12, 2014

44

May 12, 2014

CAPAIAN PEMBELAJARAN Program studi kesmas SARJANA KESMAS

SIKAP DAN TATA NILAI 1. Bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan mampu menunjukkan sikap religius; 2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan

hukum,agama, moral, dan etika; 3. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme Capaian Pembelajaran

SIKAP DAN TATA NILAI 4. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan pancasila; 5. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik dan profesi 6. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan. 47 Capaian Pembelajaran

May 12, 2014

1.

Menerapkan pengetahuan dan/atau teknologi kesehatan untuk promotif pereventif berdasarkan penalaran ilmiah terhadap lima disiplin utama kesehatan masyarakat yaitu epidemiologi, biostatistik, ilmu kesehatan lingkungan/kesehatan kerja , administrasi dan kebijakan kesehatan, sosial dan

perilakun kesehatan secara logis, kritis, sistematis dan inovatif

Penguasaan Pengetahuan Capaian Pembelajaran Sarjana

48 May 12, 2014

2) Mengkaji pengetahuan dan atau teknologi kesehatan untuk promotif preventif berdasarkan kaidah ilmiah atau metode, yang disusun dalam bentuk skripsi , dipublikasikan dengan memenuhi syarat tata tulis ilmiah, dan dapat diakses oleh masyarakat akademik

(8)

Penguasaan Pengetahuan 49 Capaian Pembelajaran sarjana May 12, 2014

Kemampuan Bidang Kerja 1. Mampu melakukan diagnosis, investigasi, dan survailan untuk merencanakan, melaksanakan dan pengawasan program kesehatan secara efektif, bertanggung jawab terhadap hasil kerja dan mengkomunikasikan kepada masyarakat akademik.

50

May 12, 2014 Capaian Pembelajaran sarjana

Kemampuan Bidang Kerja ….. Lanjutan nomor 1. Untuk dapat bertindak sebagai pelaksana dan pengelola manajemen pelayanan kesehatan tingkat pertama (Kewenangan sebagaimana tertuang dalam UU Kesehatan No. 36 tentang pimpinan manajemen pelayanan kesehatan) 51 May 12, 2014 Capaian Pembelajaran sarjana

52

May 12, 2014

Kemampuan Bidang Kerja 2.

Mampu melaksanakan advokasi dan pemberdayaan untuk program promotif preventif secara dinamis di tingkat masyarakat dan institusi, dengan mempetimbangan budaya setempat Capaian Pembelajaran sarjana

52 May 12, 2014

53

May 12, 2014

Kemampuan Bidang Kerja 3.

Bertanggung jawab terhadap hasil kerja dan mengkomunikasikan melalui berbagai media, dengan mempertimbangkan budaya dan etika masyarakat Capaian Pembelajaran sarjana

53 May 12, 2014

54

May 12, 2014

Kemampuan Bidang Kerja 4.

Kreatif mengembangkan jejaring dengan pembimbing , kolega, sejawat, baik didalam maupun diluar lembaga, serta berpikir sistem didalam memimpin kerja sama tim secara profesional dan etis

Capaian Pembelajaran sarjana

54 May 12, 2014

(9)

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

BERTAQWA CERDAS

TERAMPIL

.

8. M Memimpin dan berfikir sistim

.

1b.Diagnosis & Investigasi

Delapan Kompetensi Utama

Ukuran Profesional Kesmas

.

Kompetensi Kesmas 1. Mampu melakukan kajian dan analisis situasi (analitic/assessement skills) 2. Mampu mengembangkan kebijakan dan Perencanaan Program (policy development/program planing skills) 3. Mampu Berkomunikasi Secara Eefektif (communication skills) 4. Mampu memahami

budaya setempat (cultural competency skills

Kompetensi Kesmas 5. Mampu melaksanakan pemberdayaan Masyarakat ( Community

empowerment) 6. Memiliki penguasaan ilmu kesehatan masyarakat ( Public health science skills) 7. mampu dalam merencanakan keuangan dan terampil dalam bidang manajemen (Financial Planning and Management Skills ) 8. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan berfikir sistem (leadership and system thinking skills)

PETA KOMPETENSI TERHADAP RANAH LUARAN Kompetensi Kesmas

analitic/assessement SKILLS

(policy development/program planing skills)

Ranah Pengetahuan

communication skills

(cultural competency skills)

( Community empowerment

Ranah Sikap

( Public health science skills)

(10)

MAMPU berfikir sistem (leadership and system thinking skills)

Ranah Ketrampilan

Standar Kurikulum-S1 • Telah dietapkan standar kurikulum yang disepakati secara nasional 70-80 % untuk memenuhi kebutuhan kompetensi utama, dan 20-30% untuk kompetensi penunjang

(pengkayaan untuk peminatan) dan 5-10% kompetensi lain (kehususan PS)

Peran Profesional Sebagai Tenaga Kesehatan Kesehatan Masyarakat

Standar Penilaian Pendidikan Akademik Kesmas

Indikator Pengukuran Kompetensi Konsep penilaian minimal memenuhi lima dasar ilmu kesmas , baik dalam ranah pengetahuan, ranah sikap dan ranah ketrampilan untuk: 1. Epidemiologi 2. Biostatistika 3. Ilmu Kesehatan Lingkungan/Kesehatan Kerja 4. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan 5. Ilmu Sosial dan Ilmu Perilaku

Metode pembelajaran menggunakan pendekatan SCL (Student Center Learning) a. Penilaian Acuan Kriteria (PAK); dan/atau b. Penilaian Acuan Norma (PAN).

Metode Pembelajaran

Materi Penilaian Uji Kompetensi Pendidikan Sarjana Kesmas

Kemampuan Mengkaji Dan Menganalisis Situasi Materi Penilaian 1 Monitroring status kesehatan. 2 Diagnosis dan investigasi 3 Rumusan dan definisi masalah 4 Pengembangan desain pengumpulan data 5 Kegunaan & keterbatasan data berbasis sumber2 informasi 6 Identifikasi jenis dan penemuan data relevan 7 Interpretasi dan inferensi data, dengan Integritas dan etika 8 Aplikasi data dalam teknologi berbasis IT

Kemampuan Mengembangkan Perencanaan Program Dan Kebijakan Materi Penilaian 1

Pengumpulan dan peyusunan isu-isu utama 2 Meringkas dan menetapkan isu-isu utama 3 Memilih kebijakan dan fisibilitas untuk mencapai outcome 4 Pertimbangan implikasi kebijakan terhadap kesehatan 5 Pertimbangan implikasi kebijakan terhadap fiskal (pembiayaan ) 6 Pertimbangan implikasi kebijakan terhadap administrasi & aturan 7 Pertimbangan implikasi kebijakan terhadap kondisi sosial dan politik

Kemampuan Mengembangkan Perencanaan Program Dan Kebijakan Materi Penilaian 8

Implementasi kebijakan dalam perencanaan, pengorganisasian, struktur, dan program 9 Strategi, metoda dan tehnik terbarukan dalam rencana program 10 Pengembangan rencana impementasi serta penetapan tindakan yang sesuai. 11 Menetapkan besaran input, proses dan output 12 Pengembangan metode monitoring dan evaluasi 13 Model-model evaluasi

Kemampuan Berkomunikasi Secara Eefektif Materi Penilaian 1 Pengertian, jenis dan ciri komunikasi efektif 2 Komunikasi oral dalam hubungan antar manusia, media, teknologi & jejaring informasi 3 Komunikasi tertulis dalam media massa, teknologi dan jejaring informasi 4 Strategi komunikasi membangun dinamika kelompok 5 Desain pesan-pesan komunikasi 6

Tehnik presentase yang efektif dan akurat untuk audien

(11)

komunikasi dalam pemecahan kasus-kasus dalam kesehatan Model komunikasi dalam kepemimpinan partisipatif untuk penerapan isu 8 spesifik 9 Model komunikasi untuk advokasi kebijakan/program

Kemampuan Memahami Budaya Setempat Materi Penilaian 1

Strategi interaksi secara sensitif, efektif, dan profesional dengan latar belakang budaya berbeda

2

Pendekatan berbasis budaya lokal terhadap masalah yang terkait dengan nilai dan norma

3 Model mental berbasis nilai, norma dan kebiasaan lokal

Kemampuan Memahami Budaya Setempat Materi enilaian 4

Dinamika individu dan masyarakat yang berkontribusi terhadap program perubahan perilaku

5

Variasi budaya dalam hubungan individu dan kelompok profesi petugas yang berpengaruh terhadap sistem pelayanan

6 Variasi budaya dalam hubungan petugas dan pasien

Kemampuan Memberdayakan Masyarakat Materi Penilaian Pengembangan berbagai strategi pemberdayaan untuk interaksi 1 dengan orang dari berbagai latar belakang 2 Identifikasi peran faktor budaya sosial dan perilaku dalam yankes Responsibilitas kebutuhan budaya dalam kesehatan sebagai 3 konsekuensi pemberdayaan Menjaga hubungan dengan stakeholder dan Tokoh

masyarakat 4 dalam pemberdayaan

Kemampuan Memberdayakan Masyarakat Materi Penilaian Penggunaan proses dinamika kelompok untuk meningkatkan peran

5 serta masyarakat

Deksripsi peran pemerintah dalam menyediakan pelayanan

6 kesehatan masyarakat

7 Deskripsi peran swasta dalam menyediakan pelayanan Kesmas 8

Identifikasi potensi dan sumber daya masyarakat

Penguasaan Terhadap Dasar-Dasar Ilmu Kesehatan Masyarat Materi Penilaian 1 Fungsi –fungsi dasar untuk kewajiban individu dan organisasi dalam pelayanan Kesmas esensial 2 Definisi, penilaian dan pemahaman status kesehatan pada populasi, 3 Diterminan sosial, kesehatan dan penyakit 4 Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit 5 Sejarah , struktur, dan interaksi Kesmas dalam sistem pelayanan kesehatan 6 Metode riset dasar yang digunakan dalam Kesmas

Penguasaan Terhadap Dasar-dasar Ilmu Kesehatan Masyarat Materi Penilaian Riset aplikatif dan kesaling hubungan (interrelationship) dengan masalah 7 dan solusi kesmas 8

(12)

Proses dinamika kelompok dan peran serta masyarakat

Penerapan ilmu sosial dan perilaku dalam kesehatan masyarakat kajian 9 penyakit kronik, penyakit infeksius , dan kecelakaan Pengembangan komitmen sepanjang masa terhadap pemikiran kritis 10 yang kuat

Perencanaaan Keuangan dan Ketrampilan Manajerial Materi Penilaian 1 Pengembangan budget secara tepat 2 Pengelolaan program dengan keuangan yang terbatas. 3

Menerapkan proses dan prosedur budget

4 Pengembangan strategi untuk menentukan prioritas budget

Perencanaaan Keuangan dan Ketrampilan Manajerial Materi Penilaian 5 Menitor kinerja program sesuai perencanaan budget Mempersiapkan proposal buget untuk memperoleh dana dari sumber 6 eksternal Menerapkan ketrampilan dasar hubungan antar manusia dalam 7 managemen organisasi, motivasi staf, dan penyelesaian konflik, Melakukan negosiasi dan mengembangkan kontrak dan dokumen lainnya 8 untuk penyediaan pelayanan berbasis pada masyarakat.

Kemampuan Memimpin dan Berfikir Sistem Materi Penilaian 1 Menciptakan kultur dari standar etik di dalam organisasi dan komunitas 2 Pembentukan nilai nilai dasar dan visi bersama 3

Pengembangan Isu internal dan eksternal yang berdampak penerapan pelayanan esensial kesehatan masyarakat 4 Fasilitasi kerjasama kelompok internal dan eksternal pada stakeholder kunci.

Kemampuan Memimpin dan Berfikir Sistem Materi Penilaian 5 Pengembangan, implementasi, dan monitoring standar kinerja organisasi

6 Penggunaan sistem hukum dan politik untuk melakukan perubahan. 7 Aplikasi teori dari struktur organisasi terhadap praktek profesional

8

Mengembangkan kultur dari stardar etik di dalam organisasi dan komunitas

SKPI & Gelar Dari kompetensi untuk ketiga jenjang, maka SKPI untuk; Sarjana : Sarjana Kesehatan Masyarakat (Disingkat S.K.M) Magister : Magister Kesehatan Masyarakat (Disingkat M.K.M) Doktor : Doktro Kesehatan Masyarakat (Disingkat Dr)

5.Realisasi PENDIDIKAN PROFESI • 1. Dalam NA Telah menetapkan pendidikan Capaian pembelajaran danbahwa kompetensi profesi setelah pendidikan serjanadalam segera Tenaga Kesmas Telah disampai dikembangkan untukKesmas bidang-bidang Naskah Akademik ke

Diktipeminatan untuk yang telah ditetapkan. mendapat pengesahan • 2. Kolewium setiap peminatan Kompetensi harus sudah diharuskan diimplementasi mengembangkan untuk disosialisasi bidang pendidikan oleh seluruh PSNA Kesmas, dan profesi sebagaimana acuan yang akan segera disepakati dalam Rakernas AIPTKMI dan ditetapkan daamKupang SNPT. 2013 Konas IAKMI, 83 May 12, 2014

KONSEP PERPINDAHAN JENIS DAN STRATA PENDIDIKAN Doktor (S3) Magiste r (S2)

Doktor (S3) Terapan

(13)

Magister (S2) Terapan

Perpindahan jenis/strata

Profesi Spesialis

Sarjana (S1)

Semuanya diatur dengan peraturan Menteri

Diploma 4 (D4)

8

7

6 Diploma 3 (D3) Diploma 2 (D2) Diploma 1 (D1)

Sekolah Menegah Atas/ Kejuruan/ Madrasah Alyah

5 4 3

Untuk taha-1 telah ditetapn empat rumpun peminanat yaitu: 1. Pendidikan Profesi Epidemiologi 2. Pendidikan Profesi Kesehatan Lingkungan 3. Pendidikan Profesi Promosi Kesehatan 4. Pendidikan Profesi Kesehatan kerja

Realisasi Naskah Akademik Diperguanakan sebagai • Alat ukur dalam borang akreditasi. Finalisasi Borang Maret 2014, Uji Coba Juni 2014. Lounchiing penggunaan 2015 . • Borang akreditasi untuk Program Studi telah dikembangkan dari borang generikBAN-PT menjadi borang substansi kesehatan masyarakat (dari 100 nomor menadi 149 86 nonor) May 12, 2014

Realisasi Naskah Akademik Diperguanakan sebagai • Alat ukur/bahan uji kompetensi tenaga Kesmas yang sedang di susun LPUK, yang rencananya dimuoai than 2015 • Terdpat beberapa domain uji kompetensi dalam naskah akademik uji kompetensi (dikutip dari NA Uji 87 Kompetensi) May 12, 2014

Realisasi Naskah Akademik • Domain 1: Ujian Tentang Materi Standar Kompetensi Utama SKM • Domain 2 Aspek yang dinilai terdiri dari: Kognitif, Psikomotor dan Afektif • Domain 3: Metode dan Alat Kesehatan Masyarakat. Aspek yang dinilai terdiri dari: Epidemiologi, Biostatistik dan

Kependudukan, Adminstrasi Kebijakan dan Kesehatan serta sosial dan Ilmu Perilak

Realisasi Naskah Akademik Domain 4: Area dan Substansi Kesehatan Masyarakat. Aspek yang dinilai terdiri dari: Kesehatan Lingkungan, Keselamatan Kerja Kesehatan Reproduksi Gizi Domain 5: Sasaran Intervensi. Aspek yang dinilai terdiri dari: ndividu dan keluarga Masyarakat dan Institusi Domain 6: Tatanan Pelayanan. Aspek yang dinilai terdiri dari: Primer, Sekunder dan Tersier

(14)

Referensi

Dokumen terkait

PENERAPAN PEMBELAJARAN HUMANIS PADA SISWA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR MATEMATIKA (Eksperimen Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII MTs Muh. 6

Hasil dari uji F, tampak bahwa kejadian pneumonitis hipersensitif (HP) ketika diuji beda dengan perlakuan pemberian pajanan debu peng- gilingan padi adalah signifikan,

Peranan PSHT yang dimaksud dalam penelitian ini adalah segala bentuk upaya dari Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate untuk menanamkan sikap disiplin dan

Apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti Tahfizhul Quran di Madrasah Ibtidayah Negeri Muning Baru Kecamatan Daha

Pengaruh perubahan temperatur media pendingin terhadap efisiensi evaporator ialah jika temperatur media pendingin semakin besar maka hasil temperatur output yang diperoleh

TEACHING ADVISING SYNTHESIZING STRATEGIZING PLANNING MOTIVATING SERVING CONTROLLING MEDIATING NEGOTIATING SELLING SAFEKEEPING FILING HOUSEKEEPING KEKUATAN KELEMAHAN. FOKUS PADA

Apabila dihubungkan dengan klasifikasi komponen kimia kayu Indonesia (Tabel 3), maka semua jenis kayu yang diteliti termasuk ke dalam kelas yang mengandung kadar lignin sedang

Keterampilan membuka pelajaran menjadi kunci dari seluruh kegiatan pembelajaran, karena jika seorang pendidik dalam sesi ini tidak dapat menarik perhatian peserta