ULUMUL QUR'AN 87
Mengenal Aqsam
(Sumpah-sumpah dalam Al-Qur’an)
6
A. Pengertian Aqsam Al-Qur’an
A
qsam adalah bentuk jamak dari kata qasam (sumpah). Para pakar gramatika bahasa Arab mengartikan qasam dengan kalimat yang berfungsi menguatkan berita, sedangkan menurut Manna al-Qaththan, qasam semakna dengan hilf dan yamin,73 tetapi muatan makna kata qasam lebih tegas. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, sumpah (qasam) didefinisikan dengan pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan atau sesuatu yang dianggap suci bahwa apa yang dikaitkan atau dijanjikan itu benar.74Qasam dalam definisi Manna al-Qaththan75 adalah:
ﺪﻨﻋ ﻢﻈﻌﻣ ﲎﻌﲟ ﻪﻴﻠﻋ ماﺪﻗﻹا وأ ءﻲﺷ ﻦﻋ عﺎﻨﺘﻣﻹا ﺎﺑ ﺲﻔﻨﻟا ﻂﺑر
ادﺎﻘﺘﻋا وأ ﺔﻘﻴﻘﺣ ﻒﻟﺎﺤـﻟا
ﺎﻬـﺗاﻮﺧأ ىﺪﺣا وأ واﻮﻟﺎﺑ ﻢﻈﻌﻣ ﺮﻛﺬﺑ ءﻲﺸﻟا ﺪﻴﻛﺄﺗ
“Mengikat atau meyakinkan jiwa (seseorang) untuk menolak atau menerima sesuatu. Bagi yang bersumpah, sesuatu yang karenanya ia bersumpah merupakan sesuatu yang agung”.
ﺪﻨﻋ ﻢﻈﻌﻣ ﲎﻌﲟ ﻪﻴﻠﻋ ماﺪﻗﻹا وأ ءﻲﺷ ﻦﻋ عﺎﻨﺘﻣﻹا ﺎﺑ ﺲﻔﻨﻟا ﻂﺑر
ادﺎﻘﺘﻋا وأ ﺔﻘﻴﻘﺣ ﻒﻟﺎﺤـﻟا
ﺎﻬـﺗاﻮﺧأ ىﺪﺣا وأ واﻮﻟﺎﺑ ﻢﻈﻌﻣ ﺮﻛﺬﺑ ءﻲﺸﻟا ﺪﻴﻛﺄﺗ
“Memperluas maksud dengan disertai penyebutan sesuatu yang memiliki kedudukan lebih tinggi dengan memfungsikan huruf wawu atau alat lainnya.”
73Ibid., hlm. 290
74W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: PN Balai Pustaka,
1985), cet VIII, hlm. 975.
6 – Mengenal Aqsam (Sumpah-sumpah dalam Al-Qur'an) 88
B. Unsur-unsur Aqsam dan Ungkapannya
1. Fi’il (Kata Kerja) Transitif Huruf Ba’
Bentuk asal aqsam adalah fi‘ii; aqsam atau yang menggunakan transitif dengan ba‘ kemudian disusul dengan muqsam bih dan muqsam alaih yang dinamakan juga jawab qasam, misalnya:
ﺪﻨﻋ ﻢﻈﻌﻣ ﲎﻌﲟ ﻪﻴﻠﻋ ماﺪﻗﻹا وأ ءﻲﺷ ﻦﻋ عﺎﻨﺘﻣﻹا ﺎﺑ ﺲﻔﻨﻟا ﻂﺑر
ادﺎﻘﺘﻋا وأ ﺔﻘﻴﻘﺣ ﻒﻟﺎﺤـﻟا
ﺎﻬـﺗاﻮﺧأ ىﺪﺣا وأ واﻮﻟﺎﺑ ﻢﻈﻌﻣ ﺮﻛﺬﺑ ءﻲﺸﻟا ﺪﻴﻛﺄﺗ
“Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: “Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati” (QS An-Nahl [16]: 38)
Selanjutnya, huruf qasam ba’ diganti wawu apabila muqasamnya terdiri atas isim dhamir (kata ganti). Kadangkala huruf ba’ diganti oleh huruf ta’ apabila muqsam-nya lafal jalalah, contohnya dalam surat Yusuf (12): 73:
ﺪﻨﻋ ﻢﻈﻌﻣ ﲎﻌﲟ ﻪﻴﻠﻋ ماﺪﻗﻹا وأ ءﻲﺷ ﻦﻋ عﺎﻨﺘﻣﻹا ﺎﺑ ﺲﻔﻨﻟا ﻂﺑر
ادﺎﻘﺘﻋا وأ ﺔﻘﻴﻘﺣ ﻒﻟﺎﺤـﻟا
ﺎﻬـﺗاﻮﺧأ ىﺪﺣا وأ واﻮﻟﺎﺑ ﻢﻈﻌﻣ ﺮﻛﺬﺑ ءﻲﺸﻟا ﺪﻴﻛﺄﺗ
“Saudara-saudara Yusuf menjawab “Demi Allah sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membuat .kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri”
2. Muhkam Bih Adalah Sesuatu yang Dijadikan Sumpah Oleh Allah
Di dalam Al-Qur’an, Allah terkadang bersumpah dengan diri-Nya sendiri dan terkadang pula dengan sifat-sifat-Nya. Sumpah-Nya dengan sebagian makhluk-Nya menunjukkan bahwa makhluk itu merupakan salah satu dari keagungan-Nya. Di dalarn Al-Qur’an, Allah bersumpah dengan diri-Nya sendiri pada tujuh tempat berikut:a. Surat Adz-Dzariyat (51) ayat 23:
ﺪﻨﻋ ﻢﻈﻌﻣ ﲎﻌﲟ ﻪﻴﻠﻋ ماﺪﻗﻹا وأ ءﻲﺷ ﻦﻋ عﺎﻨﺘﻣﻹا ﺎﺑ ﺲﻔﻨﻟا ﻂﺑر
ادﺎﻘﺘﻋا وأ ﺔﻘﻴﻘﺣ ﻒﻟﺎﺤـﻟا
ﺎﻬـﺗاﻮﺧأ ىﺪﺣا وأ واﻮﻟﺎﺑ ﻢﻈﻌﻣ ﺮﻛﺬﺑ ءﻲﺸﻟا ﺪﻴﻛﺄﺗ
“Maka demi Tuhan langit dan bumi, Sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.”
b. Surat Yunus (10) ayat 53:
ﺪﻨﻋ ﻢﻈﻌﻣ ﲎﻌﲟ ﻪﻴﻠﻋ ماﺪﻗﻹا وأ ءﻲﺷ ﻦﻋ عﺎﻨﺘﻣﻹا ﺎﺑ ﺲﻔﻨﻟا ﻂﺑر
ادﺎﻘﺘﻋا وأ ﺔﻘﻴﻘﺣ ﻒﻟﺎﺤـﻟا
ﺎﻬـﺗاﻮﺧأ ىﺪﺣا وأ واﻮﻟﺎﺑ ﻢﻈﻌﻣ ﺮﻛﺬﺑ ءﻲﺸﻟا ﺪﻴﻛﺄﺗ
ULUMUL QUR'AN 89 “Dan mereka menanyakan kepadamu: “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?
Katakanlah: “Ya, demi Tuhanku, Sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya).”
c. Surat At-Taghabun (64) ayat 7:
ﺪﻨﻋ ﻢﻈﻌﻣ ﲎﻌﲟ ﻪﻴﻠﻋ ماﺪﻗﻹا وأ ءﻲﺷ ﻦﻋ عﺎﻨﺘﻣﻹا ﺎﺑ ﺲﻔﻨﻟا ﻂﺑر
ادﺎﻘﺘﻋا وأ ﺔﻘﻴﻘﺣ ﻒﻟﺎﺤـﻟا
ﺎﻬـﺗاﻮﺧأ ىﺪﺣا وأ واﻮﻟﺎﺑ ﻢﻈﻌﻣ ﺮﻛﺬﺑ ءﻲﺸﻟا ﺪﻴﻛﺄﺗ
“Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, Kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”
d. Surat Maryam (19) ayat 68:
ﺪﻨﻋ ﻢﻈﻌﻣ ﲎﻌﲟ ﻪﻴﻠﻋ ماﺪﻗﻹا وأ ءﻲﺷ ﻦﻋ عﺎﻨﺘﻣﻹا ﺎﺑ ﺲﻔﻨﻟا ﻂﺑر
ادﺎﻘﺘﻋا وأ ﺔﻘﻴﻘﺣ ﻒﻟﺎﺤـﻟا
ﺎﻬـﺗاﻮﺧأ ىﺪﺣا وأ واﻮﻟﺎﺑ ﻢﻈﻌﻣ ﺮﻛﺬﺑ ءﻲﺸﻟا ﺪﻴﻛﺄﺗ
“Demi Tuhanmu, Sesungguhnya akan kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan kami datangkan mereka ke sekeliling. Jahannam dengan berlutut.” e. Surat Al-Hijr (15) ayat 92:
ﺪﻨﻋ ﻢﻈﻌﻣ ﲎﻌﲟ ﻪﻴﻠﻋ ماﺪﻗﻹا وأ ءﻲﺷ ﻦﻋ عﺎﻨﺘﻣﻹا ﺎﺑ ﺲﻔﻨﻟا ﻂﺑر
ادﺎﻘﺘﻋا وأ ﺔﻘﻴﻘﺣ ﻒﻟﺎﺤـﻟا
ﺎﻬـﺗاﻮﺧأ ىﺪﺣا وأ واﻮﻟﺎﺑ ﻢﻈﻌﻣ ﺮﻛﺬﺑ ءﻲﺸﻟا ﺪﻴﻛﺄﺗ
“Maka demi Tuhanmu, kami pasti akan menanyai mereka semua,” f. Surat An-Nisa (4) ayat 65:
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang -mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. “
g. Saurat Al-Ma’arij (70) ayat 40:
“Maka Aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya kami benar-benar Maha Kuasa.”
6 – Mengenal Aqsam (Sumpah-sumpah dalam Al-Qur'an) 90
Allah juga bersumpah dengan makhluk-makhluk-Nya. Contoh: a. Surat asy-Syams (91) ayat 1-6:
“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. Dan bulan apabila mengiringinya. Dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya. Dan langit serta pembinaannya. Dan bumi serta penghamparannya,”
b. Surat Al-Lail (92) ayat 1-3.
“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan”
c. Surat Al-Fajr (89) ayat 1-4:
“Demi fajar. Dan malam yang sepuluh, Dan yang genap dan yang ganjil, Dan malam bila berlalu.”
d. Surat At-Takwir (81) ayat 15:
“Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang.” e. Surat At-Tin (95) ayat 1-2:
“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, Dan demi bukit Sinai,”
Terhadap pertanyaan “Mengapa Allah bersumpah dengan menyebut makhluk-makhluk-Nya. Padahal ada larangan untuk bersumpah dengan menyebut selain Allah”. As-Suyuthi mengemukakan jawaban berikut ini. a. Ada kata yang dibuang pada ungkapan Demi buah tin dan demi buah
zaitun, yakni, kata pemilik. Jadi, ungkapan yang sebenarnya adalah demi pemilik buah tin dan demi pemilik buah zaitun.
ULUMUL QUR'AN 91 b. Orang-orang Arab biasa mengungkapkan benda itu dan menjadikannya
sumpah. Karena itu Al-Qur’an pun turun dengan ungkapan sumpah yang mereka kenal.
c. Sumpah dilakukan dengan menyebut sesuatu yang diagungkan dan dimuliakan kedudukannya berada di atas orang yang bersumpah, sedangkan bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang kedudukannya lebih mulia. Karena. itu, la terkadang bersumpah dengan menyebut nama ciptaan-Nya.76
Para ulama menuturkan bahwa Allah bersumpah pula dengan menyebut Nabi pada firman-Nya: “Demi umurmu (Muhammad)“ agar orang-orang mengetahui keagungan Nabi Muhammad Saw. di sisi Allah.
Ibn Mardawiyyah pun mengeluarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas yang menegaskan bahwa Allah tidak pernah memuliakan makhluk-Nya melebihi Nabi Muhammad. Tidak pernah mendengar pula bahwa Allah bersumpah dengan menyebut seseorang selain Nabi Muhammad Saw. dalam firman-Nya.
“(Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)” (QS Al-Hijr [15]: 72)
Ibn Abi al-Ashna’ menuturkan dalam Asrar al-Fawatih bahwa bersumpah dengan makhluk berarti juga bersumpah dengan penciptanya (khaliq) sebab menuturkan objek dengan sendirinya berarti menuntut subjek. Mustahil keberadaan objek tanpa keberadaan subjek.
3. Muqsam Alaih (Jawab Qasam)
Muqsam aiaih yaitu sesuatu yang dilakukan sumpah, atau kata lain terhadapnya, sesuatu yang diperkuat dengan sumpah. Untuk itu, tidak tepat difungsikan, kecuali menyangkut hal-hal berikut:
a. Hendaklah yang disumpah atasnya memiliki kepentingan tersendiri. b. Hendaklah lawan bicara berada dalam kondisi marah, pembicaraan. c. Lawan bicara tidak percaya terhadap isi pembicaraan.
Di dalam Al-Qur’an, secara garis besar, Allah bersumpah tentang hal-hal sebagai berikut:
76Ibn Hatim mengeluarkan sebuah riwayat dari al-Hasan yang menegaskan bahwa
Allah dapat saja bersumpah dengan menyebut nama-Nya sesuai dengan kehendak-Nya, tetapi manusia hanya boleh bersumpah dengan menyebut nama Allah.