PENGANTAR SPSS
Pendahuluan
Pada saat merancang usulan penelitian, maka pengolahan datanya sudah harus
direncanakan pula:
)
١ Teknik pengolahan data meliputi: editing,
coding, entry dan cleaning serta analisis
)
٢ Tabel, grafik atau ringkasan angka2 yang
akan dihasilkan
Masalah yang sering timbul: Model analisis muncul setelah data terkumpul
Editing
Dilakukan pemeriksaan seluruh kuesioner atau seluruh formulir isian setelah data terkumpul, apakah:
)
١ Dapat dibaca
)
٢ Semua pertanyaan terisi (lengkap)
)
٣ Terdapat ketidakserasian antara jawaban yang
satu dengan yang lainnya (konsisten) )
٤ Terdapat kesalahan2 lain yang dapat mengganggu
Editing
Kegiatan editing dapat dilakukan dengan cara:
)
١ Editing lapangan, dimana supervisor
mengadakan pengecekan ulang terhadap beberapa pertanyaan penting biasanya
kepada 10% responden segera setelah data terkumpul semuanya
)
٢ Editing menyeluruh, dilakukan secara
menyeluruh terhadap jawaban responden, sehingga dapat diperoleh konsistensi
Editing
Yang sering terjadi misalnya
)
١ Jawaban tidak tepat dikolom yang tersedia
)
٢ Salah menulis jawaban pertanyaan, misalnya
data kelamin diisi di kolom jawaban umur
)
٣ Umur diisi 25 tahun tetapi di jumlah anak
diisi 10
)
Koding
Memberi angka2 atau kode2 tertentu yang telah
disepakati terhadap jawaban2 pertanyaan dalam kuesioner, sehingga memudahkan pada saat
memasukkan data ke komputer Misalnya untuk variabel pendidikan:
) ١ Tidak sekolah ) ٢ SD ) ٣ SMP ) ٤ SMA ) ٥ PT
Koding
Persyaratan dalam koding: )
١ Kesesuaian, variabel harus sesuai dengan tujuan
)
٢ Klasifikasi, perlu dibuat kategorisasi untuk
pengelompokkan jawaban sesuai rujukan/ alasan tertentu, misal: pendapatan
)
٣ Jawaban tidak mendua, pilihan jawaban yang
tersedia harus jelas definisi operasionalnya )
Data Entry
Menyiapkan lembar kerja yang berisi variabel2 dalam kuesioner secara lengkap (program SPSS, Stata, Epi-Info, dll)
Masukkan data jawaban kuesioner sesuai kode yang telah ditentukan untuk masing-masing variable sehingga menjadi suatu data dasar Siapkan file khusus untuk menyimpan data
dasar tersebut yang tidak boleh dianalisis. Untuk melakukan analisis data maka
Data Cleaning
Merupakan analisis data awal, dimana dilakukan penggolongan, pengurutan dan
penyederhanaan data, sehingga mudah dibaca dan diinterpretasi
Untuk data nominal dan ordinal, dibuat tabulasi distribusi frekuensi untuk setiap variabel Untuk data interval/rasio, dianalisis nilai
Data Cleaning
Tabel distribusi frekuensi untuk:
)
١ Deskripsi ciri-ciri atau karakteristik dari
suatu variabel
)
٢ Mempelajari distribusi dari variabel pokok
)
٣ Memilih klasifikasi2 pokok untuk tabulasi
Data Cleaning
Tabel silang, yaitu teknik untuk membandingkan atau melihat hubungan antara dua variabel atau lebih: )
١ Dihitung persentase responden untuk setiap
kelompok )
٢ Variabel bebas pada baris (faktor risiko)
)
٣ Variabel terikat pada kolom (penyakit)
Selanjutnya, data siap dianalisis untuk membuktikan hipotesis penelitian dengan analisis statistik
SPSS
(statistical program for social sciences)
Tampilan layar SPSS ada 2:
Sebagai lembar kerja seperti Excel, dBase
= data view
Sebagai definisi operasional
= variable view
Data view
Variabel Variabel Variabel dst 1
2 dst
Variabel view
Name Type Width Decimals Label Values dst
1
2
Penggunaan SPSS
Menyiapkan sarana untuk data entry
(penyusunan lembar kerja)
Membantu data cleaning (analisis awal)
Analisis statistik untuk membuktikan
hipotesis
Skala dan Sifat Data
Sifat Nominal (seks) Ordinal (pendidikan) Interval (suhu) Rasio (BB) Klasifikasi + + + + Urutan susunan - + + + Jarak - - + + Titik nol absolut - - - +Cara penyajian data:
Data nominal/ordinal: distribusi frekuensi
(proporsi) last education 15 16.7 16.7 16.7 18 20.0 20.0 36.7 45 50.0 50.0 86.7 7 7.8 7.8 94.4 5 5.6 5.6 100.0 90 100.0 100.0 SD SLTP SMU Akademi Perguruan Tinggi Total Valid
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Cara penyajian data:
Data interval/rasio:
Distribusi normal: mean ± SD
Distribusi normal?
1. Signifikansi KS >0,05 2. Signifikansi SW >0,05
3. Nilai kerampingan dan kemiringan 4. Histogram dalam area kurva normal
Nilai kemiringan dan
kerampingan
Nilai kemiringan (skewness) dan nilai
kerampingan (kurtosis) digunakan untuk menentukan distribusi normal/simetris dari data bergantung dari bentuk kurva distribusi data
Nilai kemiringan dan
kerampingan
Distribusi normal/ Miring (skew) ke Miring (skew) ke simetris kiri kanan
Nilai kemiringan dan
kerampingan
Contoh:
Bila diketahui skewness -0,316 dan standard error
skewness 0,254 maka rasio skewness = -0,316/0,254 = -1,244
Dengan kurtosis 0,284 dan standard error kurtosis 0,503 maka rasio kurtosis = 0,284/0,503 = 0,564
Sehingga rasio skewness dan kurtosis keduanya berada di antara interval angka -2 dan +2 atau distribusi data normal atau simetris
Histogram
10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 0 4 8 12 C o u n tHistogram:
Bentuk kurva simetris
Mean = median = mode
Latihan Penggunaan SPSS
1. Menyiapkan sarana untuk data entry
(penyusunan lembar kerja)
2. Membantu data cleaning (analisis awal)
3. Analisis statistik untuk membuktikan
hipotesis
Menyiapkan sarana untuk data entry
(penyusunan lembar kerja)
Data latihan:
File – open – data – pilih file - open
Lihat data view: jumlah kasus
Lihat variabel view: jumlah variabel
Menyiapkan sarana untuk data entry:
penyusunan lembar kerja
Menyiapkan data dasar
Analisis data:
data cleaning
Uji normalitas data (KS, histogram)
Analisis univariat (deskriptif, frekuensi,
explore)
Analisis data:
data cleaning
Uji normalitas data:
analyze – pilih descriptive statistics – pilih
explore – masukkan variabel rasio dalam dependent list – pada pilihan display pilih plots – klik plots – pilih normality plots with test (non-aktifkan yang lainnya) – pilih
continue – pilih OK. Perhatikan tampilan tabel test of normality dan grafik plot
Uji Kolmogorov-Smirnov (KS) dan
Shapiro-Wilk (SW)
Tests of Normality .047 90 .200* .987 90 .508 Statistic df Sig. Statistic df Sig. Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk hemoglobin concentration after interventionThis is a lower bound of the true significance. *.
Lilliefors Significance Correction a.
Analisis data:
data cleaning
Explore:
Analyze – pilih descriptive statistics – pilih
explore – dalam dependent list masukkan variabel rasio – pilih OK. Perhatikan
Descriptives 12.2244 .10460 12.0166 12.4323 12.2494 12.2000 .985 .99233 9.38 14.50 5.12 1.4250 -.316 .254 .284 .503 Mean Lower Bound Upper Bound 95% Confidence
Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis hemoglobin concentration after intervention Statistic Std. Error
Analisis data:
data cleaning
Analisis bivariat (crosstab)
Analyze – pilih descriptive statistics – pilih
crosstab – pada row masukkan data kategorik variabel bebas – pada
coulumn(s) masukkan data kategorik variabel terikat – pada display aktifkan
clustered bar chart dan supressed tables- pilih OK. Perhatikan outputnya
Analisis data:
data cleaning
Analisis bivariat (crosstab) Perguruan Tinggi Akademi SMU SLTP SD C o u n t 40 30 20 10 0 working status Bekerja Tidak Bekerja/Ibu Ru mah TanggaAnalisis data:
untuk membuktikan hipotesis
Analisis bivariat crosstab, korelasi, uji T
dua sampel bebas dan berpasangan)
Analisis data:
untuk membuktikan hipotesis
Analisis bivariat crosstab:
Analyze – pilih crosstab – pada row
masukkan variabel bebas – pada
coulumn(s) masukkan variabel terikat – pilih statistics – aktifkan chi-square dan contengency coefficient – klik continue – OK. Perhatikan hasilnya.
research location * working status Crosstabulation Count 3 42 45 26 19 45 29 61 90 Lembang Jakarta research location Total Bekerja Tidak Bekerja/Ibu Rumah Tangga working status Total Chi-Square Tests 26.914b 1 .000 24.624 1 .000 29.802 1 .000 .000 .000 26.614 1 .000 90 Pearson Chi-Square Continuity Correctiona Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases Value df Asymp. Sig. (2-sided) Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided)
Analisis data:
untuk membuktikan hipotesis
Korelasi:
Analyze – pilih correlate – pilih bivariate –
masukkan dua variabel numerik – pilih Pearson – pilih two tailed – aktifkan flag significant correlation – pilih option –
aktifkan exclude case pairwise – OK. Perhatikan hasilnya
Analisis data:
untuk membuktikan hipotesis
Korelasi:
Analyze – pilih correlate – pilih bivariate –
masukkan dua variabel numerik – pilih
Spearman – pilih two tailed – aktifkan flag significant correlation – pilih option –
aktifkan exclude case pairwise – OK. Perhatikan hasilnya
Correlations 1 .457** . .000 90 90 .457** 1 .000 . 90 90 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N weight after intervention
height
weight after
intervention height
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). **. Correlations 1.000 .402** . .000 90 90 .402** 1.000 .000 . 90 90 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N weight after intervention height
Spearman's rho
weight after
intervention height
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). **.
Analisis data:
untuk membuktikan hipotesis
Uji T dua sampel bebas:
Analyze – pilih compare means – pilih
independent samples t-test – pada test variable(s) pilih variabel numerik – pada
grouping variable masukkan variabel 2 kategorik – pada define group masukkan 1 untuk group 1 dan 2 untuk group 2 – pilih continue – pada
option aktifkan tingkat kepercayaan 95% dan exclude cases analysis by analysis – pilih
Group Statistics 29 11.8855 .90385 .16784 61 12.3856 .99876 .12788 working status Bekerja Tidak Bekerja/Ibu Rumah Tangga hemoglobin concentration after intervention N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
Independent Samples Test
.557 .457 -2.287 -2.370 88 60.439 .025 .021 -.5001 -.5001 .21869 .21100 -.93466 -.92207 F Sig. Levene's Test for
Equality of Variances t df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference Lower 95% Confidence Interval
t-test for Equality of Means
Equal variances assumed
Equal variances not assumed hemoglobin concentration after
Ranks 29 36.48 1058.00 61 49.79 3037.00 90 working status Bekerja Tidak Bekerja/Ibu Rumah Tangga Total hemoglobin concentration after intervention
N Mean Rank Sum of Ranks
Test Statisticsa 623.000 1058.000 -2.259 .024 Mann-Whitney U Wilcoxon W Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
hemoglobin concentration
after intervention
Analisis data:
untuk membuktikan hipotesis
Uji T dua sampel berpasangan):
Analyze – pilih compare means – pilih paired
samples t-test – pada paired variable(s)
masukkan variabel numerik sebelum intervensi dan variabel numerik sesudah intervensi - pada option aktifkan tingkat kepercayaan 95% dan exclude cases analysis by analysis – pilih
Paired Samples Statistics 12.5712 90 1.08891 .11478 12.2244 90 .99233 .10460 hemoglobin concentration before intervention hemoglobin concentration after intervention Pair 1 Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Paired Samples Test
.3468 .72686 .07662 .1945 .4990 Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Upper 95% Confidence Interval of the Difference Paired Differences hemoglobin concentration before intervention -hemoglobin concentration after intervention Pair 1
Ranks 65a 46.27 3007.50 23b 39.50 908.50 2c 90 Negative Ranks Positive Ranks Ties Total hemoglobin concentration after intervention -hemoglobin concentration before intervention
N Mean Rank Sum of Ranks
hemoglobin concentration after intervention < hemoglobin concentration before intervention
a.
hemoglobin concentration after intervention > hemoglobin concentration before intervention
b.
hemoglobin concentration after intervention = hemoglobin concentration before intervention c. Test Statisticsb -4.371a .000 Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
hemoglobin concentration after intervention -hemoglobin concentration before intervention
Based on positive ranks. a.
Analisis data:
untuk membuktikan hipotesis
Analisis multivariat (ANOVA):
Analyze – pilih compare means – pilih one-way
anova – pada dependent list pilih variabel numerik – pada factor pilih variabel lebih 2
kategorik – pada option aktifkan descriptive dan homogeneity of variance – pilih continue – pada post-hoc pilih bonferroni – pilih continue dan OK. Perhatikan hasilnya
Descriptives
hemoglobin concentration after intervention
15 18 45 7 5 90 12.0080 12.8278 12.0773 11.9571 12.4000 12.2244 1.17833 .97426 .94923 .73905 .25495 .99233 .30424 .22964 .14150 .27933 .11402 .10460 11.3555 12.3433 11.7922 11.2736 12.0834 12.0166 12.6605 13.3123 12.3625 12.6406 12.7166 12.4323 9.65 11.10 9.38 11.00 12.20 9.38 13.70 14.50 13.70 13.40 12.80 14.50 N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound 95% Confidence
Interval for Mean Minimum
Maximum
SD SLTP SMU Akademi Perguruan Tinggi Total
ANOVA hemoglobin concentration after intervention
8.883 4 2.221 2.397 .057 78.757 85 .927 87.640 89 Between Groups Within Groups Total Sum of
Multiple Comparisons
Dependent Variable: hemoglobin concentration after intervention LSD -.8198* .33652 .017 -1.4889 -.1507 -.0693 .28698 .810 -.6399 .5013 .0509 .44061 .908 -.8252 .9269 -.3920 .49707 .433 -1.3803 .5963 .8198* .33652 .017 .1507 1.4889 .7504* .26845 .006 .2167 1.2842 .8706* .42877 .045 .0181 1.7231 .4278 .48661 .382 -.5397 1.3953 .0693 .28698 .810 -.5013 .6399 -.7504* .26845 .006 -1.2842 -.2167 .1202 .39109 .759 -.6574 .8978 -.3227 .45376 .479 -1.2249 .5795 -.0509 .44061 .908 -.9269 .8252 -.8706* .42877 .045 -1.7231 -.0181 -.1202 .39109 .759 -.8978 .6574 -.4429 .56363 .434 -1.5635 .6778 .3920 .49707 .433 -.5963 1.3803 -.4278 .48661 .382 -1.3953 .5397 .3227 .45376 .479 -.5795 1.2249 (J) last education SLTP SMU Akademi Perguruan Tinggi SD SMU Akademi Perguruan Tinggi SD SLTP Akademi Perguruan Tinggi SD SLTP SMU Perguruan Tinggi SD SLTP SMU (I) last education
SD SLTP SMU Akademi Perguruan Tinggi Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound 95% Confidence Interval
Ranks 15 41.70 18 59.78 45 41.93 7 35.50 5 51.60 90 last education SD SLTP SMU Akademi Perguruan Tinggi Total hemoglobin concentration after intervention N Mean Rank
Test Statisticsa,b
7.841 4 .098 Chi-Square df Asymp. Sig. hemoglobin concentration after intervention
Kruskal Wallis Test a.
Analisis data:
untuk penyajian data
Hasil analisis statistik
Diagram batang (bar)
Histogram
Boxplot
Scatterplot
Pie chart
Bars show counts
Bekerja Tidak Bekerja/Ibu Rumah Tangga
working status 0 20 40 60 C o u n t
10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 0 4 8 12 C o u n t
10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 h em o g lo b in c o n ce n tr at io n a ft er in te rv en tio n
Linear Regression
40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00
weight after intervention
150.00 160.00 170.00 h eigh t he ight = 141.89 + 0.23 * w eight_2 R-Square = 0.21
SD SLTP SMU Akademi Perguruan Tinggi last education
Pies show percents
16.67%
20.00%
50.00% 7.78%