• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

25

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Jawa Timur Park 1 yang beralamatkan di Jl. Kartika No. 2 Sisir, Kota Batu, Jawa Timur. Pemilihan lokasi dilakukan dengan pertimbangan untuk meneliti perusahaan dalam memperlakukan karyawan yang bekerja pada perusahaan, dan untuk melihat kinerja karyawan yang berhubungan langsung dengan pengunjung wisata Jawa Timur Park 1.

B. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2014), metode explanatory research merupakan metode penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruh antara satu variabel dengan variabel yang lain.

C. Populasi dan Teknik Penentuan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti, Sugiyono (2015). Populasi yang digunkana dalam penelitian ini adalah karyawan Jawa Timur Park 1 yang berhubungan langsung dengan pengunjung. Sehingga Populasi karyawan yang terdapat di Jawa Timur Park 1 pada penelitian ini ialah 279 orang.

Penetapan populasi pada departemen-dapartemen yang merupakan unit khusus operasional pada ruang lingkup Jawa Timur Park 1. Ada beberapa departemen yang memiliki ruang lingkup operasional tidak hanya di Jawa Timur Park 1 melainkan di unit bisnis lainnya, contohnya yakni departemen marketing.

(2)

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2015) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Pengambilan sampel untuk penelitian menurut Arikunto (2010) jika subjeknya kurang dari 100 orang sebaiknya diambil semuanya, jika subjeknya besar atau lebih dari 100 orang dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan proportional random sampling yaitu teknik pengambilan proporsi untuk memperoleh sampel yang representatif, pengambilan subyek dari setiap strata atau wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dalam masing-masing wilayah, Arikunto (2010).

Dalam penelitian ini, penulis menentukan jumlah sampel yang diambil dari populasi dengan menggunakan rumus Slovin:

𝑛 = 𝑁 1 + 𝑁𝑒2 Keterangan :

n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi

e = Batas kesalahan yang ditoleransi (1%, 5%, 10%)

Jika penelitian menggunakan metode deskriptif, maka minimal tingkat kesalahan dalam pengambilan anggota sampel ialah 10% dari jumlah populasi yang diketahui. Berikut ini adalah jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian :

𝑛 = 279

1 + 279(0,1)2 𝑛 = 74

Berdasarkan perhitungan pengambilan sampel menggunakan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 74 orang karyawan. Pengambilan sampel penelitian dikhusus pada departemen HRD, Accounting, FnB, Security, Pembelajaran, Permainan, Entertainment, Pool, HK, Garden, dan Parkir.

Pengambilan sampel juga dikhususkan pada karyawan level Supervisor ke bawah.

(3)

D. Definisi Operasional Variabel

Definisi Operasional Variabel merupakan penjelasan tentang operasi atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memperoleh data atau menunjukkan indikator. Variabel dalam penelitian ini adalah:

1. Kinerja (Y)

kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi. Adapun indikator kinerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah indikator menurut Mangkunegara (2010), yaitu :

a. Kualitas, diukur melalui ketelitian dalam menyelesaikan satu pekerjaan sesuai dengan standar kerja yang ditetapkan perusahaan, dan kemampuan karyawan dalam melaksanakan SOP sesuai dengan yang telah ditetapkan.

b. Kuantitas, lamanya seorang karyawan bekerja dalam satu harinya, Kuantitas kerja dilihat dari jumlah hari dan jam kerja seorang karyawan dalam satu harinya.

c. Tanggung jawab, diukur melalui kesadaran karyawan akan kewajibannya untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan dengan adanya pengawasan maupun tidak ada pengawasan dari atasan.

2. Stres Kerja

Mangkunegara (2011) mengemukakan bahwa ”Stres kerja sebagai perasaan yang menekan atau merasa tertekan yang dialami pegawai dalam menghadapi pekerjaan. Stres kerja (X1) Menurut Hasibuan (2014) indikator stres karyawan, antara lain sebagai berikut:

a. Beban kerja yang diukur dari beban kerja yang dirasa berlebihan dengan adanya tumpang tindih pekerjaan (double job), dan pengaruh pekerjaan pada fisik karyawan.

(4)

b. Sikap pemimpin, yang diukur dari persepsi karyawan mengenai sikap pemimpin yang kurang adil dalam memberikan tugas maupun sanksi c. Konflik antara pribadi dengan pimpinan atau rekan kerja.

d. Otoritas kerja, diukur melalui bersaran tugas dan wewenang kerja yang di bebankan kepada karyawan

3. Motivasi Kerja

Sutrisno (2016) menyatakan bahwa motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktifitas tertentu. Motivasi kerja (X2) menurut Zameer, Ali, Nisar dan Amir (2014), motivasi merupakan keinginan karyawan untuk melakukan sesuatu yang diberikan dan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab. Adapun indikator – indikator dari motivasi ada 5 yang mengacu pada Teori Dua Faktor yang dikemukakan Herzberg:

1. Faktor Hygiene atau Pemeliharaan

a. Gaji. Pemberian upah secara tepat waktu dan penetapan gaji sesuai dengan pekerjaannya maka akan membuat kebiasaan baik karyawan meningkat.

b. Bonus. Bonus yang diberikan oleh perusahaan berdasarkan kinerja karyawan tersebut akan meningkatkan produktivitas perusahaan 2. Faktor Motivasional

a. Kebijakan Organisasi. Kebijakan tersebut diukur melalui hak cuti, jaminan kesehatan yang ditanggung oleh perusahaan, hak mendapatkan jatah rumah, dan lain sebagainya.

b. Kesempatan untuk berkembang. Pengembangan dan peningkatan karir yang ditawarkan perusahaan akan membuat seorang karyawan bertahan di perusahaan tersebut dalam waktu yang lama atau bahkan sampai pensiun.

(5)

Tabel 3.1

Variabel, Indikator dan Item Pernyataan

Variabel Indikator Item Pernyataan

(Y) Kinerja

Kualitas Kerja

• Saya menyelesaikan tugas yang diberikan dengan teliti berdasar standar kerja perusahaan

• Saya melakukan tugas yang di berikan dengan mengikuti SOP yang ditetapkan perusahaan

Kuantitas Kerja

• Saya bekerja selama 8 jam dalam satu hari atau sesuai dengan jam kerja yang di tentukan perusahaan

• Saya bekerja sesuai jumlah hari yang ditetapkan oleh perusahaan

Tanggung jawab

• Saya akan memberi tahu rekan kerja Saya jika Saya akan meninggalkan tempat kerja untuk ke toilet ataupun melaksanakan ibadah

• Saya dapat mengerjakan pekerjaan dengan efisien tanpa perlu banyak instruksi dari atasan

(X1) Stres Kerja

Beban Kerja

• Pekerjaan Saya di lapangan sangat melelahkan karena pekerjaan Saya sering kali tumpang tindih (double job)

• Beban kerja Saya berpengaruh secara fisik

Sikap Pemimpin

• Saya kerap memperoleh pekerjaan lebih dari pimpinan untuk menggantikan rekan kerja yang tidak hadir

• Pimpinan tidak memberikan kebijakan sanksi yang sama kepada karyawan yang melanggar peraturan perusahaan

Konflik antara pribadi dengan pimpinan atau rekan kerja

• Saya mengalami konflik kerja dengan atasan

• Saya memiliki hubungan yang kurang baik dengan rekan kerja Saya

Otoritas kerja

• Tugas kerja yang diberikan terlalu berat untuk Saya

• Wewenang yang diberikan melebihi kapasitas kerja Saya

(6)

Variabel Indikator Item Pernyataan

(X2) Motivasi Kerja

Gaji

• Saya menerima Gaji dari perusahaan sesuai dengan waktu di sepakati

• Gaji yang diberikan perusahaan sesuai dengan pekerjaan yang Saya lakukan

Bonus

• Saya menerima bonus sesuai kinerja yang diharapkan perusahaan

• Saya menerima bonus sesuai dengan peningkatan produktifitas yang dicapai perusahaan

Kebijakan organisai

• Perusahaan memberikan fasilitas cuti kerja bagi kayawan

• Saya memiliki asuransi keselamatan kerja/

asuransi kesehatan yang diberikan oleh perusahaan

Kesempatan untuk

berkembang

• Perusahaan memberikan peluang promosi bagi karyawan dengan memberikan informasi yang jelas terkait syarat dan ketentuan promosi

• Kesempatan yang sama diberikan oleh perusahaan kepada karyawan untuk memperoleh promosi jabatan

E. Sumber Data

Sumber data pada penelitian ini adalah data primer . Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perseorangan atau langsung melalui objeknya. Pengumpulan data biasanya dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada objek penelitian dan diisi secara langsung oleh responden. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan cara meneliti langsung kepada karyawan Jawa Timur Park 1 melalui kuesioner.

F. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan beberapa metode yaiteetu teknik pengumpulan data melalui kuesioner merupakan alat dalam pengumpulan data yang berupa daftar pernyataan yang diajukan secara tertulis dan disebarkan secara langsung kepada responden yang akan diteliti,

(7)

Sugiyono (2015). Responden diberi pilihan alternative dalam menjawab pertanyaan yang tersedia

G. Skala Pengukuran Data Skala Likert

Skala likert merupakan skala yang dipakai untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang/sekelompok orang tentang fenomena sosial, Sugiyono (2015). Penelitian ini menggunakan kuesioner sehingga karyawan harus mengisi jawaban yang dianggap paling tepat dengan skala likert berdimensi 5 skala sebagai berikut :

Tabel 3.2

Bobot Penilaian dengan Skala Likert (kinerja dan motivasi)

Jawaban Penilaian (Skor)

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Cukup Setuju (CS) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Untuk skala likert stres kerja dengan hipotesis negatif maka skor akan di balik menjadi :

Tabel 3.3

Bobot Penilaian dengan Skala Likert (stres kerja)

Jawaban Penilaian (Skor)

Sangat Setuju (SS) 1

Setuju (S) 2

Cukup Setuju (CS) 3

Tidak Setuju (TS) 4

Sangat Tidak Setuju (STS) 5

(8)

H. Uji Instrumen 1.) Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut, Ghozali (2013).

Kriteria kelayakan perhitungan ini adalah sebagai berikut:

- r hitung > r tabel, maka dinyatakan valid - r hitung ≤ r tabel, maka dinyatakan tidak valid 2.) Uji Reliabilitas

Menurut Arikunto (2010), pada suatu definisi yang menyatakan bahwa instrumen dapat dipercaya untuk bisa digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Uji ini diperlukan untuk mengetahui kestabilan alat ukur. Sebuah alat ukur dikatakan reliabel, misalnya pengulangan pengukuran untuk subyek penelitian ini yang sama menunjukan hasil yang konsisten. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan koefisien Cronbach Alpha dengan kriteria :

- Bila nilai alpha > 0,60 maka data reliabel - Bila nilai alpha < 0,60 maka data tidak reliabel I. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi yang dibuat dapat digunakan sebagai alat prediksi yang baik. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji multikolinieritas, uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi.

a.) Uji Multikoliniearitas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi antar variabel-variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel saling berkorelasi, maka variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah

(9)

variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol, Ghozali (2013).

Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinieritas, dilakukan dengan menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen. Jika antar variabel independen terdapat korelasi yang cukup tinggi (umumnya diatas 0,90), maka hal tersebut adalah suatu indikasi bahwa terdapat multikolinieritass. Multikolinieritas juga dapat dilihat dari tolerance dan variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Nilai tolerance ≤ 0,10 atau sama dengan nilai VIF ≥ 10 adalah nilai cutoff yang digunakan untuk menunjukkan adanya multikolinieritas.

Apabila hasi regresi memiliki nilai VIF ≤ 10 maka dapat disimpulkan tidak ada multikolinieritas dalam model regresi, Ghozali (2011)

b.) Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas adalah untuk menguji apakah variabel penelitian memiliki distribusi normal atau tidak, Ghozali (2011). Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau penyebaran data statistik pada sumbu diagonal grafik distribusi normal. Uji normalitas deilakukan dengan uji Kolmogorof-Sminorv, dengan kriteria:

1.) Jika signifikansi perhitungan data (Sig) > 5% maka data berdistribusi normal.

2.) Jika signifikansi perhitungan data (Sig) < 5% maka data tidak berdistribusi normal.

c.) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya, Ghozali (2011). Cara mendeteksinya adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu ada grafik Scatterplot antara SRESID dan ZPRED, dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalh residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di

(10)

standarized. Sedangkan dasar pengambilan keputisan untuk uji heteroskedastisitas adalah:

• Jika ada pola tertentu, seperti titik yang ada membentuk pola tertentu teratur (bergelombang, melebur, kemudian menyempit, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

• Jika tidak ada pola yang jelas, sera titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

d.) Uji Autokorelasi

Menurut Singgih dalam Sani (2010), untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi, melalui Durbis- Watson yang dapat dilakukan melalui SPSS, dimana secara umum dapat diambil kriteria yaitu:

i.Jika angka D-W dibawah -2, berarti autokorelasi positif ii.Jika angka D-W di atas +2, berarti autokorelasi negative

iii. Jika angka D-W di antara -2 sampai dengan +2, berarti tidak ada autokorelasi.

J. Teknik Analisis Data 1. Rentang Skala

Sugiyono (2015) mengemukakan bahwa statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

Statistik deskriptif ini mencacu pada pengolahan data-data mentah kedalam suatu bentuk yang mudah dimengerti seperti tabel, grafik, diagram, penjelasan kelompok modus, median, mean dan variasi kelompok melalui rentang dan simpangan baku.

Rentang skala adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan menilai variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini rentang skala digunakan rumus rentang skala, sebagai berikut:

𝑅𝑠 = 𝑛 (𝑚 − 1) 𝑚

(11)

Keterangan:

Rs = Rentang skala n = Jumlah sampel

m = Jumlah alternative tiap item pertanyaan

Berdasarkan rumus diatas, maka dapat diperoleh rentang skala dengan perhitungan sebagai berikut :

𝑅𝑠 =74(5 − 1) 5 𝑅𝑠 =296

5 𝑅𝑠 = 59,2 = 59

Berdasarkan perhitungan di atas, diperoleh rentang skala sebesar 59. Dengan demikian penentuan skala setiap kriteria diawali dengan rentang skor terendah dan tertinggi dengan total sampel 74. Penilaian setiap rentang skala adalah sebagai berikut:

Tabel 3.4 Rentang Skala

Rentang Skala Stress Kerja Motivasi Kerja Kinerja

74-132 Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Rendah

133-191 Tinggi Rendah Rendah

192-250 Cukup Cukup Cukup

251-309 Rendah Tinggi Tinggi

310-370 Sangat Rendah Sangat Tinggi Sangat Tinggi

2. Regresi Linear Berganda

Alat analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dan menjawab permasalahan yang diajukan menggunakan analisis regresi linier berganda (Multiple Regession). Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi dan/atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai-nilai variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui, Ghozali (2013).

(12)

Rumus dari regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan dengan model analisis sebagai berikut:

Y = α+b1X1 + b2X2 + e Keterangan:

Y = Kinerja X1 = Stres Kerja X2 = Motivasi Kerja α = Konstanta

b1 = Koefisien regresi stres kerja b2 = Koefisien regresi motivasi kerja e = Error disturbance

K. Uji Hipotesis

a.) Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Secara parsial, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t-test.

Menurut Ghozali (2013) uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu varibel independen secara individual dalam menerangkan dependen. Uji t dilakukan dengan membandingkan signifikansi t hitung dengan t tabel dengan ketentuan:

1.) H0 diterima dan Ha ditolak jika tingkat signifikansi ≥ 5%

2.) H0 ditolak dan Ha diterima jika tingkat signifikansi ≤ 5%

b.) Uji Dominan

Pengujian Variabel Independent yang dominan mempengaruhi variabel dependent. Pengujian mengenai variabel independent yang dominan mempengaruhi variabel dependen dalam suatu model regresi linear berganda menggunakan koefisien beta standarisasi, dengan kriteria diambil variabel yang terbesar nilai koefisien beta standarisasinya, Ghozali (2005)

Gambar

Tabel 3.4  Rentang Skala

Referensi

Dokumen terkait

Secara keseluruhan rata-rata bobot dari analisis Faktor - Faktor Kinerja mengenai lingkungan kerja pegawai secara total mendapat rata-rata skor 3,22 dan termasuk

Diperoleh nilai koefesien regresi tingkat pendidikan wajib pajak sebesar 0,382 dan nilai thitung sebesar 3,187 &gt; ttabel (1,987) sedangkan nilai signifikansi 0,002

Hasil dari pembuatan sistem ini adalah halaman-halaman informasi yang nantinya dijalankan dengan web browser. Adapun sub-menu yang terdapat di dalam sistem pada

Pada perumahan PJKA Pengok blok A dan B pertimbangan iklim lokal ini terlihat pada bentuk atap, penambahan shading di jendela, bukaan berupa jendela-jendela yang

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya proses klientisasi, yaitu: (a) Faktor ekonomi; petani mempunyai modal yang terbatas sehingga mereka sering melakukan pinjaman ke

Sejauh mana analisa differential cost dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan membeli atau membuat frame sendiri pada perusahaan

Uji LSD digunakan untuk mengetahi kelompok yang berbeda dan kelompok yang tidak berbeda didapatkan hasil bahwa pemberian ekstrak daun salam selama 10 hari

Sehubungan dengan maksud tersebut mengingat tarip pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Banyuwangi sebagaimana diatur dalam Peraturan