PERANCANGAN RE-DESIGN HOTEL GRAND ZURI JABABEKA
PROPOSAL TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana S1 Program Studi Desain Interior
Disusun oleh:
ABDUL RAFIF SYUJA 1603170148
Pembimbing
S1 DESAIN INTERIOR FAKULTAS INDUSTRI KREATIF
BANDUNG 2021
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah strategis di Jawa Barat.
Oleh karena itu Kabupaten Bekasi dijadikan sebuah kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah pabrik yang beroperasi kurang lebih sudah menembus 4.000 pabrik, menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai magnet bagi banyak pengusaha untuk memulai bisnis dan berinvestasi di Kabupaten Bekasi. Bukan hanya pendatang lintas provinsi melainkan juga pendatang lintas negara. Seiring dengan meningkatnya kunjungan ke Kabupaten Bekasi, sehingga meningkatnya kebutuhan akomodasi. Tidak heran jika saat ini industri seperti perhotelan juga sangat dibutuhkan di Kabupaten Bekasi. Fungsi hotel bukan hanya sekedar tempat menginap tapi terdapat fungsi lain yaitu menjalankan kegiatan bisnis, mengadakan seminar, atau sekedar mendapatkan ketenangan. Persaingan hotel-hotel di Kabupaten Bekasi ditunjukkan dengan adanya mutu pelayanan yang ditawarkan dari setiap hotel. Mulai dari fasilitas hotel, kenyamanan/keadaan kamar, harga sewa kamar, dan pelayanan kepada konsumen.
Salah satu hotel yang terdapat dikawasan industri Kabupaten Bekasi yaitu Hotel Grand Zuri Jababeka, berlokasi di Jl. Niaga Raya Kavling AA-2, Jl. Jababeka II, Pasirsari, Cikarang Sel., Jawa Barat hotel ini adalah business hotel bintang 4. Visi dari hotel ini adalah tumbuh cerdas menjadi jaringan hotel nasional. Beberapa fasilitas disediakan dihotel ini diantaranya berupa meeting room, restaurant, ballroom, gym, pool, spa, dan sauna.
Dari hasil observasi, terdapat beberapa kekurangan-kekurangan salah satunya adalah brand identitiy yang kurang diperlihatkan sehingga tidak memberikan ciri khas dari hotel ini. Dari kekurangan yang didapat, maka dibutuhkannya rancangan ulang atau Re-Design. Tujuan perancangan ulang ini adalah memberikan solusi dan memecahkan masalah yang
terdapat dalam segi interior sehingga pengguna dapat merasa nyaman baik karyawan maupun pengunjung hotel.
Perancangan dengan judul “…” dilatarbelakangi oleh visi dan misi hotel yang telah disebutkan dengan cara membangun citra hotel melalui penerapan corporate identity. Perancangan ini menggunakan bangunan/denah asli dari Hotel Grand Zuri Jababeka.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan fenomena dan latar belakang yang didapat, maka masalah yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya penerapan brand/corporate identity pada perancangan interior Hotel Grand Zuri Jababeka.
2. Pada interior Hotel Grand Zuri Jababeka kurang menerapkan identitas hotel, sehingga kurang menariknya rancangan interior hotel yang modern.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dijabarkan, maka rumusan masalah dari perancangan interior untuk Hotel Grand Zuri Jababeka adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana mewujudkan sebuah brand/corporate identity dalam sebuah rancangan desain interior Hotel Grand Zuri Jababeka?
2. Bagaimana mewujudkan sebuah rancangan interior yang menarik dan modern sesuai dengan brand identity Hotel Grand Zuri Jababeka?
1.4 Tujuan dan Sasaran Perancangan 1.4.1 Tujuan Perancangan
Tujuan dari perancangan interior Hotel Grand Zuri Jababeka adalah memunculkan corporate identity sebagai sarana memperkenalkan ciri khas dan citra dari hotel dan juga mempertimbangkan kenyamanan yang
sesuai dengan standarisasi ruang seperti ergonomi manusia, penghawaan, pencahayaan, dan penggunaan material dalam ruang.
1.4.2 Sasaran Perancangan
Sasaran dari perancangan Hotel Grand Zuri Jababeka ini adalah :
1. Agar memaksimalkan kenyamanan dalam sebuah aktivitas pengguna.
2. Memperkenalkan corporate identity dalam sebuah perancangan interior.
1.5 Batasan Perancangan
Pada perancangan ini terdapat batasan perancangan yang perlu diperhatikan, yaitu :
a. Batasan ruang
1. Lobby/Resepsionis 2. Concerge
3. Lounge 4. Pre Function 5. Office
6. Staff Room 7. Service Room 8. Kitchen/pantry 9. Ruang Direktur 10. Ruang Rapat Besar 11. Ruang Rapat Kecil 12. Ballroom
13. Guest Room 14. Lounge 15. Restaurant 16. Pump Room 17. Locker Room 18. GYM
19. SPA & Sauna
20. Storage/R.Penyimpanan 21. Ruang Persiapan
22. Toilet 23. AHU 24. Lift
25. Tangga Karyawan b. Batasan Luasan
Luasan yang dibutuhkan dalam perancangan ini adalah … m² dengan kebutuhan ruang yang dapat mencakup seluruh kegiatan yang ada di hotel tersebut.
c. Batasan Lokasi
Lokasi perancangan berada di jalanJl. Niaga Raya Kavling AA-2, Jl.
Jababeka II, Pasirsari, Cikarang Sel., Jawa Barat. Dengan perbatasan sebagai berikut :
- Perbatasan Utara
Perbatasan sebelah utara adalah KORIM 051/Wijayakarta - Perbatasan Timur
Perbatasan sebelah timur adalah Mall Living Plaza - Perbatasan Selatan
Perbatasan sebelah selatan adalah ruko-ruko yang menyediakan berbagai macam hal.
- Perbatasan Barat
Perbatasan sebelah utara adalah perumahan
1.6 Manfaat Perancangan
1. Manfaat Bagi Konsumen
Memberikan kenyamanan dalam beraktifitas maka diperlukannya perancangan yang sesuai dengan standarisasi ruang dan memperkenalkan corporate identity dalam sebuah perancangan interior.
2. Manfaat Bagi Pegawai
Memberikan kenyamanan dan efisiensi dalam melaksanakan tugas dan melakukan aktivitas dalam ruangan, maka diperlukannya sebuah perancangan interior sehingga pekerjaan berjalan secara maksimal dan pegawaipun merasa nyaman dalam melaksanakan tugasnya.
3. Manfaat Bagi Keilmuan Interior
Mengingatkan kembali untuk memperhatikan sebuah estetika ruang dan efisiensi pada tiap ruang sehingga pengguna pun merasa nyaman melakukan aktivitasnya dan memperkenalkan ciri khas atau corporate identity Hotel Grand Zuri Jababeka.
1.7 Metode Perancangan
Tahapan metode perancangan yang digunakan untuk perancangan di Hotel Grand Zuri Jababeka adalah sebagai berikut :
1.7.1 Tahap Pengumpulan Data
Tahapan pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi lapangan. Disamping itu pengumpulan data sekunder juga dilakukan terkait dengan studi pustaka literatur Hotel.
1.7.1.1 Wawancara
Wawancara ini dilakukan di Hotel Grand Zuri dengan narasumber yaitu Bapak Prana selaku HRD Hotel Grand Zuri. Dari wawancara ini didapatkan informasi tentang bagaimana perusahaan ini bekerja, mulai dari visi dan misi perusahaan, struktur organisasi, fasilitas yang tersedia dan hal-hal yang berkaitan dengan hotel.
1.7.1.2 Observasi
Dalam pengamatan observasi sebuah Hotel Grand Zuri Jababeka obyek yang diperhatikan antara lain tata ruang, konsep, sirkulasi, pencahayaan, penghawaan, furniture, dan kebutuhan ruang. Dari observasi ini terdapat beberapa masalah dari obyek yang di observasi atau amati seperti
pencahayaan yang kurang di beberapa titik, kurangnya penggunaan desain corporate identity, penggunaan furniture yang kurang sesuai, dan penggunaan pola/teksture yang kurang sesuai.
1.7.1.3 Studi Lapangan
Studi Lapangan dimaksudkan untuk mendapatkan data-data yang valid darri sumbernya langsung dengan melalui pengamatan tentang kondisi lingkungan sekitar. Survey lapangan berupa kondisi interior, site, lingkungan sekitar, dan aktivitas pegawai.
1.7.1.4 Dokumentasi
Dokumentasi adalah sebuah cara yang dilakukan untuk menyediaan dokumen-dokumen dengan menggunakan bukti yang akurat dari pencatatan sumber-sumber informasi dan dapat berupa gambar.
Dokumentasi didapatkan oleh penulis dan sumber dari internet. Dalam dokumentasi ini, dapat dilihat dalam beberapa ruangan Hotel Grand Zuri Jababeka, bagaimana suasana, dan permasalahan yang terdapat pada hotel ini.
1.7.1.5 Dokumentasi
Studi literatur merupakan pencarian beberapa referensi teori yang relefan dengan kasus permasalahan atau permasalahan yang ditemukan.
Referensi tersebut berisikan tentang :
Standarisasi perancangan sebuah hotel
Penggunaan pencahayaan yang baik untuk setiap ruangan
Standarisasi ergonomi pada furniture
Estetika pada sebuah ruangan
Referensi ini dapat didapat dari buku, jurnal, artikel laporan penelitian, dan situs dari internet. Tujuannya adalah untuk memperkuat penyelesaian dari sebbuah permasalahan serta sebagai dasar teori dalam melakukan studi serta menjadi sebuah dasar teori untuk melakukan sebuah proses dalam sebuah perancangan.
1.8 Kerangka Berpikir
Gambar 1.1 Kerangka Penelitian Sumber : Dokumen Pribadi, 2021
1.9 Sistematika Pembahasan BAB I : PENDAHULUAN
Berisi uraian-uraian latar belakang pengangkatan perancangan interior Hotel Grand Zuri Jababeka, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan dan sasaran, ruang lingkup dan batasan masalah, manfaat perancangan, metode perancangan, kerangka berfikir, dan sistematika penulisan.
BAB II : KAJIAN LITERATUR DAN DATA PERANCANGAN
Berisi uraian-uraian mengenai kajian literatur mulai dari kantor secara umum serta kajian literatur mengenai hotel, pendekatan, analisa studi kasus bangunan sejenis, dan analisa data proyek.
BAB III : KONSEP PERANCANGAN DESAIN INTERIOR
Berisi uraian-uraian tema perancangan, konsep perancangan, organisasi ruang, layout, bentuk, material, warna, pencahayaan dan penghawaan, keamanan dan akustik beserta pengaplikasiannya pada hotel.
BAB IV : KONSEP PERANCANGAN VISUAL DENAH KHUSUS Berisi uraian-uraian mengenai pemilihan denah khusus, konsep tata ruang, persyaratan teknis ruang dan elemen interior.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Merupakan bagian akhir dari penulisan laporan yang berisi tentang kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
KAJIAN LITERATUR DAN STANDARISASI
2.1 Definisi Proyek
Hotel berasal dari kata hostel (bahasa Prancis Kuno), yang sudah ada sejak akhir abad ke-17. Pada awal didirikannya sebuah hotel dimaksudkan untuk tempat penampungan bagi pendatang.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hotel adalah bangunan berkamar banyak yang disewakan sebagai tempat untuk menginap dan tempat makan orang yang sedang dalam perjalanan.
Gambar 2.1 Hotel Grand Zuri Jababeka Sumber : www.pegipegi.com
Menurut beberapa sumber pengertian dan definisi hotel adalah sebagai berikut :
Menurut Lawson
Menurut pendapat dari Lawson, hotel ialah wahana tempat tempat tinggal umum untuk turis atau pelancong dengan membagikan fasilitas jasa kamar, fasilitator makanan dan minuman serta akomodasi dengan syarat pembayaran.
Menurut Richard Sihite
Menurut pendapat dari Richard Sihite, hotel ialah suatu bentuk akomodasi yang dikelola secara kormesial, disediakan bagi setiap
orang untuk memperoleh pelayanan dan penginapan serta makanan dan minuman.
Menurut Sulastiyono
Menurut pendapat dari Sulastiyono, hotel adalah usaha menguntungkan yang menyiapkan tempat menginap, makanan dan fasilitas umum lainnya.
Menurut Keputusan Menteri Parpostel no Km 94/HK103/MPPT 1987
Menurut Keputusan Menteri Parpostel no Km 94/HK103/MPPT 1987, hotel ialah salah satu jenis akomodasi yang menerapkan sebagian atau semua bagian untuk jasa fasilitas penginapan, fasilitator makanan dan minuman serta jasa lainnya bagi masyarakat umum yang dioperasikan secara komersil.
Hotel Grand Zuri Jababeka berada di kawasan industri, tepatnya di Jl.
Niaga Raya Kavling AA-2, Jl. Jababeka II, Pasirsari, Cikarang Sel., Jawa Barat. Di bagian timur Hotel Grand Zuri terdapat pusat perbelanjaan Mall Living Plaza, pada bagian selatan hotel terdapat ruko-ruko yang menyediakan makanan dan kebutuhan sehari-hari, pada bagian utara hotel terdapat Korem 051/Wijayakarta, dan pada bagian barat bangunan hotel terdapat perumahan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa hotel adalah bangunan berkamar banyak yang disewakan untuk memfasilitasi pendatang agar dapat istirahat, makan, dan minum dengan menyediakan fasilitas yang memadai sesuai kelas hotel tersebut. Terdapat di kawasan industri yang bangunannya disekeliling Pusat Perbelanjaan
2.2 Klasifikasi Proyek
Kriteria klasifikasi hotel di Indonesia secara resmi terdapat pada peraturan Pemerintah, yaitu SK: Kep-22/U/VI/78 oleh Dirjen Pariwisata.
Klasifikasi hotel ditinjau berdasarkan beberapa faktor, yaitu:
1. Hotel berdasarkan harga jual (sewa)
Klasifikasi hotel berdasarkan sistem penjualan harga kamar, di mana harga kamar yang dijual hanya harga kamar saja atau merupakan sistem paket, yaitu:
a) European plan hotel: hotel dengan biaya untuk harga kamar saja.
b) American plan hotel: hotel dengan perencanaan biaya termasuk harga kamar dan harga makan, terbagi dua yaitu:
Full American plan (FAP): harga kamar termasuk tiga kali makan sehari (sarapan, makan siang dan makan malam)
Modified American plan (MAP): harga kamar termasuk dua kali makan sehari, yaitu: Kamar + makan pagi + makan siang Kamar + makan pagi + makan malam
c) Continental plan hotel: hotel dengan perencanaan harga kamar sudah termasuk dengan continental breakfast.
d) Bermuda plan hotel : hotel dengan perencanaan harga kamar yang sudah termasuk dengan American breakfast.
2. Hotel berdasarkan ukuran
Klasifikasi hotel berdasarkan ukuran meliputi:
a) Small hotel: hotel kecil dengan jumlah kamar di bawah 150 kamar
b) Medium hotel: hotel sedang, yang terdiri dari 2 jenis, yaitu :
Average hotel: jumlah kamar antara 150 sampai 299 kamar .
Above hotel: jumlah kamar antara 300 sampai 600 kamar.
c) Large hotel: hotel besar dengan jumlah kamar minimal 600 kamar.
3. Hotel berdasarkan tipe tamu hotel
Klasifikasi hotel berdasarkan asal usul dan latar belakang tamu yang menginap:
a) Family hotel: hotel untuk tamu yang menginap bersama keluarga b) Business hotel: hotel untuk tamu berupa para pengusaha
c) Tourist hotel: hotel untuk tamu yang menginap berupa wisatawan, baik domestic maupun luar negeri.
d) Transit hotel: hotel untuk tamu yang transit (singgah sementara).
e) Cure hotel : Hotel untuk tamu yang menginap dalam proses pengobatan atau penyembuhan penyakit.
4. Hotel berdasarkan lama tamu menginap
Klasifikasi hotel berdasarkan lamanya tamu menginap, yaitu:
a) Transit hotel: hotel dengan lama tinggal tamu ratarata semalam.
b) Semi residential hotel: hotel dengan lama tinggal tamu lebih dari satu hari tetapi tetap dalam jangka waktu pendek berkisar dua minggu hingga satu bulan.
c) Residential hotel: hotel dengan lama tinggal tamu cukup lama, berkisar paling sedikit satu bulan
5. Hotel berdasarkan lokasi
Klasifikasi hotel berdasarkan lokasi, yaitu :
a) City hotel: hotel yang terletak di dalam kota, di mana sebagian besar yang menginap melakukan kegiatan bisnis
b) Urban hotel: hotel yang terletak di dekat kota c) Suburb hotel: hotel yang terletak di pinggiran kota.
d) Resort hotel: hotel yang terletak di daerah wisata, di mana sebagian besar tamu yang menginap tidak melakukan usaha.
Hotel resort berdasarkan lokasinya dibagi atas:
Mountain hotel: hotel yang berada di pegunungan.
Beach hotel: hotel yang berada di pinggir pantai.
Lake hotel: hotel yang berada di tepi danau.
Hill hotel : hotel yang berada di puncak bukit.
Forest hotel: hotel yang berada di kawasan hutan lindung.
Airport hotel: hotel yang terletak di daerah pelabuhan udara.
6. Jumlah kamar dan persyaratannya
Berdasarkan Peraturan Pemerintah tentang Standar Usaha Hotel, Pemerintah Indonesia mengkategorikan usaha hotel menjadi dua yaitu :
Hotel Bintang
Hotel bintang adalah hotel yang telah memenuhi kriteria penilaian penggolongan kelas hotel bintang satu, dua, tiga, empat, dan lima. Berikut ini adalah ciri-cir umumi dari setiap kelas pada hotel :
1. Hotel Bintang Satu
- Jumlah kamar standar minimal 15 kamar (luas min 20m²) - Fasilitas kamar mandi di dalam kamar
2. Hotel Bintang Dua
- Jumlah kamar standar minimal 20 kamar (luas min 22 m²) - Memiliki minimal 1 kamar suite (luas min 44 m²)
- Fasilitas kamar mandi, telepon, dan juga televisi didalam kamar
- Bangunan hotel dilengkapi fasilitas olahraga serta lobby penerima tamu
3. Hotel Bintang Tiga
- Jumlah kamar standar minimal 30 kamar (luas min 24 m²) - Memiliki minimal 2 kamar suite (luas min 48 m²)
- Fasilitas kamar mandi, telepon, televisi, dan AC didalam kamar
- Bangunan hotel dilengkapi fasilitas olahraga, rekreasi, restoran, dan bar serta menyediakan Concierge Staf
4. Hotel Bintang Empat
- Jumlah kamar standar minimal 50 kamar (luas min 24 m²) - Memiliki minimal 3 kamar suite (luas min 48 m²)
- Fasilitas kamar mandi dengan instalasi air panas dan dingin, telepon, televisi, serta AC didalam kamar
- Bangunan hotel dilengkapi lobby dengan luasan minimum 100 m², fasilitas olahraga, rekreasi, restoran, rest area, toilet umum, dan bar serta menyediakan Concierge Staf
5. Hotel Bintang Lima
- Jumlah kamar standar minimal 100 kamar (luas min 26 m²) - Memiliki minimal 4 kamar suite (luas min 52 m²)
- Fasilitas kamar mandi dengan instalasi air panas dan dingin, telefon, serta AC didalam kamar
- Bangunan hotel dilengkapi lobby dengan luas minimum 100 m², fasilitas olahraga, restoran, rest area, toilet umum, dan bar serta menyediakan Concierge Staf dan room service 24 jam
Untuk penilaian setiap kelas juga tergantung pada ketersediaan fasilitas dan pelayanan pada suatu hotel, semakin lengkap maka semakin besar bintang yang diberikan. Menurut Keputusan Direktorat Jenderal Pariwisata No 12/U/II/88 tanggal 25 Februari 1988, hotel butik belum memiliki ketentuan yang mengatur. Pada tabel 2.1 di bawah merupakan klasifikasi hotel beserta ketetapan jumlah minimal kamar dan standar hotel.
NO KLASIFIKA SI HOTEL
JUMLAH KAMAR MINIMAL
SYARAT
1 Bintang 1 15 kamar
standar
Taman
Tempat parkir
Lokasi dan lingkungan
Area Olahraga
Bangunan
Kamar tamu
Ruangan makan
Bar
Lobby
Telpon
Toilet umum Koridor
Ruang disewakan
Dapur
Area administrasi
Front office
Kantor pengelola hotel
Area tata graha
Ruang binatu
Gudang
Ruang karyawan
Operasional manajemen
Food and beverage
Keamanan
Olahraga rekreasi
Pelayanan
2 Bintang 2
20 kamar standar + 1 kamar suite
Sama dengan fasilitas bintang 1
3 Bintang 3
30 kamar standar + 2 kamar suite
Sama dengan fasilitas bintang 1 hanya penambahan :
2 restoran
Parkiran luas
2 kolom renang
fasilitas penunjang
Tennis
Fitness
Spa dan Sauna
4 Bintang 4
50 kamar standar + 3 kamar suite
Sama dengan fasilitas hotel bintang 3
5 Bintang 5
100 kamar standar + 4 kamar suite
Sama dengan fasilitas hotel bintang 3
Tabel 2.1 Klasifikasi Hotel dan Standar Hotel Sumber : Direktorat Jendral Pariwisata
Hotel non Bintang
Hotel Non bintang adalah hotel yang tidak memenuhi kriteria penilaian penggolongan kelas hotel sebagai hotel bintang satu.
Pada golongan hotel berbintang, terdapat juga klasifikasi pembagian kamar. Kamar yang merupakan area privat dan utama bagi tamu dibedakan menjadi beberapa tipe kamar sebagai berikut :
Kamar menurut jumlah tempat tidur dan fasilitas
- Single Room : kamar yang memiliki satu tempat tidur dan satu ruang tamu
- Twin Room : kamar yang memiliki dua tempat tidur untuk dua orang tamu
- Triple Room : kamar yang memiliki double bed untuk dua orang ditambah dengan extra bed
- Junior Suite : sebuah kamar besar yang terdiri dari ruang tidur dan ruang tamu
- Suite Room : kamar yang terdiri dari dua bagian, yaitu kamar tidur untuk dua orang ditambah ruang tamu, ruang makan, dan sebuah dapur kecil
- President Suite Room : kamar yang terdiri dari tiga kamar besar, yaitu kamar tidur, kamar tamu, ruang makan, dan sebuah dapur kecil
Kamar menurut letak dan fasilitas
- Connecting Room : kamar yang terdiri dari dua buah kamar berdekatan, antara kamar yang satu dengan yang lain dan dihubungkan oleh sebuah pintu
- Adjoining Room : dua buah kamar yang berdekatan dan tidak mempunyai pintu penghubung atau side by side
- Inside Room : adalah kamar-kamar yang menghadap ke bagian belakang hotel
- Outside Room : kamar yang menghadap ke jalan raya
- Lanais : kamar dengan teras/balkon yang berlokasi menghadap ke kolam dan kebun
- Cabana : kamar yang berlokasi di kawasan pantai atau kolam renang. Kamar ini dilengkapi dengan tempat tidur maupun tanpa tempat tidur. Lokasi biasanya terpisah dari gedung utama
- House Used Room : kamar yang diperuntukkan bagi staf hotel yang mempunyai otoritas dan digunakan untuk tempat tinggal dalam jangka waktu tertentu karena dinas
2.3 Standarisasi Proyek
Hotel adalah bangunan berkamar banyak yang disewakan untuk memfasilitasi pendatang agar dapat istirahat, makan, dan minum dengan menyediakan fasilitas yang memadai sesuai kelas hotel tersebut. Untuk mendukung aktivitas pengguna dalam sebuah hotel maka dibutuhkan
perancangan hotel yang sesuai dengan ketentuan standarisasi dalam ruang hotel.
Hotel Grand Zuri Jababeka adalah hotel bintang 4 yang terdapat di kawasan industri. Untuk mendapatkan sebuah desain yang dibutuhkan makan diperlukannya standarisasi dari hasil studi banding hotel yang sejenis atau sekelas dan beberapa referensi dari buku seperti Human Dimension, Interior Lighting : Fundamentals, Technology and Application dan lainnya ataupun mendapatkan referensi dari sumber internet.
2.3.1 Standarisasi Fasilitas
Hotel bintang 4 memiliki bangunan yang cukup luas dan besar, dekat dengan tempat wisata, tempat belanja maupun pusat hiburan. Kriteria hotel bintang 4 adalah sebagai berikut :
a. Jumlah kamar tipe standar minimal 50 b. Minimal ada 3 kamar suite
c. Kamar mandi dalam dengan air panas/dingin d. Luas kamar standar minimal 24 m²
e. Luas kamar suite minimal 48 m² f. Tersedia bar
g. Tersedia sarana rekreasi dan olahraga h. Memiliki toilet umum
Peraturan standar fasilitas hotel tertulis dalam Peraturan Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor PM.53/HM.001/MPEK/2013 tentang Standar Usaha Hotel. Berikut ini peraturan Kriteria Mutlak dan Tidak Mutlak Standar Hotel Bintang Empat :
Kriteria Mutlak Standar Usaha Hotel Bintang
NO ASPEK NO UNSUR NO SUB UNSUR
1 PRODUK 1 Babgunan 1 Tersedia suatu bangunan hotel
2 Penanda Arah 2 Tersedia papan nama hotel
3 Parkir 3 Tersedia tempat parkir dan pengaturan lalu lintasnya
4 Lobby 4 Tersedia Lobby dengan sirkulasi udara dan pencahayaan
5 Toilet Umum 5 Tersedia toilet umum
6 Front Office 6 Tersedia Gerai atau meja kursi 7 Fasilitas Makan
dan Minum
7 Tersedia ruang makan dan minum dengan sirkulasi udara dan pencahayaan
8 Kamar Tidur Tamu 8 Tersedia kamar tidur dengan perlengkapannya, termasuk kamar mandi
9 Tersedia denah lokasi kamar dan petunjuk penyelamatan diri
9 Dapur/Pantry 10 Tersedia dapur dengan
perlengkapan dan tata letak sesuai dengan kebutuhan
10 Kantor 11 Tersedia ruang pimpinan hotel 12 Tersedia ruang karyawan 11 Utilitas 13 Tersedia instalasi air bersih 12 Pengolahan limbah 14 Tempat penampungan sampah
sementara
15 Instalasi pengelola air limbah (IPAL)
2 PELAYANA
N
13 Kantor Depan 16 Tersedia pelayanan pemesanan kamar, pendaftaran, penerimaan dan pembayaran
14 Tata Graha 17 Pelayanan pembersihan fasilitas tamu, fasilitas publik dan fasilitas karyawan
15 Area Makan dan Minum
18 Tersedia pelayanan penyajian makanan dan minuman
16 Keamanan 19 Tersedia pelayanan keamanan 17 Kesehatan 20 Tersedia pelayanan kesehatan
3 PENGELOL
AAN
18 Organisasi 21 Hotel memiliki struktur organisasi 22 Hotel memiliki peraturan
perusahaan/PKB
19 Manajemen 23 Hotel memiliki program
pemeriksaan kesehatan karyawan 24 Pemeliharaan sanitasi, hygiene dan
lingkungan 20 Sumber Daya
Manusia
25 Hotel melaksanakan sertifikasi kompetensi karyawan
Jumlah Subunsur Aspek Produk 15
Jumlah Subunsur Aspek Pelayanan 5
Jumlah Subunsur Aspek Pengelolaan 5
JUMLAH TOTAL SUBUNSUR 25
Tabel 2.2 Kriteria Mutlak Hotel Bintang
Sumber : Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia No.
PM.53/HM.001/MPEK/2013
Kriteria Tidak Mutlak Standar Usaha Hotel Bintang Empat
NO ASPEK NO UNSUR NO SUBUNSUR
1 PRODUK 1 Bangunan 1 Suatu bangunan yang diperuntukkan
sebagai usaha hotel yang baik dan terawat
2 Penanda Arah 2 Tersedia papan nama hotel (sign board) yang jelas dan mudah terlihat.
3 Tersedia tanda arah yang
menunjukkan fasilitas hotel (hotel directional sign) yang jelas dan mudah terlihat.
4 Tersedia tanda arah menuju jalan keluar yang aman (evacuation sign), jelas dan mudah terlihat
3 Taman atau Landscape
5 Taman di dalam atau di luar bangunan hotel.
6 Tanaman di dalam bangunan hotel.
4 Parkir 7 Tersedia tempat parkir dan pengaturan lalu lintasnya
8 Area menurunkan tamu (drop off) 5 Lobby 9 Tersedia Lobby dengan sirkulasi
udara dan pencahayaan yang baik 10 Aksesbilitas (ramp) bagi penyandang
cacat
11 Tersedia penjelasan fasilitas hotel (Hotel Directory)
12 Tersedia louge
6 Front Office 13 Tersedia Gerai (counter) atau meja kursi
14 Tersedia Sertifikat dan/atau Plakat (Decal) tanda bintang sesuai Golongan Kelas hotel
15 Gerai Pelayanan tamu (Concierge Counter)
16 Tersedia ruang Penitipan Barang Berharga
17 Tersedia Ruang Penitipan Barang Tamu
18 Tersedia Meja duty manager
7 Business Center 19 Tersedia ruang untuk pelayanan bisnis 8 Area Belanja
(Shopping Arcade)
20 Tersedia pilihan Drug
store/bank/gerai penukaran uang (money changer)/travel
agent/airlines/souvenir shop atau lainnya
9 Lift 21 Lift untuk tamu (untuk bangunan di atas 5 lantai dari lantai dasar) 22 Lift untuk Karyawan/Barang (untuk
bangunan di atas 5 lantai dari lantai dasar)
10 Toilet Umum (Public Rest
Room)
23 Toilet Pria dan Wanita Terpisah dengan tanda yang jelas
24 Urinoir beserta washletnya (khusus untuk toilet pria
25 Tersedia closet duduk dengan hand shower/ washlet dan toilet paper 26 Tersedia tempat cuci tangan,sabun
dan cermin
27 Tersedia Tempat Sampah 28 Ruang Rias (vanity area) : khusus
toilet wanita
29 Toilet bagi tamu dengan keterbatasan
fisik
30 Alat pengering tangan 11 Koridor 31 Tersedia koridor
32 Tersedia pintu darurat, tangga darurat (bangunan bertingkat) dan lampu darurat
33 Tersedia pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik
34 Tersedia Alat Pemadam Kebakaran 12 Fasilitas makan
dan minum (Food and Beverage
Outlets)
35 Tersedia ruang makan dan minum dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik
36 Tersedia meja dan kursi makan serta peralatannya
37 Tersedia Menu
13 Room Service 38 Letaknya berdekatan dengan dapur dan akses ke kamar
39 Tersedia menu room service 40 Tersedia peralatan dan
perlengkapannya 14 Kamar Tidur
Tamu
41 Tersedia kamar tidur termasuk kamar mandi
42 Tersedia kamar Suite
43 Pintu dilengkapi dengan kunci pengaman
44 Kamar dilengkapi dengan sistem penghemat energi
45 45 Jendela dilengkapi dengan alat pengaman
46 Kamar dilengkapi dengan alat pendeteksi asap (smoke detector) dan sprinkler
47 Tersedia pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik
48 Tesedia petunjuk/arah kiblat yang dipasang di langit-langit (ceiling) 49 Tersedia tempat tidur beserta
perlengkapannya
50 Tersedia meja dan kursi kerja 51 Tersedia meja dan kursi duduk 52 Tersedia tempat sampah
53 Tersedia denah lokasi kamar dan petunjuk penyelamatan diri
54 Petunjuk fasilitas dan pelayanan hotel (compendium)
55 Memenuhi ketentuan tingkat kebisingan
56 Kamar tidur untuk tamu dengan keterbatasan fisik
57 Tanda dilarang mengganggu (don't disturb) dan permintaan pembersihan kamar (make up room) dibuat secara terpisah atau menggunakan elektronik 58 Rak Koper (luggage rack)
60 Individual Safe Deposit Box
61 Tersedia Night Table/Bed Side Table 62 Tersedia lampu baca
63 Cermin panjang (Full Length Mirror) 64 Tersedia Saluran komunikasi internal
dan eksternal
65 Tersedia Jaringan internet 66 Tersedia TV
67 Tersedia Mini bar dan pembuka botol 68 Coffee - Tea Maker set
69 Tersedia peralatan tulis untuk tamu (guest stationary)
15 Kamar Mandi Tamu
70 Kamar mandi tamu dengan lantai yang tidak licin
71 Tersedia kamar mandi dengan kelengkapannya minimal wastafel, closet, shower
72 Tersedia sirkulasi udara dan pencahayaan
73 Tersedia Saluran pembuangan air 74 Tersedia air panas dan air dingin 75 Tersedia tempat sampah
76 Tersedia perlengkapan mandi tamu (toiletteries)
77 Tersedia handuk mandi 78 Pengering rambut (hair Dryer) 79 Telepon paralel dengan kamar tidur 80 Gelas sikat gigi
81 Kamar mandi untuk tamu dengan keterbatasan fisik (minimum 200 kamar)
16 Sarana Olah Raga, Rekreasi dan Kebugaran
82 Tersedia sarana olahraga, rekreasi dan kebugaran
17 Ruang Rapat 83 Ruang rapat dilengkapi perlengkapan dan peralatan termasuk audio visual
18 Ruang
Perjamuan/functi on room (tidak
berlaku bagi Hotel Resort)
84 Tersedia function room dengan akses tersendiri untuk tamu
85 Toilet umum yang terpisah untuk pria dan wanita
86 Jalur evakuasi
19 Dapur 87 Tersedia dapur yang luasnya sesuai dengan kebutuhan
88 Lantai, dinding dan ceiling kuat, aman dan mudah pemeliharaannya
89 Drainase dilengkapi dengan perangkap lemak (grease trap) 90 Tersedia Kitchen hood yang
dilengkapi dengan penyaring lemak (grease filter)
91 Tersedia sistem sirkulasi udara dan sistem pencahayaan
92 Tersedia peralatan dan perlengkapan dapur
93 Tersedia perlengkapan P3K
94 Tersedia tempat sampah tertutup yang terpisah untuk sampah basah dan kering
95 Tersedia alat pemadam kebakaran 96 Tempat penyimpanan bahan makanan
harian/daily store
97 Tata letak perlengkapan dapur sesuai alur kerja
20 Area Penerimaan Barang
98 Tersedia Area Penerimaan Barang 99 Alat timbangan yang telah ditera
21 Daerah
Penyimpanan (Storage)
100 Tersedia Gudang Umum 101 Tempat penyimpanan Bahan
Makanan dan minuman 102 Area untuk Peralatan dan
Perlengkapan 103 Gudang Engineering
104 Area penyimpanan barang bekas 105 Tempat penyimpanan bahan baker 22 Area Tata Graha 106 Ruang Penyimpanan dan
pendistribusian guest suplies dan amenities
107 Ruang linen dan seragam (uniform) 108 Room boy station
109 Janitor 23 Ruang Periksa
Kesehatan
110 Tersedia ruang periksa dengan peralatan medis obat-obatan dan perlengkapan yang dibutuhkan 24 Ruang Karyawan 111 Tersedia kamar mandi laki-laki dan
wanita terpisah
112 Tersedia ruang ganti karyawan dilengkapi dengan locker laki-laki dan wanita terpisah
113 Tersedia ruang makan karyawan 114 Tersedia tempat Ibadah
115 Tersedia tempat sampah 116 Kaca rias dan wastafel 117 Ruang Pelatihan
25 Kantor 118 Tersedia Ruang Pengelola Hotel 26 Keamanan 119 Ruang Security dan instalasi CCTV 27 Utilitas 120 Tersedia Instalasi Air
121 Tersedia genset
122 Tersedia instalasi jaringan komunikasi
123 Instalasi air panas 28 Pengelolaan
limbah
124 Tempat penampungan sampah 125 Instalasi pengolahan air limbah
(IPAL) 29 Perawatan dan
perbaikan peralatan (workshop)
126 Tersedia tempat untuk pemeliharaan dan perbaikan yang dilengkapi peralatan
2 PELAYANA
N
30 Kantor Depan 127 Tersedia pelayanan regristrasi dan pembayaran
128 Pemberian Informasi, pesan, pengurusan barang tamu
129 Pelayanan saat tamu naik dan turun dari kendaraan
130 Membangunkan tamu (wake up call) 131 Jasa Penyewaan mobil
132 Jasa pemanggilan taksi 133 Jasa Panggilan (Car Call) 134 Pelayanan Duty Manager 135 Pelayanan guest Relation
136 Pelayanan khusus untuk tamu dengan keterbatasan fisik
31 Tata Graha 137 Pelayanan pembersihan fasilitas tamu, fasilitas publik dan fasilitas karyawan 138 Penyiapan tempat tidur (turn down
bed)
139 Pelayanan tamu penting (VIP treatment)
32 Binatu 140 Tersedia pelayanan cuci dan strika baju tamu
33 Restoran 141 Tersedia Pelayanan penyajian makanan dan minuman 142 Tersedia pelayanan penerimaan
pembayaran
143 Tersedia pelayanan penyajian makanan Indonesia
144 Tersedia pelayanan penyajian makanan internasional
145 Pelayanan untuk tamu dgn keterbatasan fisik, anak-anak dan lanjut usia
34 Room Service 146 Menerima pesanan makanan dan minuman kamar
147 Penghidangan makanan minuman ke kamar
148 Penerima pembayaran
35 Ruang Rapat 149 Pelayanan penyelenggaraan rapat 36 Ruang Perjamuan 150 Pelayanan penyelenggaraan
perjamuan 37 Pelayanan Bisnis
(business center)
151 Pelayanan bisnis
38 Olahraga
Rekreasi dan kebugaran
152 Pelayanan sarana olahraga, rekreasi, dan kebugaran
39 Keamanan 153 Tersedia Pelayanan Keamanan 40 Kesehatan 154 Tersedia pelayanan kesehatan tamu 41 Jam Operasional 155 Tersedia waktu pemberian pelayanan
sesuai kebutuhan operasional
3 PENGELOLA
AN
42 Organisasi 156 Hotel memiliki struktur oganisasi 157 Hotel memiliki uraian tugas setiap
jabatan
158 Hotel memiliki SOP atau petunjuk pelaksanaan kerja (manual) 159 Hotel memiliki Peraturan
Karyawan/PKB (Perjanjian Kerja Bersama) sesuai peraturan perundang-undangan
160 Memiliki Kebijakan Organisasi 43 Manajemen 161 Hotel memiliki program pemeriksaan
kesehatan karyawan
162 Memiliki Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan jumlah karyawan minimal 100 orang 163 Memiliki Sistem Penanggulangan
kebakaran
164 Memiliki Manajemen Tanggap
darurat
165 Memiliki manajemen penjaminan mutu
166 Pemeliharaan sanitasi, hygiene dan lingkungan
167 Memiliki Sistem Informasi Manajemen Hotel
168 Memiliki rencana usaha
169 Memiliki Program Pengembangan Produk
44 Kemitraan dan penggunaan
170 Memiliki Program kemitraan dgn usaha mikro, kecil dan menengah 171 Memiliki Program Tanggung jawab
Sosial Perusahaan (CSR) Program
Pemeliharaan dan Perbaikan
Peralatan
172 Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan gedung, perlengkapan dan peralatan
Sumber Daya Manusia
173 Hotel melaksanakan sertifikasi kompetensi bagi karyawan
174 Karyawan mampu berbahasa Asing minimal bahasa Inggris
175 Melaksanakan Program Pengembangan SDM
176 Melaksanakan penilaian kinerja SDM
Jumlah Subunsur Aspek Produk 126
Jumlah Subunsur Aspek Pelayanan 29 Jumlah Subunsur Aspek Pengelolaan 21
TOTAL JUMLAH SUBUNSUR 176
Tabel 2.3 Kriteria Tidak Mutlak Standar Usaha Hotel Bintang Empat
Sumber : Lampiran 1. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia NOMOR PM.53/HM.001/MPEK/2013 tentang Standar Usaha Hotel
2.3.2 Standarisasi Ruang
Untuk mendapatkan kenyamanan yang maksimal setiap ruang memiliki standarisasi yang berbeda-beda, mulai dari ergonomi ruang, pencahayaan
yang dibutuhkan tiap ruang, dan lainnya. Sehingga tamu maupun karyawan merasa nyaman dalam melakukan aktivitasnya. Berikut ini standarisasi ruang, yaitu :
a. Studi Ergonomi
Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. Dengan tujuan memberikan penyesuaiaan pekerjaan atau aktivitas dengan kondisi tubuh manusia.
Dalam ergonomi terdapat hubungan antara dimensi manusia dengan ruangan atau objek fungsional yang disebut dengan antropometri.
Dalam kajian antropometri, setiap ruangan memiliki standarisasi ukuran antropometri yang berbeda-beda, antaranya :
Lobby dan Resepsionis
Gambar 2.2 Antropometri Penempatan Corporate Logo pada Lobby Sumber : Human Dimension and Interior Space, 1979
Corporate logo pada umumnya ditempatkan pada lobby atau resepsionis, tepatnya pada backdrop meja resepsionis. Karena corporate logo adalah salah suatu identitas bagi hotel, maka penempatannya harus sesuai dengan ukuran ruangnya dan jarak pandang dari lokasi logo ke tempat duduk terdekat juga harus dipertimbangkan.
Untuk keamanan dan privasi, umumnya area kerja resepsionis dibuat dengan meja yang khusus dan terpisah. Standar ukuran
meja resepsionis dengan tinggi 91,4 - 99 cm. Menyesaikan dengan ketinggian meja, ketinggian fasilitas duduk pegawai receprionis adalah 61 - 68,6 cm. Hal ini bermaksud agar posisi duduk dan berdiri pegawai resepsionis tidak terlalu jauh berbeda dan nyaman dalam melayani tamu.
Untuk lebar meja resepsionis adalah 55,9 - 76 cm. Umumnya meja resepsionis memanjang dan tidak terlalu lebar dikarenakan pekerjaan pegawai resepsionis umumnya hanya berkaitan dengan dokumen administrasi tamu dan sebagai pusat informasi sehingga tidak membutuhkan area kerja yang lebar.
Gambar 2.3 Antropometri Meja Resepsionis Sumber : Human Dimension and Interior Space, 1979
Restaurant
Pada area duduk restaurant, terdapat banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Selain ketinggian tempat duduk dan ukuran meja, perlu ditimbangkan juga untuk sirkulasi dari pengunjung dan pegawai dan tamu yang berlalu lalang.
Gambar 2.4 Antropometri Area Duduk Restaurant
Sumber : Human Dimension and Interior Space, 1979
Ketinggian fasilitas duduk pada resturant adalah 40,6 - 43 cm.
Hal ini dimaksudkan agar posisi duduk pengunjung saat makan tetap tegak dan memberikan kenyamanan dalam melakukan aktivitas makan dan minum. Untuk ketinggian meja makan adalah 73,7 - 76,2 cm dengan lebar meja yang dianjurkan 101,6 cm. Jika ukurann kurang atau melebihi ukuran tersebut dapat membuat pengunjung kurang nyaman dalam melakukan aktivitas makan dan minum.
Gambar 2.5 Antropometri Area Sirkulasi pada Restaurant Sumber : Human Dimension and Interior Space, 1979
Akses sirkulasi pada restaurant juga perlu diperhatikan. Jika sirkulasi terlalu sempit akan sulit untuk pegawai dan pengunjung berlalu lalang untuk menuju suatu titik. Jarak yang dianjurkan untuk sirkulasi adalah 91,4 cm.
Kamar Tidur
Pada area tidur, selain ukuran tempat tidur dan ketinggiannya, perlu dipertimbangkan juga sirkulasi pada area kamar.
Gambar 2.6 Antropometri Ukuran Tempat Tidur Sumber : Human Dimension and Interior Space, 1979
Lebar tempat tidur double yang disarankan adalah 121,9 cm.
Namun pada kamar hotel mengutamakan kenyamanan, ukuran lebar yang digunakan biasanya 160 - 180 cm. Untuk panjang tempat tidur adalah 200 - 213,4 cm.
Gambar 2.7 Antropometri Jarak Pandang Jendela pada Kamar Sumber : Human Dimension and Interior Space, 1979
Hubungan antara jarak pandang dengan ukuran jendela sangat penting jika pemandangan di luar ruangan merupakan pertimbangan dalam desain. Jarak dari jendela ke tempat tidur adalah 152,4 cm. Agar saat tamu tidur tidak langsung mengenai sinar matahari dari jendela.
Gambar 2.8 Antropometri Ukuran Storage pada Kamar Sumber : Human Dimension and Interior Space, 1979
Lebar storage pada kamar yang disarankan adalah 30,5 - 45,7 cm.
Ketinggian rak gantung baju adalah maksimal 177,8 cm. Dan
untuk ketinggian rak barang paling atas adalah maksimal 182,9 cm.
Dalam setiap kamar harus disediakan kamar mandi. Didalam kamar mandi minimal tersedia shower, washtafel dan WC.
Gambar 2.9 Antropometri Area Washtafel Sumber : Human Dimension and Interior Space, 1979
Untuk lebar washtafel adalah 48,3 - 61 cm sedangkan ketinggian dari lantai adalah 81,3 - 91,4 cm. Dengan area bersih pada wahstafel adalah 45,7 cm.
Gambar 2.10 Antropometri WC
Sumber : Human Dimension and Interior Space, 1979
Untuk ukuran tinggi maupun lebar WC (Water Closet) bervariasi, namun untuk ukuran bersih area WC adalah minimal 61 cm.
Gambar 2.11 Antropometri Area Shower Sumber : Human Dimension and Interior Space, 1979
Agar memberikan kenyamanan dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan dalam kamar mandi, maka diperlukannya ukuran minimal area shower. Untuk ukuran area shower lebar lebar minimalnya adalah 91,4 cm dengan luas minimal 137,2 cm.
Untuk ketinggian shower head dari lantai minimal 182,9 cm dan ketinggian keran dari lantai adalah 101,6 - 127 cm.
b. Pencahayaan
Pencahayaan adalah aspek penting dalam sebuah arsitektur maupun interior. Tanpa pencahayaan akan sulit untuk pengguna melakukan aktivitasnya. Dalam pencahayaan dibagi menjadi 2 macam yaitu pencahayaan alami dan pencahyaan buatan.
Pencahayaan Alami
Pencahayaan alami adalah pemanfaatan cahaya yang berasal dari matahari melalui bukaan pada interior, seperti jendela dan pintu.
Karena berasal dari alam, cahaya alami bersifat tidak menentu, tergantung pada iklim, musim dan cuaca. Cahaya matahari yang digunakan untuk penerangan interior disebut dengan daylight.
(Dora, P dan Nilasari, P, 2011)
Daylight memiliki fungsi yang sangat penting dalam karya arsitektur dan interior. Distribusi cahaya alami yang baik dalam
ruang berkaitan langsung dengan konfigurasi arsitektural bangunan, kedalaman, dan volume ruang. Oleh sebab itu daylight harus disebarkan merata dalam ruangan.
Kelebihan dari daylight adalah : - Terbarukan (tidak bisa habis) - Memiliki spektrum cahaya lengkap
- Memiliki daya panas dan kimiawi yang diperlukan bagi makhluk hidup
Kekurangan dari daylight adalah : - Tidak tersedia pada malam hari
- Membawa panas masuk kedalam ruangan - Intensitas tidak dapat diatur
Oleh sebab itu selain pencahayaan alami, pencahayaan buatan juga diperlukan dalam ruangan agar saat malam tiba atau cahaya alami meredup karena cuaca akan memerlukan cahaya buatan untuk menerangi ruangan.
Pencahayaan Buatan
Menurut Soegijanto (1998), pencahayaan buatan adalaj pencahayaan tambahan yang diperlukan untuk menambah tingkat pencahayaan dari pencahayaan alami. Pencahayaan buatan ialah pencahayaan yang berasal dari buatan manusia yang disebut dengan lampu. Pencahayaan buatan secara umum dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
- General Lighting adalah tipe penerangan yang berasal dari sumber cahaya buatan yang cukup besar dan sinarnya mampu menerangi keseluruhan ruangan.
Gambar 2.12 Contoh General Lighting Sumber : www.interlectric.com
- Accent Lighting adalah pencahayaan yang menampilkan unsur estetika dan biasanya untuk menerangi suatu objek.
Gambar 2.13 Contoh Accent Lighting Sumber : www.pinhome.id
- Task Lighting adalah pencahayaan yang dibutuhkan untuk mempermudah atau memperjelas pengelihatan dalam suatu pekerjaan spesifik yang dilakukan dalam suatu ruangan
Gambar 2.14 Contoh Task Lighting Sumber : Dokumen Pribadi
- Decorative Lighting adalah lampu dekoratif yang memiliki bentuk tertentu yang menarik dan sengaja dipilih hanya untuk menghiasi ruangan.
Gambar 2.15 Contoh Decorative Lighting Sumber : www.amusementlogic.com
Dalam pencahayaan buatan, terdapat teknik penerangan. Secara umum teknik penerangan dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
- Penerangan langsung (Direct Lighting)
- Penerangan tidak langsung (Indirect Lighting) - Penerangan ke bawah (Downlight)
- Penerangan ke atas (Uplight)
Dalam perancangan interior, setiap ruang memiliki standarisasi pencahayaan yang berbeda-beda. Sehingga pada setiap ruangan membutuhkan intensitas cahaya yang berbeda-beda. Berikut ini adalah Standar Nasional Indonesia tentang pencahayaan ideal hotel :
Tabel 2.3 SNI Tingkat Pencahyaan Hotel Sumber : (SNI) 03-6297-2000
c. Sirkulasi Udara
Hotel Grand Zuri Jababeka berada di area dataran rendah dan berada di kawasan industri. Dengan tempat seperti itu menyebabkan lingkungan sekitar Hotel Grand Zuri Jababeka kurang baik untuk kesehatan dan suhu udara sangat panas bagi manusia karena terdapat polusi udara yang berasal dari industri dan kendaraan bermotor.
Untuk mengatasinya penggunaan AC (Air Conditioning) sangat diperlukan. Kegunaan AC ini untuk mengalirkan udara sejuk pada ruangan dan mengurangi kelembapan dalam ruangan, sehingga ruangan mencapai kenyamanan bagi pengguna.
AC yang digunakan untuk bangunan besar adalah AC central, kelebihan dari AC central adalah :
- Dari segi perawatan dan service AC central lebih mudah - Dapat mendistribusikan udara ke seluruh ruangan
- Kebisingan dan juga getaran mesin utama yang ditimbulkan oleh sistem AC central ini tidak akan mempengaruhi ruangan lain
Namun, terdapat beberapa kekurangan dari AC central ini, yaitu : - Harga pembelian dan pemasangan AC central cukup mahal - Pengaturan suhu hanya dapat diatur di mesin AHU
- Membutuhkan ruangan untuk menyimpan mesin AHU
2.4 Pendekatan Desain
Setiap perusahaan memiliki identitas atau ciri khas yang berbeda-beda.
Suatu identitas atau ciri khas suatu perusahaan disebut dengan Corporate Identity. Corporate Identity atau identitas perusahaan berfungsi sebagai alat yang menyatukan strategi perusahaan yang ditampilkan melalui karakteristik dari perusahaan dan pendiri jaringan (network) perusahaan.
Identitas perusahaan digunakan sebagai upaya untuk memperkenalkan diri kepada publik dan juga memperluas jaringan dengan cara memberikan informasi kepada stakeholder eksternal seperti investor dan
pemerintah. Salah satu usaha suatu perusahaan memperkenalkan dirinya kepada publik adalah dengan cara komunikasi.
Komunikasi tidak selalu dengan cara kata-kata dalam pengucapan, tetapi juga menggunakan perilaku yang disebut dengan komunikasi nonverbal.
Di dalam komunikasi nonverbal dapat berupa bahasa tubuh, komunikasi ruang, sentuhan, parabahasa, penampilan fisik, warna, dan artefak (Mulyana, 2005:317-382). Maka dari itu dalam sebuah perancangan interior dapat menampilkan suatu identitas perusahaan yang dapat dikenal oleh publik. Corporate indentity merupakan komponen yang penting dalam menampilkan identitas suatu perusahaan kepada publiknya.
Identitas yang dirancang harus menampilkan kesan baik kepada publiknya. Kesan baik dari publiknya sangat berpengaruh terhadap loyalitas dari publiknya.
Gambar 2.16 Logo Hotel Grand Zuri Sumber : www.zhmhotels.com
Salah satu identitas perusahaan Grand Zuri adalah logo. Logo Grand Zuri terdiri dari tulisan nama perusahaan dengan penggunaan scrpit font.
Karakteristik dari script font seperti tulisan tangan bersambung yang menciptakan kesan elegant. Dengan penggunaan warna hitam dan aksen merah pada logo.
Pada seragam yang dikenakan pada karyawan pun memunculkan suatu identitas perusahaan. Seragam yang dikenakan oleh karyawan Hotel Grand Zuri adalah kemeja dengan aksen batik dan jas lengkap dengan dasi dan kemeja putih, dengan mengenakan seragam tersebut dapat diketahui bahwa identitas perusahaan Hotel Grand Zuri memberikan kesan elegant dengan aksen tradisional.
Gambar 2.17 Seragam Karyawan Hotel Grand Zuri Sumber : Dokumen Pribadi
BAB III
ANALISIS STUDI BANDING, DISKRIPSI PROYEK DAN ANALISIS DATA
3.1 Analisis Studi Banding
3.1.1 Hotel Aston Imperial Bekasi
Hotel Aston Imperial Bekasi merupakan hotel bintang 4 dengan fungsi sekunder yaitu pusat pertemuan. Terdapat 169 kamar standar dan suite, 5 meeting room, dan 1 ballroom. Hotel ini juga memberikan fasilitas berupa sky lounge, gym, spa, kolam renang, dan bar.
Gambar 3.1 Hotel Aston Imperial, Bekasi Sumber : www.hotelpedia.id
Hotel ini berada di kawasan perbelanjaan yaitu Mall, tepatnya berada di jalan KH Noer Ali No.177, Bekasi Barat. Dengan akses langsung ke Bekasi Cyber Park dan di sekitarnya juga terdapat beberapa Mall seperti Mall Metropolitan dan Mall Grand Metropolitan. Hotel ini pun sangat mudah untuk diakses karena sangat dekat dengan pintu gerbang tol Bekasi Barat dan berada di pusat kota. Dengan lokasi yang strategis, sangat menguntungkan bagi pihak hotel.
Nama Wisata Jarak
Mall Bekasi Cyber Park 0.05 km
Mall Metropolitan 0.3 km Mall Grand Metropolitan 1 km
Mall Summarecon 3 km
Stadion Patriot Candrabagha 1 km
Tabel 3.1 Destinasi Wisata Terdekat Hotel Aston Imperial Bekasi Sumber : Analisa Pribadi
Gambar 3.2 Logo Hotel Aston Imperial, Bekasi Sumber : www.astonhotelsinternational.com
Dengan bentuk logo yang menggunakan tulisan yang tegas dan menggunakan warna gelap, mencerminkan modern dan berkelas namun minimalis. Maka, interior pada hotel ini pun mengikuti dari Brand Identity itu sendiri. Dengan menggunakan penggayaan modern dengan sentuhan minimalis. Pada bagian warna emnggunakan dominasi warna putih dan coklat muda (krem) dengan aksen berwarna gelap pada bagian furniture.
Klasifikasi Hotel : Bintang 4
Organisasi Ruang : Grid
Aktivitas Tamu : Check-in, makan dan minum, olahraga, berenang, tidur, istirahat, refreshing, spa, rapat, dan liburan.
Aktivitas Karyawan : melayani tamu, menyiapkan makanan dan minuman, membawa barang bawaan tamu, membersihkan ruangan, menjaga fasilitas dan tamu
Bentuk Ruang : Geometris
Penggunaan Warna : Dominasi Putih dan Coklat Muda dengan aksen warna hitam dengan penambahan material kayu (coklat)
Fasilitas : kamar, kolam renang, restaurant, bar, spa, gym, ruang serbaguna (ballroom), akses langsung ke Mall Bekasi Cyber Park, Wifi, Laundry, CCTV
3.1.2 Hotel Sensa
Hotel Sensa berada di dalam kawasan Mall Chiampelas Walk sehingga terdapat akses langsung ke dalam Mall Chiampelas Walk. Lokasi yang berada didalam kawasan Mall menjadi keuntungan bagi kedua belah pihak yang dapat meningkatkan daya tarik bagi wisatawan.
Gambar 3.3 Hotel Sensa, Bandung Sumber : www.airport.id
Hotel Sensa berada di jalan Chiampelas No.160, Cipaganti, Kec Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat. Di sekitaran Hotel Sensa terdapat banyak tempat perbelanjaan dari yang menjual makanan, pakaian, hingga oleh-oleh khas Bandung.
Nama Wisata Jarak
Chiampelas Walk 0.16 km
Paris Van Java 1.1 km
Braga Street 2.4 km
Trans Studio Bandung 4.8 km Farm House Lembang 6.85 km Tabel 3.2 Destinasi Wisata Terdekat Hotel Seensa
Sumber : Analisa Pribadi
Gambar 3.4 Logo Hotel Sensa, Bandung Sumber : www.airport.id
Brand Identity dari Hotel Sensa pun mencerminkan dari konsep pada bangunan dan interior hotel. Dengan bentuk bangunan yang organis yang merupakan transformasi bentuk dari kupu-kupu yang mengikuti pada bagian logo Hotel Sensa, sehingga pada bagian interior juga mengikuti bentuk-bentuk yang organis.
Dengan penggunaan bentuk yang organis memberikan nuansa yang baru dan berbeda dengan hotel lainnya.
Pada bagian interior warna yang mendominasi adalah warna putih dengan sentuhan material kayu dan kaca pada bagian pinggir bangunan sehingga memberikan kesan santai dengan penggayaan futuristic modern. Namun, pada bagian furniture diberikan warna pastel sehingga tidak monoton. Kesan megah terlihat dari bagian lobi hotel yang luas dan menggunakan 2 lantai.
Hotel ini terdapat 3 tipe kamar yaitu standar dan kamar suite dengan dilengkapi beberapa fasilitas seperti kolam renang, restoran, bar, spa, gym, dan ruang serbaguna.
Klasifikasi Hotel : Bintang 4
Organisasi Ruang : Cluster
Aktivitas Tamu : Check-in, makan dan minum, olahraga, berenang, tidur, istirahat, refreshing, spa, rapat, dan liburan.
Aktivitas Karyawan : melayani tamu, menyiapkan makanan dan minuman, membawa barang bawaan tamu, membersihkan ruangan, menjaga fasilitas dan tamu
Bentuk Ruang : organis
Penggunaan Warna : Dominasi Putih dengan aksen warna pastel hijau, oren, kuning dengan penambahan material kayu (coklat)
Fasilitas : kamar, kolam renang, restaurant, bar, spa, gym, ruang serbaguna (ballroom), akses langsung ke Mall Ciamphelas Walk, Wifi, Laundry, CCTV
3.1.3 Hotel Citadines Jakarta
Hotel Citadines Jakarta merupakan Hotel sekaligus Apartemen.
Berada di Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav.20, RT.1/RW.5, Karet Kuningan, Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tepatnya berada di Bangunan The H Tower.
Gambar 3.5 Hotel Citadines, Jakarta Sumber : www.kfmap.asia
Hotel Cistadines ini berada di tengah pusat perkotaan yang menjadikan tempat yang strategis untuk tempat beristirahat dan tempat untuk mengadakan pertemuan seperti rapat dsb. Hotel ini bersebelahan dengan pusat perbelanjaan yaitu Plaza Festival Mall Kuningan dan bersebelahan dengan jalan utama yang menjadikan keuntungan bagi Hotel Citadines.
Nama Wisata Jarak
Plaza Festival Mall Kuningan 0.2 km
Kuningan City 0.6 km
Braga Street 0.77 km
Kidzania 2.5 km
Jakrta Aquarium & Safari 6.5 km
Tabel 3.3 Destinasi Wisata Terdekat Hotel Citadines Sumber : Analisa Pribadi
Gambar 3.6 Logo Hotel Citadines, Jakarta Sumber : www.chengdu-expat.com
Brand Identity dari hotel ini menggunakan logo dengan tipe typeface yang menggunakan tulisan berupa font serif yang melambangkan kehormatan dan formal dengan warna yang digunakan adalah biru tua dan aksen garis melengkung yang berwarna oren dan coklat. Dengan warna biru yang melambangkan profesional dan kepercayaan sedangkan warna coklat dan oren melambangkan kehangatan dan kenyamanan. Hal
ini telah diaplikasikan kedalam interior Hotel Citadines yang berkesan profesional namun hangat dan nyaman.
Hotel ini menyediakan kamar standart dan suite, dengan beberapa fasilitas seperti Hot Tub, Gym, Swimmingpool, Restoran, dan sauna.
Klasifikasi Hotel : Bintang 4
Organisasi Ruang : Grid
Aktivitas Tamu : Check-in, makan dan minum, olahraga, berenang, tidur, istirahat, refreshing, spa, rapat, dan liburan.
Aktivitas Karyawan : melayani tamu, menyiapkan makanan dan minuman, membawa barang bawaan tamu, membersihkan ruangan, menjaga fasilitas dan tamu
Bentuk Ruang : Geometris
Penggunaan Warna : Dominasi Coklat dan Putih dengan aksen warna Ungu.
Fasilitas : kamar, kolam renang, restaurant, bar, spa, gym, ruang serbaguna (ballroom), Wifi, Laundry, CCTV
3.2 Deskripsi Projek Perancangan
Hotel Grand Zuri Jababeka beroprasi sejak tahun 2010 dibawah naungan ZHM (Zuri Hospitality Management). ZHM adalah management hotel yang kini sudah mempunyai 21 hotel yang tersebar di Indonesia yang dibagi menjadi enam brand hotel yaitu The Premiere untuk hotel bintang empat keatas, Grand Zuri untuk hotel bintang tiga hingga empat, Zuri Express dengan konsep smart hotel bintang tiga, The Zuri, Zuri Resort, dan The ALTS Hotel.
Hotel Grand Zuri Jababeka ini memiliki 129 kamar dan suite. Terdapat empat jenis kamar, yaitu Superior Room dengan single atau double bed, Deluxe Twin, Deluxe Double, Junior Suite dan Presiden Suite. Tipe kamar suite di hotel ini memiliki ruang tamu yang terpisah, meja kerja yang luas, kamar mandi dengan bathtub, WiFi, TV, dan minibar. Grand
Zuri Hotel Jababeka dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti tempat fitness, spa, kolam renang, dan lounge.
3.2.1 Profil Perancangan
Gambar 3.7 Logo Hotel Grand Zuri Sumber : www.zhmhotels.com
Nama Lembaga : Hotel Grand Zuri Jababeka Bentuk dan badan hukum : Milik Swasta (zhmhotels) Tahun Berdiri : 2010
Pemimpin : Ir. Nicodemus Kasan Kurniawan Alamat : Jl. Niaga Raya Kavling AA-2, Jl.
Jababeka II, Pasirsari, Cikarang Sel., Jawa Barat 17530.
3.2.2 Visi Misi Visi
Tumbuh cerdas menjadi jaringan hotel nasional
Misi
- Menjadi 3 terbesar jaringan hotel nasional di Indonesia
- Untuk memperluas jaringan hotel di Indonesia dalam satu dekade
- Secara ekonomi menguntungkan di mata stakeholder
3.2.3 Klasifikasi Hotel Grand Zuri Jababeka a. Berdasarkan Lokasi
Hotel Grand Zuri Jababeka Cikarang termasuk dalam kategori City Hotel. Dikarenakan letaknya yang berada di tengah kota Kabupaten Bekasi.
b. Berdasarkan Banyaknya Kamar
Hotel Grand Zuri Jababeka Cikarang termasuk dalam kategori ukuran Medium Hotel. Karena memiliki 129 kamar.
c. Berdasarkan Tipe Tamu
Hotel Grand Zuri Jababeka Cikarang termasuk dalam kategori Business Hotel. Karena berdasarkan data tamu yang menginap adalah tamu dari kalangan pebisnis.
d. Berdasarkan Klasifikasi Bintang
Hotel Grand Zuri Jababeka Cikarang termasuk dalam kategori hotel berbintang empat (****).
3.2.4 Struktur Organisasi Hotel Grand Zuri
Gambar 3.8 Bagan Struktur Organisasi Hotel Grand Zuri Sumber : Dokumen Pribadi
3.3 Analisis Data
3.2.1 Analisis Site
Hotel Grand Zuri Jababeka berada di daerah Kabupaten Bekasi yang dimana merupakan dataran rendah dengan intensitas cuaca