• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. Topik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. Topik"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester

: SMPN 1 Muara Lawa : IPA

: VII / 1

Topik

Alokasi Waktu Pertemuan ke

: Zat aditif dan adiktif serta dampaknya : 2 JP (80 menit) : 1

Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli

(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu

pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret

(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Kompetensi Dasar 3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif, serta dampaknya terhadap Kesehatan

4.6 Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif dan zat adiktif bagi Kesehatan

Indikator 1. Mengidentifikasi berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman 2. Menemukan solusi pengganti zat aditif buatan

3. Mengajukan usul cara mencegah dampak negatif zat aditif buatan 4. Menyebutkan jenis-jenis zat adiktif

5. Menjelaskan cara kerja zat adiktif dalam tubuh

6. Menjelaskan dampak penggunaan zat adiktif bagi Kesehatan Tujuan Pembelajaran 1. Melalui pengamatan, peserta didik dapat mengumpulkan data hasil

pengamatan, berupa fakta zat-zat aditif yang terkandung dalam makanan dan minuman.

2. Melalui diskusi peserta didik dapat menjelaskan dampak zat aditif dalam makanan dan minuman terhadap Kesehatan.

3. Peserta didik dapat mengomunikasikan data hasil pengamatan.

Materi Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan kedalam makanan atau minuman dalam jumlah kecil saat pembuatan makanan. Penambahan zat aditif bertujuan untuk memperbaiki penampilan, cita rasa, tekstur, aroma, memperpanjang daya simpan, meningkatkan nilai gizi seperti protein, mineral dan vitamin.

Berdasar fungsinya, zat aditif ada 7 yaitu: pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi aroma, pengental dan pengemulsi.

Berdasar asalnya, zat aditif ada 2 yaitu: alami dan buatan.

Zat adiktif adalah zat-zat yang apabila dikonsumsi dapat menyebabkan ketergantungan(adiksi) atau ingin menggunakannya secara terus menerus (ketagihan). Zat adiktif dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu (1) narkotika, (2) psikotropika, dan (3) zat psiko-aktif lainnya.

(2)

Langkah Pembelajaran Apersepsi:

1. Guru menyapa peserta didik dengan mengucapkan salam 2. Guru mempersilakan peserta didik untuk berdoa

3. Guru memeriksa kehadiran peserta didik

4. Guru memberikan motivasi agar tetap menjaga Kesehatan, terutama memilih menu makanan.

5. Guru menayangkan gambar makanan dan minuman dengan beraneka ragam warna.

6. Guru memberikan pertanyaan tentang makanan dan minuman favoritnya

Metode Pembelajaran 1.Pendekatan: Scientific 2.Metode: Diskusi, presentasi.

3.Model: Problem Base Learning

4.Media Pembelajaran:

a. Buku guru/Siswa b. LKPD

c. Hp android/ laptop d. Proyektor

Kegiatan Inti:

1. Peserta didik membentuk kelompok, dengan jumlah anggota 4 orang.

2. Peserta didik melakukan pengamatan komposisi makanan yang ada pada bungkus makanan dalam kemasan.

3. Peserta didik mengomunikasikan hasil pengamatan di kelas, kemudian guru memberikan kesempatan untuk diskusi kelas dengan cara saling menanggapi hasil pengamatannya, tentang zat aditif dan adiktif pada makanan dan minuman terhadap Kesehatan.

4. Peserta didik saling memberikan masukkan tentang fakta-fakta hasil pengamatan.

Sumber belajar:

1.Buku IPA Kemdikbud Revisi 2017

2.Pustaka digital

Penutup:

1. Guru memberikan umpan balik terhadap hasil kegiatan belajar.

2. Guru membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan.

3. Guru memberi penguatan tentang fakta hasil pengamatan, dan data hasil pengamatan, serta memberikan reward kepada peserta didik yang aktif dalam diskusi kelas.

4. Guru memberikan informasi kegiatan pada pertemuan berikutnya.

5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan memberi salam, dan doa.

Penilaian 1. Sikap: pengamatan terhadap keaktifan, kerjasama, dan toleransi 2. Pengetahuan: Pengumpulan LKPD

3. Keterampilan: Mengomunikasikan hasil pengamatan terhadap suatu obyek

Muara Lawa, 18 Juni 2022

Kepala Sekolah, Guru IPA,

Timotius, S.Pd., M.Pd. Drs. Budiono

NIP. 196401081987031008 NIP 196801211999031003

(3)

LAMPIRAN

Penilaian Sikap (rubrik observasi)

No Nama Peserta Didik Aktif Kerjasama Toleransi

A B C D A B C D A B C D

1. Indikator Aktif:

A = apabila peserta didik ambil bagian dalam pembelajaran secara terus menerus dengan ajeg

B = apabila peserta didik ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg C = apabila peserta didik sedikit ambil bagian dalam.

D = apabila peserta didik belum ambil bagian dalam pembelajaran 2. Indikator Kerjasama:

A = apabila peserta didik selalu berusaha untuk bekerja sama dalam belajar kelompok secara terus menerus dengan ajeg

B = apabila peserta didik berusaha untuk bekerja sama dalam belajar kelompok secara namun

belum ajeg

C = apabila peserta didik sedikit berusaha untuk bekerja sama dalam belajar kelompok D = apabila peserta didik tidak berusaha untuk bekerja sama dalam belajar kelompok 3. Indikator Toleransi

A = apabila peserta didik selalu toleran dalam pemecahan masalah dalam kelompoknya B = apabila peserta didik berusaha toleran dalam pemecahan masalah dalam kelompoknya C = apabila peserta didik sedikit toleran dalam pemecahan masalah dalam kelompoknya D = apabila peserta didik belum toleran dalam pemecahan masalah dalam kelompoknya

(4)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

ZAT ADITIF PADA MAKANAN

A. Tujuan : mengamati zat aditif dalam makanan dan minuman B. Alat dan bahan : bungkus makanan dan minuman dalam kemasan C. Materi : Zat aditif pada makanan dan minuman

D. Sumber belajar : Buku siswa IPA kelas 8 halaman 210 -236 Pustaka digital

E. Cara kerja :

1. Ambilah minimal 5 jenis bungkus makanan dan minuman dalam kemasan.

2. Bacalah komposisi bahan makanan dan minuman yang tertera pada kemasan tersebut!

3. Tuliskan pada Tabel 1 apa saja zat aditif yang ada pada produk-produk tersebut?

4. Tentukan tiap-tiap jenis bahan tersebut termasuk bahan aditif alami atau buatan!

Tabel 1 Zat Aditif Pada Makanan dalam Kemasan

No Nama makanan atau minuman

Jenis Zat Aditif

Pewarna Pemanis Pengawet Penyedap Zat aditif lainnya

F. Dari tabel di atas silakan identifikasi dampak negatif dari zat aditif dan bagaimana cara pencegahannya.

Tabel 2 Kegunaan Zat aditif dan dampaknya bagi kesehatan

G. Mengomunikasikan

Silakan presentasikan hasil pengamatan kelompok kalian di depan kelas.

(5)

MATERI PEMBELAJARAN

Zat Aditif

Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan kedalam makanan atau minuman dalam jumlah kecil saat pembuatan makanan. Penambahan zat aditif bertujuan untuk memperbaiki penampilan, cita rasa, tekstur, aroma, memperpanjang daya simpan, meningkatkan nilai gizi seperti protein, mineral dan vitamin.

Berdasar fungsinya, zat aditif ada 7 yaitu : pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi aroma, pengental dan pengemulsi. Berdasar asalnya, zat aditif ada 2 yaitu : alami dan buatan.

Zat aditif alami adalah zat aditif yang berasal dari makhluk hidup dan tidak membahayakan kesehatan manusia, tetapi jika kebanyakan juga bisa mengganggu kesehatan. Contohnya : pewarna dari tumbuhan, penyedap dari daging hewan, pengental dari alga dan sebagainya.

Zat aditif buatan adalah zat aditif yang dibuat manusia, diperoleh dari reaksi kimia dan bahan bakunya menggunakan bahan kimia. Zat aditif buatan digunakan sesuai ketentuan jumlah dan fungsinya, jika disalahgunakan dapat membahayakan kesehatan. Contohnya: pengawet dari asam benzoat, pemanis dari sakarin, pewarna dari tartrazin dan sebagainya.

Pewarna adalah zat aditif untuk memperbaiki atau memberi warna agar menarik. Pewarna alami adalah pewarna yang dapat diperoleh dari tumbuhan dan hewan misalnya daun suji dan daun pandan sebagai warna hijau, buah naga merah dan strawberi sebagai warna merah.

Kelebihan pewarna alami: lebih sehat dan tidak menimbulkan efek samping apabila dikonsumsi.

Kekurangannya: memberi rasa dan aroma yang tidak diinginkan, warna mudah rusak karena panas, warna kurang kuat, jenisnya terbatas.

Berikut jenis – jenis pewarna alami

Pewarna buatan diperoleh dari reaksi kimia menggunakan bahan yang berasal dari zat kimia sintetis.

Pewarna sintetis ada yang dibuat khusus untuk makanan dan ada pula yang dibuat untuk tekstil dan cat.

Berikut contoh pewarna buatan yang digunakan untuk makanan atau minuman

(6)

Kelebihan pewarna buatan : harga murah, praktis, warna lebih kuat, jenisnya banyak, warna tidak mudah rusak. Pewarna yang telah telah melalui pengujian keamanan dan yang diizinkan pemakaian untuk makanan dan minuman dinamakan permitted colour atau sertified colour.

Berikut contoh pewarna yang telah diizinkan penggunaannya

Meskipun sudah ada pewarna khusus untuk makanan,tetapi masih ada yang menggunakan pewarna lain seperti pewarna tekstil atau cat. Pewarna tekstil atau cat mengandung logam berat seperti:

antimoni (Sb), arsenik (As), barium (Ba), kadmium (Cd), kromium (Cr), raksa (Hg) dan selenium (Se) yang beracun untuk tubuh dan dilarang untuk pewarna makanan atau minuman.

Berikut contoh pewarna buatan yang dilarang untuk makanan dan minuman

Pemanis adalah zat aditif yang dapat menyebabkan rasa manis. Pemanis alami yang sering digunakan dalam makanan atau minuman adalah gula pasir (sukrosa), gula kelapa, gula aren, gula lontar dan gula bit.

Pemanis buatan memiliki rasa lebih manis dibanding pemanis alami dan bertujuan untuk mengganti pemanis alami bagi penderita diabetes melitus. Contoh pemanis buatan : siklamat, aspartam, kalium asesulfam dan sakarin. Pemanis buatan tidak menghasilkan kalori, sehingga sering dikonsumsi oleh orang yang sedang diet.

Berikut perbedaan tingkat pemanis buatan

Pengawet adalah zat aditif yang berfungsi menghambat kerusakan makanan atau minuman akibat tumbuhnya bakteri, jamur atau mikroorganisme lain. Reaksi kimia yang dapat dicegah dengan pengawet yaitu pengasaman, oksidasi, pencoklatan (browning) dan reaksi enzimatis lainnya.

(7)

Berikut contoh bahan pengawet

Penyedap adalah zat aditif yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa masakan. Contoh penyedap alami yaitu garam, bawang putih, bawang merah, pala, merica, ketumbar, sereh dan kayu manis. Pada makanan berkuah seperti bakso dan soto, biasanya menggunakan kaldu daging sapi atau daging ayam sebagai penyedap.

Banyak ahli kesehatan berpendapat bahwa penggunaan MSG yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit yang dikenal dengan nama Sindrom Restoran Cina (Chinese Restaurant Syndrome) dengan gejala pusing, mulut terasa kering, lelah, mual, atau sesak napas. Dosis maksimal penggunaan MSG yang ditetapkan oleh WHO adalah 120 mg/kg berat badan. Misalnya, berat badanmu 40 kg maka jumlah MSG maksimal yang dapat dikonsumsi sebesar 480 mg (0,48 g).

Pemberi aroma adalah zat yang memberikan aroma tertentu pada makanan atau minuman.

Penambahan zat pemberi aroma dapat menyebabkan makanan atau minuman memiliki daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Zat pemberi aroma dapat berasal dari bahan segar atau ekstrak dari bahan alami, di antaranya adalah ekstrak buah nanas, ekstrak buah anggur, minyak atsiri, dan vanili.

Pengental adalah bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu.

Bahan pengental alami misalnya pati, gelatin, gum, agar-agar, dan alginat.

Referensi

Dokumen terkait

anisopliae tidak berpengaruh terhadap data pendukung berupa tinggi tanaman dan jumlah daun, namun aplikasi jamur berpengaruh nyata pada jumlah bunga, jumlah polong, jumlah polong

Seirama dengan fungsi-fungsi lain komunikasi massa juga digunakan sebagai medium hiburan, terutama karena komunikasi massa menggunakan media massa, jadi

Pelayanan dapat didefinisikan sebagai segala bentuk kegiatan/aktifitas yang diberikan oleh satu pihak atau lebih kepada pihak lain yang memiliki hubungan dengan tujuan

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap dua belas orang informan dalam penangan dampak kekerasan seksual pada anak masih sanagat kurang terutama

Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model discovery learning dan kooperatif learning, peserta didik dapat ( 3.8 ) Membedakan fungsi sosial, struktur

UUKPKPU secara tegas menyatakan bahwa pernyataan kepailitan tidak menghilangkan pelaksanaan hak preferen yang diberikan oleh undang-undang dalam ketentuan Pasal 56 ayat

Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian yang telah dilakukan mengenai optimasi persamaan regresi linier berganda untuk prediksi jumlah kecelakaan sepeda motor dengan

Bastug dan Evlek (2016) di Turki yang melakukan program disengagement dan deradikalisasi dikembangkan pada tahun 2009 sebagai upaya untuk melepaskan individu dari