DAN RISIKO TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN MOBILE BANKING BRI SYARIAH DENGAN KEPERCAYAAN SEBAGAI INTERVENING
STUDI KASUS MASYARAKAT KOTA MAGELANG
THE EFFECT OF ISLAMIC SERVICE QUALITY, PERCEIVED EASE AND RISK ON INTEREST IN USING BRI SYARIAH MOBILE
BANKING WITH TRUST AS AN INTERVENING VARIABLE CASE STUDY OF MAGELANG CITY COMMUNITY
Muhammad Irfan Tolabi, Abdul Aziz
Institut Agama Islam Negeri Salatiga
Jl. Tentara Pelajar No.2 Kota Salatiga, Kode Pos 50721 [email protected]
Oumar Tidiane Doumbouya
Kullyyah of Economics and Management Sciences IIUM Kuala Lumpur Malaysia
Naskah diterima 16 Juli 2021, di-review 24 Oktober 2021, disetujui 28 November 2021
Abstract: The Effect of Islamic Service Quality, Perceived Ease and Risk on Interest in Using BRI Syariah Mobile Banking with Trust as an Intervening Variable (Case Study of Magelang City Community). The purpose of this study was to determine and analyze the effect of Islamic Service Quality (X1) Perceived Easiness (X2) Risk (X3) on Interest in Using Mobile Banking (Y) with Trust as an Intervening Variable (Case Study of Magelang City Community). The method used to collect data by distributing questionnaires to the people of Magelang City. The sample used in this study were 101 respondents with a purposive sampling technique. Then the data obtained were processed with SPSS Version 23. The analysis used in this study included instrument tests, statistical tests, classical assumption tests, and path analysis.Based on the results of the t test, it shows that Islamic service quality has a positive and significant effect on public interest, perceived convenience has a positive and insignificant effect on public interest, risk has a positive and insignificant effect on community interest, Islamic service quality has a positive and significant effect on public trust, perceived convenience has a positive and significant effect on public trust, risk has a positive and insignificant effect on public trust, trust has a positive and significant effect on public interest, trust is able to mediate Islamic service quality positively and significantly on public interest, trust is able to mediate perceived ease of interest community positively and significantly, trust is able to positively and significantly mediate the risk to public interest.
Keywords: Islamic Service Quality, Perceived Ease, Risk, Interests and Trust
Abstrak: Pengaruh Islamic Service Quality, Persepsi Kemudahan dan Risiko Terhadap Minat Menggunakan Mobile Banking BRI Syariah Dengan Kepercayaan Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Masyarakat Kota Magelang). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Islamic Service Quality (X1) Persepsi kemudahan (X2) Risiko (X3) terhadap Minat Menggunakan Mobile Banking (Y) dengan Kepercayaan sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Masyarakat Kota Magelang). Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan membagikan kuisioner pertanyaan kepada masyarakat Kota Magelang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 101 responden dengan teknik pengambilan purposive sampling. Kemudian data yang diperoleh diolah dengan SPSS Versi 23. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji instrumen, uji statistic, uji asumsi klasik, dan path analysis (analisis jalur).Berdasarkan hasil uji t menunjukkan hasil bahwa islamic service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat, persepsi kemudahan berpengaruh positif dan tidak signifikan
terhadap minat masyarakat, risiko berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat masyarakat, islamic service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan masyarakat, persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan masyarakat, risiko berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepercayaan masyarakat, kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat, kepercayaan mampu memediasi islamic service quality terhadap minat masyarakat secara positif dan signifikan, kepercayaan mampu memediasi persepsi kemudahan terhadap minat masyarakat secara positif dan signifikan, kepercayaan mampu memediasi risiko terhadap minat masyarakat secara positif dan signifikan.
Kata Kunci: Islamic Service Quality, Kepercayaan, Persepsi Kemudahan, Minat dan Risiko.
tersedia pertama kalinya di 4 market online, seperti Blackberry App World, Andriod Market, Apple App Store, dan Nokia Store (Djatikusuma, 2014). Fasilitas layanan yang mudah, cepat, aman, murah dan tersedia setiap saat (24 jam non-stop), membuat mobile banking BRI Syariah menjadi salah satu harapan para nasabah.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui minat masyarakat khususnya masyarakat Kota Magelang dalam menggunakan suatu layanan teknologi yaitu mobile banking BRI Syariah (BRIS Online). Dapat diketahui bahwasanya pengguna mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) mengalami peningkatan yang cukup signifikan, hal ini dapat menjadi asumsi bahwa banyak masyarakat yang berminat menggunakan layanan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) tersebut melihat dari kemudahan serta manfat yang dapat dirasakan oleh masyarakat terutama masyarakat Kota Magelang.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa berbagai manfaat serta kemudahan yang ditawarkan oleh mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) dapat dengan mudah menarik minat dikalangan masyarakat untuk menggunakanya, mengingat adanya faktor lain yang mempengaruhi setiap masyarakat terutama masyarakat Kota Magelang, sehingga menjadikan masyarakat lebih memilih PENDAHULUAN
G
lobalisasi saat ini membuat teknologi informasi.menjadi salah satu faktor yang sangat penting dan tidak bisa dilepaskan dari berbagai sudut kehidupan manusia. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Jasa Pengguna Internet Indonesia (APJII), pulau jawa memiliki presentase terbesar penggunaan internet di Indonesia yaitu sebesar 65% dari 86,3 juta jiwa (APJII, 2016). Oleh karena itu teknologi informasi menjadi faktor utama yang mendorong perkembangan berbagai sektor di Indonesia, salah satunya sektor perbankan.Melihat fenomena ini, maka perbankan menyusun sebuah strategi pemasaran guna mempengaruhi minat nasabah untuk menggunakan salah satu layanan electronic banking yaitu aplikasi mobile banking.
Menurut (Kurniawati et al., 2017) Mobile banking merupakan sebuah fasilitas layanan teknologi informasi dan.komunikasi moderen yang disediakan oleh bank guna memudahkan para nasabahnya untuk melakukan transaksi perbankan. Bank BRI Syariah adalah salah satu bank syariah yang menyediakan layanan mobile banking bagi nasabahnya. Sejak dirilis pada tanggal 25 november 2012, mobile banking Bank BRI Syariah (BRIS Online) menjadi layanan yang
menggunakan layanan mobile banking tersebut atau tidak.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat yang juga digunakan sebagai variabel bebas dalam penelitian ini yaitu islamic service quality, persepsi kemudahan serta risiko yang akan dihadapi oleh masyarakat dari penggunaan layanan mobile banking. Islamic service quality, menurut Sauri (2017)islamic service quality merupakan keseluruh fitur yang terdapat pada sebuah produk, jasa dan layanan yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan yang dalam pelaksaananya berdasar pada syariat islam.
Persepsi kemudahan, menurut Laksana, dkk (2015) kemudahan yang dimaksud adalah sebagaimana..seseorang percaya bahwasanya menggunakan sebuah teknologi tidak memerlukan usaha yang besar, artinya mudah untuk digunakan. Risiko, risiko merupakan suatu kondisi tidak pasti yang dialami oleh konsumen dari konsekuensi atas kegiatan transaksi yang dilakukanya (Schiffman dalam Alamsyah dan Anugrah, 2015).
Pada penelitian ini, penulis menggunakan variabel intervening sebagai pembeda antara penelitian yang ditulis dengan penelitian terdahulu. Variabel intervening adalah variabel yang secara teori menjadi penengah antara variabel independen dengan variabel dependen, sehingga menyebabkan pengaruhnya menjadi tidak langsung, tidak dapat diamati serta tidak bisa diukur Tuckman (dalam Sugiyono, 2007).
Penelitian ini menganalisis pengaruh islamic service quality, presepsi kemudahan dan risiko terhadap minat menggunakan mobile banking
BRI syariah dengan kepercayaan sebagai variabel intervening (studi kasus masyarakat kota magelang).
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menguji pengaruh islamic service quality, presepsi kemudahan dan risiko terhadap minat masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI syariah dengan kepercayaan sebagai variabel intervening.
KERANGKA KONSEPTUAL
Konsep Teori
1. Theory Of Planned Behavior (TPB)
Theori Of Planned Behavior (TPB) adalah hasil pengembangan dari Theory Of Reasoned Action (TRA) dengan menambahkan variabel pengendalian persepsi perilaku (perceived behavioral control). TPB adalah model sikap perilaku atau tindakan individu yang diperkirakan melalui minat atau niat. Menurut Fishbien dan Ajzen dalam Rahayu (2019) ada beberapa variabel yang digunakan dalam Theori Of Planned Behavior, diantaranya sikap (attitudes towards behavior), norma subjektif (subjective norm), dan pengendalian persepsi perilaku (perceived behavioral control).
2. Minat
Minat adalah perasaan senang, suka, tertarik seseorang terhadap suatu objek tanpa ada paksaan atau tanpa ada yang menyuruh, dan biasanya justru seseorang tersebut mencari objek yang disukainya. Menurut Kusmah (2009) minat merupakan tujuan yang hendak di capai seseorang yang dipengaruhi oleh faktor psikis.
Secara sederhana menurut Muhibbin Syah (2010) minat dijelaskan sebagai keinginan seseorang disertai kegairahan yang tinggi terhadap sesuatu.
Ada beberapa teori yang dapat digunakan untuk mengetahui seseorang mengenai penerimaanya terhadap suatu teknologi informasi. Salah satu teori itu adalah Technology Acceptable Model (TAM). Pikkarainen et al dalam Rahayu (2019) menyebutkan bahwa Technology Acceptable Model (TAM) adalah sebuah teori yang menjelaskan bahwa varians dalam minat dan perilaku penggunaan sistem informasi sekitar 40%. Hal ini didukung oleh penelitian yang pernah dilakukan Eriksoon et al (2005) yang mengkaji sikap penerimaan mobile banking di Estonia dengan mengadaptasi TAM. TAM pertamakali dikembangkan oleh Davis pada tahun 1986, yang kemudian di pakai dan juga dikembangkan oleh peneliti-peneliti lain hingga sekarang.
3. Islamic Service Quality (Kualitas Pelayanan Islam)
Pelayanan sering diartikan. sebagai sebuah tindakan atau aktivitas baik. itu individu maupun organisasi yang tujuanya untuk memberikan sebuah kepuasan kepada pelanggan atau nasabah.
Dalam pandangan islam konsep perbuatan yang baik serta mulia salah satunya adalah pekerjaan yang memberikan layanan terbaik bagi sesama manusia. Islam juga mengajarkan bahwa dalam memberikan sebuah layanan haruslah suatu pelayanan yang baik serta berkualitas baik itu dalam bentuk barang maupun jasa..
Menurut Sauri (2017) Islamic service quality, merupakan seluruh pilihan.yang tersedia pada
sebuah produk, jasa dan layanan yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan yang dalam pelaksaananya berdasar pada syariat islam.
4. Persepsi Kemudahan
Kemudahan (perceived ease of use) dapat diartikan..sebagai anggapan seseorang bahwa dalam menggunakan komputer dapat dengan mudah untuk dipahami dan dimengerti. Menurut Laksana, dkk (2015) kemudahan yang dimaksud adalah bagaimana seseorang percaya bahwa dalam menggunakan sebuah teknologi tidak memerlukan usaha yang besar, artinya mudah untuk digunakan. Rahadi dalam Rahmad dkk (2017), mengartikan kemudahan penggunaan seseorang dalam mempelajari komputer akan mengurangi usahanya (baik waktu maupun tenaga).
5. Risiko
Risiko merupakan ketidakpastian yang dialami seseorang dalam tahap pengambilan keputusan yang suatu saat dapat menyebabkan dampak negatif. Menurut Leerophong dan Mardjo dalam Saputri (2018) persepsi resiko merupakan akibat buruk yang ingin dihindari seseorang ketika membeli atau menggunakan suatu produk.
Tatik dalam Laraswati (2016) bependapat bahwa resiko terjadi karena situasi yang tidak pasti yang dialami oleh nasabah karena tidak mampu melihat kemungkinan kedepan yang akan terjadi dari sebuah pengambilan keputusan.
6. Kepercayaan
Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap orang lain yang timbul karena
adanya hubungan antara keduabelah pihak yang dipercaya mampu memenuhi apa yang diharapkanya (Harlan, 2014). Sunarto dalam Wahyuningsih (2019) berpendapat bahwa kepercayaan adalah suatu komitmen atau janji yang sangat penting, dan komitmen terwujud apabila suatu saat sangat berarti.
7. Mobile Banking
Mobile banking atau lebih sering disebut m-banking merupakan sebuah fasilitas layanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi moderen yang disediakan oleh perbankan yang dapat diakses melalui smartphone. Kehadiran M-banking membuat layanan atau transaksi nasabah yang sebelumnya dilakukan secara manual (nasabah/masyarakat harus datang ke bank), sekarang nasabah (masyarakat) dapat melakukanya melalui smartphone yang dimilikinya.
Kemunculan Mobile banking pertama kali pada akhir 1995 oleh Excelcom, yang dilatarbelakangi karena adanya keinginan perbankan untuk mendapatkan kepercayaan p e n u h o l e h n a s a b a h nya d e n g a n c a ra memanfaatkan teknologi informasi. Di Indonesia mobile banking pertama kali diimplementasikan oleh beberapa bank pada tahun 2000. Kemudian pada tahun 2001 Bank Central Asia (BCA) menjadi bank yang pertama kali meluncurkan sistem mobile banking yang kemudian diikuti oleh Bank Mandiri, BRI, BII, CIMB Niaga (Wikipedia, 2017).
METODE PENELITIAN
Uji Validitas
Uji validitas merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu
kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid apabila bisa mengungkapkan sesuatu yang akan diukur dengan menggunakan kuisioner tersebut (Bawono, 2006).
Menurut Bawono (2006) untuk mengetahui item pertanyaan valid atau tidak maka digunakan dasar mengambil keputusan sebagai berikut:
a. Apabila r hitung > r tabel (pada taraf signifikasi 𝛼 = 0,05), maka dapat dikatakan item kuesioner tersebut valid.
b. Apabila r hitung < t tabel (pada taraf signifikasi 𝛼 = 0,05), maka dapat dikatakan item kuesioner tersebut tidak valid.
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuisioner yang merupakan indikator dari suatu variabel. Sebuah kuisioner dikatakan reliabel atau handal apabila jawaban dari pertanyaan kuisioner tersebut konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Teknik yang digunakan untuk mengukur reliabilitas adalah teknik cronbach alpha. Suatu variabel dikatan reliabel jika nilai cronbach alpha
> 0,60 (Bawono, 2006).
Uji Statistik
a. Koefisien determinasi (R)
2Uji Koefisien determinasi (R)2 digunakan untuk mengetahui sejauh mana variabel independen mampun menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen. Uji (R)2 dapat dilihat pada model Summary uji statistik. Menurut Bawono (2006) terdapat ciri-ciri (R)2 diantaranya:
1) Besarnya nilai koefisien determinasi terletak antara 0 sampai dengan 1.
2) Nilai nol menunjukkan tidak adanya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.
3) Nilai 1 menunjukkan adanya hubungan yang sempurna antara v ariabel independen dengan variabel dependen.
b. Uji F (Uji secara bersama)
Uji F adalah uji yang digunakan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama variabel independen terhadap dependen. Menurut Bawono (2006) untuk menguji kelayakan model penelitian ini, digunakanlah Uji Anova dengan kreteria sebagai berikut:
1) Jika nilai F hitung>F tabel atau nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen yang diuji merupakan variabel yang tepat dalam memprediksi variabel dependen.
2) Jika nilai F hitung < F tabel atau nilai signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen yang diuji merupakan variabel yang tidak tepat dalam memprediksi variabel dependen.
c. Uji T
Uji T merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui masing-masing pengaruh variabel independen secara parsial atau individu terhadap variabel dependen. Uji T dapat dilihat dari tabel Coefficients pada uji statistik. Variabel independen dikatakan berpengaruh secara signifikan jika nilai t hitung > t tabel. Sedangkan jika t hitung < t tabel, maka artinya variabel
independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Cara menghitung nilai t tabel yaitu dengan tingkat signifikansi 5%
dan derajat kebebasan (dk) = n – 1 – k.
Keterangan:
n = jumlah data
k = jumlah variabel yang dipakai
Selain itu bisa dilihat dari nilai signifikansinya jika < 0,05 maka dikatakan signifikan.
Uji Asumsi Klasik
a. Uji Multikolonieritas
Uji multikolonearitas merupakan sebuah uji yang digunakan untuk mengetahui apakah model regresi terdapat adanya korelasi antar variabel independen. Apabila terdapat korelasi maka dinamakan multikolinearitas. Sebuah model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independennya (Amanullah, 2014).
Pedoman suatu model regresi yang bebas multikoloniearitas yakni dengan membandingkan nilai tolerance dan nilai VIF. Dikatakan bebas multikoloniearitas apabila nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10. (Ghozali, 2013).
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas merupakan sebuah uji yang digunakan untuk menguji apakah dalam regresi terjadi ketidak samaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan apabila berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik
adalah yang Homoskedastisitas. Salah satu cara mengetahui ada atau tidaknya heteroskedastisitas dengan menggunakan uji glajser, apabila variabel memiliki nilai signifikan > 0,05 artinya bebas heteroskedastisitas (Ghozali, 2013).
c. Uji Normalitas
Uji normalitas merupakan suatu uji yang bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu residual memiliki distribusi normal. Seperti yang kita apabila uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Namun apabila asumsi ini dilanggar menyebabkan uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.
Salah satu cara untuk mengetahui normal atau tidaknya data dengan uji one sample kolmogrov-smirnov (Ghozali, 2013). Adapun dasar pengambilan keputusan normalitas data dilakukan dengan kriteria sebagai berikut : a) Jika nilai signifikansi > 0,05 maka dapat
disimpulkan bahwa distribusi residual data penelitian adalah normal.
b) Jika nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa distribusi residual data penelitian tidak normal. (Ghozali, 2013).
Uji Path Analysis
Analisis jalur (Path Analysis) adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji variabel intervening dalam sebuah penelitian. Analisis jalur merupakan penjabaran dari analisis regresi linier berganda. Metode ini dipakai guna menguji besarnya kotribusi setiap jalur dari hubungan kausalnya antar variabel X1, X2, X3 terhadap Y serta dampanya terhadap Z (Hendryadi, 2010).
Hubungan kausalitas telah dibentuk dengan model berdasarkan landasan teori. Analisis jalur membuat hubungan antara tiga atau lebih variabel tidak bisa digunakan untuk mengkonfirmasi atau menolak hipotesiskausalitas imajiner (Ghozali, 2013).
PEMBAHASAN DAN HASIL
Pengaruh Islamic service quality terhadap minat
Koefisien islamic service quality (X1) sebesar 0,327 bernilai positif serta tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05, artinya islamic service quality (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking (Y). Maksudnya jika variabel islamic service quality (X1) meningkat sebesar satu satuan, maka variabel minat menggunakan mobile banking (Y) akan meningkat sebesar 0,327 dan variabel yang lain dianggap konstan. Hal tersebut berarti menerima hipotesis pertama (H1) yakni Islamic service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking.Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nafis (2013)N dan Sendari (2011) yang menunjukkan hasil bahwa Islamic service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sutrisno (2016) yang menunjukkan hasil Islamic service quality berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking.
Pengaruh persepsi kemudahan terhadap minat
Koefisien presepsi kemudahan (X2) sebesar 0,157 bernilai positif serta tingkat signifikansebesar 0,055 > 0,05, artinya presepsi kemudahan (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking (Y).
Maksudnya jika variabel presepsi kemudahan (X2) meningkat sebesar satu satuan, maka tidak akan mempengaruhi variabel minat menggunakan mobile banking (Y). hal tersebut berarti menolak hipotesis kedua (H2) yakni Persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rakhmawati
& Isharijadi (2013) yang mengatakan bahwa kemudahan berpengaruh tidak signifikan (tidak berpengaruh) terhadap minat menggunakan mobile banking. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Rithmaya (2016) dan Supriyadi (2014) yang mengatakan bahwa kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking.
Pengaruh risiko terhadap minat
Koefisien risiko (X3) sebesar 0,073 bernilai positif serta tingkat signifikan sebesar 0,498 >
0,05, artinya risiko (X3) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking (Y). Maksudnya apabila variabel risiko (X3) meningkat sebesar satu satuan, maka tidak akan berpengaruh terhadap variabel minat menggunakan mobile banking (Y). Hal tersebut berarti menolak hipotesis ketiga (H3) yakni Resiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking.
Hasil penelirtian ini sejalan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Indriyani (2018) yang menjelaskan bahwa resiko berpengaruh
tidak signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Aryani (2015) dan Laksana (2015) yang menjelaskan bahwa resiko berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking.
Pengaruh islamic service quality terhadap kepercayaan
Koefisien islamic service quality (X1) sebesar 0,216 bernilai positif serta tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05, artinya islamic service quality (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan (Z). Maksudnya jika variabel islamic service quality (X1) meningkat sebesar satu satuan, maka variabel kepercayaan (Z) akan meningkat sebesar 0,216 dan variabel yang lain dianggap konstan. Hal tersebut berarti menerima hipotesis keempat (H4) yakni Islamic service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan menggunakan mobile banking.
Hasil penelirtian ini sejalan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Toha (2017) dan Sauri et al., (2017) yang menjelaskan bahwa Islamic service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan menggunakan mobile banking. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Misbach (2013) yang menjelaskan bahwa Islamic service quality berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepercayaan menggunakan mobile banking.
Pengaruh persepsi kemudahan terhadap kepercayaan
Koefisien presepsi kemudahan (X2) sebesar 0,361 bernilai positif serta tingkat signifikan
sebesar 0,000 < 0,05, artinya presepsi kemudahan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan (Z). Maksudnya jika variabel presepsi kemudahan (X2) meningkat sebesar satu satuan, maka variabel kepercayaan (Z) akan meningkat sebesar 0,361 dan variabel yang lain dianggap konstan. Hal tersebut berarti menerima hipotesis kelima (H5) yakni Persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan menggunakan mobile banking.
Hasil penelirtian ini sejalan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pratama et al., (2015) dan Rahmad et al.,(2017) yang menjelaskan bahwa Persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan menggunakan mobile banking. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Khotimah & Febriansyah (2018) yang menjelaskan bahwa Persepsi kemudahan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepercayaan menggunakan mobile banking.
Pengaruh risiko terhadap kepercayaan
Koefisien risiko (X3) sebesar 0,125 bernilai positif serta tingkat signifikan sebesar 0,227 > 0,05, artinya risiko (X3) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepercayaan (Z). Maksudnya apabila variabel risiko (X3) meningkat sebesar satu satuan, maka tidak akan mempengaruhi variabel kepercayaan (Z). Hal tersebut berarti menolak hipotesis keenam (H6) yakni Risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan menggunakan mobile banking.
Hasil penelirtian ini sejalan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putra et al.,(2016) yang menjelaskan bahwa Risiko berpengaruh
negatif dan tidak signifikan terhadap kepercayaan menggunakan mobile banking. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Ellyawati (2019) dan Alamsyah & Anugrah (2015) yang menjelaskan bahwa Risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan menggunakan mobile banking.
Pengaruh kepercayaan terhadap minat
Koefisien kepercayaan (Z) sebesar 0,365 bernilai positif serta tingkat signifikan sebesar 0,001 < 0,05 artinya (Z) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking (Y). Maksudnya apabila variabel kepercayaan (Z) meningkat sebesar satu satuan, maka variabel minat menggunakan mobile banking (Y) akan meningkat sebesar 0,365 dan variabel yang lain dianggap konstan. Hal tersebut berarti menerima hipotesis ketujuh (H7) yakni Kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking.Hasil penelirtian ini sejalan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anwar & Afifah (2018) dan Rachmawati & Wahyudi (2016) yang menjelaskan bahwa Kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Dalharjo (2020) yang menyatakan bahwa Kepercayaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking.
Pengaruh islamic service quality terhadap minat melalui kepercayaan
Diketahui nilai t hitung sebesar 2,84421834 >
t tabel 1.66071 (t tabel = n-k = 101 – 4 = 97 pada
signifikansi 0,05). Dari perbandingan tersebut diketahui t hitung lebih besar dari t tabel artinya signifikan. Hal tersebut berarti kepercayaan (Z) memediasi pengaruh islamic service quality (X1) terhadap minat menggunakan mobile banking (Y). Hal tersebut berarti menerima hipotesis kedelapan (H8) yakni Kepercayaan memediasi islamic service quality terhadap minat menggunakan mobile banking.
Hasil penelirtian ini sejalan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Karnadjaja et al.,(2018) dan Faradila & Soesanto (2016) yang menyatakan bahwa kepercayaan mampu memediasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen minat menggunakan mobile banking. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Saputri (2018) yang menyatakan bahwa kepercayaan tidak memediasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen minat menggunakan mobile banking.
Pengaruh persepsi kemudahan terhadap minat melalui kepercayaan
Diketahui nilai t hitung sebesar 2,82626931 >
t tabel 1.66071 (t tabel = n-k = 101 – 4 = 97 pada signifikansi 0,05). Dari perbandingan tersebut diketahui t hitung lebih besar dari t tabel artinya signifikan. Hal tersebut berarti kepercayaan (Z) memediasi pengaruh persepsi kemudahan (X2) terhadap minat menggunakan mobile banking (Y). Hal tersebut berarti menerima hipotesis kesembilan (H9) yakni Kepercayaan mampu memediasi persepsi kemudahan terhadap minat menggunakan mobile banking.
Hasil penelirtian ini sejalan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Faradila &
Soesanto, (2016) dan Karnadjaja et al.,(2018) yang menyatakan bahwa kepercayaan mampu memediasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen minat menggunakan mobile banking. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Saputri (2018) yang menyatakan bahwa kepercayaan tidak memediasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen minat menggunakan mobile banking.
Pengaruh risiko terhadap minat melalui kepercayaan
Diketahui nilai t hitung sebesar 8,618968 >t tabel 1.66071 (t tabel = n-k = 101 – 4 = 97 pada signifikansi 0,05). Dari perbandingan tersebut diketahui t hitung lebih besar dari t tabel artinya signifikan. Hal tersebut berarti kepercayaan (Z) memediasi pengaruh risiko (X3) terhadap minat menggunakan mobile banking (Y). Hal tersebut berarti menerima hipotesis kesepuluh (H10) yakni Kepercayaan mampu memdiasi risiko terhadap minat menggunakan mobile banking.
Hasil penelirtian ini sejalan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Karnadjaja, dkk (2017) dan Faradila dan Soesanto (2016) yang menyatakan bahwa kepercayaan mampu memediasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen minat menggunakan mobile banking. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Saputri (2018) yang menyatakan bahwa kepercayaan tidak memediasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen minat menggunakan mobile banking.
PENUTUP
Kesimpulan
Dari beberapa hasil uji dalam penelitian ini dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Variabel islamici service quality (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) (Y).
Dengan demikian hipotesis (H1) diterima.
2. Variabel persepsi kemudahan (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) (Y). Dengan demikian hipotesis (H2) ditolak.
3. Variabel risiko (X3) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) (Y). Dengan demikian hipotesis (H3) ditolak.
4. Variabel islamic service quality (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) (Z).
Dengan demikian hipotesis (H4) diterima.
5. Variabel presepsi kemudahan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) (Z).
Dengan demikian hipotesis (H5) diterima.
6. Variabel risiko (X3) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) (Z).
Dengan demikian hipotesis (H6) ditolak.
7. Variabel kepercayaan (Z) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) (Y). Dengan demikian hipotesis (H7) diterima.
8. Variabel kepercayaan (Z) mampu menjadi mediator pengaruh islamic service quality (X1) terhadap minat masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) (Y).
Dengan demikian hipotesis (H8) diterima.
9. Variabel kepercayaan (Z) mampu menjadi mediator pengaruh persepsi kemudahan (X2) terhadap minat masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) (Y). Dengan demikian hipotesis (H9) diterima.
10. Variabel kepercayaan (Z) mampu menjadi mediator pengaruh risiko (X3) terhadap minat masyarakat dalam menggunakan mobile banking BRI Syariah (BRIS Online) (Y).
Dengan demikian hipotesis (H10) diterima.
Saran
1. Untuk penelitian selanjutnya diharap menguji di tempat lain dengan menambahkan variabel lain dalam mempengaruhi kepercayaan (variabel mediasi) dan minat (variabel dependen).
2. Menambah sampel, serta menggunakan metode yang berbeda agar didapat hasil yang lebih baik.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Adi Pratama, Fadli Moh. Saleh, Femilia Zahra, N. A. (2015). FAKTOR-FAKTOR YANG M E M P E N G A R U H I N I A T D A L A M
MENGGUNAKAN MOBILE BANKING (Studi Empiris pada Nasabah Perbankan Konvensional di Kota Palu). A Case Approach to Perioperative Drug-Drug Interactions, 2, 123–128. https://doi.
org/10.1007/978-1-4614-7495-1_23
Alamsyah, D. P., & Anugrah, R. (2015). Membangun Kepercayaan Nasabah Pada Internet Banking.
Ecodemica,3(2),464–473. http://ejournal.
bsi.ac.id/ejurnal/index.php/ecodemica/
article/view/33
Anwar, R. N., & Afifah, A. (2018). Kepercayaan dan Keamanan Konsumen terhadap Minat Beli di situs Online (Studi Kasus pengunjung situs Lazada di Jakarta Timur). Jurnal Manajemen, 9(1), 46. https://doi.org/10.32832/jm-uika.
v9i1.1316
APJII, P. (2016). Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2016. Survey Report.
Aryani, M. H. (2015). Minat Individu Terhadap Penggunaan Internet Banking:Pendekatan Modified Technology Acceptance Model (Studi Kasus pada Nasabah Bank BCA di Surakarta). Naskah Publikasi.
Bawono, A. (2006). Multivariate Analysis dengan SPSS. STAIN Salatiga Press.
Dalharjo, D. (2020). Pengaruh kepercayaan konsumen, kualitas layanan dan online customer review (OCRs) terhadap Minat beli pada situs E-comerse Lazada.
Djatikusuma, E. (2014). Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Pada Produk Minuman Berisotonik Pocari Sweat. Marketing Science.
Ellyawati, D. R. J. (2019). Pengaruh Persepsi Risiko Terhadap Kepercayaan dan Keputusan Pembelian Online. E-Journal UAJY, 7, 1–9.
Faradila, R. S. N., & Soesanto, H. (2016). Analisis Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan dan Persepsi Manfaat terhadap Minat Beli dengan Kepercayaan Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Pengunjung Toko Online berrybenka.com di Kalangan Mahasiswa Universitas Diponegoro).
Jurnal Studi Manajemen Organisasi, 13(2), 149. https://doi.org/10.14710/jsmo.
v13i2.13406
Ghozali, I. (2013). Ghozali, Imam (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hendryadi. (2010). No Title. January. https://
teorionline.wordpress.com/2010/01/30/
analisis-jalur-path-analysis/#:~:text=Analisis jalur adalah suatu teknik pengembangan dari regresi linier ganda.&text=Pembobotan regresi diprediksikan dalam suatu,juga penghitungan uji keselarasan statistik.
Indriyani, E. (2018). Pengaruh Kegunaan, Kemudahan, Risiko, dan Kualitas Layanan Terhadap Minat Nasabah Dalam Penggunaan Mobile Banking ( Studi Empiris Pada Nasabah Bank BUMN Di Kota Surakarta ).
Karnadjaja, C. C., Tulipa, D., & Lukito, R. S. H.
(2018). Pengaruh Persepsi Risiko, Manfaat, Dan Kemudahan Penggunaan Terhadap Minat Belanja Online Melalui Kepercayaan Dan Sikap Pada Konsumen Zalora Di Surabaya.
Kajian Ilmiah Mahasiswa Manajemen, 6(2),
116–130. http://journal.wima.ac.id/index.
php/KAMMA/article/view/1779
Khotimah, K., & Febriansyah, F. (2018). Pengaruh kemudahan penggunaan, kepercayaan konsumen dan kreativitas iklan terhadap minat beli konsumen online-shop. Jurnal Manajemen Strategi Dan Aplikasi Bisnis, 1(1), 19–26.
https://doi.org/10.36407/jmsab.v1i1.16 Kurniawati, H. A., Arif, A., & Winarno, W. A. (2017).
Analisis Minat Penggunaan Mobile Banking Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Yang Telah Dimodifikasi.
E-Journal Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi.
https://doi.org/10.19184/ejeba.v4i1.4563 Laksana, G. B. (2015). ( Studi Pada Nasabah Bank
Rakyat Indonesia ( BRI ) Kantor Cabang Rembang , Jawa Tengah ). 26(2), 1–8.
LARASWATI, R. (2016). Pengaruh Persepsi Resiko, Kenyamanan, Biaya, Dan Kepercayaan Serta Keunggulan Relatif Terhadap Penggunaan Mobile Banking Bagi Nasabah Bank Mandiri Di Surabaya. STIE Perbanas Surabaya, 1–12.
Misbach, I. (2013). PENGARUH ISLAMIC BANK SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN DAN KEPERCAYAAN NASABAH BANK UMUM SYARIAH. Journal of Chemical Information and Modeling, 01(01), 1689–1699.
Nafis, M. A. (2013). PENGARUH PELAYANAN ISLAMI KARYAWAN TERHADAP MINAT NASABAH MENABUNG DENGAN AKAD SYARI’AH (Study Kasus BMT MITRA MUAMALAT Kota Kudus). Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Putra, I. P. A. P. A., Sukaatmadja, I. P. G., & Giantari, I.
G. A. . (2016). Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan, Persepsi Risiko, Terhadap Kepercayaan dan Niat Beli E-Ticket pada Situs Traveloka. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana 5.9, 9, 3007–3030.
Rachmawati, R. M., & Wahyudi, H. D. (2016). Pengaruh Kepercayaan Terhadap Minat Beli Melalui Persepsi Risiko Pada Transaksi Jual Beli. Ekonomi Bisnis, 2, 214–224. http://journal.um.ac.id/index.
php/ekobis/article/view/7433/3384
Rahayu, P. P. (2019). Pengaruh Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan, Persepsi Kepercayaan, dan Persepsi Kenyamanan terhadap Penggunaan Mobile Banking. Psychological Bulletin.
Rahmad, A., Astuti, E., & Riyadi, R. (2017).
PENGARUH KEMUDAHAN TERHADAP KEPERCAYAAN DAN PENGGUNAAN SMS BANKING (Studi pada Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya).
Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 43(1), 36–43.
Rakhmawati, S., & Isharijadi, I. (2013). Pengaruh Kepercayaan, Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan, Dan Persepsi Kenyamanan Terhadap Minat Penggunaan Sistem Internet Banking Pada Nasabah Bank Muamalat Cabang Pembantu Madiun. Assets: Jurnal Akuntansi Dan Pendidikan, 2(2), 71. https://
doi.org/10.25273/jap.v2i2.1200
Rithmaya, C. L. (2016). Pengaruh Kemudahan Penggunaan, Kemanfaatan, Sikap, Risiko Dan Fitur Layanan Terhadap Minat Ulang Nasabah Bank Bca Dalam Menggunakan
Initernet Banking. Jurnal Riset Ekonomi Dan Manajemen, 16(1), 160. https://doi.
org/10.17970/jrem.16.160110.id
Saputri, L. (2018). Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan dan Persespi Risiko terhadap Minat Masyarakat Menggunakan Fasilitas Electronic Banking Bank Syariah dengan Kepercayaan sebagai Variabel Intervening. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Sauri, S., Syariah, M. E., Islam, U., Maulana, N.,
& Ibrahim, M. (2017). Analisis pengaruh kualitas pelayanan islami terhadap kepuasan dan kepercayaan anggota di pusat koperasi syariah alkamil jawa timur.
SENDARI, S. (2011). “PENGARUH ATRIBUT PRODUK DAN PELAYANAN ISLAMI TERHADAP MINAT NASABAH (Studi kasus pada BMT Artha Salsabil Ngalian Semarang).”
Supriyadi. (2014). Pengaruh Persepsi Teknologi Informasi, Kemudahan Penggunaan, Resiko Transaksi, Dan Fitur Layanan Pada Minat Ulang Nasabah Dalam Menggunakan Internet Banking. SEGMEN Jurnal Manajemen Dan Bisnis, Vol. 10(1.a), Hlm. 3.
Sutrisno, A. (2016). Analisis pengaruh persepsi kualitas pelayanan, promosi dan religiusitas terhadap minat mahasiswa menabung di perbankan syariah. Salatiga: IAIN Salatiga.
SKRIPSI, 1–72.
Toha, M. (2017). Pengaruh Islamic Service Quality Dan Islamic. 1113081000121.
Wahyuningsih, S. A. (2019). Pengaruh Persepsi Kemudahan, Kemanfaatan Dan Risiko Terhadap Minat Nasabah Menggunakan Internet Banking Dengan Kepercayaan Sebagai Variabel Intervening. 1–105.