LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN LAPORAN UKURAN UTAMA (KEY MATRICS) SECARA KONSOLIDASI
Bebas
38
0
0
Teks penuh
(2) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN PERMODALAN KOMPOSISI PERMODALAN (CC1) Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Component (Bahasa Inggris). 1. Komponen (Bahasa Indonesia). Jumlah (Dalam Jutaan Rupiah). CET 1: Instrumen dan Tambahan Modal Disetor Directly issued qualifying common share (and equivalent for non-joint stock companies) Saham biasa (termasuk stock surplus ) capital plus related stock surplus 257,810 1,061,770 19,950. 2 Retained earnings 3 Accumulated other comprehensive income (and other reserves). 4 5. Common Equity Tier 1 capital before regulatory adjustments. 7. Prudential valuation adjustments. 8 9. Goodwill (net of related tax liability) Other intangibles other than mortgage-servicing rights (net of related tax liability). 11 12. (374,579) 104,480. Directly issued capital subject to phase out from CET1 (only applicable to non-joint stock Modal yang termasuk phase out dari CET1 companies) Common share capital issued by subsidiaries and held by third parties (amount allowed Kepentingan Non Pengendali yang dapat diperhitungkan in group CET1). 6. 10. Laba ditahan Akumulasi penghasilan komprehensif lain (dan cadangan lain). CET1 sebelum regulatory adjustment CET 1: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment ) Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book Goodwill Aset tidak berwujud lainnya (selain Mortgage-Servicing Rights ). Deferred tax assets that rely on future profitability excluding those arising from Aset pajak tangguhan yang berasal dari future profitability temporary differences (net of related tax liability) Cash-flow hedge reserve Cash-flow hedge reserve Shortfall of provisions to expected losses Shortfall on provisions to expected losses. 1,069,431. (1,309). (21,043).
(3) 13. Securitisation gain on sale (as set out in paragraph 562 of Basel II framework). Keuntungan penjualan aset dalam transaksi sekuritisasi. 14. Gains and losses due to changes in own credit risk on fair valued liabilities. Peningkatan/ penurunan nilai wajar atas kewajiban keuangan (DVA). 15 16. Defined-benefit pension fund net assets Aset pensiun manfaat pasti Investments in own shares (if not already netted off paid-in capital on reported balance Investasi pada saham sendiri (jika belum di net dalam modal di sheet) Laporan Posisi Keuangan) Reciprocal cross-holdings in common equity Kepemilikan silang pada instrumen CET 1 pada entitas lain. 17. 18 19. Investments in the capital of Banking, financial and insurance entities that are outside the scope of regulatory consolidation, net of eligible short positions, where the Bank Significant investments in the common stock of Banking, financial and insurance entities that are outside the scope of regulatory consolidation, net of eligible short positions (amount above 10% threshold). Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang Investasi signifikan pada saham biasa Bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan (jumlah di atas batasan 10%). 20. Mortgage servicing rights (amount above 10% threshold). Mortgage servicing rights. 21. Deferred tax assets arising from temporary differences (amount above 10% threshold, Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer net of related tax liability) (jumlah di atas batasan 10%, net dari kewajiban pajak). 22 23 24 25 26 26a. 26b. 26c.. Amount exceeding the 15% threshold of which: significant investments in the common stock of financials of which: mortgage servicing rights of which: deferred tax assets arising from temporary differences National specific regulatory adjustments. 26d. 26e. 26f. 26g.. Jumlah melebihi batasan 15% dari: investasi signifikan pada saham biasa financials mortgage servicing rights pajak tangguhan dari perbedaan temporer Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional Selisih PPKA dan CKPN PPKA non produktif Aset Pajak Tangguhan Penyertaan Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi Eksposur sekuritisasi Lainnya. 27. Regulatory adjustments applied to Common Equity Tier 1 due to insufficient Additional Penyesuaian pada CET 1 akibat AT 1 dan Tier 2 lebih kecil Tier 1 and Tier 2 to cover deductions daripada faktor pengurangnya. 28. Total regulatory adjustments to Common equity Tier 1. Jumlah pengurang (regulatory adjustment ) terhadap CET 1. 29. Common Equity Tier 1 capital (CET1) Additional Tier 1 capital: instruments. Jumlah CET 1 setelah faktor pengurang Modal Inti Tambahan (AT 1): Instrumen. (22,352) 1,047,079.
(4) 30. Directly issued qualifying Additional Tier 1 instruments plus related stock surplus. Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus ) Yang diklasifikasikan sebagai ekuitas berdasarkan standar akuntansi. 31. of which: classified as equity under applicable accounting standards. 32. of which: classified as liabilities under applicable accounting standards. 33 34. Directly issued capital instruments subject to phase out from Additional Tier 1 Modal yang termasuk phase out dari AT 1 Additional Tier 1 instruments (and CET1 instruments not included in row 5) issued by Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui subsidiaries and held by third parties (amount allowed in group AT1) dalam perhitungan KPMM secara konsolidasi. 35. of which: instruments issued by subsidiaries subject to phase out. 36. Additional Tier 1 capital before regulatory adjustments Additional Tier 1 capital: regulatory adjustments. 37. Investments in own Additional Tier 1 instruments. Instrumen yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out Jumlah AT 1 sebelum regulatory adjustment Modal Inti Tambahan: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment ) Investasi pada instrumen AT 1 sendiri. 38. Reciprocal cross-holdings in Additional Tier 1 instruments. Kepemilikan silang pada instrumen AT 1 pada entitas lain. 39. Investments in the capital of Banking, financial and insurance entities that are outside the scope of regulatory consolidation, net of eligible short positions, where the Bank does not own more than 10% of the issued common share capital of the entity (amount above 10% threshold). Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%). Yang diklasifikasikan sebagai liabilitas berdasarkan standar akuntansi. -. 40. Significant investments in the capital of Banking, financial and insurance entities that Investasi signifikan pada modal Bank, entitas keuangan dan are outside the scope of regulatory consolidation (net of eligible short positions) asuransi di luar cakupan konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan) 41 National specific regulatory adjustments Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional 41a. Penempatan dana pada instrumen AT 1 pada Bank lain 42 Regulatory adjustments applied to Additional Tier 1 due to insufficient Tier 2 to cover Penyesuaian pada AT 1 akibat Tier 2 lebih kecil daripada faktor deductions pengurangnya. 43. Total regulatory adjustments to Additional Tier 1 capital. 44 45. Additional Tier 1 capital (AT1) Tier 1 capital (T1 = CET 1 + AT 1) Tier 2 capital: instruments and provisions. Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment ) terhadap AT 1 Jumlah AT 1 setelah faktor pengurang Jumlah Modal Inti (Tier 1) (CET 1 + AT 1) Modal Pelengkap (Tier 2): Instrumen dan cadangan. 1,047,079.
(5) 46 Directly issued qualifying Tier 2 instruments plus related stock surplus. Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus ). 47 48. Directly issued capital instruments subject to phase out from Tier 2 Modal yang yang termasuk phase out dari Tier 2 Tier 2 instruments (and CET1 and AT1 instruments not included in rows 5 or 34) issued Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui by subsidiaries and held by third parties (amount allowed in group Tier 2) dalam perhitungan KPMM secara konsolidasi. 49. of which: instruments issued by subsidiaries subject to phase out. Modal yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out. 50. Provisions. Cadangan umum PPKA atas aset produktif yang wajib dihitung dengan jumlah paling tinggi sebesar 1,25% dari ATMR untuk Risiko Kredit. 12,876. 51. Tier 2 capital before regulatory adjustments. Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2 ) sebelum faktor pengurang. 12,876. Tier 2 capital: regulatory adjustments 52 53. Investments in own Tier 2 instruments Reciprocal cross-holdings in Tier 2 instruments and other TLAC liabilities. 54. Investments in the other TLAC liabilities of banking, financial and insurance entities that are outside the scope of regulatory consolidation and where the bank does not own more than 10% of the issued common share capital of the entity: amount previously designated for the 5% threshold but that no longer meets the conditions (for G-SIBs only). Modal Pelengkap (Tier 2): Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment ) Investasi pada instrumen Tier 2 sendiri Kepemilikan silang pada instrumen Tier 2 pada entitas lain. Investasi pada kewajiban TLAC modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari pada 10% modal saham yanglainnya diterbitkan; nilai sebelumnya Investasi kewajiban TLAC dari entitas perbankan, keuangan, dan asuransi yang berada di luar lingkup konsolidasi peraturan dan, yang mana bank tidak memiliki lebih dari 10% dari saham biasa entitas yang dikeluarkan: jumlah yang sebelumnya ditunjuk untuk batas 5% tetapi yang tidak lagi memenuhi syarat (hanya untuk Bank Sistemik.
(6) 55. Significant investments in the capital and other TLAC liabilities of banking, financial and Investasi signifikan pada modal atau instrumen TLAC Bank, insurance entities that are outside the scope of regulatory consolidation (net of eligible entitas keuangan dan asuransi di luar cakupan konsolidasi short positions) secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan). 56 National specific regulatory adjustments 56a. 56b. 57 Total regulatory adjustments to Tier 2 capital. Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional Sinking fund Penempatan dana pada instrumen Tier 2 pada Bank lain Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment ) Modal Pelengkap. -. 58. Tier 2 capital (T2). Jumlah Modal adjustment. 59. Total capital. Total Modal (Modal Inti + Modal Pelengkap). 1,059,955. 60. Total risk weighted assets. Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). 2,256,826. 46.97%. Capital ratios and buffers. Pelengkap. (Tier. 2). setelah. regulatory. 61 62. Common Equity Tier 1 (as a percentage of risk weighted assets) Tier 1 (as a percentage of risk weighted assets). Rasio Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) dan Tambahan Modal (Capital Buffer ) Rasio CET 1 (persentase terhadap ATMR) Rasio Modal Inti Tier 1 (persentase terhadap ATMR). 63. Total capital (as a percentage of risk weighted assets). Rasio Total Modal (persentase terhadap ATMR). 64. Institution specific buffer requirement (minimum CET1 requirement plus capital Buffer ( persentase terhadap ATMR) conservation buffer plus countercyclical buffer requirements plus G-SIB buffer requirement, expressed as a percentage of risk weighted assets). 65 66 67. of which: capital conservation buffer requirement of which: Bank specific countercyclical buffer requirement Of which: higher loss absorbency requirement. Capital Conservation Buffer Countercyclical Buffer higher loss absorbency requirement. 12,876. 46.40% 46.40%. 46.97%. 36.40%. 0% 0% 0%. Total ....
(7) 68. National minima (if different from Basel 3). Untuk bank umum konvensional: CET 1 yang tersedia untuk memenuhi Buffer (persentase terhadap ATMR) Untuk kantor cabang dari Bank yang berkedudukan di luar negeri: Bagian Dana Usaha yang ditempatkan dalam CEMA (diungkapkan sebagai persentase dari ATMR) yang tersedia untuk memenuhi Buffer . National minima (jika berbeda dari Basel 3). 69. National Common Equity Tier 1 minimum ratio. Rasio terendah CET 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3). 70. National Tier 1 minimum ratio. Rasio terendah Tier 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3). 71. National total capital minimum ratio. 72 73 74 75 76. 77 78. 79. 80 81 82 83. 84. Rasio terendah total modal nasional (jika berbeda dengan Basel 3) Amounts below the thresholds for deduction (before risk weighting) Jumlah di bawah batasan pengurangan (sebelum pembobotan risiko) Non-significant investments in the capital and other TLAC liabilities of other financial Investasi non-signifikan pada modal atau kewajiban TLAC entities lainnya pada entitas keuangan lain Significant investments in the common stock of financial entities Investasi signifikan pada saham biasa entitas keuangan Mortgage servicing rights (net of related tax liability) Mortgage servicing rights (net dari kewajiban pajak) Deferred tax assets arising from temporary differences (net of related tax liability) Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (net Applicable caps on the inclusion of provisions in Tier 2 Cap yang dikenakan untuk provisi pada Tier 2 Provisions eligible for inclusion in Tier 2 in respect of exposures subject to standardised Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur approach (prior to application of cap) berdasarkan pendekatan standar (sebelum dikenakan cap ) Cap on inclusion of provisions in Tier 2 under standardised approach. Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan standar Provisions eligible for inclusion in Tier 2 in respect of exposures subject to internal Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur ratings-based approach (prior to application of cap) berdasarkan pendekatan IRB (sebelum dikenakan cap ) Cap for inclusion of provisions in Tier 2 under internal ratings-based approach. Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan IRB Capital instruments subject to phase-out arrangements (only applicable Instrumen Modal yang termasuk phase out (hanya berlaku between 1 Jan 2018 and 1 Jan 2022) antara 1 Jan 2018 s.d. 1 Jan 2022) Current cap on CET1 instruments subject to phase out arrangements Cap pada CET 1 yang temasuk phase out Amount excluded from CET1 due to cap (excess over cap after redemptions and Jumlah yang dikecualikan dari CET 1 karena adanya cap maturities) (kelebihan di atas cap setelah redemptions dan maturities ) Current cap on AT1 instruments subject to phase out arrangements Cap pada AT 1 yang temasuk phase out Amount excluded from AT1 due to cap (excess over cap after redemptions and Jumlah yang dikecualikan dari AT 1 karena adanya cap maturities) (kelebihan di atas cap setelah redemptions dan maturities ) Current cap on T2 instruments subject to phase out arrangements. Cap pada Tier 2 yang temasuk phase out.
(8) 85. Amount excluded from T2 due to cap (excess over cap after redemptions and maturities). Jumlah yang dikecualikan dari Tier 2 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah redemptions dan maturities ) Analisis Kualitatif.
(9) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN PERMODALAN : REKONSILIASI PERMODALAN (CC2) Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. No. Pos-pos. Neraca Publikasi. Neraca Konsolidasi dengan cakupan konsolidasi berdasarkan ketentuan kehati-hatian. Posisi Tgl Laporan. Posisi Tgl Laporan. ASET 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13. 14 15 16 17 18. 19 20. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14. Kas Penempatan pada Bank Indonesia Penempatan pada bank lain Tagihan spot dan derivatif/ forward Surat berharga yang dimiliki Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo ) Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo ) Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Pembiayaan syariah 1) Penyertaan modal Aset keuangan lainnya Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/a. Surat berharga yang dimiliki b. Kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah c. Lainnya Aset tidak berwujud Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/Aset tetap dan inventaris Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/Aset non produktif a. Properti terbengkalai b. Agunan yang diambil alih c. Rekening tunda d. Aset antar kantor 2) Aset lainnya. 13,606 390,851 32,371 490,936 574,546 17,424 1,853,408 14,005 119,341 12,923 11,614 156,206 33,993 143,888 19,435. 13,606 390,851 32,371 490,936 574,546 17,424 1,853,408 14,005 119,341 12,923 11,614 156,206 33,993 143,888 19,435. TOTAL ASET LIABILITAS DAN EKUITAS. 3,554,651. 3,554,651. 215,319 128,243 1,913,322 179,743 12 17,424 744 34,597. 215,319 128,243 1,913,322 179,743 12 17,424 744 34,597. 2,489,405. 2,489,405. 690,000 432,190 -. 690,000 432,190 -. Giro Tabungan Deposito Uang elektronik Labilitas kepada Bank Indonesia Labilitas kepada bank lain Labilitas spot dan derivatif /forward Labilitas atas surat berharga dijual dengan janji dibeli kembali( repo ) Labilitas akseptasi Surat berharga yang diterbitkan Pinjaman/pembiayaan yang diterima Setoran jaminan Liabilitas antar kantor 2) Liabilitas lainnya. Total liabilitas EKUITAS 15 Modal disetor a. Modal dasar b. Modal yang belum disetor -/c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock ) -/16 Tambahan modal disetor a. Agio b.Disagio c. Dana setoran modal d. Lainnya 17 Penghasilan komprehensif lain a. Keuntungan b. Kerugian Cadangan a. Cadangan umum b. Cadangan tujuan 18 Laba Rugi a. Tahun-tahun lalu. 1,061,770 19,950 104,480 (4,185) 20,000 (402,155) 7,576. 3). b. Tahun berjalan c. Dividen dibayarkan -/-. 1,065,246 3,554,651. TOTAL EKUITAS TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS Analisis Kualitatif. 1,061,770 19,950 104,480 (4,185) 20,000 (402,155) 7,576 1,065,246 3,554,651.
(10) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN PERMODALAN : FITUR UTAMA INSTRUMEN PERMODALAN DAN TLAC ELIGIBELE (CCA) Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Indonesia. a Informasi Kuantitatif/Kualitatif. 1. Penerbit. N/A. 2. Nomor identifikasi. N/A. 3. Hukum yang digunakan. N/A. 3a. Sarana yang memungkinkan kewajiban pelaksanaan pada Bagian 13 dari Lembar Istilah TLAC tercapai (untuk instrumen TLAC sah lainnya yang diatur oleh hukum asing) Perlakuan Instrumen berdasarkan ketentuan KPMM. N/A. N/A. 4. Pada saat masa transisi. N/A. 5. setelah masa transisi. N/A. 6. Apakah instrumen eligible untuk Individu/Konsolidasi atau Konsolidasi dan. N/A. 7. Jenis Instrumen. N/A. 8. Jumlah yang diakui dalam perhitungan KPMM. N/A. 9. Nilai par dari instrumen. N/A. 10. Klasifikasi sesuai standar akuntansi keuangan. N/A. 11. Tanggal penerbitan. N/A. 12. Tidak ada jatuh tempo (perpetual ) atau dengan jatuh tempo. N/A. 13. Tanggal jatuh tempo. N/A. 14. Eksekusi call option atas persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. N/A. 15. Tanggal call option , jumlah penarikan dan persyaratan call option lainnya (bila ada). N/A. 16. Subsequent call option. N/A. Kupon / dividen. N/A. 17. Dividen/ kupon dengan bunga tetap atau floating. N/A. 18. Tingkat dari coupon rate atau index lain yang menjadi acuan. N/A. 19. Ada atau tidaknya dividend stopper. N/A. 20. Fully discretionary; partial atau mandatory. N/A. 21. Apakah terdapat fitur step up atau insentif lain. N/A. 22. Non-kumulatif atau kumulatif. N/A. 23. Dapat dikonversi atau tidak dapat dikonversi. N/A.
(11) 24 25 26 27. Jika dapat dikonversi, sebutkan trigger point-nya Jika dapat dikonversi, apakah seluruh atau sebagian Jika dapat dikonversi, bagaimana rate konversinya Jika dapat dikonversi; apakah mandatory atau optional. N/A N/A N/A N/A. 28. Jika dapat dikonversi, sebutkan jenis instrumen konversinya. N/A. 29. Jika dapat dikonversi, sebutkan issuer of instrument it converts into. N/A. 30. Fitur write-down. N/A. 31. Jika terjadi write-down, sebutkan trigger-nya. N/A. 32. Jika terjadi write-down, apakah penuh atau sebagian. N/A. 33. Jika terjadi write down; permanen atau temporer. N/A. 34. Jika terjadi write down temporer, jelaskan mekanisme write-up. N/A. 34a. Tipe subordinasi. N/A. 35. Hierarki instrumen pada saat likuidasi. N/A. 36. Apakah terdapat fitur yang non-compliant. N/A. 37. Jika Ya, jelaskan fitur yang non-compliant. N/A. Analisis Kualitatif. Instructions Setiap instrumen permodalan yang diterbitkan Bank harus diungkapkan dalam Pengungkapan Rincian Fitur Instrumen Permodalan. Pengungkapan tersebut menggunakan format yang disediakan oleh Basel, dan merupakan standar minimum. Bank dapat menambahkan fitur-fitur penting lain dalam hal berdasarkan penilaian Bank atau pengawas Bank fitur tersebut penting untuk diungkapkan.. Bank diminta untuk mengkinikan pengungkapan tersebut bila terdapat perubahan fitur dari instrumen permodalan, misalnya bila terdapat penerbitan instrumen baru, permbayaran, penarikan atau konversi atau write down, atau perubahan lain yang material dari intrumen permodalan yang ada.. Penjelasan definisi pos-pos dalam Pengungkapan Rincian Fitur Instrumen Permodalan dapat dilihat pada disclosure requirements yang dikeluarkan oleh Basel Committee on Banking Supervisio n..
(12) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RASIO PENGUNGKIT - LAPORAN TOTAL EKSPOSUR DALAM RASIO PENGUNGKIT Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Form B1 : LAPORAN TOTAL EKSPOSUR DALAM RASIO PENGUNGKIT No. Kode Baris. 1. 0101000000. 2. 0102000000. Keterangan Total aset di laporan posisi keuangan pada laporan keuangan publikasi. (nilai gross sebelum dikurangi CKPN). Penyesuaian untuk nilai penyertaan pada Bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan/atau entitas lain yang berdasarkan standar akuntansi keuangan harus dikonsolidasikan namun di luar cakupan konsolidasi berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Penyesuaian untuk nilai kumpulan aset keuangan yang mendasari yang telah dialihkan dalam sekuritisasi aset yang memenuhi persyaratan jual putus sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai prinsip kehati-hatian dalam aktivitas sekuritisasi aset bagi bank umum. Dalam hal aset keuangan yang mendasari dimaksud telah dikurangkan dari total aset pada laporan posisi keuangan maka angka pada baris ini adalah 0 (nol). Penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada). Penyesuaian untuk aset fidusia yang diakui sebagai komponen laporan posisi keuangan berdasarkan standar akuntansi keuangan namun dikeluarkan dari perhitungan total eksposur dalam Rasio Pengungkit.. Jumlah 3673992. 0. 3. 0103000000. 4. 0104000000. 5. 0105000000. 6. 0106000000. Penyesuaian untuk nilai pembelian atau penjualan aset keuangan secara reguler dengan menggunakan metode akuntansi tanggal perdagangan.. 0. 7. 0107000000. 0. 8. 0108000000. Penyesuaian untuk nilai transaksi cash pooling yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini. Penyesuaian untuk nilai eksposur transaksi derivatif.. 9. 0109000000. 10. 0110000000. 11. 0111000000. 12 13. 0112000000 0199000000. Penyesuaian untuk nilai eksposur SFT sebagai contoh transaksi reverse repo. Penyesuaian untuk nilai eksposur TRA yang telah dikalikan dengan FKK. Penyesuaian penilaian prudensial berupa faktor pengurang modal dan CKPN. Penyesuaian lainnya. Total Eksposur dalam perhitungan Rasio Pengungkit.. Analisis Kualitatif. 0. 0. 0. 109 0 87928 -141694 0 3620335 Per posisi 30 Juni 2021, Modal Inti Bank of India Indonesia sebesar Rp 1,04 triliun. Oleh karena itu Rasio Pengungkit (Leverage) posisi 30 Juni 2021 adalah sebesar 28,92% dibandingkan dengan total eksposur bank. Maka dari itu Bank of India Indonesia berkomitmen akan selalu menjaga rasio Leverage diatas minimum yang sudah ditentukan oleh OJK yaitu sebesar 3% sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/POJK.03/2019, tanggal 2 Desember 2019..
(13) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RASIO PENGUNGKIT - LAPORAN PERHITUNGAN RASIO PENGUNGKIT Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Form B3 : LAPORAN PERHITUNGAN RASIO PENGUNGKIT No. Kode Baris 0201000000. 1. 0201010000. 2. 0201020000. 3. 0201030000. 4. 0201040000. 5. 0201050000. 6. 0201060000. 7. 0201990000 0202000000. 8. 0202010000. 9. 0202020000. 10. 0202030000. 11. 0202040000. 12. 0202050000. 13 14 15. 0202990000 0203000000 0203010000 0203020000. 16. 0203030000. 17 18. 0203040000 0203990000 0204000000. 19. 0204010000. 20. 0204020000. 21 22. 0204030000 0204990000 0205000000 0205010000 0205990000 0206000000. 23 24. 25. 0206010000. Keterangan Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan termasuk aset jaminan, namun tidak termasuk eksposur transaksi derivatif dan eksposur SFT (Nilai gross sebelum dikurangi CKPN) Nilai penambahan kembali untuk agunan derivatif yang diserahkan kepada pihak lawan yang mengakibatkan penurunan total eksposur aset dalam laporan posisi keuangan karena adanya penerapan standar akuntansi keuangan (Pengurangan atas piutang terkait CVM yang diberikan dalam transaksi derivatif) (Penyesuaian untuk nilai tercatat surat berharga yang diterima dalam eksposur SFT yang diakui sebagai aset) (CKPN atas aset tersebut sesuai standar akuntansi keuangan) (Aset yang telah diperhitungkan sebagai faktor pengurang Modal Inti sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum bagi bank umum) Total Eksposur aset dalam laporan posisi keuangan Eksposur Transaksi Derivatif Nilai RC untuk seluruh transaksi derivatif baik dalam hal terdapat variation margin yang memenuhi syarat ataupun terdapat perjanjian saling hapus yang memenuhi persyaratan tertentu Nilai penambahan yang merupakan PFE untuk seluruh transaksi derivatif (Pengecualian atas eksposur transaksi derivatif yang diselesaikan melalui central counterparty (CCP)) Penyesuaian untuk nilai nosional efektif dari derivatif kredit (Penyesuaian untuk nilai nosional efektif yang dilakukan saling hapus dan pengurangan add-on untuk transaksi penjualan derivatif kredit) Total Eksposur Transaksi Derivatif Eksposur Securities Financing Transaction (SFT) Nilai tercatat aset SFT secara gross (Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas) Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait aset SFT yang mengacu pada perhitungan current exposure sebagaimana diatur dalam Lampiran Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini Eksposur sebagai agen SFT Total Eksposur SFT Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA) Nilai seluruh kewajiban komitmen atau kewajiban kontinjensi. Nilai gross sebelum dikurangi CKPN. (Penyesuaian terhadap hasil perkalian antara nilai kewajiban komitmen atau kewajiban kontinjensi dan FKK kemudian dikurangi CKPN) (CKPN atas TRA sesuai standar akuntansi keuangan) Total Eksposur TRA Modal dan Total Eksposur Modal Inti Total Eksposur Rasio Pengungkit (Leverage) Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada) (%). Periode T. T-1. 3099446. 2867510. 0. 0. 0. 0. 0. 0. -119341. -115487. -22353. -99755. 2957752. 2652268. 0. 74. 109. 587. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 109. 661. 574546 0. 917629 0. 0. 0. 0 574546. 0 917629. 494542. 515128. -405447. -429636. -1167 87928. -1900 83592. 1047078 3620335. 1044079 3654150. 28.92. 28.57.
(14) 25a. 0206020000. 26 27. 0206030000 0206040000 0207000000. 28. 0207010000. 29. 0207020000. 30. 30a. 31. 31a. 0207030000. 0207040000. 0207050000. 0207060000. Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada) (%) Nilai Minimum Rasio Pengungkit (%) Bantalan terhadap nilai Rasio Pengungkit (%) Pengungkapan Nilai Rata-Rata Nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian untuk transaksi akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara bersih (nett) dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT Nilai akhir triwulan laporan dari nilai tercatat aset SFT secara gross, setelah penyesuaian untuk transaksi akuntansi penjualan (sale accounting transaction) yang dihitung secara bersih (nett) dengan liabilitas kas dalam SFT dan tagihan kas dalam SFT Total Eksposur, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28 Total Eksposur, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28 Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28 (%) Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross sebagaimana dimaksud dalam baris 28 (%) Analisa Analisis Kualitatif. 28.92. 28.57. 3.00 1.00. 3.00 1.00. 287273. 458815. 574546. 917629. 3620335. 3654150. 3620335. 3654150. 28.92. 28.57. 28.92. 28.57.
(15) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- PENGUNGKAPAN TAGIHAN BERSIH BERDASARKAN WILAYAH Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021 Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah - Bank secara Individual No.. Kategori Portofolio. (1). (2). Wilayah 1 (3). 30 Juni 2021 Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah dst. Wilayah 2 Wilayah 3 (4) (5) (6). Total (7). Wilayah 1 (8). Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah dst. Wilayah 2 Wilayah 3 (9) (10) (11). Total (12). 1. Tagihan Kepada Pemerintah. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 4. Tagihan Kepada Bank. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal. 9,477. -. 841. -. 10,318. 80,747. -. 1,170. -. 81,917. 6. Kredit Beragun Properti Komersial. 40,004. -. 598. -. 40,602. 49,454. 601. -. -. 50,055. 7. Kredit Pegawai/Pensiunan. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel. 66,663. 1,040. 7,670. -. 75,373. 100,671. 2,848. 6,561. -. 110,080. 9. Tagihan kepada Korporasi. 1,389,323. 55,498. 190,453. -. 1,635,274. 1,303,055. 89,259. 162,043. -. 1,554,357. 44,479. -. 91,841. 24,062. 17,926. 1,120. -. 43,108. -. -. 1,557,989. 110,634. 170,894. -. 1,839,517. 10. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo. 11. Aset Lainnya. 47,362 -. TOTAL. 1,552,829. 56,538. 244,041. -. 1,853,408. -. -. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah - Bank secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak. No.. Kategori Portofolio. (1). (2). 1. Tagihan Kepada Pemerintah. 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik. 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional. 4. Tagihan Kepada Bank. 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal. 6. Kredit Beragun Properti Komersial. 7. Kredit Pegawai/Pensiunan. 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel. 9. Tagihan kepada Korporasi. 10. Tagihan yang Telah Jatuh Tempo. 11. Aset Lainnya TOTAL. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah 1. Pengungkapan tagihan bersih dilakukan untuk eksposur aset di laporan posisi keuangan, eksposur di Transaksi Rekening Administratif (TRA) dan eksposur yang menimbulkan risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan (counterparty credit risk ). 2. Penetapan kategori portofolio dan perhitungan tagihan bersih mengacu pada ketentuan mengenai perhitungan aset tertimbang menurut risiko untuk risiko kredit dengan menggunakan pendekatan standar. 3. Pembagian wilayah dilakukan berdasarkan kebijakan masing-masing Bank, sesuai laporan manajemen. Pembagian wilayah ditetapkan paling sedikit 3 (tiga) wilayah. Bank harus mengungkapkan dalam laporan, rincian tagihan bersih dari masing-masing wilayah. 4. Penentuan wilayah dilakukan berdasarkan lokasi proyek dari debitur.. Wilayah 1 (3). Posisi Tanggal Laporan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah dst. Wilayah 2 Wilayah 3 (4) (5) (6). Total (7). Wilayah 1 (8). (dalam jutaan rupiah) Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah dst. Wilayah 2 Wilayah 3 Total (9) (10) (11) (12).
(16) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- PENGUNGKAPAN TAGIHAN BERSIH BERDASARKAN SISA JANGKA WAKTU KONTRAK Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak - Bank secara Individual (dalam jutaan rupiah). No.. Kategori Portofolio. (1). (2). 30 Juni 2021 Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak > 1 thn s.d. 3 thn > 3 thn s.d. 5 thn > 5 thn Non Kontraktual. < 1 tahun (3). (4). (5). (6). (7). Total. < 1 tahun. (8). (9). Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak > 1 thn s.d. 3 thn > 3 thn s.d. 5 thn > 5 thn Non Kontraktual (10). (11). (12). (13). Total (14). 1. Tagihan Kepada Pemerintah. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 4. Tagihan Kepada Bank. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal. 474. 3,454. 1,882. 4,508. 6. Kredit Beragun Properti Komersial. 30,504. 10,098. -. 7. Kredit Pegawai/Pensiunan. -. -. -. 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel. 64,930. 6,949. 3,494. 9. Tagihan kepada Korporasi. 951,854. 90,502. 180,423. 39,812. 4,390. 46,448. -. -. -. -. 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya. 1,087,574. TOTAL. 115,393. 10,318. 483. 6,557. 1,586. 73,291. -. 81,917. 40,602. 48,826. 1,229. -. -. -. 50,055. -. -. -. -. -. -. 75,373. 98,912. 7,163. 2,951. 1,054. -. 110,080. 412,495. 1,635,274. 985,170. 81,046. 137,665. 350,476. -. 1,554,357. 1,191. 91,841. 20,243. 4,511. 17,604. 750. -. 43,108. -. -. -. -. -. -. -. 232,247. -. -. 418,194. -. 1,853,408. 1,153,634. 100,506. 159,806. 425,571. -. -. -. 1,839,517. 13,891. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak - Bank secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak (dalam jutaan rupiah). No.. Kategori Portofolio < 1 tahun. (1). (2). 1. Tagihan Kepada Pemerintah. 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik. 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional. 4. Tagihan Kepada Bank. 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal. 6. Kredit Beragun Properti Komersial. 7. Kredit Pegawai/Pensiunan. 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel. 9. Tagihan kepada Korporasi. 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya TOTAL. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak 1. Pengungkapan tagihan bersih dilakukan untuk eksposur aset di laporan posisi keuangan, eksposur di transaksi rekening administratif dan eksposur yang menimbulkan risiko kredit akibat kegagalan pihak lawan (counterparty credit risk ). 2. Penetapan kategori portofolio dan perhitungan tagihan bersih mengacu pada ketentuan mengenai pedoman perhitungan aset tertimbang menurut risiko untuk risiko kredit dengan menggunakan pendekatan standar. 3. Pemetaan ke dalam skala waktu dilakukan berdasarkan sisa waktu sampai dengan jatuh tempo sesuai kontrak untuk pos laporan posisi keuangan, Transaksi Rekening Administratif dan eksposur yang menimbulkan Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan yang memiliki jatuh tempo kontraktual. Untuk pos laporan posisi keuangan, transaksi rekening administratif dan eksposur yang menimbulkan Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan yang tidak memiliki jatuh tempo kontraktual (non maturity items ) dimasukkan ke dalam kolom non-kontraktual.. (3). Posisi Tanggal Laporan Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak > 1 thn s.d. 3 thn > 3 thn s.d. 5 thn > 5 thn Non Kontraktual (4). (5). (6). (7). Total. < 1 tahun. (8). (9). Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak > 1 thn s.d. 3 thn > 3 thn s.d. 5 thn > 5 thn Non Kontraktual (10). (11). (12). (13). Total (14).
(17) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- PENGUNGKAPAN TAGIHAN BERSIH BERDASARKAN SEKTOR EKONOMI Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank secara Individual (dalam jutaan rupiah). No.. Sektor Ekonomi. (1). 1 2 3 4 5 6 7 8 9 12 13. (2) Posisi Tanggal Laporan. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri pengolahan Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah Konstruksi Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor Pengangkutan dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Real Estat Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis. Tagihan Kepada Tagihan Tagihan Kepada Bank Pembangunan Tagihan Kepada Entitas Sektor Multilateral dan Kepada Bank Pemerintah Publik Lembaga Internasional (3). (4). (5). (6). -. -. -. -. 14 Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya. -. -. -. -. 15 16 17 18 19 20 21 22 23. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib Pendidikan Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi Aktivitas Jasa Lainnya Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Bukan Lapangan Usaha Lainnya. -. -. -. -. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23. Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya (31 Des 2020) Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri pengolahan Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah Konstruksi Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor Pengangkutan dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Aktivitas Keuangan dan Asuransi Real Estat Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib Pendidikan Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi Aktivitas Jasa Lainnya Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Bukan Lapangan Usaha Lainnya. -. -. -. -. TOTAL. TOTAL. Kredit Beragun Rumah Tinggal. Kredit Beragun Properti Komersial. (7). (8). Tagihan Kepada Kredit Usaha Mikro, Pegawai/Pe Usaha Kecil nsiunan dan Portofolio Ritel (9). (10). Tagihan kepada Korporasi (11). 1,351. Tagihan yang Telah Jatuh Aset Lainnya Tempo (12). -. -. -. -. -. -. 186,294. -. -. -. -. 8,463. 470,572. 2,570. -. 13,873. -. 3,837. 4,908. -. 997 -. -. 49,985 3,226. 802,067 56,247. 85,382 99. -. 25,432. -. 6,522. 71,131. -. -. 299. -. 5 1,984. 1,099 42,955. -. 10,318. 40,602. -. 75,373. 1,635,274. 91,841. 68,447. -. -. 761 8,244. 166,404 417,350. 339 699. 253. 16,373 1,008. -. 4,046 51,161. 4,298 831,418. 256 40,455. -. 32,433 -. -. 1,872 1,907 7,328 -. 33,189 20,341 47,600 -. 157 214 106 -. -. 241 -. -. -. -. 33,061 -. 11,791 21,966 -. 13,217. -. -. 1,594. -. -. -. -. -. -. 81,917. 50,055. -. 36 70. 110,080. -. (13). 10,318. 1,554,357. 3,791. -. 37 845 43,108. -. -.
(18) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- PENGUNGKAPAN TAGIHAN DAN PENCADANGAN BERDASARKAN WILAYAH Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021 Tabel 2.4.a: Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah - Bank secara Individual. No.. Keterangan. (1) 1 Tagihan 2. (2). Wilayah 1 (3) -. 30 Juni 2021 Wilayah Wilayah 2 Wilayah 3 (4) (5) -. dst. (6) -. Total (7) -. (dalam jutaan rupiah) Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya Wilayah Wilayah 1 Wilayah 2 Wilayah 3 dst. Total (8) (9) (10) (11) (12) -. Tagihan yang mengalami peningkatan dan pemburukan risiko kredit (Stage 2 dan Stage 3). -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. a. Belum jatuh tempo. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. b. Telah jatuh tempo. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 1,892. 1,239. -. 30,581. 3 CKPN - Stage 1. 39,136. 228. 1,600.25. -. 40,964. 27,450. 4 CKPN - Stage 2. 13,649. 409. 16,624.75. -. 30,682. 19,151. 94. 14,811. -. 34,056. 5 CKPN - Stage 3. 19,313. 112. 28,269.61. -. 47,695. 26,452. 25,620. 986. -. 53,058. 6 Tagihan yang dihapus buku. 72,098. 748. 46,495. -. 119,341. 73,053. 27,606. 17,036. -. 117,695.
(19) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- PENGUNGKAPAN TAGIHAN DAN PENCADANGAN BERDASARKAN SEKTOR EKONOMI Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021 Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank secara Individual. (dalam jutaan rupiah) No.. (1). Sektor Ekonomi. Tagihan. (2). (3). Posisi Tanggal Laporan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri pengolahan Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah Konstruksi Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor Pengangkutan dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Aktivitas Keuangan dan Asuransi Real Estat Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis. Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai Belum Jatuh Tempo (4). Cadangan kerugian Cadangan kerugian penurunan penurunan nilai (CKPN) nilai (CKPN) - Stage 2 Stage 1 Telah jatuh tempo (5). (6). Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) Stage 3. (7). (8). -. -. -. -. -. -. -. -. -. 404. -. -. -. 26,223. -. -. -. 1,647. -. -. -. 15 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib. -. -. -. 16 17 18 19 20 21 22 23. -. -. -. 10 678. 1,225. 40,964. 30,682. 47,695. -. -. -. -. 6 1,495 11,019 -. 22,821 68 -. 119 1,869 -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 1,057. 112. 1,220. -. -. -. -. 12,883. 10,478. 47,713. -. -. -. -. 890 631 793 -. 215 356 -. 83 32 504 -. -. -. -. -. -. -. -. -. 15 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib. -. -. -. -. -. -. -. 16 17 18 19 20 21 22 23. -. -. -. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya. Pendidikan Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi Aktivitas Jasa Lainnya Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Bukan Lapangan Usaha Lainnya Total Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri pengolahan Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah Konstruksi Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor Pengangkutan dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Aktivitas Keuangan dan Asuransi Real Estat Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha Lainnya. Pendidikan Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi Aktivitas Jasa Lainnya Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Bukan Lapangan Usaha Lainnya Total. 376 107 10,966. Tagihan yang dihapus buku. 26,945 322. 632 1,946. -. -. -. -. 2,026. 45,035. -. 82. -. -. 553. -. 165. -. -. -. 34 1 1,048 724 30,581. 6 34,056. -. 679 839 53,058. -.
(20) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- PENGUNGKAPAN RINCIAN MUTASI CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Pengungkapan Rincian Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai - Bank secara Individual (dalam jutaan rupiah) No.. Keterangan. (1). (2). Posisi Tanggal Laporan (30 Juni 2021). Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya. Stage 1. Stage 2. Stage 3. Stage 1. Stage 2. Stage 3. (3). (4). (5). (6). (8). (9). 1. Saldo awal CKPN. 30,581. 2. Pembentukan (pemulihan) CKPN pada periode berjalan (Net). 10,383. (3,374). 2.a Pembentukan CKPN pada periode berjalan. 10,383. 2.b Pemulihan CKPN pada periode berjalan 3 4. 20,538. 56,692. 46,085. (5,364). 10,043. (22,636). 33,899. -. -. 10,043. -. -. (3,374). (5,364). -. (22,636). 30,884. CKPN yang digunakan untuk melakukan hapus buku atas tagihan pada periode berjalan. -. -. -. -. -. 27,335. Pembentukan (pemulihan) lainnya pada periode berjalan. -. -. -. -. -. 409. Saldo akhir CKPN. 40,964. 34,056. 30,682. 53,058. 47,694. 30,581. 34,056. 3,015. 53,058.
(21) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- PENGUNGKAPAN TAGIHAN BERSIH BERDASARKAN KATEGORI PORTOFOLIO DAN SKALA PERINGKAT Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021 Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Kategori Portofolio dan Skala Peringkat - Bank secara Individual (dalam jutaan rupiah) 30 Juni 2021. Kategori Portofolio. (2) (1) 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor 3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan 4 Tagihan Kepada Bank 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 6 Kredit Beragun Properti Komersial 7 Kredit Pegawai/Pensiunan 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel. Lembaga Pemeringkat Standard and Poor's Fitch Ratings Moody's PT. Fitch Ratings Indonesia PT Pemeringkat Efek Indonesia (3). AAA AAA Aaa AAA (idn) idAAA (4) -. 9 Tagihan kepada Korporasi 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya TOTAL. AA+ s.d AAAA+ s.d AAAa1 s.d Aa3 AA+(idn) s.d AA-(idn) idAA+ s.d idAA(5) -. A+ s.d AA+ s.d AA1 s.d A3 A+(idn) s.d. A-(idn) idA+ s.d id A(6) -. Peringkat Jangka panjang BBB+ s.d BBBBB+ s.d BBBBB+ s.d BBBBB+ s.d BBBaa1 s.d Baa3 Ba1 s.d Ba3 BBB+(idn) s.d BBB-(idn) BB+(idn) s.d BB-(idn) id BBB+ s.d id BBBid BB+ s.d id BB(7) (8) -. B+ s.d BB+ s.d BB1 s.d B3 B+(idn) s.d B-(idn) id B+ s.d id B(9) -. Kategori Portofolio. (2) (1) 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Kepada Bank 3 Tagihan Pembangunan Multilateral dan LembagaKepada Internasional 4 Tagihan Bank 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 6 Kredit Beragun Properti Komersial 7 Kredit Pegawai/Pensiunan 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 9 Tagihan kepada Korporasi 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya TOTAL. Kurang dari BKurang dari BKurang dari B3 Kurang dari B-(idn) Kurang dari idB(10) -. A-1 F1+ s.d F1 P-1 F1+(idn) s.d F1(idn) idA1 (11) -. Peringkat Jangka Pendek A-2 A-3 F2 F3 P-2 P-3 F2(idn) F3(idn) idA2 idA3 s.d id A4 (12) (13) -. Kurang dari A-3 Kurang dari F3 Kurang dari P-3 Kurang dari F3(idn) Kurang dari idA4 (14) -. Tanpa Peringkat. Total. (15). (16) -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. Kurang dari BKurang dari BKurang dari B3 Kurang dari B-(idn) Kurang dari idB(10) -. A-1 F1+ s.d F1 P-1 F1+(idn) s.d F1(idn) idA1 (11) -. 31 Desember 2020 Lembaga Pemeringkat Standard and Poor's Fitch Ratings Moody's PT. Fitch Ratings Indonesia PT Pemeringkat Efek Indonesia (3). Tagihan Bersih. AAA AAA Aaa AAA (idn) idAAA (4) -. AA+ s.d AAAA+ s.d AAAa1 s.d Aa3 AA+(idn) s.d AA-(idn) idAA+ s.d idAA(5) -. A+ s.d AA+ s.d AA1 s.d A3 A+(idn) s.d. A-(idn) idA+ s.d id A(6) -. Peringkat Jangka panjang BBB+ s.d BBBBB+ s.d BBBBB+ s.d BBBBB+ s.d BBBaa1 s.d Baa3 Ba1 s.d Ba3 BBB+(idn) s.d BBB-(idn) BB+(idn) s.d BB-(idn) id BBB+ s.d id BBBid BB+ s.d id BB(7) (8) -. Tagihan Bersih. B+ s.d BB+ s.d BB1 s.d B3 B+(idn) s.d B-(idn) id B+ s.d id B(9) -. Peringkat Jangka Pendek A-2 A-3 F2 F3 P-2 P-3 F2(idn) F3(idn) idA2 idA3 s.d id A4 (12) (13) -. Kurang dari A-3 Kurang dari F3 Tanpa Peringkat Kurang dari P-3 Kurang dari F3(idn) Kurang dari idA4 (14) (15) -. Total. (16) -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -.
(22) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- PENGUNGKAPAN TAGIHAN BERSIH BERDASARKAN BOBOT RISIKO SETELAH MEMPERHITUNGKAN DAMPAK MITIGASI RISIKO KREDIT Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Bobot Risiko setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Individual (dalam jutaan rupiah) 30 Juni 2021 No.. Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit. Kategori Portofolio 0%. (1) (2) A Eksposur Laporan Posisi Keuangan 1 Tagihan Kepada Pemerintah. 31 Desember 2020. 20%. (3). 35%. (4). 40%. (5). 45%. (6). 50%. (7). 75%. (8). (9). ATMR. 100%. 150%. Lainnya. (10). (11). (12). Beban Modal. Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit 0%. (13). (14). 20%. (15). 35%. (16). 40%. (17). 45%. (18). 50%. (19). 75%. (20). (21). 100%. 150%. Lainnya. (22). (23). (24). ATMR. Beban Modal. (25). (26). -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga 3 Internasional 4 Tagihan Kepada Bank. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 6 Kredit Beragun Properti Komersial. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 7 Kredit Pegawai/Pensiunan. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 9 Tagihan kepada Korporasi. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 C 1 2 3 4 5 6. Total Eksposur Laporan Posisi Keuangan Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif Tagihan Kepada Pemerintah Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional Tagihan Kepada Bank Kredit Beragun Rumah Tinggal Kredit Beragun Properti Komersial Kredit Pegawai/Pensiunan Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Tagihan kepada Korporasi Tagihan yang Telah Jatuh Tempo Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) Tagihan Kepada Pemerintah Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional Tagihan Kepada Bank Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Tagihan kepada Korporasi Total Eksposur Counterparty Credit Risk. -. -. -. -. -. -. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Bobot Risiko setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2020 No.. Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit. Kategori Portofolio 0%. (1) (2) A Eksposur Laporan Posisi Keuangan 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga 3 Internasional 4 Tagihan Kepada Bank 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 6 7 8 9 10 11 B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 C 1 2 3 4 5 6. 31 Desember 2019. 20%. (3). 35%. (4) -. 40%. (5). 45%. (6). 50%. (7). 75%. (8). (9). ATMR. 100%. 150%. Lainnya. (10). (11). (12). Beban Modal. Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit 0%. (13). (14). 20%. (15). 35%. (16). 40%. (17). 45%. (18). 50%. (19). 75%. (20). (21). 100%. 150%. Lainnya. (22). (23). (24). ATMR. Beban Modal. (25). (26). -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. Kredit Beragun Properti Komersial Kredit Pegawai/Pensiunan Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Tagihan kepada Korporasi Tagihan yang Telah Jatuh Tempo Aset Lainnya Total Eksposur Laporan Posisi Keuangan Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif Tagihan Kepada Pemerintah Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional Tagihan Kepada Bank Kredit Beragun Rumah Tinggal Kredit Beragun Properti Komersial Kredit Pegawai/Pensiunan Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Tagihan kepada Korporasi Tagihan yang Telah Jatuh Tempo Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif TRA Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) Tagihan Kepada Pemerintah Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional Tagihan Kepada Bank Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Tagihan kepada Korporasi Total Eksposur Counterparty Credit Risk. -. -. -. -. -. -.
(23) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- PENGUNGKAPAN TAGIHAN BERSIH DAN TEKNIK MITIGASI RISIKO KREDIT Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Pengungkapan Tagihan Bersih dan Teknik Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Individual (dalam jutaan rupiah) No.. Kategori Portofolio. (1). (2). A 1 2. Eksposur Laporan Posisi Keuangan Tagihan Kepada Pemerintah Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional Tagihan Kepada Bank Kredit Beragun Rumah Tinggal Kredit Beragun Properti Komersial Kredit Pegawai/Pensiunan Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Tagihan kepada Korporasi Tagihan yang Telah Jatuh Tempo Aset Lainnya Total Eksposur Laporan Posisi Keuangan. 3 4 5 6 7 8 9 10 11. B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. C 1 2 3 4 5 6. Eksposur Transaksi Rekening Adminsitratif Tagihan Kepada Pemerintah Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional Tagihan Kepada Bank Kredit Beragun Rumah Tinggal Kredit Beragun Properti Komersial Kredit Pegawai/Pensiunan Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Tagihan kepada Korporasi Tagihan yang Telah Jatuh Tempo Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif. Tagihan Bersih (3). (4). 848,810. 848,810. 67,626 10,381 40,809 76,143 1,663,382 91,842 298,157 3,097,150. 55,255 37. (5). (6). (7). Bagian Yang Tidak Dijamin. Tagihan Bersih. (8) = (3)-[(4)+(5)+(6)+(7)]. (9). -. 31/12/2020 Bagian Yang Dijamin Dengan Asuransi Agunan Garansi Lainnya Kredit (10). (11). (12). (13). -. 544,936 -. 1,078,518. -. -. -. -. 494,543. 4,166,239. 15966 15,966. -. -. -. 574,546. 296,719 82,585 51,098. 255,588. -. 63. -. 111,181 1,602,023 43,109 275,829 3,007,480. 35,580 176,034 174 467,439. -. -. -. -. -. -. -. 21,622. 14845. 21,622. 14,845. 713,842. 713,842. 139. 139. -. -. -. 1,669,030. -. -. 574,546. 0 -. 0 -. 0 -. 6,777 6,777. -. 0. 41,131 82,585 51,035 75,601 1,425,989 42,935 275,829 2,540,041. -. 9,079 31,008 438,490 478,577. 9079 31008 454456. -. 12,371 10,381 40,809 72,968 1,492,314 91,669 298,157 2,018,632. 3,175 171,068 173. Bagian Yang Tidak Dijamin (14) = (9)-[(10)+(11)+(12)+(13)]. 544,936. -. Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) Tagihan Kepada Pemerintah 574,546 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional Tagihan Kepada Bank 0 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Tagihan kepada Korporasi Total Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan 574,546 (Counterparty Credit Risk) TOTAL (A+B+C). 30/06/2021 Bagian Yang Dijamin Dengan Asuransi Agunan Garansi Lainnya Kredit. 0 2,497,209. 713,981. 713,981. 3,743,083. 1,196,265. -. -. -. 2,546,818.
(24) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- PENGUNGKAPAN PERHITUNGAN ATMR RISIKO MENGGUNAKAN PENDEKATAN STANDAR Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021 Pengungkapan Perhitungan ATMR Risiko Kredit dengan Menggunakan Pendekatan Standar - Bank secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak. 1. Eksposur Aset di laporan posisi keuangan, kecuali eksposur sekuritisasi (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2020. 30 Juni 2021 No. Kategori Portofolio. (1). (2). 1.. Tagihan Kepada Pemerintah a.. Tagihan Kepada Pemerintah Indonesia. b.. Tagihan Kepada Pemerintah Negara Lain. 2.. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik. 3.. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional. 4.. Tagihan Kepada Bank a.. Tagihan Jangka Pendek. b.. Tagihan Jangka Panjang. 5.. Kredit Beragun Rumah Tinggal. 6.. Kredit Beragun Properti Komersial. 7.. Kredit Pegawai atau Pensiunan. 8.. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel. 9.. Tagihan Kepada Korporasi. 10. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo a.. Kredit Beragun Rumah Tinggal. b.. Selain Kredit Beragun Rumah Tinggal. 11. Aset Lainnya a.. Uang tunai, emas, dan commemorative coin. b.. Penyertaan (selain yang menjadi faktor pengurang modal) 1). Penyertaan modal sementara dalam rangka restrukturisasi kredit. 2). Penyertaan kepada perusahaan keuangan yang tidak terdaftar di bursa. 3). Penyertaan kepada perusahaan keuangan yang terdaftar di bursa. c.. Aset tetap dan inventaris neto. d.. Agunan Yang Diambil Alih (AYDA). e.. Antar kantor neto. f.. Lainnya. TOTAL. Tagihan Bersih (3) 848,810 848,810 67,626 32,415 35,211 10,351 40,809 75,602 1,619,589 39,796 3,154 36,642 298,158 13,606 123,523 143,888 17,141 3,000,741. ATMR Sebelum ATMR Setelah MRK MRK (4). (5). 14,159 7,117 7,042 2,545 40,809 56,702 1,619,589 58,117 3,154 54,963 -. 1,791,921. Tagihan Bersih. 14,159 7,117 7,042 2,545 40,772 54,320 1,448,521 57,858 3,154 54,704 356,496 123,523 215,832 17,141. (6) 544,936 544,936 296,719 261,489 35,230 82,585 51,098 111,181 1,602,023 43,109 844 42,265 275,829 12,713 122,716 125,138 15,262. 1,974,671. 3,007,480. ATMR Sebelum MRK. ATMR Setelah MRK. (7). (8). 59,979 52,933 7,046 20,587 51,098 83,386 1,602,023 64,242 844 63,398. -. 1,881,314. 59,978 52,932 7,046 20,587 51,035 56,701 1,425,989 63,981 844 63,137 325,685 122,716 187,707 15,262 2,003,954. 1.
(25) 2. Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif, kecuali eksposur sekuritisasi. (dalam jutaan rupiah) Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya. Posisi Tanggal Laporan No. Kategori Portofolio. Tagihan Bersih. (2). (3). (1) 1. Tagihan Kepada Pemerintah a. Tagihan Kepada Pemerintah Indonesia b. Tagihan Kepada Pemerintah Negara Lain 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 3. Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional 4. Tagihan kepada Bank a. Tagihan Jangka Pendek b. Tagihan Jangka Panjang 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal 6. Kredit Beragun Properti Komersial 7. Kredit Pegawai/Pensiunan 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 9. Tagihan Kepada Korporasi 10. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo a. Kredit Beragun Rumah Tinggal b. Selain Kredit Beragun Rumah Tinggal TOTAL. 33,941 33,941. ATMR Sebelum ATMR Setelah MRK MRK (4) 33,941 33,941. (5) 17,975 17,975. Tagihan Bersih. ATMR Sebelum MRK. ATMR Setelah MRK. (6). (7). (8). 34,565 34,565. 34,565 34,565. 13,906 13,906. 2.
(26) 3. Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) (dalam jutaan rupiah) Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya. Posisi Tanggal Laporan No. Kategori Portofolio. (2) (1) 1. Tagihan Kepada Pemerintah a. Tagihan Kepada Pemerintah Indonesia b. Tagihan Kepada Pemerintah Negara Lain 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 3. Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional 4. Tagihan kepada Bank a. Tagihan Jangka Pendek b. Tagihan Jangka Panjang 5. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 6. Tagihan Kepada Korporasi TOTAL. Tagihan Bersih. ATMR Sebelum ATMR Setelah MRK MRK. (3) 574,546 574,546 109 109 574,655. (4). (5) 22 22 22. -. Tagihan Bersih (6) 560,195 560,195 880 880 561,075. ATMR Sebelum MRK. ATMR Setelah MRK. (7). (8) -. 176 176 176. 4. Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat Kegagalan Setelmen (settlement risk) (dalam jutaan rupiah) Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya. Posisi Tanggal Laporan No. Jenis Transaksi. Nilai Eksposur. (2). (3). (1) 1. Delivery versus payment a. Beban Modal 8% (5-15 hari) b. Beban Modal 50% (16-30 hari) c. Beban Modal 75% (31-45 hari) d. Beban Modal 100% (lebih dari 45 hari) 2. Non-delivery versus payment TOTAL. Faktor Pengurang Modal. ATMR. (4). (5). -. -. -. -. Nilai Eksposur. Faktor Pengurang Modal. ATMR. (6). (7). (8). -. -. -. -. -. -. -. 3.
(27) 5. Eksposur Sekuritisasi Posisi Tanggal Laporan Faktor Pengurang Modal (3). Jenis Transaksi. No. (2) (1) 1. ATMR atas Eksposur Sekuritisasi yang dihitung dengan Metode External Rating Base Approach (ERBA) 2. ATMR atas Eksposur Sekuritisasi yang dihitung dengan Metode Standardized Approach (SA) 3. Eksposur Sekuritisasi yang merupakan Faktor Pengurang Modal Inti Utama TOTAL. ATMR (4) -. -. (dalam jutaan rupiah) Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya Faktor Pengurang ATMR Modal (5) (6) -. 6. Eksposur Derivatif (dalam jutaan rupiah) Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya. Posisi Tanggal Laporan Kategori Portofolio. No. (2) (1) 1. Tagihan Kepada Pemerintah a. Tagihan Kepada Pemerintah Indonesia b. Tagihan Kepada Pemerintah Negara Lain 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 3. Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional 4. Tagihan kepada Bank a. Tagihan Jangka Pendek b. Tagihan Jangka Panjang 5. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 6. Tagihan Kepada Korporasi 7. Eksposur tertimbang dari Credit Valuation Adjustment (CVA risk weighted assets ) TOTAL. 7. Tagihan Bersih. ATMR Sebelum ATMR Setelah MRK MRK. (3). (4) -. (5) -. -. Tagihan Bersih. ATMR Sebelum MRK. ATMR Setelah MRK. (6). (7). (8). -. -. -. Total Pengukuran Risiko Kredit (1+2+3+4+5+6) (dalam jutaan rupiah) Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya. Posisi Tanggal Laporan TOTAL ATMR RISIKO KREDIT. (A). 1,992,667. 2,010,759. FAKTOR PENGURANG ATMR RISIKO KREDIT: Selisih lebih antara cadangan umum PPKA atas aset produktif yang wajib dihitung dan 1,25% ATMR untuk Risiko Kredit. (B). -. -. TOTAL ATMR RISIKO KREDIT (A) - (B). (C). 1,992,667. 2,010,759. TOTAL FAKTOR PENGURANG MODAL. (D). Pengungkapan Perhitungan ATMR Risiko Kredit dengan Menggunakan Pendekatan Standar Perhitungan ATMR Risiko Kredit mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan mengenai pedoman perhitungan aset tertimbang menurut risiko untuk risiko kredit dengan menggunakan pendekatan standar.. 4.
(28) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- ANALISIS EKSPOSUR COUNTERPARTY CREDIT RISK (CCR 1) Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. 1 SA-CCR (untuk derivatif). a. b. Replacement cost (RC). Potential future exposure (PFE) 0. c. d Alpha digunakan untuk perhitungan regulatory EAD 1.4. EEPE. 78. e. f. Tagihan Bersih. ATMR 109. 22. 2 Metode Internal Model (untuk derivatif dan SFT). N/A. N/A. 3 Pendekatan sederhana untuk mitigasi risiko kredit (untuk SFT) 4 Pendekatan komprehensif untuk mitigasi risiko kredit (untuk SFT). N/A. N/A. 5 VaR untuk SFT 6 Total. N/A 0. 78 Analisis Kualitatif. 0. 1.4. N/A 109. 22.
(29) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- CAPITAL CHARGE UNTUK CREDIT VALUATION ADJUSTMENT (CCR 2) Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. 1 2 3 4. Indonesia Total portfolios berdasarkan Advanced CVA capital charge (i) komponen VaR (termasuk 3× multiplier ) (ii) komponen Stressed VaR (termasuk 3× multiplier ) Semua Portfolio sesuai Standardised CVA Capital Charge Total sesuai CVA Capital Charge Analisis Kualitatif. a Tagihan bersih N/A. N/A N/A. b ATMR N/A N/A N/A N/A N/A.
(30) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- EKSPOSUR CCR BERDASARKAN KATEGORI PORTOFOLIO DAN BOBOT RISIKO (CCR3) Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021 Bobot Risiko Kategori Portofolio Indonesia Tagihan kepada Pemerintah dan Bank Sentral Tagihan kepada Entitas Sektor Publik Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional Tagihan kepada Bank Lain Tagihan kepada perusahaan sekuritas Tagihan kepada Korporasi Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel Aset lainnya Total. a. b. c. d. e. f. g. h. i. 0%. 10%. 20%. 50%. 75%. 100%. 150%. Lainnya. Total Tagihan Bersih. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. 109 -. -. -. -. -. -. 109 -. -. -. 109. -. -. -. -. -. 109. Analisis Kualitatif.
(31) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- TAGIHAN BERSIH DERIVATIF KREDIT Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Indonesia Nilai Notional Single-name credit default swaps Index credit default swaps Total return swaps Credit options Derivatif kredit lainnya Total Nilai Notional Nilai wajar Nilai wajar positif (aset) Nilai wajar negatif (kewajiban). a Proteksi yang dibeli (Protection bought ) -. b Proteksi yang dijual (Protection sold ) -.
(32) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- EKSPOSUR SEKURITISASI PADA BANKING BOOK (SEC1) Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. a. b c Bank sebagai originator Traditional Sintetis Sub-total 1 Retail (total) –antara lain 2 Kredit perumahan 3 Kartu kredit 4 Eksposur ritel lainnya 5 Re-sekuritisasi 6 Non-retail (total) – antara lain 7 Kredit korporasi 8 Kredit komersil 9 Sewa dan piutang 10 Non-retail lainnya Re-sekuritisasi 11. e. f g Bank sebagai sponsor Traditional Sintetis Sub-total. i. j k Bank sebagai investor Traditional Sintetis Sub-total. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. Analisis Kualitatif.
(33) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- EKSPOSUR SEKURITISASI PADA TRADING BOOK (SEC2) Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. Indonesia 1 Retail (total) – antara lain 2 pinjaman perumahan 3 kartu kredit 4 eksposur ritel lainnya 5 re-sekuritisasi 6 Non-retail(total) – antara lain 7 kredit korporasi 8 kredit komersil 9 sewa dan piutang 10 non-retail lainnya 11 re-sekuritisasi. Bank sebagai originator Bank sebagai sponsor Tradisional Sintetis Subtotal Tradisional Sintetis Subtotal. Bank sebagai investor Tradisional Sintetis Sub-total. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. Analisis Kualitatif.
(34) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- EKSPOSUR SEKURITISASI PADA BANKING BOOK DAN TERKAIT PERSYARATAN MODALNYA - BANK BERTINDAK SEBAGAI ORIGINATOR ATAU SPONSOR (SEC3) Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021 a. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15. Indonesia Total eksposur Sekuritisasi tradisional Dimana underlying sekuritisasi ritel non-ritel Dimana re-sekuritisasi Senior Non-senior Sekuritisasi sintetis Dimana underlying sekuritisasi ritel non-ritel Dimana re-sekuritisasi Senior Non-senior. b. c d e Nilai eksposur (berdasarkan Bobot Risiko) >100% >50% to to <1250 >20% ≤20% to 50% 100% % 1250% Bobot Bobot Bobot Bobot Bobot Risiko Risiko Risiko Risiko Risiko -. f. g h i Nilai eksposur (berdasarkan regulatory approach). IRB RBA (termasuk IAA) -. IRB SFA SA/SSFA Analisis Kualitatif. 1250% -. j. l m ATMR (berdasarkan regulatory approach). IRB RBA (termasuk IAA) -. k. IRB SFA -. SA/SSFA -. 1250% -. n. o. p. q. Capital charge after cap. IRB RBA (termasuk IAA) -. IRB SFA -. SA/SSFA -. 1250% -.
(35) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO KREDIT- EKSPOSUR SEKURITISASI PADA BANKING BOOK DANPERSYARATAN MODALNYA - BANK BERTINDAK SEBAGAI INVESTOR (SEC4) Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15. Indonesia Total eksposur Sekuritisasi tradisional Dimana underlying sekuritisasi ritel non-retail Dimana re-sekuritisasi Senior Non-senior Sekuritisasi sintetis Dimana underlying sekuritisasi ritel non-retail Dimana re-sekuritisasi Senior Non-senior. ≤20% Bobot Risiko -. a b c d e f Nilai eksposur (berdasarkan Bobot Risiko) >100% >50% to >20% to <1250 to 50% 100% % 1250% Bobot Bobot Bobot Bobot IRB IRB Risiko Risiko Risiko Risiko RBA SFA Analisis Kualitatif. g h Exposure Values. i. SA/SS FA 1250% -. IRB RBA. j. k. l. m. n. IRB RBA. IRB SFA -. ATMR. IRB SFA -. SA/SS FA 1250% -. o p q Capital charge after cap. SA/SS FA 1250% -.
(36) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO LIKUIDITAS - MANAJEMEN RISIKO LIKUIDITAS Nama Bank : PT. Bank of India Indonesia Posisi Laporan : Juni 2021 Indonesia Berikut adalah contoh elemen yang mungkin dipilih oleh bank untuk dijelaskan, jika relevan: Pengungkapan kualitatif. Keterangan. a) Tata kelola pengelolaan risiko likuiditas, termasuk: toleransi risiko; struktur dan tanggung jawab pengelolaan risiko likuiditas; pelaporan likuiditas internal; dan komunikasi strategi, kebijakan dan praktik risiko likuiditas di seluruh lini bisnis dan dengan dewan direksi. b) Strategi pendanaan, termasuk kebijakan sumber diversifikasi dan tenor pendanaan, dan apakah strategi pendanaannya terpusat atau terdesentralisasi. c) teknik mitigasi risiko likuiditas. d) Penjelasan tentang bagaimana stress-test digunakan. e) Garis besar rencana pendanaan mendesak bank. Pengungkapan kualitatif f) Alat ukur atau metrik yang disesuaikan yang menilai struktur neraca bank atau arus kas proyeksi dan posisi likuiditas masa depan, dengan memperhitungkan risiko transaksi rekening administratif yang khusus untuk bank tersebut. g) Batas konsentrasi pada kumpulan agunan dan sumber pendanaan (baik produk dan rekanan). h) Eksposur likuiditas dan kebutuhan pendanaan pada tingkat badan hukum perorangan, cabang asing dan anak perusahaan, dengan mempertimbangkan batasan hukum, peraturan dan operasional mengenai kemampuan transfer likuiditas. i) Laporan posisi keuangan dan item di transaksi rekening administratif yang dipecah menjadi “buckets” jatuh tempo dan selisih likuiditas yang dihasilkan.. Pengungkapan kualitatif Manajemen Risiko Likuiditas dapat dilihat pada laporan audit point 38. Manajemen Risiko.
(37) LAPORAN PUBLIKASI EKSPOSUR RISIKO DAN PERMODALAN RISIKO PASAR - PENGUNGKAPAN RISIKO PASAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE STANDAR Nama Bank. : PT. Bank of India Indonesia. Posisi Laporan : Juni 2021 (dalam jutaan rupiah). No.. Jenis Risiko. (1). 1. 2 3 4 5. (2). Risiko Suku Bunga a. Risiko Spesifik b. Risiko Umum Risiko Nilai Tukar Risiko Ekuitas *) Risiko Komoditas *) Risiko Option Total. Posisi Tanggal Laporan Individual Konsolidasian Beban Modal ATMR Beban Modal ATMR (3). (4). (5). -. -. -. Posisi Tanggal Laporan Tahun Sebelumnya Individual Konsolidasian Beban Modal ATMR Beban Modal ATMR. (6). (7). (8). (9). -. -. -. -. -. -. -. -. -. -. (10). -. -. -. -. -. -.
Gambar
Dokumen terkait