HUBUNGAN INTENSITAS MEMBACA DENGAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JERMAN.

29  17 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JERMAN

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman

Oleh

Rani Afriani 0807414

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JERMAN

FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

(2)

Rani Afriani,2013

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Hubungan Intensitas

Membaca dengan Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman” ini beserta seluruh isinya

adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau

pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku

dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung risiko/sanksi

yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran

terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap

keaslian karya saya ini.

Bandung, 7 Desember 2012

Yang membuat pernyataan,

(3)

HUBUNGAN INTENSITAS MEMBACA DENGAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JERMAN

DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH PEMBIMBING:

Pembimbing I,

Dra. Lersianna H. Saragih, M.Pd.

NIP. 195212091982032001

Pembimbing II,

Pepen Permana, M.Pd. NIP. 198002102005011002

Diketahui oleh:

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, FPBS UPI

(4)

ABSTRAK

Afriani, Rani. Hubungan Intensitas Membaca dengan Penguasaan Kosakata

Bahasa Jerman. Skripsi. Bandung: Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI. 2012.

(5)

ABSTRAKT

Afriani, Rani. Die Beziehung zwischen der Leseintensität und der deutschen

Wortschatzbeherrschung. Zulassungsarbeit. Bandung: Deutschabteilung der

FPBS UPI. 2012.

(6)

DAFTAR ISI

A. Latar Belakang Masalah ...

1. Identifikasi Masalah ...

2. Batasan Masalah ...

B. Rumusan Masalah ...

C. Tujuan Penelitian ...

D. Manfaat Penelitian ... 1

BAB II INTENSITAS MEMBACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA

A. Intensitas Membaca ...

1. Hakikat Membaca ... 7

(7)

2. Jenis-jenis Membaca ...

3. Tujuan membaca ...

4. Strategi Membaca ...

5. Penilaian Membaca ...

6. Hakikat Intensitas Membaca ...

7. Pengukuran Intensitas Membaca ...

B. Penguasaan Kosakata ...

1. Hakikat Kosakata ...

2. Jenis-jenis Kosakata ...

3. Hakikat Penguasaan Kosakata ...

4. Jenis-jenis Penguasaan Kosakata ...

5. Penilaian Kosakata ...

C. Kerangka Berpikir ...

D. Hipotesis Penelitian ... 8

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian ...

B. Tempat dan Waktu Penelitian ...

C. Populasi dan Sampel ...

D. Variabel dan Desain Penelitian ...

E. Instrumen Penelitian ... 36

36

36

37

(8)

vii

1. Kuesioner Intensitas Membaca ...

2. Tes Penguasaan Kosakata ...

F. Pengujian Instrumen ...

1. Kuesioner Intensitas Membaca ...

2. Tes Penguasaan Kosakata ...

G. Prosedur Penelitian ...

H. Hipotesis Statistik ... 38

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Penelitian ……….

1. Data Intensitas Membaca ...

2. Data Penguasaan Kosakata ...

B. Uji Persyaratan Analisis ...

1. Uji Homogenitas ...

2. Uji Normalitas ...

C. Analisis Data ...

1. Penghitungan Korelasi ...

2. Penghitungan Koefisien Determinasi ...

3. Uji Kelinearan dan Keberartian Regresi ...

4. Uji Keberartian Regresi ...

(9)

E. Pembahasan Hasil Penelitian ... 51

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan ...

B. Rekomendasi ... 54

54

DAFTAR PUSTAKA ... 56

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 58

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Dalam mempelajari bahasa asing, dalam hal ini bahasa Jerman, siswa harus

menguasai empat keterampilan berbahasa, yakni: menyimak (hören), berbicara

(sprechen), membaca (lesen), dan menulis (schreiben). Siswa diharapkan dapat

mengaplikasikan keempat aspek tersebut dalam kegiatan berkomunikasi.

Dalam mempelajari bahasa Jerman terdapat beberapa unsur yang harus

dipelajari dan dikuasai siswa. Salah satu unsur tersebut adalah kosakata. Penguasaan

kosakata mempunyai peranan penting yang menentukan keberhasilan siswa dalam

keterampilan berbahasa. Hal ini berarti makin banyak kosakata yang dimiliki, maka

akan semakin baik kualitas berbahasanya. Oleh karena itu, siswa harus memahami

kosakata yang terdapat dalam setiap pembahasan. Melalui kosakata tersebut, siswa

akan lebih mudah dalam mengungkapkan ide atau gagasan yang mereka miliki.

Unsur terkecil yang membentuk suatu bahasa adalah kosakata. Maka dari itu,

kemampuan siswa dalam memahami suatu bahasa akan meningkat apabila ia

menguasai kosakata. Akan tetapi, penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa di

SMAN 23 Bandung tahun ajaran 2011-2012 masih tergolong kurang. Hal ini

dibuktikan dengan rendahnya nilai UTS (Ujian Tengah Semester) beberapa siswa

(11)

Penguasaan kosakata dapat ditingkatkan dengan berbagai cara, di antaranya

dengan cara mengklasifikasikan jenis kata, menyimak, menghafalkan, dan juga

dengan membaca. Membaca termasuk ke dalam kemampuan yang bersifat reseptif,

yaitu kemampuan menyerap informasi yang disampaikan orang lain, baik melalui

lisan maupun tulisan. Dengan membaca siswa dapat memperoleh berbagai informasi,

mengenal banyak kata, dan menghafalkan kosakata.

Membaca adalah aspek utama yang harus dikembangkan dan dikuasai oleh

siswa. Sebagaimana yang tercantum dalam buku Kontakte Deutsch 1 yang mengacu

pada Tujuan Pendidikan Umum dalam Undang-undang tentang Sistem Pendidikan

Nasional 1989 bahwa keterampilan reseptif dan produktif dapat mengutamakan

keterampilan membaca, yang dicapai dengan belajar mandiri dan mengembangkan

strategi belajar pemahaman melalui bacaan. Akan tetapi berdasarkan pengamatan

penulis di kelas XI SMAN 23 Bandung, pada kenyataannya adalah masih ada siswa

yang beranggapan bahwa membaca merupakan sesuatu yang membosankan. Mereka

menganggap bahwa membaca adalah hal yang kurang menarik, terutama pada bacaan

buku pelajaran. Hal tersebut dikarenakan banyak faktor, di antaranya adalah ada

hal-hal lain yang lebih menarik perhatian mereka (televisi, playstation, internet), materi

buku yang sulit dimengerti, serta rendahnya motivasi dan minat siswa dalam

membaca.

Dikutip dari Republika OnLine, berdasarkan penelitian HDI (Human

(12)

3

111 dari 173 negara, artinya tingkat kemampuan membaca dan menulis di Indonesia

masih sangat rendah. Hal ini diperburuk lagi dengan hasil survai UNESCO pada

tahun 2011 yang menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan minat baca

masyarakat paling rendah di ASEAN. Kondisi tersebut mengindikasikan minat baca

anak Indonesia sudah sangat memprihatinkan.

Selain hal tersebut, membaca merupakan salah satu teknik belajar. Siswa

diharapkan dapat memahami pesan dalam bacaan yang dibacanya. Namun sebagian

besar siswa kurang memahami apa yang dibacanya karena kurangnya penguasaan

kosakata. Salah satu faktor penyebabnya adalah jarangnya siswa membaca, terutama

membaca teks bahasa Jerman. Mereka membaca jika ada tugas yang benar-benar

diwajibkan untuk dibaca. Maka dari itu, intensitas membaca mempunyai peranan

penting dalam meningkatkan penguasaan kosakata. Penulis berasumsi makin sering

siswa membaca, maka akan semakin baik penguasaan kosakatanya.

Berdasarkan faktor-faktor yang dikemukakan di atas, penulis tertarik untuk

melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Intensitas Membaca dengan

Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman”.

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas dapat diidentifikasikan

masalah-masalah yang dapat diteliti, di antaranya adalah:

a. Bagaimana minat membaca teks bahasa Jerman siswa?

(13)

c. Bagaimana tingkat intensitas membaca teks bahasa Jerman siswa?

d. Hal-hal apa saja yang mempengaruhi intensitas membaca teks bahasa Jerman

siswa?

e. Faktor-faktor apa saja yang menghambat siswa dalam membaca teks bahasa

Jerman?

f. Bagaimana kemampuan siswa dalam menguasai kosakata bahasa Jerman?

g. Kesulitan apa yang dihadapi siswa dalam mempelajari kosakata bahasa Jerman?

h. Apakah televisi, playstation, internet, materi buku yang sulit dimengerti, serta

rendahnya motivasi dan minat membaca menjadi faktor penyebab siswa

mengalami kesulitan dalam pembelajaran kosakata bahasa Jerman?

i. Apakah terdapat hubungan antara intensitas membaca dengan penguasaan

kosakata bahasa Jerman siswa?

j. Berapa besar hubungan intensitas membaca dengan penguasaan kosakata bahasa

Jerman siswa?

2. Batasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terarah, maka masalah dalam penelitian ini dibatasi

hanya dalam lingkup hubungan intensitas membaca dengan penguasaan kosakata

bahasa Jerman siswa dan seberapa besar hubungan antara keduanya.

Karakteristik membaca yang akan diukur adalah membaca pemahaman, yaitu

(14)

5

mendalam. Dalam hal ini adalah membaca teks bahasa Jerman yang terdapat dalam

bahan ajar di SMAN 23 Bandung.

Kosakata yang dikuasai siswa dalam penelitian ini adalah kosakata dalam

KTSP SMAN 23 Bandung kelas XI semester genap, yakni kosakata yang

berhubungan dengan Essen und Trinken, Einkaufen, dan Wohnung.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah yang telah dipaparkan, maka

masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana tingkat intensitas membaca teks bahasa Jerman siswa?

2. Bagaimana penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa?

3. Apakah terdapat hubungan intensitas membaca dengan penguasaan kosakata

bahasa Jerman siswa?

4. Berapa besar kontribusi intensitas membaca terhadap penguasaan kosakata

bahasa Jerman?

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan masalah yang dipilih, maka tujuan yang hendak dicapai dalam

penelitian ini adalah untuk:

1. Mengetahui tingkat intensitas membaca teks bahasa Jerman siswa.

(15)

3. Mengetahui apakah terdapat hubungan intensitas membaca dengan penguasaan

kosakata bahasa Jerman siswa.

4. Mengetahui berapa besar kontribusi intensitas membaca terhadap penguasaan

kosakata bahasa Jerman.

D. Manfaat Penelitian

Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya teori atau konsep

yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan,

khususnya yang berkaitan dengan intensitas membaca dan penguasaan kosakata.

Adapun manfaat secara praktis yang ingin diperoleh melalui penelitian ini

adalah untuk mengetahui gambaran yang jelas tentang intensitas membaca dan

kemampuan siswa dalam menguasai kosakata. Selain itu, penelitian ini diharapkan

dapat memberikan gambaran bagi siswa tentang pentingnya membaca, dalam hal ini

membaca teks bahasa Jerman, sedangkan bagi tenaga pendidik, penelitian ini dapat

dijadikan sebagai penunjang dalam meningkatkan perbendaharaan kata bahasa

Jerman siswa. Apabila terdapat hubungan antara intensitas membaca dengan

penguasaan kosakata, membaca diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam

meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jerman baik di sekolah, maupun di

(16)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis, dengan menggunakan

teknik korelasi dan teknik regresi. Metode ini bertujuan untuk memperoleh gambaran

mengenai ada atau tidaknya hubungan antara intensitas membaca dengan penguasaan

kosakata. Teknik korelasi bertujuan untuk mencari hubungan antara variabel-variabel

yang diteliti. Teknik regresi bertujuan untuk memprediksi nilai variabel terikat

(penguasaan kosakata) jika variabel bebas (intensitas membaca) diketahui. Teknik

regresi ini dilakukan jika terbukti adanya korelasi antara variabel-variabel tersebut.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 23 Bandung pada semester ganjil tahun

ajaran 2012/2013.

C. Populasi dan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 23 Bandung dan

yang menjadi sampel adalah siswa kelas XII IPA 5 SMAN 23 Bandung sebanyak 30

(17)

D. Variabel dan Desain Penelitian

Pada penelitian ini penulis menetapkan variabel sebagai berikut:

1. Variabel Bebas (X), yaitu intensitas membaca.

2. Variabel Terikat (Y), yaitu penguasaan kosakata.

Desain penelitian adalah sebagai berikut:

r

Keterangan:

X : Intensitas membaca

Y : Penguasaan kosakata

r : Hubungan antara intensitas membaca dengan penguasaan kosakata

Definisi operasional variabel tersebut adalah:

1. Intensitas membaca yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jumlah waktu

dalam kegiatan membaca, meliputi berapa sering dan berapa lama membaca itu

dilakukan. Dalam hal ini membaca teks bahasa Jerman.

2. Penguasaan kosakata yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penguasaan

reseptif, yaitu pemahaman terhadap kosakata tertentu dalam suatu teks kalimat.

Kosakata yang dimaksud adalah kosakata dalam KTSP SMAN 23 Bandung kelas

XI semester genap, yakni kosakata yang berhubungan dengan Essen und Trinken,

Einkaufen, dan Wohnung.

(18)

38

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam

penelitian ini adalah:

1. Kuesioner Intensitas Membaca

Kuesioner ini berisi 15 pernyataan untuk memperoleh data tentang intensitas

membaca teks bahasa Jerman siswa. Pengukuran kuesioner ini menggunakan skala

Likert. Skala jenis ini memberikan pilihan dengan rentangan yang berlawanan arah,

sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS).

Pemberian skor untuk setiap item adalah: SS=4, S=3, TS=2, dan STS=1. Kisi-kisi

kuesioner tersebut adalah sebagai berikut.

Tabel 3.1

Kisi-kisi Kuesioner Intensitas Membaca

No. Indikator No. Item Jumlah

1. Frekuensi 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 8

2. Durasi 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 7

Total Item 15

2. Tes Penguasaan Kosakata

Tes kosakata dalam penelitian ini menggunakan soal berbentuk pilihan ganda

sebanyak 20 soal dengan empat pilihan (a, b, c, dan d). Hal tersebut disesuaikan

dengan jumlah pilihan dalam tes-tes di SMA. Jenis kosakata yang diteskan meliputi

Substantive (kata benda), Verben (kata kerja), dan Adjektive (kata sifat) sesuai dengan

(19)

kosakata yang berhubungan dengan Essen und Trinken, Einkaufen, dan Wohnung.

Materi tes diambil dari beberapa sumber, yakni Kontakte Deutsch Extra, Themen Neu

I, dan Modul Bahasa Jerman SMAN 23 Bandung. Pemberian skor setiap jawaban

yang benar adalah 1. Kisi-kisi tes tersebut adalah sebagai berikut.

Tabel 3.2

Kisi-kisi Tes Penguasaan Kosakata

No. Tema Indikator Soal No. Soal Jumlah

Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting, yaitu valid dan

reliabel. Oleh karena itu, penulis melakukan uji coba instrumen untuk mengetahui

layak atau tidaknya instrumen ini digunakan. Banyaknya sampel yang digunakan

adalah 15 orang, diambil secara acak dari populasi. Kriteria batasan interpretasi

(20)

40

Tabel 3.3 Derajat Validitas

Nilai r Interpretasi

0,80 < r ≤ 1,00 Validitas sangat tinggi (sangat baik)

0,60 < r ≤ 0,80 Validitas tinggi (baik)

0,40 < r ≤ 0,60 Validitas sedang (cukup)

0,20 < r ≤ 0,40 Validitas rendah (kurang)

0,00 < r ≤ 0,20 Validitas sangat rendah

r ≤ 0,00 Tidak valid

(J.P. Guilford dalam Suherman, 1990: 147)

Tabel 3.4 Derajat Reliabilitas

Nilai r Interpretasi

r ≤ 0,20 Reliabilitas sangat rendah

0,20 < r ≤ 0,40 Reliabilitas rendah

0,40 < r ≤ 0,60 Reliabilitas sedang

0,60 < r ≤ 0,80 Reliabilitas tinggi

0,80 < r ≤ 1,00 Reliabilitas sangat tinggi

(J.P. Guilford dalam Suherman, 1990: 177)

1. Kuesioner Intensitas Membaca

Berdasarkan validitas isi, instrumen ini sudah dinyatakan valid karena sudah

jelas mengukur apa yang akan diukur, artinya setiap item dalam kuesioner ini jelas

(21)

konstruk, yaitu uji validitas butir instrumen. Berikut ini adalah data hasil uji validitas

butir instrumen kuesioner intensitas membaca:

Tabel 3.5

Hasil Uji Validitas Kuesioner Intensitas Membaca

No Item Nilai Hitung r Validitas

1 0,6352 Baik

Berdasarkan tabel di atas, dari total 15 item yang diujicobakan terdapat 8 item

yang derajat validitasnya cukup, 6 item yang derajat validitasnya baik, dan 1 item

yang derajat validitasnya sangat baik. Hal ini berarti semua item tersebut cukup baik

untuk digunakan dalam penelitian.

Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas, yaitu untuk mengetahui apakah

kuesioner tersebut reliabel atau tidak. Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas kuesioner

(22)

42

Tabel 3.6

Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Intensitas Membaca

Variabel Nilai Hitung r Reliabilitas

Intensitas

Membaca 0,8885 Sangat Tinggi

Penghitungan di atas menghasilkan nilai koefisien reliabilitas (r) = 0,8885.

Hal tersebut dapat diinterpretasikan bahwa kuesioner ini memiliki derajat reliabilitas

yang sangat tinggi.

2. Tes Penguasaan Kosakata

Berdasarkan validitas isi, instrumen ini sudah dinyatakan valid karena sudah

jelas mengukur apa yang akan diukur, artinya setiap soal dalam tes ini jelas untuk

mengukur penguasaan kosakata siswa. Selain itu, dilakukan uji validitas konstruk,

yaitu uji validitas butir instrumen. Berikut ini adalah data hasil uji validitas butir

(23)

Tabel 3.7

Hasil Uji Validitas Tes Penguasaan Kosakata

No Soal Nilai Hitung r Validitas

1 0,5106 Cukup

Berdasarkan tabel di atas, dari total 20 soal yang diujicobakan terdapat 19 soal

yang derajat validitasnya cukup dan 1 soal yang derajat validitasnya baik. Hal ini

berarti semua soal tersebut cukup baik untuk digunakan dalam penelitian.

Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas, yaitu untuk mengetahui apakah

kuesioner tersebut reliabel atau tidak. Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas tes

(24)

44

Tabel 3.8

Hasil Uji Reliabilitas Tes Penguasaan Kosakata

Variabel Nilai Hitung r Reliabilitas

Penguasaan

Kosakata 0,9018 Sangat Tinggi

Penghitungan di atas menghasilkan nilai koefisien reliabilitas (r) = 0,9018.

Hal tersebut dapat diinterpretasikan bahwa tes ini memiliki derajat reliabilitas yang

sangat tinggi.

G. Prosedur Penelitian

Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mendefinisikan dan merumuskan masalah yang akan diteliti.

2. Melakukan kajian pustaka, berupa pengumpulan teori-teori yang relevan dengan

masalah penelitian.

3. Merumuskan hipotesis, yaitu pernyataan yang bersifat sementara tentang masalah

yang akan diteliti.

4. Mencari dan menetapkan populasi dan sampel yang akan diteliti.

5. Membuat instrumen penelitian berupa kuesioner dan tes tertulis.

6. Melakukan uji instrumen, yaitu uji validitas dan reliabilitas.

7. Mengambil data.

8. Melakukan uji persyaratan analisis, meliputi uji homogenitas dan normalitas

(25)

9. Menganalisis data, dengan menggunakan:

a. Teknik analisis korelasi, untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara

dua variabel yang diteliti.

b. Teknik regresi, untuk memprediksi nilai variabel terikat (penguasaan

kosakata) jika variabel bebas (intensitas membaca) diketahui.

10.Menarik kesimpulan sesuai dengan hipotesis yang diajukan.

H. Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik penelitian ini berbunyi:

H0 : rxy = 0

H1 : rxy ≠ 0

Jika tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y,

maka H0 diterima. Akan tetapi jika terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut,

(26)

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

Berdasarkan data-data yang telah diperoleh dari hasil penelitian, dapat ditarik

kesimpulan sebagai berikut:

1. Intensitas membaca teks bahasa Jerman siswa SMAN 23 Bandung tahun ajaran

2012-2013 termasuk dalam kategori sedang.

2. Penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa SMAN 23 Bandung tahun ajaran

2012-2013 termasuk dalam kategori baik.

3. Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas membaca dengan

penguasaan kosakata bahasa Jerman. Hubungan tersebut termasuk ke dalam

kategori sedang.

4. Intensitas membaca memberikan kontribusi sebesar 17,86% terhadap penguasaan

kosakata.

B. Rekomendasi

Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka penulis

memberikan beberapa saran, yaitu:

1. Mengingat terdapat hubungan antara intensitas membaca dengan penguasaan

(27)

meningkatkan penguasaan kosakata, misalnya dengan cara menandai kosakata

baru pada buku yang mereka baca.

2. Mengingat bahwa intensitas membaca memberikan kontribusi terhadap

penguasaan kosakata, guru hendaknya berupaya terus untuk meningkatkan

intensitas membaca siswa agar mereka memiliki keterampilan membaca yang

baik dan penguasaan kosakata yang baik pula, misalnya dengan memberikan

tugas membaca sebuah wacana yang terdapat pada buku ajar, baik secara

perorangan maupun kelompok belajar.

3. Mengingat bahwa intensitas membaca memberikan kontribusi sebesar 17,86%

terhadap penguasaan kosakata, peneliti lanjutan hendaknya melakukan penelitian

dengan variabel lain sehingga dapat ditemukan faktor dominan yang

(28)

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, Fitri. (2007). Hubungan Pembuatan Wortschatzliste dengan Penguasaan

Kosakata Bahasa Jerman. Skripsi pada FPBS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Aufderstraße, Hartmut. et al. (2008). Themen Neu I: Lehrwerk für Deutsch als

Fremdsprache. Jakarta: Katalis.

Bohn, Reiner. (2000). Probleme der Wortschatzarbeit. Berlin: Druckhaus Langenscheidt.

Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Dinsel, Sabine dan Reimann, Monika. (2000). Fit für Zertifikat Deutsch (Tipps and

Übungen). Ismaning: Max Hueber Verlag.

Duden. (2007). Deutsches Universalwörterbuch. Mannheim: Bibliograpisches Institut & F. A. Brockhaus AG.

Ehlers, Swantje. (1992). Lesen als Verstehen. Berlin: Langenscheidt.

Halim, Amran. et al. (1982). Ujian Bahasa. Jakarta: Wira Nurbakti.

Hardjono, Tini. et al. (1993). Kontakte Deutsch 1 Bahasa Jerman untuk Sekolah

Menengah Umum. Jakarta: Katalis.

Harsiati. Penilaian Membaca. [online]. Tersedia: http://www.pustaka.ut.ac.id/ [13 April 2012]

Karyanti, Keni Suarnia. et al. (2012). Modul Bahasa Jerman untuk Kelas XI Semester

Genap. Bandung: SMAN 23 Bandung.

Lyons, Bohn. (1995). Pengantar Teori Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Marbun, Eva-Maria dan Rosana, Helmi. (1998). Kontakte Deutsch Extra Buku

Pelajaran Bahasa Jerman. Jakarta: Katalis.

Nurhadi. (1987). Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: Sinar Baru.

Parera, Jos Daniel. (1993). Leksikon Istilah Pembelajaran Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

(29)

Saputra, Rahli Permata. (2010). Hubungan Minat Membaca Teks Bahasa Jerman dan

Penguasaan Kosakata (Wortschatz). Skripsi pada FPBS UPI Bandung: tidak

diterbitkan.

Setiyadi, Bambang. (2006). Metode Penelitian untuk Pengajaran Bahasa Asing

Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Soedarso. (2004). Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. (2008). Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.

Suherman, Erman dan Sukjaya, Yaya. (1990). Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan

Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Wijayakusumah.

Tarigan, Henry Guntur. (1985). Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. (1986). Pengajaran Kosakata. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. (2008). Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Ulrich, Winfried. (2007). Wortschatzarbeit im Muttersprachlichen Deutschunterricht. Baltmannsweiler: Schneider Verlag Hoengehren.

Universitas Pendidikan Indonesia. (2011). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI Press.

Wahidi, Jajat Munajat. (2010). Hubungan antara Tingkat Intelegensi dan

Penguasaan Kosakata. Skripsi pada FPBS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Westhoff, Gerard. (1997). Fertigkeit Lesen. Berlin: Druckhaus Langenscheidt.

Wikipedia. Wortschatz. [Online]. Tersedia: http://de.wikipedia.org/wiki/Wortschatz [1 Desember 2011]

Wiryodijoyo, Suwaryono. (1989). Membaca: Strategi Pengantar dan Tekniknya. Jakarta: Depdikbud.

Yuwanto, Endro. (8 Juli 2010). [Online] Tersedia:

Figur

Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuesioner Intensitas Membaca
Tabel 3 1 Kisi kisi Kuesioner Intensitas Membaca . View in document p.18
Tabel 3.2 Kisi-kisi Tes Penguasaan Kosakata
Tabel 3 2 Kisi kisi Tes Penguasaan Kosakata . View in document p.19
Tabel 3.3 Derajat Validitas
Tabel 3 3 Derajat Validitas . View in document p.20
Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Kuesioner Intensitas Membaca
Tabel 3 5 Hasil Uji Validitas Kuesioner Intensitas Membaca . View in document p.21
Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Intensitas Membaca
Tabel 3 6 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Intensitas Membaca . View in document p.22
Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Tes Penguasaan Kosakata
Tabel 3 7 Hasil Uji Validitas Tes Penguasaan Kosakata . View in document p.23
Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Tes Penguasaan Kosakata
Tabel 3 8 Hasil Uji Reliabilitas Tes Penguasaan Kosakata . View in document p.24

Referensi

Memperbarui...