Pedoman Penilaian Kinerja Guru dengan Tugas Tambahan Kepala Perpustakaan Sekolah Madrasah

24 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PEDOMAN

PENILAIAN KINERJA

GURU DENGAN TUGAS TAMBAHAN

KEPALA PERPUSTAKAAN

SEKOLAH/MADRASAH

PUSAT PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

(2)

KATA PENGANTAR

Dalam rangka mewujudkan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang profesional, Kementerian Pendidikan Nasional telah mengeluarkan kebijakan terkait dengan Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah dan Penilaian Kinerja Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Laboratorium/Bengkel, Kepala Perpustakaan dan Ketua Program Studi.

Penilaian kinerja dimaksudkan untuk menjaga profesionalitas dalam melaksanakan tugasnya, disamping itu juga berdampak pada pembinaan karir, peningkatan kompetensi, dan pemberian tunjangan profesi pengawas sekolah dan guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Laboratorium/Bengkel, Kepala Perputakaan dan Ketua Program Studi.

Untuk mempersiapkan pelaksanaan penilaian kinerja yang akan efektif pada 1 Januari 2013, perlu dilakukan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada seluruh unsur di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional dan pemangku kepentingan pendidikan di tingkat daerah serta pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru senior yang akan menjadi tim penilaian kinerja.

Pedoman Penilaian Kinerja ini disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan penilaian kinerja guru dengan tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan sekolah/madrasah. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Tim Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan yang telah menerbitkan Instrumen Penilaian Kinerja dan buku Pedoman Penilaian Kinerja ini. Semoga buku ini dapat menjadi sumber acuan bagi semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan penilaian kinerja guru yang memiliki tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan sekolah/madrasah

(3)

Prof. Dr. Syawal Gultom

BAB II KONSEP PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAK/MADRASAH...4

A. Pengertian Penilaian Kinerja Kepala perpustakaan sekolah

/Madrasah...4 A. Langkah-langkah Penilaian Kinerja Kepala perpustakaan sekolah /Madrasah...9

B. Tahap Pemberian

Nilai ...11

(4)

Kredit...13 PENUTUP

(5)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Perpustakaan Sekolah (IPKKPS) merupakan instrumen formal yang digunakan untuk menilai kinerja Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah secara periodik, dan hasilnya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengembangan, pemberian reward, perencanaan, pemberian konpensasi dan motivasi bagi kepala perpustakaan sekolah/madrasah. IPKKPS adalah sistem penilaian yang dirancang untuk mengidentifikasi kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah dalam melaksanakan tugasnya melalui pengukuran penguasaan kompetensi yang ditunjukkan dalam unjuk kerjanya. Hasil penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah diharapkan bermanfaat untuk menentukan berbagai kebijakan yang terkait dengan peningkatan mutu perpustakaan sekolah. Penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah merupakan acuan untuk mengetahui unsur‐unsur apa saja yang harus dilakukan oleh kepala perpustakaan sekolah untuk memperbaiki kualitas kerjanya.

IPKKPS sangat diperlukan karena selama ini guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan sekolah yang dimaknai setara 12 jam mengajar per minggu belum jelas standar penilaian kinerjanya, sehingga menimbulkan bias, kerancuan, dan bisa memicu rasa ketidakadilan bagi sesama guru di sekolah. Kehadiran IPKKPS ini sangat membantu mengatasi persoalan-persoalan tersebut, disamping juga mendorong agar kinerja mereka di perpustakaan benar-benar bermakna dan berkualitas, sehingga memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan perpustakaan yang dipimpinnya serta meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

B. Dasar Hukum

(6)

2. Undang‐Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2008 tentang Standar

Tenaga Perpustakaan Sekolah

4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. 5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

6. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2010 dan Nomor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

C. Tujuan

1. Pedoman pelaksanaan penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah ini disusun untuk:

a.memperluas pemahaman semua pihak terkait tentang

prinsip, proses, dan prosedur pelaksanaan penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah.

b.sebagai suatu sistem penilaian kinerja yang berbasis bukti

(evidence‐based appraisal).

c. sebagai landasan melakukan penilaian kinerja kepala

perpustakaan sekolah/madrasah dalam melaksanakan tugasnya.

d. sebagai bahan pemetaan mutu layanan perpustakaan

sekolah dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

2. Pedoman Penilaian kinerja kepala perpustakaan

sekolah/madrasah bertujuan untuk:

a. memperoleh data tentang pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab kepala perpustakaan sekolah /madrasah dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajerial dan supervisi/pengawasan pada perpustakaan sekolah yang dipimpinnya.

(7)

c. menentukan kualitas kerja kepala perpustakaan sekolah sebagai dasar dalam promosi dan penghargaan yang diberikan kepadanya.

d. menentukan program peningkatan kemampuan profesional kepala perpustakaan sekolah dalam konteks peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

e. menentukan program umpan balik bagi peningkatan dan pengembangan diri dan karyanya dalam konteks pengembangan karir dan profesinya.

f. penilaian kinerja akan bermanfaat bagi kepala sekolah selaku penilai dalam menentukan promosi, penghargaan, mutasi,

dan pembinaan lebih lanjut kepala perpustakaan

sekolah/madrasah yang dinilainya.

D. Target Pencapaian

IPKKPS ini diharapkan:

(8)

2. Memastikan seluruh kepala perpustakaan sekolah/madrasah melaksanakan tugasnya merujuk pada pedoman, standar atau acuan yang sudah dibakukan.

3. Memastikan seluruh guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan sekolah/madrasah benar-benar menggunakan waktunya yang dimaknai setara 12 jam mengajar per minggu itu

dengan profesional sebagai kepala perpustakaan

(9)
(10)

E. Manfaat

(11)

1) Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan Dinas Pendidikan Provinsi dalam melakukan penilaian kinerja kepala

perpustakaan sekolah /madrasah sebagai dasar untuk

menghimpun informasi profil kinerja kepala perpustakaan sekolah /madrasah

(12)

BAB II

KONSEP PENILAIAN KINERJA KEPALA PERPUSTAKAAN SEKOLAH /MADRASAH

A. Pengertian Penilaian Kinerja Kepala perpustakaan sekolah /Madrasah

Penilaian adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data sebagai bahan dalam rangka pengambilan keputusan. Dengan demikian, dalam setiap kegiatan penilaian, ujungnya adalah pengambilan keputusan. Penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah tidak hanya berkisar pada aspek karakter individu melainkan juga pada hal-hal yang menunjukkan proses dan hasil kerja yang dicapainya seperti kualitas, kuantitas hasil kerja, ketepatan waktu kerja, dan sebagainya. Apa yang terjadi dan dikerjakan kepala perpustakaan sekolah merupakan sebuah proses pengolahan input menjadi output tertentu. Atas dasar itu, terdapat tiga komponen penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah /madrasah, yakni:

1. penilaian input, yaitu kemampuan atau kompetensi yang dimiliki dalam melakukan pekerjaannya. Orientasi penilaian input difokuskan pada karakteristik individu sebagai objek penilaian dalam hal ini adalah komitmen kepala perpustakaan sekolah terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Komitmen tersebut merupakan refleksi dari kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial kepala perpustakaan sekolah .

2. penilaian proses, yaitu penilaian terhadap prosedur pelaksanaan pekerjaan. Orientasi pada penilaian proses difokuskan kepada perilaku kepala perpustakaan sekolah dalam melaksanakan tugas pokok fungsi dan tanggung jawabnya, yakni melaksanakan fungsi manajerial dan fungsi supervisi pada perpustakaan sekolah yang dipimpinnya.

3. penilaian output, yaitu penilaian terhadap hasil kerja yang dicapai dari pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya. Orientasi pada output dilihat dari perubahan kinerja perpustakaan sekolah terutama kinerja para staf perpustakaan yang dipimpinnya.

Penekanan penilaian terhadap ketiga komponen di atas memungkinkan terjadinya penilaian kinerja yang objektif dan komprehensif.

(13)

perpustakaan sekolah/Madrasah

Penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah dimaksudkan untuk menilai sejauhmana seorang kepala perpustakaan

sekolah mengejawantahkan kompetensi-kompetensi yang

dipersyaratkan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sehari-hari. Penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah difokuskan pada unsur-unsur kinerja yang terkait langsung dengan dimensi-dimensi kompetensi yang dipersyaratkan tersebut. Unsur-unsur penilaian ini hendaknya merupakan satu kesatuan yang masing-masing memiliki bobot yang relatif sama dalam penentuan hasil akhir penilaian kinerja seorang kepala perpustakaan sekolah . Kriteria yang dinilai berdasarkan dimensi-dimensi kompetensi kepala perpustakaan sekolah/madrasah yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008.

Kriteria-kriteria yang akan dinilai terhimpun dalam 10 komponen. Berikut 10 komponen penilaian:

10 KOMPONEN PENILAIAN

1. Perencanaan program perpustakaan sekolah/madrasah

2. Melaksanakan program perpustakaan sekolah/madrasah

3. Mengevaluasi program perpustakaan sekolah/madrasah

4. Mengembangkan koleksi perpustakaan sekolah/madrasah

5. Mengorganisasi layanan perpustakaan sekolah 6. Menerapkan teknologi informasi dan

komunikasi

7. Mempromosikan perpustakaan dan literasi informasi

8. Mengembangkan kegiatan perpustakaan sebagai sumber belajar kependidikan 9. Memiliki integritas dan etos kerja

10. Mengembangkan profesionalitas

(14)

kepustakawanan

Dari 10 komponen penilaian tersebut di atas terdapat 64 butir kriteria. Kriteria untuk masing-masing komponen diuraikan sebagai berikut.

No. Komponen Kriteria

1 Merencanakan program perpustakaan sekolah/madrasah

1) Merencanakan program pengembangan koleksi. 2) Merencanakan pengembangan sarana dan prasarana. 3) Merencanakan pengembangan SDM tenaga perpustakaan. 4) Merencanakan anggaran.

5) Merencanakan program promosi perpustakaan.

6) Merencanakan pengembangan program Kualifikasi tenaga perpustakaan.

7) Merencanakan pengembangan program kompetensi tenaga perpustakaan sekolah

2 Melaksanakan program perpustakaan sekolah/madrasah

1) Melaksanakan program pengembangan Koleksi 2) Melaksanakan pengembangan sarana dan Prasarana 3) Melaksanakan pengembangan SDM tenaga Perpustakaan 4) Merealisasikan anggaran sesuai dengan program 5) Menginventarisasi buku-buku/koleksi perpustakaan 6) Mengawasi keluar masuknya buku/koleksi dari peminjam 7) Mengoptimalkan pembuatan katalog

8) Mengoptimalkan penyusunan atau penempatan buku-buku/koleksi sesuai dengan sistem klasifikasi

9) Mendata pengunjung dan pengguna perpustakaan dalam bentuk grafik

3 Mengevaluasi program perpustakaan sekolah/madrasah

1) Mengevaluasi program pengembangan Koleksi 2) Mengevaluasi pengembangan sarana dan Prasarana 3) Mengevaluasi pengembangan SDM tenaga Perpustakaan 4) Mengevaluasi anggaran sesuai dengan program 5) Mengevaluasi isi buku-buku/koleksi perpustakaan

6) Mengevaluasi keluar masuknya buku/koleksi dari peminjam 7) Mengevaluasi pembuatan katalog

8) Mengevaluasi penyusunan atau penempatan buku-buku/koleksi sesuai dengan sistem klasifikasi

4 Mengembangkan koleksi perpustakaan sekolah/madrasah

1) Menyusun Pengembangan Koleksi (Collection Development Policy).

2) Menggunakan berbagai alat bantu seleksi untuk pemilihan bahan perpustakaan.

3) Melakukan survey kebutuhan koleksi pengguna perpustakaan. 4) Menyeleksi koleksi sesuai dengan Kebijakan Pengembangan

Koleksi.

5) Mengkoordinasi pemilihan bahan perpustakaan bekerjasama dengan tenaga pendidik/guru bidang studi.

6) Memilih koleksi yang beragam yang memenuhi kebutuhan kurikulum.

7) Melakukan pengadaan bahan perpustakaan.

8) Mendayagunakan teknologi informasi untuk keperluan perawatan bahan perpustakaan

5 Mengorganisasi layanan jasa informasi perpustakaan

1) Mengorganisasi penyusunan deskripsi bibliografis (pengkatalogan) sesuai dengan standar AACR ( Anglo-AmericanCataloging Rules).

(15)

2) Mengorganisasi penentuan klasifikasi Menggunakan

Dewey Decimal Classification.

3) Mengorganisasi penentuan tajuk subyek 4) Mengorganisasi pengelolaan data bibliografis 5) Mengorganisasi pemanfaatan teknologi Informasi dan

komunikasi untuk pengorganisasian dan penelusuran informasi. 6) Mengorganisasi penyusunan program Layanan jasa informasi 7) Mengorganisasi penyelenggaraan layananJasa sirkulasi. 8) Mengorganisasi bimbingan penggunaan perpustakaan bagi

pengguna perpustakaan (User instruction).

6 Menerapkan teknlogi informasi dan Komunikasi

1) Melakukan analisis kebutuhan informasi Pengguna perpustakaan.

2) Melaksanakan penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan perpustakaan.

3) Membimbing pengguna perpustakaan dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam memfasilitasi proses belajar mengajar.

4) Membantu pengguna perpustakaan dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (internet).

7 Mempromosikan perpustakaan dan literasi informasi

1) Mengidentifikasi kemampuan dasar Literasi informasi pengguna perpustakaan sekolah.

2) Menyusun panduan materi bimbingan Literasi informasi sesuai dengan kebutuhan pengguna.

3) Membimbing pengguna mencapai Kemampuan literasi informasi.

4) Mempromosikan kegiatan minat baca komunitas sekolah/madrasah.

8 Mengembangkan kegiatan

Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar kependidikan

1) Mengembangkan visi dan misi perpustakaan sekolah berdasarkan tujuan dan fungsi sekolah/madrasah dalam konteks pendidikan nasional.

2) Mengembangkan program perpustakaan sekolah dalam mendukung pelaksanaan kurikulum.

3) Mengembangkan pedoman perpustakaan sebagai sumber belajar.

4) Mengembangkan pedoman belajar mandiri. 9 Memiliki integritas dan etos kerja 1) Kedisiplinan

2) Kerapian

3) Kesopanan/kesantunan/keramahan 4) Kepedulian

5) Berinteraksi dengan komunitas sekolah/madrasah 6) Bekerjasama dengan guru dalam mengembangkan

pembelajaran di sekolah/madrasah.

7) Membangun komunikasi dengan komunitas sekolah/madrasah.

10 Mengembangkan profesionalitas Kepustakawanan

1) Membuat karya tulis di bidang ilmu 2) perpustakaan dan informasi 3) Membuat resensi/resume buku. 4) Membuat indeks.

Jumla h

10 Komponen 64 butir kriteria penilaian

C. Perangkat Pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala perpustakaan sekolah /Madrasah

(16)

1. Instrumen Penilaian

Penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah /madrasah dilakukan dengan menggunakan Instrumen Penilaian Kinerja Kepala perpustakaan sekolah (IPKKPS) sebagaimana Lampiran 1.

Instrumen ini terdiri atas 10 komponen penilaian dengan rentang skor antara 10 sampai dengan 40. Oleh karena itu untuk menyesuaikan skala panilaian dengan Permenpan nomor 16 tahun 2009 diperlukan konversi skor dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

NKKPS = NIPKKPS/40 x 100

Keterangan:

NKKS = Nilai Kinerja Kepala perpustakaan sekolah

NIPKKS = Skor Instrumen Penilaian Kinerja Kepala perpustakaan sekolah

2. Kategori Hasil Penilaian

Sesuai dengan Permenpan Nomor 16 Tahun 2009, konversi hasil penilain dengan IPKKPS dikonversikan ke dalam Kategori Hasil Penilaian yang dinyatakan dalam rentang nilai 1 sampai dengan 100

dan dibedakan menjadi lima kategori penilaian yaitu ‘Amat Baik’,

Baik’, Cukup’, Sedang’ dan ‘Kurang’ dengan ketentuan unsur pembelajaran/bimbingan yang diperoleh yang dihitung berdasarkan kategori hasil penilaian berdasarkan IPPKPS. Setiap

(17)

kategori akan berimplikasi angka kredit yang diperoleh. Ketentuan NPK untuk setiap kategori hasil penilaian adalah sebagai berikut.

Kategori NPK

Amat Baik 125%

Baik 100%

Cukup 75%

Sedang 50%

Kurang 25%

BAB III

PROSEDUR PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA KEPALA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/MADRASAH

A. Langkah-langkah Penilaian Kinerja Kepala perpustakaan sekolah /Madrasah

Penilaian kinerja ini menggunakan Pendekatan Penilaian 360º. Dalam penilaian ini, seorang kepala perpustakaan sekolah/Madrasah dinilai oleh kepala sekolah/madrasah dengan mengamati langsung atau menggali informasi dari pihak-pihak yang sehari-hari dapat mengetahui perilaku dan kinerja kepala perpustakaan sekolah/Madrasah yang bersangkutan dalam menjalankankan tugas dan fungsinya. Para pihak itu meliputi bawahan (pustakawan dan staf perpustakaan), para pengguna utama layanan perpustakaan (siswa dan guru), rekan kerja (tenaga kependidikan lainnya), dan atasan (kepala sekolah/madrasah).

Penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah /madrasah dilaksanakan dalam periode satu tahunan (Penilaian Tahunan). Penilaian pertama dilaksanakan setelah kepala perpustakaan sekolah

(18)

bertugas selama 1 (satu) tahun pada sekolah/madrasah tertentu. Sebagai contoh, apabila seorang kepala perpustakaan sekolah bertugas di sekolah A terhitung mulai bulan Juli, maka penilaian tahunan dilaksanakan pada setiap bulan Juli tahun-tahun berikutnya.

Langkah-langkah penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah meliputi persiapan, pelaksanaan penilaian, dan penentuan nilai akhir.

a. Persiapan

(1)Pemberitahuan secara tertulis oleh kepada sekolah/madrasah

kepada kepala perpustakaan yang akan dinilai;

(2)Kepala perpustakaan sekolah/madrasah yang dinilai

membuat laporan kinerja secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti-bukti yang dibutuhkan untuk penilaian kinerja kepada kepala sekolah/madrasah.

(3)Kepala sekolah mempelajari laporan kinerja dan mengamati

kelengkapan dan keabsahan bukti-bukti yang disertakan.

b. Pelaksanaan Penilaian

(1) Penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah

dilaksanakan oleh kepala perpustakaan sekolah

(2) Penilaian dilaksanakan di sekolah tempat kepala

perpustakaan sekolah bertugas.

(3) Kepala sekolah meminta kepala perpustakaan sekolah

memaparkan laporan kinerjanya. Pemaparan difokuskan pada komponen-komponen penilaian dan bukti-bukti yang relevan.

(4) Kepala sekolah dapat melakukan konfirmasi dan

meminta penjelasan atas laporan kinerja tertulis maupun lisan yang disampaikan oleh kepala perpustakaan sekolah yang dinilai.

(5) Kepala sekolah melakukan pengamatan dan pencatatan

bukti-bukti lain yang ada di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan tugas dan fungsi perpustakaan sekolah yang belum atau tidak dapat disertakan dalam laporan tertulis. Bukti-bukti ini dapat diidentifikasi melalui pengamatan terhadap kondisi

(19)

fisik yang ada di lingkungan sekolah atau meminta informasi dari orang-orang yang relevan yang ada di lingkungan sekolah seperti siswa, guru, atau karyawan sekolah.

c. Penentuan Nilai Akhir

Pada prinsipnya, hasil penilaian merupakan kewenangan profesional dari kepala sekolah/madrasah. Namun demikian, sesuai dengan prinsip transparansi, kepala sekolah perlu mengonfirmasi hasil penilaian dengan kepala perpustakaan sekolah yang dinilai dengan lengkah-langkah sebagai berikut:

(1) Kepala sekolah/madrasah menyampaikan hasil penilaian

kepada kepala perpustakaan sekolah/madrasah disertai berita acara dan semua catatan bukti-bukti yang terekam dalam proses penilaian.

(2) Kepala perpustakaan sekolah yang dinilai mempelajari

Berita Acara Penilaian berikut semua catatan bukti-bukti yang disampaikan oleh kepala sekolah/madrasah.

(3) Apabila diperlukan, kepala perpustakaan sekolah dapat

meminta penjelasan hasil penilaian kepada kepala sekolah atau memberikan penjelasan atau bukti tambahan.

(4) Apabila menyetujui hasil penilaian, kepala perpustakaan

sekolah yang dinilai membuat pernyataan persetujuan dengan menandatangani instrumen penilaian.

(5) Dalam hal tidak menyetujui hasil penilaian kepala

sekolah/madrasah, kepala perpustakaan sekolah yang dinilai dapat mengajukan keberatan yang disertai penjelasan dan bukti-bukti yang kuat atas keberatannya itu kepada kepala

sekolah/madrasah.

(6) Kepala sekolah mempelajari keberatan yang diajukan

oleh kepala perpustakaan sekolah yang dinilai dan mengkaji secara mendalam penjelasan dan bukti-bukti yang menyertai keberatan tersebut.

(20)

(7) Kepala sekolah dapat mengubah hasil penilaian apabila dipandang bahwa penjelasan dan bukti-bukti yang menyertai keberatan tersebut dapat diterima.

(8) Dalam hal tidak dicapai kesepakatan antara kepala

sekolah dan kepala perpustakaan sekolah terhadap hasil penilaian, hasil penilaian akhir ditetapkan berdasarkan hasil penilaian kepala sekolah disertai cacatan ketidaksetujuan kepala perpustakaan sekolah /madrasah yang bersangkutan.

B. Tahap Pemberian Nilai a. Penilaian

Penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah dilaksanakan oleh kepala sekolah/madrasah sesuai dengan kewenangannya. Namun demikian, sesuai dengan pendekatan Penilaian 360°, penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah /madrasah harus dilakukan dengan menggali informasi dari unsur-unsur pemangku kepentingan (stakeholders) yang meliputi siswa, guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada setiap kriteria berdasarkan kelengkapan dan keabsahan bukti yang releven dan teridentifikasi. Pemberian nilai untuk setiap kinerja dilakukan dengan tahapan angka 4, 3, 2, atau 1 dengan ketentuan sebagai berikut:

(1)skor 4 diberikan apabila kepala perpustakaan sekolah mampu

menunjukkan bukti‐bukti yang lengkap dan sangat

meyakinkan bahwa kepala perpustakaan sekolah yang bersangkutan berkinerja sesuai dengan setiap kriteria komponen yang dinilai.

(2)skor 3 diberikan apabila kepala perpustakaan sekolah

mampu menunjukkan bukti‐bukti yang lengkap dan cukup

meyakinkan bahwa kepala perpustakaan sekolah yang bersangkutan berkinerja sesuai dengan setiap kriteria komponen yang dinilai.

(3)skor 2 diberikan apabila kepala perpustakaan sekolah

(21)

menunjukkan bukti‐bukti yang kurang lengkap dan

cukup meyakinkan bahwa yang bersangkutan berkinerja sesuai dengan setiap kriteria komponen yang dinilai.

(4)skor 1 diberikan apabila ditemukan bukti yang sangat terbatas dan kurang meyakinkan atau tidak ditemukan bukti bahwa kepala perpustakaan sekolah yang bersangkutan berkinerja sesuai dengan setiap kriteria komponen yang dinilai.

b. Pernyataan Keberatan terhadap Hasil Penilaian

Keputusan penilai terbuka untuk diverifikasi. Kepala perpustakaan sekolah /madrasah yang dinilai dapat mengajukan keberatan terhadap hasil penilaian tersebut. Keberatan disampaikan kepada kepala sekolah, yang kemudian diproses dengan tahapan

seperti pada langkah-langkah penilaian bagian (c) butir 5, 6, 7

dan 8.

c. Tahap pelaporan

Setelah penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah diperoleh, penilai (kepala sekolah) wajib melaporkan hasil penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang

berlaku. Hasil penilaian kinerja kepala perpustakaan

sekolah/madrasah wajib menjadi masukan untuk merencanakan kegiatan promosi, pengembangan karier, dan pengembangan profesional berkelanjutan.

d. Sanksi

Penilai dan yang dinilai akan dikenakan sanksi apabila yang bersangkutan terbukti melanggar prinsip‐prinsip pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Perpustakaan Sekolah /Madrasah, sehingga menyebabkan Penetapan Angka Kredit (PAK) diperoleh dengan cara melawan hukum. Sanksi tersebut adalah sebagai berikut:

(22)

1. Bagi penilai dapat diberhentikan sebagai kepala sekolah/madrasah dan wajib mengembalikan seluruh

tunjangan profesi, tunjangan fungsional, dan semua

penghargaan yang pernah diterima sejak yang bersangkutan melakukan proses Penilaian Kinerja Kepala perpustakaan sekolah /Madrasah.

2. Bagi yang dinilai dapat diberhentikan sebagai Kepala perpustakaan sekolah/madrasah dan wajib mengembalikan seluruh tunjangan profesi, tunjangan fungsional, dan semua penghargaan yang pernah diterima sejak yang bersangkutan memperoleh dan mempergunakan PAK yang dihasilkan dari Penilaian Kinerja Kepala perpustakaan sekolah /Madrasah.

(23)

C. Konversi Nilai Hasil Penilaian Kinerja ke Angka Kredit

Perolehan angka kredit unsur pembelajaran/bimbingan guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan sekolah ditentukan berdasarkan hasil penilaian yang bersangkutan sebagai guru dengan menggunakan IPKG dan sebagai kepala perpustakaan sekolah dengan menggunakan IPKKPS dengan pembobotan masing-masing 50%. Perhitungan perolehan angka kredit dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut.

AK=(0,50×(AKKAKPKBAKP)×(JM/JWMNPK)+0, 50×((AKKAKPKBAKPNPKKPS) 4

Keterangan:

AK = Perolehan angka kredit per tahun

AKK = Angka kredit kumulatif minimal yang dipersyaratkan

AKPKB = Angka kredit unsur pengembangan profesional

berkelanjutan

AKP = Angka kredit unsur penunjang

JM = Jumlah jam mengajar per minggu

JWM = Jumlah wajib mengajar per minggu (12 jam untuk kepala perpustakaan

sekolah )

NPK = Nilai perolehan hasil kinerja sebagai guru

NPKKPS= Nilai perolehan hasil kinerja sebagai kepala perpustakaan sekolah

Contoh Perhitungan Angka Kredit

Pak Fulan adalah guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala perpustakaan sekolah . Jabatan Pak Fulan adalah Guru Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia sebanyak 12 jam per minggu. Setelah satu tahun menjabat, dilakukan penilaian kinerja dan mendapatkan nilai IPKG sebesar 85,7 dan mendapatkan nilai IPKKPS sebesar 93,0. Dari data ini, perolehan angka kredit (AK) dihitung dengan cara-cara sebagai berikut:

AKK = 150 (dilihat dari Permenpan 16/2009)

AKPKB = 4 (dilihat dari Permenpan 16/2009)

AKP = 12 (dilihat dari Permenpan 16/2009)

JM = 12

JWM = 12

NPK = 100% (untuk IPKG 85,7 atau ‘Baik’)

(24)

NPKKPS = 125% (untuk IPKKS 93,0 atau ‘Amat Baik’)

AK=(0,50(150−4−12)12/12×100)+(0,50×(150−4−12)×125)) 4

AK=67+83,75

4 =37,69

PENUTUP

Demikian pedoman penilaian kinerja kepala perpustakaan sekolah/madrasah ini disusun untuk dijadikan acuan dalam penilaian kinerja guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan sekolah/madrasah. Masukan yang membangun sangat diperlukan untuk perbaikan pedoman ini di masa yang akan datang.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...