• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL INQUIRY LEARNING DI KELAS V SDN SUMBER MAKMUR PARENGGEAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL INQUIRY LEARNING DI KELAS V SDN SUMBER MAKMUR PARENGGEAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1525

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL INQUIRY LEARNING DI KELAS V SDN SUMBER MAKMUR PARENGGEAN

Endang Sulastri1

Email [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran PAI khususnya materi shalat tarawih, salah satu penyebabnya adalah pembelajaran masih terpusat pada guru, sehingga keterlibatan siswa dalam proses belajar itu masih sangat minim. Akibatnya hasil belajar siswa rendah.

Maka penulis dalam penelitian ini mencoba menerapkan model inquiry learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran inquiry learning. Teknik penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dan agar mencapai KKM persentase ketuntasan belajar adalah 85%. Data diperoleh menggunakan pre test dan post test. Pada kondisi awal (prasiklus) siswa yang mendapat nilai sama atau di atas KKM yang tuntas ada 10 siswa (50%) dan yang belum tuntas 10 siswa (50%), siklus I yang mencapai ketuntasan belajar 15 siswa (75%) dan siswa yang belum tuntas 5 siswa (25%), sedangkan pada siklus II yang mencapai ketuntasan belajar adalah sebanyak 20 siswa (100%), pada siklus II ini semua siswa mampu mencapai nilai sama dengan KKM atau diatas KKM. Nilai rata-rata pra siklus 57, nilai rata-rata siklus I 80, nilai rata- rata siklus II 86,5 serta daya serap klasikal prasiklus 57%, siklus I 80% siklus II 86,5%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Kata Kunci : hasil belajar, inquiry learning.

PENDAHULUAN

Dalam berkembangnya zaman, pendidikan selalu mendapatkan afeksi dari setiap ilmuan-ilmuan. Perdebatan mengenai pendidikan seakan-akan tak pernah surut. Dalam keadaan apapun pendidikan tetap selalu diperdebatkan baik dalam keadaan berkembang, maju, stagnan atau bahkan dalam keadaan

(2)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1526

tenggelam sekalipun. Perdebatan tersebut tak lain bertujuan untuk menemukan langkah-langkah dan inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan derajat pendidikan menjadi lebih baik lagi. Berbagai macam cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia, salah satunya dengan mengembangkan kurikulum yang ada serta adanya usaha peningkatan kualitas tenaga pengajar (pendidik/guru) melalui diklat- diklat keguruan, workshop dan seminar. Pendidikan mempunyai fungsi yang sangat strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam upaya meraih cita-cita bangsa Indonesia serta menciptakan kesejahteraan umum. Lewat pendidikan bermutu, bangsa dan negara akan terjunjung tinggi martabat di mata dunia. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yakni dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan di zamannya.

Kurikulum pendidikan dikembangkan dengan dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni akan terus berkembang. Kurikulum dikembangkan dengan melihat kondisi dan kepentingan bersama serta daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya provokasi zaman yang harus dihadapi, baik provokasi internal maupun eksternal. Oleh sebab itu, untuk menghadapi tuntutan perkembangan zaman dirasa perlu adanya perbaikan pola pikir dan penguatan tata kelola kurikulum Pendidikan serta pendalaman dan perluasan materi.(Maskur, 2020)

Pendidikan di lakukan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, baik dari segi kualitas maupun kuantitas pengetahuan yang di milikinya.

Keberhasilan pendidikan bermutu sesuai harapan pemerintah di tentukan oleh proses pendidikan yang di alami oleh peserta didik, begitu juga dengan kompetensi pengajar yang tepat. Adanya dukungan sistem sarana dan prasarana serta media pembelajaran yang menopang proses belajar mengajar sangat penting untuk di berikan kepada peserta didik, karena hal ini menyangkut aspek perkembangan kognitif peserta didik sebagai objek utama dalam kegiatan belajar mengajar setiap hari.(Jasiah, 2018)

Pendidikan Islam merupakan sarana penting untuk menanamkan akhlak yang baik pada peserta didik dan menjadikan mereka sebagai insan kamil.

Ramayulis (2015) mengemukakan, secara umum pendidikan Islam juga mempunyai tujuan berupa self realization yaitu sebuah tindakan berdasarkan ilmu yang telah dia pelajari baik di sekolah, keluarga dan lingkungan sehingga

(3)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1527

antara ilmu dan amal itu seimbang, tidak hanya sekadar pengetahuan saja tanpa aksi yang baik.(Hermawati, 2021)

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Di mana proses pembelajaran tersebut perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efesien. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarya, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.(Jasiah, 2018)

Proses pembelajaran pendidikan agama Islam masih menjadi hal yang hangat untuk diperbincangkan dan diteliti dikarenakan penerapan pembelajaran pendidikan agama Islam masih belum maksimal. Ada beberapa hal yang menjadikan proses belajar mengajar pendidikan agama Islam cenderung membosankan bagi peserta didik dikarenakan seorang pendidik yang kurang kreatif, inovatif dan salah memilih model pembelajaran yang digunakan. (Hermawati, 2021)

Pentingnya penggunaan model pembelajaran yang tepat akan membantu pencapaian hasil belajar yang baik. Apabila model pembelajaran yang digunakan guru tepat dalam mengajar, maka pencapaian tujuan pembelajaran akan lebih efektif.(Nasution, 2017) Model pembelajaran Inquiry merupakan salah satu langkah yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasi belajar siswa.

Model pembelajaran Inquiry merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pola pikir siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis, mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.(Nisa’

et al., 2020)

Model pembelajaran Inquiry adalah proses pembelajaran lebih menekankan siswa untuk aktif dan merubah tingkah laku siswa berdasarkan pengalaman yang diperoleh secara langsung atau tidak langsung. Dengan menerapkan model pembelajaran Inquiry dapat merangsang keingintahuan siswa sehingga siswa akan lebih memiliki keterampilan berbicara dan mengemukakan pendapatnya, karena yang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran adalah pengetahuan dan keterampilan, bukan dari hasil mengingat atau menghafal melainkan melalui menemukan sendiri dengan pengamatan, percobaan dan eksplorasi. Model ini sangat tepat untuk meningkatkan aktivitas belajar mengajar.(Nisa’ et al., 2020)

(4)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1528

Seorang pendidik menggunakan inquiry dengan tujuan agar peserta didik terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti pemecahan masalah itu sendiri, mencari sumber dan belajar bersama di dalam kelompok.(Yudharta Pasuruan et al., 2022)

Proses belajar mengajar PAI dan BP di kelas V SDN Sumber Makmur Parenggean masih terpusat pada guru, sehingga keterlibatan siswa dalam proses belajar itu masih sangat minim. Kebiasaan bersikap pasif dalam proses pembelajaran dapat mengakibatkan sebagian besar siswa takut dan malu bertanya kepada guru mengenai materi yang kurang dipahami. Kondisi yang dialami dalam proses pembelajaran PAI dan BP di kelas V SDN Sumber Makmur Parenggean menyebabkan siswa kurang mandiri dalam belajar bahkan cenderung pasif. Akibatnya hasil belajar siswa rendah. Berdasarkan pengamatan sebelumnya, ketuntasan hasil belajar siswa hanya mencapai 50%

Ketika guru hanya menggunakan metode konvensional, yaitu ceramah. Maka dalam pelaksanaannya memerlukan metode/strategi tertentu agar gaya penyajiannya tidak membosankan namun menarik perhatian siswa.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan adanya upaya untuk memperbaiki kualitas belajar mengajar agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih baik. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI dan BP adalah melalui penerapan model Inquiry learning yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara mental, intelektual dan emosional, sehingga siswa akan mendapatkan pengalaman belajar secara maksimal.

Kajian penelitian yang serupa telah dilakukan oleh Asnelly Ilyas, Z.Mawardi Effendi, Nurhizrah Gistituati, Azwar Ananda (2017) yang membahas tentang Pengembangan Model Pembelajaran Inkuiri Dalam Mata Pelajaran Agama Islam (PAI) Di Sekolah Dasar. Hasil pengembangan model pembelajaran inkuiri dalam mata pelajaran PAI dinyatakan efektif setelah dilakukan uji efektifitas dengan melihat aspek keaktifan peserta didik dan hasil belajar. Dengan penerapan model inkuiri PAI, nilai keaktifan peserta didik rata- rata 70.95 dengan kategori aktif. Sedangkan efektifitas terhadap nilai hasil belajar menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pree-test dan post-test dengan angka 4.734. Dengan demikian model pembelajaran inkuiri PAI efektif untuk digunakan dalam pembelajaran PAI.(Ilyas et al., 2018)

Berdasarkan latar belakang diatas, maka model inquiry learning dapat diterapkan pada pelajaran PAI dan BP di kelas V SDN Sumber Makmur.

(5)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1529

Dengan penerapan model ini diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu penulis mengambil judul : PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL INQUIRY LEARNING DI KELAS V SDN SUMBER MAKMUR PARENGGEAN.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah Action Research. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu subyek penelitian di kelas tersebut.

Pengertian penelitian tindakan kelas adalah untuk mengidentifikasi permasalahan di kelas sekaligus memberi pemecahan masalahnya.(Azizah, 2021)

Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Tempat penelitian ini adalah di SDN Sumber Makmur Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Akreditasi sekolah B.

Subjek Pengamatan adalah siswa-siswi kelas V SDN Sumber Makmur yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data kuantitatif yang diperoleh dari tes hasil belajar siswa adalah menggunakan rumus ketuntasan individu dan presentase ketuntasan klasikal, yaitu :

a. Daya serap individu DSI = 𝑥𝑦 𝑥 100%

Keterangan : X = Skor yang diperoleh siswa Y = Skor maksimal soal

DSI = Daya Serap Individu

Kelas dikatakan tuntas belajar secara individu jika presentase daya serap individu sekurang-kurangnya 70 %

b. Ketuntasan belajar Klasikal KBK = ∑ 𝑁∑ 𝑆 𝑥 100%

Keterangan : ∑ 𝑁= Jumlah siswa yang tuntas ∑ 𝑆 = Jumlah siswa seluruhnya KBK = Ketuntasan Belajar Klasikal

(6)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1530

Kelas dikatakan tuntas jika persentase klasikal yang dicapai adalah 85%

c. Daya serap klasikal DSK = ∑ 𝑃∑ 𝐼 𝑥 100%

Keterangan : ∑ 𝑃 = Skor yang diperoleh siswa ∑ 𝐼= Skor ideal seluruh siswa

DSK = Daya Serap Klasikal

Suatu kelas dikatakan tuntas belajar jika presentasi daya serap klasikal sekurang kurangnya 70%

Sedangkan data kualitatif diperoleh dari observasi atau pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung pada tiap siklus. Hasil perolehan data dicatat dalam lembar observasi yang telah disediakan.

Penelitian ini dirancang dalam 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Tiap tahapan langkah disusun dalam siklus penelitian. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sebelum dilaksanakannya siklus I dan siklus II, maka diawali dengan pra Siklus, dimana pra siklus ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal kelas yang akan diteliti. Pelaksanaan pra siklus ini, peneliti mengamati peserta didik ketika menerima materi pelajaran dengan metode ceramah. Sedangkan pada siklus I dan II peneliti menerapkan langkah- langkah pembelajaran model inquiry learning sebagai berikut:

a. Orientasi, yaitu langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif.

b. Merumuskan masalah, yaitu langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki.

c. Mengajukan hipotesis, yaitu jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji.

d. Mengumpulkan data, yaitu aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan

e. Menguji hipotesis, yaitu proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.

f. Merumuskan kesimpulan, yaitu proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

HASIL PENELITIAN

Dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi shalat tarawih di kelas V SDN Sumber Makmur kecamatan Parenggean kabupaten Kotawaringin Timur melalui model inquiry learning, merupakan tujuan dari

(7)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1531

penelitian ini. Penelitian ini dilakukan pada materi Shalat Tarawih dengan rincian ; Pengertian shalat tarawih, tata cara dan keutamaan melaksanakan shalat tarawih.

Penelitian ini didasarkan pada hasil pengamatan prasiklus dikelas V SDN Sumber Makmur tanggal 13 juni 2022, dimana pra siklus ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal kelas yang akan diteliti. Pelaksanaan pra siklus ini, peneliti mengamati peserta didik ketika menerima materi pelajaran dengan metode ceramah. Peneliti menemukan beberapa identifikasi masalah diantaranya yaitu Aktivitas siswa yang pasif dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa dari 20 siswa rata- rata ketuntasannya hanya 10 siswa yang tuntas sedangkan 10 lainnya belum tuntas dengan KKM Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 70. Rendahnya minat peserta didik dan kurangnya penggunaan metode variatif menjadi permasalahan yang mengakibatkan peserta didik kurang tertarik dengan pembelajaran.

Analisis Hasil test prasiklus

No. Aspek Perolehan Hasil

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Skor tertinggi Skor terendah Jumlah Siswa

Banyak siswa yang tuntas

Banyak siswa yang tidak tuntas Persentase tuntas klasikal

Persentase daya serap klasikal Rata-rata hasil belajar

80 30 20 10 10 50%

57%

57

Pelaksanaan Siklus I dilakukan selama 1 kali pembelajaran yaitu pada tanggal 20 juni 2022, dengan hasil sebagai berikut:

Analisis Hasil pre-test peserta didik pada siklus I

No. Aspek Perolehan Hasil

(8)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1532 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Skor tertinggi Skor terendah Jumlah Siswa

Banyak siswa yang tuntas

Banyak siswa yang tidak tuntas Persentase tuntas klasikal

Persentase daya serap klasikal Rata-rata hasil belajar

80 30 20 12 8 60%

58,5%

58,5

Dari hasil observasi pada pretest siklus I, maka dapat dilihat bahwa pengetahuan siswa tentang shalat tarawih masih sangat kurang, hal ini dapat dilihat dari 20 orang siswa hanya 12 orang siswa yang bisa mencapai nilai KKM.

Selebihnya ada 8 orang siswa dibawah nilai KKM yang telah ditentukan sebagai standar keberhasilan belajar yaitu 70. Dengan demikian Persentase ketuntasan klasikal hanya mencapai 60% sedangkan daya serap klasikal 58,5% dan Nilai rata-rata yang diperoleh dari pretest siklus I adalah 58,5.

Dari hasil observasi yang dilakukan oleh kolabolator, beliau memaparkan bahwa pada saat pelaksanaan siklus I berlangsung kondisi kelas dinilai belum terlalu kondusif dimana masih ada siswa yang tidak fokus selama mengikuti proses pembelajaran. Sehingga masih perlu di kondusifkan lagi. Dilihat dari kondisi guru, beliau memaparkan bahwa pada saat guru menyampaikan materi penerapan model inquiry learning, masih terlihat sederhana dan sempat terjadi kendala, Guru perlu melakukan beberapa inovasi dalam penyampaian materi pelajaran sehingga akan memudahkan siswa untuk lebih memahami materi yang disampaikan.

Setelah kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model inquiry learning selesai, pendidik memberikan soal post test sebagai bentuk evaluasi akhir dalam setiap siklus, guna mengukur hasil belajar peserta didik dalam pemanfaatan model pembelajaran inquiry learning ini.

Analisis Hasil post test peserta didik pada siklus 1

No. Aspek Perolehan Hasil

(9)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1533 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Skor tertinggi Skor terendah Jumlah Siswa

Banyak siswa yang tuntas

Banyak siswa yang tidak tuntas Persentase tuntas klasikal

Persentase daya serap klasikal Rata-rata hasil belajar

100 50 20 15 5 75%

80%

80

Dari tabel di atas tampak bahwa hasil post tes materi shalat tarawih siswa pada siklus ke 1 menunjukkan peningkatan yang sangat baik, pada pretest sebelum dilaksanakannya pembelajaran dengan model inquiry learning nilai rata- rata hasil belajar siswa 58,5 dan setelah dilaksanakannya pembelajaran dengan model inquiry learning pada kegiatan post test siklus I meningkat menjadi 80.

Persentase ketuntasan klasikal pada pre test 60% sedangkan pada post test meningkat menjadi 75%. Persentase daya serap klasikal pada pre test 58,5%

sedangkan pada post test meningkat menjadi 80%. Pencapaian ini sangat menggembirakan bagi peneliti namun peningkatan nilai tersebut masih dibawah dari indicator keberhasilan yang telah ditargetkan oleh peneliti, serta tidak terjadi pada beberapa siswa yang belum mencapai nilai KKM. Dari 20 orang siswa yang mencapai ketuntasan belajar berjumlah 15 orang dan 5 orang siswa belum mencapai nilai KKM.

Pelaksanaan Siklus II dilakukan selama 1 kali pembelajaran yaitu pada tanggal 28 juni 2022, dengan hasil sebagai berikut:

Dari hasil observasi yang dilakukan oleh kolabolator, beliau memaparkan bahwa pada saat pelaksanaan siklus II berlangsung kondisi kelas sudah kondusif dimana siswa rata-rata sudah fokus Ketika mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung. Dalam siklus II ini, kondisi siswa sudah dapat berdiskusi dengan baik, berani bertanya dan aktif dalam melakukan tanya jawab dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan. Dilihat dari kondisi guru, beliau memaparkan bahwa pada saat guru menyampaikan materi dengan menerapkan model inquiry learning, sudah sangat bagus karena penerapannya sudah secara lengkap dengan disertai media pembelajaran yang kendalanya sudah dapat diatasi. Guru juga terlihat sudah sangat menguasai materi yang diberikan sehingga semua berjalan lancar dan suasana dalam KBM sangat efektif.

(10)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1534

Setelah kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model inquiry learning selesai, pendidik memberikan soal post test sebagai bentuk evaluasi akhir dalam setiap siklus, guna mengukur hasil belajar peserta didik dalam pemanfaatan model pembelajaran inquiry learning ini.

Analisis Hasil post test peserta didik pada siklus II

No. Aspek Perolehan Hasil

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Skor tertinggi Skor terendah Jumlah Siswa

Banyak siswa yang tuntas

Banyak siswa yang tidak tuntas Persentase tuntas klasikal Persentase daya serap klasikal Rata-rata hasil belajar

100 70 20 20 0 100%

86,5%

86,5

Dari tabel di atas tampak bahwa hasil post tes materi shalat tarawih siswa pada siklus ke II menunjukkan peningkatan yang sangat baik dari siklus I, pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 80 dan pada siklus II meningkat menjadi 86,5. Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 75% dan mengalami peningkatan di siklus II sebesar 25% menjadi 100%. Persentase daya serap klasikal pada siklus I yaitu 80% dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 6,5% menjadi 86,5%. Maka dapat disimpulkan 20 siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Ketuntasan klasikal yang merupakan hasil belajar seluruh siswa mencapai sebesar 100% (siklus II) berarti sudah berada diatas kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan sebesar 85% (kondisi ideal). Disini sudah terlihat adanya peningkatan hasil belajar ysng diukur dengan nilai yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan. Semua siswa mampu mencapai nilai KKM, sehingga pada siklus II ini dinyatakan adanya peningkatan hasil belajar pada siswa kelas V.

Peningkatan hasil belajar siswa dalam menguasai materi shalat tarawih nampak setelah membandingkan hasil penelitian yang dicapai pada siklus I dan II, baik dari segi evaluasi hasil belajar siswa melalui tes tertulis pada akhir pelajaran serta respon siswa tentang proses pembelajaran itu sendiri.

(11)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1535

Rekapitulasi Ketuntasan Belajar Siswa dalam Prasiklus, Siklus I dan Siklus II Dari diagram dapat dilihat siswa yang tuntas belajar pada prasiklus sangat rendah yaitu hanya 50% atau 10 siswa kemudian dalam pretest siklus I dalam memahami materi shalat tarawih masih tergolong rendah yaitu sebesar 60% atau 12 siswa sedangkan hasil belajar siswa pada posttest siklus I dalam kategori sedang yaitu dengan persentase ketuntasan sebesar 75% atau 15 siswa dan hasil belajar siswa pada siklus II dengan persentase ketuntasan sebesar 100%

atau 20 siswa berada pada kategori tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, jelaslah bahwa melalui penerapan inquiry learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk materi shalat tarawih mengalami peningkatan pada hasil belajar siswa.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil Penelitian pada siswa kelas V SDN Sumber Makmur Kecamatan Parenggean tahun pelajaran 2021/2022 yang dilakukan dalam dua siklus hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model inquiry learning memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus. Pembelajaran dengan model inquiry learning dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas V pada materi shalat tarawih, yang di buktikan dengan adanya kenaikkan hasil belajar siswa yang mendapat nilai sama atau lebih tinggi dari KKM. Pada kondisi awal (prasiklus) siswa yang mendapat nilai sama atau di atas KKM 70 yang tuntas ada 10 siswa (50%) dan yang belum tuntas 10 siswa (50%), siklus I yang mencapai ketuntasan belajar 15 siswa (75%) dan siswa yang belum tuntas 5 siswa (25%), sedangkan pada siklus II yang mencapai ketuntasan belajar adalah sebanyak 20 siswa (100%), pada siklus II ini semua siswa mampu mencapai nilai

0%

50%

100%

prasiklus siklus I siklus II

Diagram batang ketuntasan hasil belajar siswa

pretest posttest

(12)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1536

sama dengan KKM atau diatas KKM. Nilai rata-rata pra siklus 57, nilai rata-rata siklus I 80, nilai rata-rata siklus II 86,5 serta daya serap klasikal siklus I 80% siklus II 86,5%.

REKOMENDASI

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi peserta didik, maka disampaikan saran sebagai berikut:

1. Untuk melaksanakan pembelajaran dengan model inquiry learning memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan media dan metode yang cocok agar di dalam proses belajar mengajar diperoleh hasil yang optimal.

2. Dalam rangka meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik, guru hendaknya lebih sering melatih peserta didik dengan berbagai metode pengajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana peserta didik nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga peserta didik berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya, utamanya penerapan model interaktif yang tepat.

3. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di kelas V SDN Sumber Makmur Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun Pelajaran 2021/2022.

4. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.

REFERENSI

Azizah, A. (2021). Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru dalam Pembelajaran. Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 3(1), 15–22. https://doi.org/10.36835/au.v3i1.475

Hermawati, K. A. (2021). Implementasi Model Inkuiri dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: Analisis pada Materi

Pembelajaran Toleransi. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 6(1), 56–

72. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2021.vol6(1).6159

Ilyas, A., Effendi, Z. M., Gistituati, N., & Anand, A. (2018). Pengembangan Model Pembeljaran Inkuiri Dalam Mata Pelajaran Agama Islam (Pai) Di

(13)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

1537

Sekolah Dasar. Proceeding IAIN Batusangkar, 1(2), 45–60.

Jasiah, J. (2018). Pemanfaatan Internet pada Matakuliah Ilmu Pendidikan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palangka Raya. Al-Khwarizmi:

Jurnal Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 5(1), 65–86.

https://doi.org/10.24256/jpmipa.v5i1.267

Maskur, M. (2020). Pendekatan Inquiry dalam Pembelajaran PAI. Prosiding Nasional, 10, 233–240.

Nasution, M. K. (2017). Penggunaan metode pembelajaran dalam peningkatan hasil belajar siswa. STUDIA DIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan, 11(1), 9–16.

Nisa’, F., Astawa, I. B. M., & Christiawan, P. I. (2020). Penerapan Model

Pembelajaran Inquiry Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sawan. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 8(2), 55. https://doi.org/10.23887/jjpg.v8i2.23519

Yudharta Pasuruan, U., Java, E., Achmat Mubarok, I., & Maslukha, L. (2022).

Jurnal Fakultas Agama Islam PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PAI SISWA KELAS VIII DI SMPN 02 PURWOSARI. Jurnal Mu’allim, 4(1), 119–131.

https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/muallimVol.4No.1BulanJanuari2 022

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Klarifikasi : administrasi dan teknis dokumen penawaran telah memenuhi syarat7. Unsur-unsur yang dievaluasi : administrasi, teknis

Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu peneliti hanya membahas faktor- faktor yang mempengaruhi kesediaan ibu melaksanakan IMD yang meliputi faktor usia ibu,

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan aktivitas belajar dan prestasi belajar PKn antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD

Kekerasan mikro Vickers pada sambungan FSW dengan variasi kecepatan putaran pin tool dan feed rate ditunjukan pada Gambar 3.6 Nilai kekerasan material setelah mengalami

Tujuan penelitian ini adalah menentukan kandungan asam lemak tidak jenuh pada tepung sorghum termodifikasi, serta menganalisa secara organoleptik terhadap produk pangan

Tegangan di serat atas yaitu 0 mPa lebih kecil dari tegangan ijin pada waktu servis yaitu 3.54

Oleh karena itu, group investigation berbantuan peta konsep dapat dipertimbangankan sebagai model dalam pembelajaran di kelas karena pelaksanaan pembelajaran dengan

[r]