Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Bauran Pemasaran Pembibitan Lele pada Kelompok Tani Pembibitan Lele Kolam Harapan di Dusun Gemenggeng Kabupaten Semarang T1 162010022 BAB II

14  Download (0)

Full text

(1)

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Landasan Teori

1. Pemasaran

Menurut Kusjadi (2009;6) pemasaran (marketing) adalah keseluruhan kegiatan perusahan sebagai sistem yang utamanya ditandai perencanaan produk, perencanaan

harga, perencanaan distribusi dan promosi untuk menyampaikan barang dan jasa kepada

konsumen dan untuk merealisir tujuan perusahaan dalam mencapai keuntungan atau

laba.

Menurut Philip Kotler (2008;6) pemasaran merupakan proses dimana perusahaan

menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan

pelanggan dengan tujuan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.

Menurut Sofjan Assauri (2013;5) pemasaran sebagai kegiatan manusia yang

diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses

pertukaran.

Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian

berkembang menjadi keinginan manusia. Proses kebutuhan dan keinginan tersebut yang

menjadi konsep dalam pemasaran. Pemasaran sangat penting dalam mendistribusikan

produknya. Pemasaran dilakukan sejak awal sebelum suatu produk diproduksi.

Pemasaran merupakan salah satu aktivitas penentu atau merupakan salah satu kunci

utama keberhasilan suatu perusahaan. Tanpa pemasaran yang baik maka perusahaan

akan sulit menjalankan seluruh rangkaian aktifitas ( proses-proses) dalam perusahaan.

(2)

mengidentifikasi peluang, (2) mengembangkan produk baru, (3) menarik customer, (4)

memepertahankan customer dan membangun loyalitas, (5) memenuhi pesanan.

Perusahaan yang melakukan semua proses-proses tersebut dengan baik maka perusahaan

akan mencapai keberhasilan. Sebaliknya, jika proses-proses diatas ada salah satu yang

gagal maka dalam menacapai keberhasilan akan terganggu. Proses-proses pemasaran

merupakan satu rangkain yang harus dilaksanakan secara sistematis.

2. Strategi Pemasaran

Menurut Philip Kotler (2008;58) strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana

unit bisnis berharap untuk mencapai tujuan pemasaran.

Menurut Sofjan Assauri (2013;168) strategi pemasaran pada dasarnya adalah

serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada

usaha-usaha pemasaran perusaha-usahaan dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan

acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi

lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah.

Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting, karena strategi pemasaran

merupakan salah satu cara dalam mencapai tujuan perusahaan. Strategi pemasaran

merupakan cara untuk mencapai tujuan untuk membangun hubungan yang

menguntungkan dengan pangsa pasar. Strategi adalah suatu tindakan kesatuan rencana

yang memberikan panduan kegiatan di bidang pemasaran yang akan dijalankan untuk

dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan. Tujuan suatu perusahaan adalah

memperoleh laba maksimal. Laba maksimal dapt diperoleh apabila perusahaan mampu

bersaing yaitu dengan menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif.

Memang semakin sulit bagi suatu perusahaan dalam menciptakan dan mempertahankan

keunggulan kompetitif. Menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif dapat

(3)

3. Bauran Pemasaran

Menurut Philip Kotler (2008;62) bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan

alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan

respons yang diinginkannya dipasar sasaran.

Menurut Sofjan Assauri (2013;198) bauran pemasaran (marketing mix) merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sitem pemasaran, variabel

yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan

konsumen dalam pasar sasarannya.

Bauran pemasaran merupakan alat yang digunakan produsen untuk memperoleh

pelanggan di pangsa pasar. Alat bantu pemasaran sebenarnya ada 14 yang sering disebut

dengan 14P. Alat bantu pemasaran tersebut tidak tidak digunakan semua (14P) tetapi alat

bantu pemasaran dipilih yang tepat dalam mementuk bauran pemasaran. Alat bantu yang

dipilih adalah 4P yaitu produk (product), harga (price), tempat/distribusi (place),

promosi (promotion). Keempat alat bantu pemasran ini saling mempengaruhi maka

keempat alat bantu pemasaran ini merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi.

a) Produk

Menurut Philip Kotler (2008;62) produk berarti kombinasi barang dan jasa yang

ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran.

Menurut Taufiq Amir (2005;8) produk adalah apa saja, yang dapat ditawarkan kepada

pasar agar dapat dibeli, digunakan atau dikonsumsi, yang dapat memuaskan keinginan

atau kebutuhan mereka.

Menurut Sofjan Assauri (2013;200) produk adalah segala sesuatu yang dapat

ditawarkan kepada pasar untuk mendapatkan perhatian, dimiliki, digunakan atau

dikonsumsi, yang meliputi barang fisik, jasa, kepribadian, tempat, organisasi dan

(4)

Produk merupakan salah satu unsur bauran pemasaran yang sangat penting karena

produk dapat mempengaruhi unsur bauran pemasran yang lainnya. Produk merupakan

barang dan jasa yang ditawarkan kepada pasar untuk menciptakkan kepuasan pelanggan

dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pangsa pasar. Menurut Sofjan Assauri

(2013;200) faktor-faktor yang terkandung dalam suatu produk adalah mutu/kualitas,

penampilan (features), pilihan yang ada (options), gaya (styles), merek (brand names),

pengemasan (packaging), ukuran (size), jenis (product lines), macam (product items),

jaminan (warranties), dan pelayanan (service).

b) Harga

Menurut Philip Kotler (2008;63) harga adalah jumlah uang yang harus dibayarkan

pelanggan untuk memperoleh produk.

Menurut Taufiq Amir (2005;104) harga dasar artinya harga yang sepantasnya harus

dikeluarkan untuk mendapatkan manfaat inti (core benefit) dari suatu produk atau jasa.

Harga premium artinya kesediaan pelanggan untuk membayar lebih terhadap tambahan

utilitas dari suatu produk atau jasa.

Menurut Hendro (2011;390) sebelum menentukan harga produk dipasar perlu

dipertimbangkan faktor utama jenis biaya yang akan menetukan batasan harga. Ada

bebrapa hal yang layak diperhatikan dalam mempertimbangkan faktor penentuan harga,

yaitu:

1) Biaya bahan baku (material ra w)dan suplainya.

Biaya ini menjadi biaya utama dalam penetuan harga jual produk.

2) Biaya overhead.

Biaya overhead menjadi faktor penting yang bisa dianalisa dalam penentuan struktur harga. Contohnya adalah biaya administrasi, biaya pengiriman, biaya

(5)

3) Biaya tenaga kerja (labor cost).

Biaya ini merupakan biaya tenaga kerja dalam memproduksi barang jadi

selama proses produksi dan biaya tenaga kerja yang bekerja dikantor.

Contohnya adlah biaya gaji pegawai, uang lembur, insentif dan lain-lain.

Penentuan harga yang sesuai target pasar, segmen pasar, posisi produk dipasar akan

menarik konsumen untuk memilih produk kita karena dilihat berdasarkan harga yang

tepat pada produk tersebut. Harga yang sangat mahal akan membuat produk yang

dipasarkan menjadi berisiko tidak laku dipasaran, sedangkan harga yang murah akan

menimbulkan presepsi konsumen terhadap kualitas produk. Maka penetuan harga suatu

produk haruslah diperhitungkan secara tepat. Konsumen akan menjadi sangat sensitif

terhadap harga, karena harga akan mempengaruhi konsumen dalam keputusan

pembelian. Harga merupakan salah satu sasaran bauran pemasaran yang diinginkan

perusahaan untuk mencapai sasaran – sasarannya. Keputusan harga dipengaruhi dan

mempengaruhi oleh keputusan mengenai desain produk, distributor, dan promosi.

Keputusan harus secara seksama dikoordinasikan dengan keputusan mengenai unsur –

unsur bauran pemasaran yang lainya ketika merancang kegiatan pemasaran. Harga

adalah salah satu unsur yang paling fleksibel dari bauran pemasaran. Tidak seperti

produk, komitmen saluran distribusi, namun harga bisa dengan cepat berubah. Pada

waktu yang bersamaan penetapan harga dan persaingan harga adalah masalah nomor satu

yang dihadapi perusahaan. Sekalipun demikian banyak perusahaan yang tidak menangani

penetapan harga dengan baik. Penetapan harga yang tidak memperhitungkan bauran

pemasaran yang lain. Penentuan harga harus memperhatikan faktor yang

mempengaruhinya, baik faktor langsung ataupun tidak langsung. Dalam penelitian ini

harga merupakan nilai dari barang atau jasa yang harus dibayar oleng pelanggan untuk

(6)

c) Tempat/distribusi

Menurut Philip Kotler (2008;63) tempat meliputi kegiatan perusahaan yang membuat

produk tersedia bagi pelanggan sasaran.

Menurut Taufiq Amir (2005;243) manajemen distribusi/tempat adalah penganalisisan,

perencanaan, dan pengawasan atas aktivitas pengadaan dan distribusi barang.

Menurut Saiman Leonardus (2009;137) strategi tempat dan distribusi adalah cara

perusahaan menyalurkan produk dari tempatnya ke tangan konsumen akhir secara efisien

dan efektif, sehingga tidak mengganggu stretegi harga. Tingkatan-tingkatan ditribusi

suatu produk menurut Saiman Leonardus (2009;219) :

1. Produsen → konsumen

2. Produsen → pengecer → konsumen

3. Produsen → agen tunggal → pengecer → konsumen

4. Produsen → agen → sub-agen → pengecer → konsumen

5. Produsen → agen → sub-agen → grosir → pengecer → konsumen

Dari masing-masing tingkatan tersebut akan memiliki konsekuensi biaya sendiri-sendiri

yaitu, semakin panjang rantai distribusi akan semakin mahal harga produk tersebut.

Sebaliknya semakin pendek rantai distribusi maka semakin murah harga produk tersebut

karena menghemat biaya transportasi atau biaya untuk komisi agen, sub-agen, pengecer

dan yang lain-lainnya.

Produsen dapat mendistribusikan produknya dengan cepat dan tepat kepada

konsumen karena semakin banyak ditemukan semakin banyak metode dan aplikasi

penerapan saluran distribusi. Produsen harus mampu melihat peluang pasar untuk

mendistribusikan produkya. Besarnya saluran ditribusi akan memperbesar jangkauan

produsen kedalam pasar.

(7)

Menurut Philip Kotler (2008;63) promosi berarti aktivitas yang menyampaikan

manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya.

Menurut Taufiq Amir (2005;207) promosi penjualan yaitu berbagai insentif jangka

pendek untuk mendorong konsumen segera mencoba atau membeli sebuah produk/jasa.

Menurut Sofjan Assauri (2013;269) bauran promosi adalah kombinasi strategi yang

paling baik dari unsur-unsur promosi tersebut, maka untuk dapat efektifnya promosi

yang dilakukan oleh peruasahaan, perlu ditentukan terlebih dahulu peralatan atau unur

promosi apa yang sebaiknya digunakan dan bagaimana pengkombinasian unusur-unsur

tersebut, agar hasilnya dapat optimal.

Empat macam sarana promosi yang dapat diapakai, menurut Saiman Leonardus

(2009;230) adalah :

1. Periklanan (advertising). Iklan dapat dipasang diberbagai media seperti :

a. Pemasangan billboard dijalan,tempat atau lokasi yang strategis.

b. Pencetakkan brosur yang ditempet atau disebarkan disetiap pusat

pembelanjaan atau tempat-tempat strategis.

c. Pemasangan spanduk atau umbul-umbul dijalan, tempat atau lokasi yang

dianggap strategis.

d. Pemasangan iklan melalui media cetak seperti koran, majalah-majalah,

buku dan lain sebagainya.

e. Pemasangan iklan melalui media elektronik seperti internet, radio,

televisi, film dan sebagainya.

2. Promosi penjualan (sales promotion). Tujuannya untuk meningkatkan penjualan

atau peningkatan jumlah pelanggan. Promosi ini dilakukan untuk menarik

pelanggan agar membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan agar pelanggan

(8)

3. Publisitas (publicity) merupakan kegiatan untuk memancing pelanggan melalui

kegiatan, seperti pameran, bakti sosial serta kegiatan lainnya, melalui kegiatan ini

diharapkan dapat meningkatkan pamor perusahaan dimata para konsumennya.

4. Penjualan pribadi (personal selling). Penjualan produk yang dilakukan secara

langsung oleh salesman dan atau salesgirl dengan cara door to door dari pitu ke

pintu.

Promosi merupakan cara untuk memberitahukan kepada konsumen sasaran tentang

produk yang kita produksi. Promosi pada umumnya dengan memasang iklan di televisi.

Iklan ditelivisi semakin kehilang efektivitas karena beberapa faktor antara lain salah

satunya adalah berkurangnya jam masyarakat tertentu dalam menonton televisi. Pemasar

maka melakukan promosi dengan cara lain. Menurut Philip Kotler (2006;116) promosi

dilakukan dengan cara :

1. Sponsorshhip.

2. Menyebut nama perusahaan dalam talkshow.

3. Penempatan produk.

4. Promosi jalanan.

5. Pengakuan selebritas.

6. Iklan badan.

B. KARAKTERISTIK JENIS USAHA PEMBIBITAN LELE 1. Pengertian Wirausaha

Wirausaha merupakan orang yang memiliki gagasan - gagasan tertentu untuk

mencapai suatu tujuan, baik dilakukan sendiri meupun kelompok. Wirausaha menuntut

orang untuk berfikir kritis dalam melihat adanya peluang yang bisa dimanfaatkan dan

(9)

wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah

organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.

2. Jenis-Jenis Usaha

Usaha merupakan upaya dengan menggerakan tenaga, pikiran, dan badan untuk

mencapai suatu tujuan tertentu. Usaha dapat dilakukan dalam berbagai kategori seperti

dalam bidang perdagangan, jasa, industri ataupun yang lainnya. Usaha sendiri terbagi

kedalam beberapa jenis yaitu :

a. Badan usaha ekstraktif adalah badan usaha yang kegiatannya mengambil hasil alam

secara langsung, sehingga menimbulkan manfaat tertentu. Contohnya pertambangan,

perikanan laut, penebangan kayu, pendulangan emas atau intan, dan sebagainya.

b. Badan usaha agraria adalah badan usaha yang kegiatannya mengolah alam sehingga

dapat memberikan manfaat yang lebih banyak. Contohnya pertanian, perikanan darat,

peternakan, perkebunan, dan sebagainya.

c. Badan usaha industri adalah badan usaha yang kegiatannya mengolah dari bahan

mentah menjadi barang jadi yang siap untuk dikonsumsi. Contohnya perusahaan

tekstil, meubelair, industri logam, kerajinan tangan, assembling, dan sebagainya.

d. Badan usaha perdagangan adalah badan usaha yang kegiatannya menyalurkan barang

dari produsen kepada konsumen, atau kegiatan pertukaran atau jual beli. Contohnya

grosir, pedagang eceran, supermarket, perusahaan ekspor impor, dan sebagainya.

e. Badan usaha jasa adalah badan usaha yang kegiatannya bergerak dalam bidang

pemberian atau pelayanan jasa tertentu kepada konsumen. Contohnya salon, dokter,

bengkel, notaris, asuransi, bank, akuntan, dan sebagainya.

(10)

C. Penelitian Terdahulu

Penelitian ini mengacu pada dua penelitian terdahulu. Penelitian pertama dengan judul

“Strategi Pemasaran Air Minum Dalam Kemasan Oleh Pt Hawai Tirta Jaya”, dengan penulis

Emirita Rachmawati B 162001001. Dalam penelitian ini terdapat kesimpulan bahwa strategi

pemasaran yang dilakukan perusahaan Hawai Tirta Jaya sudah cukup baik, walaupun setiap

indikator-indikator variabel strategi pemasaran sudah digunakan, strategi pemasaran produk,

harga, distribusi, promosi sebaiknya dikombinasikan secara baik. Variabel yang diutamakan

PT HAWAI TIRTA JAYA adalah produk, harga, distribusi, promosi. Produk sudah sesuai

Standart Nasional Indonesia dan Standart Industri Indonesia. Harga tergantung pada naiknya

biaya produksi. Variabel promosi tidak diutamakan karena belum mendapat promosi yang

tepat bagi produk Air Minum Dalam Kemasan.

Penelitian kedua dengan judul “Penerapan Bauran Pemasaran Dalam Meningkatkan

Volume Penjualan Produk Kripik Buah Pada Industri Rumah Tangga Rona Kota Batu –

Malang”, dengan penulis Khaerunnisa Tri D 06130032. Dalam penelitian ini terdapat

kesimpulan bahwa Penerapan strategi bauran pemasaran kripik buah Rona di desa

Torongrejo-Batu belum seluruhnya dilaksanakan. Ini dikarenakan dalam proses

pemasarannya masih menggunakan saluran distribusi sederhana. Strategi unsur-unsur 4P

yang seharusnya ada masih belum terlalu diterapkan, dikarenakan beberapa faktor

diantaranya; kurangnya mesin produksi, pemberian paten merk, dan promosi keluar kota

yang masih belum terlaksana. Adapun bauran pemasaran yang belum dapat diterapkan yaitu

aspek produk (merk, produk lini dan perijinan nama produk), aspek tempat (saluran

pemasaran), aspek promosi (advertising dan public relation), aspek harga (harga yang terlalu

tinggi). Dalam hal peningkatan volume penjualan ditentukan tiap periodik dengan

perhitungan menjumlah produksi kripik buah yang keluar pada tahun sebelumnya

(11)

maka peningkatan volume penjualan ini dapat dikatakan berhasil pada aspek produk dan

tempat. Penentuan keberhasilan dari aspek produk terlihat dari tetap konsistennya industri

mempertahankan citra produk yang mempunyai kualitas tinggi dan dari aspek place, tempat

yang dipilih sudah strategis karena berdekatan dengan bhan baku pembuatan kripik buah.

Dalam penerapan bauran pemasaran untuk meningkatkan volume penjualan dapat ditemukan

beberapa faktor yang membantu meningkatkan volume penjualan, yaitu aspek produk

(produk yang berkualitas tinggi), aspek tempat (tempat produksi yang mempunyai dua lokasi

mempermudah akses bahan pokok ke rumah produksi). Sedangkan untuk aspek harga dan

promosi, Masih harus ada perbaikan dan peningkatan secara berkala.

D. Kerangka Berpikir

Menjaga eksistensi suatu usaha sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Salah

satunya adalah dengan menjalankan strategi pemasaran yang baik. Dalam strategi pemasaran

mengunakan strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi 4 unsur yaitu produk (product), harga (price), tempat/distribusi (place), promosi (promotion). Dengan

mengkombinasikan keempat unsur tersebut diharapkan dapat menarik pangsa pasar dan dapat

mencapai tujuan usaha jangka pendek yaitu laba maksimal dan tujuan jangka panjang yaitu

eksistensi perusahaan. Penelitian ini difokuskan pada petani bibit ikan lele Kolam Harapan Di

Dusun Gemenggeng, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang dalam menjalankan

bauran pemasaran.

Petani bibit ikan lele Kolam Harapan Di Dusun Gemenggeng, Kecamatan Banyubiru,

Kabupaten Semarang supaya dapat bersaing dengan usaha pembenihan bibit ikan lele lain

maka harus merancang strategi pemasaran. Strategi pemasaran juga berfungsi untuk

mempertahankan usahanya untuk tetap bertahan. Strategi yang digunakaan adalah strategi

(12)

Unsur bauran yang pertama yaitu produk. Keberhasilan segmentasi pasar sangat

tergantung pada potensi terhadap kebutuhan dan keinginan terhadap produk di pasar.

Produsen harus mampu menjaga kualitas produk, pelayanan, purna jual , dan mampu

menyediakan produk yang tepat dengan apa yang dibutuhkan ataupun diinginkan konsumen.

Produk yang berkualitas, terdapat pelayanan, purna jual , dan tepat di pangsa pasar akan

mampu menciptakan kepuasan pelanggan. Penempatan produk yang tepat akan menciptakan

citra yang baik dimata konsumen, bahwa produk yang dihasilkan produsen tersebut dapat

diandalkan. Sehingga konsumen akan loyal terhadap produk tersebut. Unsur bauran

pemasaran yang kedua yaitu harga (price). Kebijakan harga turut menentukan dalam

keberhasilan pemasaran suatu produk. Penetapan harga disesuaikan dengan tujuan

usaha/produsen dengan tujuan konsumen. Tujuan usaha/produsen adalah memperoleh laba

maksimal dari hasil penjualannya sedangkan, tujuan konsumen adalah dapat membeli produk

untuk memenuhi kebutuhahan atau keiinginannya tanpa terbebani dengan harga yang

ditetapkan oleh produsen. Harga yang tepat akan mendukung penjualan produk, karena laku

tidaknya suatu produk sangat ditentukan oleh harga suatu produk. Produsen dapat menarik

pangsa pasar dan menciptakan kepuasan pelanggan dengan potongan penjualan, promo

penjualan yang menarik, jangka waktu pembayaran yang dapat disesuaikan. Unsur bauran

pemasaran yang ketiga yaitu tempat/distribusi (place). Unsur bauran ini penting dan harus

mempertimbangkan bagaimana produsen melayani konsumen secara tepat waktu, tepat

jumlah, dan tepat sasaran. Ketidak tepatan waktu dan jumlah produk dalam produsen

melayani konsumen akan mengakibatkan konsumen beralih ke produsen pesaing. Ketidak

tepatan sasaran dapat mengakibatkan produsen tidak dapat menjual produknya karena tidak

memeiliki pangsa pasar dan tidak memperoleh laba sehingga produsen akan mengalami

kerugian. Sebagai produsen maka harus mampu menetapkan strategi distribusi yang tepat

(13)

keempat yaitu promosi (promotion). Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang terakhir. Produsen dapat menentukan sarana yang tepat untuk mempromosikan produknya

sehingga dapat mencapai efektivitas dan efisien. Promosi dapat dilakukan secara langsung

ataupun tidak langsung dengan sarana promosi antara lain periklanan, promosi penjualan,

publikasi, penjualan personal.

Berdasarkan kombinansi dari keempat unsur bauran pemasran tersebut diharapkan

keempat unsur bauran pemasaran yang meliputi produk (product), harga (price),

tempat/distribusi (place), promosi (promotion) merupakan bauran pemasaran yang tepat

dilakukan petani ikan lele Kolam Harapan.

Jenis usaha dalam perekonomian beraneka ragam. Jenis usaha yang tepat akan menetukan

keberhasilan suatu usaha. Masyarakat perlu memerhatikan dalam penentuan jenis suatu

usaha. Badan usaha ekstraktif, agraria, industri, perdagangan, dan jasa

Tempat/distribusi Harga

Produk Promosi

Deskripsi kualitatif bauran pemasaran petani ikan lele Kolam Harapan

Bauran pemasaran (marketing mix)

Usaha pembibitan ikan lele

(14)

Figure

Gambar 2.1 : Kerangka Berpikir

Gambar 2.1 :

Kerangka Berpikir p.14

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in