• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2021"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Kerja dan

Anggaran Perusahaan

Tahun 2021

(2)
(3)
(4)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR i

LEMBAR PENGESAHAN ii

DAFTAR ISI iii

DAFTAR LAMPIRAN vi

DAFTAR TABEL vii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Gambaran Umum ………...………... I/3 1.1.1. Landasan Hukum ……….………... I/3 1.1.2. Kondisi Bisnis ……….………….…….……... I/4 1.2. Visi Perusahaan ………...…….…….……… I/4 1.3. Misi Perusahaan ……….……… I/4 1.4. Sasaran Perusahaan ………. …….. I/4 1.5. Core Values BUMN...……….……... I/5 1.6. Kegiatan Perusahaan………... I/6 1.7. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ………... I/6 BAB II KINERJA PERUSAHAAN TAHUN BUKU 2020

2.1. Kondisi yang Mempengaruhi Kinerja Tahun 2020....…………... II/1 2.1.1. Kondisi Eksternal ………... II/1 2.1.2. Kondisi Internal ………... II/3 2.2. Pencapaian Kinerja Tahun 2020 ……… II/3 2.2.1. Pemasaran dan Penjualan ………... II/3 2.2.2. Produksi………..….……... II/4 2.2.3. Teknologi dan Litbang. ………. II/4 2.2.4. Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup... II/6 2.2.5. Pengembangan Sumber Daya Manusia... II/7 2.2.6. Pengembangan Usaha……….... II/8 2.2.7. Investasi ……….………... II/10 2.3. Keuangan Perusahaan... II/11 2.3.1. Posisi Keuangan ...………... II/11 2.3.2. Perhitungan Laba/(Rugi) ………... II/12 2.3.3. Arus Kas ………... II/13 2.3.4. Tingkat Kesehatan Perusahaan …………... II/14 BAB III RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2021

3.1 Perkiraan Kondisi Eksternal dan Internal ……... III/1 3.1.1. Kondisi Eksternal ………... III/1 3.1.2. Kondisi Pasar & Persaingan ... III/8 3.1.3. Kondisi Internal ………... III/10 3.2 Asumsi Penyusunan RKAP 2021 ….……….….... III/10 3.3 Strategi, Kebijakan, dan Target Perusahaan... III/10 3.3.1. Strategi Perusahaan ………... III/10 3.3.2. Kebijakan Perusahaan ………... III/11 3.3.3. Target Perusahaan ………... III/11

(5)

iv

RKAP 2021

Halaman 3.4 Rencana Kerja Tahun 2021………... III/14

3.4.1. Pemasaran dan Penjualan ………..…... III/14 3.4.2. Produksi, Teknologi & Litbang...…………... III/15 3.4.3. K3LH.………... III/15 3.4.4. Pengadaan..………... III/16 3.4.5. Sistem dan Organisasi...…... III/16 3.4.6. Pengembangan SDM...…... III/16 3.4.7. Pengembangan Teknologi Informasi ... III/17 3.4.8. Keuangan & Akuntansi ...…... III/18 3.4.9. Pengawasan Internal...…... III/18 3.4.10. Pengembangan Usaha... III/19 3.4.11. Key Performance Indicators (KPI)……….. III/20 3.4.12. OptimaIisasi Aset... III/20 3.5 Rencana Anggaran Perusahaan………... III/20 3.5.1. Anggaran Pendapatan Usaha ………... III/20 3.5.2. Anggaran Produksi ………... III/20 3.5.3. Anggaran Beban Langsung.………... III/21 3.5.4. Anggaran Teknologi Litbang………... III/21 3.5.5. Anggaran Keselamatan Kesehatan Kerja

dan Lingkungan Hidup (K3LH).………... III/21 3.5.6. Anggaran Produksi & Pemeliharaan Peralatan Produksi ... III/22 3.5.7. Anggaran Pengembangan Sumber Daya Manusia... III/22 3.5.8. Anggaran Beban Usaha ... III/22 3.5.9. Anggaran Investasi………... III/23

.9. Anggaran Investasi ………. III/10

BAB IV PROYEKSI KEUANGAN

4.1 Posisi Keuangan ………...……….…... IV/1 4.2 Perhitungan Laba/(Rugi)... IV/2 4.3 Arus Kas ………... IV/3 4.4 Tingkat Kesehatan Perusahaan ………... IV/4 4.5 Kontribusi Kepada Negara ………... IV/5 BAB V MANAJEMEN RESIKO

a. Pendahuluan ………...……….…... V/1 b. Risiko Di Atas Toleransi ……….. V/2 c. Peta Risiko Perusahaan... V/4 BAB VI RENCANA KERJA DAN ANGGARAN (RKA) TAHUN 2021, PROGRAM

TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN.

6.1 Pendahuluan………..……….. VI/1 6.1.1. Latar Belakang ...………... VI/1 6.1.2. Landasan Hukum ………. VI/3 6.1.3. Visi, Misi, Kebijakan & Strategi Perusahaan ……….. VI/4 6.1.4. Sasaran Wilayah ……… VI/4

(6)

Halaman 6.2 Prognosa TJSL Tahun 2020 ……… VI/5

6.2.1 Pelaksanaan & Prognosa Program TJSL Tahun 2020 …….... VI/5 6.2.2 Pelaksanaan & Prognosa Program Kemitraan 2020 ……… VI/7 6.3 Rencana Kerja dan Anggaran TJSL Tahun 2021 ……….. VI/12 6.3.1 Analisis Risiko & Tujuan Perusahaan ………... VI/12 6.3.2 Prioritas TPB BUMN & Kluster ………... VI/13 6.3.3 Program TJSL Th 2021 dlm Mendukung Pencapaian TPB .. VI/15 6.3.4 Program TJSL yang Dikelola oleh Yayasan BUMN

untuk Indonesia .………. VI/21 6.3.5 Program TJSL yang Mendukung Bisnis Inti & Menciptakan

Creating Shared Value (CSV) ……… VI/21 6.3.6 Mitra Binaan Naik Kelas Melalui Peningkatan Kapasitas

Usaha ……… VI/22 6.3.7 Strategi Pelaksanaan Media & Publikasi Program TJSL ….. VI/23 BAB VII RENCANA KERJA DAN ANGGARAN (RKA), KEY PERFORMANCE INDICATOR

(KPI) DEWAN KOMISARIS SERTA RENCANA KERJA KOMITE AUDIT

7.1. Umum ……..………...……… VII/1 7.2. Dasar .….……… VII/1 7.3. Tugas, Wewenang, Tanggung Jawab dan Kewajiban Dewan

Komisaris……….…… VII/1 7.3.1 Tugas ………... VII/1 7.3.2 Wewenang ……….….. VII/2 7.3.3 Tanggung Jawab ……….….. VII/2 7.3.4 Kewajiban ………... VII/3 7.4. Susunan Dewan Komisaris PT DAHANA (Persero) ………..….. VII/4 7.5. Rencana Kerja & Anggaran Dewan Komisaris Tahun 2021 …... VII/4 7.6. Target Kinerja ………... VII/6 7.7. Kegiatan Komite Audit ... VII/9 7.8. Lain-lain Penugasan Komite Audit………... VII/10 7.9. Anggaran Operasional ………... VII/10 7.10. Rencana Anggaran .………..….…… VII/11 BAB VIII PENUTUP

8.1 Kesimpulan ………...………….. VIII/1 8.2 Hal-Hal yang Perlu Mendapat Perhatian ... VIII/1 8.3 Hal-Hal yang Perlu Mendapatkan Keputusan ... VIII/1

(7)

vi

RKAP 2021

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 RENCANA INVESTASI TAHUN 2021

LAMPIRAN 2 RENCANA KOMPOSISI SDM TAHUN 2021 LAMPIRAN 3 KEY PERFORMANCE INDICATOR TAHUN 2021 LAMPIRAN 4 OPTIMALISASI ASET TAHUN 2021

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1.1 Kondisi Bisnis ... I/4 Tabel 2.1 Asumsi RKAP dan Prognosa Tahun 2020 ... II/1 Tabel 2.2 Penjualan Realisasi Tahun 2019 & PrognosaTahun 2020... II/4 Tabel 2.3 Produksi Realisasi Tahun 2019 & Prognosa Tahun 2020... II/4 Tabel 2.4 Biaya Teknologi dan Litbang Prognosa Tahun 2020... II/6 Tabel 2.5 Biaya K3LH Prognosa Tahun 2020 ... II/6 Tabel 2.6 Komposisi Karyawan Berdasarkan Pendidikan

Tahun 2020... II/7 Tabel 2.7 Komposisi Karyawan Berdasarkan Kompetensi

Tahun 2020... II/8 Tabel 2.8 Biaya Pengembangan SDM Tahun 2020 ... II/8

II

Tabel 2.9 Investasi Realisasi Tahun 2019 & Tahun 2020... II/10 Tabel 2.10 Posisi Keuangan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir

31 Desember 2019 dan 2020 ... II/11 Tabel 2.11 Laba Rugi Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir

31 Desember 2019 dan 2020 ... II/12 Tabel 2.12 Arus Kas Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir

31 Desember 2019 dan 2020 ... II/13 Tabel 2.13 Tingkat Kesehatan Tahun 2019 & Tahun 2020... II/14 Tabel 3.1 Target Perusahaan Tahun 2021 ... III/12 Tabel 3.2 Rencana Kerja Tahun 2021 ... III/14 Tabel 3.3 Rencana Anggaran Perusahaan Tahun 2021... III/20 Tabel 4.1 Posisi Keuangan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir

31 Desember 2019, 2020 & 2021 ... IV/1 Tabel 4.2 Laba Rugi Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir

31 Desember 2019, 2020 & 2021 ... IV/2 Tabel 4.3 Arus Kas Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir

(9)

viii

RKAP 2021

Halaman Tabel 4.4 Tingkat Kesehatan Perusahaan Tahun 2019, 2020 & 2021... IV/4 Tabel 4.5 Kontribusi Kepada Negara Tahun 2019, Tahun 2020 dan RKAP

tahun 2021 ... IV/5 Tabel 6.1 Perbandingan Prognosa Program Bina Lingkungan Tahun 2020

dan RKA Tahun 2020 ... VI/5 Tabel 6.2 Prognosa Penyaluran Program Bina Lingkungan Tahun 2020

Berdasarkan Wilayah dan Jenis Bantuan... VI/6 Tabel 6.3 Prognosa Penyaluran Program CSR Tahun 2020 Berdasarkan

Wilayah dan Jenis Bantuan ... VI/6 Tabel 6.4 Prognosa Program TJSL Tahun 2020 Berdasarkan Pilar Tujuan

Pembangunan Berkelanjutan (TPB)... VI/7 Tabel 6.5 Perbandingan Prognosa Program Kemitraan Tahun 2020

dan RKA Tahun 2020... VI/7 Tabel 6.6 Posisi Keuangan Program Kemitraan Audited Tahun 2019 dan

Prognosa Tahun 2020 Serta RKA Tahun 2021 ... VI/8 Tabel 6.7 Aktivitas Program Kemitraan Audited Tahun 2019 & Prognosa

Tahun 2020 serta RKA Tahun 2021... VI/9 Tabel 6.8 Arus Kas Program Kemitraan Audited Tahun 2019 & Prognosa

Tahun 2020 serta RKA Tahun 2021... VI/10 Tabel 6.9 Efektifitas Program Kemitraan Tahun 2020 ... VI/11 Tabel 6.10 Kolektibitas Program Kemitraan Tahun 2020 ... VI/11 Tabel 6.11 Kualitas Pinjaman Program Kemitraan Tahun 2020 ... VI/12 Tabel 6.12 Prognosa Penyaluran Program Kemitraan Tahun 2020

Berdasarkan Wilayah dan Sektor Usaha ... VI/12 Tabel 6.13 Rencana Kerja Anggaran Program TJSL Tahun 2021 ... VI/14 Tabel 6.14 KPI dan Indikator Program TJSL Tahun 2021... VI/15 Tabel 6.15 Program TJSL Berdasarkan Pilar TPB Tahun 2021 ... VI/17 Tabel 6.16 CSV PT DAHANA (Persero) ... VI/21 Tabel 6.17 Rencana Anggaran PUMK Tahun 2021... VI/22 Tabel 6.18 Proyeksi Dana PUMK Tahun 2021... VI/22

(10)

BAB I PENDAHULUAN

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2020 sebesar minus 5,32% (year on year/yoy) lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,05% (yoy), dan secara kumulatif Semester I 2020 terhadap Semester I 2019 mengalami kontraksi 1,26% (cumulative_to_cumulative/c to c). Sementara ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2020 bila dibandingkan terhadap Triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4,19% (quarter_to_quarter/ q to q). Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menurun disebabkan adanya pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap situasi ekonomi negara di dunia khususnya negara-negara yang menjadi mitra dagang Indonesia seperti Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, Hongkong, dan Uni Eropa yang menimbulkan efek domino dari masalah kesehatan menjadi masalah sosial dan ekonomi sehingga berpengaruh pada seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, pandemi ini berpengaruh pada penurunan harga komoditas minyak dan gas (migas) serta hasil tambang di pasar internasional.

Menteri Keuangan menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III 2020 sebesar -3,49% (yoy) lebih baik dari triwulan sebelumnya yang sebesar -5,32% (yoy). Perbaikan kinerja ekonomi dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran yang mengalami peningkatan, maupun dari sisi produksi. Selain itu, perbaikkan kinerja perekonomian didorong oleh peran stimulus fiskal atau peran dari instrumen APBN di dalam penanganan pandemi Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional. Sementara itu, penyerapan belanja negara mengalami peningkatan, dan sisi konsumsi rumah tangga juga menunjukkan tren perbaikan di Triwulan III 2020 yang sebelumnya -5,5% (yoy) menjadi -4,0% (yoy). Saat ini, Pemerintah dan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi fiskal dan moneter untuk pemulihan ekonomi nasional. Kebijakan fiskal diantaranya upaya pemulihan melalui insentif dari sisi perpajakan, belanja negara, baik dari pusat dan daerah, dan dukungan dari pembiayaan diharapkan akan terus mendorong berbagai kegiatan sektoral dan di daerah.

Pertumbuhan sektor Industri Pertambangan dan penggalian terhadap Product Domestic Bruto (PDB) pada Triwulan III 2020 terhadap Triwulan III 2019 mengalami kontraksi sebesar -4,28% dan lebih rendah jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019 terhadap tahun 2018 sebesar 2,34%. Pertumbuhan sektor industri pertambangan yang semakin kontraksi disebabkan dampak Covid-19 yang menurunkan harga komoditas salah satunya batubara karena konsumsi menurun dengan adanya wabah Covid-19 yang membatasi aktivitas ekonomi sehingga perekonomian dunia mengalami perlambatan. Beberapa negara-negara konsumen utama yang menurunkan permintaan batubara di kawasan Asia yaitu Cina, Korea Selatan, India, dan Jepang. Khusus Cina dan India, selain adanya wabah Covid-19

(11)

RKAP 2021 I/2

pengurangan impor batubara disebabkan adanya kebijakan untuk melindungi dan mendukung pertambangan domestiknya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) bulan Oktober 2020 sebesar USD51/ton atau naik 3,2% dibandingkan HBA bulan September 2020 sebesar USD49,42/ton. Kenaikan HBA disebabkan sinyal positif industri yang mulai bangkit di Cina dan Jepang. Sementara itu, kenaikan permintaan batubara di Cina karena harga batubara domestik lebih tinggi dari pada harga batubara impor. Sedangkan di Jepang, mulai aktifnya industri baja dan otomotif.

Realisasi lifting minyak dan gas bumi per September 2020 mencapai 97,9% dari target yang ditetapkan. Berdasarkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), realisasi lifting migas per September 2020 sebesar 1,689 MBOEPD atau 97,9% dari target APBNP tahun ini 1,697 MBOEPD. Adapun, dari total lifting tersebut realisasi lifting minyak bumi sebesar 706,2 MBOPD atau 100,1% dari target APBNP 705 MBOPD. Sementara itu, realisasi lifting gas per September 2020 mencapai 5.502 juta kaki kubik (MMSCFD) atau 95,8% dari target APBNP 2020 yakni 5.556 MMSCFD. Untuk outlook sampai dengan akhir tahun untuk lifting minyak bumi sebesar 705 MBOPD dan gas 5.506 MMSCFD. Dari sisi investasi pada bulan September 2020 mencapai USD6,9 Miliar dari target tahun ini USD11,1 Miliar, sedangkan realisasi tahun lalu USD11,8 Miliar. Realisasi investasi yang rendah disebabkan Covid-19 yang menyebabkan penundaan proyek, dan pengurangan harga jual sehingga investor fokus pada wilayah kerja produksi, dan wilayah kerja eksplorasi.

Kementerian ESDM menyepakati asumsi makro pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2021 yaitu harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar USD45/barrel, lifting migas ditetapkan 1.680 – 1.720 ribu BOEPD dengan rincian lifting minyak 690 - 710 ribu BOEPD dan lifting gas 990 – 1.010 juta BOEPD, dan untuk volume BBM bersubsidi disetujui sebanyak 15,79 – 16,30 juta Kilo Liter (KL) dengan rincian subsidi minyak tanah 480 – 500 ribu KL dan subsidi minyak solar 15,31- 15,80 juta KL.

Pertumbuhan sektor konstruksi di Kuartal III 2020 terhadap tahun sebelumnya tumbuh negatif sebesar -4,52% (yoy) sedangkan kuartal sebelumnya sebesar -5,39% (yoy). Perlemahan di sektor konstruksi disebabkan pandemi Covid-19 yang membuat keterlambatan dan penundaan sejumlah proyek infrastruktur dan kondisi makro ekonomi yang kurang baik sehingga investasi di sektor bangunan dan infrastruktur menjadi terhambat. Sementara itu, proyek infrastruktur yang tertunda tahun ini akan menjadi pendongkrak kinerja tahun depan dengan adanya dukungan pemerintah yang telah menyiapkan dana sekitar Rp413,8 Triliun dalam RAPBN 2021. Dana tersebut digunakan untuk penguatan infrastruktur digital dan mendorong efisiensi logistic dan konektivitas; infrastruktur padat karya yang mendukung kawasan industri dan pariwisata serta antisipasi aging population; dan penyempurnaan Data Terpadu

(12)

Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan perbaikan mekanisme penyaluran program perlindungan sosial, serta penguatan monitoring dan evaluasi.

1.1. Gambaran Umum

1.1.1. Landasan Hukum

a. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.

b. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1973 tentang Pendirian Perusahaan Umum DAHANA yang diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1991 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) DAHANA menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).

d. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara.

e. Anggaran Dasar PT DAHANA (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir kalinya dengan akta Notaris Ny. Herlina Tobing Manullang, SH di Jakarta Nomor 1 tanggal 02 Maret 2017.

f. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1982 tentang Pengadaan Bahan Peledak yang diubah terakhir kalinya dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 1999 tentang Bahan Peledak.

g. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara.

h. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terakhir diperbaharui dengan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-09/MBU/2012 tanggal 6 Juli 2012.

i. Keputusan Menteri Pertahanan Nomor: Kep/1353/M/IX/2019 tentang Pemberian Perpanjangan Izin Sebagai Badan Usaha di Bidang Bahan Peledak.

j. Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: S-348/MBU/DSI/11/2020 tanggal 18 November 2020 tentang Penyusunan Program TJSL BUMN Tahun 2021

k. Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor : S-949/MBU/10/2020 tanggal 23 Oktober 2020 tentang Aspirasi Pemegang Saham /Pemilik

(13)

RKAP 2021 I/4

Modal untuk Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2021.

1.1.2. Kondisi Bisnis

Lingkungan usaha handak di Indonesia sangat kompetitif dengan 10 pemain domestik dan 7 pemain asing. Gambaran kondisi bisnis PT DAHANA (Persero) adalah sebagai berikut:

TABEL 1.1

KONDISI BISNIS PT DAHANA

1.2. Visi Perusahaan

“Menjadi industri nasional yang terunggul dalam bidang bahan berenergi tinggi dengan menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi dan ramah lingkungan.”

1.3. Misi Perusahaan

a. Memenuhi kebutuhan bahan peledak komersial serta jasa-jasa pemanfaatannya untuk dunia pertambangan dan konstruksi.

b. Mendorong kemampuan penguasaan teknologi dan kemandirian melalui pengembangan kualitas SDM dan kemitraan strategis dengan pelanggan maupun pemasok.

c. Melaksanakan program pemerintah yang sesuai dengan bidang usaha dan tujuan perusahaan.

1.4. Sasaran Perusahaan

Dalam 5 tahun ke depan sasaran perusahaan adalah sebagai berikut: a. Perusahaan yang sehat dan terintegrasi serta efisien.

b. Memberikan kontribusi untuk kemandirian peralatan hankam.

c. Kemandirian pemenuhan sumber bahan baku untuk menjamin kontinuitas supply.

d. Sumber Daya Manusia yang kompeten.

Uraian Sat. 2017 2018 2019 Prog.2020

Penjualan Laba Usaha Aset Likuiditas Solvabilitas Rentabilitas Milyar Rp Milyar Rp Milyar Rp % % % 1.550,4 143,0 1.492,0 146,1 217,7 10,3 1.982,6 149,4 1.795,2 147,0 211,7 9,3 1.624,9 62,5 2.017,9 170,78 294,02 3,1 1.989,4 90,4 1.857,6 157,92 232,04 5,21

(14)

1.5. Core Values BUMN

Sesuai dengan Surat Edaran Kementerian BUMN No. SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020, bahwa agar setiap Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara mengetahui, mengimpelmentasikan dan menginternalisasikan Nilai-nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara secara sungguh-sungguh, konsisten dan konsekuen sehingga melahirkan perilaku keseharian dan membentuk budaya kerja Badan Usaha Milik Negara yang selaras dengan Nilai-nilai Utama (Core Values) tersebut. Nilai-nilai (Core Values) AKHLAK adalah sebagai berikut:

a. Amanah

Memegang teguh kepercayaan yang diberikan. Secara perilaku dicerminkan dalam sikap memenuhi janji dan komitmen, bertanggung jawab atas tugas, keputusan dan tindakan yang dilakukan, serta berpegang teguh kepada nilai moral dan etika.

b. Kompeten

Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Secara perilaku dicerminkan dalam sikap meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar, dan menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik.

c. Harmonis

Saling peduli dan menghargai perbedaan. Secara perilaku dicerminkan dalam sikap menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain dan membangun lingkungan kerja yang kondusif. d. Loyal

Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara. Secara perilaku dicerminkan dalam sikap menjaga nama baik sesama karyawan, pimpinan BUMN, dan Negara, rela berkorban untuk mencapai tujuan yang lebih besar, patuh kepada pimpinan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan etika.

e. Adaptif

Terus berinovasi dan atusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. Secara perilaku dicerminkan dalam sikap cepat menyesuaikan diri untuk menjaga lebih baik, terus menerus melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi dan bertindak positif.

f. Kolaboratif

Definisnya adalah membangun kerjasama yang sinergis. Secara perilaku dicerminkan dalam sikap memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi, terbuka dalam bekerjasama untuk menghasilkan

(15)

RKAP 2021 I/6

nilai tambah dan menggerakkan pemanfaatan berbagi sumber daya untuk tujuan Bersama

1.6. Kegiatan Perusahaan

Kegiatan perusahaan pada dasarnya dibagi dalam 3 lini usaha yaitu:

1. Produksi berbagai jenis Bahan Peledak (Explosives Manufacturing) dan mendukung Alutsista Pertahanan (Defence Related).

2. Jasa Pengeboran & Peledakan (Drilling & Blasting Services). 3. Jasa-jasa terkait Bahan Peledak (Related Services).

Kegiatan lini usaha tersebut dilakukan oleh unit operasional, yaitu: 1. Divisi Minyak & Gas

2. Divisi Tambang Umum 1 3. Divisi Tambang Umum 2 4. Divisi Kuari & Konstruksi

Kegiatan tersebut didukung oleh unit kerja seperti Sekretariat Perusahaan, Perencanaan Perusahaan dan Logistik, Energetic Material Center dan Keuangan Korporasi.

Pengawasan umum atas kegiatan-kegiatan di atas dilakukan oleh Satuan Pengawasan Intern (SPI).

1.7. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

1.7.1. Susunan Dewan Komisaris PT DAHANA (Persero) adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto M.D.S.

Komisaris : Ir. Rina Moreta, M.M.

Komisaris Komisaris

: Ir. Rizky Ferianto, M.A.

: Irjen. (Pol) Drs. Wahyudi Hidayat 1.7.2. Susunan Direksi PT DAHANA (Persero) adalah sebagai berikut:

Direktur Utama : Ir. Budi Antono

Direktur Keuangan & SDM Direktur Operasi

: Drs. Asmorohadi, M.M. : Ir. Bambang Agung S., M.M. Direktur Teknologi & Pengembangan : Ir. Wildan Widarman

(16)

BAB II

KINERJA PERUSAHAAN TAHUN BUKU 2020

2.1. Kondisi yang Mempengaruhi Kinerja Tahun 2020 2.1.1. Kondisi Eksternal

TABEL 2.1

ASUMSI RKAP DAN PROGNOSA TAHUN 2020

NO. URAIAN ASUMSI RevisiRKAP 2020 PROGNOSA 2020

1 Nilai Tukar Rp/USD Rp15.500 Rp14.400-14.800

2 Pertumbuhan Ekonomi 2,3% -1,1 – 0,2% 3 Inflasi 3,9% 2-4% 4 Suku Bunga SPN 5,4% 3-4% 5 6 7

Harga Minyak ICP Harga Batubara Acuan* Kuota Impor AN 38 USD/Barel 65 USD/Ton 27.000 ton USD35-40/Barel 59-61 USD/Ton 27.000ton - Undang-Undang APBN Tahun 2021

- * Kementerian ESDM

 Ekonomi Indonesia pada Triwulan III 2020 tumbuh sebesar 5,05% (qtq), setelah mengalami kontraksi sebesar 4,19% (qtq) pada Triwiulan sebelumnya. Secara tahunan, perbaikan ekonomi domestik juga terlihat dari berkurangnya kontraksi pertumbuhan menjadi 3,49%(yoy) dari kontraksi pada Triwulan II 2020 sebesar 5,32% (yoy).

 Perbaikan ekonomi domestik terjadi pada hampir semua komponen PDB sisi pengeluaran di Triwulan III 2020. Meningkatnya realisasi stimulus Pemerintah, terutama berupa bantuan sosial, belanja barang dan jasa lainnya, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) berpengaruh kuat pada konsumsi pemerintah yang pada triwulan III 2020 tumbuh tinggi sebesar 9,76% (yoy). Dorongan stimulus tersebut dan membaiknya mobilitas masyarakat turut menopang perbaikan kontraksi konsumsi rumah tangga menjadi sebesar 4,04% (yoy). Kinerja investasi juga membaik dengan kontraksi yang berkurang menjadi 6,48% (yoy), terutama didorong investasi nonbangunan. Selain itu, kinerja ekspor mengalami kontraksi yang lebih kecil sebesar 10,82% (yoy) sejalan meningkatnya mobilitas penduduk dan membaiknya kinerja mitra dagang utama Indonesia, terutama Tiongkok.

 Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar bulan Oktober 2020 mengalami penguatan dibandingkan bulan sebelumnya yakni dari Rp14.848 menjadi Rp14.749. Penguatan nilai tukar ini disebabkan fundamental ekonomi Indonesia yang positif karena investor asing kembali masuk. Sepanjang bulan Oktober 2020, kepemilikan investor asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) naik USD1,3 Miliar. Namun, investor asing masih membukukan net sell di pasar saham USD268 Juta. Selain itu, karena faktor membaiknya risiko sentimen di pasar keuangan negara

(17)

RKAP 2021 II / 2

berkembang. Kondisi ini didukung oleh optimisme kesepakatan tambahan stimulus fiskal AS di parlemen.

 Pada Semester I 2020 pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian sebesar minus 2,72% (yoy), namun apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya turun sebesar 3,75% (qtq). Sementara itu, sektor pertambangan menjadi salah satu sektor yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Saat ini, kontribusi industri pertambangan dan penggalian terhadap PDB Semester I 2020 turun menjadi 6,28% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,39% terhadap total PDB. Penyebab penurunan sektor pertambangan dan penggalian karena dampak pandemi Covid-19 yang mempengaruhi aktivitas dan harga-harga komoditi sektor pertambangan seperti harga batubara dan minyak.

 Harga Batubara Acuan (HBA) bulan Oktober 2020 mengalami kenaikan sebesar 3,2% atau sebesar USD 51/ton dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar USD49,42/ton. Faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan HBA yaitu adanya sinyal positif industri yang mulai bangkit di Cina dan Jepang. Permintaan batubara dari Cina meningkat karena harga batubara domestik Cina lebih tinggi daripada harga batubara impor. Sementara itu, pulihnya industri baja dan otomotif Jepang ikut meningkatkan permintaan batubara global.

 Pada Kuartal III 2020, kinerja hulu minyak dan gas bumi (migas) menunjukkan perkembangan yang positif melalui pencapaian target lifting (produksi siap jual) migas. Berdasarkan data SKK Migas realisasi lifting migas per September 2020 sebesar 1,689 milion barrel oil of equivalent per day (MBOEPD) atau 97,9% dari target APBNP tahun 1,697 MBOEPD. Adapun dari total lifting tersebut, realisasi lifting minyak bumi sebesar 706,2 MBOPD atau 100,1% dari target APBNP 705 MBOPD. Sementara itu, realisasi lifting gas per September 2020 mencapai 5.502 MMSCFD atau 95,8% dari target APBNP 2020 yakni 5.556 MMSCFD. Strategi-strategi yang dilakukan untuk mendukung keberlangsungan jangka panjang kegiatan usaha hulu migas yaitu improving existing asset value, resource to production, enhanced oil recovery, dan eksplorasi.

 Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) penjualan semen domestik pada Triwulan III 2020 mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19 yaitu sebesar 44,65 Juta Ton. Realisasi ini turun 8,52% dari penjualan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 48,80 juta ton. Sementara itu di Kuartal III 2020 saja, penjualan semen domestik sebesar 17,5 juta ton atau turun 9,72% dari penjualan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 19,38 juta ton. Saat ini, sudah diberlakukan Undang-Undang Omnibus Law yang diyakini akan membawa aliran dana investasi asing langsung (foreign direct investment) ke tanah air sehingga diharapkan akan mempengaruhi tingkat pembangunan infrastruktur hingga properti di dalam negeri dan diharapkan meningkatkan penjualan semen sampai dengan akhir tahun.

(18)

2.1.2. Kondisi Internal

 Melakukan penetrasi pasar ke tambang-tambang mineral khususnya tambang emas, hal ini disebabkan produksinya relatif stabil meskipun penyerapan produk bahan peledaknya masih relatif kecil. Selain itu pasar ke sektor pertahanan/militer terus dikembangkan.

 Mengembangkan kemampuan dan melakukan penetrasi untuk sektor underground mining.

 Mengusahakan kegiatan ekspor handak meskipun dalam kondisi Covid-19.

Melakukan backward strategy dengan memperkuat sektor hulu guna mendukung operasional Divisi melalui pembangunan pabrik AN dan Elemented Detonator.

 Melakukan mekanisasi/otomatisasi pabrik/mesin untuk meningkatkan kualitas, produktivitas karyawan dan efisiensi biaya produk.

 Mencari sumber alternatif lainnya untuk pengadaan bahan baku dan melakukan negosiasi ulang harga dan term of payment.

 Menekan dan mengoptimalkan beban/jumlah persediaan.

 Besaran beban usaha, kenaikannya dapat ditekan di beban umum dan administrasi namun mengalami kenaikan di beban penjualan.  Likuiditas perusahaan semakin ketat. Meskipun piutang overdue

sudah semakin membaik karena mitigasi risiko terhadap konsumen dan ditingkatkannya monitoring penagihan namun masih perlu perbaikan untuk memperpendek perputaran piutang secara keseluruhan. Sementara dari sisi pengadaan masih perlu mempersingkat perputaran persediaan.

Profit Margin semakin mengecil, disebabkan persaingan pasar yang semakin kompetitif yang berdampak kepada Pendapatan Usaha dan Beban Pokok Penjualan.

2.2. Pencapaian Kinerja Tahun 2020 2.2.1 Pemasaran dan Penjualan

Hasil kegiatan di bidang pemasaran dan penjualan yang dapat dicapai adalah sebagaimana tabel berikut:

(19)

RKAP 2021 II / 4 TABEL 2.2

PENJUALAN

REALISASI TAHUN 2019 & PROGNOSA TAHUN 2020

TAHUN 2019

AUDITED RKAP-R PROGNOSA

1 2 3 4 5 6=5/3 7=5/4

A Explosives Manufacturing 655,333.6 616,348.6 474,980.8 72 77

B Drilling & Blasting Services 747,490.3 709,734.9 610,449.5 82 86

C Related Services 586,576.4 541,639.7 539,428.1 92 100

JUMLAH PENDAPATAN USAHA 1,989,400.3 1,867,723.2 1,624,858.4 82 87

(Dalam Jutaan Rupiah) TAHUN 2020

NO URAIAN %

2.2.2 Produksi

Hasil pencapaian produksi masing-masing produk sebagaimana tabel berikut: TABEL 2.3

PRODUKSI

REALISASI TAHUN 2019 & PROGNOSA TAHUN 2020

TAHUN 2019

AUDITED RKAP-R PROGNOSA

1 2 3 4 5 6 7=6/4 8=6/5 A DAYAGEL 1 Dayagel Ekstra Kg 1.813.394 2.001.462 1.642.122 91 82 2 Dayagel Seismic Kg 262.400 319.546 236.237 90 74 Jumlah A Kg 2.075.794 2.321.008 1.878.359 90 81 B DABEX Kg 26.877.547 34.744.087 23.942.071 89 69 C DANFO 1 Subang Kg 4.603.950 4.845.675 4.459.657 97 92 2 On Site Kg 22.782.359 14.990.798 4.933.130 22 33 Jumlah B Kg 27.386.309 19.836.473 9.392.787 34 47 D DETONATOR

Dayadet Non electrik Bh 4.793.907 4.074.461 2.739.466 57 67

Jumlah D Bh 4.793.907 4.074.461 2.739.466 57 67

E DAYAPRIME Bh 1.741.686 1.520.806 1.983.006 114 130

F ANSOL Kg 43.365.515 37.304.555 39.651.762 91 106

%

NO URAIAN SAT TAHUN 2020

2.2.3 Teknologi & Litbang

Kegiatan Teknologi & Litbang tahun 2020 terdiri dari: 1. Pemeliharaan & Aplikasi Teknologi

a. Project control schedule pabrik Elemented Detonator tahap I b. SOP, JSA, proses & review risk register

c. Training

d. Realisasi rencana pengembangan/penambahan pabrik Detonator Non Elektronik

e. Pembenahan quality control

f. Supporting divisi untuk pelayanan lainnya (pengembangan kompetensi)

(20)

g. Melakukan maintenance secara periodik (Preventive Maintenance)

h. Engineering support (instalasi)

i. Penyediaan fasilitas alat operasional produksi untuk mendukung layanan kepada konsumen

j. Program Safety Briefing k. Program 5R

2. Rekayasa & Aplikasi Handak Komersial

a. Supporting dalam pembangunan proyek komersial b. Counterpart engineering Electronic Detonator c. Monitoring pencapaian kinerja MK3L

d. Pemeliharaan sistem/kinerja (SIMADA, KPKU, Audit CSMS)

e. Identifikasi kebutuhan produk baru konsumen dan perkembangan teknologi saat ini

f. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan produk baru termasuk uji mutu

3. Rekayasa & Pengembangan Handak Militer

a. Supporting sumber daya dalam pembangunan Industri Propelan dan alih teknologi

b. Optimalisasi production line Propelan komposit c. Monitoring pencapaian kinerja MK3L

d. Pemeliharaan sistem/kinerja (SIMADA, KPKU, Audit CSMS)

e. Identifikasi kebutuhan produk baru konsumen dan perkembangan teknologi saat ini

f. Pendaftaran paten/merk minimal 1

g. Pemutakhiran ketentuan perundangan & perijininan 4. Proyek Pembangunan Pabrik/TOT

a. Maintenance Pabrik NG

b. Pembangunan pabrik Elemented Detonator. c. Pembangunan pabrik AN.

d. Pembangunan Acid Plant Project dan Ballistict Test 5. Proyek Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

a. Proyek BGP Miniplant b. Proyek Acid Plant c. Proyek Ballistic d. Bom P-100L e. Bom P-250L f. TOT Avibras g. Program Rudal

(21)

RKAP 2021 II / 6

Adapun Biaya Teknologi & Litbang dalam tahun 2020 adalah sebagai berikut: TABEL 2.4

BIAYA TEKNOLOGI DAN LITBANG PROGNOSA TAHUN 2020

(Dalam Jutaan Rupiah)

RKAP-R PROGNOSA

1 2 3 4 5=4/3

1 Pengadaan Buku Referensi Handak 48,0 30,0 63

2 Litbang Produk 360,1 320,2 89

3 Litbang Proses 360,1 490,1 136

4 Verifikasi / Surveillance SNI 72,0 61,0 85

5 Pengajuan Sertifikasi Produk/Alat 144,0 167,3 116

6 Pengajuan TKDN & BMP 72,0 124,5 173

JUMLAH 1.056,3 1.193,2 113

URAIAN

NO TAHUN 2020 %

2.2.4 Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup(K3LH)

Kegiatan Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup tahun 2020 terdiri dari:

1. Monitoring pencapaian kinerja K3L

2. Pengendalian & penanganan risiko pada lini bisnis & aktivitas DAHANA 3. Surveillance Audit SIMADA (ISO 9001, 14001, 45001)

4. Surveillance proper biru oleh DLH/KEMENLHK 5. Implementasi SME (Sistem Manajemen Energi) 6. Set up implementasi dan Audit SMKP

7. Pemeliharaan sistem/kinerja (SIMADA, KPKU, Audit CSMS)

8. Peningkatan pencapaian pada fokus efektivitas produk dan proses 9. Set up, implementasi, dan sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap

(Briberry)

10. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) 11. Pemenuhan kepatuhan terhadap peraturan perundangan

Sedangkan biaya K3LH dalam tahun 2020 adalah sebagai berikut: TABEL 2.5

BIAYA K3LH PROGNOSA TAHUN 2020

(Dalam Jutaan Rupiah)

RKAP-R PROGNOSA

1 2 3 4 5=4/3

1 Pemantauan Lingkungan (Pengukuran AMDAL) 375,0 401,4 107

2 Pengembangan & Implementasi SMK3 & Kualitas 420,0 427,1 102

3 Perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual 75,0 82,8 110

4 Pemeliharaan peralatan produksi (spare part, kalibrasi, 2.100,0 2.187,9 104

sertifikasi, jasa rental alat dsb.)

5 Set up sistem & sertifikasi Manajemen K3 385,0 416,6 108

JUMLAH 3.355,0 3.515,8 105

URAIAN

(22)

2.2.5 Pengembangan Sumber Daya Manusia

Adapun kegiatan pengembangan Sumber Daya Manusia tahun 2020 adalah sebagai berikut:

1. Program kegiatan rekruitmen dengan output pengawakan personil terpenuhi sesuai kebutuhan, termasuk pengawakan Pabrik Elemented Detonator Tahap I.

2. Pengadaan & perbaikan hasil assessment GCG dengan target nilai 82,41

3. Pelaksanaan updating portal BUMN 4. Penyampaian laporan SDM tepat waktu

5. Penyelesaian perbaikan sistem pengelolaan SDM dengan output sistem pengembangan SDM, workload analysis, review organisasi, evaluasi struktur organisasi existing, dan penyusunan design struktur organisasi 6. Mengelola pelaksanaan pemberian kompensasi & benefit karyawan 7. Kegiatan knowledge management termasuk pengelolaan diklat untuk

diklat pemasaran, diklat teknologi & pengetahuan produk, dan diklat supporting. Serta pelaksanaan kegiatan duduk berbagi ilmu tiap 3 bulan sekali dan pelaksanaan Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB)

Posisi jumlah karyawan tahun 2020 adalah sebagai berikut: TABEL 2.6

KOMPOSISI KARYAWAN TETAP, KARYAWAN PERMANEN PROYEK/UNIT, DAN KARYAWAN PROFESIONAL BERDASARKAN PENDIDIKAN TAHUN 2020

S2

KT KT KP KProf KT KP KProf KT KP KProf KT KP KProf KT KP KProf

Minyak & Gas 2 9 0 0 2 0 0 2 0 1 1 0 0 16 0 1

Tambang Umum-1 0 38 19 0 1 4 0 1 209 9 0 23 0 40 255 9

Tambang Umum-2 & pendukung 1 22 5 1 4 3 0 1 78 4 0 12 0 28 98 5

Kuari & Konstruksi 3 17 8 1 1 3 0 4 61 2 0 10 1 25 82 4

JUMLAH DIVISI 6 86 32 2 8 10 0 8 348 16 1 45 1 109 435 19

SPI 2 7 3 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 10 4 0

Sekretariat Perusahaan 3 19 0 3 1 0 1 9 0 0 0 0 0 32 0 4

Keuangan Korporasi 1 19 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 22 0 0

Renpersh & Logistik 5 9 0 1 2 0 0 6 5 1 0 0 0 22 5 2

Anak perusahaan dan JO 0 14 0 0 0 1 0 1 24 0 0 0 0 15 25 0

Pus.Bang. Bahan Berenergi Tinggi 3 26 0 0 9 0 0 3 66 0 0 0 0 41 66 0

Mangement Trainee (MT) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Masa Persiapan Pensiun (MPP) 0 2 0 0 2 0 0 4 0 0 0 0 0 8 0 0

JUMLAH KORPORAT 14 96 3 4 16 2 1 24 95 1 0 0 0 150 100 6 JUMLAH TOTAL 20 182 35 6 24 12 1 32 443 17 1 45 1 259 535 25 PENDIDIKAN TOTAL S1 D3 SLTA <SLTP SATUAN KERJA

(23)

RKAP 2021 II / 8 TABEL 2.7

KOMPOSISI KARYAWAN BERDASARKAN KOMPETENSI TAHUN 2020

KT KPP/KPU KT KPP/KPU KT KPP/KPU KT KPP/KPU KT KPP/KPU

A Kepemimpinan & Strategi Bisnis 2 9 3 21 35 - 35

B Persyaratan Kerja (Sertifikasi Kompetensi)

1. Juru ledak Kelas II 1 - 57 66 25 22 39 26 122 114 236

2. Juru Ledak Kelas I - - 29 3 13 - 2 - 44 3 47

3. Pengawas Operasional Pratama (POP) - - 47 11 14 3 - - 61 14 75

4. Pengawas Operanional Madya (POM) - - 24 - 10 - 2 - 36 - 36

5. Handak Migas 6 31 - - - 6 31 37

6. Shooter Seicmic 2 - - - 2 - 2

7. Supply Chain - - - 2 - 2 - 2

8. Kriteria Perusahaan Kinerja Unggul - - - 24 - 24 - 24

9. Manajemen Proyek 6 - 14 - 10 - 21 - 51 - 51 10. Handak Militer a. Roket - - - -b. PETN/HMX, RDX, PYX - - - -c. NAC/SAC - - - 8 - 8 - 8 d. NG - - - -e. Propellan - - -

-C Kompetensi Keselamatan Kerja

1. AK3 - - 4 19 1 3 32 30 37 52 89

2. SMKP - - 22 2 6 - 11 - 39 2 41

Jumlah 17 31 206 101 82 28 162 56 467 216 683

NO KOMPETENSI

PROGNOSA TAHUN 2020

DTM DTU DKK KORPORASI JUMLAH

Total

Keterangan : KT = Karyawan Tetap

KPP = Karyawan Permanen Proyek KPU = Karyawan Permanen Unit

Biaya Pengembangan SDM dalam prognosa tahun 2020 adalah sebagai berikut: TABEL 2.8

BIAYA PENGEMBANGAN SDM TAHUN 2020

(Dalam Jutaan Rupiah)

RKAP-R PROGNOSA

1 2 3 4 5=4/3

1 Pelatihan Leadership & Manajemen Perusahaan 1.184,9 1.184,9 100

2 Pendidikan dan Pelatihan Individu 195,7 195,7 100

3 Program Pelatihan Pensiun - -

-JUMLAH 1.380,6 1.380,6 100

URAIAN

NO TAHUN 2020 %

2.2.6 Pengembangan Usaha

Kegiatan kerjasama Pembangunan Pabrik Amonium Nitrat (AN) dengan Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dalam pembangunan Pabrik AN tahun 2020 antara lain:

(24)

PROGRAM KERJA PROGRESS

% KETERANGAN

a. Restrukturisasi saham Anak Perusahaan (DIC)

100 1. Pembiayaan proyek AN di PT KAN melalui penambahan

penyertaan modal di PT DIC.

2. Konversi pinjaman pemegang saham menjadi penyertaan modal.

b. Perjanjian pelaksanaan proyek AN.

100 1. LOU sebagai syarat Perjanjian Kredit dengan BNI telah ditandatangani oleh PKT, DAHANA dan DIC tanggal 27 September 2019.

2. Perjanjian pengolahan Amonia menjadi AN antara DAHANA & KAN.

3. Perjanjian Usaha Patungan (PUP) antara DAHANA, DIC, & PT. PKT telah ditandatangani tanggal 19 September 2019.

4. Kontrak Engineering, Procurement, and Construction Proyek Amonium Nitrat antara PT KAN, PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk, SEDIN ENGINEERING Co., Ltd tanggal 1 Oktober 2019.

c. Perizinan terkait proyek AN 100 1. Izin prinsip telah ditandatangani oleh Walikota Bontang pada tanggal 6 mei 2019.

2. Izin Site Plant sudah selesai pada tanggal 10 Juni 2019. 3. Izin Lingkungan sudah selesai pada tanggal 26 Juli 2019.

4. Izin IMB secara elektronik sudah diterbitkan pada tanggal 5 Agustus 2019.

d. Pelaksanaan proyek AN: 15,16% 1. Kegiatan pekerjaan EPC perkembangannya sebagai berikut: - Kegiatan engineering saat ini, melakukan percepatan proses

pekerjaan document engineering Outside Battery Limit (OSBL) dan pekerjaan basic engineering Inside Battery Limit (ISBL).

- Pekerjaan procurement service telah selesai dilakukan TBE (Technical Bid Evaluation) untuk pekerjaan Concrete Work. - Pekerjaan procurement pada bulan ini dari procurement

material OSBL telah dilakukan Vendor Print, FOB (Free On

Board), dan material on site untuk Rebar 25%.

- Pekerjaan construction pelaksanaan proyek manajemen (prorate), proses pemindahan peralatan ke site, dan

temporary facility yaitu temporary warehouse, temporary road, dan temporary access road masih progress sedangkan temporary facilities office, temporary fence, dan Mushola

telah selesai. Sedangkan untuk pekerjaan site preparation yaitu grading, leveling, dan compacting telah selesai 2. Saat ini, Pabrik Amonium Nitrat masih menyelesaikan tahap Pile

Load Test yang telah dimulai pada tanggal 22 September 2020

di Bontang, Kalimantan Timur dimana kegiatannya berupa: - Driven pile point (unit on point, for pile pieces depends on pile

configuration + spares)

- Static Test (Compression Test, Lateral, Tension Test) - PDA (Pile Driving Analyzer) Test

- Report of Test and Analysis

Kegiatan pemancangan sesungguhnya baru akan

dilaksanakan setelah perhitungan hasil loading test tersebut

keluar untuk menentukan spesifikasi pemancangan

sesungguhnya

3. Sementara itu, Perihal pembayaran ke konsorsium Wika-Sedin, telah dibayarkan tagihan bulan ke 4 pada tanggal 22 Oktober

(25)

RKAP 2021 II / 10

PROGRAM KERJA PROGRESS

% KETERANGAN

2020. Total tagihan di bulan Oktober seharusnya adalah 9 tagihan. Sementara tagihan bulan ke-5 s.d ke-9 sampai saat ini laporan tidak dapat diapprove hingga PMS & S Curve disetujui bersama. Berikut item-item milestone proyek AN untuk bulan ke 4 yaitu Process Flow Diagram (PFD) 1st issued, dan start

construction of temporary facilities office, dan untuk bulan ke 5

yaitu Process & Instrument Diagram (P&ID) preliminary issued, dan lay out preliminary issued

2.2.7 Investasi

Pencapaian investasi prognosa tahun 2020 sebesar Rp140,3 milyar terdiri dari:

TABEL 2.9 INVESTASI

REALISASI TAHUN 2019 & PROGNOSA TAHUN 2020

TAHUN 2019

AUDITED RKAP-R PROGNOSA

1 2 3 4 5 6=5/3 7=5/4

A INVESTASI RUTIN 576,9 14.040,0 10.447,0 1810,9 74,4

B INVESTASI PENGEMBANGAN

1 Access Point & Revitalisasi Data 548,7 - - -

-2 Mobil Mixing Truck 38.461,8 - - -

-3 Peralatan TNT Filling 267,9 - - -

-4 On Site Plant 5.882,9 - - -

-5 Mini OSP + Infrastruktur 5.510,5 - - -

-6 Pabrik Elemented Detonator 19.492,5 46.847,0 46.842,8 240,3 100,0

7 Pengembangan Sistem Anti Suap ( Bribery) - 250,0 243,0 - 97,2

8 Penyediaan Aplikasi Sistem Informasi Persediaan - 300,0 295,0 - 98,3

9 Peningkatan Aplikasi HRIS & Penyediaan Pengelolaan Kinerja - 600,0 -

-10 Implementasi EDW Tahap I - 1.000,0 1.000,0 - 100,0

11 Sealer Machine (2 Unit) - 700,0 600,0 - 85,7

12 Drilling Hydraulic - 6.000,0 - -

-13 Peralatan Transfer Handak - 900,0 821,0 - 91,2

14 Pengembangan Inovasi Low Density DABEX - 1.100,0 400,0 - 36,4

15 On Site Plant (4 Unit) - 3.750,0 - -

-16 Penambahan Daya Listrik Area EMC - 7.400,0 6.035,6 - 81,6

17 Penyertaan Modal Pada Proyek AN - 103.640,3 63.000,0 - 60,8

18 Peralatan Pengecekan Kualitas BGP Skala Mini Plant - 2.600,0 1.821,8 - 70,1

19 Peralatan Pembuatan NG Skala Lab. - 300,0 188,7 - 62,9

20 Pabrik Electronic Detonator - 4.080,0 - -

-21 Upgrading Production Line Propellant Composite - 3.200,0 - -

-22 Genset 1275 KW 1500 KVA Untuk Elemented Detonator - 6.900,0 6.900,0 - 100,0

23 Pembangunan Fasilitas Fumigasi Kontainer - 1.000,0 1.000,0 - 100,0

24 Renovasi Gudang Subang - 800,0 800,0 - 100,0

Jumlah Investasi Pengembangan 70.164,3 191.367,3 129.947,9 185,2 67,9 70.741,2 205.407,3 140.394,9 198,5 68,3

(Dalam Jutaan Rupiah)

NO URAIAN TAHUN 2020 %

(26)

2.3. Keuangan Perusahaan 2.3.1 Posisi Keuangan

Posisi Keuangan prognosa Tahun 2020 sebagaimana diuraikan pada tabel berikut:

TABEL 2.10

LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 DESEMBER

AUDITED TAHUN 2019 SERTA RENCANA & PROGNOSA TAHUN 2020

(Dalam Jutaan Rupiah)

TAHUN 2019

AUDITED RKAP-R PROGNOSA

1 2 3 4 5 6=5/3 7=5/4

I ASET A ASET LANCAR

Kas dan Setara Kas 275.461,1 169.608,1 238.446,1 87 141

Piutang Usaha & Piutang Lainnya 554.419,8 569.543,5 525.429,0 95 92

Persediaan 337.373,2 350.000,0 286.438,8 85 82

Aset Lancar Lainnya 111.391,0 153.424,6 121.797,0 109 79

JUMLAH ASET LANCAR 1.278.645,1 1.242.576,2 1.172.110,9 92 94

B ASET TIDAK LANCAR

Aset Tetap Berujud 494.619,9 653.437,6 743.339,4 150 114

Aset Tidak Lancar Lainnya 84.406,3 101.906,3 102.491,0 121 101

JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 579.026,2 755.343,9 845.830,5 146 112

JUMLAH ASET 1.857.671,3 1.997.920,1 2.017.941,3 109 101

II LIABILITAS DAN EKUITAS A LIABILITAS JANGKA PENDEK

Hutang Usaha & Terhutang Lainnya 568.833,4 559.280,9 523.265,9 92 94

Hutang Pajak 4.566,4 3.336,9 5.889,2 129 176

Pinjaman Bank Jk.Pendek 138.974,5 199.164,9 114.940,3 83 58

Liabilitas Lain-lain 76.669,6 31.995,1 42.218,9 55 132

JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 789.043,9 793.777,8 686.314,2 87 86

B LIABILITAS JANGKA PANJANG 66.818,8 101.961,2 226.379,6 339 222

JUMLAH LIABILITAS 855.862,7 895.739,0 912.693,9 107 102

C EKUITAS

Modal Ditempatkan dan Disetorkan 250.000,0 250.000,0 250.000,0 100 100

Tambahan Modal Perseroan 6.397,6 6.397,6 6.397,6 100 100

Selisih Kurs krn Penjabaran Lap. Keuangan 37.032,2 37.032,2 37.032,2 100 100

Penghasilan komperhensif lain 254,6 469,6 254,6 100

-Saldo Laba 673.510,6 773.668,0 779.167,2 116 101

Ekuitas yg dpt diatribusikan pd pemilik entitas induk 967.195,0 1.067.567,5 1.072.851,6 111 100 Kepentingan Non Pengendali 34.613,6 34.613,6 32.395,9 94 94

JUMLAH EKUITAS 1.001.808,6 1.102.181,1 1.105.247,5 110 100

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.857.671,3 1.997.920,1 2.017.941,3 109 101

(27)

RKAP 2021 II / 12

2.3.2 Perhitungan Laba/(Rugi)

Perhitungan Laba/(Rugi) tahun 2020 diuraikan pada tabel berikut: TABEL 2.11

LABA RUGI

AUDITED TAHUN 2019 SERTA RENCANA & PROGNOSA TAHUN 2020

(Dalam Jutaan rupiah)

TAHUN 2019

AUDITED RKAP-R PROGNOSA

1 2 3 4 5 6=5/3 7=5/4

1 PENDAPATAN USAHA 1.989.400,3 1.867.723,1 1.624.858,4 82 87

2 BEBAN POKOK PENJUALAN (1.727.434,4) (1.583.564,4) (1.399.102,0) 81 88

3 LABA BRUTO 261.965,9 284.158,7 225.756,4 86 79

4 BEBAN USAHA

Beban Penjualan (17.677,6) (12.048,0) (11.470,3) 65 95

Beban Manajemen (31.208,6) (24.699,9) (25.991,7) 83 105

Beban Administrasi & Umum (66.814,9) (55.722,8) (64.452,7) 96 116

Beban Karyawan (55.871,9) (52.401,8) (61.369,4) 110 117

JUMLAH BEBAN USAHA (171.573,0) (144.872,5) (163.284,1) 95 113

5 LABA USAHA 90.392,9 139.286,2 62.472,3 69 45

Biaya Keuangan (15.925,6) (27.305,3) (14.785,3) 93 54

Keuntungan/(kerugian) lain-lain 19.775,2 13.215,9 70.732,3 358 535

6 LABA SEBELUM PAJAK 94.242,5 125.196,9 118.419,3 126 95

Taksiran Pajak Penghasilan (20.144,4) (25.039,4) (24.951,1) 124 100

7 LABA TAHUN BERJALAN 74.098,1 100.157,5 93.468,2 126 93

Pend. Komprehensif Iainnya (357,0) 215,0 215,0 (60) 100

8 LABA KOMPREHENSIF 73.741,1 100.372,5 93.683,2 127 93

%

(28)

2.3.3 Arus Kas

Posisi Penerimaan dan Pengeluaran Kas tahun 2020 sebagaimana diuraikan pada tabel berikut ini:

TABEL 2.12

ARUS KAS

AUDITED TAHUN 2019 SERTA RENCANA & PROGNOSA TAHUN 2020

TAHUN 2019

AUDITED RKAP-R PROGNOSA

1 2 3 4 5

1 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 1.876.822,9 1.831.000,0 1.527.207,1

Penerimaan Bunga 2.985,6 2.933,0 3.455,7

Penerimaan Restitusi Pajak 68.949,8 -

-Jumlah Penerimaan kas dari aktivitas operasi 1.948.758,3 1.833.933,0 1.530.662,8

Pembayaran kepada pemasok & karyawan (1.403.575,3) (1.621.705,0) (1.128.604,7)

Pembayaran Pajak (221.040,0) (191.319,7) (179.797,0)

Pembayaran Bunga (11.925,9) (10.178,6) (8.737,1)

Pembayaran untuk Beban Operasional Lainnya (188.204,5) (4.207,0) (192.851,5)

Jumlah Pengeluaran kas dari aktivitas operasi (1.824.745,7) (1.827.410,3) (1.509.990,4)

Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 124.012,6 6.522,6 20.672,6

2 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Pelepasan aset tetap - - 63.700,8

Jumlah penerimaan kas dari aktivitas investasi - - 63.700,8

Perolehan Aset Tetap (49.855,6) (118.748,1) (267.457,7)

Perolehan Aset tidak berwujud - -

-Pembelian aset lain-lain (512,3) (206,8)

-Penyertaan Anak Perusahaan (AN) - (62.959,7) (63.000,0)

Jumlah pengeluaran kas dari aktivitas investasi (50.367,9) (181.914,6) (330.457,7)

Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (50.367,9) (181.914,6) (266.756,9)

3 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan Utang Bank & Utang Lainnya 194.680,8 296.612,0 496.763,2

Penerimaan Pihak Berelasi -

-Jumlah penerimaan kas dari aktivitas pendanaan 194.680,8 296.612,0 496.763,2

Pembayaran Dividen (13.456,0) (7.700,0)

-Pembayaran Utang Bank & Utang Lainnya (201.400,0) (219.373,0) (287.694,0)

Pembayaran Pihak Berelasi (1.257,3) -

-Jumlah pengeluaran kas dari aktivitas pendanaan (216.113,3) (227.073,0) (287.694,0)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (21.432,5) 69.539,0 209.069,2

4 KENAIKAN (PENURUNAN) KAS & BANK 52.212,2 (105.853,0) (37.015,0)

5 KAS DAN BANK AWAL TAHUN 206.206,2 275.461,1 275.461,1

6 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 3.141,2 -

-7 Pemindahan Dana yang Dibatasi Pengggunaannya 13.901,5

-8 KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 275.461,1 169.608,1 238.446,1

(Dalam Jutaan Rupiah)

(29)

RKAP 2021 II / 14

2.3.4 Tingkat Kesehatan Perusahaan

Penilaian tingkat kesehatan perusahaan dihitung berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002 dengan tingkat kesehatan sebagai berikut:

TABEL 2.13

REALISASI TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN TAHUN 2019 SERTA RENCANA & PROGNOSA TAHUN 2020

SKOR SKOR SKOR

A ASPEK KEUANGAN

1. Imbalan kepada Pemegang Saham (ROE) 20,00 8,68 % 12,00 10,02 % 14,00 10,28 % 14,00 2. Imbalan atas Investasi (ROI) 15,00 8,00 % 6,00 9,93 % 7,50 5,91 % 5,00

3. Rasio Kas 5,00 30,55 % 4,00 21,37 % 3,00 26,80 % 4,00

4. Rasio Lancar 5,00 157,92 % 5,00 156,54 % 5,00 160,95 % 5,00

5. Perputaran Piutang 5,00 70 hari 4,50 111 hari 4,00 103 hari 4,00

6. Perputaran Persediaan 5,00 62 hari 4,50 68 hari 4,50 64 hari 4,50

7. Perputaran Total Aktiva 5,00 110,86 % 4,50 97,65 % 4,00 87,52 % 3,50 8. Rasio Modal Sendiri thd Total Aktiva 10,00 48,99 % 9,00 50,14 % 8,50 52,43 % 8,50

Jumlah Aspek Keuangan 70,00 49,50 50,50 48,50

B ASPEK OPERASIONAL

1. New customer & cust. retention rate

a. New Customer 3,00 13 konsumen 3,00 5 konsumen 3,00 5 konsumen 3,00 b. Customer Retention Rate 2,00 94,12 % 2,00 89,8 % 2,00 75,00 % 2,00

2. Production Growth 5,00 16,28 % 5,00 > 10 % 5,00 -0,11 % 1,00

3. Order Fullfillment Rate 5,00 100 % 5,00 100 % 5,00 100 % 5,00

Jumlah Aspek Operasional 15,00 15,00 15,00 11,00

C ASPEK ADMINISTRASI

1. Laporan Perhitungan Tahunan 3,00 3 bulan 3,00 3 bulan 3,00 3 bulan 3,00

2. Rancangan RKAP 3,00 2 bulan 3,00 2 bulan 3,00 2 bulan 3,00

3. Laporan Periodik 3,00 0 hari 3,00 0 hari 3,00 0 hari 3,00

4. Kinerja PKBL

a) Efektifitas Penyaluran Dana 3,00 98,39 % 3,00 90,00 % 3,00 92,05 % 3,00 b) Kolektib. Pengembalian Dana 3,00 85,77 % 3,00 75,00 % 3,00 72,32 % 3,00

Jumlah Aspek Administrasi 15,00 15,00 15,00 15,00

TOTAL 100,00 79,50 80,50 74,50

PROGNOSA

NILAI NILAI NILAI

TAHUN 2019 AUDITED

KATEGORI "SEHAT (A)" "SEHAT (AA)" "SEHAT (A)" NO. INDIKATOR BOBOT

TAHUN 2020 RKAP -R

Dengan skor 74,50 seperti tabel tersebut di atas, maka tingkat kesehatan perusahaan pada prognosa tahun 2020 termasuk dalam kategori “Sehat (A)”. Apabila dibandingkan dengan tingkat kesehatan tahun 2019 dengan skor 79,50 maka tingkat kesehatan perusahaan pada tahun 2020 mengalami penurunan dari tahun 2019 karena penurunan skor ROI, Perputaran Piutang, Perputaran Total Aktiva, dan Production Growth.

(30)

BAB III

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PERUSAHAAN TAHUN 2021 3.1. Perkiraan Kondisi Eksternal dan Internal

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2021 disusun berdasarkan gambaran umum tentang kondisi eksternal dan internal perusahaan sebagai berikut:

3.1.1. Kondisi Eksternal a. Ekonomi

1) Pemerintah optimis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia Tahun 2021 berada pada kisaran 5% (yoy). Merujuk proyeksi tiga Lembaga internasional, yakni International Monetary Fund (IMF) yang menyebutkan tumbuh mencapai 6,1%, Word Bank yang menyebutkan tumbuh 3 – 4,4%, dan Asian Development Bank (ADB) yang menyebutkan tumbuh mencapai 5,3%. Dalam APBN 2021, asumsi pertumbuhan ekonomi ada pada kisaran 5%. Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut harus ada sinergitas antara seluruh pemangku kepentingan. Faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan antara lain kebijakan dalam penanganan Covid-19, dukungan ekpansi fiskal melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), akselarasi reformasi, dan pertumbuhan ekonomi global. Dukungan Ekspansi fiskal melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), maksudnya dukungan sisi demand melalui penguatan Bantuan Sosial (Bansos) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kemudian dukungan sisi supply yang berfokus pada insentif kredit dan penjaminan bagi UMKM dan Korporasi. Selanjutnya, akselarasi reformasi, bahwa untuk bisa pulih UU Omnibus Law menjadi modal, karena dengan dukungan perundangan itu, akan mampu mendorong para investor memilih Indonesia sebagai tempat berinvestasi. Sehingga, akan mendorong pertumbuhan perekonomian dalam negeri menjadi lebih baik, pasca Covid-19. Gambar 1. Pertumbuhan Ekonomi Kuartalan (% YOY)

(31)

RKAP 2021 III / 2

Dampak pandemi Covid-19 bagi sebagian besar negara di dunia mencapai puncaknya pada Triwulan II tahun ini sebagaimana grafik di atas, bahkan sebagian besar berlanjut pada Semester II 2020. Pandemi Covid-19 membuat great lockdown di negara-negara dunia untuk membatasi penyebaran virus sehingga menimbulkan resesi global atau kelesuan ekonomi. Kontraksi terdalam dialami negara yang menjalankan restriksi ketat, maupun negara-negara yang perekonomiannya tergantung pada pariwisata dan perdagangan.

Sementara di pasar keuangan global akan terjadi pembalikan modal (capital outflow) dari negara-negara beresiko tinggi ke negara safe haven yang membuat tekanan pada mata uang, pasar modal, dan surat berharga untuk negara-negara berkembang. Meski demikian, jika pandemi bisa diatasi pada Semester II 2020 maka kebijakan yang dilakukan di seluruh dunia akan efektif untuk mencegah kebangkrutan usaha, PHK massal, dan relaksasi sistem keuangan, sehingga pertumbuhan ekonomi tahun 2021 akan berbalik positif kearah 5,8% (yoy). Hal tersebut akan tergantung pada faktor ketersediaan vaksin yang akan menentukan langkah dan pola pemulihan.

2) Kementerian Keuangan bersama Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS, melakukan assessment untuk memperkirakan skenario berat dan sangat berat yang mungkin dihadapi akibat dampak Covid-19 pada Ekonomi Indonesia. Hasil assessment tersebut bahwa skenario berat ekonomi Indonesia tertahan pertumbuhannya di angka 2,3% (yoy) atau turun 3% dibanding asumsi awal APBN 2020 yang sebesar 5,3% (yoy) serta lebih rendah 2,72% dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 yang sebesar 5,02% (yoy). Sedangkan skenario sangat berat adalah ekonomi Indonesia dapat mengalami kontraksi atau minus 0,4% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 yang sulit untuk tumbuh disebabkan pelemahan elemen-elemen pendukung pertumbuhan ekonomi, seperti: konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 59% terhadap perekonomian Indonesia, diperkirakan hanya akan tumbuh 3,2% atau lebih rendah lagi di kisaran 1,6% dari target APBN 2020 yang sebesar 5%. Dari sisi ekspor yang berkontribusi 18,61% terhadap perekonomian juga diperkirakan mengalami kontraksi menjadi sekitar minus 14% hingga minus 15,6% dari target APBN 2020 yang sebesar 3,7%. Dari sisi investasi yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang sekitar 33,08% akan tumbuh pada situasi berat sebesar 1,12% hingga minus 4,22% pada situasi sangat berat dari target APBN 2020 yang sebesar 6%. Belanja pemerintah yang berkontribusi 11,41% terhadap perekonomian akan tumbuh pada situasi berat sebesar 6,83% dan pada situasi sangat berat akan tumbuh 3,73% dari target APBN 2020 yang sebesar 4,3%.

Hasil assessment yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan KSSK ini menjadi dasar skenario terburuk yang akan dihadapi dari dampak pandemi Covid-19. Namun pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan dan stimulus untuk mengurangi dampak tersebut yakni pada 1 April 2020, pemerintah

(32)

menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perpu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan, diputuskan bahwa pemerintah menambah belanja dan pembiayaan anggaran untuk menangani dampak dari wabah pandemi Covid-19, yaitu sebesar Rp405,1 Triliun. Prioritas penggunaan anggaran tersebut yaitu prioritas ke-1 untuk kesehatan sebesar Rp75 Triliun, terutama untuk insentif tenaga medis dan belanja penanganan kesehatan; prioritas ke-2 untuk social safety net sebesar Rp110 Triliun; prioritas ke-3 adalah dukungan kepada industri senilai Rp70,1 Triliun untuk pajak, bea masuk, dan KUR; prioritas ke-4 adalah dukungan pembiayaan anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp150 Triliun diantaranya restrukturisasi kredit dan penjaminan serta pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha. Dengan demikian, secara eksternal, risiko terhadap proyeksi perekonomian Indonesia untuk tahun 2020 dan 2021 antara lain wabah Covid-19 yang berkepanjangan, penurunan harga komoditas berkepanjangan, serta meningkatnya gejolak pasar keuangan. Dari sisi internal, proyeksi ini bergantung pada seberapa cepat dan efektif penyebaran wabah dapat teratasi karena keterbatasan sistem kesehatan dan kesulitan dalam menerapkan pembatasan sosial yang dapat memperburuk dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia.

3) Berdasarkan hasil survei kegiatan dunia usaha oleh Bank Indonesia pada Triwulan III Tahun 2020, sektor konstruksi menunjukkan indikator yang membaik meski masih dalam fase kontraksi dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) -1% dari sebelumnya -3,29% pada periode sebelumnya. Perbaikan kegiatan usaha didorong oleh penerapan PSBB transisi sehingga meningkatkan permintaan proyek/infrastruktur di dalam negeri serta masih berjalannya proyek pemerintah. Selain itu, curah hujan yang relatif lebih rendah daripada triwulan sebelumnya mendukung proses pengerjaan proyek. Pada triwulan IV-2020, kegiatan usaha sektor Konstruksi diprakirakan semakin meningkat dengan SBT kegiatan usaha sebesar 0,06%, tumbuh positif setelah triwulan sebelumnya terkontraksi dengan SBT -1,00%. Kontraksi pada Triwulan III untuk sektor konstruksi disebabkan dampak penyebaran Covid-19 dengan diberlakukannya social distancing, Work from Home (WFH), dan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berpengaruh pada elemen-elemen pelaksanaan konstruksi seperti material, tukang/peralatan, transportasi, waktu dan mobilitas sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

4) Konsumsi semen bulan September sebesar 5,7 juta ton atau meningkat 7,5% dari bulan sebelumnya yang sebesar 5,3 juta ton. Sedangkan periode Januari sampai saat ini konsumsi semen menurun 8,9% atau sebesar 38,58 juta ton dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 42,02 juta ton. Pada akhir tahun diperkirakan akan mengalami penurunan 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan konsumsi semen yaitu tertundanya proyek infrastruktur akibat pandemi Virus Covid-19, dan permintaan semen untuk pembangunan wilayah perumahan masih belum baik dimana pembangunan perumahaan

(33)

RKAP 2021 III / 4

mendominasi konsumsi semen lebih dari 50%. Sementara itu, kinerja ekspor semen dan dimulainya kembali pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan konsumsi semen akhir tahun 2020. Dalam upaya menahan penurunan permintaan semen akibat wabah Covid-19, maka diperlukan beberapa strategi agar industri semen masih dapat bertahan yaitu melakukan diversifikasi produk turunan semen seperti pengembangan produk semen menjadi semen mortar, bata ringan, beton porous, dan Fibre Cement Board (FCB), melakukan efisiensi biaya diberbagai lini bisnis dan menerapkan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan penjualan semen di pasar. Sedangkan usaha pemerintah agar adanya pertumbuhan permintaan semen di sektor ritel yaitu memberikan stimulus melalui penambahan jumlah kuota rumah subsidi dengan menyiapkan anggaran Rp1,5 Triliun yang digunakan untuk Program Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

5) Wabah Covid-19 sebagai pandemi global memberikan dampak terhadap rendahnya harga minyak dunia. Harga minyak acuan Amerika WTI dan harga minyak acuan international Brent jatuh ke level dasar. Bahkan harga minyak WTI untuk kontrak Mei 2020 pada penutupan perdagangan ke level minus yakni sebesar minus USD37,63/barel, sedangkan untuk harga minyak Brent sebesar USD25,57/barel. Penurunan harga minyak ini terjadi sejak awal tahun yang diakibatkan perang harga antara Arab Saudi dan Rusia, sebagai perbandingan harga minyak WTI pada akhir tahun lalu sebesar USD60,06/barel, dan harga minyak Brent sebesar USD61,72/barel. Harga minyak dunia diperkirakan akan bertahan di level yang rendah setidaknya dalam dua tahun ke depan.

Menurut Menteri SDM, dinamika harga minyak dunia sangat sulit diduga, berdasarkan proyeksi beberapa pihak dalam Polling Reuters dan Short Term Energy Outlook dari US-EIA-DOE, harga minyak dunia tahun 2021 diperkirakan pada kisaran USD45,53 -49,85/barel. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga minyak, seperti OPEC+ yang melakukan kebijakan pemotongan produksi minyak mentah mengimbangi kekhawatiran melemahnya permintaan minyak akibat Pandemi Covid-19

6) Dalam APBN 2021, Pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD45 per barel, berdasarkan pertimbangan realisasi ICP dari bulan Januari - 28 Agustus 2020 mencapai USD40,10/barel dengan outlook rata-rata tahun 2020 sebesar USD35-40/barel. ICP rata-rata tanggal 1 s.d 28 Agustus 2020 sebesar USD41,66/barel. Harga minyak dunia yang tertahan dikisaran USD40/barel disebabkan meningkatnya ketidakpastian seputar gelombang kedua Covid-19 yang menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan minyak dimana kondisi saat ini terus bertambahnya angka virus Corona di beberapa negara yang membuat adanya pembatasan aktivitas di publik atau melakukan kembali lockdown. Selain itu, pasokan minyak akan meningkat dalam beberapa waktu kedepan.

Secara umum dengan anjloknya harga minyak dunia terhadap perekonomian dalam negeri dapat mengurangi beban subsidi dan

(34)

harga BBM, tetapi mengurangi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor migas, dan dapat mengurangi nilai ekspor karena dengan turunnya harga minyak membuat harga komoditas unggulan seperti batubara dan kelapa sawit ikut turun.

Untuk target lifting minyak bumi dalam APBN tahun 2021 dengan mempertimbangkan realisasi lifting migas Januari hingga Juli 2020 mencapai 1,699 juta barel setara minyak per hari, Outlook Lifting Migas Tahun 2020 sebesar 1,697 juta barel setara minyak per hari dan hasil Raker 29 Juni 2020, Lifting Migas tahun 2021 disepakati sebesar 1,680 - 1,720 juta barel setara minyak per hari, maka dengan pertimbangan tiga faktor tersebut diatas Pemerintah menetapkan lifting migas pada RAPBN 2021 sebesar 1,712 juta barel setara minyak per hari, dengan rincian lifting minyak bumi sebesar 705 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi sebesar 1,007 juta barel setara minyak per hari.

Dengan kondisi harga minyak yang rendah bisa berdampak terhadap kegiatan hulu migas yang tidak ekonomis karena biaya produksi minyak semakin meningkat sementara harga minyak tidak mampu menutupi kenaikan biayanya. Beberapa perusahaan minyak melakukan efisiensi dan optimalisasi kerja perusahaan sebagai langkah antisipasi kegiatan proyek hulu migas perusahaan agar tidak terganggu oleh dampak penurunan harga minyak. Walaupun harga minyak rendah, namun kegiatan proyek migas tetap berjalan, dan ditargetkan pada tahun 2030 produksi minyak mencapai satu juta barel per hari. Upaya peningkatan lifting migas oleh pemerintah dengan mendorong aktivitas eksplorasi berkelanjutan, menjaga tingkat produksi lapangan migas existing serta peningkatan cadangan yang bisa diproduksi (reserve to production).

b. Politik dan Keamanan

1) Target anggaran belanja negara dalam APBN 2021 sebesar Rp2.747,5 Triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.951,3 Triliun dan transfer ke daerah/dana desa sebesar Rp796,3 Triliun, sedangkan target pendapatan negara sebesar Rp1.776,4 Triliun yang terdiri dari target penerimaan perpajakan sebesar Rp1.481,9 Triliun, penerimaan bukan pajak Rp293,5 Triliun, dan penerimaan hibah Rp0,9 Triliun.

Semenjak mewabahnya virus Corona di Indonesia, pemerintah mengutamakan dua program dalam APBN 2021 yaitu mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi. Dengan tingginya ketidakpastian berakhirnya Pandemi Covid-19, Pemerintah menjalankan kebijakan countercyclical yang kuat melalui Belanja Pemerintah guna mendorong pemulihan ekonomi nasional.

2) Pengesahan Rancangan UU Omnibus Law Cipta Kerja jadi sorotan banyak kalangan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020.

(35)

RKAP 2021 III / 6

Omnibus Law adalah sebuah konsep yang menggabungkan secara resmi (amandemen) beberapa peraturan perundang-undangan menjadi satu bentuk undang-undang baru. Ini dilakukan untuk mengatasi tumpang tindih regulasi dan memangkas masalah dalam birokrasi, yang dinilai menghambat pelaksanaan dari kebijakan yang diperlukan.

UU Omnibus Law Cipta kerja ini terdiri atas 11 klaster pembahasan dengan beberapa poin di dalamnya, diantaranya:

- Penyederhanaan perizinan berusaha - Persyaratan investasi

- Ketenagakerjaan

- Kemudahan dan perlindungan UMKM - Kemudahan berusaha

- Dukungan riset dan inovasi - Administrasi pemerintahan - Pengenaan sanksi

- Pengadaan lahan

- Investasi dan proyek pemerintahan - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

c. Teknologi

1) Dengan adanya industri 4.0 mengharuskan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan mengikuti perkembangan zaman dimana saat ini kemajuan teknologi sangatlah penting. Penerapan teknologi digital membuat operasional perusahaan lebih efisien baik dari sisi produk maupun proses. Saat ini perangkat-perangkat digital yang dikenal dengan istilah Internet of Things sudah membanjiri pasar. Internet of Things adalah sebuah konsep di mana suatu objek memiliki kemampuan mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer.

Adanya Pandemi Covid-19 mendorong orang untuk bekerja dari rumah sehingga Video Conference melalui aplikasi menjadi kebutuhan agar roda perusahaan tetap berjalan. Aplikasi Teknologi tersebut meghemat biaya operasional Perusahaan sambil menjaga karyawan tetap produktivitas.

2) Bahan peledak Watergel adalah bahan peledak yang menggunakan Organic Nitrates Amine sebagai bahan baku. Bahan baku pembentuk lainnya adalah berupa sensitizer agent dan agen perekat. Produk Watergel ini memiliki densitas 0.6 s.d 0.8 g/mL dan memiliki sifat gel atau rekatan yang baik. Pada tahun 2019, DAHANA telah berhasil mengembangkan sebuah produk bahan peledak cair dengan nama DABEX seri C atau dikenal dengan DAWAGEL, dimana energi yang dimiliki lebih besar dari bahan peledak ANFO tetapi dalam komposisinya telah berhasil mengurangi konsumsi

Gambar

TABEL 2.3 PRODUKSI
TABEL 2.9 INVESTASI
TABEL 2.11 LABA RUGI
TABEL 2.12 ARUS KAS
+4

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 2. Hal ini disebabkan adanya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan kekhawatiran masyarakat untuk berobat ke rumah sakit rujukan Covid-19. Realisasi penerimaan RSMH pada

Sehubungan dengan hal tersebut, serta dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 dan meningkatnya tensi geo-politik global akibat unilateralisme dan

11 Agus Purwanto dkk, Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar.. Ibu Dina mengakui, bahwa sejak adanya pandemi COVID-19,

Winda Amalia Rizky Nuraini / 26179074 / Analisis Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Terdaftar Pada Index LQ45 Periode Tahun 2019 – 2020

Munculnya virus Covid-19 dengan dampak kematian yang tinggi, memaksa organisasi Kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwab Covid-19 merupakan pandemi darurat

Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan serta

Angkasa Pura II mengelola 19 Bandara udara dimana 15 diantaranya merupakan bandara internasional. Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat negatif terhadap industri

Tulisan ini menganalisis realisasi anggaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pontianak pada tahun anggaran 2019-2021, yang menunjukkan munculnya akun belanja baru terkait penanganan pandemi