MOBILITAS RESIDENSIAL
DI KOTA SURABAYA
M. ALEN MIFTAHUL ILMI
3608100074
DOSEN PEMBIMBING
ARDY MAULIDY NAVASTARA, ST. MT
Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2012
Latar belakang
Kota 1. Pusat pelayanan
2. Pusat perdagangan 3. Pusat kegiatan industri
4. Simpul jasa distribusi termasuk jasa perdagangan dan jasa transportasi
5. Pusat pertumbuhan 6. Pusat pembangunan Perpindahan
Penduduk
1. Perpindahan penduduk memiliki pengaruh terhadap struktur ruang kota.
2. Pembentukan harga lahan.
3. Juga berpengaruh pada pola penggunaan lahan kota. Mobilitas Residensial
1. Dipandang sebagai bentuk spekulasi untuk menjual rumah, permintaan dan ketersediaan rumah, urban
renewal, dan sebagai dampak dari pendapatan, ukuran
keluarga dan gaya hidup.
2. Hubungan yang bersifat siklus dan kumulatif pada sisi permintaan akan perumahan dan struktur perkotaan. 3. Mobilitas residensial dapat menjelaskan keterkaitan
integrasi transportasi dan tata guna lahan. Faktor yang
Berpengaruh pada Mobilitas Residensial
1. Faktor yang berkaitan dengan Life-Cycle
2. Housing supply 3. Affordability 4. Accessibility 5. Location Mobilitas Residensial di Kota Surabaya
Pertanyaan Penelitian
Tujuan Penelitian
Sasaran
• Pertanyaan Penelitian
“Apakah di Kota Surabaya terjadi Mobilitas Residensial?”
• Tujuan Penelitian
Mengetahui apakah mobilitas residensial terjadi di Kota Surabaya.
• Sasaran
1. Identifikasi faktor yang memengaruhi mobiltas residensial di Kota
Surabaya berdasarkan indikator Life cycle, Housing Supply,
Affordability, Accesessibility,
dan Location.
2. Analisa faktor yang memengaruhi mobilitas residensial di Kota
Surabaya.
Ruang Lingkup
• Ruang Lingkup Substansi
1. Teori mengenai perpindahan penduduk, lebih spesifik tentang
mobilitas residensial.
2. Teori mengenai perkembangan perumahan dan permukiman.
• Ruang Lingkup Spasial
Tinjauan Pustaka
Teori
Permukiman Perumahan Teori Teori Rumah
Struktur Ruang Teori Perpindahan Penduduk Teori Mobilitas Residensial Housing
Supply Affordability Accessibility
Metode Penelitian
• Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
rasionalisme yang bersumber pada teori dan kebenaran empirik dan etik
(Yunus, 2010).
• Jenis Penelitian
Penelitian ini menggabungkan dua jenis penelitian eksploratori dan deskriptif.
• Teknik Sampling
Simple random sampling berarti bahwa setiap anggota populasi memiliki
kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. Kesempatan
yang sama diartikan sebagai hak yang sama karena kelompok anggota
populasi diasumsikan dan diyakini memiliki karakter yang homogen.
Metode Penelitian
Unit Pengembangan Wilayah (Kecamatan) Fungsi Kegiatan Titik Pertumbuhan Klasifikasi UP Kawasan Pinggiran I Rungkut Permukiman Konservasi Pendidikan Industri Perdagangan jasa pada koridor Jl. Rungkut Industri II Mulyorejo Sukolilo Permukiman Konservasi-RTH Pendidikan Perdagangan Perdagangan jasa pada koridor Jl. Kertajaya III Kenjeran Permukiman Perdagangan dan Jasa Rekreasi Konservasi Perdagangan jasa yang mendukung sektor perikanan pada intersectionSuramadu.
Kecamatan Jumlah sampel Rungkut 47 Kenjeran 43 Sukolilo 47 Mulyorejo 45 Jumlah 182
Pencarian responden (rumah tangga) dilakukan dengan survey primer pada empat kecamatan.
Responden kemudian
diwawancarai menggunakan
Metode Penelitian
No. Sasaran Indikator Variabel Definisi Operasional
1.
Identifikasi faktor yang
memengaruhi mobiltas residensial di Kota Surabaya berdasarkan indikator Life cycle, Housing Supply, Affordability, Accesessibility, dan Location.
Life-Cycle
Umur kepala keluarga Usia dari kepala keluarga
Status Status sesorang; menikah, bercerai dan sebagainya
Jumlah anggota keluarga Menunjukkan jumlah anggota keluarga
Pekerjaan Pekerjaan kepala keluarga
Durasi tinggal Periode menghuni suatu rumah
Housing Supply
Jumlah pasokan rumah tiap tahun (supply) Unit pembangunan rumah setiap tahun
Pertumbuhan rumah tiap tahun Menunjukkan angka pertumbuhan rumah setiap tahun
Affordability
Pendapatan Jumlah pendapatan total per keluarga
Harga rumah Digunakan untuk menjelaskan bagaimana keterjangkauan penduduk dalam membeli rumah. Suku bunga bank Kestabilan suku bunga bank memengaruhi keputusan rumah tangga untuk membeli rumah baru
(berpindah).
Accessibility
Kemudahan dalam bertransaksi Menunjukkan tingkat kemudahan dalam proses transaksi termasuk biaya yang timbul karenanya. Kemudahan dalam mendapatkan kredit (KPR) Berupa tingkat kemudahan masyarakat dalam mengajukan kredit ataupun pinjaman yang
berhubungan dengan kepemilikan properti.
Kemudahan dalam pengurusan perijinan Menunjukkan tingkat kemudahan dalam proses perijinan yang berhubungan dengan kepemilikan properti.
Location
Dekat dengan kantor Menunjukkan kedekatan lokasi rumah dengan kantor
Dekat dengan pusat kota Menunjukkan kedekatan lokasi rumah dengan pusat kota Dekat dengan sarana pendidikan Menunjukkan kedekatan lokasi rumah dengan sarana pendidikan Dekat dengan sarana perdagangan Menunjukkan kedekatan lokasi rumah dengan sarana perdagangan
2. Analisa faktor yang memengaruhi mobilitas residensial di Kota
Surabaya.
Hasil dari Sasaran 1 Hasil dari Sasaran 1
Merupakan hasil dari sasaran pertama di mana diketahui faktor yang memengaruhi mobilitas residensial di Surabaya.
3 Menjelaskan pengaruh
faktor-faktor terhadap mobilitas residensial.
Hasil dari Sasaran 2 Hasil dari Sasaran 2
Merupakan hasil dari sasaran pertama di mana diketahui faktor yang memengaruhi mobilitas residensial di Surabaya.
Metode Penelitian
Skala Pengukuran Keterangan
1
Keputusan untuk berpindah sama sekali tidak terpengaruh variabel ini
2
Rumah tangga tidak
mempertimbangkan variabel ini
3
Menjadi salah satu
pertimbangan atas keputusan untuk berpindah
4
Keputusan rumah tangga sangat bergantung pada variabel ini
• Sasaran 1
Untuk mengetahui faktor mobilitas
residensial digunakan metode deskripsi.
• Sasaran 2
Untuk mengetahui variabel apa saja yang memengaruhi mobilitas residensial di Surabaya, sasaran ini menggunakan alat analisa uji validitas dan realibilitas dengan bantuan kuisioner berskala likert.
• Sasaran 3
Untuk mengetahui fenomena mobilitas residensial dengan lebih jelas, digunakan alat analisa deskripsi dan korelasi.
Gambaran Umum
Kedatangan Penduduk pada Tiap Kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2006-20100 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 5000 2006 2007 2008 2009 2010
Gambaran Umum
Perpindahan Penduduk pada Tiap Kecamatan di Kota Surabaya Tahun 2006-20100 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 2006 2007 2008 2009 2010
Hasil dan Pembahasan
• Sasaran 1
Identifikasi faktor yang memengaruhi mobiltas residensial di Kota Surabaya
berdasarkan indikator Life cycle, Housing Supply, Affordability,
Accesessibility,
dan Location.
Indikator Life-Cycle
Indikator Variabel
Life-Cycle
Umur kepala keluarga Status (Menikah, bercerai) Jumlah anggota keluarga Pekerjaan Durasi tinggal
Life-Cycle
• Umur Kepala Keluarga
Umur Jumlah Migran20 – 25 9 26 – 35 51 36 – 45 51 46 – 50 25 50 – 60 38 60+ 8 Jumlah 182
• Status (Menikah, Bercerai)
Perubahan StatusBerpengaruh Tidak Berpengaruh 36%
64%
Life-Cycle
• Pekerjaan
• Durasi Tinggal
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Jenis Pekerjaan 0 10 20 30 40 50 60 70 80 <5 5 -10 10 -15 16 -20 21 -25 26 -30 31 -35 36 -40 41> Durasi Tinggal (Tahun)
Housing Supply
• Terdapat dua variabel dalam indikator ini:
1. Ketersediaan Rumah
2. Pertumbuhan Rumah
Rumah Tangga Adaptasi Mencari Rumah Tidak TersediaTersedia Sesuai dengan kondisi yang diinginkan Tidak sesuai dengan kondisi yang diinginkan Frans M. Dieleman, 2001
Tahap Pertama Tahap Kedua
Affordability
• Pendapatan
• Harga Rumah
Pendapatan Rumah Tangga Rp. 750.000,00 – Rp. 1.500.000,00 46 Rp. 1.500.000,00 – Rp. 2.500.000,00 47 Rp. 2.500.000,00 – Rp. 3.500.000,00 15 Rp. 3.500.000,00 – Rp. 5.000.000,00 35 Rp. 5.000.000,00 – Rp. 7.500.000,00 22 Rp. 7.500.000,00 – Rp.10.000.000,00 6 Rp. 10.000.000,00 – Rp. 15.000.000,00 1 Rp. 15.000.000,00 – Rp. 25.000.000,00 1 Rp. 45.000.000,00 – Rp. 55.000.000,00 1 Lainnya 8 Jumlah 182
Harga rumah yang terjangkau oleh rumah tangga yang sedang mencari rumah menjadikan keputusan untuk berpindah menjadi lebih besar.
• Suku Bunga Bank
Suku bunga yang rendah akan meringankan rumah tangga untuk mendapatkan rumah baru sehingga mobilitas residensial juga dapat terjadi.
Accessibility &
Location
• Terdapat tiga variabel dalam indikator Accessibility:
1. Kemudahan dalam bertransaksi
2. Kemudahan dalam mendapatkan kredit (KPR)
3. Kemudahan dalam pengurusan perijinan
• Dalam indikator Location dijabarkan lagi menjadi empat variabel:
1. Kedekatan dengan kantor
2. Kedekatan dengan pusat kota
3. Kedekatan dengan sarana pendidikan
4. Kedekatan dengan sarana perdagangan
Faktor Mobilitas
Residensial
Indikator Faktor
Life-Cycle
Umur kepala keluarga Status
Jumlah anggota keluarga Pekerjaan
Durasi tinggal
Housing Supply
Jumlah pasokan rumah tiap tahun
(supply)
Pertumbuhan rumah tiap tahun
Affordability
Pendapatan Harga rumah Suku bunga bank
Accessibility
Kemudahan dalam bertransaksi Kemudahan dalam mendapatkan kredit (KPR)
Kemudahan dalam pengurusan perijinan
Location
Dekat dengan kantor Dekat dengan pusat kota
Dekat dengan sarana pendidikan Dekat dengan sarana perdagangan
Hasil dan Pembahasan
• Sasaran 2
Analisa Faktor-Faktor yang Memengaruhi Mobilitas Residensial Di Kota
Surabaya.
Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi mobilitas residensial di Kota
Surabaya digunakan uji validitas dan realibilitas serta skala likert.
Validitas-Realibilitas
Indikator Faktor Validitas
(r tabel= 0,144)
Realibilitas
(α= 0,6) Ket
Life-Cycle
Umur kepala keluarga
0,032 0,704
Tdk Valid Reliabel
Status 0,317 0,678 Valid Reliabel
Jumlah anggota keluarga 0,017 0,710 Tdk Valid
Reliabel
Pekerjaan 0,156 0,695 Valid Reliabel
Durasi tinggal 0,355 0,674 Valid Reliabel
Housing Supply
Jumlah pasokan rumah tiap tahun
(supply) 0,543 0,646 Valid Reliabel
Pertumbuhan rumah tiap tahun 0,467 0,662 Reliabel Valid
Affordability
Pendapatan 0,637 0,626 Valid Reliabel
Harga rumah 0,395 0,667 Valid Reliabel
Suku bunga bank
0,058 0,703
Tdk Valid Reliabel
Accessibility
Kemudahan dalam bertransaksi
0,002 0,703
Tdk Valid Reliabel
Kemudahan dalam mendapatkan kredit
(KPR) 0,184 0,692
Valid dan Reliabel Kemudahan dalam pengurusan
perijinan 0,473 0,670 Valid Reliabel
Location
Dekat dengan kantor 0,226 0,687 Valid Reliabel Dekat dengan pusat kota 0,411 0,671 Valid Reliabel Dekat dengan sarana pendidikan 0,294 0,680 Valid Reliabel Dekat dengan sarana perdagangan 0,250 0,686 Valid Reliabel
Analisa Likert
Skala Pengukuran Keterangan1
Keputusan untuk berpindah sama sekali tidak terpengaruh variabel ini
2
Rumah tangga tidak
mempertimbangkan variabel ini
3
Menjadi salah satu
pertimbangan atas keputusan untuk berpindah
4
Keputusan rumah tangga sangat bergantung pada variabel ini
Besaran nilai likert merupakan hasil dari
survey primer dengan kuisioner
menggunakan metode survey. Hasil dari nilai tersebut merupakan pendapat dari responden yang merupakan pelaku dari mobilitas residensial.
Rumah Tangga Rumah Tangga Rumah Tangga
Analisa Likert
Indikator Faktor Tingkat Pengaruh Nilai
Indeks 1 2 3 4 Life-Cycle Status 10 51 61 60 133,75 Pekerjaan 9 88 64 21 115,25 Durasi tinggal 24 110 40 8 99 Housing Supply Jumlah pasokan rumah tiap tahun (supply)
11 99 58 14 109,75
Pertumbuhan
rumah tiap tahun 19 99 47 17 106,5
Affordability Pendapatan 12 74 58 38 121,5 Harga rumah 27 86 44 24 106,75 Accessibility Kemudahan dalam mendapatkan kredit (KPR) 160 16 3 3 53,25 Kemudahan dalam pengurusan perijinan 148 17 11 6 59,75 Location Dekat dengan kantor 0 125 39 18 109,75 Dekat dengan pusat kota 3 130 40 9 104,75 Dekat dengan sarana pendidikan 0 77 44 61 132,5 Dekat dengan sarana perdagangan 0 94 41 47 124,75 Total 1377,25 Rata-rata 105,94
Indikator Faktor Keterangan
Life-Cycle Status
Status seseorang; menikah, bercerai dan sebagainya Pekerjaan Pekerjaan kepala keluarga
Housing Supply
Jumlah pasokan rumah tiap tahun (supply)
Unit pembangunan rumah setiap tahun
Pertumbuhan rumah tiap tahun Menunjukkan angka pertumbuhan rumah setiap tahun
Affordability
Pendapatan Jumlah pendapatan total per keluarga
Harga rumah
Digunakan untuk menjelaskan bagaimana keterjangkauan penduduk dalam membeli rumah.
Location
Dekat dengan kantor Menunjukkan kedekatan lokasi rumah dengan kantor Dekat dengan sarana pendidikan Menunjukkan kedekatan lokasi rumah dengan sarana pendidikan Dekat dengan sarana perdagangan
Menunjukkan kedekatan lokasi rumah dengan sarana
Hasil dan Pembahasan
• Sasaran 3
Menjelaskan pengaruh faktor-faktor terhadap mobilitas residensial. Terdapat
enam sub bahasan:
1. Matriks Lokasi Mobilitas Residensial
2. Pengaruh Perubahan Status Terhadap Mobilitas Residensial
3. Kaitan antara Ketersediaan Rumah dengan Mobilitas Residensial
4. Pekerjaan dalam Pengaruhnya Terhadap Mobilitas Residensial
5. Frekuensi Mobilitas Residensial
Sasaran 3
1. Matriks Lokasi Mobilitas Residensial
Kecamatan Asal
(Kawasan Pusat Kota)
Tambaksari Gubeng Simokerto Bubutan Genteng Tegalsari Sawahan Wonokromo
K ec am at an S ek ar an g (K awa sa n Ping gira n) Kenjeran 4 1 4 0 1 1 1 0 Mulyorejo 4 5 1 1 1 1 3 1 Rungkut 2 5 0 0 1 1 5 3 Sukolilo 3 4 0 0 1 0 1 3 Jumlah 13 15 5 1 4 3 10 7 Total 58
Sasaran 3
1. Matriks Lokasi Mobilitas Residensial
Kecamatan Asal (Kawasan Pusat Kota)
Total
Tambaksari Gubeng Simokerto Bubutan Genteng Tegalsari Sawahan Wonokromo
P ek er jaan Buruh 0 1 0 0 0 0 0 0 1 Dosen 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Guru 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Lainnya 0 2 0 0 0 0 0 0 2 Pegawai Swasta 1 3 0 0 1 0 3 0 8 Pensiunan 0 1 0 0 0 0 1 1 3 PNS 3 4 1 1 1 0 1 2 13 POLRI/TNI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Wiraswasta 9 4 4 0 2 3 5 4 31 Total 13 15 5 1 4 3 10 7 58
53,45% Wiraswasta berpindah dari pusat kota ke pinggiran 38% Wiraswasta berpindah dari pinggiran ke pinggiran
Hasil dan Pembahasan
2. Pengaruh Perubahan Status Terhadap Mobilitas Residensial
Berdasarkan wawancara dengan 182 rumah tangga, Menikah bagi mereka
adalah salah satu momen yang paling tepat untuk berpindah dan memiliki
rumah dalam hal ini disebut dengan mobilitas residensial.
3. Kaitan antara Ketersediaan Rumah dengan Mobilitas Residensial
Pada lokasi studi, terdapat setidaknya 43 perumahan yang dikembangkan.
Perumahan ini terdiri dari berbagai macam kelas dengan pasarnya
masing-masing.
Hasil dan Pembahasan
4. Pekerjaan dalam Pengaruhnya Terhadap Mobilitas Residensial
Mayoritas pelaku mobilitas
pada kecamatan studi
memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta.
Setiap rumah tangga dengan jenis pekerjaan masing-masing akan memiliki preferensi yang berbeda terhadap faktor mobilitas residensial.
Hasil dan Pembahasan
5. Frekuensi Mobilitas Residensial
98 rumah tangga atau 53,8% dari total responden dengan frekuensi mobilitas residensial satu kali. Nilai chi square sebesar 45.893 > 0,242 (α = 5% dan df = 45)
Terdapat hubungan antara
frekuensi mobilitas dan besaran pendapatan.
Tidak bersifat linear
Kendall’s tau-b, hubungan antara pendapatan dan harga rumah berkorelasi positif. Nilai korelasinya adalah 0,374 pada tingkat signifikansi 0,01.
Hasil dan Pembahasan
6. Faktor Lokasi Terhadap Mobilitas Residensial
Dekat dengan kantor
Rumah tangga dengan penghasilan rendah tidak menjadikan faktor kedekatan dengan kantor/tempat kerja sebagai pertimbangan
Hasil dan Pembahasan
6. Faktor Lokasi Terhadap Mobilitas Residensial
Dekat dengan sarana pendidikan
Rumah tangga dengan berbagai umur dan jenis pekerjaan memiliki kecenderungan yang sama dalam preferensi kedekatan dengan sarana pendidikan.
Hasil dan Pembahasan
6. Faktor Lokasi Terhadap Mobilitas Residensial
Dekat dengan sarana perdagangan
Wiraswasta cenderung untuk mencari lokasi hunian yang memiliki kedekatan dengan sarana perdagangan.