Tadarus Ramadlan
RAMADLAN 1441/2020
PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN
Editor: Gushamka
1 Pengantar
Satu bulan kita telah bertadarus. Mengemuka refleksi iman, transformasi nilai, dialog relasi manusia, alam, dan Tuhan. Seluruh tulisan keren. Dan kini tersaji dalam satu bentuk buku.
Diucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada sahabat-sahabat kontributor dan seluruh sidang pembaca. Takzim dan tabik kepada para kontributor: 1. Drs. Heru Setyono, 2. Hamzah, 3. Feisal Ghozaly, LLM, 4. Dr. Yogi Anggraena, M.Si., 5. Leli Alhapip, M.Eng., 6. Drs. Jarwadi, M.Pd., 7. Dra. Suci Paresti, 8. Yansen. S.Si., 9. Gushamka, 10. Apriyanti Wulandari, S.E.,11. Supriyatno, MA, 12. Drs. Marga Surya Mudhari, M.Si,13. Ana Munifah, SE, 14. Dra. Mariati, M.Pd.,15. Euis Yumirawati, M.Pd.,16. Christina Tulalessy, M.Pd, 17. Dra. Ranti Widiyanti, M.Psi., 18. Dr. Suprananto, M.Ed., 19. Maharani Prananingrum, S.SP., 20. Dra. Maria Listiyanti, 21. Budiharta, S.Sos., 22. Drs. Tatang Subagyo, M.Pd., 23. Lenny Puspita Ekawaty, MMSI, 24. Atep Kartiansyah, S.Pd., 25. Dr. Ence Oos Mukhamad Anwas, M.Si., 26. Drs. Zulfikri, M.Ed., 27. A.M.Yusri Saad, M.M., 28. Dr. Awaluddin Tjalla
Kami mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1441 H., MOHON MAAF LAHIR BATIN. Awaluddin Tjalla
2
Daftar Isi
Pengantar Kepala Puskurbuk 1
Daftar Isi 2
Hari Ke
1 Puasa Dan Kesabaran - Heru Setyono 3
2 Keutamaan Ramadlan - Hamzah 5
3 Puasa Dan Kesabaran - Feisal Ghozaly 7
4 Menghargai Perbedaan - Yogi Anggraena 9
5 Jangan Risau Dengan Apa Yang Telah Dijamin Allah - Leli Alhapip 11
6 Kisah Dan Sejarah - Jarwadi 15
7 Berkah Sahur - Suci Paresti 17
8 Puasa Dalam Perspektif Buddhisme - Yansen 19
9 Murid Itu Berjuluk "Hajar" - Gushamka 21
10 Bekerja Dengan Cinta - Apriyanti Wulandari 23
11 Berkata Yang Baik, Atau Diam - Supriyatno 25
12 Puasa Dan Hubungannya Dengan Kesehatan - M Surya 27
13 Kempot - Gushamka 31
14 Allah Tidak Membebani Seseorang Melainkan Sesuai Dengan
Kesanggupannya - Ana Munifah 33
15 Berpuasa Dalam Perspektif Kristen - Mariati 35
16 Manfaat Membaca Al Quran -Euis Yumirawati 37
17 Ayo Bersedekahlah - Christina Tulalessy 39
18 Lailatulqadar Tonggak Peradaban – Gushamka 41
19 Ayat-Ayat Tentang Perintah Dzikurullah – disampaikan Ranti Widiyanti 45
20 Sikap Pejuang Sejati – disampaikan Suprananto 47
21 Kelembutan Dalam Kepemimpinan - Maharani Prananingrum 49 22 Pantang Dan Puasa Sebagai Pembaharuan Hidup Beriman - Maria
Listiyanti 51
23 Syafa'at - Budiharta 53
24 Syukur Dan Sabar Dalam Masa WFH - Tatang Subagyo 55 25 Zakat Harta (Zakat Al-Maal) - Lenny Puspita Ekawaty 57
26 Futur - Atep Kartiansyah 59
27 Bahagia: Sabar, Ikhlas, Syukur - Oos Anwas 63
28 Neurotransmitter - Zulfikri Anas 65
29 Harapan Pendosa - M. Yusri Saad 69
30 Ramadlan Bulan Berkah - Awaluddin Tjalla 73
3
PUASA DAN KESABARAN
Oleh: Heru Setyono
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh Ibu dan Bapak semuanya yang dirahmati Allah.
Puasa di bulan yang penuh keberkahan ini mohon dimanfaatkan untuk ibadah sebaik-baiknya. Hindarkan kesombongan, marah-marah, dan berperilakulah yang baik. Seperti nasihat Luqman kepada anaknya. Siapa Luqman itu. Luqman adalah salah satu orang yang namanya diabadikan dalam Al-Quran, karena teladannya yang perlu dicontoh.
Hormati yang tidak berpuasa, karena ada yang tidak diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, yaitu: nonmuslim, anak kecil, tidak berakal/gila, sedang dalam perjalanan, wanita sedang haid dan nifas setelah melahirkan.
4
Dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 86 ditegaskan: apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah penghormatan itu dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.
Dengan demikian jika ada warung makan buka di siang hari pada bulan puasa, jika dalam konteks memfasilitasi orang-orang yang sedang tidak berpuasa, maka tentu kita harus bersyukur, karena masih ada kepedulian terhadap mereka yang tidak berpuasa.
Nilai ibadah puasa kita justru bertambah dengan menghormati yang memang punya hak untuk tidak berpuasa. Selain itu kemampuan kita dalam menjalankan ibadah puasa menjadi lebih teruji.
Memang ada manfaatnya jika kita sedang berpuasa, lalu kita marah-marah terhadap yang kita anggap tidak menghormati kita?
Mungkin saat itu sikap sombong dan kehilangan kesabaran muncul, yang seharusnya kesabaran ditingkatkan di bulan puasa.
Kita pernah melihat tayangan TV ada sekelompok orang berpuasa mengobrak-abrik warung nasi di siang hari. Dengan sikap seperti itu bisakah puasa orang-orang tersebut mencapai taqwa di sisi Allah? Ibu dan Bapak pasti tahu jawabannya. Sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kekhilafan. Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.
5
KEUTAMAAN RAMADLAN
Oleh: Hamzah Pembuka
Alhamdulillah, kita masih bisa berjumpa dengan bulan suci Ramadlan tahun ini, 1441 H, mudah-mudahan semuanya selalu ada dalam keadaan sehat wal afiat walaupun situasi PSBB dengan adanya wabah Covid 19. Ini kita masih bisa berkomunikasi, bersilaturahmi walaupun hanya lewat medsos, alhamdulillah.
Malam Pertama
Dari Ibnu Abbas r.a., ia mendengar Rasulullah SAW. bersabda, "Sesungguhnya surga itu wangi dan dihiasi dari tahun ke tahun untuk menyambut bulan Ramadlan. Bila malam pertama pada bulan Ramadlan datang, maka akan bertiup angin dari bawah Arsy, yang disebut angin _Al-Mutsirah_. Maka daun-daun di pepohonan surga bergesekan, juga gagang daun pintu-pintu surga, sehingga menimbulkan dengungan suara yang sangat merdu yang belum pernah didengar oleh orang sebelumnya." Allah berfirman, "Wahai Ridwan (penjaga surga), bukalah pintu- pintu surga, dan wahai Malik (penjaga neraka) tutuplah pintu-pintu neraka bagi orang-orang yang berpuasa; wahai Jibril, turunlah ke bumi, rantailah syaitan-syaitan dan belenggulah, agar tidak mengganggu puasa umat manusia.
6
Setiap Malam
Allah Azza wa Jalla berfirman bahwa pada setiap malam di bulan Ramadlan kepada seorang penyeru/pendo'a agar menyeru tiga kali. Adakah orang yang memohon? Maka akan Aku penuhi permohonannya. Adakah orang yang bertaubat? Maka akan Aku terima taubatnya. Dan, adakah orang yang meminta ampunan? Maka Aku akan mengampuninya.
Setiap Hari
Setiap hari pada bulan Ramadlan, yakni saat berbuka puasa, Allah akan membebaskan sejuta ruh dari neraka, yang telah diwajibkan masuk neraka: dan pada hari terakhir bulan Ramadhan, Allah akan membebaskan ruh sebanyak yang telah Dia bebaskan dari awal hingga akhir Ramadlan.
Malam Qadar
Bila tiba _Lailatul Qadar,_ Allah akan memerintahkan Jibril turun ke bumi bersama serombongan malaikat, lalu Jibril mengerahkan para malaikat agar memberi salam kepada setiap orang yang sedang berdiri, duduk, shalat, dan berdzikir, serta mengamini do'a-do'a mereka hingga terbit fajar. Jibril berkata " Allah memandang mereka pada malam ini dan mengampuni mereka kecuali empat golongan manusia. Maka para sahabat r.a. bertanya, Ya Rasulullah, siapakah mereka itu? Beliau bersabda, " Mereka adalah
(1) orang yang meminum khamr,
(2) orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, (3) orang yang memutuskan tali silaturahim dan (4) orang yang memusuhi.
Sahabat bertanya, Ya Rasulullah, siapakah yang memusuhi itu? Nabi bersabda, "Yaitu orang yang membenci dan memutuskan persaudaraannya pada sesama manusia."
Idul Fitri
Jika malam hari raya tiba, malam itu dinamakan malam _Jaa izah,_ malam.penerimaan hadiah, lalu ketika tiba hari raya Fitri pada esok harinya, maka Allah mengutus para malaikat ke setiap negeri dan turun ke bumi. Mereka menyeru, "Keluarlah menuju Tuhan Yang Mahamulia, yang akan mengaruniakan hadiah dan mengampuni dosa-dosamu yang besar. Apakah balasan bagi seorang pekerja apabila telah menyelesaikan pekerjaannya? Sabda Nabi, "Para malaikat berkata, wahai Rabb kami, balasannya adalah upah sepenuhnya." Nabi bersabda, "Maka Allah berfirman sesungguhnya Aku jadikan kalian sebagai saksi wahai para malaiat-Ku, bahwa sesungguhnya Aku telah memberikan ridla dan ampunan-Ku sebagai balasan kepada mereka, karena puasa mereka pada bulan Ramadlan, dan karena shalat tarawih mereka.
Penutup
Yang membaca baik, yang mendengarkan baik, dan yang lebih baik yang mengamalkan. Dengan momen Ramadlan mari “teguhkan persaudaraan sesama manusia, dan buang jauh-jauh sikap permusuhan, yakni sikap orang yang membenci dan memutuskan persaudaraannya pada sesama manusia”.
Selamat menjalankan ibadah puasa semoga kita diberikan kekuatan dalam menjalankannya dengan sukses. Aamiin YRA Wassalamu alaikum.
7
PUASA DAN KESABARAN
(Renungan dan Bekal Puasa di Tengah Wabah Corona) Oleh: Feisal Ghozaly
Para ulama banyak menghubungkan antara Puasa Ramadlan dengan kesabaran. Hal ini berdasarkan beberapa hadits, antara lain:
ىقهيبلاو ىذيمرتلا هاور / ِّرْبَّصلا ُفْصِّن ُماَي ِّ صَلا
Puasa itu separuh dari sabar” (H.R At-Tirmidzi dan Baihaqi). Ibnu Rajab Al-Hambali mengaitkan puasa dengan sifat sabar sebagai berikut:
1) sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT;
2) sabar dalam meninggalkan hal-hal yang diharamkan Allah Swt.; dan
3) sabar dalam menghadapi takdir-takdir yang tidak sesuai dengan keinginan manusia.
8
Wabah Corona (COVID-19) adalah musibah (takdir) yang harus kita hadapi dengan kesabaran, sebagai manifestasi pemahaman kita terhadap firman Allah SWT. yang artinya:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Inna lillahi wainna ilaihi rajiun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. Al-Baqarah [2]: 155-157). Rangkaian ayat-ayat ini merupakan tuntunan komprehensif dari Allah Swt. dalam menghadapi musibah yang didefinisikan oleh ulama:
ناَسْنِّ ْلْاِّب ُّل ِّحَي ٍه ْو ُرْكَم ُّلُك
“Segala sesuatu yang tidak menyenangkan yang menimpa manusia”.
Sabar pada hakikatnya adalah kemampuan jiwa untuk menghimpun potensi diri guna mencari jalan keluar untuk mengatasi musibah dan tidak hanya berkeluh kesah. Orang yang sabar akan mengembalikan segala musibah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika musibah datang, ia akan mengucapkan istirja.
ن ْوُع ِّجا َر ِّهْيَلِّا اَّنِّا َو ِّ َّ ِّلِلّ اَّنِّا
Sesungguhnya kita semua milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Berdasarkan QS. Al-Baqarah [2]: 155-157, orang yang sabar, akan diberi balasan berupa keberkahan, rahmat, dan hidayah dari Allah Swt.
Oleh karena itu, marilah kita jadikan Shaum Ramadhan ini sebagai sarana untuk memantapkan kesabaran kita dalam menghadapi COVID-19 ini sehingga kita tetaptenang dan optimis bahwa wabah ini dapat berakhir sebagaimana optimisme kita menanti datangnya waktu berbuka saat kita sedang lapar dan dahaga ketika kita sedang berpuasa.
9
MENGHARGAI PERBEDAAN
Oleh: Yogi Anggraena Allah SWT berfirman:
ۚ ۟ا ٰٓوُف َراَعَتِّل َلِّئٰٓاَبَق َو اًۭ بوُعُش ْمُكٰـَنْلَعَج َو ٰىَثنُأ َو ٍٍۢرَكَذ نِّ م مُكٰـَنْقَلَخ اَّنِّإ ُساَّنلٱ اَهُّيَأٰٰٓـَي
َّنِّإ ۚ ْمُكٰىَقْتَأ ِّ َّلِلّٱ َدنِّع ْمُكَم َرْكَأ َّنِّإ
ًٌۭريِّبَخ ٌميِّلَع َ َّلِلّٱ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
10
Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki (Adam) dan seorang perempuan (Hawa) dan menjadikannya berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan berbeda-beda warna kulit bukan untuk saling mencemoohkan, tetapi supaya saling mengenal dan menolong.
Penciptaan manusia dan semua makhluk dengan segala perbedaannya bukanlah hal yang sia-sia, melainkan ada hikmah yang luhur bagi manusia yang berpikir. Perbedaan penciptaan juga tidak dimaksudkan untuk menjadi sumber konflik bagi manusia. Allah menciptakan seluruh makhluknya berbeda-beda agar manusia saling mengenal dan merenungi makna indahnya perdamaian dalam perbedaan.
Melalui perbedaan, antara manusia satu dengan yang lain bisa saling membutuhkan, melengkapi dan tolong-menolong.
Di dalam hidup yang penuh perbedaan ini, kita hendaknya menjadi pribadi yang pandai menilai diri, tidak gampang merasa paling benar baik dalam pemikiran maupun perilaku. Banyak orang acap kali terjebak dalam pendirian yang keliru, menganggap pemikiran dan pendapat orang lain sepenuhnya salah dan hanya pendapat pribadinya yang paling benar. Tentu saja sikap semacam itu bisa menimbulkan konflik di tengah perbedaan.
Saat ini mungkin sering kita temui dalam keseharian mengenai perbedaan sudut pandang, hubungan pertemanan bisa putus hanya karena masing-masing mempertahankan sudut pandang tanpa mencoba melihat dari sisi lainnya.
Kata Imam Al-Syafi’i, “Pandanganku benar, namun ada kemungkinan salah, sedangkan pandangan orang lain salah, namun ada kemungkinan benar.”
Oleh karena itu, marilah kita hayati segala perbedaan yang ada. Janganlah menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk berbuat berselisih, berkonflik atau kekerasan atas nama apa pun terhadap orang lain.
Sebagai umat yang beragama, hendaknya kita lebih memilih hidup damai dalam perbedaan, daripada memilih konflik karena perbedaan.
11
JANGAN RISAU DENGAN APA YANG TELAH DIJAMIN ALLAH
Oleh: Leli AlhapipSebelum membahas tema di atas, mari kita, pertama renungkan terlebih dahulu, sesungguhnya apa tujuan Allah SWT menciptakan dan menurunkan manusia ke dunia ini? Jawabannya tertuang dalam Al-Qur'an.
ِّنوُدُبْعَيِّل َّلِّْإ َسْنِّ ْلْا َو َّن ِّجْلا ُتْقَلَخ اَم َو
“Dan aku tidak Ku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyaat: 56)
Ayat di atas dengan tegas menyatakan bahwa ibadah merupakan tujuan diciptakan jin dan manusia. Ibadah yang dimaksud tidak akan dibahas secara detil, di sini,
12
hanya dapat dipahami bahwa kita sebagai manusia hidup untuk beribadah sesuai dengan tuntunan dan risalah yang disampaikan Nabi Muhammad SAW untuk mengharapkan ridlo Allah SWT dan di akhirat nanti ditempatkan di jannah-Nya, yang mana tidak dijamin oleh Allah SWT.
Lalu, yang kedua mari kita bertanya, "Mengapa manusia diturunkan oleh Allah SWT ke dunia yang fana ini? Bukankah beribadah kepada-Nya lebih nyaman dan dapat dilakukan di Syurga, seperti saat Nabi Adam A.S. tinggal di sana?"
َهْيِّف ُدِّسْفُي نَم اَهْيِّف ُلَعْجَتَأ ا ْوُلاَق ةَفْيِّلَخ ِّض ْرَ ْلْا يِّف ٌلِّعاَج ْي ِّنِّإ ِّةَكِّئَلاَمْلِّل َكُّب َر َلاَق ْذِّإ َو
َو ََاَم ِّدلا ُكِّفْسَي َو ا
ِّنِّإ َلاَق َكَل ُس ِّدَقُن َو َكِّدْمَحِّب ُح ِّبَسُن ُنْحَن
َن ْوُمَلْعَت َلْ اَم ُمَلْعَأ ْي
"Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka: Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau? Dia berkata: Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah: 30)
Allah menjadikan manusia sebagai khalifah, dalam pengertian manusialah yang akan mengelola bumi. Allah memberikan petunjuk berupa qauli (firman) dan kauni (alam semesta dengan hukum-hukumnya/ilmu pengetahuan). Allah menjadikan manusia sebagai khalifah bertujuan untuk menguji manusia dan memberinya penghormatan kepada Adam dan anak cucunya; dan penghormatan itu tidak diberikan kepada malaikat atau iblis. Dengan demikian, manusia sebagai makhluk yang diberi penghormatan tersebut semestinya melaksanakan tugas dengan terhormat sesuai dengan petunjuk Allah dan ilmu pengetahuan yang diberikan Allah pada makhluk yang bernama “manusia”
Dengan merenungi “kedua hal” di atas, maka kita dapat menarik simpulan awal, bahwa manusia yang diciptakan Allah SWT kemudian diturunkan ke dunia, tidak lain adalah untuk beribadah dengan melewati ujian-ujian dari Allah SWT dan mendapatkan balasan yang setimpal nanti di akhirat.
13 Kaitan dengan tema kita adalah bahwa ibadah yang dilakukan oleh manusia dalam mengharapkan ridlo-Nya dan mendapatkan balasan jannah-Nya di akhirat nanti merupakan hal yang perlu kita upayakan sebaik-baiknya, karena belum ada jaminan dari Allah SWT kita akan berakhir di jannah atau (naudzubillahi min dzalik) di neraka-Nya.
Namun, apa yang kita sedang realisasikan di dunia ini? Berapa persenkah yang kita gunakan untuk beribadah dalam 24 jam yang kita miliki setiap hari? Seringkali kita menggunakannya untuk mencari rejeki dengan “segala cara”. Padahal terkait dengan rejeki ini, Allah berfirman:
اَهُق ْز ِّر ِّ َّلِلّا ىَلَع َّلِّْإ ِّض ْرَ ْلْا يِّف ٍةَّباَد ْنِّم اَم َو
“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (QS. Hud : 6).
Bahkan, bukan hanya manusia yang telah dijamin rejekinya. Semua makhluk telah dijamin rejekinya. Dan, rejeki tersebut tentu saja rejeki yang halal dan baik serta akan ditunaikan oleh Allah SWT sampai makhluknya menemui ajalnya.
Kalau Allah telah menjamin kita dengan rejeki yang halal dan baik, mengapa masih banyak manusia yang ingin mendapatkan rejeki dengan cara “curang”?
Kita lihat saja di lingkungan kita, lingkungan pemerintahan, ada banyak yang tertangkap KPK (dan lebih banyak lagi yang tidak tertangkap) dengan berbuat curang dalam mencari rejeki. Mari tengok hal yang kecil-kecil sebagai bahan instrospeksi diri kita di kantor, seperti menggelembungkan harga, pembiayaan fiktif, dan sebagainya. Tidak sedikit pula, dilakukan dengan sikut kiri sikut kanan, injak bawah jilat atas, yang justeru penghakimannya lebih berat karena kita berurusan dengan sesama manusia (hablumminannaas).
Itu tidak lain, karena manusia sedang melupakan hakikat penciptaan dan tugasnya sebagai khalifah fil ardl dan karena “merisaukan” sesuatu yang telah dijamin oleh Allah SWT.
14
Oleh karena itu, mari kita kembali kepada tujuan manusia diciptakan, yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Segala aktivitas kita dalam 24 jam setiap hari dapat dinilai “ibadah” manakala kita lakukan sesuai dengan “Petunjuk Penggunaan” yang diturunkan oleh Sang Pencipta, Allah Azza wa Jalla yaitu “Al-Quraanul Kariem” serta ayat-ayat kauniyah (alam semesta dan hukum-hukumnya) yang manusia sebagai khalifah (pengelola) diberi potensi oleh Allah untuk menyelidikinya untuk sebesar-besarnya rahmatan lil aalamiin..
Percayalah, Allah SWT akan memenuhi segala kebutuhan kita, dan mengabulkan segala do'a kita. Aamiin YRA
15
KISAH DAN SEJARAH
Oleh: Jarwadi
Al-Qur'an sebagai kitab suci berisi ajaran dan tuntunan yang terkait dengan aqidah, ibadah, muamalah, dan juga kisah-kisah.
Salah satu isi firman Allah SWT dalam kitab suci Al Quran adalah tentang kisah peristiwa umat manusia pada masa lampau, baik kisah keshalehan seorang tokoh (para nabi) maupun kisah kedholiman/kemunkaran dari seseorang atau sekelompok orang.
Kisah-kisah yang diceritakan dan ada di dalam Al-Qur'an sarat sekali dengan pesan, nasehat, kebijakan, dan keutamaan, baik secara tekstual maupun kontekstual, Hal ini menunjukkan pentingnya suatu kisah bagi umat manusia dan bahkan istilah kisah diambil dari salah satu surat Al Quran yaitu Surat Al Qashash (Cerita/Kisah).
16
Salah satu contoh arti penting kisah seperti ditunjukkan pada Surat Yusuf Ayat 111:
َنْيَب ىِّذَّلٱ َقيِّدْصَت نِّكَٰل َو ٰى َرَتْفُي ا ثيِّدَح َناَك اَم ۗ ِّبَٰبْلَ ْلْٱ ىِّل ۟وُ ِّ لْ ٌة َرْبِّع ْمِّه ِّصَصَق ىِّف َناَك ْدَقَل
ِّ لُك َلي ِّصْفَت َو ِّهْيَدَي
نوُن ِّم ْؤُي ٍم ْوَقِّ ل ةَمْح َر َو ى دُه َو ٍَْىَش
("Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.").
Firman Allah SWT yang berisi tentang suatu kisah tersebut dapat diartikan memuat sejarah peradaban manusia pada masa lalu yang harus dijadikan sebagai bahan renungan, peringatan, dan pelajaran bagi kita sebagai umat manusia untuk menjalani kehidupan masa kini dan sekaligus menghadapi tantangan masa depan. Dengan kata lain salah satu keutamaan mempelajari suatu kisah di dalam Al Quran sekaligus mempelajari sejarah peradaban manusia pada masa lalu.
Kisah juga berlaku pada kewajiban puasa, sebagaimana dinyatakan pada penggalan Surat AL Baqarah ayat 183:
...
ْمُكِّلْبَق ْنِّم َنيِّذَّلا ىَلَع َبِّتُك اَمَك ...
(...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian...)
Dengan demikian, firman Allah SWT ini dapat dijadikan sebagai langkah awal mengupas sejarah puasa, bahwa kewajiban menjalankan ibadah puasa ternyata juga menjadi kewajiban umat-umat terdahulu.
Hal ini menunjukkan pentingnya suatu kisah sebagai pengalaman masa lalu yang dapat mempertebal iman kita dan sekaligus dijadikan sebagai bekal hidup dan kehidupan agar kita menjadi umat yang bertakwa.
Sebagaimana ibadah lainnya, ibadah puasa bagi umat Islam memiliki makna yang sangat mendalam dalam rangka penghambaan manusia kepada Allah SWT. Puasa tidak hanya ibadah yang memerlukan peran fisik, tetapi juga memerlukan kesehatan batin, bahkan mampu menyempurnakan batin menjadi hamba yang bertakwa. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang mau belajar dari pengalaman sejarah sehingga termasuk golongan orang yang bertaqwa, beruntung, dan arif dalam kehidupan sehari-hari, aamiin.
17
BERKAH SAHUR
Oleh: Suci Paresti
Seringkali anak-anak mager untuk sahur, orang tua pun juga demikian, berat untuk bangun dari tidur lelapnya. Tahukan Anda bahwa banyak berkah dari melaksanakan makan sahur?
Beberapa keberkahan dalam makan sahur. 1. Kuat dalam menjalankan puasa.
Imam Nawawi ra berkata, “Barokah makan sahur yaitu semakin menguatkan dan menambah semangat orang yang berpuasa” (Syarh Shahih Muslim, 7:206).
Dalam hadis Riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Anas, Rasullah SAW bersabda, “Sahurlah kamu sekalian, karena sahur itu mengandung keberkahan.”
18
Dengan melaksanakan sahur akan membantu orang tsb kuat menahan rasa lapar, menambah energi saat berpuasa, mampu menjalani aktivitas sehari-hari saat berpuasa dengan penuh semangat dan mendapat pahala karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Aktivitas harian dapat dijalani dengan tenang, tidak mudah emosi/marah. Kebersamaan makan sahur sekeluarga merupakan berkah tersendiri juga, karena menambah kedekatan dan keharmonisan dalam hubungan keluarga. 2. Mendapatkan shalawat dari Allah dan doa dari para malaikat-Nya.
َتَكِّئَلاَم َو َ َّلِلّا َّنِّإَف ٍَاَم ْنِّم ةَع ْرَج ْمُكُدَحَأ َع َرْجَي ْنَأ ْوَل َو ُهوُعَدَت َلاَف ٌةَك َرَب ُهُلْكَأ ُروُحُّسلا
ىَلَع َنوُّلَصُي ُه
َني ِّر ِّحَسَتُمْلا
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad 3:44). Maksudnya, jika orang menyempatkan makan sahur akan mendapatkan rahmat dan pujian dari Allah SWT, serta malaikat akan mendoakan dan memohonkan ampunan bagi orang yang makan sahur.
3. Waktu terbaik ( _mustajab_ ) dari setiap doa, permohonan dan ampunan.
ِّراَحْسَ ْلْاِّب َني ِّرِّفْغَتْسُمْلا َو
“Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17).
َنو ُرِّفْغَتْسَي ْمُه ِّراَحْسَ ْلْاِّب َو
“Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 18).
Bangun di sepertiga malam untuk makan sahur, langit terbuka tanpa penghalang antara hamba yang berdoa dan memohon ampunan pada Allah SWT. Saat sahur ini waktu turunnya rahmat, cinta, kasih sayang, dan ampunan dari Allah SWT. Maka, di waktu ini sangat dianjurkan untuk melaksanakan rangkaian ibadah seperti sholat tahajud, tadarus Qur’an, banyak berzikir, istighfar dan berdoa.
Makan sahur merupakah amalan sunnah yang diutamakan oleh Nabi Muhammad SAW dan memiliki keberkahan yang besar. Jadi masihkah kita bermalas-malasan untuk melaksanakan makan sahur? Selamat menjalankan ibadah puasa. Semangat melaksanakan makan sahur. Sebab sahur ini juga bukti ajaran keseimbangan dalam kehidupan: ada waktu menahan makan minum dan ada waktu dianjurkan makan minum. Ada penghargaan terhadap “WAKTU”. Itulah salah satu hikmah yang dapat dipetik dalam serangkaian ibadah puasa ini.
19
PUASA DALAM PERSPEKTIF BUDDHISME
Oleh: Yansen
Pengantar Redaksi
Puasa sudah kita lalui satu jumat. Kita selalu menggali hikmah puasa, menganalisis dan mengevaluasi (muhasabah) diri, sehingga kita bisa bermetakognisi, berkreasi menjadi ummat yang wasathan (moderat) untuk menebar cinta kasih pada seluruh alam. Pada puasa jumat kedua ini Redaksi unggah tulisan dari sahabat Yansen, yang menyoroti puasa dari perspektif Buddhis. Semoga sahabat semua dapat mengambil pelajaran. Selamat membaca.
Salah satu bentuk ibadah wajib bagi umat Islam adalah melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Saat ini umat Islam di Indonesia menjalankan ibadah puasa Ramadhan sejak tanggal 24 April 2020 hingga sebulan kemudian. Bentuk ibadah ini memiliki kemiripan dengan salah satu ajaran dan tradisi yang dilakukan oleh umat Buddha di Indonesia dan negara-negara lain.
20
Penganut ajaran Buddha dapat dikelompokkan menjadi biarawan/biarawati dan umat perumahtangga. Biarawan Buddhis disebut bhikkhu atau biksu dan biarawati Buddhis disebut bhikkuni atau biksuni. Mereka tergabung dalam komunitas yang disebut Sangha dan menaati seperangkat aturan yang disebut Vinaya.
Salah satu bagian dari Vinaya mengatur tentang waktu makan dan jenis makanan bagi para biksu/biksuni. Rentang waktu makan adalah sejak matahari mulai bersinar hingga sebelum tengah hari. Para biksu hanya makan maksimal 2 kali dalam sehari, kecuali dalam keadaan sakit. Makanan mereka sepenuhnya berasal dari pemberian umat perumahtangga karena para biksu tidak bekerja dan tidak memegang uang. Para biksu tidak memakan daging mentah dan daging binatang pemangsa, seperti anjing atau ular. Para biksu juga tidak memakan daging yang berasal dari hewan yang khusus disembelih untuk kepentingan mereka. Selain itu, para biksu tidak mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang dapat memabukkan atau melemahkan kesadaran. Aturan-aturan ini mereka laksanakan setiap hari tanpa kecuali.
Umat Buddha perumahtangga juga turut melaksanakan aturan-aturan yang terkait dengan makanan ini pada waktu-waktu tertentu seperti pada tanggal 1, 8, 15, dan 23 pada penanggalan bulan atau menjelang hari raya Buddhis. Pelaksanaan aturan ini ditujukan agar seseorang bisa mengurangi keserakahan atau nafsu keinginan terhadap makanan dan memudahkan pengendalian diri.
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi Bapak, Ibu, dan teman-teman. Terima kasih.
21
MURID ITU BERJULUK "HAJAR"
Oleh: Gushamka
Alkisah 1. Tercerita ada seorang murid belajar di sebuah sekolah (bermukim), ia terkenal sebagai murid yang rajin, namun ia juga dikenal sebagai murid yang lambat belajar, laju belajarnya selalu tertinggal jauh dari teman-temannya. Bahkan ia sering lupa dengan pelajaran-pelajaran yang telah diajarkan oleh Gurunya di sekolah. Sebab itu ia patah semangat dan frustrasi.
Ia pun memutuskan untuk pulang meninggalkan sekolahnya. Di tengah perjalanan pulang, dalam kegundahan hatinya meninggalkan sekolahnya, hujan pun turun dengan sangat lebatnya, mamaksa dirinya untuk berteduh di dalam sebuah gua. Ketika berada di dalam gua, pandangannya tertuju pada air yang menetes sedikit demi sedikit jatuh melubangi sebuah batu, ia pun terkejut. Ia bergumam dalam hati, sungguh sebuah keajaiban. Melihat kejadian itu ia pun merenung, bagaimana mungkin batu itu bisa terlubangi hanya dengan tetesan air? Ia terus mengamati tetesan air itu dan mengambil sebuah simpulan bahwa batu itu berlubang karena tetesan air yang terus menerus. Dari peristiwa itu, seketika ia tersadar bahwa betapa pun kerasnya sesuatu jika ia diasah terus menerus maka ia akan manjadi lunak. Batu yang keras saja bisa terlubangi oleh tetesan air apalagi kepala ini yang
22
tidak menyerupai kerasnya batu. Jadi kepala ini pasti bisa menyerap segala pelajaran jika dibarengi dengan tekun, rajin, dan sabar.
Saat itu semangatnya pun kembali tumbuh lalu ia kembali ke sekolahnya dan menemui Gurunya serta menceritakan peristiwa yang baru saja ia alami. Melihat semangat tinggi yang terpancar di jiwanya, Gurunya pun berkenan menerimanya kembali untuk menjadi murid di sekolah itu.
Sejak saat itu perubahan pun terjadi dalam dirinya. Dia manjadi murid yang tercerdas dan malampaui teman-temannya. Ia pada akhirnya tumbuh menjadi ulama tersohor dan memiliki banyak karangan dalam kitab-kitab yang terkenal di zaman kita sekarang ini. Di antara karyanya yang terkenal ialah: Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari, Bulughul Marom min Adillatil Ahkam, dan lain-lain. Sebagian peneliti pada zaman ini menghitungnya, dan mendapatkan sampai 282 kitab. Kebanyakan berkaitan dengan pembahasan hadits, secara riwayat dan dirayat (kajian). Murid dimaksud (sang Ulama masyhur) itu adalah Ibnu Hajar (anak batu) Al-Asqallany (dari negeri Asqalan, wilayah Palestina, dekat Ghuzzah). Kisahnya bisa menjadi motivasi bagi kita, bahwa sekeras apapun itu dan sesusah apapun itu jika kita betul-betul ikhlas dan tekun serta terus menerus dalam belajar niscaya kita akan menuai kesuksesan. Jangan pernah menyerah atau putus asa, karena kegagalan itu hal yang biasa, tapi jika kita berhasil bangkit dari kegagalan, itu baru luar biasa.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sampai mereka yang mengubah keadaan itu sendiri” (QS. Ar Rad: 11).
Alkisah 2. Murid itu bernama Suwardi Suryaningrat. Di Yogyakarta, tempo doeloe, ada seorang Guru bernama Romo Kyai Sulaiman Zainuddin di Kalasan Prambanan. Memiliki murid banyak, salah satunya bernama Suwardi Suryaningrat.
Suwardi Suryaningrat ini kemudian oleh pemerintah diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional yang terkenal dengan julukan Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara itu murid seorang Kyai.
Beliau tentu paham persis laqad kaana lakum fii rasuulillahi uswatun hasanah (sungguh pada diri rasulullah itu adalah teladan yang baik) -- Ing Ngarso Sung Tulodo.
Beliau pasti paham betul wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil aalamin (tidaklah Aku utus engkau <Muhammad> kecuali untuk menebar rahmat untuk seluruh alam)-- Ing Madyo Mangun Karso.
Beliau paham betul bhw fadzakkir innamaa anta mudzakkir (belajarkanlah, sesungghnya engkau <Muhammad> hanya seorang pembelajar <membuat manusia belajar>)-- Tut Wuri Handayani.
Suwardi Suryaningrat paham kisah Ibnu Hajar (si anak batu). Dan beliau pada usia ke 40 berjuluk Ki Hajar (sang Bapak Batu -- simbol ketidakpintaran tapi rela 'ditetesi air' terus menerus, rela mendengarkan, rela menerima ilmu pengetahuan dari mana pun) Dewantara (menjadi penolong di antara orang banyak). Ta'awanuu alal birri wat-taqwa (bertolong menolonglah kalian semua dalam kebaikan dan ketaqwaan).
23
BEKERJA DENGAN CINTA
Oleh: Apriyanti Wulandari
Selama ini kau dengar orang berkata pula, bahwa hidup adalah kegelapan,
dan dalam keletihanmu kau tirukan kata-kata mereka yang lelah. Namun aku berkata bahwa hidup memang kegelapan,
kecuali jika ada dorongan.
Dan semua dorongan buta belaka, kecuali: jika ada pengetahuan.
Dan semua pekerjaan adalah sia-sia, kecuali: jika ada kecintaan.
Jikalau kau bekerja dengan rasa cinta, engkau menyatukan dirimu dengan dirimu,
kau satukan dirimu dengan orang lain, dan sebaliknya, serta kau dekatkan dirimu kepada Tuhan.
24
Bekerja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai “melakukan suatu pekerjaan (perbuatan), berbuat sesuatu”. Dalam kehidupan, semua manusia bekerja untuk hidup. Bekerja juga sebagai upaya untuk mendapatkan karunia Allah sebagaimana dalam QS Al Jumu’ah, 62:10, “Maka apabila telah selesai melaksanakan shalat, bertebaranlah (menyebarlah) kamu di atas bumi ini dan tuntutlah rizki karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”.
Kita diperintahkan untuk bekerja, namun untuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik, kita diwajibkan menuntut ilmu terlebih dahulu. Katakanlah, “Apakah dapat disamakan orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui” (QS Az Zumar, 39:9).
Melakukan pekerjaan harus didasarkan pada pengetahuan (ilmu), yang artinya, bekerja merupakan perwujudan dari praktik pengetahuan yang kita miliki. Bekerja ini juga harus memberikan manfaat atau kebaikan bagi orang di sekitarnya, karena bekerja bisa juga dalam arti yang negatif.
Manusia memiliki kesempurnaan dan kekurangan, serta kecenderungan untuk memilih dua hal, baik dan buruk yang menjadi fitrah penciptaannya. Manusia juga diberikan rasa cinta; cinta ini merupakan kekuatan pada diri manusia untuk dapat melakukan hal atau pekerjaan besar.
Puasa Ramadhan satu bulan penuh akan terasa berat bila tidak didasari cinta. Puasa bukan halangan kita untuk melakukan aktivitas keseharian kita. Aktivitas puasa selalu dikaitkan dengan perang melawan nafsu. Hanya mungkin, pengetahuan kita tentang musuh yang diperangi tidak bertambah, strategi dan taktik perang kita pun tidak berkembang.
Mendengar nafsu makan, asosiasi kita ke makanan bukan ke nafsunya. Sama halnya dengan bekerja, kita melakukan pekerjaan cenderung berdasarkan kebiasaan dan rutinitas, tidak ada inovasi dan perubahan.
Amin Rais membandingkan sesuatu dalam tataran fikih, akhlak, dan tawakkal atau cinta. Dinyatakannya “Kalau dalam tataran fikih, kita cukup membayar zakat 2,5%. Kalau secara akhlak, mungkin perlu kita bayarkan 40-50%. Dan pada perspektif cinta, takwa, tawakkal, mungkin 80-90% atau bahkan 100%”. Merujuk pada kategori ini bagaimana kita melakukan pekerjaan-pekerjaan kita. Apakah selama ini kita melakukan pekerjaan hanya pada tataran fikih, sesuai dengan aturan atau target minimal atau sekedar menggugurkan kewajiban? Apakah kita sudah sampai pada tahap yang lebih tinggi dengan mengerjakan sesuatu secara optimal? Apakah bahkan kita juga belum dapat mencapai pekerjaan secara fikih karena tidak memiliki pengetahun untuk melakukannya? Hanya kita yang dapat menjawabnya, dan semoga ini menjadi instropeksi diri di bulan suci ini agar menjadi pribadi yang lebih baik. Amin.
Rujukan:
Al-Jamal, Ibrahim. 1995. Penyakit-Penyakit Hati (terjemahan). (Bandung: Pustaka Hidayah) Faridl, Miftah. 2001. Panduan Hidup Muslim. (Bandung: Penerbit Pustaka).
Gibran, Kahlil. 2001. Tetralogi Masterpiece Kahlil Gibran: Sang Nabi, Sayap-Sayap Patah, Suara Sang Guru, Taman Sang Nabi (terjemahan). (Yogyakarta: Tarawang Press).
25
BERKATA YANG BAIK, ATAU DIAM
Oleh: Supriyatno
Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Sholawat dan salam tercurah pada nabi terakhir yang diutus, beserta keluarga dan sahabat-sahabat beliau yang baik hingga hari pembalasan. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang patut disembah selain Allah yang Esa, tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.
Bapak/Ibu yang dirahmati Allah, di masa pandemi Covid -19 saat ini sangat sering kita mendapatkan informasi yang terkadang membuat kita menjadi takut/khawatir, hingga hilang akal sehat kita. Informasi yang berkembang seringkali informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau kita kenal sebagai HOAX. Begitu mudahnya menyebarkan berita bohong, fitnah, dan ujaran kebencian di tengah pandemi covid-19.
26
Kemampuan berbicara adalah salah satu kelebihan yang Allah berikan kepada manusia untuk berkomunikasi. Ungkapan yang keluar dari bibir manusia bisa berupa ucapan baik, buruk, keji, dan lain sebagainya. Allah memerintahkan hambaNya untuk berkata baik dan jangan sampai berkata buruk, keji, kotor dan lainnya. “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia (al-Isra :53).
Bahkan tidak hanya Al-Quran yang memberikan kita petunjuk untuk menjaga dan mengendalikan bicara kita. Ada banyak hadits Rasulullah yang menerangkan tentang hal tersebut, dan menjelaskan bahwa hal ini sangatlah penting dalam kehidupan kita. Salah satunya terdapat dalam riwayat dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam” (muttafaq alaih; Bukhori no.6018; Muslim, no.47). Dari ayat dan hadits di atas, kita bisa mengambil simpulan bahwa hendaknya kita berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Jika kita merasa ucapan tersebut membawa kemaslahatan dan manfaat, barulah kita melanjutkannya. Namun jika kita merasa bahwa ucapan tersebut banyak mudharatnya maka sebaiknya kita diam dan menahan perkataan tersebut.
Diam adalah salah satu upaya yang jitu agar mulut tidak menimbulkan dosa, keji, dan keburukan lainnya. Dengan demikian diam sangat dianjurkan bahkan sangat ditekankan agar seseorang mampu mengendalikan lisanya.
Meski diam ini sangat dianjurkan, tetapi berkata baik jauh lebih dianjurkan daripada sekadar diam yang tak bermakna. Artinya, selama yang kita ucapkan telah kita pikirkan mengandung kebenaran, maka tidak tepat apabila kita memilih diam. Sebab berkata dan diam ada tempatnya masing-masing.
27
PUASA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KESEHATAN
(Mengungkap Misteri Manfaat Puasa bagi Manusia) Oleh: M Surya
Al Quran surat Al-Baqarah ayat 183 menyatakan;
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. al-Baqarah, 2: 183)
Ayat ini menunjukkan secara jelas perintah wajib bagi seluruh manusia yang beriman untuk melaksanalkan ibadah puasa. Secara harfiah, puasa berarti menahan lapar dan haus dari saat terbitnya fajar atau bintang timur, hingga terbenamnya matahari di ufuk barat. Hakikinya puasa merupakan ritual ibadah dalam rangka membentuk pribadi yang bertakwa dengan cara menahan hawa nafsu dan hasrat lainnya yang bisa membatalkan puasa.
28
Puasa merupakan salah satu ibadah wajib yang teramat penting dan bermakna bagi manusia karena menentukan nilai ketakwaan yang harus dicapai selama sebulan penuh. Manusia beriman harus mencapai tahapan dan tingkatan yang semakin menguji keimanan dan ketakwaan sehingga akhirnya dianggap lulus dengan predikat fitri sebagai manusia, suci dari segala dosa dunia dan akhirat.
Sebagaimana perintah ibadah lainnya, Allah SWT selalu memberikan manfaat bagi hambanya melalui serangkaian perintahNya, termasuk perintah ibadah puasa ini. Tidak ada satupun perntahNya yang mengandung kesia-siaan atau pun hal yang tidak berarti atau tidak bermanfaat bagi manusia. Selain fungsi, tujuan, dan manfaat berpuasa sudah jelas untuk meningkatkan iman dan takwa, ternyata ibadah puasa juga mampu memberikan manfaat bagi aspek kehidupan manusia lainnya.
Hasil penelitian dari Kementerian Kesehatan (Kemkes, 2015) menyatakan beberapa manfaat bagi manusia yang melaksanakan ibadah puasa. Berikut manfaat puasa bagi kesehatan tubuh.
Meningkatkan Kemampuan Otak
Puasa dapat meningkatkan neurotropik yang diturunkan dari otak, yang membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel-sel otak, dan pada akhirnya dapat meningkatkan fungsi otak. Penurunan jumlah hormon kortisol pada saat berpuasa yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dapat membuat seseorang menurunkan tingkat stres.
Membantu Menjaga Kesehatan Jantung Dan Pembuluh Darah
Sakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan. Berpuasa memiliki dampak yang baik untuk kesehatan jantung, ketika berpuasa, tubuh melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Menurunkan Kadar Kolesterol
Penurunan berat badan pada saat berpuasa merupakan salah satu manfaat puasa. Sebuah penelitian di Uni Emirat Arab menyimpulkan bahwa orang yang berpuasa terjadi pengurangan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol rendah meningkatkan kesehatan jantung, sehingga dapat mengurangi risiko terserang penyakit jantung atau stroke. Terlebih lagi jika mengikuti program diet sehat, tingkat kolesterol pun dapat diturunkan dengan mudah.
Dapat Berpikir Lebih Tajam Dan Lebih Kreatif
Puasa dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang dan melambat, menurut sebuah penelitian pikiran yang melambat dapat membuatnya bekerja lebih tajam. Rasa
29 lapar ketika berpuasa merupakan masalah yang wajar apabila rasa lapar memaksa untuk berpikiran lebih tajam dan lebih kreatif.
Mengurangi Kebiasaan Buruk
Berpuasa adalah salah satu cara yang tepat untuk mengubah gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan buruk. Selama kegiatan berpuasa dapat menghentikan kebiasaan seperti merokok dan makan makanan yang manis.
Mengontrol Berat Badan
Berpuasa dapat membuat tubuh untuk lebih mudah menurunkan berat badan. Tidak perlu melakukan diet yang berlebih untuk menurunkan berat badan. Dengan makan makanan secukupnya dan tetap mengonsumsi makanan yang sehat selama berpuasa.
Menyehatkan Ginjal
Ginjal berfungsi sebagai saringan zat berbahaya dari yang kita makan dan minum. Fungsi ginjal akan maksimal apabila kekuatan osmosis urin dalam tubuh mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dengan berkurangnya asupan air pada saat menjalankan ibadah berpuasa, target untuk mencapai kekuatan osmosis dalam urin dapat tercapai sehingga pada akhirnya akan berdampak baik untuk kesehatan ginjal.
Mengeluarkan Racun Dalam Tubuh
Manfaat puasa juga dapat mengeluarkan racun dalam tubuh yang menumpuk atau mendetoksifikasi. Selama berpuasa Anda dapat mendetoksifikasi atau mengeluarkan racun dalam sistem pencernaan dalam satu bulan. Ketika tubuh memakan cadangan lemak untuk mendapatkan energi, cadangan lemak akan membakar setiap racun yang berbahaya dalam tubuh.
Mencegah Diabetes
Diabetes dapat disebabkan karena tingginya kadar gula dan kolesterol yang terdapat dalam tubuh. Dengan kegiatan berpuasa konsumsi gula dan makanan yang berlemak akan dapat terkontrol sehingga pada akhirnya dapat mencegah diabetes dan penyakit turunannya.
Menyerap Banyak Nutrisi
Metabolisme akan menjadi lebih efisien ketika berpuasa. Metabolisme yang efIsien berarti jumlah nutrisi yang akan diserap dari makanan menjadi semakin besar. Hal ini dikarenakan terjadinya peningkatan hormon adiponectin yang diproduksi oleh
30
kombinasi antara puasa dengan sahur, sehingga memungkinkan untuk menyerap lebih banyak nutrisi.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Pada saat berpuasa, tubuh akan lemas yang menurut beberapa orang akan menjadi lebih mudah sakit. Hal ini salah dan ternyata puasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ketika berpuasa maka akan terjadi peningkatan Limfosit bahkan sampai 10 kali lipat dalam tubuh, hal ini dapat memberikan pengaruh yang besar dan baik terhadap sistem kekebalan tubuh, sehingga puasa dapat menghindarkan dari berbagai virus.
Mengatasi Sakit Sendi Atau Encok
Dengan berpuasa secara teratur dapat meningkatkan sel penetral alami dalam tubuh yang pada akhirnya akan membua sakit encok sedikit demi sedikit menuju kesembuhan. Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa adanya korelasi antara meningkatnya kemampuan sel penetral atau pembasmi bakteri dengan membaiknya radang sendi atau penyebab encok itu sendiri.
Demikianlah beberapa manfaat ibadah puasa bagi kesehatan tubuh. Semoga Tadarus Ramadhan ini bisa memberikan manfaat dan berkah bagi kita. Amin YRA.
31
KEMPOT
Oleh: Gushamka
KEMPOT (Kelompok Penyanyi Trotoar), itulah gelaran yang tersemat pada DIDI, yang empunya nama asli DIDI PRASETYO.
Adalah metakognisi Didi Kempot yang mengharu biru kita, di masa pandemi Covid 19. Tanpa banyak ba be bo, tanpa banyak ngeyel, tanpa banyak mendebat, sang “Godfather of Broken Heart” ini memerankan dirinya mengadakan konser amal dari rumah bekerja sama dengan salah satu media televisi. Dan fantastis, berhasil mengumpulkan dana yang tidak sedikit, yang sang almarhum tidak menyentuh satu rupiah pun. Semua untuk kemanusiaan, ambyar untuk masyarakat yang membutuhkan karena terdampak corona. Sungguh metakognisi yang luar biasa, yang patut menjadi inspirasi pada kalangan profesi apa pun. “Ra sah ngeyel” (tidak usah 'ngeyel'), tapi berkontribusi.
Ojo Mudik sebagai akhir karya di kariernya. Yang senyatanya, sang “Godfa” mudik untuk selama-lamanya. “Allaahummaghfirlahuu”.
Inspirasi metakognisi sang KEMPOT dapat kita petik oleh kita sebagai orang tua, yang saat ini dituntut peran aslinya, sebagai pendidik ( “murabbi” ).
32
Pertama-tama perlu dibedakan antara pendidikan dan persekolahan. Persekolahan bisa berhenti karena satu dan lain hal. Sebab sekolah hanyalah salah satu tempat berlangsungnya pendidikan. Akan tetapi pendidikan harus berlangsung kapan saja, di mana saja, oleh siapa saja.
Masa covid 19 ini adalah masa darurat, maka jangan memboyong kegiatan di sekolah dialihkan ke rumah, dengan memberikan tugas yang bertubi-tubi pada anak tanpa memperhatikan dampak buruk pada anak: yakni frustrasi.
Dalam keadaan darurat, kita harus mengambil yang esensial. Apa itu esensi belajar. Belajar bukanlah menumpuk informasi. Belajar pada dasarnya adalah menggali informasi, mengolahnya, dan mengomunikasikan, serta mengimplementasikan untuk kemanfaatan pelajar dan lingkungannya. Guru/orang tua/pendamping bukan bertugas menjejali informasi, tapi guru/orang tua/pendamping bertugas menciptakan suasana, situasi yang menjadikan anak mau dan bisa belajar.
Anak-anak kita bisa kita dekatkan dengan fakta yang ada (misal informasi merebaknya wabah), lalu anak diajak untuk memahami apa itu corona (ini konsep), lalu bagaimana menghindari penularan covid 19 (ini prosedur). Lalu anak-anak kita diajak bermetakognisi, bagaimana sumbangan anak-anak (berupa pemikiran, tindakan, maupun harta/uang jajan).
Proses kognitif (mulai dari menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi) berjalan bersama-sama untuk menumbuhkan karakter sebagai manusia rahmatan lil alamin (penebar cinta kasih untuk seluruh alam).
Anak belajar dari dunia yang dekat dengan suka cita, tapi tidak mengurangi esensi dari belajar itu sendiri.
Sebagaimana dinyatakan oleh Buku “Ta'lim Muta'allim”, kita bisa bermetakognisi dari makalah kecil tersebut, bahwa ada 6 syarat untuk keberhasilan belajar:
1. “Dzaka“( anak dikembangkan berbagai kecerdasannya) 2. “Hirsh” (anak dikembangkan rasa ingin tahunya)
3. “Washtibar” (sabar: melalui tahapan, bukan penumpukan) 4. “Bulghah” (alat, sumber belajar yang nyampai/dekat)
5. “Irsyadu ustaadzin” (pembimbingan guru/ortu yang mebuat anak mau belajar) 6. “Thuuluz zamaan” (menciptakan attitude agar anak bisa menjadi pembelajar sepanjang hayat).
Didi Kempot bermetakognisi. Belajarkanlah anak-anak kita selalu bermetakognisi. Tidak hanya dijejali dengan informasi.
Selamat Jalan Didi Kempot, Sang Inspirator. Tunggu ya, sabar, kami akan menyusulmu.
33
ALLAH TIDAK MEMBEBANI SESEORANG MELAINKAN SESUAI
DENGAN KESANGGUPANNYA
Oleh: Ana Munifah
Saat ini, kita diberikan nikmat dan keberkahan dalam menjalankan rukun islam keempat yaitu puasa dengan totalitas. Sebagian besar aktivitas beribadah dilakukan di rumah. Negeri ini sedang diberi oleh Allah SWT satu masa, yaitu masa tersebarnya virus yang disebut corona atau covid 19. Penyebaran utama corona virus baru ini adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin, atau melalui kontak dengan tetesan air liur atau cairan/lendir hidung orang yang terinfeksi.
Sebagai umat Islam, kita diberi banyak kesempatan untuk memohon kepada Allah SWT agar terhindar dari wabah ini, selain menaati aturan yang telah diberikan oleh Pemerintah. Hampir seluruh ustadz, guru, kiai, selalu mengajarkan untuk berdoa
34
memohon kepada Allah SWT. Ini dimaksudkan agar kita tidak terjebak mengagung-agungkan wabah ini; sehingga kita tidak panik yang akhirnya justru membuat daya tahan tubuh kita melemah.
Kita harus percaya dengan yang telah disampaikan dalam Al Quran. Di surat Anbiyaa: 35, (yang terjemahannya), “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian/cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.”
Dengan demikian maka tugas kita adalah berikhtiar dengan hal-hal yang telah ditentukan oleh _sunnatullah_, yaitu mengikuti petunjuk orang-orang yang lebih ahli daripada kita, setelah itu kita harus selalu tawakkal kepada Allah SWT, bahwa semua atas kehendak Ilahi, semua atas keputusan yang Maha Agung Allah SWT. Sebagaimana yang sering disampaikan oleh para ulama, bahwa sehat, sakit merupakan kuasa Allah. Kehidupan dan kematian setiap manusia telah tercatat di “lauhul mahfudz”. Namun, kita harus senantiasa mengingat bahwa Islam mengajarkan kita untuk selalu berdoa dan tawakkal dengan usaha dan ikhtiar. “Maka Allah adalah sebaik-baiknya penjaga dan Dialah Maha Penyayang di antara para penyayang”. (QS Yusuf, Ayat 64).
ميِّلَعلا ُعيِّمَسلا َوُه َو َِّاَمَسلا يِّف َلْ َو ِّض ْرَلْا يِّف ٌَيَش َهِّمْسا َعَم ُّرُضَي َلْ يِّذَّلا ِّالله ِّمسِّب
“Dengan nama Allah yang tidak membahayakan dengan namaNya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, dan Ia lah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Waallaahu a’lam.
35
BERPUASA DALAM PERSPEKTIF KRISTEN
Oleh: Mariati
Pengantar Redaksi
Puasa sudah kita lalui dus jumat. Kita selalu menggali hikmah puasa, menganalisis dan mengevaluasi (muhasabah) diri, sehingga kita bisa bermetakognisi, berkreasi menjadi ummat yang wasathan (moderat) untuk menebar cinta kasih pada seluruh alam. Pada puasa jumat ketiga ini Redaksi unggah tulisan dari sahabat Mariati, yang menyoroti puasa dari perspektif Kristen. Semoga sahabat semua dapat mengambil pelajaran. Selamat membaca.
Di dalam Alkitab puasa sangat banyak diajarkan baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Hingga kini puasa dipraktikkan oleh warga gereja. Berpuasa menurut Alkitab merupakan ajaran untuk membangun kehidupan rohani dan jasmani yang tidak terletak pada rutinitasnya saja, akan tetapi lebih fokus dalam pertobatan dan pendekatan diri kepada Allah. Doa pertobatan/penyesalan dan berpuasa tidak dapat dipisahkan, di dalam Alkitab banyak dituliskan tentang hal ini misalnya dalam Daniel 9:3: Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.
Setiap orang mempunyai niat tersendiri untuk berpuasa. Berdasarkan Alkitab ada beberapa situasi dan kondisi yang harus dihadapi dengan berpuasa, antara lain: 1)
36
menambah pengalaman spiritual untuk merendahkan diri di hadapan Allah dan menyatakan rasa kasih yang mendalam kepada Allah; 2) membuat tubuh menjadi lebih disiplin dari keinginan duniawi; 3) menambah rasa empati kepada sesama supaya dapat merasakan penderitaan orang lain; 4) meminta tuntunan Allah (Ezra 8:23: Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami); 5) untuk jawaban atas semua masalah yang dialami baik dalam persoalan hidup maupun dalam menghadapi sakit-penyakit (2Sam 12:16:Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah); 6) mengusir jenis setan tertentu yang hanya dapat diusir dengan berdoa dan berpuasa (Matius 17:21).
Berpuasa dapat dilakukan untuk menunjukkan kasih kepada orang lain (Mazmur 35:13: Tetapi aku, ketika mereka sakit, aku memakai pakaian kabung; aku menyiksa diriku dengan berpuasa, dan doaku kembali timbul dalam dadaku) Bagaimana sikap selama berpuasa? Berpuasa adalah hubungan pribadi dengan Allah. Dalam Injil Matius 6: 16-18: “Dan apabila kamu berpuasa janganlah muram mukamu ... tetapi .. minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Bagaimana cara berpuasa? Ada tiga cara puasa Kristen yang diutarakan dalam Alkitab: 1) puasa biasa yaitu pantang segala makanan tetapi tidak berpantang air; 2) puasa penuh yaitu tidak makan dan tidak minum yang biasanya dilakukan paling lama 3 hari; dan 3) puasa sebagian dalam arti membatasi makanan dan bukan berarti tidak makan sama sekali.
Waktu berpuasa dapat ditentukan oleh masing-masing pribadi atau kelompok misalnya 8 jam, 12 jam (1 hari), 24 jam (1 hari 1 malam), 3 hari, 7 hari, dan 40 hari. Jadi setiap pribadi Kristen dapat menetapkan kapan saat yang tepat untuk berpuasa tanpa diketahui orang lain, namun ada kelompok tertentu secara bersama-sama melakukan puasa dan berdoa untuk permohonan dan maksud tertentu.
Negara Indonesia sekarang ini diperhadapkan pada bermacam masalah dalam segala bidang, merupakan saat yang tepat bagi kita untuk berdoa dan berpuasa. Banyak saudara kita yang menderita, tidak memiliki penghasilan, terjadi PHK massal, bahkan tetangga kita mungkin ada yang kelaparan, semua ini terjadi sebagai dampak pandemi virus corona. Untuk berempati merasakan penderitaan saudara kita sebangsa selayaknya kita berdoa dan berpuasa memohon pada Allah untuk keselamatan kita semua, serta melakukan tindakan nyata berbagi dalam kasih.
37
MANFAAT MEMBACA AL QURAN
Oleh : Euis Yumirawati
Manfaat membaca Al-Qur’an di rumah memang begitu menakjubkan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Bukhari).
Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah paling utama yang memiliki berbagai keutamaan. Salah satunya adalah menjadi sebaik-baik ummat. Dari Ustman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar (QS Al-Isra’ 17: Ayat 9). Al-Qur’an menggunakan Bahasa Arab, karena itu sebagian orang mungkin akan kesulitan saat memelajarinya. Bahkan orang terbata-bata sekalipun justru mendapatkan dua kebaikan, yaitu pahala membaca dan pahala usahanya dalam membaca Al-Qur’an.
38
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yang mahir membaca Qur’an bersama malaikat yang terhormat, dan yang membaca Al-Qur’an sedangkan ia terbata-bata serta mengalami kesulitan maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari/4937 dan muslim/798).
Masya Allah, bukti-bukti ilmiah Qur’an sudah tampak di akhir zaman ini, kemukzijatan Al-Qur’an sudah diketahui dunia saat ini, dan membuat mereka para saintis terpesona atas keilmiahan dan kemukjizatan Al-Qur’an tersebut.
Prof. Dr. dr. Suzane Moore Ph.D telah merilis dalam jurnalnya. Ia berkata: ini sebuah kitab yang menakjubkan karena terbukti kemukjizatannya, ia telah memperlihatkan bagaimana Al-Qur’an merupakan sebuah obat penyakit manusia. Suara yang keluar dari tilawah seseorang akan melayang ke udara dan kemudian masuk melewati telinga dan seterusnya diserap oleh tubuh, kemudian ia masuk ke sel-sel yang ada dalam tubuh kita. Suara yang terdengar dengan irama dan frekuensi tertentu mengandung informasi spesifik sehingga dapat memberi rangsangan kepada sel-sel dalam tubuh kita, bisa melawan penyakit-penyakit yang berbahaya, dengan bahasa yang menyentuh, ternyata mengandung informasi spesifik pada setiap ayat-ayatnya. Dengan informasi yang spesifik ini bisa membuat sel-sel yang sakit menjadi sembuh.
Hasil penelitian terkini seperti yang diungkapkan Prof. Dr. dr. Abraham Nicole Ph.D, bahwa sel-sel darah merah yang telah dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an dengan bacaan tartil (artinya bacaan yang indah dengan memakai kaidah Tahsin Tajwid), ia memperlihatkan respon tertentu. Sehingga sel-sel kanker pun bunuh diri. Bahkan virus auto imunpun lenyap. Terbukti dari hasil penelitian Prof. Dr. dr. Victor Iron Ph.D USA.
Penelitian lainnya membuktikan bahwa sel-sel kanker ganas menjadi normal kembali dengan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an.
Suara yang paling memiliki pengaruh kuat terhadap sel-sel tubuh, adalah suara si pemilik tubuh itu sendiri. Lihat QS. 7 ayat 55 “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Manfaat lainnya membaca Al-Qur’an akan membawa syafaat yaitu jika seseorang meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba-tiba seorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan mayat. Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat Munkar dan Nakir, tapi dua malaikat pun tidak bisa memisahkan orang tampan tersebut selalu mendampingi sampai mayat dimasukkan ke dalam syurga.
Marilah perbaiki baca Al-Qur’an (baca dengan tartil, penuhi Hukum Tajwid), karena efek suara kita sendirilah yang paling dahsyat dalam penyembuhan.
Daftar Pustaka
Rumah Qur’an As-Sunnah https://M.liputan6.com>hot https://www.republika.co.id
39
AYO BERSEDEKAHLAH
Oleh: Christina Tulalessy
Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah sedekah. Sedekah adalah pemberian seseorang kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.
Pentingkah bersedekah?
Betapa pentingnya sedekah tergambarkan dalam QS Al-Munafiqun 10: "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang soleh". Dia minta ditunda kematiannya hanya karena dia ingin kembali ke dunia untuk bersedekah. Luar biasa pentingnya, bukan? Dia tidak minta untuk puasa, untuk naik haji, untuk salat, tapi untuk bersedekah.
40
Berikut beberapa manfaat laur biasa bersedekah. Sedekah Menghapus Dosa
Pentingnya sedekah terlihat dari apa yang dikatakan Rasulullah SAW, bahwa sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api (HR. Tirmidzi). Tidak ada manusia yang tidak berdosa. Bersedekah membantu meringankan dosa kita.
Allah Melipatgandakan Pahala
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18)
Seberapa banyak pahala itu?
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Mahamengetahui." (QS Al-Baqarah 261)
Penyambung Amalan Ketika Kita Sudah Tiada
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Sudahkah Anda bersedekah hari ini? Tidak ada dana karena tidak ada RDK? Gaji dipotong BRI dan koperasi? Memberi ketika kita cuma memiliki sedikit dan kita sayang-sayang untuk mengeluarkannya, itu justru saat yang baik.
"Kamu tidak sekali-kali akan dapat mencapai (hakikat) kebajikan dan kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu dermakan sebagian dari apa yang kamu sayangi. Dan sesuatu apa juga yang kamu dermakan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS Ali Imran 92). ,
"Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (QS At-Thalaq 7).
Bukankah ‘sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan? Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (QS Al-Insirah 4-5)?
Harta yang kita miliki kelak adalah harta yang kita berikan sekarang. Karena jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri (QS Al-Isra 7). Ayo, bersedekahlah.
41 Pengantar Redaksi
Edisi khusus Nuzulul Quran, kami turunkan tulisan LAILATULQADAR TONGGAK PERADABAN, yang dimuat di BERITASATU, tanggal 10 Mei 2020. Selamat membaca.
LAILATULQADAR TONGGAK PERADABAN
Oleh: Gushamka*
Keutamaan Ramadan sesungguhnya bukan hanya karena puasanya. Keutamaan Ramadan terlebih karena Al-Qur'an diturunkan ke bumi pada bulan ini sebagai petunjuk untuk segala manusia (bukan hanya muslim). Tonggak petunjuk ini dikenal dengan lailatulqadar (malam kadar/kriteria/ilmu pengetahuan). Ilmu pengetahuan sebagai asupan otak/qalb/fuad, pembangun peradaban.
Berpuasa merupakan akibat bagi seseorang (yang percaya akan Al-Qur'an) menjumpai hadirnya bulan Ramadan. Demikian pernyataan Al-Qur'an:
مكنم دهش نمف ناقرفلاو ىدهلا نم تانيبو سانلل ىده نارقلا هيف لزنا ىذلا ناضمر رهش
همصيلفرهشلا
42
Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu...” (Al-Baqarah, 2: 185)
Lailatulqadar adalah malam kadar atau malam ilmu pengetahuan. Kadar adalah sesuatu yang berbatas, berukuran, berpola, berhukum. Malam kadar merupakan malam tonggak kesadaran bahwa alam ini berkriteria, berkadar, berukuran, berpola, berhukum. Semoga setelah kita berefleksi diri berhari-hari, sepertiga akhir bulan Ramadan, bertambah tumbuh kesadaran perlunya ilmu pengetahuan, perlunya memelajari hukum-hukum alam, min kulli amrin (dalam segala urusan) untuk menuju kemaslahatan hidup manusia sampai terbit fajar peradaban manusia yang lebih bermartabat. Tumbuhnya kesadaran kemanusiaan dan keberlanjutan kedamaian alam ini sungguh lebih bernilai dari sekadar seribu bulan. Mari kita sambut malam ilmu pengetahuan min kulli amrin dengan semangat bersungguh-sungguh bekerja demi sumbangan kebajikan kita pada keberlanjutan kehidupan semesta alam (rahmatan lil ‘aalamiin).
Ramadan kali ini diliputi situasi darurat pandemi wabah covid 19. Keadaan ini telah menimbulkan kepanikan beberapa kalangan, bahkan kepanikan itu sampai pula melanda kaum terdidik. Kepanikan massal tidak perlu terjadi, sesungguhnya, apalagi di saat-saat kita harus berpikir jernih. Tindakan ceroboh akibat kepanikan yang melanda sebagian masyarakat di saat-saat darurat akan memperparah keadaan. Kepanikan misalnya disertai tindakan menyerbu supermarket, memborong barang keperluannya sendiri tanpa memikirkan orang lain, menimbun segala sesuatu untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat, sampai pada penolakan pemakaman pejuang penanggulangan Covid 19. Semua itu berawal dari rendahnya kemampuan literasi masyarakat.
Sesungguhnya Al-Qur'an telah memberi petunjuk secara cerdas (wasath) tentang bagaimana kita meletakkan ikhtiar dan tawakal secara harmonis dalam menjalani segala peristiwa kehidupan. Kunci pertama, sebagaimana Al-Qur'an nuzul pertama adalah supaya kita literat. Iqra' harus kita maknai perintah untuk belajar tentang fisik alam dan manusia
[ قلخ ىذلا كبر مساب َرقا]
iqra' bismi rabbikalladzii khalaq,[قعلع نم ناسنلْا قلخ ]
Khalaqal insaana min alaq.Dari pengetahuan dan keterampilan mengelola alam, harus tumbuh sikap spiritual,
[ مركلْا كبرو َرقا ]
iqra wa rabbukal akram, lalu tumbuh sikap sosial, sebagai hambayang serba kurang, harus selalu belajar, tidak boleh menyombongkan diri terhadap sesama, hidup adalah belajar sepanjang hayat.
Al-Qur'an sebagai wahyu qauliyah (teks) mendorong manusia untuk mempelajari wahyu kauniyah (alam semesta). Keduanya sebagai sumber ilmu pengetahuan