BAB I PENDAHULUAN. manusia yang handal baik sesuai kealian atau keterampilan masing-masing pekerja.

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah Negara berkembang dengan pembangunan hampir terjadi pada setiap sektor dalam mendukung perekonomian Negara, sektor industri adalah salah satu yang paling didorong oleh Pemerintah. Dalam mendukung sektor tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang handal baik sesuai kealian atau keterampilan masing-masing pekerja.

Sehubungan dengan pemilihan topik ini maka ada baiknya juga kita mengerti secara umum apa itu perlindungan hukum dan tenaga kerja. Perlindungan hukum adalah memberikan pengayoman kepada hak asasi manusia yang dirugikan orang lain dan perlindungan tersebut diberikan kepada masyarakat agar mereka dapat menikmati semua hak-hak yang diberikan oleh hukum atau dengan kata lain perlindungan hukum adalah berbagai upaya hukum yang harus diberikan oleh aparat penegak hukum untuk memberikan rasa aman, baik secara pikiran maupun fisik dari gangguan dan berbagai ancaman dari pihak

manapun.1

Perlindungan hukum adalah perlindungan akan harkat dan martabat, serta pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia yang dimiliki oleh subyek hukum berdasarkan ketentuan hukum dari kesewenangan atau sebagai kumpulan peraturan atau kaidah yang akan dapat melindungi suatu hal dari hal lainnya. Berkaitan dengan konsumen, berarti hukum memberikan perlindungan terhadap hak-hak pelanggan dari sesuatu yang mengakibatkan

tidak terpenuhinya hak-hak tersebut.2

1 Satjipto Raharjo, Ilmu Hukum, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2000. hal 74 2

Philipus M. Hadjon. Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia, PT. Bina Ilmu, Surabaya: 1987. hal 25

(2)

2

Hukum berfungsi sebagai perlindungan kepentingan manusia, penegakkan hukum harus

memperhatikan 4 unsur :3

1. Kepastian hukum (Rechtssicherkeit) 2. Kemanfaat hukum (Zeweckmassigkeit) 3. Keadilan hukum (Gerechtigkeit) 4. Jaminan hukum (Doelmatigkeit).

Penegakan hukum dan keadilan harus menggunakan jalur pemikiran yang tepat dengan alat bukti dan barang bukti untuk merealisasikan keadilan hukum dan isi hukum harus ditentukan oleh keyakinan etis, adil tidaknya suatu perkara. Persoalan hukum menjadi nyata jika para perangkat hukum melaksanakan dengan baik serta memenuhi, menepati aturan yang telah dibakukan sehingga tidak terjadi penyelewengan aturan dan hukum yang telah dilakukan secara sistematis, artinya menggunakan kodifikasi dan unifikasi hukum demi

terwujudnya kepastian hukum dan keadilan hukum.4

Dari berbagai peraturan perundang-undangan ketatanegaraan yang ada, dapat dicatat, ditinjau dari aspek perlindungan hukum, hukum ketenagakerjaan mengatur perlindungan

sejak sebelum dalam hubungan kerja dan setelah hubungan kerja berakhir.5

PT Freeport Indonesia merupakan perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan. PTFI menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Indonesia. Kami memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia. Kompleks tambang milik kami di Grasberg merupakan salah satu penghasil tunggal tembaga dan emas terbesar di dunia, dan mengandung cadangan tembaga yang dapat diambil yang terbesar di dunia, selain cadangan tunggal emas terbesar di dunia.

3 Ishaq, Dasar-Dasar Ilmu Hukum, Jakarta, Sinar Grafika, 2009, hal. 43 4 Ibid., hal. 44

5

Mohid Syaufii Syamsuddin, Norma Perlindungan Dalam Hubungan Industrial, Cet.Pertama, Jakarta, Sarana Bhakti Persada, 2004, hal 23

(3)

3

Grasberg berada di jantung suatu wilayah mineral yang sangat melimpah, di mana kegiatan eksplorasi yang berlanjut membuka peluang untuk terus menambah cadangan kami yang berusia panjang. Freeport-McMoRan (FCX) merupakan perusahaan tambang internasional utama dengan kantor pusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Mengelola beragam aset besar berusia panjang yang tersebar secara geografis di atas empat benua, dengan cadangan signifikan terbukti dan terkira dari tembaga, emas dan molybdenum. Mulai dari pegunungan

khatulistiwa di Papua, Indonesia, hingga gurun-gurun di Barat Daya Amerika Serikat.6

PT. Freeport Indonesia memahami bahwa usaha pertambangan adalah kegiatan yang berbahaya dan oleh karenanya PT. Freport Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko kerja tersebut dan menjaga keselamatan pekerja. Keselamatan adalah tanggung jawab langsung dari pihak manajemen, bersifat instruksional yang harus dipatuhi dengan seksama dan harus dilaksanakan oleh pekerja yang berada dalam struktur formal perusahaan. Pelaksanaan program keselamatan ini dimulai dengan menjalankan kebijakan keselamatan dan kesehatan perusahaan. Dewan Komisaris perusahaan mengharuskan dilakukan audit komprehensif untuk memastikan bahwa sistem manajemen keselamatan berjalan dengan efektif, kelemahan yang ada dapat teridentifikasi dan sumber daya yang ada telah digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Audit independen yang dilakukan turut dilengkapi juga dengan audit keselamatan internal dan inspeksi yang berfokus pada bahaya tertentu atau pada kegiatan operasi yang performanya di bawah standar keselamatan. Program keselamatan perusahaan telah dirancang untuk mengurangi insiden dan menghindari risiko kematian.

Saat ini tenaga kerja yang bekerja di wilayah PT.Freeport Indonesia berjumlah 33,452 ribu tenaga kerja dengan sebaran wilayah kerja di area lowland dan highland. Istilah lowland adalah para pekerja/buruh yang bekerja di dataran rendah wilayah PT.Freeport Indonesia

(4)

4

sedangkan highland adalah istilah pekerja/buruh yang bekerja di dataran tinggi wilayah PT.Freeport Indonesia tenaga kerja banyak yang bekerja di lowland dan highland dengan

profesi dan waktu kerja yang berbeda beda7.

Sehubungan dengan hal diatas maka Negara ikut ambil bagian dalam melakukan perlindungan setiap warga negaranya dengan membuat instumen-instrumen hukumnya dalam konteks ini adalah hukum perburuhan. Hukum perburuhan atau menyangkut ketenagakerjaan yang dimaksudkan untuk melindungi buruh, sehingga seluruh norma-norma hukum perburuhan untuk perlindungan hukum terhadap buruh atau pekerja. Dengan kesehatan kerja atau keselamatan kerja yang diartikan sebagai perlindungan bagi bagi buruh terhadap

eksploitasi tenaga kerja perusahaan yang memberikan pekerjaan.8

Indonesia peraturan yang mengatur kesehatan kerja atau keselamatan kerja diatur dalam Pasal 86 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang menyebutkan

bahwa setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungana atas9 :

1. Keselamatan dan kesehatan kerja 2. Moral dan kesusilaan

3. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.

Untuk melindungi keselamatan kerja pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselnggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berhubungan dengan mesin, pesawat alat kerja bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya, serta cata-cara melakukan

7

Data Safety Management PT. Freeport Indonesia Hasil Wawancara dengan Yunus Ramba Papalangi, tanggal 5 Mei 2018, Pukul 09:33

8 Iman Soepomo, Pengantar Hukum Perburuhan, Cetakan Keduabelas (Edisi Revisi), Penerbit Djambatan, Jakarta, 1999, hal 14

(5)

5

pekerjaan. Objek keselamatan kerja adalah segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun udara. Kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh kesehatan yang sempurna baik fisik, mental maupun social, sehingga memungkinkan tenaga kerja dapat bekerja secara optimal.

Upaya keselamatan kerja dan kesehatan kerja dimaksudkan untuk memberikan jaminan keselamatan dan meningkatkan derajat kesehatan para pekerja/buruh dengan cara pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, promosi kesehatan, pengobatan, dan rehabilitasi. Perlindugan sebagaimana dimaskud diatas dilaksanakan sesusai denan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.10

Agar sesuai dengan tujuannya memberikan perlindungan, maka sifat aturan-aturan dalam undang-undang tersebut adalah memaksa dan oleh karenanya diberikan ancaman hukuman. Undang-Undang ini hanya belaku bagi, pekerjaan yang dilakukan oleh buruh yaitu orang yang bekerja pada orang lain atau badan yang menerima upah, jadi pekerjaan yang dilakuakn dalam hubungan pekerja.

Dalam undang-undang ini majikan dipeluas artinya termasuk pula kepala, pemimpin, atau pengurus perusahaan, atau bagian perusahaan. Yang dimaksud dengan perusahaan ada sebagaimana tertuang dalam Pasal1 angka 6 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 yaitu :

Setiap bentuk ushaa yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan milik Negara yang memperkerjkan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Undang-Undang memberikan Perlindungan terhadap hak- hak pekerja. Pengusaha atau siapa pun yang melanggar hak- hak dasar pekerja dapat dijatuhkan sanksi mulai dari sanksi ringan seperti teguran, peringatan, pencabutan usaha sampai pada tingkat pelanggaran yang dapat digolongkan sebagai kejahatan sehingga dapat dikenakan sanksi kurungan atau pidana penjara.

10

Sumakmur P.K. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan, Cetakan VI, CV. Haji Mass Agung, Jakarta, 1987. hal 1

(6)

6

Hak-hak dasar pekerja tersebut antara lain menyangkut : 1. Perlindungan upah

2. Jam kerja

3. Tunjangan hari raya

4. Jaminan sosial Tenaga Kerja( Jamsostek ) 5. Kompensasi PHK

6. Hak Istirahat/Cuti

Dalam hal mengatur hubungan perusahaan yakni PT.Freeport Indonesia dengan para tenaga kerja atau karyawan PT.Freeport maka perusahaan membuat mekanisme atau aturan-aturan yang diatur dalam Pedoman Hubungan Industrial 2017 Dalam Pedoman Kerja Bersama XIX dan Pedoman Hubungan Industrial IX PT.Freeport Indonesia ini merupakan aturan-aturan ketenagakerjaan. Adapun Pasal 28 Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan Pertambangan terdapat dalam Pedoman Kerja Bersama XIX dan Pedoman Hubungan Industrial IX PT.Freeport Indonesia yang berbunyi :

1. Pekerja Memiliki kewajiban untuk : a. Area Kerja

1) Menjaga kebersihan dan kerapian di area kerja

2) Memenuhi ketentuan tentang tata cara mengubah bangunan, instalasi listrik, sistem ventilasi sesuai ketentuan perusahaan.

b. Peralatan, Permesinan, dan Alat Pelindung Diri

1) Melakukan pemeriksaan pra-operasi dan berkata terhadap peralatan, perakakas area kerja, seerta melakukan perbaikan dan / atau melaporkan kondisi yang tidak selamat kepada penyelia agar dilakukan perbaikan

2) Memiliki lisensi dan sudah mengikuti pelatihan untuk

mengoperasikan peraltan/ permesinan

3) Mematahu dan melkasakan prosedur keselamatan kerja di Area Kerja termasuk prosedur Lockout Tagout Tryout, kerja panas, bekerja diketinggian, ruang tertutup penggalian dan pemaritan, penangnnan lumpur basah (wet muck), pengurfangan batuan, konvoi haul truck, atau bekerja dengan bahan kimia berbahaya.

4) Memakai dan merawat APD sesuai dengan area, jenis pekerjaan dan ketentuan perusahaan.

(7)

7

1) Menjaga dan memelihara kondisi peralatan darurat di lingkungan perusahaan

2) Mematuhi ketentuan perusahaan yang berhubungan dengan kondisi darurat dan bahaya kebakaran

3) Pekerja dilarang mengubah peralatan darurat d. Pelaporan dan Penyelidikan K3LP

1) Melaoprkan kecelakaan/insiden, kejadian hampir celaka, tumpahan konsentrat, minyak, oli, atau bahan berbahaya beracun (b3) kepada Penyelia atau petugas yang ditunjuk atau melalui jalur cepat komunikasi

2) Melaporkan kepada Penyelia Langsung atau penyelia pada kesempatan pertama apabila menghadapi tugas/pekerjaan yang dianggap tidak dapat selamat dan/atau tidak memenuhi persyaratan K3LLP yang dapat mebahayakan keselatan pekerja, orang lain, lingkujgan dan /atau barang-barang perusahaan

3) Mengehntikan, memperbaiki dan/atau melaporkan tindakan dan kondisi tidak selamat kepada penyelia, jalur komunikasi atau petugas yang ditunjuk

4) Memberikan informasi yang benar dan tepat untuk proses penyelidikan yang berhubungan dengan K3LLP

5) Mengamankan barang bukti yang berhubungan dengafn

kecelakaan atau kerjadian K3LLP tetap pada kondfisi apa adanya untuk keperluan investigasi.

e. Prosedur

1) Memahami dan mematuhi standar, prosedur, kebijakandan perijinan K3LLP dalam menjalankan tugas dan tnggungjawabnya di Area Kerja, lingkungan perusahaan , dan/atau diluar lingkungan perusahaan yang ditetapkan.

2) Bekerja sesuai dengan standar dan prosedur K3LLP untuk mencegah kecederaan, kecelakaan dan/atau kerusakan barang milik perusahaan

3) Menindaklanjuti hasil temuan-temuan inspeksi dan audit yang dilakukan perusahaan

4) Bertanggungjawab atas tindakan-tindakan pribadinya sesuai dengan praktek kerfja yang selamat sebagaimana diuraikan dalam standar, prosedur dan kebijakan K2LLP Perusahaan

5) Mengikuti pemeriksaan kesehatan berkala yang penjadwalannya ditentukan berdasarkan paparan intensitas resiko kesehatan di tempat kerjanya dan/atau menurut peraturan perundag-undangan yang berlaku

6) Menghadiri orientasi, pengarahan atau pelatihan K2LLP yang dijadwalkan oleh Penyelia atau petugas yang ditunjuk

7) Mematuhi peraturan lalu lintas di lingkungan perusahaan.

Dengan adanya aturan terkait kenagakerjaan hasil kesepakatan PT. Freeport Indonesia dengan tenaga kerja dan karyawan PT. Freeport terkhusus bagian Keselamatan

(8)

8

dan Kesehatan Kerja maka diharapkan dapat meminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi di area tambang PT. Freeport Indonesia.

Sehubungan dengan topik ini mau menjelaskan bahwa das sollen (keharusan) yakni ada aturan perundang-undangan yang mengakomodir hak-hak perkerja terkait dengan keselamatan kerja harus berbanding lurus dengan das sein (kenyataan) yakni tanggung jawab PT. Freeport Indonesia dalam mengakomodir aturan perundang-undangan tersebut sehubungan perlindungan hukum hak-hak tenaga kerja terkait keselamatan kerja dari Tahun 2015-2018. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis sangat tertarik menulis tentang “Perlindungan Hukum Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pekerja Di Wilayah PT.Freeport Indonesia”. Mengingat PT. Freeport Indoneisa adalah perusahaan transnasional maka sudah seharusnya memiliki standar-strandar kesehatan dan keselamatan kerja bagi perusahaan tambang.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah: Apakah Perlindungan hukum terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja di PT.Freeport Indonesia sudah terpenuhi?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum apa yang dilakukan PT.Freeport terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja.

D. Manfaat Penelitian D.1 Manfaat Teoritis

(9)

9

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah bagi ilmu pengetahuan hukum khususnya pada hukum ketenagakerjaaan dalam hal ini tenaga kerja atau buruh di PT. Freeport Indonesia.

D.2 Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperjelas perlindungan hukum terhadap hak-hak tenaga kerja atau buruh sehubungan dengan keselamatan kerja yang menjadi tanggungjawab PT. Freeport Indonesia.

E. Metode Penelitian E.1. Jenis Pendekatan

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosio-legal yakni penelitian yang dilakukan langsung dari masyarakat sebagai sumber pertama dengan melalui penelitian lapangan, penelitian hukum empiris memberikan arti penting terhadap analisis yang bersifat kualitatif dan empiris, sehingga langkah dan desain teknis penelitian tersebut mengikuti pola dari penelitian ilmu sosial khususnya ilmu

sosiologi Hukum (socio-legal research)11.

Dengan menggunakan pendekatan sosio-legal penulis mencoba untuk mendapatkan dasar hukum tentang perlindungan hukum yang dilakukan oleh PT. Freeport Indonesia melindungi hak-hak pekerja atau buruh terkait dengan keselamatan kerja di perusahaan tersebut.

E.2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk meneliti dan menemukan informasi sebanyak-sebanyaknya

(10)

10

dari suatu fenomena.12 Dalam kaitanya dengan penelitian ini fenomena yang

hendak digambarkan secara lengkap adalah bagaimana PT. Freeport Indonesia melakukan pelindungan hukum terhadap hak-hak pekerja atau buruh terkait dengan keselamatan kerja sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

E.3. Jenis Data

a. Bahan Hukum Primer

Bahan hukum Primer adalah bahan hukum utama dalam menganalisis topik terkait dengan hukum ketenagakerjaan dalam rangka perlindungan tenaga kerja atau buruh sehubungan dengan keselamatan kerja di PT. Freeport Indonesia yakni :

1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketanagakerjaan

2) Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral No. 26 Tahun 2018 Pelaksanaan Kaidah Pertambangan Yang Baik Dan Pengawasan Pertambangan Mineral Dan Batubara

3) Pedoman Hubungan Industrial 2015-2017 dalam Pedoman Kerja Bersama XIX dan Pedoman Hubungan Industrial IX PT. Freeport Indonesia

b. Bahan Hukum Sekunder

Bahan Hukum Sekunder yaitu bahan yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer seperti buku-buku literatur hukumm yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak kerja dalam rangka keselamatan kerja di PT.Freeport Indnesia

12

Hariwijaya dan Triton P.B, Pedoman Penulisan Skripsi dan Thesis, Tugu Publisher, Yogyakarta, 2005, hal 22.

(11)

11

E.4. Tehnik Pengumpulan Data

Tehnik yang dilakukan yakni dengan cara yakni Pertama : mencari subjek yang akan di teliti yakni :

a. Pekerja/ Serikat Pekerja

b. Staf Divisi HRD PT.Freeport Indonesia

Kedua menyiapakan pertanyaan yang berkaitan keperluan topik ini Ketiga melakukan interview atau wawancara Keempat : membuat verbatim ataupun rangkuman wawancara untuk dijadikan data penelitian yang siap untuk di analisis.

F. Sistematika Penulisan

Sistematika Penulisan Skripsi dengan judul “Upaya Perlindungan Hukum

Terhadap Keselamatan Tenaga Kerja Di Wilayah PT.Freeport Indonesia” yakni: Pertama dalam bab ini menguraikan berkaitan dengan Latar Belakang, Rumusan

Masalah, Tujuan, Manfaat, Metode Penelitian, Sistematika Penulisan dan Daftar Bacaan. Kedua dalam bab ini berisikan tinjaun pustaka terkait perlindungan hukum terhadap hak-hak pekerja sehubungan dengan keselamatan kerja. Ketiga bab ini berisikan hasil penelitian dan analisis terkait perlindungan hukum terhadap hak-hak pekerja sehubungan dengan keselamatan kerja di PT. Freeport Indonesia. Keempat bab penutup yang berisikan kesimpulan dan saran dari penulisan.

(12)

Figur

Memperbarui...

Related subjects :