SISTEM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN NEGARA

31  Download (0)

Full text

(1)

SISTEM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN NEGARA

Plt. Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan

Disampaikan dalam Workshop Nasional

(2)

KERANGKA PAPARAN

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN

NEGARA

SINERGI PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN

PERBATASAN NEGARA

HASIL EVALUASI USULAN DAERAH UNTUK PEMBANGUNAN

PERBATASAN NEGARA TAHUN 2017

UPAYA PENYELARASAN PROSES PERENCANAAN

PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN NEGARA

(3)

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

(4)

LANDASAN KEBIJAKAN

PEMBANGUNAN PERBATASAN NEGARA

KARAKTERISTIK DAN PERMASALAHAN

KEBIJAKAN

KOORDINASI ANTAR K/L; ANTARA PUSAT DAN DAERAH

Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional/

RTRWN (PP 26/ 2008)

Penataan Ruang (UU 26/ 2007)

Pemerintah Daerah (UU 23/ 2014)

RPJPN 2005-2025 RPJMN 2015-2019

RKP

• Arah kebijakan • Pendekat an • Sasaran • Kebijakan • Kegiatan Pokok • Prioritas • Pengarusu tamaan WILAYAH NEGARA (UU NO 43/2008) BNPP (PERPRES 12/2010) PERBATASAN SEBAGAI HALAMAN DEPAN NEGARA 4

(5)

KAWASAN PERBATASAN NEGARA

SEBAGAI HALAMAN DEPAN NEGARA

• Pemerintah Pusat memiliki mandat “kewenangan” dan

“kewajiban” untuk membangun kawasan perbatasan negara,

sebagaimana Pasal 361 (ayat 2, 3, 7) UU 23/2014 tentang

Pemerintah Daerah.

• Pemerintah pusat memiliki kemampuan untuk berkoordinasi

dan bekerja sama dengan:

– Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota

– Pemerintah negara sahabat yang wilayahnya berbatasan langsung

dengan wilayah NKRI

• Pengelolaan Kawasan Perbatasan Negara perlu dilakukan

dengan semangat kebersamaan dan kerjasama antara:

– Pemerintah Pusat,

– Pemerintah Daerah (provinsi dan kabupaten/kota), dan

– Pemerintah Negara Sahabat

(6)

KEBIJAKAN RKP TAHUN 2017

HOLISTIK

TEMATIK

INTEGRATIF

SPASIAL

“MEMBANGUN KAWASAN PERBATASAN SEBAGAI

HALAMAN DEPAN NEGARA”

RKP

2017

(7)

PENDEKATAN PEMBANGUNAN :

HOLISTIK, TEMATIK DAN TERINTEGRASI

KAWASAN PERBATASAN

Holistik - Tematik:

Untuk mencapai sasaran prioritas nasional sasaran Isolasi

Lokpri/kabupaten perbatasan negara, perlu koordinasi multi kementerian, yaitu antara lain Settap BNPP, Kemen ATR, dan Kemen KLH, Kementan PUPR, Kemenhub, Kominfo, Kemen ESDM, Kemen, Pemerintah Daerah, dll.

Integratif:

Pencapaian sasaran mengatasi isolasi Lokpri/kabupaten perlu dilakukan secara terintegrasi melalui peningkatan jalan (strategis nasional, paralel, non status/strategis daerah); transportasi laut/udara, pengadaan ketenagalistrikan dan EBT; kuota BBM, pengadaan akses informasi dan telekomunikasi, dan seterusnya (kombinasi berbagai program/kegiatan).

Spasial:

Pembangunan akses pembuka isolasi, harus mempertimbangkan karakteristik lokasi lokpri/kabupaten perbatasan, misal kepulauan atau daratan, jika daratan kebutuhan dominan adalah jalan yang fungsional hingga membuka desa; sedangkan jika kepulauan maka kebutuhan akses adalah transportasi laut dan/atau udara.

Pembangunan Pusat Pertumbuhan/PKSN Perbatasan, harus mempertimbangkan lokasi

PKSN, berdekatan dengan PLBN, terintegrasi dengan jalan/bandara/pelabuhan, gudang, pasar, kawasan industri pengolahan, dan lain-lain.

(8)

SINERGI PERENCANAAN PEMBANGUNAN

KAWASAN PERBATASAN NEGARA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

(9)

ESENSI PERENCANAAN PERBATASAN

• Menimbang potensi sumber daya yang akan dikelola,

dan keterbatasan infrastruktur perbatasan,

• Menimbang ketersediaan APBN dan APBD,

• Upaya Pemihakan/Afirmasi dan Kebutuhan asimetris

• Menentukan prioritas :

– Mempertimbangkan tingkat kemendesakan

– mempertimbangkan rentang waktu,

(10)

KARAKTERISTIK PERENCANAAN

PEMBANGUNAN PERBATASAN NEGARA

1. Kebijakan pembangunan perbatasan difokuskan ke

Lokpri, sebagai wilayah pinggiran negara.

2. Pemda memahami pembangunan Lokpri perbatasan

menjadi kewajiban/kewenangan Pemerintah Pusat (UU

23/2014).

3. Yang mengetahui karakter kabutuhan dan arah

pengembangan Lokpri perbatasan adalah Pemda dan

Settap BNPP, sementara K/L memerlukan input

informasi yang konkrit.

4. K/L mensyaratkan usulan dilakukan oleh daerah

(kabupaten/kota, provinsi) melalui e-planning.

(11)

KARAKTERISTIK PERENCANAAN

PEMBANGUNAN PERBATASAN NEGARA

5. K/L agar memberikan kuota target/sasaran, anggaran

ke Lokpri (kecamatan terluar perbatasan) sebagai

afirmasi, serta antisipasi pemberian program/kegiatan

dan regulasi khusus (asimetris) yang diperlukan.

6. BNPP memberikan dorongan agar Badan Pengelola

Perbatasan Daerah, intensif memberikan input ke

SKPD, Bappeda, Bupati/Walikota mengenai kebutuhan

Lokpri Perbatasan.

(12)

RKA K/L

RENCANA AKSI TAHUNAN

Kegiatan dan alokasi Anggaran oleh K/L dan Pemerintah Daerah Setiap Tahun

RENCANA INDUK NASIONAL

PENGELOLAAN PERBATASAN 2015-2019

Kebijakan, Strategi, Sasaran, Target Outcome, Agenda Program, Rencana

Kebutuhan Anggaran, dan Lokus Prioritas RPJMN 2015-2019 RKP TAHUNAN RPJP 2005-2025

GRAND DESIGN PENGELOLAAN

PERBATASAN 2011-2025

Desain Pengelolaan Batas Wilayah dan Kawasan Perbatasan RTRWN RTR KSN PERBATASAN RENSTRA BNPP dan RENSTRA K/L 2015-2019 Renja K/L Jk panjang Jk menengah Tahunan

UPAYA PENYELARASAN DOKUMEN PERENCANAAN

DALAM PEMBANGUNAN PERBATASAN

Tahun 2017 & 2018 ?

(13)

MEKANISME PENYELARASAN PROSES PERENCANAAN

PEMBANGUNAN PERBATASAN NEGARA 2017

RANCANGAN AWAL RENCANA AKSI 2017 Dikonsultasikan/K onsolidasikan dengan Kab/Ko dan Provinsi RENCANA INDUK 2015-2019 RPJMN 2015-2019 Diturunkan dari Data Kebutuhan Perbatasan di Daerah Terkonsolidasi Untuk dimasukkan dalam UKPPD Dikonsolidasikan/ Dikoordinasikan dengan K/L anggota BNPP dan K/L terkait Masukan Rancangan Awal Renja K/L Untuk dimasukkan dalam BAHAN MUSRENBANGNAS MUSRENBANGNAS 2016

FINAL RENCANA RENJA RKP 2017

1

2

4

3

5

2

4

3

6

8

7

JARING ASMARA RTR, RDTR PERBATASAN

(14)

HASIL EVALUASI USULAN DAERAH UNTUK

PEMBANGUNAN PERBATASAN NEGARA TAHUN 2017

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

(15)

Mewujudkan halaman depan negara sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga 1. Pembangunan 10 PKSN sebagai Pusat Pengembangan Perbatasan Negara 2. Membuka isolasi Lokpri, peningkatan sarpras, peningkatan SDM dan penguatan sosial ekonomi serta penyediaan air baku. 3. Pembangunan PLBN Terpadu. 4. Pengamanan

sumber daya dan batas wilayah darat, laut dan

udara. 5. Peningkatan kualitas diplomasi, kerja sama sosial -ekonomi. •Setap BNPP •Kemenhub; •Kemen PUPR; •Kemen KP; •Kemen Perdagangan •Kemen Sos •Kementerian Desa PDTT •Kemen KUKM •Kemen Perindustrian •Kemen Pertanian •Kementerian ATR/BPN •BNPB •Kementerian Keuangan •BIG •Setap BNPP •Kemen PUPR; •Kemenhub; •Kemen ESDM; •Kemenkominfo; •Kemen Perdagangan; •Kemen PPA •Kemendagri •Kemen KUKM; •Kemedikbud; •Kementerian Agama; •Kemen Naker •Kemenkes; •BNPB •Kementeria Desa PDTT •Setap BNPP; •Kemen PUPR; •Kemen Keuangan; •Kemen ESDM

•Kemen Hukum dan Ham •Setap BNPP •Kemen Pertahanan •Kementerian Kominfo •Kemen KP •LSN •Bakamla •Setap BNPP; •Kemen Dalam Negeri; •Kemen Luar Negeri •BIG •Kemen Kominfo •TVRI, RRI •Kemen BUMN •PT. PLN 1 2 3 4 5

PROGRAM PRIORITAS

(16)

PROGRAM PRIORITAS 1

0 5 10 15 20 25 Provinsi Aceh Provinsi Sumatera Utara Provinsi Kalimantan Barat Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Utara Provinsi Kepulauan Riau Provinsi Maluku Provinsi Maluku Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Provinsi Papua Provinsi Riau Provinsi Sulawesi Utara Provinsi Papua Barat

Pembangunan 10 PKSN sebagai Pusat Pengembangan Perbatasan Negara

Belum Ada Kesepakatan Belum Dibahas Disetujui Ditolak

16

• Pada Program Prioritas Nasional Pembangunan 10 PKSN terdapat dua Provinsi yang tidak mengusulkan program di dalamnya, yaitu Sumatera Utara dan Papua Barat.

• Provinsi Kepulauan Riau memiliki usulan program yang paling banyak disetujui, dan beberapa ditolak

karena Provinsi tersebut memiliki usulan paling banyak. Usulan yang ditolak terkait usulan kegiatan yang

tidak sesuai dengan kegiatan prioritas Kementerian untuk tahun 2017.

(17)

PROGRAM PRIORITAS 2

0 50 100 150 200 250

Provinsi Aceh Provinsi Kalimantan Barat Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Utara Provinsi Kepulauan Riau Provinsi Maluku Provinsi Maluku Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Provinsi Papua

Provinsi Riau Provinsi Sulawesi Utara Provinsi Sumatera Utara Provinsi Papua Barat

Membuka Isolasi Lokpri, Peningkatan Sarpras Peningkatan SDM, dan Ekonomi Perbatasan

Belum Ada Kesepakatan Belum Dibahas Disetujui Ditolak

• Pada Program Prioritas Nasional ke -2 banyak usulan yang belum dibahas. Usulan kegiatan yang belum dibahas diantaranya adalah usulan pembangunan jalan. Usulan jalan per satuan ruas sangat banyak di Program Prioritas ke dua sehingga menyulitkan untuk dibahas. Selain itu beberapa usulan sudah

(18)

PROGRAM PRIORITAS 3

0 5 10 15 20 25 Provinsi Aceh Provinsi Kalimantan Barat Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Utara Provinsi Kepulauan Riau Provinsi Maluku Provinsi Maluku Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Provinsi Papua Provinsi Riau Provinsi Sulawesi Utara Provinsi Sumatera Utara Provinsi Papua Barat Pengembangan PLBN Terpadu

Belum Ada Kesepakatan Belum Dibahas Disetujui Ditolak

18

• Pada Program Prioritas Nasional (PPN) ke - 3 tidak banyak usulan yang dibahas karena prioritas ini berkaitan erat dengan pelaksanaan Inpres No. 6/2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 PLBN. Hal tersebut dikarenakan Pembangunan PLBN Terpadu merupakan kewenangan pusat. Selain itu pembahasan

(19)

PROGRAM PRIORITAS 4

0 1 2 3 4 5 6 Provinsi Aceh Provinsi Kalimantan Barat Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Utara Provinsi Kepulauan Riau Provinsi Maluku Provinsi Maluku Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Provinsi Papua Provinsi Riau Provinsi Sulawesi Utara Provinsi Sumatera Utara Provinsi Papua Barat

Pengamanan Sumber Daya dan Batas wilayah Darat, Laut, dan Udara

Belum Ada Kesepakatan Belum Dibahas Disetujui Ditolak

• Pada Program Prioritas Nasional ke- 4 tidak banyak usulan yang dibahas karena merupakan kegiatan Pemerintah Pusat. Hal tersebut dikarenakan Program/Kegiatan K/L seputar Pengamanan Sumber Daya dan Batas wilayah Darat, Laut, dan Udara merupakan kewenangan pusat. Selain itu pembahasan lebih

(20)

PROGRAM PRIORITAS 5

0 1 2 3 4 5 6 7 Provinsi Aceh Provinsi Kalimantan Barat Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Utara Provinsi Kepulauan Riau Provinsi Maluku Provinsi Maluku Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Provinsi Papua Provinsi Riau Provinsi Sulawesi Utara Provinsi Sumatera Utara Provinsi Papua Barat

Peningkatan Kualitas Diplomasi, Kerja Sama Lintas Batas Negara

Belum Ada Kesepakatan Belum Dibahas Disetujui Ditolak

20

• Pada Program Prioritas Nasional (PPN) ke-5 tidak banyak usulan yang dibahas karena merupakan kegiatan Pemerintah Pusat. Hal tersebut dikarenakan Program/Kegiatan K/L seputar Peningkatan Kualitas

Diplomasi, Kerja Sama Lintas Batas Negara merupakan kewenangan pusat. Selain itu pembahasan lebih

(21)

USULAN KEGIATAN DAERAH TAHUN 2017

300 144.369 1.500 34.900470.876 990.105 25.900 50.769478.470158.333594.17121.447 1.587 17.322.044 3.264 139.840 4.511.796 27.300 37.500127.50892.050 3.500 2.263.715 0 2.000.000 4.000.000 6.000.000 8.000.000 10.000.000 12.000.000 14.000.000 16.000.000 18.000.000 20.000.000

JUMLAH DANA DIAJUKAN DALAM USULAN PER K/L (DALAM JUTA RUPIAH)

(22)

UPAYA PENYELARASAN PROSES PERENCANAAN

PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN NEGARA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

(23)

1. Esensi penyusunan Rencana Aksi adalah untuk memberi masukan

RKP/ danmengarahkan Renja KL /SKPD Tahun 2018, sehingga

harus disusun sebelum proses penyusunan Renja KL/SKPD dan

RKP/D.

2. Proses penyusunan Renja KL/SKPD dan RKP/D 2018 dimulai

dengan Musrenbang pada tahun 2017. Untuk itu Rancangan Awal

Renaksi 2018 harus disusun sebelum proses rangkaian

Musrenbang nasional tahun 2017 dimulai.

3. Mempertimbangkan hal tersebut maka

Rancangan Awal Rencana

Aksi 2018

harus disusun pada

tahun 2016 (Agustus-Desember)

untuk masukan materi Musrenbangnas 2017.

4. Renaksi yang disusun untuk tahun 2017 agar terus dikawal oleh

Sektapi BNPP terhadap K/L-K/L hingga Renja K/L dan RKA K/L

PENYUSUNAN RENCANA AKSI

(24)

2018

2015

2016

2017

Des Penyusunan Rancangan Renaksi 2017 Jun Pagu Anggaran 2017 Nov Pagu Definitif 2017 Pembahasan dengan DPR Des Rancangan Akhir Renaksi 2018* Jan Mar RATEK K/L Apr Musrenbangnas 2017 Mei Penetapan RKP 2018 RENAKSI T.A 2018 :

• Dijadikan sebagaimasukan dalam penyusunan RKP 2018 dan Musrenbangnas 2017; • Dijadikan masukan K/L teknis dalam penyusunandraft Renja K/L,

• Perpres Renaksi dan hasil Musrenbang dijadikan pegangan dalam pembahasan dengan DPR agar lebih fokus dan konsisten terhadap proses pembahasan

teknokratis dan bottom up.

AGENDA PEMBAHASAN RENCANA AKSI TAHUN 2018

(25)

PENYUSUNAN RENCANA AKSI DIMULAI

PADA TAHUN-2

BNPP menyusun Rancangan Awal Renaksi melakukan koordinasi dengan K/L Finalisasi Rancangan Renaksi JUNI (M2-3) JUNI (M3) SEPTEMBER (M1-4) NOVEMBER (M1) s/d DESEMBER (M1) Masukan Renaksi terbentuk di tiap daerah JANUARI 2017 Jadwal Penyusunan; Mekanisme; Format RENAKSI MULAI DISUSUN TAHUN 2016 (T-2) JULI (M3-4) AGUSTUS (M1-4) Bappenas membuat kisi-kisi penyusunan Renaksi, format &

mekanisme perencanaan Konsolidasi bersama BNPP Penyusunan Kerangka Renaksi 2018 oleh BNPP Penyampaian format Renaksi kepada pemerintah provinsi & kabupaten Masukan Ratek dengan K/L terkait Konsolidasi penyusunan Renaksi dengan pemerintah provinsi & kabupaten

(per Wiayah)

Konsolidasi dengan

(26)

TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA AKSI

(AGENDA RINCI SEKTAP BNPP)

Rapat Penyusunan dan perumusan awal Renaksi (internal Keasdepan) Bahan Awal Renaksi (2 Th. berikutnya) Forum Penyusunan dan perumusan Renaksi Keasdepan Rancangan Awal Renaksi Keasdepan

Forum Penyusunan dan perumusan Renaksi Kedeputian Rancangan Renaksi Kedeputian (M II Sep T-2) Pelaporan Hasil Rancangan Renaksi Kedeputian Rancangan Renaksi Kedeputian (M II Nov T-2)

Rapat Persiapan Rancangan Renaksi Antarlintas Kedeputian (Internal BNPP) Catatan Kompilasi Rancangan Renaksi Kedeputian Forum Harmonisasi dan

Sinkronisasi Rancangan Renaksi BNPP Bahan Rakorbangtas

Rancangan Renaksi BNPP (M III Nov T-2) Forum Rakorbangtas Nasional

Rancangan Final Renaksi BNPP (M I Des T-2) Penyampaian Rancangan Final Renaksi BNPP (Tindaklanjut Rakorbangtas Nasional)

Surat Kepala BNPP dan Lampiran Dok. Rancangan Final Renaksi

BNPP (M II Des T-2)

Menteri/Kepala LPNK anggota BNPP dan Non Anggota BNPP

terkait Gubernur Provinsi Kws.Perbatasan Negara dan

Bupati/Walikota (melalui Surat Gubernur , M IV Des T-2)

Persiapan Forum Pra Ratek/Ratek K/L Anggota dan

Non Anggota BNPP terkait.

Persiapan Forum UPPD Prov/Kab/Kota/Kec./Desa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 26

(27)
(28)

28

PRIORITAS NASIONAL

PROGRAM

NASIONAL KEGIATAN NASIONAL KETERANGAN

KONDISI EXISTING SASARAN (Mengacu Rinduk BNPP) IMPLEMENTASI 2016 Renaksi 2017 KONSEP Renaksi 2018 LOKASI KEWENANGAN KEMENTERIAN/L

EMBAGA PROVINSI KABUPATEN

PEMBANGUNAN DAERAH PERBATASAN Pembangunan 10 PKSN sebagai Pusat Pengembangan Perbatasan Negara 1.1 Pembangunan sarana dan prasarana di kota pusat pertumbuhan Pembangunan Jalan Pararel Perbatasan

112 Km 150 Km .... Km ... Km ... Km Kecamatan ... Kemen PUPR .... Km ... Km ... Km V .... Km ... Km ... Km V Pembangunan Jalan Strategis Daerah (Non Status) 109 Km 210 Km .... Km .... Km .... Km Kemen PUPR .... Km .... Km .... Km V .... Km .... Km .... Km V Pembangunan Bandara Perintis 2 Bandara - .... Bandara .... Bandara Kemen PUPR .... Bandara .... Bandara V V Kabupaten: XXX

TABEL KEBUTUHAN

PROGRAM/KEGIATAN = RENAKSI BNPP

Keterangan:

• Kondisi eksisting merupakan kondisi riil yang ada di lapangan sampai dengan tahun terakhir sebagai baseline.

• Kolom kebutuhan mengacu kepada dokumen Rinduk BNPP dan diharapkan dapat menunjukkan SPM dalam suatu Kmg tertentu • Kolom Implementasi merupakan upaya pemenuhan kebutuhan pada tahun berjalan

• Kolom RENAKSI 2017, 2018 sebagai rencana pemenuhan kebutuhan di tahun tersebut

• Kolom Lokasi menunjukkan kecamatan prioritas, sehingga terlihat sinkronisasi dalam mendukung kegiatan lainnya, contohnya untuk mendukung pembangunan Puskesmas di Kecamatan xxx, diperlukan pembangunan jalan dan PLTS di lokasi yang sama

• Kewenangan program merupakan kolom yang menunjukkan Stakeholder terkait yang akan melakukan intervensi terhadap jalannya program kegiatan yang diusulkan.

(29)

NO RenaksiButir Penjelasan

1

PENGUATAN PERAN

PROVINSI

1. Diperlukan penguatan peran Pemerintah provinsi dalam dalam mengawal penyusunan dan mensingkronisasi RENAKSI Kawasan Perbatasan yang berada di wilayahnya

2. Upaya penguatan peran sinkronisasi oleh Pemerintah Provinsi didukung dengan lembar pengesahan rencana pembangunan perbatasan di wilayahnya 2 PEMBAGIAN PERAN ASDEP dalam BNPP

1. Keasdepan BNPP memberi masukan terhadap kebutuhan program prioritas per wilayah yang disusun berdasarkan hasil koordinasi dan kunjungan lapangan di daerah

2. Biro Perencanaan melakukan memastikan penyusunan Renaksi dilaksanakan pada T-2 bersama para Asdep

3. Biro Perencanaan dan para Asdep melakukan verifikasi korelasi

usulan pemda dengan nomenklatur Renja K/L, sehingga output dari Renaksi dapat digunakan sebagai masukan bagi penyusunan RKP 2018 dan masukan bagi penyusunan APBD dan pengisian aplikasi

(30)

1. Apa kebutuhan regulasi dan/atau program/kegiatan yang

asimetris di perbatasan masing-masing wilayah ?

2. Apa program/kegiatan prioritas yang sesuai dengan

kebutuhan perbatasan yang memerlukan

afirmasi/pemihakan?

3. Bagaimana memperkuat koordinasi perencanaan

perbatasan:

a. Antara Badan Pengelola Perbatasan (BPP)

Kabupaten/Kota dengan SKPD Kabupaten;

b. Antara BPP Provinsi dengan SKPD Provinsi;

c. Antara BPP dengan Bappeda.

KERANGKA DISKUSI

(31)

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in