• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Limbah Serbuk Besi sebagai Bahan Campuran Penstabil Tanah (Soil Stabilizer) pada Tanah Liat (Clay)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemanfaatan Limbah Serbuk Besi sebagai Bahan Campuran Penstabil Tanah (Soil Stabilizer) pada Tanah Liat (Clay)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Di daerah pedesaan atau perkebunan pada umumnya jalan-jalan masih tanah dasar (subgrade), sehingga jika hujan datang, maka jalan itu akan licin, becek bahkan terjadi kubangan lumpur karena dasar tanah yang belum keras, sehingga akan sangat mengganggu akses pengangkutan hasil-hasil pertanian masyarakat atau hasil-hasil perkebunan. Tanah dasar merupakan bagian yang sangat penting dalam kontruksi suatu jalan yang mendukung semua beban di atasnya. Tanah dasar juga menentukan mahal tidaknya pembangunan jalan, karena kekuatan tanah dasar menentukan tebal atau tipisnya pengerasan diatasnya.

Jika tanah dasar untuk lapisan perkerasan jalan memiliki daya dukung yang buruk seperti halnya pada tanah lempung expansif, maka akan mengakibatkan kontruksi perkerasan jalan mudah rusak akibat dari proses kembang susut yang berulang setiap perubahan musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya (Palar, dkk, 2013). Oleh karena itu dibutuhkan suatu pemecahan masalah untuk pengerasan jalan tanah dasar sehingga tanah akan menjadi lebih stabil dan tidak rusak.

(2)

Penggunaan serbuk Polivinil klorida (PVC) juga salah satu penambahan zat dalam penstabil tanah karena PVC merupakan hasil dari polimerisasi monomer vinil klorida dengan batuan katalis. (Desnelli, Miksusanti, 2010). Penggunaan serat (fiber) PP dalam menstabilkan tanah juga sudah dilakukan, seperti penelitian yang dilakukan oleh White, D.J, dkk (2013) yang menggunakan serat PP untuk menstabilkan tanah mempertahankan nilai CBR tanah > 100 dibandingkan nilai CBR pada lapisan dasar yang tidak menggunakan serat (fiber) PP. Cai, Y, dkk (2006) juga melakukan penelitian dengan menggunakan kapur yang dicampur dengan serat PP dengan persentase serat PP 0,05% ; 0,15% dan 0,25% dan persentase kapur 2%, 5%, dan 8% dari berat tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase dari serat PP menyebabkan peningkatan kuat tekan tanah dan potensi penyusutan.

Penelitian yang pernah dilakukan juga ada yang memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan campuran bahan penstabil tanah, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Ariyani, dkk (2007) dimana campuran abu sekam padi dengan kapur dapat menaikkan nilai CBR pada tanah asli yang direndam sebesar 23,66%, pada komposisi campuran kapur sebanyak 6% dan abu sekam padi sebanyak 4%, sehingga dapat dikatakan tanah semakin baik dengan penambahan abu sekam padi dan kapur yang dapat dijadikan sebagai bahan lapisan tanah dasar (subgrade), terutama jika digunakan sebagai bahan lapisan tanah dasar timbunan. Berdasarkan penelitian, bahwa untuk memaksimumkan penambahan abu sekam padi sebagai bahan aditif dalam pembuatan semen PCC adalah 4% (Kasih, dkk, 2012). Penelitian tentang pemanfaatan limbah serbuk besi menjadi bahan campuran pada tanah liat (clay) menunjukkan bahwa penambahan limbah serbuk besi menurunkan indeks plastisitas tanah, batas cair dan batas plastis (Barazesh, dkk, 2013).

(3)

Banyak industri-industri di Indonesia yang mengolah bahan-bahan logam terutama baja menghasilkan limbah serbuk besi. Limbah serbuk besi merupakan limbah berbahaya, dimana limbah tersebut adalah berupa serbuk besi yang mengandung banyak oksida logam yang dapat menimbulkan pencemaran. Limbah bahan berbahaya dan beracun, disingkat dengan B3 adalah sisa hasil usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain (PP No. 18, 1999). Oleh karena itu dibutuhkan pengelolan limbah serbuk besi yang dapat dimanfaatkan dan berguna bagi masyarakat.

Dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan, maka penelitian ini dilakukan dengan penambahan limbah serbuk besi sebagai bahan campuran penstabil tanah yang terdiri dari semen Portland tipe I, serbuk PVC dan serat Polipropilena.

1.2.Perumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimanakah karakteristik dari tanah liat (clay) dan bahan-bahan penstabil tanah (soil stabilizer)?

2. Bagaimanakah pengaruh penambahan limbah serbuk besi (LSB) terhadap strukturmikro bahan penstabil tanah (soil stabilizer)?

3. Bagaimanakah pengaruh penambahan limbah serbuk besi (LSB) pada penstabil tanah (soil stabilizer) terhadap struktur mikro tanah liat (clay)? 4. Apakah penambahan limbah serbuk besi (LSB) pada bahan penstabil tanah

(4)

1.3.Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi pada :

1. Tanah yang digunakan sebagai objek penstabil tanah (soil stabilizer) merupakan tanah liat (clay).

2. Bahan Penstabil tanah (soil stabilizer) yang digunakan terdiri dari semen portland tipe I, polivinil clorida (PVC) dan serat polipropilena (PP). 3. Mengunakan Limbah serbuk besi (LSB) sebagai bahan campuran pada

bahan penstabil tanah (soil stabilizer) dengan variasi campuran 0%, 1%, 3%, 5% dan 7%.

4. Pengujian sifat fisik tanah liat (clay) murni meliputi:(1) pengujian batas-batas atterberg, (2) berat jenis tanah (spesific gravity), (3) permeabilitas tanah (permeability).

5. Pengujian dengan menggunakan Uji Mekanik Pemadatan tanah (compaction) dan uji daya dukung tanah (CBR Laboratorium), karakterisasi struktur mikro dengan menggunakan XRD dan SEM.

6. Pengujian porositas tanah liat (clay) yang telah dicampur dengan bahan penstabil tanah (soil stabilizer) dan limbah serbuk besi (LSB).

1.4.Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui karakteristik dari tanah liat (clay) dan bahan-bahan penstabil tanah (soil stabilizer).

2. Untuk mengetahui struktur mikro bahan penstabil tanah (soil stabilizer) yang ditambah dengan limbah serbuk besi (LSB).

3. Untuk mengetahui struktur mikro tanah liat (clay) yang dicampur dengan bahan penstabil tanah (soil stabilizer) dan limbah serbuk besi (LSB).

(5)

1.5.Manfaat Penelitian

Adapun beberapa manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Memberi informasi tentang karakteristik dari penstabil tanah (soil stabilizer) yang dicampur dengan limbah serbuk besi.

2. Memberikan informasi tentang bahan yang dapat mengurangi kerusakan jalan pada tanah dasar dan memberi kekuatan pada lapisan dasar pada jalan terutama di daerah pedesaan dan perkebunan.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil produksi besi akan diperoleh limbah akhir pembuangan, limbah ini berupa serbuk besi yang tidak dapat diolah kembali dan dicoba untuk memanfaatkan limbah

penggunaan limbah serbuk besi dengan variasi kadar yang berbeda sebagai bahan. campuran aspal panas jenis AC-WC dapat memenuhi persyaratan terhadap

Dengan penelitian ini diharapkan serbuk gergaji yang terbuang dari limbah pabrik kayu dapat bermanfaat bagi nelayan tradisional sebagai bahan campuran polyurethane

Akan tetapi untuk mengurangi berat bataco dapat di berikan bahan campuran sebagai pengganti agregat halus (pasir), di sini peneliti memanfaatkan limbah gergaji (serbuk

Program Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah perusahaan agroindustri tebu berupa blotong sebagai bahan campuran membuat batako rumah agar dapat

Penelitian ini memanfaatkan dari salah satu sifat termoplastik yaitu dapat didaur ulang, dengan cara menjadikan sampah plastik sebagai bahan campuran alternatif dalam

Kesimpulan penelitian penggunaan limbah biji karet sebagai variasi bahan campuran

Pemanfaatan limbah serbuk besi sebagai agregat halus dapat meningkatkan nilai karakteristik Marshall campuran aspal