BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang telah diperoleh. Dari berbagai gejala yang muncul selama proses analisis,

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada bagian ini dilakukan analisis dan kajian lebih lanjut terhadap data yang telah diperoleh. Dari berbagai gejala yang muncul selama proses analisis, ditemukan karakteristik dari data yang diteliti yang mengacu kepada tujuan penelitian. Untuk dapat menemukan kesimpulan yang relevan dengan tujuan penelitian, maka hasil penelitian ini dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu struktur data, analisis data, dan temuan penelitian.

1. Struktur Data

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, data pada penelitian ini berasal dari dokumen soal-soal kimia Cambridge International Examination (CIE) level International General Certificate of Secondary Education (IGCSE) tahun 2003 sampai 2007 pokok bahasan termokimia.

Langkah pertama yang dilakukan setelah data terkumpul adalah menerjemahkan butir soal ke dalam bahasa Indonesia untuk kemudian divalidasi. Dari butir soal tervalidasi kemudian dibuat kunci jawaban soal. Selanjutnya dilakukan pengelompokkan berdasarkan taksonomi Bloom dua dimensi yaitu dari domain kognitif dan domain pengetahuan yang terkandung dalam setiap butir soal tersebut. Pengelompokkan ini didasarkan pada kata yang digunakan sebagai instruksi pada soal dan langkah-langkah atau tahapan

(2)

yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut. Hasil analisis kemudian dirinci ke dalam format yang ditunjukkan pada Tabel 3.3. (hal 28).

2. Analisis Data

Setelah data dikumpulkan, selanjutnya dilakukan analisis terhadap masing-masing butir soal. Langkah analisis pada masing-masing-masing-masing butir soal ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh mengenai komponen-komponen yang terkandung dalam setiap butir soal agar dapat dibuat generalisasi jika terdapat kesamaan fenomena yang dikaji dari tiap butir soal.

2.1.Analisis Butir Soal Pilihan Ganda No. 1 (soal IGCSE tahun 2004) Manakah proses yang endoterm?

A. Menambahkan air ke dalam tembaga(II) sulfat anhidrat

B. Membakar magnesium untuk membuat oksidanya

C. Memanaskan air untuk membuat uap

D. Menetralkan keasaman dari limbah industri

Pada butir soal ini, siswa harus terlebih dahulu memahami konsep tentang reaksi endoterm dari segi definisi dan gejala yang menandakan berlangsungnya reaksi secara endoterm, kemudian diberikan beberapa contoh proses yang akan mengakibatkan perubahan materi, pemahaman siswa tentang konsep tersebut kemudian digunakan untuk memilih mana proses yang berlangsung secara endoterm dan yang bukan. Butir soal ini dikelompokkan

pada domain kognitif analisis (C4) untuk pengetahuan yang bersifat

(3)

2.2. Analisis Butir Soal Pilihan Ganda No. 2 (soal IGCSE tahun 2004) Tabel berikut membandingkan kekuatan ikatan untuk reaksi di bawah ini.

X2 + Y2 2XY

Manakah reaksi yang paling eksoterm?

Ikatan dalam X2 Ikatan dalam Y2 Ikatan dalam XY

A B C D kuat kuat lemah lemah kuat kuat lemah lemah kuat lemah kuat lemah

Pada butir soal ini, siswa terlebih dahulu harus memahami konsep kekuatan ikatan dan pengaruhnya terhadap energi ikat. Semakin kuat suatu ikatan, energi pemutusannya semakin besar begitu pula sebaliknya, semakin mudah suatu ikatan terbentuk, berarti semakin kecil energi pembentukannya. Reaksi bersifat eksoterm jika total energi pembentukan lebih besar daripada total energi pemutusan.

Konsep-konsep tersebut digunakan untuk menentukan perubahan entalpi reaksi yang menghasilkan harga yang menunjukkan bahwa reaksi tersebut bersifat paling eksoterm. Oleh karena itu butir soal ini dikelompokkan pada

(4)

2.3. Analisis Butir Soal Pilihan Ganda No. 3 (soal IGCSE tahun 2004) Pada proses manakah terjadi perubahan secara endoterm?

A. pembakaran

B. penguapan

C. penyaringan

D. penetralan

Pada butir soal ini, siswa harus terlebih dahulu memahami konsep tentang reaksi endoterm dari segi definisi dan gejala yang menandakan berlangsungnya reaksi secara endoterm, kemudian diberikan beberapa contoh proses yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam butir soal ini diperlukan ingatan siswa untuk membedakan proses yang berlangsung secara endoterm dan yang bukan, oleh karena itu butir soal ini dikelompokkan

pada domain kognitif analisis (C4) untuk pengetahuan yang bersifat

konseptual.

2.4. Analisis Butir Soal Pilihan Ganda No. 4 (soal IGCSE tahun 2005) Reaksi antara larutan P dan larutan Q adalah eksoterm.

Seorang siswa mencoba menguji pernyataan ini dengan mencampurkan dua larutan dengan volume yang sama dan mengukur perubahan suhunya.

Dua peralatan manakah yang seharusnya digunakan oleh siswa tersebut?

A. neraca dan jam tangan

B. neraca dan termometer

C. pipet dan jam tangan

(5)

Pada butir soal ini, siswa diminta untuk menentukan peralatan mana yang cocok untuk digunakan pada suatu percobaan. Sebelumnya siswa harus mempunyai kemampuan untuk menganalisis dengan menguraikan suatu percobaan penentuan kalor reaksi. Setelah dapat diuraikan tahapan percobaannya, baru kemudian siswa dapat menentukan alat yang diperlukan untuk tiap tahapan percobaan tersebut. Oleh karena itu butir soal ini

dikelompokkan pada domain kognitif analisis (C4) untuk pengetahuan yang

bersifat prosedural.

2.5. Analisis Butir Soal Pilihan Ganda No. 5 (soal IGCSE tahun 2005) Proses manakah yang bersifat endoterm?

A. pembakaran hidrogen dari air

B. kondensasi uap menjadi air

C. pelelehan es membentuk air

D. reaksi natrium dengan air

Pada butir soal ini, siswa harus terlebih dahulu memahami konsep tentang reaksi endoterm dari segi definisi dan gejala yang menandakan berlangsungnya reaksi secara endoterm. Kemudian diberikan beberapa contoh proses yang melibatkan air baik sebagai reaktan maupun sebagai produk, pemahaman siswa tentang konsep tersebut kemudian digunakan untuk membedakan proses yang berlangsung secara endoterm dan yang bukan. Oleh

karena itu butir soal ini dikelompokkan pada domain kognitif analisis (C4)

(6)

2.6. Analisis Butir Soal Pilihan Ganda No. 6 (soal IGCSE tahun 2005)

Unsur-unsur 2H dan 235U digunakan sebagai bahan bakar.

Dalam proses ini, reaksi yang terjadi adalah …..1…. dan ….2….. dioksidasi. 1 2 A B C D endoterm endoterm eksoterm eksoterm

kedua unsur tersebut hanya hidrogen kedua unsur tersebut hanya hidrogen

Pada butir soal ini, siswa terlebih dahulu harus mengetahui reaksi yang terjadi pada penggunaan kedua zat tersebut sebagai bahan bakar. Setelah diketahui persamaan reaksinya, kemudian dilakukan analisis mengenai jenis reaksinya. Selanjutnya siswa dapat menentukan ada atau tidaknya perbedaan dari jenis reaksi dan energi yang terlibat dalam proses penggunaan kedua bahan bakar tersebut. Oleh karena itu butir soal ini dikelompokkan pada

domain kognitif analisis (C4) untuk pengetahuan yang bersifat prosedural.

2.7. Analisis Butir Soal Pilihan Ganda No. 7 (soal IGCSE tahun 2007) Gambar berikut menunjukkan sebatang korek api.

Dengan menggesekkan kepala korek pada kotak korek api, reaksi kimia terjadi. Pernyataan mana yang tepat tentang reaksi kimia?

(7)

Pada butir soal ini, siswa telah memiliki pemahaman tentang konsep jenis reaksi berdasarkan pelepasan atau penyerapan energi yang dibedakan atas reaksi eksoterm yang melepaskan energi dan reaksi endoterm yang menyerap atau membutuhkan energi. Selanjutnya ditemukan salah satu contoh proses pada saat menyalakan korek api. Pada proses ini pemahaman siswa terhadap konsep tersebut diuji untuk menentukan jenis reaksi yang terjadi serta alasan mengapa proses ini dikelompokkan pada jenis reaksi tersebut. Oleh karena itu

butir soal ini dikelompokkan pada domain kognitif pemahaman (C2) untuk

pengetahuan yang bersifat konseptual.

2.8. Analisis Butir Soal Pilihan Ganda No. 8 (soal IGCSE tahun 2007) Manakah proses yang bukan eksoterm?

A. Pembakaran bahan bakar

B. Pengambilan kapur dari batu kapur

C. Peluruhan radioaktif dari 235U

D. Reaksi hidrogen dengan oksigen

Pada butir soal ini, siswa harus terlebih dahulu memahami konsep tentang reaksi eksoterm dari segi definisi dan gejala yang menandakan

Jenis reaksi Alasan A B C D Endoterm Endoterm Eksoterm Eksoterm

Karena energi digunakan untuk menyalakan korek api Karena energi dilepaskan sebagai api pada korek Karena energi digunakan untuk menyalakan korek api Karena energi dilepaskan sebagai api pada korek

(8)

berlangsungnya reaksi secara eksoterm, kemudian diberikan beberapa contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman siswa tentang konsep tersebut digunakan untuk membedakan proses yang berlangsung secara eksoterm dan yang bukan, oleh karena itu butir soal ini dikelompokkan pada

domain kognitif analisis (C4) untuk pengetahuan yang bersifat konseptual.

2.9. Analisis Butir Soal Uraian No. 1 (soal IGCSE tahun 2003) Wujud dari materi terdiri dari padat, cair, dan gas.

Diagram berikut menunjukkan bagaimana molekul tersusun dalam tiga wujud tersebut.

(a) Nyatakan nama yang diberikan untuk perubahan materi yang diberi

label A, B, dan C.

(i) A………

(ii) B………

(iii) C………

(b)Pernyataan manakah di bawah ini yang merupakan gambaran paling

tepat mengenai perpindahan molekul dalam wujud padat?

- Molekul tidak berpindah dari satu tempat ke tempat lain

- Molekul saling menggeser secara beruntun satu sama lain (pergeseran

(9)

- Molekul berpindah dengan bebas.

(c) Perubahan manakah di antara A, B, dan C yang bersifat endoterm?

Jelaskan jawaban anda.

Pada butir soal ini, untuk poin (a) diperlukan kemampuan untuk mengingat (C1) jenis-jenis perubahan fasa yang merupakan salah satu elemen

dasar dalam mempelajari tentang materi (pengetahuan faktual). Pada poin

(b), diperlukan pemahaman (C2) tentang pergerakan molekul pada kondisi

rapat, renggang dan bebas (pengetahuan konseptual). Pada poin (c)

diperlukan pemahaman (C2) mengenai konsep keterlibatan energi pada

masing-masing perubahan fasa tersebut (pengetahuan konseptual). 2.10. Analisis Butir Soal Uraian No. 2 (soal IGCSE tahun 2003)

Tiga unsur pertama periode 6 dari tabel periodik unsur adalah sesium, barium, dan lantanium.

(a) Berapa banyak kelebihan jumlah proton, elektron, dan neutron dalam

satu atom lantanium dibandingkan dengan satu atom sesium. Gunakan tabel periodik unsur untuk membantu anda.

Jumlah proton ………. Jumlah elektron ………. Jumlah neutron ……….

(b) Ketiga logam pada poin (a) tersebut dapat diperoleh dengan jalan

elektrolisis lelehan senyawa halida. Elektrolisis larutan senyawa halida tidak menghasilkan logam tersebut.

(10)

(i) Lengkapi persamaan untuk reaksi reduksi ion lantanium di elektroda negatif (katoda).

La3+ + ….. …..

(ii)Beri nama tiga produk yang dihasilkan dari elektrolisis larutan sesium

bromida.

(c) Ketiga logam pada poin (a) tersebut bereaksi dengan air dingin.

Lengkapi persamaan reaksi di bawah ini dengan menggunakan kata-kata:

Logam + air ….. + …..

(e) Reaksi logam barium dengan oksigen adalah eksoterm, menurut

persamaan reaksi: 2Ba(s) + O2(g) 2BaO(s)

(i) Berikan sebuah contoh pembentukan ikatan dalam reaksi tersebut

(ii)Jelaskan dengan menggunakan konsep pemutusan dan pembentukan

ikatan, mengapa reaksi tersebut bersifat eksoterm.

Pada butir soal ini juga mencakup beberapa domain kognitif dan jenis

pengetahuan. Pada poin (a), dilakukan penerapan (C3) terhadap konsep

penentuan jumlah elektron, proton, dan neutron dilihat dari nomor atom dan nomor massa (pengetahuan konseptual). Pada poin (b) (i) diperlukan

(d) Barium klorida adalah senyawa ion. Gambarlah sebuah diagram yang

menunjukkan rumus molekul senyawa, muatan ion-ionnya, dan berikan susunan dari elektron valensi di sekeliling ion negatif.

Distribusi elektron atom barium dimulai dari kulit K adalah 2.8.18.18.8.2 Gunakan X untuk mewakili satu elektron dari atom barium.

(11)

pemahaman (C2) mengenai persamaan reaksi khususnya untuk reaksi reduksi

dan oksidasi (pengetahuan konseptual). Jawaban poin (b) (ii) diperoleh

dengan terlebih dahulu menganalisis (C4) proses elektrolisis pada larutan

sesium bromida untuk kemudian diperoleh produk dari reaksi di katoda serta reaksi di anoda (pengetahuan prosedural). Pada poin (c) diperlukan pemahaman (C2) mengenai konsep produk yang dihasilkan jika suatu logam

direaksikan dengan air (pengetahuan konseptual). Pada poin (d) dilakukan penerapan (C3) terhadap konsep elektron valensi pada tabel periodik unsur

agar dapat menggambarkan susunan elektron pada masing-masing unsur pembentuk senyawanya (pengetahuan prosedural). Pada poin (e) (i)

diperlukan pemahaman (C2) mengenai jenis-jenis ikatan dalam suatu

senyawa (pengetahuan konseptual), sedangkan pada poin (e) (ii) dilakukan penerapan (C3) konsep pemutusan dan pembentukan ikatan untuk

menjelaskan konsep reaksi eksoterm (pengetahuan konseptual). 2.11. Analisis Butir Soal Uraian No. 3 (soal IGCSE tahun 2004)

Heksana adalah hidrokarbon berwujud cair. Sebuah percobaan digunakan untuk mengukur jumlah energi panas yang dilepaskan pada pembakaran heksana.

Massa air 100 g Suhu awal air 18°C Suhu akhir air 58°C Massa heksana yang dibakar 0,43 g

(12)

Kalor yang dilepaskan dalam kJ = massa air (g) x kenaikan suhu (°C) x 4,2 J/g°C x 10-3

a. Gunakan persamaan berikut untuk menghitung kalor yang dilepaskan

(dalam kJ) ketika 0,43 g heksana dibakar di udara.

b. Hitung massa molekul (satu mol) heksana (C6H14). Massa atom relatif

C = 12, H = 1.

c. Berapa harga mol dari 0,43 gram heksana?

d. Hitung jumlah kalor yang dilepaskan jika satu mol heksana dibakar di

udara (dalam kJ/mol)

e. Nilai akurat dari kalor yang dilepaskan adalah 4194,7 kJ/mol.

Berikan tiga alasan mengapa hasil perhitungan lebih kecil dari nilai tersebut.

Pada butir soal ini, poin (a), (b), (c), dan (d) jawaban pertanyaannya merupakan penggunaan rumus dalam stoikiometri dasar maupun dalam

stoikiometri kimia, sehingga terdapat empat kali domain penerapan (C3) yang

menggambarkan pengetahuan yang bersifat prosedural, kecuali untuk poin (e) yang melibatkan tahapan percobaan yang penentuan jenis reaksi dari

pencampuran dua jenis zat untuk selanjutnya dilakukan analisis (C4)

pengetahuan prosedural terhadap kemungkinan terjadinya kelalaian atau kekurangtelitian saat melakukan percobaan yang mengakibatkan harga perubahan entalpi yang diperoleh tidak sama persis dengan yang seharusnya.

(13)

2.12. Analisis Butir Soal Uraian No. 4 (soal IGCSE tahun 2005) Gas hidrogen dan bromida bereaksi membentuk hidrogen bromida:

H2(g) + Br2(g) 2HBr(g)

Ketika reaksi terjadi, ikatan kimia pada reaktan terputus dan ikatan baru dari produk terbentuk.

Ketika sebuah ikatan kimia terbentuk; energi dilepaskan; peristiwa ini diwakili oleh tanda negatif ( -).

a. Tulis kembali dan lengkapi data berikut dengan tanda dan harga energi

yang belum diketahui.

Energi pemutusan H-H = +436 kJ Energi pemutusan Br-Br = …190 kJ Energi pembentukan H-Br = …366 kJ Energi pembentukan 2H-Br = ……kJ

b. Hitung perubahan energi keseluruhan untuk reaksi tersebut.

c. Apakah keseluruhan reaksi eksoterm atau endoterm?

Pada butir soal ini, untuk poin (a) diperlukan pemahaman (C2) mengenai

karakteristik reaksi eksoterm (pengetahuan konseptual). Pada poin (b)

dilakukan penerapan (C3) untuk menghitung total perubahan entalpi dilihat

dari data energi ikat (pengetahuan prosedural). Pada poin (c) diambil simpulan singkat (C2) mengenai jenis reaksi dilihat dari data perubahan

(14)

2.13. Analisis Butir Soal Uraian No. 5 (soal IGCSE tahun 2005)

Pada tahun 1909, Haber menemukan bahwa nitrogen dan hidrogen akan bereaksi membentuk ammonia. Kemurnian amonia adalah 8%.

Katalis platina Suhu 600°C Tekanan 200 atm

(a) Deskripsikan bagaimana hidrogen diperoleh dalam proses yang

modern.

(b) (i) Apa katalis yang digunakan dalam proses yang modern?

(ii)Jelaskan mengapa dalam proses modern, yang menggunakan suhu lebih

rendah, diperoleh kemurnian yang lebih tinggi yaitu 15%.

(c) (i)Lengkapi poin a, b, c, dan d pada tabel berikut yang menggambarkan

pemutusan dan pembentukan ikatan dalam reaksi antara nitrogen dan hidrogen membentuk amonia.

Ikatan Perubahan energi /kJ Eksoterm atau endoterm

1 mol N N diputuskan +945 b……… 3 mol a….. … diputuskan +1308 c….…... 6 mol N – H dibentuk -2328 d……….

(d) Jelaskan, menggunakan data tersebut, mengapa reaksi bersifat

(15)

Pada butir soal ini, untuk menjawab poin (a) diperlukan ingatan (C1)

mengenai beberapa cara memperoleh hidrogen (pengetahuan faktual). Pada

poin (b) (i) diperlukan ingatan (C1) mengenai jenis katalis pada produksi

hidrogen dengan proses modern (pengetahuan faktual). Pada poin (b) (ii)

dilkukan penerapan (C3) terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi

pergeseran kesetimbangan dikaitkan dengan kondisi reaksi yang eksoterm (pengetahuan konseptual). Pada poin (c) (i), untuk dapat melengkapi tabel

tersebut diperlukan pemahaman (C2) mengenai hubungan koefisien pada

persamaan reaksi dengan jumlah mol, selain itu diperlukan juga pemahaman tentang karakteristik reaksi yang bersifat endoterm dan eksoterm (pengetahuan konseptual). Pada poin (c) (ii) diperlukan pemahaman (C2)

mengenai karakteristik reaksi eksoterm dengan menggunakan data (pengetahuan konseptual).

2.14. Analisis Butir Soal Uraian No. 6 (soal IGCSE tahun 2006)

Seorang siswa melakukan serangkaian percobaan untuk menyelidiki reaksi antara asam klorida dengan dua basa yang berbeda, larutan natrium hidroksida dan larutan amonia.

Percobaan 1

Sebanyak 25,0 mL larutan natrium hidroksida dan beberapa tetes indikator ditempatkan dalam sebuah labu. Asam klorida ditempatkan pada buret, larutan di dalam labu dititrasi hingga indikator berubah warna.

(16)

Skala buret mula-mula (mL) Skala buret akhir (mL)

Percobaan 2

Percobaan 1 diulang dengan menggunakan larutan amonia sebagai pengganti larutan natrium hidroksida.

b. Catat skala buret terbaca dari diagram berikut.

Skala buret mula-mula (mL) Skala buret akhir (mL)

Percobaan 3

Sebanyak 100 mL asam larutan asam klorida ditepatkan dalam wadah polistirena dan suhu asam diukur. Kemudian, sebanyak 100 mL larutan natrium hidroksida ditambahkan ke dalam wadah lalu campuran tersebut diaduk. Suhu maksimum yang dicapai kemudian diukur.

(17)

Suhu asam mula-mula (°C) Suhu maksimum campuran (°C)

Percobaan 4

Percobaan 3 diulang dengan menggunakan larutan amonia sebagai pengganti larutan natrium hidroksida.

d.Catat suhu dari diagram berikut.

Suhu asam mula-mula (°C) Suhu maksimum campuran (°C)

e. Beri nama indikator yang tepat yang dapat digunakan pada percobaan 1.

(ii)Apa perubahan warna yang diharapkan jika indikator tersebut

digunakan?

f. Berapa volum asam klorida yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan

(i) 25,0 mL larutan natrum hidroksida?

(18)

g. Jelaskan mengapa volum asam klorida yang dibutuhkan pada poin (f) tidak sama.

h. Berapa perubahan suhu yang terjadi pada

(i) percobaan 3? ii) percobaan 4?

i. (i) Apa jenis reaksi yang terjadi antara asam klorida dengan kedua

basa tersebut?

(ii) Berikan alasan mengapa wadah polistirena disarankan untuk

digunakan daripada wadah logam.

j. Perkirakan perubahan suhu jika percobaan 4 diulang dengan

menggunakan larutan yang memiliki konsentrasi dua kali lipat dari sebelumnya.

Butir soal ini juga mencakup beberapa domain kognitif dan jenis

pengetahuan. Pada poin (a), (b), (c), dan (d) diperlukan pemahaman (C2)

mengenai cara membaca skala buret (pengetahuan prosedural). Pada poin

(e) diperlukan ingatan (C1) mengenai beberapa jenis indikator asam-basa

beserta perubahan warnanya (pengetahuan faktual). Pada poin (f), dilakukan penerapan (C3) cara menentukan volum terpakai dari skala mula-mula dan

skala akhir yang ditunjukkan oleh buret (pengetahuan prosedural). Pada

poin (g), dilakukan analisis (C4) terhadap perbedaan karakteristik kedua basa

yang digunakan sehingga diperlukan sejumlah asam yang berbeda untuk menetralkan keduanya (pengetahuan konseptual). Pada poin (h), dilakukan penerapan (C3) cara penentuan selisih suhu dilihat dari skala awal dan akhir

(19)

(i) diperlukan ingatan (C1) mengenai jenis-jenis reaksi dilihat dari reaktannya

(pengetahuan faktual). Pada poin (i) (ii), dilakukan analisis (C4) mengenai

sifat kimia dan fisika dari asam untuk menjelaskan alasan penggunaan wadah logam tidak disarankan dalam percobaan (pengetahuan konseptual). Pada

poin (j), diperlukan pemahaman (C2) mengenai hubungan konsentrasi

terhadap suhu dalam termokimia (pengetahuan konseptual). 2.15. Analisis Butir Soal Uraian No. 7 (soal IGCSE tahun 2007)

Alkohol membentuk satu deret homolog. Empat deret yang pertama yaitu metanol, etanol, propanol, dan butanol.

Salah satu karakteristik dari deret homolog ini adalah keberagaman sifat fisik yang dapat diprediksi. Tabel di bawah ini menunjukkan harga entalpi pembakaran untuk tiga deret pertama alkohol.

Alkohol Rumus molekul Entalpi pembakaran (kJ/mol)

metanol CH3OH -730

etanol CH3-CH2-OH -1370

propanol CH3-CH2-CH2-OH -2020

butanol CH3-CH2-CH2-CH2-OH

(i) Tanda minus mengindikasikan pada tiga senyawa tersebut entalpi

produk lebih kecil dari entalpi reaktan. Apa bentuk energi yang dilepaskan oleh reaksi?

(ii) Apakah reaksi bersifat eksoterm atau endoterm?

(iii) Lengkapi persamaan reaksi untuk pembakaran sempurna dari etanol

(20)

(iv) Tentukan harga entalpi pembakaran dari butanol dengan membuat plot dari harga entalpi pembakaran tiga deret pertama alkohol terhadap jumlah atom karbon per molekul.

Entalpi pembakaran butanol = … kJ/mol

(v) Gambarkan dua karakteristik lain dari deret homolog.

Butir soal ini mengandung beberapa aktivitas domain kognitif dan beberapa jenis pengetahuan. Pada poin (i) diperlukan kemampuan untuk mengingat (C1) jenis energi yang terlibat dalam reaksi yang merupakan

elemen dasar dalam mempelajari termokimia (pengetahuan faktual). Pada

(21)

reaksi yang bersifat eksoterm atau endoterm. Konsep ini juga merupakan salah satu elemen dasar dalam mempelajari termokimia (pengetahuan faktual).

Pada poin (iii) diperlukan kemampuan untuk memahami (C2)

langkah-langkah dalam menyelesaikan persamaan reaksi (pengetahuan prosedural).

Pada poin (iv) diperlukan kemampuan untuk

mengintegrasikan/menerjemahkan (C4) tabel menjadi suatu grafik, tahap

selanjutnya yaitu melakukan ekstrapolasi terhadap kurva untuk menentukan harga entalpi pembakaran butanol (pengetahuan prosedural). Pada poin (v)

diperlukan ingatan (C1) mengenai karakteristik deret homolog yang

merupakan elemen dasar dalam mempelajari senyawa karbon (pengetahuan faktual).

3. Temuan Penelitian

Pada bagian sebelumnya telah dipaparkan mengenai dimensi kognitif dan pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing butir soal. Hasil analisis tersebut dapat disajikan dalam Tabel 4.1. berikut ini:

Tabel 4.1.

Rincian Analisis Domain Kognitif dan Domain Pengetahuan Soal-Soal Termokimia pada CIE level IGCSE

Domain Pengetahu-an Domain kognitif Ingat -an Pemaham-an Apli-kasi Anali-sis Evalua-si Kreatifi -tas Total Faktual 8 8 Konseptual 11 3 7 21 Prosedural 6 8 4 18 Kreatifitas Total 8 17 11 11 47

(22)

Dari hasil analisis data pada Tabel 4.1., ditemukan bahwa berdasarkan domain kognitifnya, soal-soal kimia pokok bahasan termokimia pada CIE

level IGCSE berada pada jenjang C1 sampai C4 dengan sebaran yang

berimbang pada jenjang C2 dan C3, namun sedikit untuk jenjang C1 dan C4.

Persentase dari masing-masing jenjang dari total butir soal dan poin-poinnya sebanyak 47 buah dituangkan dalam Tabel 4.2. berikut:

Tabel 4.2.

Persentase Domain Kognitif Soal-soal Termokimia CIE level IGCSE

Domain Kognitif Jumlah Persentase

Ingatan (C1) 8 17,02% Pemahaman (C2) 17 36,20% Penerapan (C3) 11 23,39% Analisis (C4) 11 23,39% Evaluasi (C5) 0 0% Kreatifitas (C6) 0 0%

Dari Tabel 4.2. tersebut dapat disajikan dalam diagram berikut ini:

Gambar 4.1.

Diagram Komposisi Domain Kognitif Soal-Soal Termokimia Pada CIE Level IGCSE

(23)

Dari hasil analisis data berdasarkan domain pengetahuan, pada soal-soal termokimia CIE level IGCSE hanya ditemukan domain pengetahuan faktual, konseptul, dan prosedural. Domain pengetahuan faktual mempunyai frekuensi paling sedikit dibandingkan dengan dua domain pengetahuan lainnya yang memiliki frekuensi dengan selisih yang tidak terlalu jauh. Persentase dari masing-masing domain pengetahuan dari total butir soal dan poin-poinnya sebanyak 47 buah dituangkan dalam Tabel 4.3. berikut:

Tabel 4.2.

Persentase Domain Pengetahuan Soal-soal Termokimia CIE level IGCSE

Domain Pengetahuan Jumlah Persentase

Faktual 8 17%

Konseptual 21 44,70%

Prosedural 18 38,30%

Metakognisi 0 0%

Dari Tabel 4.3. tersebut dapat disajikan dalam diagram berikut ini:

Gambar 4.2.

Diagram Komposisi Domain Pengetahuan Soal-Soal Termokimia Pada CIE Level IGCSE

(24)

Berdasarkan rincian analisis dimensi kognitif dan pengetahuan pada Tabel 4.1., ditemukan bahwa pada soal-soal kimia pokok bahasan termokimia CIE level IGCSE, butir soal dengan domain kognitif pemahaman dan memiliki domain pengetahuan yang bersifat konseptual memiliki frekuensi terbanyak. Hasil rincian tersebut dimuat dalam Tabel 4.4. berikut:

Tabel 4.4.

Persentase Gabungan Domain Kognitif dan Pengetahuan Soal-soal Termokimia CIE level IGCSE

Domain Kognitif dan Pengetahuan Jumlah Persentase

C1 dan faktual 8 17% C2 dan konseptual 11 23,40% C2 dan prosedural 6 12,80% C3 dan konseptual 3 6,38% C3 dan prosedural 8 17% C4 dan konseptual 7 14,90% C4 dan prosedural 4 8,52%

Dari Tabel 4.4. tersebut dapat disajikan dalam diagram berikut ini:

Gambar 4.3.

Diagram Komposisi Gabungan Dimensi Kognitif dan Pengetahuan Soal-Soal Termokimia Pada CIE Level IGCSE

(25)

B. Pembahasan

Berdasarkan temuan penelitian, diketahui bahwa berdasarkan domain pengetahuannya, ditemukan bahwa komposisi domain pengetahuan pada soal-soal yang dianalisis tersebut bervariasi mulai dari pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dengan persentase berturut-turut sebesar 17%; 44,7%; dan 38,3%. Sedangkan untuk komposisi domain kognitif pada

soal-soal yang dianalisis tersebut bervariasi mulai dari ingatan (C1), pemahaman

(C2), penerapan (C3), dan analisis (C4) dengan persentase masing-masing

berturut-turut sebesar 17,02%; 36,2%; 23,39%; dan 23,39%.

Dalam suatu hierarki domain kognitif, semakin tinggi jenjang kognitif maka semakin tinggi pula kemampuan berfikir yang diperlukan, begitu pula sebaliknya, semakin rendah jenjang kognitif maka semakin rendah pula kemampuan berfikir yang diperlukan. Dari pernyataan tersebut maka tiga jenjang pertama dari domain kognitif yaitu ingatan, pemahaman, dan penerapan, dapat dikelompokkan ke dalam kompetensi hasil belajar kognitif tingkat rendah (lower-order thinking), sedangkan tiga aspek berikutnya yaitu analisis, evaluasi, dan kreatifitas dapat dikelompokkan ke dalam aspek berfikir tingkat tinggi (higher-order thinking). Pada umumnya, soal-soal termokimia yang dikelompokkan ke dalam jenjang kemampuan kognitif tingkat rendah

(C1 sampai C3) selalu berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan apa, mana,

lengkapi, gambarkan, nyatakan, deskripsikan, dan berapa (hitung). Sementara itu, butir soal yang memiliki jenjang analisis seringkali berhubungan dengan kata mengapa.

(26)

Jenjang kognitif ingatan, memberi bukti bahwa siswa tidak lupa, baik dengan mengingat kembali ataupun dengan mengenali lagi beberapa gagasan atau fenomena. Dalam konsep termokimia, jenjang ingatan ini digunakan untuk menyimpan pengetahuan faktual tentang istilah-istilah diantaranya endoterm, eksoterm, energi ikat, dan beberapa zat yang biasa digunakan sebagai bahan bakar. Dengan demikian secara umum jenjang kognitif ingatan didominasi untuk pengetahuan yang bersifat faktual.

Jenjang kognitif pemahaman, menuntut siswa untuk dapat menguraikan makna dari pesan pembelajaran dan mampu mengkomunikasikannya dalam bentuk lisan, tulisan, maupun grafik. Dalam pokok bahasan termokimia, siswa dituntut untuk memahami konsep endoterm dan eksoterm serta kaitannya dengan energi pemutusan dan pembentukan ikatan. Sesuai dengan muatan inti pada kurikulum Cambridge;

“describe the meaning of exothermic and endothermic reaction” dengan materi pelengkapnya;

“describe bond breaking as endothermic and bond forming as exothermic”

Jenjang kognitif ini memiliki persentase terbesar dalam butir soal yang dianalisis. Hal ini terjadi karena konsep endoterm dan eksoterm merupakan elemen dasar dari pokok bahasan termokimia dalam kurikulum Cambridge. Dengan demikian secara umum jenjang kognitif pemahaman lebih banyak berkaitan dengan pengetahuan yang bersifat konseptual.

Jenjang kognitif penerapan menuntut siswa untuk dapat menerapkan suatu konsep, prinsip, dan metode pada suatu masalah yang kongkrit dan baru, oleh

(27)

karena itu jenjang kognitif penerapan berkaitan dengan pengetahuan yang bersifat konseptual dan prosedural. Dalam soal yang dianalisis, penerapan lebih banyak dilakukan terhadap konsep daripada terhadap suatu rumus. Hal ini disesuaikan dengan materi inti pada kurikulum Cambridge yang lebih menekankan pada peristiwa dalam kehidupan sebagai berikut;

“describe hydrogen as a fuel”

“describe radioactive isotopes, such as 235U, as a source of energy” “state the use of batteries as a convenient, portable energy source”

Adapun untuk penerapan rumus dilakukan dengan menghitung perubahan energi dari peristiwa-peristiwa tersebut.

Jenjang kognitif analisis menuntut siswa untuk merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian. Dalam soal yang dianalisis, kata ‘mengapa’ yang ditanyakan berkaitan dengan salah satu tahapan dari suatu prosedur percobaan ataupun salah satu dari beberapa konsep yang ditanyakan dalam butir soal. Selain itu siswa juga dituntut untuk dapat menjelaskan alasan terjadinya suatu fenomena dalam percobaan, oleh karena itu, dalam jenjang kognitif analisis, siswa harus dapat menguasai pengetahuan yang bersifat konseptual dan prosedural.

Figur

Diagram  berikut  menunjukkan  bagaimana  molekul  tersusun  dalam  tiga  wujud tersebut

Diagram berikut

menunjukkan bagaimana molekul tersusun dalam tiga wujud tersebut p.8

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :