Analisis perilaku konsumen produk tabungan Credit Union : studi kasus CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang di Kalimantan Barat - USD Repository

129 

Teks penuh

(1)
(2)

i

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN PRODUK TABUNGAN CREDIT UNION

Studi Kasus CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang di Kalimantan Barat Phone : (0563) 21704

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

Oleh : Ermina Ketty NIM : 082214110

PROGRAM STUDI MANAJEMEN, JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)

iv

Skripsi ini dipersembahkan kepada:

Yesus Kristus dan Juruselamatku yang tidak pernah meninggalkanku sendirian. Bapak, Ibu, kakak-kakakku, dan adikku tercinta yang telah memberikan

semangat, dorongan, dan doa.

Teman-teman yang selama ini hadir mengisi hidupku dengan pengalaman yang berharga.

Motto:

Anda dapat memperoleh segala yang diinginkan dalam kehidupan, kalau Anda telah menolong banyak orang lain untuk memperoleh apa yang

mereka butuhkan (Zig Ziglar)

“Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada kematianmu

semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum. (Mahatma Gandhi)

“Apapun juga yang kamu perbuat,

(6)
(7)
(8)

vii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih-Nya, sehingga skripsi ini dapat disusun dan diselesaikan dengan mengambil judul : “Analisis Perilaku Konsumen Produk Tabungan Credit Union”. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Tidak lupa penulis menghaturkan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.

Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini dengan kerendahan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Dr. H Herry Maridjo M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta dan sekaligus sebagai Dosen Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan, koreksi, dan saran dalam penulisan skripsi ini dari awal sampai selesai

2. Bapak Dr. Lukas Purwanto, SE., M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 3. Ibu Dra. Diah Utari BR,.M.Si selaku Pembimbing I yang telah banyak

memberikan bimbingan, koreksi, dan saran dalam penulisan skripsi ini dari awal sampai selesai.

(9)

viii

penulis melakukan penelitian, hingga penulis dapat memperoleh data yang diperlukan.

5. Segenap anggota CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang yang telah meluangkan waktunya untuk mendukung proses penelitian

6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang telah memberikan ilmu-ilmunya serta membagikan pengalaman – pengalaman baru selama penulis kuliah.

7. Perpustakaan Universitas Sanata Dharma dan sekretariat Fakultas Ekonomi yang memberikan kemudahan penyusunan skripsi.

8. Bapak Andreas Ketty dan Ibu Antonia Norma sebagai orang tua penulis yang telah memberi semangat, dukungan, dan setia membimbing penulis. 9. Kakak-kakak dan adikku tersayang: Adriani Ketty, Nur’afni Ketty, dan

Berlian Ketty yang menjadi sumber semangat bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

10.Keluarga yang ada di Kalimantan, di Kupang, dan di Rote yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada penulis.

11.Sahabat-sahabat KIKO (Kinoi, Ice, Ketty, Oca) dan sahabatku Sinta yang memberikan ide masukan dan dorongan pada penulis, dan untuk teman-teman Manajemen satu hati 2008 terima kasih atas dukungannya selama ini, serta yang lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas kebaikan dan bantuannya kepada penulis.

(10)
(11)

x

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING……… ii

HALAMAN PENGESAHAN………. iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ……… iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ……… v

HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI ……… vi

HALAMAN KATA PENGANTAR………. vii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah………1

B. Rumusan Masalah……….4

C. Pembatasan Masalah……….5

D. Tujuan Penelitian………..5

E. Manfaat Penelitian………5

F. Sistematika Penulisan………6

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori………..8

B. Penelitian Terdahulu………..22

C. Kerangka Konseptual Penelitian………25

D. Rumusan Hipotesis………25

(12)

xi  

B. Subjek dan Objek Penelitian………26

C. Waktu dan Wilayah Penelitian……….27

D. Variabel Penelitian………27

E. Definisi Operasional Variabel……….28

F. Populasi, Sampel ………28

G. Teknik Pengambilan Sample………...30

H. Data dan Sumber Data………31

I. Teknik Pengumpulan Data………..32

J. Teknik Pengujian Instrumen………33

K. Teknik Analisis Data………34

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A.Sejarah Berdirinya Credit Union Lantang Tipo………38

B.Visi………41

C.Misi………42

D.Lokasi Credit Union………..42

E.Landasan, Azas, dan Prinsip………..42

F. Keanggotaan Credit Union………45

G.Struktur Organisasi………49

H.Struktur Managemen……….50

I. Wilayah Kerja………50

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A.Deskripsi Data dan Analisis………...54

B.Pengujian Instrumen………..54

C.Deskripsi Data Penelitian………...57

D.Pembahasan………62

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan………70

B. Saran………..….71

C. Keterbatasan………..….72

DAFTAR PUSTAKA………....73

(13)

xii  

DAFTAR TABEL

Tabel Judul Halaman

Tabel III.1 Definisi Operasional ……… 28

Tabel IV.1 Eksekutif yang pernah berkarya di TP Masdapala Ngabang ………. 41

Tabel IV.2 Struktur Managemen CU Lantang Tipo TP Masdapal Ngabang Periode 2012-2014 ……… 50

Tabel V.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Tahap Perolehan ……… 55

Tabel V.2 Hasil Uji Validitas Instumen Penelitian Tahap Konsumsi ………... 56

Tabel V.3 Hasil Uji Validitas Instumen Penelitian Tahap Disposisi ……… 56

Tabel V.4 Hasil uji Reliabilitas Instrumen Penelitian ……….. 57

Tabel V.5 Jenis Kelamin Responden ……… 58

Tabel V.6 Profesi Responden ……….... 59

Tabel V.7 Pendidikan Responden ……….... 60

Tabel V.8 Hasil Uji Anova Perilaku Konsumen berdasarkan Jenis Kelamin ……….. 60

Tabel V.9 Hasil Uji Anova Perilaku konsumen berdasarkan Tingkat Pendidikan Akhir ……….... 61

Tabel V.10 Hasil Uji Anova Perilaku Konsumen berdasarkan Pekerjaan ………. 62

Tabel V.11 Karakteristik CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang……….. 66

(14)

xiii  

DAFTAR GAMBAR

Gambar Judul Halaman

Gambar II. 1 Proses Perilaku Konsumen ………... 10 Gambar II. 2 Kerangka berpikir ………. 25 Gambar IV.1 Struktur Organisasi CU Lantang Tipo

(15)

xiv  

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Halaman

Lampiran 1. Angket Penelitian ... 76

Lampiran 2. Karakteristik Responden... 81

Lampiran 3. Jawaban Responden ... 87

Lampiran 4. Analisis Persentase ... 91

Lampiran 5. Uji Validitas danUji Reabilitas ... 93

Lampiran 6. Analisis Anova ... 96

(16)

xv  

ABSTRAK

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN PRODUK TABUNGAN CREDIT UNION

Studi Kasus CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang di Kalimantan Barat Ermina Ketty

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata DharmaYogyakarta

2014

(17)

xvi  

ABSTRACT

AN ANALYSIS OF CONSUMER BEHAVIOR OF SAVING PRODUCTS IN CREDIT UNION

Case Study at CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang in West Kalimantan Ermina Ketty

Faculty of Economics Management Study Program Sanata Dharma University Yogyakarta

2014

(18)

1  

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pilihan menabung dewasa ini semakin banyak, tidak hanya pada lembaga perbankan, tetapi juga dapat dilakukan melalui Credit Union atau lembaga keuangan yang di dalamnya berkumpul orang yang saling percaya dan berwatak sosial, dengan tujuan untuk kesejahteraan bersama. Credit Union (CU), diambil dari bahasa Latin “credere” yang artinya percaya dan

“union” atau “unus” berarti kumpulan. Sehingga “Credit Union” memiliki makna kumpulan orang yang saling percaya, dalam suatu ikatan pemersatu dan sepakat untuk menabungkan uang mereka, sehingga menciptakan modal bersama untuk dipinjamkan kepada anggota dengan tujuan produktif dan kesejahteraan.

Perilaku konsumen sendiri merupakan suatu tindakan nyata konsumen yang dipengaruhi oleh faktor-faktor kejiwaan dan faktor luar lainnya yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mempergunakan barang atau jasa yang diinginkannya. Perilaku nasabah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keyakinan nasabah terhadap Credit Union yang bersangkutan, kepuasan nasabah terhadap pelayanan bertransaksi, keyakinan terhadap referen serta pengalaman masa lalu nasabah.

(19)

berasal dari dalam diri konsumen yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan, keyakinan dan sikap, selain itu faktor sosial yang merupakan proses dimana perilaku seseorang dipengaruhi oleh keluarga, status sosial, dan kelompok acuan, kemudian pemberdayaan bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan juga distribusi.

Saat ini perkembangan dibidang jasa, khususnya Credit Union sedang pesat. Jasa merupakan kegiatan yang dapat diidentifikasikan secara tersendiri, yang pada hakekatnya bersifat tak teraba (intangible), yang merupakan pemenuhan, kebutuhan dan tidak harus terikat pada penjualan produk atau jasa lain. CU Lantang Tipo meraih predikat koperasi berkualitas dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM pada 2010 dan 2011. Koperasi ini beranggotakan 127.166 orang. Separuh lebih dari mereka adalah petani yang tersebar di Kalimantan Barat. Dengan jumlah anggota sedemikian besar dan total aset Rp 1,070 triliun, CU Lantang Tipo menjadi CU terbesar di Indonesia dan merupakan salah satu koperasi raksasa di Indonesia yang sahamnya dimiliki oleh rakyat kecil. Perkembangan ini mungkin tak pernah dibayangkan oleh sekelompok guru di Pusat Damai yang mendirikan CU Lantang Tipo pada 2 Februari 1976.

(20)

Namun, sesuatu yang kecil dapat menjadi besar bila dilakukan bersama, dilandasi kepercayaan dan kejujuran, serta disertai semangat pantang menyerah. Nyata benar cita-cita yang terkandung dalam nama CU ini. Lantang Tipo berasal dari bahasa Dayak Hibun/Pandu. Lantang berarti tunas, sedangkan Tipo adalah tumbuhan hutan mirip lengkuas yang biasanya tumbuh berumpun. Jika tumbuhan ini dipotong, selalu tumbuh tunas-tunas baru. Demikianlah, aneka tantangan yang seolah memotong, justru membuat CU Lantang Tipo tumbuh semakin pesat.

CU Lantang Tipo menyediakan berbagai poduk antara lain : simpanan Saham, simpanan setara saham, simpanan non saham. Pinjaman : kredit produktif, kredit konsumtif/kesejahteraan, kredit darurat. Layanan : Jasa transfer, Atm Tipo, Pendidikan & Pelatihan, Jaringan Bisnis Anggota. Dalam hal ini peneliti mengkhususkan penelitian mengenai produk tabungan. Alasan dilakukan penelitian di CU Lantang Tipo Cabang Masdapala Ngabang karena adanya persaingan yang sangat ketat dikarenakan semakin banyaknya lembaga keuangan. Agar mampu mensosialkan ke masyarakat luas, maka perusahaan harus mengetahui perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan untuk memilih tabungan yang berhubungan dengan karakteristik konsumen.

(21)

perlu diketahui karena sekarang lebih banyak wanita dari pada pria. Dan wanita cenderung memiliki sifat hemat selain itu dalam dunia pekerjaan kebanyakan wanita berpenghasilan lebih kecil dari pada pria hal tersebut juga berpengaruh pada besar kecilnya uang yang di tabung. Tingkat pendidikan akhir perlu diketahui karena dengan tingkat pendidikan yang berbeda akan berbeda pula tingkat tabungan dan jenis tabungan yang dipilih.

CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang sebagai salah satu lembaga kepercayaan masyarakat harus mampu memberikan pelayanan yang berkualitas untuk memberikan kepuasan bagi nasabah. Peningkatan pelayanan CU Lantang Tipo dilakukan dengan perluasan jaringan maupun dalam bentuk kerja sama dengan lembaga lain serta fasilitas ATM, sehingga memudahkan dalam pengambilan uang. karakteristik tersebut diharapkan dapat di ketahui dan derajat keterkaitannya terhadap produk tabungan. Atas dasar inilah penulis mengambil judul skripsi"Analisis Perilaku Konsumen Produk Tabungan Credit Union"

B.Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana karakteristik konsumen produk tabungan CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang ?

2. Bagaimanakah perilaku konsumen produk tabungan di CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang?

(22)

C.Batasan Masalah

Pembatasan ruang lingkup penelitian dilakukan untuk memfokuskan pemecahan masalah yaitu bagaimana karakteristik konsumen (profesi, jenis kelamin dan tingkat pendidikan akhir) dan perilaku konsumen (tahap perolehan, tahap konsumen, tahap disposisi) di CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

D.Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah, maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi karakteristik konsumen (profesi, jenis kelamin dan tingkat pendidikan akhir) produk tabungan CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis perilaku konsumen produk tabungan di CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang.

3. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan perilaku konsumen dilihat dari karakteristiknya?

E.Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi : 1. Bagi Penulis

(23)

2. Bagi Credit Union

Dapat dijadikan sumber informasi bagi pihak Credit Union dalam usaha meningkatkan pelayanan dan menerapkan strategi supaya lebih memuaskan nasabah dalam menggunakan produk tabungan.

3. Bagi Fakultas

Untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam bidang administrasi bisnis khususnya ilmu perilaku konsumen dan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang mengambil topik sejenis.

F. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan pemahaman dan memperjelas arah pembahasan maka penulisan skripsi ini disistematisasikan menjadi enam bab dengan uraian sebagai berikut :

Bab I : Pendahuluan

Dalam bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II : Kajian Pustaka

Bab ini membahas tentang landasan teori yang berhubungan dengan masalah penelitian, kerangka teoritis, dan rumusan hipotesis.

Bab III : Metode Penelitian

(24)

Bab IV : Gambaran Umum

Bab ini berisikan tentang gambaran umum dari Credit Union Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang, Sejarah berdirinya perusahaan, lokasi perusahaan, dan struktur organisasi perusahaan.

Bab V : Analisis Data dan Pembahasan

Bab ini berisikan tentang hasil penelitian disertai dengan analisis data sesuai dengan tujuan penelitian.

Bab VI : Kesimpulan, Keterbatasan dan Saran

(25)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori 1. Pemasaran

Menurut Kotler dan Keller (2008:5), pemasaran didefinisikan sebagai suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Dari definisi tersebut titik tolak pemasaran adalah kebutuhan, keinginan manusia dan permintaan. Kegiatan pemasaran timbul bila manusia memutuskan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan serta permintaan dengan cara bertukar.

2. Konsep Pemasaran

Bagi perusahaan yang memahami akan arti pentingnya pemasaran dalam pencapaian sukses usahanya akan mengetahui adanya falsafah, di dalam falsafah inilah yang disebut konsep pemasaran. Ada 3 unsur pokok konsep pemasaran (Handoko dan Swastha, 2012 : 6)

a. Orientasi pada konsumen

b. Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral (integrated marketing)

c. Kepuasan konsumen

(26)

Konsep pemasaran adalah kunci untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan kepada pasar sasaran yang terpilih (Kotler dan Keller, 2008:20). Konsep pemasaran juga bertujuan untuk mengefektifkan perusahaan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pada dasarnya konsep pemasaran yang dikemukakan bertujuan untuk menciptakan tujuan perusahaan dengan memberikan kepuasan terhadap konsumen.

3. Perilaku Konsumen

Berikut definisi Perilaku Konsumen menururt beberapa ahli:

(27)

dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah suatu tindakan-tindakan nyata individu atau kumpulan individu, misalnya suatu organisasi yang dipengaruhi oleh aspek eksternal dan internal yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mengkonsumsi barang atau jasa yang diinginkan. Dalam definisi perilaku konsumen yaitu proses pertukaran yang terdiri dari Mowen dan Minor (2002:7) :

a. Tahap Perolehan (Acquisition Phase)

Menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi pilihan produk dan jasa dan berkaitan dengan pencarian dan penyeleksian barang serta jasa adalah simbolisme produk (Product Symbolism). Orang biasanya mencari produk untuk mengekspresikan dari arti diri mereka.

b. Tahap Konsumsi (Consumption Phase)

Menganalisis bagaimana konsumen menggunakan produk berdasarkan pengalaman mereka.

c. Tahap Disposisi (Disposition Phase)

Menunjukkan tingkat kepuasan konsumen setelah pembelian barang atau jasa.

Gambar II. 1: Proses Perilaku Konsumen Kebutuhan

Mendapatkan produk

•Mencari Informasi

•Memilih Alternatif

(28)

Ada sejumlah alasan mendasar mengapa perilaku konsumen dipelajari: Konsumen dengan perilakunya (terutama perilaku beli) adalah wujud dari kekuatan tawar yang merupakan salah satu kekuatan kompetitif yang menentukan intensitas persaingan dari profitability perusahaan. Analisis konsumen adalah landasan manajemen pemasaran dan akan membantu manajer dalam melakukan hal berikut:

a. Merancang baur pemasaran b. Melakukan segmentasi pasar c. Melaksanakan positioning

d. Melakukan analisis lingkungan perusahaan e. Mengembangkan trend penelitian pasar

f. Mengembangkan produk baru maupun inovasi produk lama

Analisis konsumen memainkan peran sangat penting dalam pengembangan kebijakan publik. Misalnya: perilaku konsumen terhadap sembako yang menghasilkan seperangkat peraturan pemerintah yang mengatur persediaan sembako tersebut. Pengetahuan mengenai perilaku konsumen dapat meningkatkan kemampuan pribadi seseorang untuk menjadi konsumen yang lebih efektif. Analisis konsumen memberikan pemahaman tentang perilaku manusia. Studi mengenai perilaku manusia memberikan paling tidak tiga informasi, yaitu:

a. Orientasi konsumen

b. Fakta tentang perilaku membeli

(29)

Singkatnya, perilaku konsumen dipelajari agar lebih memahami tentang apa yang dibeli oleh konsumen, mengapa, di mana, kapan dan seberapa sering dia membeli. Pengetahuan ini kemudian dipakai untuk menciptakan cara untuk memuaskan/memenuhi kebutuhan mereka dan menciptakan pendekatan yang baik untuk berkomunikasi dan mempengaruhi mereka. Jadi, itu semua adalah kajian-kajian yang sangat mendasar dalam seluruh kegiatan pemasaran. Sebagai pemasar, perilaku konsumen merupakan pegangan untuk benar-benar menjadikan dirinya digerakkan oleh pasar/konsumen (to be market consumer driven), sehingga mustahil bila seorang pemasar atau ahli pemasaran mengabaikan pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku konsumen. Pemahaman perilaku konsumen sekali lagi adalah dasar untuk membangun keunggulan kompetitif.

4. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor lingkungan ekstern dan lingkungan intern :

a. Faktor lingkungan ekstern: 1) Faktor Budaya

(30)

pembentukan sikap konsumen dan merupakan petunjuk penting mengenai nilai-nilai yang akan dianut oleh seorang konsumen. 2) Kelas sosial

Menurut kelas sosial masyarakat di kelompokkan ke dalam tiga golongan yaitu (Handoko dan Swastha, 2012 : 64):

a) Golongan atas

Golongan ini terdiri dari pengusaha-pengusaha kaya, pengusaha menengah.

b) Golongan menengah

Yang termasuk dalam golongan ini adalah karyawan instansi pemerintah, pengusaha menengah.

c) Golongan rendah

Yang termasuk dalam kelas ini antara lain buruh-buruh pabrik, pegawai rendah, tukang becak dan pedagang kecil.

3) Kelompok sosial dan kelompok referensi Pengertian kelompok tersebut yaitu : a) Kelompok sosial

(31)

b) Kelompok Referensi

Kelompok referensi adalah seseorang atau semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku. Kelompok referensi terdiri dari seluruh kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (kelompok keanggotaan) maupun kelompok tidak langsung (kelompok aspirasi) terhadap sikap dan perilaku seseorang. Kelompok keanggotaan tediri dari kelompok primer (terdapat interaksi yang sifatnya non formal) dan kelompok sekunder cenderung lebih resmi dan kurang terjadi interaksi yang berkesinambungan seperti organisasi keagamaan, serikat buruh, himpunan profesi (Kotler dan Keller, 2008: 170). 4) Keluarga

(32)

keturunan yang memberikan pengaruh langsung terhadap perilaku pembeli sehari-hari. Keterlibatan suami, istri dan anak dalam pembelian sangat bervariasi sesuai dengan katagori produk (Kotler dan Keller, 2008:171).

5) Peranan dan Status

Posisi seseorang dalam setiap kelompok dijelaskan dalam peranan dan status. Suatu peranan terdiri dari aktivitas yang diperkirakan dilakukan seseorang sesuai dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Setiap peranan akan mempengaruhi perilaku pembeliannya (Kotler dan Keller, 2008: 172).

b. Faktor lingkungan intern

Faktor lingkungan intern meliputi (Kotler dan Keller, 2008) : 1) Motivasi

Motivasi merupakan keadaan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.

2) Pengamatan

Pengamatan merupakan suatu proses dengan mana konsumen (manusia) menyadari dan menginterpretasikan aspek lingkungannya.

3) Belajar

(33)

4) Kepribadian

Dalam kepribadian terdapat beberapa komponen yang mempengaruhi dalam keputusan pembelian diantaranya (Kotler dan Keller, 2008: 172) :

a) Usia Dan Tahap Daur Hidup

Orang membeli suatu barang dan jasa yang berubah-ubah selama masa hidupnya, misalnya kebutuhan makan manusia pada waktu bayi dan dewasa berbeda. Konsumsi seseorang juga dipengaruhi oleh tahapan daur hidup keluarga, misalnya pola perilaku pembelian pada tahap remaja berbeda dengan tahap setelah memiliki keluarga.

b) Pekerjaan

Pola konsumsi seseorang juga dipengaruhi oleh pekerjaannya. Para pemasar mencoba mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerjaan atau jabatan yang memiliki kecenderungan minat diatas rata-rata dalam produk dan jasa mereka.

c) Keadaan Ekonomi

(34)

d) Kepribadian dan Konsep Diri

Setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda akan mempengaruhi perilaku pembelian. Kepribadian adalah ciri-ciri psikologis yang membedakan seseorang, yang menyebabkan terjadinya jawaban yang secara relatif tetap dan bertahan lama terhadap lingkungannya. Kepribadian seseorang biasanya digambarkan dalam istilah serta percaya diri, gampang mempengaruhi, berdiri sendiri, menghargai orang lain, bersifat sosial, sifat membela diri, dan daya menyesuaikan diri. Konsep diri sebenarnya berbeda dengan konsep diri ideal, dan berbeda pula dengan konsep diri menurut orang lain. Konsep diri manakah yang akan dipuaskan, beberapa pemasar berpendapat bahwa pilihan pembeli terhadap suatu produk akan lebih cocok dengan konsep diri mereka yang sebenarnya, sebagian pilihan cocok dengan konsep diri ideal, dan pilihan lainnya cocok dengan konsep diri menurut orang lain.

e) Gaya Hidup

(35)

5. Tipe – tipe Konsumen

Tipe – tipe konsumen menurut Johnstone : a. Pembeli pria

1) Mudah terpengaruh oleh bujukan

2) Sering tertipu karena tidak sabaran untuk memilih dulu sebelum membeli

3) Punya perasaan kurang enak jika memasuki toko tanpa membeli sesuatu

4) Kurang begitu berminat untuk berbelanja sehingga sering terburu-buru mengambil keputusan membeli

5) Mudah dipengaruhi oleh nasihat yang baik, argumentasi yang objektif

b. Pembeli wanita

1) Tidak mudah terbawa arus atau bujukan penjual

2) Lebih banyak tertarik pada warna dan bentuk, bukan pada kegunaanya, karena wanita lebih perasaan dari pada pria

3) Juga lebih banyak tertarik pada “gejala mode”, terutama pada remaja putri, dan bahkan belakangan ini remaja putra pun mulai tertarik.

4) Mementingkan status sosial, dalam hal ini wanita jauh lebih peka 5) Menyenangi hal – hal yang romantis daripada objektif

(36)

7) Kurang begitu tertarik pada hal – hal teknis dari barang yang akan dibelinya.

8) Senang berbelanja sehingga sering kali sukar untuk cepat menentukan barang mana yang akan dibelinya.

9) Cepat merasakan suasana toko 6. Pengertian Credit Union

Credit Union diambil dari bahasa Latin “credere” yang artinya percaya dan “union” atau “unus” berarti kumpulan. Sehingga “Credit Union”

memiliki makna kumpulan orang yang saling percaya, dalam suatu ikatan pemersatu dan sepakat untuk menabungkan uang mereka sehingga menciptakan modal bersama untuk dipinjamkan kepada anggota dengan tujuan produktif dan kesejahteraan (Munaldus dkk, 2012: 3).

Koperasi kredit memiliki tiga prinsip utama yaitu:

a. asas swadaya (tabungan hanya diperoleh dari anggotanya)

b. asas setia kawan (pinjaman hanya diberikan kepada anggota), dan c. asas pendidikan dan penyadaran (membangun watak adalah yang

utama; hanya yang berwatak baik yang dapat diberi pinjaman).

(37)

7. Pengertian Produk

Produk adalah segala sesuatu baik yang bersifat fisik maupun non fisik yang dapat ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya (Laksana, 2008:67). Produk berdasarkan karakakteristik dapat digolongkan menjadi tiga golongan yaitu (Kotler dan Keller, 2008:6) :

a. Barang tahan lama (durable goods)

Barang tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak sekali pemakaian.

b. Barang tidak tahan lama (non-durable goods)

Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya dikonsumsikan satu atau beberapa kali penggunaan.

c. Jasa (service)

Jasa adalah produk yang tak berwujud, tak terpisahkan, bervariasi, dan dapat musnah.

8. Tabungan

Tabungan adalah sebagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan disimpan sebagai cadangan guna berjaga-jaga dalam jangka pendek. Tabungan / Simpanan yang terdapat pada Credit Union Lantang Tipo sebagai berikut:

a. Simpanan Saham

(38)

simpanan wajib. Besarnya simpanan pokok, simpanan wajib dan balas jasa simpanan saham ditentukan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Balas jasa simpanan saham dibagikan sebagai deviden dan dibukukan pada akhir tahun buku. Simpanan saham tidak dapat ditarik selama masih menjadi anggota.

b. Simpanan Setara Saham

1) MUHUNT merupakan produk simpanan unggulan di CU Lantang Tipo yang wajib dimiliki oleh semua anggota. Balas jasa simpanan Muhunt sangat kompetitif. Perhitungannya dengan menggunakan sistem harian berdasarkan jumlah hari mengendap dan dibukukan setiap akhir bulan.

2) PUSANT (Pensiun Sejahtera Aman Nyaman Tentram) adalah tabungan untuk persiapan dana pensiun anggota. Pusant terutama ditujukan untuk pegawai swasta yang mau merancang dana pensiun melalui CU Lantang Tipo.

3) SIMOTO merupakan simpanan khusus untuk memiliki kendaraan pribadi, dan diberikan juga fasilitas sebagai jaminan dalam pengajuan kredit pembelian kendaraan bermotor.

c. Simpanan

1) TABING, tabungan yang digunakan untuk menyimpan dana cadangan belanja harian.

(39)

3) MASAO, simpanan untuk persiapan biaya pernikahan bagi muda-mudi anggota CU Lantang Tipo.

4) SUMPUA merupakan produk khusus untuk memfasilitasi penarikan pensiun dari balas jasa MUHUNT atau PUSANT. SUMPUA juga bisa digunakan untuk memfasilitasi lembaga mitra dalam menyalurkan gaji kepada karyawannya.

d. Tabungan Pelajar

1) TAS adalah tabungan anak sekolah, tabungan yang bertujuan untuk menanamkan budaya menabung sejak dini. Penabung adalah anak-anak yang berusia maksimal 17 tahun dan telah menjadi anggota CU Lantang Tipo.

2) TODINKG adalah tabungan yang bertujuan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak-anak anggota CU Lantang Tipo. Masa menabung 5 sampai dengan 20 tahun.

3) NTABAN adalah simpanan berjangka. Jangka waktu penempatannya dapat dipilih 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan.

B. Penelitian Sebelumnya

(40)

adalah 100 orang konsumen air mineral aqua gallon di Kotamadya Yogyakarta, dimana peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam melakukan pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan penyebaran kuesioner. Teknik wawancara digunakan untuk memperoleh data yang dibutuhkan secara langsung kepada responden, sedangkan teknik kuesioner digunakan utk memperoleh data mengenai karakteristik konsumen, variabel keyakinan (tanggapan sebelum membeli), varibel evaluasi (tanggapan sesudah membeli), variabel normative (pengaruh orang lain dalam melakukan pembelian), dan variabel motivasi (kemungkinan termotivasi oleh orang lain untuk melakukan pembelian). Teknik analisis data yang digunakkan dalam penelitian ini adalah metode persentase dan analisis Reasoned Action Model dari Fishbein dan Ajzen. Hasil penelitian yang menggambarkan karakteristik konsumen yaitu wanita berusia antara 16 – 25 tahun, mempunyai pendapatan antara Rp 250.001 sampai dengan Rp 500.000, pendidikan terakhir adalah SMU, dan mempunyai pekerjaan sebagai mahasiswa. Dan berdasarkan analisis data, di peroleh nilai perilaku B = 9, 47358. Karena nilai B adalah positif (lebih besar dari nol), maka perilaku konsumen adalah positif atau baik.

(41)

perbedaan sikap dan perilaku partisipasi anggota terhadap pelayanan CU ditinjau dari jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, dan tingkat pendidikan anggota Credit Union Banuri Harapan Kita dan untuk mengetahui pengaruh sikap anggota terhadap CU pada perilaku partisipasi anggota Credit Union Banuri Harapan Kita. Penelitian ini dilakukan di CU Banuri Harapan Kita TP Batang Tarang, Kalimantan Barat pada bulan Juni 2010. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisoner kepada responden. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Probability Sampling

(42)

Perbedaan Perilaku:

• Tahap Perolehan

• Tahap Penggunaan

• Tahap Disposisi C. Kerangka Berpikir Konseptual

Berdasarkan kajian teoritis yang telah dijelaskan di atas, maka untuk mempermudah penelitian dan agar tidak menyimpang dari inti permasalahan, perlu dijelaskan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut:

Gambar II. 2: Kerangka berpikir

D. Hipotesis

Berdasarkan teori dan permasalahan yang ada, dapat dirumuskan hipotesis alternatif sebagai berikut : Ada perbedaan perilaku konsumen dilihat dari karakteristiknya (jenis kelamin, profesi, dan tingkat pendidikan akhir).

Karakteristik Konsumen: 

• Jenis Kelamin

• Tingkat Pendidikan

(43)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Nazir (2005:54) menyatakan bahwa analisis deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran maupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuannya adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Jenis penelitian deskriptif dipilih oleh penulis untuk menjawab rumusan masalah dengan menggunakan persentase, sehingga akan diketahui perilaku nasabah Credit Union

Lantang Tipo Masdapala Ngabang, karakteristik anggota Credit Union

Lantang Tipo Masdapala Ngabang terhadap produk tabungan. B. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek penelitian

Subjek penelitian ini adalah anggota/nasabah CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang Di Kalimantan Barat.

2. Objek penelitian

Objek penelitian ini merupakan perilaku konsumen dan karakteristik anggota/nasabah CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang Di Kalimantan Barat.

(44)

C. Waktu dan Wilayah Penelitian 1. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan : Oktober 2013 2. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang Di Kalimantan Barat yang bertempat di Jln. Pemuda, Tungkul, Ngabang, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. D. Variabel Penelitian

Variabel adalah bentuk konsepsi atau sifat yang akan dipelajari. Variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda sehingga variabel merupakan suatu yang bervariasi (Sumarni dan Wahyuni, 2006: 21). Adapun jenis – jenis variabel penelitian, sebagai berikut:

1. Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).

2. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (independen).

Variabel yang hendak diteliti dalam penelitian ini adalah :

a. Karakteristik nasabah yang terdiri dari jenis kelamin, profesi dan tingkat pendidikan akhir.

(45)

E. Definisi Operasional Variabel

Berdasarkan varibel-variabel penelitian yang ada dapat dirumuskan definisi operasional variabelnya sebagai berikut :

Tabel III.1 Definisi Operasional

Konsep Variabel Indikator Skala

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen

credit union

− Tahap Perolehan

(Acquisition Phase)

− Tahap Konsumsi

(Consumption Phase)

− Tahap Disposisi

(Disposition Phase)

Skala ordinal

Tingkat

Profesi Pekerjaan tetap yang ditekuni anggota

a. PNS (Guru,

POLRI, TNI) b. Pegawai Swasta

(Buruh,

F. Populasi, Sampel 1. Populasi

(46)

2000: 145). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah yang menggunakan produk tabungan pada CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang Di Kalimantan Barat

2. Sampel

Sampel adalah bagian kecil dari populasi. Artinya tidak akan ada sampel jika tidak ada populasi (Umar, 2000: 145). Menurut Slovin (dalam Umar, 2000; 146) penentuan banyaknya sampel penelitian dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

n=

keterangan: n = banyak sampel N = banyak populasi

e = persentase kesalahan yang ditolerir

Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah nasabah Credit Union Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang di Kalimantan Barat. Berdasarkan datanya jumlah anggota CU Lantang Tipo sebesar 127.166 orang. Untuk itu dalam penelitian ini sampel yang diambil dengan error

10% adalah sebagai berikut:

(47)

n= 99,92 atau 100 sampel

Jadi sampel dalam penelitian ini adalah 100 nasabah Credit Union

Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang Kalimantan Barat. G. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik sampling adalah suatu teknik untuk menentukan jumlah sampel dan pemilihan calon anggota sampel, sehingga setiap sampel yang terpilih dalam penelitian dapat mewakili populasinya. Sampling adalah suatu proses memilih sebagian unsur populasi yang jumlahnya mencukupi secara statistik, sehingga memberikan dampak bahwa dengan mempelajari sampel serta memahami karakteristiknya akan diketahui dengan baik informasi mengenai keadaan populasinya.

(48)

H. Data dan Sumber Data

Penelitian terhadap perilaku anggota Credit Union Lantang Tipo di Ngabang menggunakan sumber data berupa data primer dan data sekunder. Kedua sumber tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

1. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber pertama dalam studi langsung di lapangan. Baik dari individu atau perseorangan, seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner (Umar, 2003:84). Data primer yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa opini dari anggota Credit Union Lantang Tipo Masdapala Ngabang mengenai perilaku anggota dan karakteristik konsumen dalam pemilihan produk tabungan.

2. Data sekunder

(49)

I. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik pengumpulan data seperti kuesioner, dan wawancara. Teknik pengumpulan data tersebut dijelaskan sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung, mendalam, tidak terstruktur, dan individual. Dalam wawancara, seorang responden ditanyai oleh pewawancara untuk mengungkapkan perasaan, motivasi, sikap, atau keyakinannya terhadap suatu topik pemasaran (Sanusi, 2011: 105). Bentuk wawancara yang terkini memungkinkan pewawancara dan orang yang diwawancarai tidak bertemu secara fisik. Pemanfaatan teknologi di bidang audio-video dan internet mampu membuat pewawancara dan partisipan saling berinteraksi di depan monitor komputer atau televisi. Teknik wawancara ini digunakkan penulis untuk memperoleh data mengenai gambaran umum Credit Union Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang.

2. Angket

(50)

disediakan. Instrumen yang berupa lembar daftar pernyataan tadi dapat berupa angket, checklist ataupun skala (Umar, 2000: 167).

Bagian I : berisi pernyataan mengenai data responden

Bagian II : berisi pernyataan variabel-variabel perilaku konsumen J. Teknik Pengujian Instrumen

1. Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument. Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas yang tinggi. Sebaliknya,

instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Pada penelitian ini uji validitas akan dilakukan dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Sosial Sciences). Dapat digunakkan rumus korelasi sebagai berikut:

∑ ∑

keterangan:

koefisien korelasi antara variabel X dan Y x = skor masing-masing item

(51)

2. Reliabilitas

Reabilitas adalah derajat ketepatan, ketelitian atau keakuratan yang ditunjukkan oleh instrument pengukuran. Pengujiannya dapat dilakukan secara internal, yaitu pengujian dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada. Untuk mengetahui angket penelitian tersebut sudah reliabel akan dilakukan pengujian reabilitas angket penelitian dengan menggunakan program SPSS. Dalam penelitian ini apabila nilai indeks reabilitas >0,6 maka angket penelitian tersebut memenuhi syarat reabilitas.

keterangan:

r = reabilitas instrument

k = banyaknya butir pernyataan = varians total

∑ 2 = jumlah butir pernyataan

K. Teknik Analisis Data

(52)

1. Analisis persentase

Digunakkan untuk mengetahui karakteristik konsumen yang menabung di credit union dengan cara membuat tabel-tabel , mengelompokkan dan mengikhtisarkan karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin, profesi, dan tingkat pendidikan akhir.

p=

keterangan :

nx : jumlah responden yg akan dianalisis N : jumlah total responden

P : Persentase

2. One Way Analysis of Variance/ ANOVA

Model ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah ketiga mengenai adakah perbedaan perilaku dilihat dari karakteristiknya. Untuk menguji hipotesis peneliti menggunakan teknik analisis

Varians atau ANOVA. ANOVA merupakan analisis statistik yang dapat memberikan informasi tentang ada tidaknya perbedaan antar kelompok satu dengan kelompok yang lain dalam satu populasi, maupun antar populasi (Irianto, 2007: 267). Untuk itu penulis kemukakan hipotesis sebagai berikut:

(53)

Ha : Ada perbedaan perilaku konsumen dilihat dari karakteristiknya (jenis kelamin, profesi, dan tingkat pendidikan akhir).

Untuk membuktikan hipotesis, penulis menggunakan program SPSS 16 for windows atau dapat juga menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Untuk menghitung Jumlah Kuadrat Total:

JKtot = ∑ – ∑

keterangan:

JKtot : Jumlah Kuadrat Total

N : jumlah seluruh anggota sampel

2. Menghitung Jumlah Kuadrat Antar Kelompok (JKant) dengan rumus:

= ∑ ∑ - ∑

3. Menghitung Jumlah Kuadrat Dalam Kelompok dengan rumus: =

4. Menghitung Mean Kuadrat Antar Kelompo k dengan rumus:

=

(54)

6. Menghitung F hitung dengan rumus:

=

(55)

38 BAB IV

GAMBARAN UMUM CREDIT UNION LANTANG TIPO

A. Sejarah Berdirinya Koperasi Kredit/Credit Union

Pencetus berdirinya CU Lantang Tipo adalah guru-guru Katolik yang berdomisili di Pusat Damai Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Hal ini didorong oleh arisan yang sering diadakan tidak dapat memenuhi kebutuhan anggotanya. Selain itu kegiatannya dirasakan tidak dapat memupuk kerjasama dan membantu mengatur pengelolaan keuangan secara tepat. Pada tahun 1975 mulai diperkenalkan Credit Union ke Kalimantan Barat oleh CUCO (Credit Union Councelling Office) Indonesia yang berpusat di Jakarta. Dimotori oleh Delsos Keuskupan Agung Pontianak ( sekarang KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak) yang beralamat di jalan Imam Bonjol No. 338 Pontianak di bawah pimpinan Pastor Pius Camperlle, tim kursus dasar untuk Credit Union

didatangkan dari Jakarta. Salah satu daerah tujuan tim adalah Sanggau, Kalimantan Barat. Tim yang mengunjungi Sanggau dari CUCO Indonesia adalah :

1. Drs. R. W. Robby Tulus selaku pimpinan umum kursus. 2. A. C Lunandi, BA sebagai tenaga pengajar utama. 3. Drs. Suharto Nazir sebagai tenaga pengajar pembukuan. 4. Teodorus Trisna Ansarli sebagai aktivis CUCO

(56)

 

Kursus-kursus dasar tersebut diadakan pada tanggal 24 s.d 28 Agustus 1975 di Sanggau dan diikuti oleh 32 peserta dari berbagai Paroki. Dari Paroki Pusat Damai ada 5 peserta, yaitu :

1. Bass Kasan, BA ; guru agama Katolik dan ketua rombongan. 2. St. Atjin ; Kepala SD Bersubsidi Pusat Damai.

3. D. Djiwa ; Sekretaris Paroki dan Kepala Kampung Pusat Damai. 4. Sr. Aloysia ; Wakil Kepala SD Bersubsidi Pusat Damai.

5. P. Dael Pongkuk ; Guru SMP Yos Sudarso Pusat Damai.

Para peserta kursus merupakan angkatan ke-63 di Indonesia dan masing-masing peserta mendapatkan sertifikat dengan Nomor 63/ VIII/ 1975 yang diserahkan pimpinan kursus pada tanggal 28 Agustus 1975. Setelah mengikuti kursus dasar ini, kelima orang utusan Paroki Pusat Damai segera menindaklanjuti hasil kursus dengan cara :

1. Mengadakan pertemuan pada tanggal 12 Januari 1976 dengan guru-guru, para katekis dan tokoh masyarakat di Pusat Damai.

2. Mengunjungi kampung-kampung yang berada di sekitar Pusat Damai untuk mempromosikan Credit Union.

(57)

 

(58)

 

1. Sejarah CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang

Seiring waktu CU Masdapala kurang menunjukkan perkembangan berarti sehingga pada Desember 2005, pengurus CU Masdapala mengadakan rapat khusus yg menghasilkan keputusan bahwa anggota CU Masdapala menyatakan mau bergabung (merger) dengan Credit Union Lantang Tipo. Jumlah anggota saat itu sebanyak 492 orang dengan asset sebesar Rp 1.671.988.437 dan memiliki empat orang staf. Untuk mengingat sejarahnya pengurus menetapkan nama TP ini menjadi Credit Union

Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang dan mulai operasional pada tanggal 2 Januari 2006 dengan wilayah kerja meliputi Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Jelimpo.

Tabel IV.1

Eksekutif yang pernah berkarya di TP Masdapala Ngabang No Nama Masa Bertugas

1 Andreas Lande, S.P 2 Januari 2006 samapai 31 Maret 2007 2 Tagor Viktor, S.E 2 Jan 2006 sampai 30 Juni 2008 3 Elvira, A.Md 2 Jan 2006 sampai 31 Juli 2007

4 Andri Nobertho 16 Juli 2007 sampai 29 Februari 2008 (berhenti)

B. Visi

(59)

 

C. Misi

Menyediakan Produk Sesuai Kebutuhan Anggota dan Memberikan Layanan Keuangan Yang Profesional Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Anggota D. Lokasi Credit Union

Credit Union Lantang Tipo Pusat yang berbadan Hukum No. 1343/ BH/ PAD/X. Tanggal 25 Januari 2011, beralamat di Jalan Pancasila No.04 Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat 78561, yang merupakan Credit Union terbesar dalam lingkup Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah (BK-3D) atau BKCU-Kalimantan. CU Lantang Tipo ini dapat membuka Tempat Pelayanan (TP) di tempat lain di luar tempat tinggal sebagian besar anggotanya dengan memperhatikan pelayanan anggota dan kekayaan ekonomis. Dan alamat Credit Union Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang Jln. Pemuda, Tungkul, Ngabang, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (0563)21704.

E. Landasan, Azas dan Prinsip

CU Lantang Tipo berlandaskan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 serta berdasarkan azas kekeluargaan. CU Lantang Tipo melakukan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi yaitu:

1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. 2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.

3. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing.

(60)

 

5. Mandiri.

6. Melaksanakan pendidikan perkoperasian bagi anggota. 7. Kerjasama antar Koperasi.

CU Lantang Tipo sebagai badan usaha dalam melaksanakan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Credit Union:

1. Prinsip-prinsip CU Lantang Tipo a. Keanggotaan sukarela dan terbuka. b. Pengawasan demokrasi oleh anggota. c. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. d. Otonomi dan kemandirian.

e. Pendidikan pelatihan dan penerangan. f. Kerjasama antar Koperasi

g. Kepedulian terhadap masyarakat. 2. Nilai - nilai inti Kopdit CU Lantang Tipo :

a. Loyalty (Kesetiaan)

Setia kepada nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan pilar credit union. b. Advance (Terdepan)

Terdepan dalam kualitas sumber daya manusia, informasi dan teknologi, produk dan layanan.

c. Neutral (Netral)

(61)

 

d. Truth (Kebenaran)

Bertindak dan bersikap berdasarkan nilai-nilai kebenaran. e. Attitude (Sikap)

Berpikir dan berperilaku positif sehingga tercipta insan credit union yang memiliki integritas.

f. Network (Jaringan)

Membangun jaringan layanan keuangan internal secara efisien dan kerjasama dengan pihak eksternal secara optimal untuk memperkokoh gerakan pembedayaan.

g. growth (Pertumbuhan)

Bertumbuh terus secara sehat, kokoh dan terpercaya. h. Togetherness (Kebersamaan)

Mempererat ikatan sosial antar individu untuk saling mendukung dan bekerjasama dalam mencapai kehidupan yang sejahtera.

i. Inovation

Secara terus-menerus mengembangkan diri dalam ilmu pengetahuan, kompetensi, profesionalisme, dan pola pikir, sehingga dapat melakukan pembaharuan produk dan layanan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan anggota.

j. Professional (Profesional)

(62)

 

k. Optimist (Optimis)

Memandang masa depan dengan penuh keyakinan dan percaya diri. F. Keanggotaan Credit Union

Kebijakan Pengurus Koperasi Kredit CU Lantang Tipo Tahun Buku 2013 adalah senagai berikut:

1. Syarat – Syarat umum untuk menjadi anggota

a. Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela bagi WNI yang berdomisili tetap dalam wilayah kerja.

b. Sehat jasmani dan rohani.

c. Tidak sedang dalam proses hukum dan/atau sedang menjalani hukuman penjara.

d. Menerima dan sanggup melaksanakan prinsip-prinsip dan nilai-nilai

Credit Union.

e. Menerima dan mematuhi AD, ART, keputusan-keputusan RAT, dan Pola Kebijakan Pengurus yang sedang berlaku.

f. Keanggotaan bersifat perorangan dan tidak dapat dipindahtangankan. 2. Syarat-Syarat Khusus Menjadi Anggota Penuh

a. Saat diterima menjadi anggota berusia antara 17 s.d. 65 tahun dan/atau belum berusia 17 tahun tetapi sudah menikah.

b. Mengisi Surat Permohonan Menjadi Anggota. c. Menyerahkan :

(63)

 

3) Menyerahkan 2 lembar pasfoto terbaru ukuran 2 x 3 cm.

d. Calon anggota yang berdomisili kurang dari 6 bulan di alamat terakhir wajib melampirkan surat keterangan domisili dari kepala desa.

e. Menyetor tunai minimal Rp 185.000,00 (seratus delapan puluh lima ribu rupiah) untuk:

1) Uang Pangkal (UP) Rp 15.000,00 2) Kontribusi Rp 30.000,00 3) Iuran Gedung Rp 50.000,00 4) Iuran Solkesta tahun 2013 Rp 50.000,00 5) Iuran Solduka tahun 2013 Rp 40.000,00

f. Menyetor simpanan pertama minimal Rp 1.030.000,00 (satu juta tiga puluh ribu rupiah) untuk:

1) Simpanan Pokok (SP) Rp1.000.000,00 2) Simpanan Wajib (SW) Rp 20.000,00 3) Simpanan Muhunt (SM) Rp 10.000,00

g. Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan Simpanan Muhunt dapat disetor dengan cara Kredit Menambah Simpanan (KMS), tetapi biaya jasa pelayanan kredit harus dibayar secara tunai.

h. Wajib mengikuti Pendidikan Dasar.

3. Syarat – syarat khusus menjadi Anggota Luar Biasa (ALB)

a. Mengisis Formulir Permohonan Menjadi Anggota Luar Biasa (ALB). b. Menyetor uang tunai minimal Rp 175.000,00 (seratus tujuh puluh lima

(64)

 

1) Uang Pangkal (UP) Rp 15.000,00 2) Kontribusi Diklat Rp 20.000,00 3) Iuran Gedung Rp 50.000,00

4) Iuran Solkesta tahun 2013 Rp 50.000,00 5) Iuran Solduka tahun 2013 Rp 40.000,00

c. Menyetor uang simpanan minimal sebesar Rp 1.030.000,00 (satu juta tiga puluh ribu rupiah) untuk:

1) Simpanan Pokok (SP) Rp 1.000.000,00

2) Simpanan Wajib (SW) bulan pertama menjadi Anggota Rp 20.000,00

3) Simpanan Muhunt (SM) bulan pertama menjadi Anggota Rp 10.000,00

4. Kawajiban Anggota Penuh

a. Menabung Simpanan Wajib (SW) dan Simpanan Muhunt (SM) secara teratur sesuai ketentuan.

b. Mengembalikan kredit dan membayar bunga kredit sesuai perjanjian. c. Mendukung dan mengikuti kegiatan-kegiatan pendidikan Credit Union. d. Mempromosikan Credit Union kepada orang lain.

e. Mengikuti rapat anggota.

f. Mengikuti dan menghayati program solidaritas yang dikembangkan oleh Credit Union.

(65)

 

5. Hak Anggota

a. Mendapatkan pelayanan prima dari Credit Union.

b. Mendapatkan informasi dan laporan tentang perkembangan Credit Union.

c. Mendapat deviden, BJS dan BJK sesuai ketentuan.

d. Mengajukan usul, saran, dan menyampaikan informasi untuk kemajuan

Credit Union.

e. Memilih dan dipilih menjadi Pengurus atau Pengawas (kecuali ALB). 6. Berakhirnya Status Keanggotaan

a. Anggota dinyatakan berhenti secara otomatis jika meninggal dunia. b. Anggota dapat meminta berhenti atas kemauan sendiri dengan mengisi

Surat Permohonan Berhenti.

c. Anggota dapat diberhentikan jika tidak memenuhi ketentuan dalam AD/ART, Poljak, dan/atau keputusan RAT.

(66)
(67)

 

H. Struktur Managemen

Tabel IV.2

Struktur Managemen CU Lantang Tipo TP Masdapal Ngabang Periode 2012-2014

No Nama Jabatan/Bidang Kerja

1 Kristianus Manager Tempat Pelayanan 2 Veronika Yanti, A.Md Kepala Bidang Member Service 3 Ana Khordina, A.Md Teller

4 Elvira, A.Md Analis Kredit

5 Yulia Mayang Rumen, S.Ip Kepala Bidang Teller

6 Honoratus Kepala Bidang Kredit

7 Julianus Paul Kepala Bidang Penagihan

8 Teguh Wahyudi Penagihan

9 Yennita, A.Md Teller

10 Marina Krisanty, S.E Teller

11 Nanang Suryadi Kolektor CUMI 12 Susan, S.Sos Analis Kredit 13 Lorensius Yudi Heriyanto, A.Md Penagihan 14 Libertus, S.Kom Member Service

I. Wilayah Kerja

(68)

 

1. Wilayah Kabupaten Sanggau : a. TP. Kembayan

2. Wilayah Kabupaten Landak : a. TP. Masdapala Ngabang b. TP. Serimbu

c. TP. Pahauman

3. Wilayah Kabupaten Sekadau : a. TP. Sekadau

(69)

 

d. TP. Sei Ayak

4. Wilayah Kabupaten Melawi : a. TP. Nanga Pinoh

5. Wilayah Kabupaten Sintang : a. TP. Sintang

6. Wilayah Kabupaten Bengkayang : a. TP. Bengkayang

b. TP. Sanggau Ledo c. TP. Samalantan

7. Wilayah Kabupaten Pontianak : a. TP. Sei Ambawang

8. Wilayah Tempat Pelayanan yang baru: a. Jeruju Pontianak

b. Balai Sepuak c. Ella Hilir d. Nanga Mau e. Balai Berkuak f. Sepauk g. Tanah Pinoh h. Simpang Silat i. Kelam Permai j. Sandai

(70)

 

l. Singkawang m. Sei.Raya Dalam n. Sayan

(71)

54

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan apakah ada perbedaan

perilaku anggota terhadap produk tabungan CU ditinjau dari karakteristik:

jenis kelamin, profesi dan tingkat pendidikan anggota Credit Union Lantang

Tipo TP Masdapala Ngabang. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan

sejumlah pernyataan atau angket kepada anggota Credit Union Lantang Tipo

TP Masdapala Ngabang yaitu sebanyak 100 responden sebagai sampel.

Angket yang diberikan kepada responden dalam penelitian ini dibagi

kedalam dua bagian, yaitu:

Bagian Pertama: terdiri dari pernyataan-pernyataan untuk mengetahui

karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, tingkat pendidikan

terakhir, jenis pekerjaan, dan jenis tabungan yang dimiliki.

Bagian Kedua: terdiri dari pernyataan-pernyataan untuk mengetahui perilaku

anggota CU.

B. Pengujian Instrumen

Sebelum penelitian dilakukan lebih lanjut, terlebih dahulu perlu

dilakukan pengujian terhadap instrumen penelitian dalam angket. Pengujian

dilakukan untuk mengetahui apakah angket yang dipakai sebagai instrumen

(72)

55

 

dilakukan terhadap 100 orang responden yang telah menjadi anggota CU

Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang.

1. Analisis Uji Validitas

Analisis uji validitas penelitian ini dilakukan dengan mencari nilai

korelasi Product Moment (Pearson) antara masing-masing item dengan

skor total. Untuk pengujian tingkat validitas jumlah responden yang diukur

sebanyak 100 pada tingkat signifikansi 5%. Butir pernyataan dikatakan

valid jika r hitung lebih besar dari r tabel untuk jumlah responden 100

yaitu 0,195. Butir pernyataan dikatakan tidak valid jika rhitung lebih kecil

dari rtabel atau lebih kecil dari 0,195.

Tabel V.1

Hasil Uji Validitas Instumen Penelitian Tahap Perolehan

Butir

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

1 0.514 0.195 Valid

2 0.486 0.195 Valid

3 0.432 0.195 Valid

4 0.474 0.195 Valid

Sumber: data penelitian diolah 2013

Berdasarkan hasil analisis di atas dapat dilihat bahwa seluruh butir

pernyataan mempunyai koefisien korelasi ≥ 0,195. Karena koefisien

korelasi pada semua butir pernyataan nilainya lebih dari 0,195 maka dapat

disimpulkan bahwa butir pernyataan perilaku anggota pada tahap

(73)

56

 

Tabel V.2

Hasil Uji Validitas Instumen Penelitian Tahap Konsumsi

Butir

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

1 0.434 0.195 Valid 2 0.349 0.195 Valid 3 0.373 0.195 Valid 4 0.369 0.195 Valid Sumber: data penelitian yang diolah 2013

Berdasarkan hasil analisis di atas dapat dilihat bahwa seluruh butir

pernyataan mempunyai koefisien korelasi ≥ 0,195. Karena koefisien

korelasi pada semua butir pernyataan perilaku anggota pada tahap

konsumsi nilainya lebih dari 0,195 maka dapat disimpulkan bahwa butir

pernyataan tersebut dinyatakan valid.

Tabel V.3

Hasil Uji Validitas Instumen Penelitian Tahap Disposisi

Butir

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

1 0.506 0.195 Valid 2 0.581 0.195 Valid 3 0.538 0.195 Valid 4 0.531 0.195 Valid 5 0.669 0.195 Valid Sumber: data penelitian yang diolah 2013

Berdasarkan hasil analisis di atas dapat dilihat bahwa seluruh butir

pernyataan mempunyai koefisien korelasi ≥ 0,195. Karena koefisien

(74)

57

 

disimpulkan bahwa butir pernyataan perilaku anggota pada tahap disposisi

tersebut dinyatakan valid.

2. Analisis Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas ini dilakukan dengan instrumen

menggunakan teknik Cronbach’s Alpha. yang artinya instrumen dapat

dikatakan reliabel apabila hasil koefisien Alpha lebih besar dari taraf

signifikansi atau Cronbach’s Alpha ≥ 0,60.

Tabel V.4

Hasil uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

Variabel Cronbach’s Alpha Item keterangan

T. Perolehan .693 4 Reliabel

T. Konsumsi .612 4 Reliabel

T. Disposisi .787 5 Reliabel

Sumber: data penelitian yang diolah 2013

Dari tampilan output SPSS di atas nilai Cronbach’s Alpha > 0.60

sebesar 0.693 atau 69,3% untuk tahap perolehan, dan 0.612 atau 61,2%

untuk tahap konsumsi, 0.787 atau 78,7% untuk tahap disposisi, karena

nilai Cronbach’s Alpha > 0.60 pada semua item, maka dapat disimpulkan

bahwa kehandalan dinyatakan reliabel.

C. Deskripsi Data Penelitian 1. Analisis Deskriptif

Untuk keperluan analisis dilakukan pengumpulan data dengan

memberikan angket kepada nasabah CU Lantang Tipo TP Masdapala

(75)

58

 

Karakteristik responden yang diperoleh antara lain data tentang jenis

kelamin, profesi, dan pendidikan. Berikut ini data mengenai responden:

a. Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin dapat dibedakan menjadi 2

kelompok yaitu pria dan wanita. Hasil analisis data responden

berdasarkan jenis kelamin ditampilkan pada Tabel V.5 dibawah ini:

Tabel V.5

Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Banyaknya Responden Persentase (%)

Pria 35 35

Wanita 65 65

Jumlah 100 100

Sumber : Data primer diolah, 2013

Tabel V.5 menunjukkan mayoritas nasabah CU Lantang

Tipo TP Masdapala Ngabang berjenis kelamin Wanita yaitu

sebanyak 65 orang atau 65% dan responden yang berjenis kelamin

Pria sebanyak 35 responden atau 35%.

b. Jenis Pekerjaan

Berdasarkan jenis pekerjaan responden dibagi menjadi 7

kelompok yaitu pelajar, mahasiswa, PNS, pegawai swasta,

wiraswasta, ibu rumah tangga, dan polisi. Hasil analisis data

responden berdasarkan pekerjaan ditampilkan pada Tabel V.6 di

(76)

59

Wiraswasta(Petani, Pedagang) 15 15 %

Ibu Rumah Tangga 6 6 %

Lainnya, Polisi 1 1 %

Jumlah 100 100%

Sumber : Data primer diolah, 2013

Dari tabel V.6 menunjukkan bahwa mayoritas nasabah CU

Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang memiliki pekerjaan sebagai

pegawai swasta yaitu sebanyak 34 responden atau 34% dan terendah

adalah nasabah yang berprofesi sebagai Polisi yaitu sebanyak 1

responden atau 1%.

c. Tingkat pendidkan akhir responden

Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir, responden

dikelompokan menurut tingkat pendidikan terakhir yang telah

diselesaikan. Tingkat pendidikan terakhir dikelompokan ke dalam 5

kelompok yaitu SD, SMP, SLTA, Diploma dan Sarjana. Hasil

analisis data responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir

(77)

60

Banyaknya Responden Prosentase

(%)

Dari tabel V.7 menunjukkan bahwa mayoritas nasabah CU

Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang memiliki tingkat pendidikan

SLTA yaitu sebanyak 37 responden atau 37%, 34% berpendidikan

Sarjana, dan yang berpendidikan Diploma sebanyak 14 responden

atau 14%, SD sebanyak 10%, dan SMP sebanyak 5%.

2.Analisis Anova

Within Groups 4005.525 98 40.873

Total 4009.790 99

sumber: data angket, diolah dengan SPSS 16.0 for Windows

Pada tabel hasil uji anova satu arah ( One Way Anova) dapat dilihat

tidak terdapat perbedaan signifikan pada perilaku anggota terhadap

produk tabungan berdasarkan jenis kelamin, karena memiliki probabilitas

(78)

61

 

perilaku konsumen dilihat dari karakteristiknya (jenis kelamin, profesi,

dan tingkat pendidikan akhir). Dengan kata lain tidak ada beda perilaku

anggota dilihat dari karakteristik jenis kelamin di CULT TP Masdapala

Ngabang.

Tabel V.9

Hasil Uji Anova Perilaku konsumen berdasarkan Tingkat Pendidikan Akhir

ANOVA Total Skor

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Between Groups 378.514 4 94.628 2.476 .049

Within Groups 3631.276 95 38.224

Total 4009.790 99

sumber: data angket , diolah dengan SPSS 16.0 for Windows

Pada tabel hasil uji anova satu arah ( One Way Anova) dapat dilihat

terdapat perbedaan signifikan pada perilaku anggota terhadap produk

tabungan berdasarkan Tingkat Pendidikan Akhir, yakni memiliki

probabilitas <0.05 maka Ha diterima, dimana hipotesisi Ha adalah Ada

perbedaan perilaku konsumen dilihat dari karakteristiknya (jenis

kelamin, profesi, dan tingkat pendidikan akhir). Dengan kata lain ada

beda perilaku anggota terhadap produk tabungan berdasarkan Tingkat

(79)

62

 

Tabel V.10

Hasil Uji Anova Perilaku konsumen berdasarkan Pekerjaan

ANOVA Total Skor

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Between Groups 64.041 5 12.808 .305 .909

Within Groups 3945.749 94 41.976

Total 4009.790 99

sumber: data angket , diolah dengan SPSS 16.0 for Windows

Pada tabel hasil uji anova satu arah ( One Way Anova) dapat

dilihat tidak terdapat perbedaan signifikan pada perilaku anggota

terhadap produk tabungan berdasarkan Pekerjaan, karena memiliki nilai

0,909 berada diatas 0.05 maka Ha ditolak, dimana hipotesis Ha adalah

Ada perbedaan perilaku konsumen dilihat dari karakteristiknya (jenis

kelamin, profesi, dan tingkat pendidikan akhir). Dengan kata lain tidak

ada beda perilaku anggota dilihat dari karakteristik Pekerjaan di CULT

TP Masdapala Ngabang.

D. Pembahasan

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan. maka penulis

melakukan pembahasan sebagai berikut :

1. Analisis Persentase Karakteristik Responden CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang:

a. Jenis Kelamin Responden

Dari keseluruhan 100 sampel, dapat dilihat bahwa responden

CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang berdasarkan jenis kelamin,

(80)

63

 

persen atau 65 responden dari 100 sampel. Hal ini menunjukkan bahwa

wanita cenderung berpikiran untuk menyisihkan sebagian uang mereka

untuk ditabung ke Credit Union, untuk sarana tambahan atau cadangan

keuangan mereka. Adapun karakter perempuan sebagai berikut:

1) Keibuan

Tipe karakter wanita yang keibuan adalah wanita yang pikirannya

sudah dewasa. Wanita yang sudah mempunyai karakter keibuan ini,

biasanya dikarenakan adanya pengaruh dari keluarganya.

2) Mandiri

Tipe kedua ini, adalah karakter wanita yang tergolong kuat. Karena

wanita dengan tipe karakter seperti ini biasanya percaya pada diri

sendiri, tidak mudah menangis atau tegar walaupun terkadang

menangis di hati tetapi wajahnya tetap menampakkan bahwa tidak

ada apa-apa dalam hidupnya.

3) Langsung

Karakter wanita yang berkarakter langsung tidak suka sesuatu yang

berbelit-belit, dan menginginkan menyelesaikan semua masalah

tanpa bertele-tele.

4) Manja

Manja juga termasuk karakteristik wanita juga. Biasanya wanita

manja kebalikan dari karakter wanita langsung, wanita manja

(81)

64

 

5) Kasar, Lemah Lembut, Rasional, Agresif, Emosional, Teliti,

Hemat..

Berdasarkan karakter perempuan di atas, dapat dilihat kalau

pria dan wanita memiliki kesamaan karakter, maka di dalam

perilaku menabung antara pria dan wanita sama-sama memiliki

pemikiran atau keinginan untuk menunjang kestabilan ekonomi

mereka pribadi dan keluarga.

b. Pekerjaan Responden

Jenis pekerjaan seseorang akan mempengaruhi pendapatan

yang diterimanya. Jenis pekerjaan dan pendapatan responden tersebut

kemudian akan mempengaruhi proses keputusan dan pola konsumsi

seseorang. Berdasarkan data yang diperoleh dari 100 responden.

Anggota CU Lantang Tipo TP Masdapala Ngabang memiliki jenis

pekerjaan yang beragam. Persentase paling besar yaitu responden

dengan jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta (34 persen) dan urutan

ke dua yaitu responden dengan jenis pekerjaannya sebagai pegawai

negeri (30 persen) dan ketiga wiraswasta (15 persen). Hal ini

menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan orang yang

memiliki aktifitas tinggi yaitu sekitar 79 persen yang terdiri dari

pegawai swasta, pegawai negri dan wiraswasta sehingga responden

membutuhkan hal yang dapat menunjang aktivitasnya, seperti memilih

Figur

Gambar         Judul
Gambar Judul . View in document p.14
Gambar II. 1: Proses Perilaku Konsumen
Gambar II 1 Proses Perilaku Konsumen . View in document p.27
Gambar II. 2: Kerangka berpikir
Gambar II 2 Kerangka berpikir . View in document p.42
Tabel III.1
Tabel III 1 . View in document p.45
Tabel IV.1
Tabel IV 1 . View in document p.58
Tabel IV.2
Tabel IV 2 . View in document p.67
Tabel V.5 menunjukkan mayoritas nasabah CU Lantang
Tabel V 5 menunjukkan mayoritas nasabah CU Lantang . View in document p.75
Tabel V.6 Profesi Responden
Tabel V 6 Profesi Responden . View in document p.76
Tabel V.7 Pendidikan Responden
Tabel V 7 Pendidikan Responden . View in document p.77
Tabel  V.9 Hasil Uji Anova Perilaku konsumen berdasarkan Tingkat
Tabel V 9 Hasil Uji Anova Perilaku konsumen berdasarkan Tingkat . View in document p.78
Tabel  V.10
Tabel V 10 . View in document p.79
Tabel  V.11
Tabel V 11 . View in document p.83
Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar dalam penelitian
Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar dalam penelitian . View in document p.84

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (129 Halaman)