KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN JIGSAW DITINJAU DARI KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA KELAS X TKR SMK YPT PURWOREJO

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN

JIGSAW DITINJAU DARI KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA KELAS X TKR SMK YPT PURWOREJO

Oleh: Wachid Hasyim, Adhetya Kurniawan

Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif UMP Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari metode pembelajaran TGT dan Jigsaw di tinjau dari kecerdasan interpersonal tingkat rendah dan kecerdasan interpersonal tingkat tinggi yang diketahui berdasarkan hail belajar. Subyek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X TKR SMK YPT Purworejo Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen menggunakan desain factorial 2x2, data dikumpulkan dengan menggunakan cara dokumentasi, angket kecerdasan interpersonal dan tes hasil belajar. Data dari hasil belajar siwa dianalisis secara deskriptif statistik menggunakan program SPSS ANAVA dua jalan. Teknik analisis data digunakan untuk mengetahui keefektifan metode pembelajaran TGT dan Jigsaw ditinjau dari kecerdasan interpersonal yang diketahui dari hasil belajar siswa terhadap pembelajaran perawatan dan perbaikan mesin (PPM) 1 pada fokus materi sistem pendinginan mesin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara keseluruhan hasil belajar siswa materi sisitem pendinginan mesin, siswa yang diajar dengan model kooperatif tipe TGT lebih tinggi di bandingkan dengan siswa yang diajar dengan model kooperatif tipe Jigsaw. (2) siswa yang diajar menggunakan metode TGT dengan tingkat kecerdasan interpersonal tinggi memperoleh hasil belajar lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan interpersonal rendah. (3) siswa yang diajar menggunakan metode Jigsaw dengan tingkat kecerdasan interpersonal tinggi mendapatkan hasil belajar yang lebih tinggi di bandingkan siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan interpersonal rendah. (4) tidak terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat kecerdasan iterpersonal terhadap pencapaian hasil belajar sistem pendinginan mesin.

Kata kunci : Keefektifan, Metode TGT dan jigsaw, Kecerdasan Interpersonal

PENDAHULUAN

Proses pembelajaran di SMK yang saat ini ditemukan kurang menunjang siswa untuk aktif dalam pembelajaran, karena siswa lebih banyak berperan sebagai penerima informasi dari guru dan kegiatan peserta didik dalam pembelajaran hanya mendengarkan dan mencatat hasil penjelasan guru. Dampak dari proses pembelajaran seperti itu peserta didik kurang memiliki kemampuan dan keberanian dalam mengemukakan pendapat maupun berinteraksi dengan teman sebaya. Metode mengajar guru diduga menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya kemampuan siswa.

(2)

kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT) Menurut Slavin dalam buku Miftahul Huda (2011:116) TGT merupakan kompetisi dengan kelompok-kelompok yang memiliki komposisi kemampuan yang setara. Dalam strategi pembelajaran tersebut siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 sampai 6 orang. Siswa yang kurang mampu dapat bertanya kepada siswa yang menguasai materi pelajaran. Selain itu pada akhir pembelajaran akan diberikan permainan yang sesuai dengan materi pelajaran untuk lebih memotivasi siwa dalam berkompetisi. Selain metode pembelajaran TGT, metode

Jigsaw juga merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Menurut Yuzar dalam bukunya Isjoni (2013:78) menyatakan dalam pembelajaran kooperatif Jigsaw siswa belajar kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang, heterogen dan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab secara mandiri.

Hasil observasi dan wawancara dengan guru di SMK YPT Purworejo menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran banyak siswa yang terlihat pasif.. Siswa kurang berminat selama mengikuti proses pembelajaran, siswa kurang berani mengemukakan pendapatnya bila diberi pertanyaan oleh guru. Menanggapi permasalahan tersebut, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui “Keefektifan Metode Pembelajaran TGT dan

Jigsaw ditinjau dari Kecerdasan Interpersonal Siswa Kelas X TKR SMK YPT Purworejo”.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi-experimental research) Penelitian ini di desain menggunakan rancangan desain factorial, faktorial 2 x 2 dengan rancangan penelitian diperlihatkan pada tabel berikut :

Tabel 2.Desain Penelitian menggunnakan Desain Faktorial Metode Pembelajaran

(A) Tingkat

Kecerdasan Interpersonal (B)

Team Game Tournament (TGT) (a1)

Jigsaw (a2)

Interpersonal Tingkat Rendah (b1) a1b1 a2b1

(3)

Hipotesis statistik yang diuji pada penelitian ini adalah: 1. H 0 : µ A1 ≤ µ A2

H 1 : µ A1 > µ A2

H 0 dapat diterima apabila F O ≤ F (n1-1; n2-1) (0,05) 2. H 0 : µ A1B1 ≤ µ A1B2

H 1 : µ A1B1 > µ A1B2

H 0 dapat diterima apabila F O ≤ F (n1-1; n2-1) (0,05) 3. H 0 : µ A2B1 ≤ µ A2B2

H 1 : µ A2B1 > µ A2B2

H 0 dapat diterima apabila F O ≤ F (n1-1; n2-1) (0,05) 4. H 0 :all (µ AB- µ A- µ B+ µ ) ≤ 0

H 1 :all (µ AB- µ A- µ B+ µ ) > 0

H 0 dapat diterima apabila F O ≤ F (k-1; n-k) (0,05)

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Berikut adalah beberapa jawaban hipotesis dan penjelasannya:

1. Keefektifan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dan Jigsaw

di SMK YPT Purworejo.

Hipotesis tentang keefektifan metode pembelajaran TGT dan Jigsaw diterima. Secara umum hasil belajar sistem pendinginan mesin siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih efektif dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran tipe Jigsaw. Hal ini terjadi karena, metode TGT mempunyai konsep dasar yang lebih baik untuk melatih siswa dalam berkompetisi mewakili suatu kelompok dengan games.. Terbukti bahwa siswa yang di ajar menggunakan metode TGT akan lebih proaktif dan mempunyai tanggung jawab penuh kepada kelompok (Teams) masing-masing, selain itu siswa yang diberi perlakuan dengan metode TGT secara langsung dapat mengaktualisasikan materi yang sudah di pahami dengan bermain peran sebagai pembaca soal, penjawab soal dan sebagai panantang teman yang tidak bisa menjawab soal secara bergantian, segingga akan timbul suatu dinamika dalam kelompok tournamen.

(4)

2. Keefektifan metode pembelajaran Teams Gams Tournament (TGT) ditinjau dari kecerdasan Interpersonal rendah dan kecerdasan Interpersonal tinggi.

Hipotesis keefektifan metode pembelajaran TGT ditinjau dari kecerdasan interpersonal rendan dan tingkat kecerdasan interpersonal tinggi diterima. Secara keseluruhan hasil belajar sistem pendinginan mesin pada kelas TGT dengan siswa yang mempunyai kecerdasan interpersonal tinggi memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan interpersonal rendah. Hal ini terjadi karena siswa dengan tingkat Kecerdasan Interpersonal tinggi mempunyai tingkat keaktifan dan daya serap materi yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mempunyai Kecerdasan Interpersonal tingkat rendah.

3. Keefektifan metode pembelajaran Jigsaw ditinjau dari kecerdasan interpersonal tinggi dan kecerdasan interpersonal rendah

Berdasarkan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama hipotesis ketiga diterima karena terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada materi sistem pendinginan mesin menggunakan metode Jigsaw antara tingkat kecerdasan interpersonal siswa rendah dengan tingkat tingkat kecerdasan interpersonal siswa tinggi. Hasil ujin hipotesis diperoleh bahwa siswa dengan tingkat kecerdasan interpersonal tinggi lebih baik/memberikan nilai hasil belajar lebih besar dibandingkan dengan siswa dengan tingkat Kecerdasan Interpersonal rendah. Hal ini terjadi karena tingkat Kecerdasan Interpersonal tinggi memberikan pengaruh yang baik, terbukti pada saat proses pembelajaran siswa yang mempunyai tingkat Kecerdasan Interpersonal tinggi cenderung lebih aktif baik dalam bertanya diskusi maupun menyampaikan pendapat.

4. Interaksi antara metode pembelajaran dengan tingkat kecerdasan interpersonal Berdasarkan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat Kecerdasan Interpersonal siswa terhadap hasil belajar materi sistem pendinginan mesin. Hal ini terjadi karena faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa tidak hanya dari Kecerdasan Interpersonal. Gambar dibawah ini adalah grafik hasil belajar bedasarkan uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan.

(5)

SIMPULAN

Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, didapat simpulan sebagai berikut:

1. Secara umum metode pembelajaran TGT lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran Jigsaw.

2. Metode pembelajaran TGT dengan tingkat kecerdasan interpersonal tinggi lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran TGT dengan tingkat kecerdasan interpersonal rendah.

3. Metode pembelajaran Jigsaw dengan tingkat kecerdasan interpersonal tinggi lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran Jigsaw dengan tingkat kecerdasan interpersonal rendah.

4. Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran TGT dan Jigsaw dengan tingkat kecerdasan Interpersonal.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Budiyono. 2004. Statistika untuk Penelitian. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Depdiknas. 2003. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional. Jakarta : Depdiknas.

Isjoni. 2011. Pembelajaran Kooperatif, Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi AntarPeserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning, Teori Riset dan Praktek. Bandung:

[VALUE] [VALUE] [VALUE]

[VALUE]

[VALUE] [VALUE]

0.00 50.00 100.00

Tinggi Rendah Mean

Grafik. Hasil Belajar Siswa

(6)

Sudjana. 2005. Metode Statistika, Tarsito, Bandung : Tarsito.

Sugiyono. 2007. Statistika untuk Penelitian, CV. ALFABETA. Bandung. Wardiman. 1998. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :