PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, KOMPLEKSITAS OPERASI, REPUTASI KAP DAN KOMITE AUDIT TERHADAP AUDIT DELAY

15 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, KOMPLEKSITAS OPERASI, REPUTASI KAP DAN KOMITE AUDIT

TERHADAP AUDIT DELAY

(Studi Empiris pada Perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2013)

NASKAH PUBLIKASI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun Oleh :

FAUZIAH LUTHFIANY LATIFA B200110385

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2015

(2)

2 ABSTRAKSI

Laporan keuangan merupakan proses akhir dari proses akuntansi dan menjadi media bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan berbagai informasi dan pengukuran secara ekonomis mengenai sumber daya yang di miliki serta kinerjanya kepada calon investor, calon kreditor, dan para pengguna laporan keuangan lainnya yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan. Penyampaian laporan keuangan secara berkala dari segi regulasi di Indonesia menyatakan bahwa tepat waktu merupakan kewajiban bagi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2012-2013. Metode pengambilan sampel dengan cara purposive sampling sesuai kriteria yang telah ditentukan. Jumlah sampel penelitian sebanyak 75 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda.

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,603 > α 0,05. (2) leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay, dengan tingkat signifikansi 0,216 > α 0,05. (3) kompleksitas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay, dengan tingkat signifikansi 0,095 > α 0,05. (4) reputasi KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay, dengan tingkat signifikansi 0,171 > α 0,05. (5) komite audit berpengaruh signifikan terhadap audit delay, dengan tingkat signifikansi 0,042 < α 0,05.

Kata kunci: audit delay, profitabilitas, leverage, kompleksitas operasi, Reputasi KAP dankomite audit

(3)
(4)

4 PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Laporan keuangan merupakan proses akhir dari proses akuntansi dan menjadi media bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan berbagai informasi dan pengukuran secara ekonomis mengenai sumber daya yang di miliki serta kinerjanya kepada para pengguna laporan keuangan yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan. Informasi dikatakan berguna apabila disajikan tepat waktu atau ada pada saat dibutuhkan oleh penggunanya.

Penelitian ini dimotivasi oleh beberapa alasan yaitu, pertama pentingnya menyampaikan laporan keuangan dengan tepat waktu agar informasi yang terkandung dalam laporan keuangan dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan. Kedua, objek penelitiaan pada perusahaan LQ 45 dikarenakan perusahaan–perusahaan yang termasuk didalamnya yaitu perusahaan yang saham– sahamnya memiliki tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi. Ketiga, dari penelitian sebelumnya menunjukkan adanya keanekaragaman dari hasil penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay.

Penelitian ini merupakan replikasi atas penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Angruningrum dan Wirakusuma, 2013). Penelitian ini mempunyai persamaan dan perbedaan dengan peneliti. Persamaannya terletak pada variabel dependen dan independennya. Perbedaan terletak pada periode yang digunakan untuk pengambilan sampel, perusahaan yang dijadikan penelitian dan pengukuran variabel kompleksitas operasi dan komite audit. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti mengambil judul “PENGARUH

(5)

5

PROFITABILITAS, LEVERAGE, KOMPLEKSITAS OPERASI,

REPUTASI KAP DAN KOMITE AUDIT TERHADAP AUDIT DELAY (Studi Empiris Pada Perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2013)”.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut:

1. Untuk membuktikan secara empiris pengaruh profitabilitas terhadap audit delay.

2. Untuk membuktikan secara empiris pengaruh leverage terhadap audit delay. 3. Untuk membuktikan secara empiris pengaruh kompleksitas operasi terhadap

audit delay.

4. Untuk membuktikan secara empiris pengaruh reputasi KAP terhadap audit delay.

5. Untuk membuktikan secara empiris pengaruh komite audit terhadap audit delay.

LANDASAN TEORI

Menurut (Subekti, 2005 dalam Aryaningsih dan Budiartha, 2014), Audit Delay merupakan rentang waktu yang dibutuhkan auditor dalam menyelesaikan auditnya. Dengan kata lain, Audit Delay disini diasumsikan sebagai jumlah hari dari akhir periode tahun buku sebuah perusahaan hingga ditandatanganinya laporan keuangan yang telah diaudit sebagai akhir dari standar pekerjaan lapangan yang dilakukan.

(6)

6 Menurut (Rachmawati, 2008 dalam Angruningrum dan Wirakusuma, 2013) profitabilitas menggambarkan tingkat efektivitas kegiatan operasional yang dapat dicapai perusahaan. Apabila profitabilitas perusahaan rendah, maka auditor akan melakukan tugas auditnya dengan lebih hati-hati karena adanya resiko bisnis yang lebih tinggi sehingga akan memperlambat proses audit dan menyebabkan penerbitan laporan auditan yang lebih panjang.

Menurut (Febrianty, 2011) rasio leverage merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitynya. Apabila perusahaan memiliki rasio leverage yang tinggi maka resiko kerugian perusahaan tersbut akan bertambah. Oleh sebab itu, untuk memperoleh keyakinan akan laporan keuangan perusahaan maka auditor akan meningkatkan kehati-hatiannya sehingga rentang audit delay akan lebih panjang.

Jumlah anak perusahaan suatu perusahaan mewakili kompleksitas jasa audit yang diberikan yang merupakan ukuran rumit atau tidaknya transaksi yanng dimiliki oleh klien KAP untuk di audit (Widosari dan Rahardja, 2012). Menurut (Widosari dan Rahardja, 2012), apabila perusahaan memiliki anak perusahaan didalam negeri maka transaksi yang dimiliki klien semakin rumit karena ada laporan konsolidasi yang perlu di audit oleh auditor. Selain itu apabila perusahaan memiliki anak perusahaan diluar negeri maka laporan tambahan yang perlu di audit adalah laporan reasurement.Perusahaan yang memiliki unit operasi (cabang) lebih banyak akan memerlukan waktu yang lebih lama bagi auditor untuk melakukan pekerjan auditnya.

(7)

7 (Lee, 2008 dalam Angruningrum dan Wirakusuma, 2013) yang menemukan bahwa KAP yang berafiliasi dengan Big Four lebih awal menyelesaikan auditnya daripada KAP non-Big Four. Karena, KAP Big Four diperkirakan memiliki ketersediaan teknologi yang lebih maju dan staf spesialis sehingga, akan lebih efisien dalam melakukan pelayanan mereka.

Komite audit merupakan komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dengan tujuan membantu Komisaris Independen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pengawasan. Komite audit bertugas untuk memantau perencanaan dan pelaksanaan kemudian mengevaluasi hasil audit guna menilai kelayakan dan kemampuan pengendalian interen termasuk mengawasi proses penyusunan laporan keuangan. Berdasarkan peraturan Bapepam, setiap perusahaan go public diwajibkan membentuk komite audit yang beranggotakan minimal 3 orang. Semakin banyak jumlah komite audit maka audit delay akan semakin singkat. METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi yang digunakan adalah perusahaan yang termasuk dalam perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2013. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 112 perusahaan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Uji hipotesisnya menggunakan analisis regresi linier berganda yaitu :

(8)

8 HASIL PENELITIAN

Analisis Statistik Deskriptif

Tabel 1 Statistik Deskriptif N Minimu m Maximu m Mean Std. Deviation AUD 75 31,00 87,00 67,3733 15,57438 PROF 75 0,29 40,38 11,1407 8,18493 LEV 75 16,00 753,00 98,7867 96,94040 KOMPLEK 75 0,00 352,00 30,0133 52,34101 KAP 75 0,00 1,00 0,7733 0,42149 KOMAU 75 0,30 1,50 0,6721 0,26293 Valid N (listwise)

Sumber : data sekunder diolah, 2015(Terlampir)

Berdasarkan tabel tersebut menunjukan bahwa mean (rata-rata) dari audit delay yang terjadi pada perusahaan LQ 45 tahun 2012-2013 adalah sebesar 67,3733 hari dengan standar deviasi 15,57438. Audit delay minimum yang terjadi adalah 31 hari dan maksimum 87 hari.

Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Model K–S Asymp. Sig.

(2-tailed) Kriteria Kesimpulan Unstandardized

Residual

0,922 0,363 P>0,05 Normal Sumber : data sekunder diolah, 2015(Terlampir)

Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengujian diperoleh sebesar 0,363 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti data tersebut memenuhi syarat untuk berdistribusi normal.

(9)

9 b. Uji Multikolinearitas

Tabel 3

Hasil Uji Multikolinearitas

Variabel Tolerance VIF Interpretasi PROF 0,878 1,139 Bebas Multikolinearitas LEV 0,882 1,134 Bebas Multikolinearitas KOMPLEK 0,891 1,122 Bebas Multikolinearitas KAP 0,865 1,156 Bebas Multikolinearitas KOMAU 0,904 1,106 Bebas Multikolinearitas

Sumber : data sekunder diolah, 2015(Terlampir)

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas. Hal ini dilihat nilai tolerance variabel-variabel bebas > 0,10 dan VIF (Variance Inflation Factor)<10.

c. Uji Heteroskedastisitas

Tabel 4

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Variabel T Sig Kriteria Keterangan

PROF 0,146 0,884 p >0,05 Bebas Heteroskedastisitas LEV -1,441 0,154 p >0,05 Bebas Heteroskedastisitas KOMPLEK -1,479 0,144 p >0,05 Bebas Heteroskedastisitas KAP -0,477 0,635 p >0,05 Bebas Heteroskedastisitas KOMAU 0,676 0,501 p >0,05 Bebas Heteroskedastisitas

Sumber : data sekunder diolah, 2015(Terlampir)

Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa dari masing-masing variabel menunjukkan bahwa level signifikan α>0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini bebas dari gejala heteroskedastisitas dan layak digunakan dalam analisis regresi linier berganda.

d. Uji Autokorelasi

Tabel 5

Hasil Uji Autokorelasi

Nilai du D-W 4-du Kesimpulan

(10)

10 Sumber: data diolah, 2015(Terlampir)

Hasil uji autokorelasi diperoleh sebesar 1,907. Sedangkan nilai du diperoleh dari tabel sebesar 1,7688. Dengan demikian nilai DW tersebut berada diantara du dan 4-du (1,7688<1,907<2,2312) hal ini berarti tidak ada masalah autokorelasi.

Analisis Regresi Linier Berganda

Tabel 6

Hasil Uji Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien T hitung Sig (Constant) 57,029 8,432 0,000 PROF 0,118 0,523 0,603 LEV 0,024 1,249 0,216 KOMPLEK 0,059 1,695 0,095 KAP -6,086 -1,383 0,145 KOMAU 14,324 2,076 0,042

Sumber : data sekunder diolah, 2015(Terlampir)

Berdasarkan pengujian diatas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

AUD = 57,029 + 0,118 PROF + 0,024 LEV + 0,059 KOMPLEK – 6,086 KAP + 14,324 KOMAU +e

Uji Koefisien Determinasi (𝐑𝟐)

Tabel 7

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0,392 0,154 0,092 14,83847

Sumber : data sekunder diolah, 2015 (Terlampir)

Dari perhitungan koefisien determinasi menggunakan program SPSS ver.21 menunjukkan bahwa R square sebesar 0,154, hal ini berarti 15,4% variasi dari audit delay bisa dijelaskan oleh ke lima variabel independen. Sedangkan 84,6 % dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

(11)

11 Uji Anova (Uji F)

Tabel 8 Hasil Uji F ANOVA Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 2757,112 5 551,422 2,504 0,038 Residual 15192,434 69 220,180 Total 17949,547 74

Sumber : data sekunder diolah, 2015(Terlampir)

Dari hasil uji ANOVA atau F test pada tabel menunjukkan bahwa F hitung 2,504 dengan tingkat signifikan 0,038. Karena nilai signifikansinya 0,038 kurang dari 0,05, maka model regresi sudah fit dan dapat dipakai untuk memprediksi audit delay. Artinya variabel-variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap audit delay.

Uji t

Berdasarkan tabel 6 diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay. Berdasarkan Tabel 6 diperoleh nilai t hitung 0,523<1,669 dan signifikansi sebesar 0,062 > 0,05. Jadi, hipotesis yang diajukan ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian (Kartika, 2009) yang menyatakan audit delay dipengaruhi oleh profitabilitas. Namun, berbanding terbalik dengan penelitian (Angruningrum dan Wirakusuma, 2013).

Leverage tidak berpengaruh terhadap audit delay. Berdasarkan Tabel 6 diperoleh nilai t hitung 1,249<1,669 dan signifikansi sebesar 0,216>0,05. Jadi, hipotesis yang diajukan ditolak.Hal ini sejalan dengan penelitian (Yuliyanti, 2011). Namun bertentangan dengan hasil (Angruningrum dan Wirakusuma, 2013) menunjukan bahwa variabel leverage berpengaruh terhadap lamanya audit delay.

(12)

12 Kompleksitas operasi tidak berpengaruh terhadap audit delay. Berdasarkan Tabel 6 diperoleh nilai t hitung 1,695 < 1,669 dan signifikansi sebesar 0,095>0,05. Sehingga, H3 ditolak atau hipotesis yang diajukan ditolak. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Widosari dan Rahardja, 2012) yang memproleh hasil bahwa kompleksitas operasi tidak berpengaruh terhadap audit delay. Dan berbanding terbalik dengan penelitian (Sulistyo, 2010).

Reputasi KAP tidak berpengaruh terhadap audit delay. Berdasarkan Tabel 6 diperoleh nilai t hitung -1,383 < 1,669 dan signifikansi sebesar 0,145<0,05. Sehingga, H4 atau hipotesis yang diajukan ditolak.Hal ini sejalan dengan penelitian (Febriyanti, 2011). Namun, berbanding terbalik denganpenelitian (Shultoni, 2012).

Komite audit berpengaruh terhadap audit delay. Berdasarkan Tabel 6 diperoleh nilai t hitung 2,076 < 1,669 dan signifikansi sebesar 0,042 < 0,05. Sehingga H5 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian (Mumpuni, 2011). Namun, hasil ini bertentangan dengan (Widosari dan Rahardja, 2012).

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa mean/rata-ratadari audit delay yang terjadi pada perusahaan LQ 45 tahun 2012-2013 adalah sebesar 67,373 hari. Audit delay minimum yang terjadi adalah 31 hari dan maksimum 87 hari. Variabel yang berpengaruh hanya komite audit. Hal ini berdasarkan Tabel 6 diperoleh probabilitas signifikansi sebesar 0,042 < 0,05. Sehingga H5 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian (Mumpuni, 2011). Namun, hasil ini bertentangan dengan (Widosari dan Rahardja, 2012).

(13)

13 SARAN

Untuk penelitian selanjutnya disarankan antara lain bagi perusahaan agar memperhatikan ketepatan dan ketelitian dalam membuat laporan keuangan karena berguna dalam penilaian kinerja suatu perusahaan. Perluasan variabel yang diperkirakan mempengaruhi audit delay guna memperoleh penjelasan lebih baik mengenai fenomena tersebut. Menambah tahun pengamatan sehingga hasil yang diperoleh lebih dapat dijadikan dasar prediksi lama audit delay perusahaan. Menggunakan variabel independen lainnya seperti kepemilikan publik, karakteristik kompleksitas Electronic Data Processing (EDP), klasifikasi industri, sistem informasi perusahaan, keberadaan financial expert/internal auditor, proxy dari rasio-rasio kinerja keuangan selain ROA (profitabilitas), dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

Angruningrum, Silvia dan Made Gede Wirakusuma. 2013. Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Kompleksitas Operasi, Reputasi KAP Dan Komite Audit Pada Audit Delay. ISSN: 2302-8556 E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 5.2 (2013): 251-270

Aryaningsih, Ni Nengah Devi dan I Ketut Budiartha. 2014. Pengaruh Total Aset, Tingkat Solvabilitas dan Opini Audit pada Audit Delay. ISSN: 2302-8556 E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 7.3 (2014): 747-647

Bustamam., Maulana Kamal. 2010. Pengaruh Leverage, Subsidiaries dan Audit Complexity Terhadap Audit Delay. Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi. Vol. 3, No. 2, hal: 110-122

Dewi, Karina Mutiara dan Sugeng Pamudji. 2013. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu dan Audit Delay Penyampaian Laporan Keuangan”. DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 1-13 ISSN (Online): 2337-3806. http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/accounting

Dyer, J.C. and McHugh, A.L. 1975, “The timeliness of the Australian annual report”, Journal of Accounting Research, 13(3): 206-219.

(14)

14 Fahmi, Irham. 2012. Analisis Kinerja Keuangan. Bandung. Alfabeta

Febrianty. 2011. Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay Perusahaan Sektor Perdagangan yang Terdaftar di BEI Periode 2007-2009. VOL. 1 NO. 3 JURNAL EKONOMI DAN INFORMASI AKUNTANSI (JENIUS)

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS19, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro.

Halim, Abdul dan Totok Budi Santoso. 2004. Auditing 2. Edisi Ketiga. Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. Yogyakarta

Hanafi, M. M., dan A. Halim. 1996. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP-AMP YKPN.

Haryani, Jumratul dan I Dewa Nyoman Wiratmaja. 2014. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Komite Audit, Penerapan International Financial Reporting Standards dan Kepemilikan Publik pada Audit Delay. ISSN: 2302-8556 E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 6.1 (2014):63-78

Hersugondo dan Andi Kartika. 2013. “Predikai Probabilitas Audit Delay dan Faktor Determinannya”. JURNAL EKONOMI – MANAJEMEN – AKUNTANSI No. 35 / Th.XX / Oktober 2013 ISSN:0853-8778 Fakultas Ekonomi Universitas Stikubank Semarang

Kartika, Andi. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay di Indonesia. Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), Maret 2009, Hal. 1 - 17 Vol. 16, No.1 ISSN: 1412-3126 Fakultas Ekonomi Universitas Stikubank Semarang Lucyanda, Jurica dan Sabrina Paramitha Nura’ni. 2013. Pengujian Faktor-Faktor

Yang Mempengaruhi Audit Delay. Jurnal. Universitas Bakrie.

Mumpuni, Rahayu. 2011. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Pada Perusahaan Nonkeuangan Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006– 2008. Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang.

Puspitasari, Elen dan Anggraeni Nurmala Sari. 2012. “Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Lamanya Waktu Penyelesaian Audit (Audit Delay) Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” Universitas STIKUBANK Semarang. Jurnal Akuntansi & Auditing Volume 9/No.1/November 2012: 1-96

Raharjapura, Hendra Sumantri. 2011. Manajemen Keuangan dan Akuntansi. Salemba Empat. Jakarta

(15)

15 Saputri, Oviek Dewi. 2012. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang.

Sari, Hesti Candra. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Jangka Waktu Penyelesaian Audit. Skripsi. Universitas Diponegoro

Sulistiyo, Wahyu Adhi N. 2010. “Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan pada Perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2008”. Skripsi, Universitas Diponegoro Semarang.

Sulthoni, Moch. 2013. Determinan Audit Delay dan Pengaruhnya Terhadap Reaksi Investor. 10 Jurnal Akuntansi Aktual, Vol. 2, Nomor 1, Januari 2013, hlm. 9–18 Jurusan Akuntansi Politeknik kediri Jl. Mayor Bismo No. 27 Kediri

Suwardjono. 2002 . Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Edisi Ketiga. Jakarta. Salemba Empat.

Turel, Aslı. 2010. Timeliness of financial reporting in emerging capital markets: Evidence from Turkey. Istanbul University Journal of the School of Business Administration Cilt, 39 (2). pp: 227-240.

Widosari, Shinta Altia dan Rahardja. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010. DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Halaman 1-13

www.idx.co.id diakses pada tanggal 2 Januari 2015

Yuliyanti, Ani. 2010. “Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2007-2008). Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta.

Figur

Memperbarui...

Referensi

  1. www.idx.co.id
Related subjects :