• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS USAHA KECIL MENENGAH (Studi Kasus di UKM Kambing Desa Cikarawang Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS USAHA KECIL MENENGAH (Studi Kasus di UKM Kambing Desa Cikarawang Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS USAHA KECIL MENENGAH (Studi Kasus di UKM Kambing Desa Cikarawang Kecamatan Darmaga,

Kabupaten Bogor, Jawa Barat)

OLEH: AGUS SANTOSO

A07400196

PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

(2)

WISE WORD. 1. Jika anda berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti anda sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.

2. Kebahagiaan datang jika kita berhenti mengeluh tentang kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, dan mengucapkan terima kasih atas kesulitan-kesulitan yang tidak menimpa kita.

3. Yang pertama belum tentu yang terbaik, tetapi yang terbaik biasanya yang terakhir.

(3)

RINGKASAN

AGUS SANTOSO. Strategi Pengembangan Bisnis Usaha Kecil Menengah (Studi Kasus di UKM Kambing Desa Cikarawang Kecamatan Darmaga Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Dibawah bimbingan W.H. LIMBONG

Salah satu UKM yang bergerak dibidang jual beli kambing adalah UKM Kambing Desa Cikarawang yang berlokasi di Kampung Carangpulang Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Dalam menjalankan usahanya, UKM ini menghadapi berbagai permasalahan diantaranya berasal dari pengaruh lingkungan internal dan eksternal UKM yang berubah.

Tujuan dari penelitian ini pertama, untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal UKM Kambing Desa Cikarawang. Kedua, untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh UKM Kambing Desa Cikarawang. Ketiga, merumuskan strategi pengembangan bisnis yang sebaiknya dilakukan oleh UKM Kambing Desa Cikarawang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipasi atau participatory action research (PAR) untuk pengumpulan dan pengolahan data. Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, resource mapping, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pemilik dan pengelola UKM. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah dan pengambil kebijakan, dan sumber lain yang bersifat dokumenter.

Dalam tahap pemasukan data (input stage) metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis lingkungan internal dan eksternal melalui matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Untuk mengetahui posisi UKM dalam persaingan dengan sesama peternak dan penjual kambing menggunakan analisis matriks Internal External (IE) dan analisis SWOT. Sedangkan untuk decision stage menggunakan analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).

faktor eksternal yang termasuk ke dalam peluang adalah: (1) Adanya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah Kabupaten Bogor yang mendorong pengembangan UKM khususnya untuk sektor pertanian dan peternakan yang menggunakan bahan baku lokal; (2) Adanya rancangan strategis tahun 2005-2009 dari Departemen KUMKM yang ingin mengembangkan UKM dengan upaya peningkatan kemampuan sumberdaya manusia yang ada, meningkatkan dan memperluas akses dan sumber permodalan baik bank ataupun non bank; (3) Perekonomian Indonesia yang semakin tumbuh yang diiringi dengan tumbuhnya daya beli masyarakat; (4) Bertambahnya jumlah penduduk; (5) Meningkatnya kegiatan sosial keagamaan; (6) Meningkatnya efisiensi produksi dengan pemakaian kemajuan teknologi; (7) Adanya hubungan yang baik dengan pembeli dan pemasok. Sedangkan faktor eksternal yang menjadi ancaman adalah: (1) Pemerintah menyetujui perjanjian perdagangan bebas antar negara seperti AFTA dan GATT; (2) Adanya dominasi perusahaan besar; (3) Stigma negatif terhadap daging kambing; (4) Ancaman penurunan produksi karena pengaruh cuaca dan penyakit antraks; (5) Bertambahnya jumlah pesaing baru dipasar; (6) Perubahan konsumsi masyarakat; (7) Penurunan margin; dan (8) Ketidak pastian pasokan

(4)

dari petani pemasok. Faktor eksternal yang paling berpengaruh dalam bisnis jual beli kambing pada UKM kambing Desa Cikarawang berdasarkan hasil analisis matriks EFE adalah meningkatnya kegiatan sosial keagamaan dengan nilai 0,359 untuk peluang, sedangkan ancaman yang paling dirasakan adalah penurunan margin karena kekuatan tawar menawar pembeli dan pemasok dengan nilai 0,061.

Faktor internal yang termasuk ke dalam kekuatan diantaranya adalah: (1) Kemampuan menjual kambing sesuai kebutuhan konsumen; (2) Kemampuan mensuplai kambing secara berkelanjutan; (3) Kebutuhan pakan tersedia melimpah; (4) Kesehatan hewan ternak baik; (5) Pengaturan kandang sudah dilakukan dengan baik; (6) Tenaga kerja cukup terampil, berpengalaman, mempunyai loyalitas dan motivasi tinggi; (7) Mempunyai hubungan baik dengan semua tenaga kerja; (8) Mempunyai pelanggan tetap; dan (9) Terjalinnya hubungan yang baik dengan semua mitra bisnis. Sedangkan faktor internal yang menjadi kelemahan adalah: (1) Belum memberikan pakan tambahan; (2) Belum memberikan obat-obatan untuk mencegah penyakit; (3) Pengetahuan tentang pasar dan budidaya terbatas; (4) Tingkat pendidikan masih rendah; (5) Sistem pencatatan belum ada; (6) Kekuatan menentukan harga lemah karena tergantung pada satu pasar/pelanggan; (7) Adanya dampak yang dialami UKM apabila pasar/palanggan tersebut mengalami masalah; (8) Belum melakukan promosi secara agresif; dan (9) Lokasi usaha kurang Strategis. Faktor internal yang paling berpengaruh berdasarkan hasil analisis matriks IFE adalah kesehatan hewan ternak baik dengan nilai 0,316 untuk kekuatan, sedangkan untuk kelemahan yang paling utama adalah tingkat pendidikan masih rendah dengan nilai 0,051.

Pada tahap matching stage dengan menggunakan analisis matriks I-E, didapatkan posisi UKM Kambing Desa Cikarawang pada kuadran 5. hal ini menunjukan kemampuan bersaing UKM Kambing Desa Cikarawang dibandingkan dengan UKM lain masih tergolong rata-rata. Pada posisi tersebut, strategi yang terbaik dilakukan oleh UKM Kambing Desa Cikarawang yaitu hold and maintain atau strategi stabilitas. Umumnya strategi yang disarankan adalah penetrasi pasar dan pengembangan pasar. Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT diperoleh beberapa alternatif strategi antara lain menambah jumlah pelanggan tetap, meningkatkan kapasitas penjualan, menambah kapasitas produksi, melakukan promosi, melakukan sistem pencatatan keuangan dan administrasi, melakukan penelitian dan pengembangan pasar, menyediakan kambing yang berkualitas, meningkatkan sinergisme dan kemitraan, memberikan makanan tambahan dan obat-obatan pencegah penyakit dan melakukan studi banding.

Pada tahap pengambilan keputusan dengan analisis QSPM diperoleh hasil nilai WAS tertinggi dari alternatif-alternatif strategi yang ada yaitu WO1 dan WO2 adalah strategi melakukan promosi dan melakukan pencatatan keuangan dan administrasi dengan nilai yaitu 6,177. Kemudian strategi ST2 dengan nilai 6,009 menduduki urutan kedua yaitu meningkatkan sinergisme dan kemitraan dengan pihak lain.

(5)

STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS USAHA KECIL MENENGAH (Studi Kasus di UKM Kambing Desa Cikarawang Kecamatan Darmaga,

Kabupaten Bogor, Jawa Barat)

OLEH: AGUS SANTOSO

A07400196

SKRIPSI

Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian Pada Fakultas Pertanian

Institut Pertanian Bogor

PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

(6)

Judul Skripsi : Strategi Pengembangan Bisnis Usaha Kecil Menengah (Studi Kasus di UKM Kambing Desa Cikarawang Kecamatan

Darmaga Kabupaten Bogor, Jawa Barat) Nama : Agus Santoso

NRP : A07400196

Menyetujui, Dosen Pembimbing,

Prof. Dr. Ir. W. H. Limbong, MS NIP. 130 354 139

Mengetahui, Dekan Fakultas Pertanian

Prof. Dr. Ir. Didy Sopandie, M.Agr NIP. 131 124 019

(7)

PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL “ STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS USAHA KECIL MENENGAH (STUDI KASUS DI UKM KAMBING DESA CIKARAWANG KECAMATAN DARMAGA KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT)” ADALAH KARYA SENDIRI DAN BELUM PERNAH DIAJUKAN DALAM BENTUK APAPUN KEPADA PERGURUAN TINGGI MANAPUN. SUMBER INFORMASI YANG BERASAL ATAU DIKUTIP DARI KARYA YANG DITERBITKAN MAUPUN TIDAK DITERBITKAN DARI PENULIS LAIN TELAH DISEBUTKAN DALAM TEKS DAN DICANTUMKAN DALAM DAFTAR PUSTAKA DI BAGIAN AKHIR SKRIPSI INI.

Bogor, Februari 2008

Agus santoso A 07400196

(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Brebes, Jawa Tengah, pada tanggal 10 Juni 1981 sebagai anak kedua dari delapan bersaudara. Putra dari Bapak Ismanto dan Ibu Hartuti. Pada tahun 1993 penulis menyelesaikan pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Desa Pulogading Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes dan pendidikan menengah pertama diselesaikan pada tahun 1996 di SMP Negeri 1 Bulakamba Kabupaten Brebes. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan menengah atas di SMU Negeri 1 Brebes dan lulus pada tahun 1999.

Penulis melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi pada program studi Agribisnis (Program Sarjana) Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor pada tahun 2000. Sebelum itu pada tahun 1999 penulis sempat bekerja di pelayaran terlebih dahulu dan mengikuti pendidikan non formal seperti kursus automotif, kursus menjahit, dan kursus komputer.

Selama menjadi mahasiswa, penulis aktif di kegiatan kemahasiswaan internal kampus seperti Keluarga Muslim Sosek (KMS) tahun 2001-2003 di Divisi Syiar dan Seni, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiwa IPB (BEM KM IPB) Departemen Politik tahun 2003-2004, Departemen Kewirausahaan BEM Fakultas Pertanian tahun 2004-2005, Sebagai Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Bandung Karate Club Institut Pertanian Bogor (UKM BKC IPB) tahun 2002-2004, Ketua Umum Organisasi Mahasiswa Daerah Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (OMDA KPMDB IPB) tahun 2002-2004, serta menjadi Senior Residence Asrama TPB IPB tahun 2002–2005.

(9)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat dan karunia-Nya skripsi ini dapat diselesaikan. Skripsi ini berjudul Strategi Pengembangan Bisnis Usaha Kecil Menengah (Studi Kasus di UKM Kambing Desa Cikarawang Kab. Bogor). Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan kelemahan baik berupa materi ataupun penulisannya, sehingga masukan dan saran yang membangun dari semua pihak yang berkepentingan sangat diharapkan untuk perbaikannya.

Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini, semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang lebih baik, dan tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Bogor, Februari 2008

(10)

UCAPAN TERIMA KASIH

Dalam penyusunan skripsi ini banyak pihak secara langsung maupun tidak langsung membantu dalam menyelesaikan tulisan ini. Paling utama penulis sampaikan rasa sayang dan bhakti kepada kedua orang tua tercinta yang senantiasa mendo’akan, mendukung dan menyemangati penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini. Penghargaan dan ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:

1. Prof. Dr. Ir. W. H. Limbong, MS selaku dosen pembimbing yang sangat sabar dalam membimbing dan memberikan masukan kepada penulis sehingga dapat terselesaikan skripsi ini.

2. Ir. Mimin Aminah, MM sebagai dosen pembimbing lapangan yang telah mengijinkan kepada penulis untuk menjadi bagian dari tim Leadership Program yang difasilitasi oleh CIFOR dan IPB.

3. Dr. Ir. Rr. Heny K.S. Daryanto, MSc selaku dosen penguji utama.

4. Tintin Sarianti, SP selaku dosen penguji wakil dari Komisi Pendidikan Departemen Agribisnis.

5. Bapak Andar (Daday), Ibu Siti Sopiah, Kang Yayat, Kang Taufik, dan Segenap warga desa Cikarawang yang menerima penulis dengan sangat baik, meluangkan waktunya dalam kegiatan penelitian ini.

6. Bapak Agus Mulyana, Mas Yayan dan Mas Anto dari CIFOR serta Mas Bogel dan Rifki dari PILI, Ibu Nesti dan Bapak Eko selaku pembimbing, guru dan teman bercerita yang selalu memberikan semangat dalam pelaksanaan PAR.

7. Seluruh Staf pengajar dan pegawai Program Studi Agribisnis (Ibu Nana, Ibu Etria, Teh Ida, Teh Dewi, Teh Dian) yang telah banyak membantu penulis.

8. Mba List dan Mas Erick, serta adik-adikku yang terus dengan sabar menantikan kelulusanku. Doa dan dukungan kalian menjadi energi terbesar yang kumiliki, semoga saya bisa menjadi apa yang kalian harapkan.

Referensi

Dokumen terkait

Asumsi dasar dari Teori Fungsionalisme Struktural, salah satu paham atau prespektif di dalam sosiologi yang memandang masyarakat sebagai satu sistem yang terdiri

Penelitian dilalukan oleh Isma Trisna Santi dalam penelitian yang berjudul “ PEMBUATAN FILM ANIMASI ANDE-ANDE LUMUT MENGGUNAKAN ANIMASI 2 DIMENSI PADA TAMAN KANAK-KANAK (TK)

Berbeda dari isi tes prestasi yang disusun berdasar silabus mata pelajaran pada suatu jenjang pendidikan atau pelatihan yang lebih merupakan pengungkapan hasil

Hasil pengujian parsial pada model pertama menunjukan bahwa VACE ( Value Added Capital Employed ), VAHC ( Value Added Human Capital ), SCVA ( Structural Capital Value Added ), dan

Strengthening of Local Agroforestry Policy towards Food Security for the Community around the Marga Forest in Lampung Province 1).. Christine Wulandari 2) , Mahrus Aryadi 3) ,

Dengan berkembangnya sistem pukat, masyarakat Lamalera dan sekitarnya semakin terbiasa dengan pereonomian uang. Pertukaran barang dengan sistem barter masih dilakukan.

Anti korupsi yang saya tekankan dalam pelayanan kesehatan adalah kejujuran dalam menuliskan terapi sesuai dengan yang saya berikan kepada  pasien( Apabila saya

Lampung tahun 2014-2016 dengan OR 10,514 yang artinya responden yang menggunakan kosmetik berpeluang 10 kali lebih berisiko menderita melasma. Hal ini sama dengan