~ KARYA ILMIAH REMAJA ~
PENGGUNAAN KULIT PISANG SEBAGAI
PEMBUNGKUS MEDIA TANAM PADA METODE
MENCANGKOK
Oleh :
Nama
: M. Agam R. Raditya
Kelas
: 8A
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mencangkok adalah salah satu metode perkembangbiakan vegetatif buatan yang telah dikenal luas di kalangan masyrakat. Metode ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya menghasilkan bibit yang memiliki sifat yang sama dengan tanaman induknya. Dibandingkan dengan perkembangbiakan generatif alami menggunakan biji, mencangkok membutuhkan waktu penyiapan bibit yang lebih singkat.
Pada umumnya para petani menggunakan plastik sebagai pembungkus media tanam pada proses mencangkok. Plastik dipandang sebagai bahan yang murah dan mudah ditemukan. Bahkan petani seringkali menggunakan plastik bekas sebagai bahan pembungkus.
Di satu sisi, penggunaan plastik bekas sejalan dengan program 3R, yaitu: Reduce, Reuse, Recycle. Namun, di sisi lain plastik yang terbuat dari bahan sintetis berdampak kurang baik pada proses pertumbuhan akar pada proses mencangkok. Terdapat alternatif bahan-bahan lain yang lebih alami, ramah lingkungan, dan banyak tersedia yang dapat digunakan sebagai pembungkus media tanam pada metode mencangkok.
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
Untuk mengamati perbedaan kecepatan tumbuh akar pada metode mencangkok menggunakan pembungkus kulit pisang dibandingkan dengan pembungkus plastik.
1.4 Manfaat Penelitian
Bagi Siswa
A. Sebagai pelaksanaan tugas dalam program Outing Class Semester Genap Kelas VIII SMP Negeri 6 Surabaya Tahun Pelajaran 2014/2015 yang dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2015 di Puspa Lebo, Kabupaten Sidoarjo.
B. Menambah wawasan tentang metode mencangkok sebagai salah satu perkembangbiakan vegetatif buatan.
Bagi Masyarakat
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teknik Mencangkok
Cangkok adalah cara perkembangbiakan pada tumbuhan dengan menanam batang atau dahan yang diusahakan berakar terlebih dahulu sebelum dipotong dan ditanam di tempat lain. Tidak semua tumbuhan bisa dicangkok. Tumbuhan yang bisa dicangkok hanyalah tumbuhan dikotil dan tumbuhan biji terbuka.
Cara perkembang biakan dengan mencangkok adalah sangat istimewa terutama untuk buah-buahan. Karena rasa dan bentuk buah yang dihasilkan biasanya akan sama persis dengan induknya. Berbeda jika perkembangbiakan dilakukan dengan menanam biji, terkadang tanaman yang dihasilkan tidak sama dengan kriteria yang dimiliki oleh induknya.
Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih cepat berbuah dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Akan tetapi, tumbuhan hasil cangkokan mudah roboh, karena sistem perakarannya adalah serabut, oleh karena itu berhati-hatilah ketika menanamnya dan umurnya lebih pendek dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji.
2.2 Kandungan Kulit Pisang
Kandungan unsur gizi kulit pisang cukup lengkap, seperti karbohidrat, lemak, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C dan air. Unsur-unsur gizi inilah yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan antibodi bagi tubuh manusia.
BAB III
2. Memilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
3. Menyayat/menghilangkan kulit dan kambium pada kedua batang tersebut sepanjang ±10 cm.
4. Memberi media pada bagian yang luka secukupnya dengan pupuk kandang dan kompos, kemudian bungkus batang pertama dengan plastik dan batang kedua menggunakan kulit pisang.
BAB IV
PEMBAHASAN
Pencangkokan dilakukan dengan menyayat dan mengupas kulit sekeliling batang, lebar sayatan tergantung pada jenis tanaman yang dicangkok. Penyayatan dilakukan sedemikian rupa sehingga lapisan kambiumnya dapat dihilangkan (dengan cara dikikis). Media tumbuh yang digunakan terdiri dari tanah dan kompos dan dibalut dengan sabut kelapa atau plastik. Bila batang diatas sayatan telah menghasilkan sistem perakaran yang bagus.
Pembiakan dengan metode mencangkok biasanya dapat dilakukan pada tanaman-tanaman yang mempunyai sifat berkayu (berkambium). Hal ini dimaksudkan agar memudahkan dalam prosesnya dan mampu menumbuhkan perakaran pada sekitar lapisan korteks tanaman. Namun hal ini dapat dipatahkan dengan adanya pencangkokan pada pohon pepaya yang diketahui bahwa pepaya merupakan tanaman dengan karakteristik tak berkayu. Meskipun mempunyai pohon yang agak keras, peapaya tidak meliliki kambium pada struktur susunan batangnya. Mencangkok dapat dilakukan pada waktu apapun tapi lebih baik dilakukan pada musim penghujan agar frekuensi untuk penyiraman secara manual dapat berkurang.
kulit pisang juga memiliki kandungan fosfor dan kalsium yang tinggi yang berperan dalam pemberian nutrisi pada tanaman.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
A. Jenis pembungkus media tanam pada metode mencangkok mempengaruhi kecepatan pertumbuhan akar.
B. Pembungkus media tanam yang berasal dari kulit pisang lebih cepat menumbuhkan akar pada metode mencangkok.
5.2 Saran
A. Diharapkan para petani menerapkan pemakaian kulit pisang untuk pembungkus media tanam dalam metode mencangkok.
Daftar Pustaka
http://cangkoktanaman.blogspot.com/2013/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html
Diunduh tanggal 20 Mei 2015
http://jeniwidya.blogspot.com/2013/04/pembiakan-vegetatif-dengan-cara_3488.html