MATERI MATA KULIAH PENGANTAR SOSIOLOGI

201  11  Download (0)

Teks penuh

(1)

MATERI MATA KULIAH PENGANTAR SOSIOLOGI

Team Dosen STEIN

(2)
(3)

Materi Kuliah

1. Kontrak Belajar dan Pengenalaan Sosiologi

2. Sejarah perkembangan sosiologi

3. Proses sosial dan interaksi sosial

4. Kelompok- kelompok sosial

5. Manusia dan budaya

6. Lembaga kemasyarakatan

7. Stratifikasi social (pelapisan sosial)

8. Kekuasaan dan kewenangan

(4)

Metode Pembelajaran (Kep. Dikti

No 30/2003)

 Menggunakan student center learning (scl)

 Yaitu: metode pembelajaran yg

menempatkan mahasiswa sebagai subjek didik, mitra dlm proses pembelajaran.

Peran dosen hanya sebagai fasilitator(hanya mediasi)

 Mahasiswa mencari sendiri sumber2 belajar

(5)

SOSIOLOGI

• Sosiologi berarti berbicara tentang

masyarakat.

• Sosiologi adalah sebuah study sistematic dari

perilaku masyarakat dan kelompok manusia.

• Fokus study ilmu sosiologi adalah pada

pengaruh hubungan sosial terhadap perilaku

manusia dan bagaimana masyarakat

terbentuk dan berubah.

Secara Bahasa Berasal dari bahas Yunani : Socius = Kawan

(6)

APA YG DIMAKSUD DENGAN

MASYARAKAT DALAM ILMU SOSIOLOGI?

Manusia yg hidup bersama

&

Bercampur untuk waktu yg cukup

lama dan memiliki:

NORMA, NILAI DAN BUDAYA

(7)

Pengertian Sosiologi (Pitirim

Sorikin)

 Ilmu yg mempelajari Hub. Timbal balik antara aneka macam gejala2 sosial.(gejala ekonomi dengan

agama, keluarga dgn moral, gerakan masy dgn politik)

 Hub dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala2 non

(8)

The Next

 Ilmu yg mempelajarai hubungan antara manusia dalam kelompok (Roucek and Warren)

 Ilmu pengetahuan tentang struktur2 dan proses2 kemasyarakatan yg

bersifat stabil (Lammers)

(9)

Sebagai ilmu sosial, kajian sosiologi adalah

MASYARAKAT

Bagaimana membedakan dengan

ilmu sosial lainnya?

Ilmu politik

Antropologi

Ilmu ekonomi

Psikologi sosial

Kekuasaan

Kebudayaan

Kebutuhan produksi dan industri

Prilaku manusia

(10)

Sosiologi dan Ilmu Pengetahuan

Ilmu Pengetahuan : Pengetahuan yang tersusun secara dengan menggunakan kekuatan pemikiran yang dapat ditelaah (diuji) oleh setiap orang lain yang ingin mengetahuinya.

Unsur – unsur ilmu pengetahuan :

- Adanya Pengetahuan

- Tersusun secara sistematis (Terstruktur)

(11)

Sejarah perkembangan sosiologi

 Sosiologi sebelum Auguste Comte

 Sosiologi Auguste Comte

 Sosiologi sesudah Auguste Comte

Tiga Tahap Perkembangan Ilmu Sosiologi

Agus Comte adalah orang yg pertama kali

(12)

Sosiologi sebelum Comte

 Sosiologi Plato (347-423 SM)

 Mengkaji tentang hubungan masyarakat

dgn Negara

 Masyarakat merupakan refleksi dari

manusia perorangan yg harus dilindungi oleh Negara

 Masyarakat adalah lembaga fungsionil

(13)

Teori

Teori Sosiologi sesudah

Comte

 Teori- teori sosiologi sesudah comte dikaji sesui dengan bidang (mazhab) yang dituju:

 Mazhab Geografi dan lingkungan

 Mazhab organis

 Mazhab formil

 Mazhab Psikologi

 Mazhab ekonomi

(14)
(15)

PERTEMUAN KE DUA

(16)

The Next

 Sosiologi Aristoteles (384-322 SM)

 Melanjutkan analisis Plato, bahwa

masyarakat dilindungi oleh Negara .

(17)

The Next

 Sosiologi abad pertengahan, Filsafat Arab Ibnu Khaldun (1332-1406):

 Stabilitas Negara tergantung

keseimbangan hidup masyarakat

 Negara kuat karena Solidaritas

(18)

The Next

 Sosiologi zaman Renaissanse, N. Macheavelli (1200-1600):

 Mengkaji kekuasaan (politik)

 Masyarakat atau Negara u/

mendapatkan kekuasaan harus menggunakan segala cara

 Masyarakat dalam politik tidak ada moral

 Negara dalam politik tidak ada aturan

 Melalui power yg dimiliki, Negara selalu

(19)

The Next

 Abad ke 17, Hobbes (1588-1679):

 Mengkaji stabilitas masyarakat dan Negara

melalu perjanjian

 Manusia selalu saling berkelahi

 Manusia (masy) perlu diatur oleh negara melalui

kontrak sosial

 Dengan kontrak sosial masyarakat dapat

berfungsi sebagaimana mestinya

 Dengan kontrak sosial negara memiliki

kewenangan untuk mengatur masy

 Merasa memiliki wewenang, Negara menjadi

(20)

Hubungan Negara dan Masy ala

Hobbes

Negara

(21)

The Next

 Abad ke 18, John Locke (1632-1740):

 Melanjutkan analisa Tomas Hobbes,

Kontrak Sosial (Namun ada perubahan)

 Masy berhak merubah kontrak sosial jika

pemegang kewenangan dianggap gagal/merugikan masy

 Masy memiliki hak- hak laten yg harus

dihormati oleh pemegang kewenangan

 Proses pengambilan keputusan harus

(22)

Hubungan masy dan Negara ala

John Locke

Demokratis dan tidak Dogmatis

Negara

(23)

Sosiologi Auguste Comte

(1798-1857)

 Orang yg pertama kali yg membedakan antara ruang lingkup kajian sosiologi dengan ruang lingkup ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

 Ada 3 tahap perkembangan ilmu pengetahuan:

 Tahap teologis (mempercayai kekuatan tuhan, roh, dan dewa-dewa)

 Tahap metafisik (mempercayai kekuatan alam tanpa pembuktian ilmiah)

 Tahap positif (tahap rasional)

 Sosiologi merupakan studi positif tentang hukum2 dasar dari gejala- gejalan sosial

(24)

Sosiologi statis (Comte)

 Belajar tentang hubungan antar masyarakat

 Gejala sosial saling berkaitan

 Mempelajari sosiologi harus

mencakup segala yang terkait dengan kehidupan masyarakat (ekonomi,

(25)

Sosiologi dinamis (Comte)

 Sosiologi yang terkait dengan

(26)

Mazhab Geografi dan lingkungan

 Mazhab ini dipopulerkan oleh Buckle dari

Inggris (1821) dan Le Play dari perancis

 Ada pengaruh keadaan alam terhadap

manusia (Bukle)

 Semakin teratur siklus alam maka semakin

teratur kehidupan manusia (Bukle)

 Karakter manusia titentukan oleh keadaan

(27)

Mazhab Organis dan Evolusioner

 Mazhab ini mempelajari kehidupan masy

dikaitkan dengan organisme manusia (pendekatan biologis)

 Mazhab ini berkembang menjadi teori

sosiologi fungsional yang dikembangkan oleh Herbert Spencer (1820-1903)

 Struktur masyarakat yg terkecil hingga yg

besar masing2 memiliki fungsi yg berbeda2

 Fungsi yg berbeda2 tersebut saling mengisi

(28)

Mazhab Formil

 Mazhab ini dikembangkan oleh Simmle (1858-1918)

 Seseorang dlm sosialisasi harus menjadi warga masyarakat

(terlembaga)

 Tanpa menjadi warga masyarakat

tidak mungkin terjadi interaksi sosial

(29)

Mazhab Psikhologi

 Mazhab ini berawal di Prancis yg

dikembangkan oleh Gabriel Tarde (1843-1904)

 Proses interaksi sosial (masyarkat)

didasarkan pada keinginan dan kepercayaan.

 Pilihan individu dipengaruhi oleh prilaku

sosial yang dimiliki (mis: pilihan politik, pilihan organisasi,dll)

 Biasanya prilaku sosial tergantung

(30)

Mazhab Eknomi

 Mazhab ini dipelopori oleh tokoh terkenal dan

kontroversial, Karl Marx (1818-1883) yg berhayal lahirnya masy tanpa kelas (keadalian sosial)

 Selama masy hidup berdasarkan kelas selama itupula terjadi ketidak adilan

 Masy dlm kelas selalu dikuasai olh Pengusaha dan Penguasa

 Dan selalu terjadi pertikaian (konflik)

 Pertikaian akan hilang ketika dibawa kekuasaan kelas masy kecil (proletar)

(31)

Mazhab Hukum

 Mazhab ini sedikit banyak

dikembangkan oleh Durkheim

 Agar masyarakat dapat hdp teratur perlu ada hukum

 Seseorang yg melanggar hukum akan dikenai sanksi.

(32)

PERTEMUAN KE TIGA

(33)

Metode Penelitian Sosial

Menggunakan Metode Ilmiah :

(34)

Langkah

langkah Dalam Metode

Ilmiah

1. Perumusan masalah

2. Membuat landasan teori 3. Membuat hypothesis

4. Merancang percobaan,

mengumpulkan dan menganalisis data

(35)

Perumusan Masalah

Langkah pertama dalam setiap

penelitian sosiologi adalah menyatakan sejelas mungkin masalah apa yang ingin diteliti.

(36)

Membuat Landasan Teori

Sebuah landasan teori dapat di bangun berdasarkan hasil dari penelitian sebelumnya dimana peneliti bisa

mendapatkan pelajaran dari

(37)

Membuat hypothesis

 Hypothesis adalah sebuah pernyataan spekulatif tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.

 Variabel adalah sebuah karakteristik terukur yang dapat berubah dalam kondisi yang berbeda.

 Independen variabel adalah variabel dalam sebuah hubungan sebab akibat berperan sebagai penyebab terhadap perubahan pada variabel kedua.

(38)

 Causal logic adalah sebuah hubungan antara suatu kondisi atau variabel dan sebuah sebuah konsekuensi dimana suatu kejadian menyebabkan kejadian lain.

 Korelasi terjadi apabila perubahan

pada suatu variabel akan

menyebabkan perubahan pada

(39)

Pengumpulan dan Analisis Data

 Pemilihan Sampel

Sampel representatif adalah seleksi bagian dari suatu populasi yang lebih besar dimana secara statistik bagian tersebut dapat mewakili tipe dari populasi tersebut.

 Membuat Skala dan Index

Adalah sebuah indikator dari tingkah laku, kebiasaan atau karakteristik dari orang atau organisasi.

 Mengukur validitas dan reliabilitas

- Validitas adalah derajat sejauh mana suatu skala atau pengukuran benar - benar mencerminkan keadaan sesungguhnya.

(40)

Menarik Kesimpulan

 Sebuah study ilmiah termasuk yang

dilakukan dalam ilmu sosiologi tidak

bertujuan untuk menjawab semua

pertanyaan yang ada mengenai suatu

subjek. Tetapi suatu kesimpulan dari suatu penelitian adalah suatu akhir dari satu tahap peneltian dan juga merupakan awal dari suatu penelitian lanjutan.

 Hasil suatu penelitian dapat membenarkan

(41)

Disain Penelitian Untuk

Pengumpulan Data

Disain penelitian adalah sebuah rencana detail atau metode untuk mendapatkan data secara ilmiah.

1. Percobaan : adalah sebuah keadaan dimana peneliti dapat mengontrol keadaan lingkungan dari objek penelitian.

2. Observasi partisipasi : adalah dalam pengumpulan data dengan cara peneliti terlibat langsung dengan objek yang diteliti.

3. Survey : adalah sebuah penelitian, dimana biasanya berbentuk interview atau quesioner yang memberikan data tentang bagaimana orang berfikir dan bertindak.

(42)

PERTEMUAN KE IV

6/12/2017

(43)

Latar belakang

 Masyarakat adalah orang yg hdp bersama dan menghasilkan

kebudayaan

 Tak ada masyarakat yg tidak memiliki kebudayaan

 Tak ada kebudayaan tanpa masyarakat

(44)

MANUSIA SBG MAHLUK

SOSIAL

MASYARAKAT: Bersama , berkumpul

waktu yg lama.

BUDAYA

1. Definisi Kebudayaan 2. Ruang Lingkup Budaya 3. Unsur Kebudayaan 4. Fungsi Kebudayaan 5. Hakikat Kebudayaan

6. Hub. Keprbadian, perilaku, dan budaya

7. Akulturasi Kebudayaan 8. Pengaruh Budaya Asing yg

mudah diterima dan yg sulit diterima.

(45)

Sekilas definisi kebudayaan

E.B Tylor (pakar antropologi) megatakan :

Kebudayaan adalah kompleks yg mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,

hukum, adat-istiadat dn kemampuan2 serta kebiasaan2 yg didapatkan oleh manusia

sebagai anggota masyarakat

 Kebudayaan yg disebutkan diatas, dimiliki oleh masing2 kebudayaan yg ada diberbagai masyarakat

 Bedanya, masing2 masyarakat memiliki kebudayaan yg berbeda (budaya jawa beda dengan budaya bima, budaya bima beda dengan budaya lombok, dll)

(46)

The Next

Dalam skala bangsa dan negara, kebudayaan dibagi dua: kebudayaan

nasional (umum) dan kebudayaan lokal (sub cultur)

 Kebudayaan nasional diakui dan dimiliki

oleh seluruh masyarakat yang ada didalam bangsa tersebut (Ex. bendera merah2 putih adalah simbol budaya indonesia yg harus

diakui oleh warga negara indonesia)

 Kebudyaan lokal (sub cultur) adalah

(47)

Unsur2 kebudayaan yg dianggap

sebagai

cultural universals

:

1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia : pakaian, perumahan, alat2 rumah tangga, senjata, alat2

produksi, transport dan sebagainya.

2. Mata pencaharian dan sistem2 ekonomi : pertanian, peternakan, sistim produksi, sistim distribusi, dan sebagainya.

3. Sistem kemasyarakat : sistem kekerabatan,

organisasi politik, sistim hukum,sistim perkawinan.

4. Bahasa :lisan maupun tertulis.

5. Kesenian :seni rupa, seni suara, seni gerak dan sebagainya.

6. Relisi (sistem kepercayaan).

(48)

Fungsi kebudayaan bagi masyarakat

 Untuk melindungi diri terhadap alam (budaya orang papua, gunung

sebagai ibu)

 Untuk mengatur hubungan antar manusia

(49)

Sifat hakikat kebudayaan (Soerjono

Soekanto)

 Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perikelakuan manusia

 Kebudayaan telah ada terlebih dahulu dari pada lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia

generasi yg bersangkutan (BENARKAH ITU?)

 Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dlm tingkah lakunya

 Kebudayaan mencakup aturan2 yg berisikan kewajiban2, tindakan2 yg diterima dan

ditolak, tindakan2 yg dilarang dan tindakan2 yg diizinkan.

(50)

Kepribadian, perikelakukan, dan

kebudayaan

 Kepribadian merupakan latar belakang perikelakuan manusia

 Kepribadian menunjukan pada sikap dan pikiran individu,bukan tindakan

 Ex:

Apabila seorang harus menyelesaikan perselihan yg terjadi antara 2 orang; keinginannya u/ menyelesaikan perselisihan, kinginan u/ tdk mengacaukan, atapun keinginan u/ mempertajam perselihan tersebut. KEINGINAN2 ITU ADALAH KEPRIBADIANNYA.

Sedangkan tindakanya dlm mewujudkan keinginan tersebut merupakan PERIKELAKUANNYA.

 Jadi, Kepribadian adalah wujud konkrit dari Perikelakuan.

 Apa bila Kepribadian dan keperilakuan dilakukan secara terus meneru, menjadi kebiasaan, dan diakui oleh secara umum maka akan menjadi KEBUDAYAAN MASYARAKAT

 Pada perkembangan selanjutnya, KEBUDAYAAN DAPAT

(51)

Beberapa kebudayaan yg dengan

nyata mempengaruhi kepribadian

 Kebudayaan2 khusus atas dasar

kedaerahan

 Kebudayaan cara hdp di desa dan di kota

(rural and urban society)

 Kebudayaan khusus kelas sosial

 Kebudayaan khusus atas dasar agama

 Kebudayaan khusus atas dasar keahlian

(Ex. Kepribadian seorang dosen berbeda dengan kepribadian seorang tani)

(52)

Akulturasi kebudayaan

 Merupakan proses percampuran antara dua budaya atau lebih

 Ex. Budaya perekonomian indonesia yg mengalami percampuran dengan budaya perekonomian Barat

(53)

Unsur2 kebudayaan asing yg

mudah diterima

 Unsur2 kebudayaan kebendaan, misalnya peralatan yg sangat

bermanfaan bagi masyarakat: mesin penggilingan, mesin pembajakan

(traktor) untuk masy tani

 Unsur2 yg terbukti membawa

(54)

Unsur2 kebudayaan asing yg sulit

diterima oleh masyarakat

(55)

Penyebab akulturasi budaya

(56)

PEREMUAN KE V

(57)

BEBERAPA PERTANYAAN

1. PERNAHKAH KALIAN MENDENGAR ISTILAH SOSIALISASI?

(58)

1. DEFINISI SOSIALISASI

SOSIALISASI

ADALAH SUATU PROSES

BELAJAR DAN MENYESUAIKAN DIRI, AGAR IA (INDIVIDU) DAPAT

BERPERAN DAN BERFUNGSI DALAM KELOMPOKNYA.

SOSIALISASI

ADALAH PROSES

PEMBELAJARAN INDIVIDU UNTUK MENJALANKAN PERAN DAN

(59)

HAL YANG MENYEBABKAN MANUSIA PERLU BERSOSIALISASI ANTARA LAIN:

1. KARENA MANUSIA TIDAK DAPAT HIDUP SENDIRI.

2. MASING-MASING INDIVIDU

MEMILIKI PERBEDAAN, SEHINGGA DENGAN SOSIALISASI AKAN

TERCIPTA KERUKUNAN,

(60)

BAHAN DISKUSI

 AMATI GAMBAR TERSEBUT!

 APA YANG SEDANG DILAKUKAN PADA GAMBAR TERSEBUT DAN DIMANA?

(61)
(62)
(63)
(64)

2. TUJUAN SOSIALISASI

a. MEMBERIKAN ILMU PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN YANG DI

(65)

b. MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SESEORANG AGAR DAPAT

BERKOMUNIKASI SECARA EFEKTIF DENGAN ORANG LAIN.

c. MENANAMKAN NILAI-NILAI DAN NORMA BERTINGKAH LAKU SESUAI DENGAN

NILAI, NORMA, DAN KEPERCAYAAN YANG ADA PADA MASYARAKAT.

(66)

Proses Sosial

 Adalah cara2 berhubungan yg dapt dilihat apabila orang perorangan dan kelompok2 manusia saling bertemu dan menentukan sistem,aturan,norma,dan nilai yg dapat menciptakan kehidupan yg dinamis

 Proses belajar mengajar adalh contoh konkrit terjadinya proses sosial

 Pada proses belajar mengajar, berhubungan berbagai elemen (mahasiswa) dan dosen

untuk menentukan aturan kuliah.

(67)

3. ADA BEBERAPA DEFINISI KEPERIBADIAN, MENURUT AHLI SOSIOLOGI :

 MENURUT SOERJONO SOEKANTO (2003),

KEPERIBADIAN MENCAKUP KEBIASAAN-KEBIASAAN, SIKAP, DAN LAIN-LAIN.

 MENURUT AHLI PSIKOLOGI : .

(68)

ADA BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN SESEORANG YAITU;

a. FAKTOR KETURUNAN (WARISAN BIOLOGIS)

b. FAKTOR LINGKUNGAN ALAM (GEOGRAFIS)

(69)

KEPERIBADIAN SEBAGAI SESUATU HASIL PROSES SOSIALISASI

 KEPRIBADIAN SESEORANG DIPEROLEH MELALUI PROSES SOSIALISASI SEJAK IA DILAHIRKAN.

 KEPRIBADIAN SETIAP INDIVIDU DALAM SUATU MASYARAKAT AKAN BERBEDA

(70)
(71)

PEREMUAN KE VI

(72)

STRUKTUR SOSIAL

 Masyarakat adalah sekumpulan besar orang yang hidup pada tempat yang sama, relatif tidak tergantung pada orang diluar daerah tersebut dan berpartisipasi menjadi bagian dari budaya umum yang berlaku.

(73)

Status

 Status : tempat dimana kedudukan

seseorang berada dalam masyarakat,

berupa kedudukan terendah sampai

tertinggi.

 Ascribed status : Kedudukan seseorang

dalam masyarakat tanpa memperhatikan

perbedaan rohaniah dan kemampuan,

kedudukan ini diperoleh karena kelahiran.

 Achieved Status : Kedudukan seseorang

yang dicapai dengan usaha – usaha yang

(74)

Peran Sosial

 Peran sosial adalah satu set harapan terhadap seseorang yang diberikan posisi atau status tertentu dalam masyarakat.

(75)

 Peran ambigu terjadi apabila harapan yang ada tidak jelas untuk sebuah posisi sosial.

Strain peran merupakan hasil dari

terjadinya permintaan dan harapan yang beragam dari suatu status sosial.

(76)

Kelompok (Group)

 Kelompok adalah kumpulan individu dengan persamaan norma, nilai, dan harapan yang secara reguler dan kontinyu berinterkasi. Persyaratan himpunan individu/manusia dikatakan sebagai kelompok sosial adalah :

1. Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.

2. Ada hubungan timbal balik antara anggota satu dengan anggota lainnya.

3. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antara mereka bertambah erat.

4. Berstruktur,berkaidah dan mempunyai perilaku.

(77)

Intitusi Sosial

(78)

Institusi Sosial Berdasarkan

Perspektif Sosiologi

 Perspektif Fungsionalis

Berdasarkan perspektif fungsionalis lima tugas utama untuk sebuah kelompok bertahan dalam masyarakat adalah sebagai berikut :

1. Regenerasi anggota

2. Mengajari anggota baru

3. Memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa

4. Mempertahankan diri

5. Membuat dan memelihara sebuah tujuan

 Perspektif konflik

Meskipun sama – sama menganggap institusi sosial ada untuk memenuhi kebutuhan dasar sosial seperti perspektif fungsionalis, perspektif konflik sangat menekankan pada adanya kesenjangan pada pelayanan oleh institusi sosial dimana si miskin mendapat pelayan yang lebih buruk dibandingkan dengan si kaya.

 Perspektif Interaksionis

(79)

Struktur Sosial dan Masyarakat

Modern

 Solidaritas Mekanik dan Organik menurut Durkheim:

1. Solidaritas Mekanik mencerminkan bahwa semua orang melakukan tugas yang sama.

(80)

 Gemeinschaft (Paguyuban) dan Gesselschaft menurut Tonnies :

1. Gemeinschaft (Paguyuban), cirinya :

 Tipe kehidupan rural (pedesaan)

 Orang memiliki perasaan sebagai suatu komunitas karena adanya persamaan latar belakang dan pengalaman hidup diantara mereka

 Tugas dan hubungan pribadi tidak dapat dipisahkan

 Adanya semangat bekerjasama dan persatuan

 Perubahan sosial relatif dibatasi

2. Gesselschaft (Patembayan), cirinya :

 Tipe kehidupan urban (perkotaan)

 Orang hanya merasa sedikit perasaan komunal, perbedaan latar belakang mereka lebih terasa dibandingkan dengan persamaan mereka

 Tugas sudah dibedakan berdasarkn tingkatan, hubungan yang terjadi berupa atasan bawahan.

 Kepentingan pribadi mendominasi

(81)

Ciri-ciri Struktur Sosial

Muncul pada kelompok masyarakat

Struktur sosial hanya bisa muncul pada individu-individu yang memiliki status dan peran

Berkaitan erat dengan kebudayaan

Kelompok masyarakat lama kelamaan akan membentuk suatu kebudayaan. Setiap

kebudayaan memiliki struktur sosialnya sendiri.

Dapat berubah dan berkembang

(82)

Fungsi struktur sosial

Fungsi Identitas

Struktur sosial berfungsi sebagai penegas identitas yang dimiliki oleh sebuah

kelompok.

Fungsi Kontrol

Dalam kehidupan bermasyarakat, selalu muncul kecenderungan dalam diri individu untuk melanggar norma, nilai, atau

peraturan lain yang berlaku dalam masyarakat.

Fungsi Pembelajaran

(83)

Bentuk-bentuk struktur sosial

A. Stratifikasi Sosial

Stratifikasi berasal dari kata strata atau tingkatan. Stratifikasi sosial adalah struktur dalam masyarakat yang membagi masyarakat ke dalam

tingkatan-tingkatan.

(84)

PEREMUAN KE VII

6/12/2017

(85)

Latar Belakang

 Manusia adalah mahluk sosial

 Ingin berkumpul antara satu dengan yg lain

(Ex. Adam dan Hawa)

 Tanpa kawan atau teman hidup menjadi

hampa dan bahkan terjadi distabilitas sosial/stres

 Oleh karena itu, tercipta kelompok sosial

 Kelompok sosial dintaranya: Keluarga,

masyarakat,kumpulan, organisasi,dll

 Hubungan manusia dalam kelompok sosial

(86)

Syarat2 Kelompok Sosial

 Anggota kelompok harus sdar bahwa dia merupakan sebagian dari

kelompok yg bersangkutan

 Dalam kelompok, ada hubungan timabal balik antar anggota

(87)

Macam-macam kelompok sosial

No Kategori utama Tipe umum Tipe khusus Kriteria Utama 1 Kesatuan wilayah Community Daerah: rural

(desa), urban(kota)

1. Kepentingan

2. Bertempat tinggal di suatu wilayah tertentu 2 Kesatuan2 atas

dasar kepentingan yg sama

Kelas Status Sosial Perbedaan dlm kedudukan,

kesempatan & tingkat Ekonomis

Kelompok etnis dan ras

Kelompok atas dasar perbedaan warna kulit

Ciri-ciri badaniyah

Kerumunan Kerumunan dengan kepentingan yg sama

Tidak mengikat

Primary group

Keluarga, dan Ormas, Orpol

(88)

Faktor2 yg menentukan kelompok sosial

 Kesadaran akan jenis yg sama (organisasi profesi, ex:Ikatan Perempuan Indonesia, dll)

 Adanya hubungan sosial (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Bima)

(89)

Formal group dan informal group

 Formal Group adalah kelompok2 yg

mempunyai peraturan2 yg tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh

anggota2nya untuk mengatur hubungan antara anggota2nya (Ex. instansi

pemerintahan, Ikatan Mahasiswa

Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia,dll)

 Informal Group tdk mempunyai struktur

(90)

Membership group dan Reference group (Robert K. Merton)

 Membership group merupakan

kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompkok

tersebut

 Syarat2 membership group:

 Selalu berhubungan dengan

group/kelompok/organisasi/lembaga

 Membership group selalu membantu

untuk membangun group

(91)

The Next

 Reference group adalah klmpok sosial yg menjadi ukuran bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk

membentuk pribadi dan prilakuknya

(ANggota DPR/DPRD diarahkan oleh partai politik)

 Kelompok sosial memiliki aturan normatif yg harus dipatuhi oleh member/anggota

organisasi (Anggota DPR/DPRD harus patuh terhadap partai politik)

 Aturan tersebut bersifat mengikat

(92)

Kelompok2 sosial yg tidak teratur

(Soerjono Soekanto)

 Kerumunan (Crowd)

 Bersifat sementara (kumpulan orang2 di stasiun

kertea api)

 Tidak terorganisirkan (orang2 di stasiun berkumpul tanpa koordinasi sebelumnya)

 Memiliki tujuan yang sama (membeli karcis)

 Kesamaan identitas antar individu (di stasiun

tdk ada mahasiswa, guru, profesordll yg ada Pembeli Karcis)

 Memiliki pimpinan namun tak mempunyai sistem

(93)

The Next

 Publik merupakan kumpulan manusia yg jumlahnya tidak bisa diukur :

 Interaksi mereka terjadi secara tidak

langsung melalui alat2 komunikasi seperti surat kabar, radio, TV, film, internet (email, FB, Blog, website,dll)

 Alat komunikasi tersebut adalah ruang

(94)

Community (Soerjono Soekanto)

 Diterjemahkan sebagai “masyarakat

setempat”

 Masy setempat adalah suatu wilayah

kehidupan sosial yg ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial yg tertentu

 Dasar2 daripada masy setempat adalah

lokalitas dan perasaan semasyarakat

(95)

Masy Desa

(rural community)

Masy

Perkotaan

(urban community)

Rural community:

 Mempunyai hubungan yg lebih erat dan lebih

mendalam (semangat kebersamaan/gotongroyong)

 Segala sesuatunya dijalankan atas dasar musyawarah

 Pada umunya hidup dari pertanian: cara bertani sangat tradisional, mereka merasa puas apabila kebutuhan keluarga telah dicukupinya, pekerjaan diluar pertanian hanya pekerjaan sampingan

 Rata2 hidup dalam kesederhanaan (makan, pakaian,dan kebutuhan2 lainya)

(96)

The Next

Urban community:

Individual, orang2 kota dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus nergantung pada orang lain

 Keberagaman identitas. Dikarenakan, pendatang

berangkat dari berbagai daerah

 Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan

lebih banyak

 Menjalankan segala sesuatu atas dasar

pertimbangan rasional bukan trdaisi

 Proses perubahan sosial lebih cepat.

(97)
(98)

PEREMUAN KE IX

6/12/2017

PENYIMPANGAN

&

(99)

Penyimpangan (deviance) adalah segala bentuk

perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak (norma) masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.

• Penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi (James vander Zanden)

• Suatu perilaku disebut menyimpang apabila tidak

sesuai dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat

Menurut Lemert, penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk:

1. Penyimpangan primer, penyimpangan yang bersifat sementara, tidak berulang, dan dapat ditolerir

masyarakat.

(100)

Penyimpangan bersumber pada:

1. Teori different association, yaitu

penyimpangan yang bersumber pada

pergaulan. Penyimpangan dipelajari dari pergaulan / proses alih budaya. Misalnya orang yang menghisap ganja.

(Sutherland)

2. Teori labelling, yaitu penyimpangan yang terjadi karena pemberian julukan/cap,

yang diberikan masyarakat kepadanya (Edwin M. Lemert)

(101)

Empat macam atau kategori dari penyimpangan, yaitu:

1. Tindakan kriminal atau kejahatan, contoh: Pembunuhan, perkosaan, makar, korupsi, dll

2. Penyimpangan sexual, contoh: Swinger, homosexual, pedofilia, semenleven.

3. Penyimpangan dalam bentuk pemakaian obat-obatan terlarang dan minum-minuman keras.

4. Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari biasanya seperti arogansi dan sikap eksentrik.

 Sikap arogansi, yaitu kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya. Namun sikap arogan bisa saja dilakukan oleh seseorang yang ingin menutupi kekurangan dirinya.

(102)

Beberapa masalah sosial (penyakit sosial)

1. Kemiskinan.

2. Kejahatan, termasuk di dalamnya adalah white collar crime. 3. Disorganisasi keluarga

4. Masalah generasi muda

5. Pelanggaran terhadap norma masyarakat, seperti pelacuran, perjudian, alkoholisme, homosexualitas

6. Masalah kependudukan. Penyebaran penduduk yang tidak merata menimbulkan kepadatan penduduk di suatu wilayah, sehingga menciptakan lingkungan hidup yang kurang baik dan berdampak pada kesejahteraan sosial dan kesetiakawanan sosial.

7. Masalah lingkungan yang dapat dibedakan:

1) Lingkungan fisik, yaitu semua benda mati yang berada di sekeliling manusia.

2) Lingkungan biologis, yaitu segala sesuatu di sekeliling manusia yang berupa organisme.

(103)

Bentuk-bentuk Pengendalian

Sosial

a. Teguran

b. Fraundulens c. Intimidasi

d. Ostrasisme atau pengucilan

e. Kekerasan fisik f. Hukuman/sanksi g. gosip atau

desas-desus

a.Teguran

Teguran dilakukan dari orang yang dianggap lebih berwibawa kepada pelaku

(104)

Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial

b.Fraundulens

Frauddalens

adalah meminta bantuan kepada pihak lain yang dianggap dapat mengatasi

(105)

Bentuk-bentuk Pengendalian

Sosial

c.Intimidasi

Intimidasi adalah bentuk

pengendalian dengan disertai tekanan,

(106)

Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial

d. Ostrasisme atau pengucilan

Tindakan pengucilan bagi pelaku penyimpangan sosial seringkali

dilakukan pada masyarakat tradisional yang masih

memegang teguh tradisi.

Meski demikian bukan berarti di era modern ini pengucilan tidak terjadi. Khususnya bagi penderita HIV/ AIDS meski tidak secara terang-terangan sebagian besar masyarakat cenderung menghindari mereka dengan alasan takut tertular. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penularan virus HIV/AIDS membuat masyarakat

menjaga jarak dengan para penderita. Apalagi pandangan umum sering

mengaitkan penderita HIV/AIDS sebagai pelaku seks bebas dan pemakai

(107)

Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial

e. Kekerasan fisik

Pengendalian sosial secara fisik

merupakan bentuk pengendalian dengan memberikan tekanan dan kekerasan fisik terhadap pihak lain, seperti pemukulan, menendang,

(108)

Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial

f. Hukuman/sanksi

Hal yang lazim dilakukan untuk mengatasi

penyimpangan sosial adalah pengenaan hukuman atau sanksi. Pemberian

hukuman/sanksi

dilakukan melalui proses peradilan yang didukung berbagai saksi serta

(109)

Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial

g. gosip atau desas-desus

Di kalangan masyarakat, gossip atau desas- desus merupakan bentuk pengendalian sosial yang cukup efektif.

Banyak orang yang mengurung-kan niatnya untuk melakumengurung-kan sesuatu karena takut

digosipkan. Apalagi hidup di

kalangan masyarakat yang masih memiliki kepedulian tinggi

(110)

Jenis-jenis Lembaga

Keluarga merupakan lembaga

pengendalian sosial primer yang merupakan tempat pertama membetengi anggota

keluarga/anggota masyarakat untuk tidak melakukan penyimpangan

(111)

Jenis-jenis Lembaga

Pengendalian Sosial

b.Kepolisian

Kepolisian bertugas memelihara

keamanan dan

ketertiban umum dan mengambil tindakan terhadap orang-orang yang

(112)

Jenis-jenis Lembaga

Pengendalian Sosial

c. Pengadilan

Pengadilan menangani, menyelesaikan, dan

mengadili dengan memberikan sanksi yang tegas terhadap perselisihan atau

tindakan yang

(113)

Jenis-jenis Lembaga

Pengendalian Sosial

d. Adat

Adat istiadat berisi nilai-nilai,

norma-norma, kaidah-kaidah sosial yang dipahami, diakui, dijalankan dan dipelihara secara

terus

menerus. Maka istilah adat istiadat sama

artinya dengan sistem

nilai budaya.

Adat sebagai alat pengendalian sosial memiliki tingkatan sebagai berikut.

1) Tradisi, merupakan adat yang melembaga dan sudah berjalan lama secara turun

temurun.

2) Upacara, merupakan adat istiadat yang dipakai dalam merayakan hal-hal yang resmi.

3) Etiket, adalah tata cara dalam masyarakat dan merupakan bentuk sopan santun dalam upaya memelihara hubungan baik antara sesama manusia.

4) Folkways, merupakan adat kebiasaan yang dijalankan dalam masyarakat sehari-hari

karena dianggap baik dan menyenangkan.

(114)

Jenis-jenis Lembaga Pengendalian

Sosial

(115)

Jenis-jenis Lembaga

Pengendalian Sosial

e. Tokoh

masyarakat

Tokoh masyarakat adalah warga

masyarakat yang memiliki kemampuan,

pengetahuan, perilaku, usia atau pun kedudukan yang oleh anggota

masyarakat lainnya

dianggap sebagai tokoh atau pemimpin

masyarakat. Jika terjadi penyimpangan atau

perselisihan antarwarga dapat diselesaikan oleh tokoh masyarakat

(116)
(117)

PERTEMUAN KE X

6/12/2017

STRATIFIKASI &

MOBILITAS

(118)

Pendahuluan

 Selama dlm masy ada sesuatu yg dihargai

pasti ada sistem pelapisan sosial

 Pelapisan sosial adalah koadrat dalam

hidup bermasyarakat

 Ciri yg berlapis adalah ciri umum yg

berlaku didalam hidup bermasyarakat (Pitrim A. Sorikin)

 Ada kaya, miskin, dosen, mahasiswa,

karyawan,dll.

 Aristoteles: Kelas atas, rendah, dan

menengah.

(119)

Pengeritan Pelapisan Sosial (Pitrim

A. Sorikin)

 Pembedaan penduduk atau masy ke dalam

kelasa2 secara bertingkat(secara hirarkis)

 Perwujudannya adalah adanya kelas yg

lebih tinggi dan kelas yg lebih rendah

 Dasar terjadinya pelapisan sosial

(120)

Bentuk-bentuk konkrit lapisan2 sosial

(Soejono S.)

 Kelas ekonomis

 Kelas Politik

(121)

Pelapisan, pertentangan, tatatertib

 Seperti yg sudah dijelaskan, pelapisan

sosial selalu ada dalam hdp bermasyarakat

 Dengan demikian pertentangan antar

lapisan sosial pun selalu ada

 Padahal masy membutuhkan tatatertib,

stabil, and aman

 Oleh karena itu perlu ada keadilan dalam

distribusi kekuasaan atau kewenangan.

 Kekuasaan semakin tdk didistribusikan

(122)

Sifat lapisan dalam suatu masyarakat

 Bersifat tertutup, dimana mobilitas sangat terbatas atau bahkan tdk ada (Statis)

Biasanya terdapat pada masyarakat yg menganut tradisi KASTA (terdapat di India dan Bali : Kasta Brahmana,

Ksatria, Vaicya dan Sudra)

(123)

Ukuran untuk menggolongkan anggota

masy ke dalam lapisan2 sosial

 Ukuran kekayaan

 Ukuran kekuasaan

 Ukuran kehormatan

 Ukuran ilmu pengetahuan

Kriteria diatas bukanlah ukuran utama namun menjadi dasar timbulnya

(124)

Unsur2 lapisan sosial

 Kedudukan sosial

 Tempat seseorang secara umum didalam

masyarakatnya sehubngan dengan orang2 lain, dlm arti lingkungan pergaulannya atau organisasi

(Kedudukan sebagai ketua organisasi, anggota organisasi,ketua adat,dll)

 Dua cara memperoleh kedudukan sosial:

Ascribed-status, yaitu kedudukan yg diperoleh tanpa memperhatikan keterampilan dan kemampuan (biasa terdapat pada masyarakat pelapisan

kasta/teruntemurun)

Achieved – status,adalah kedudukan yg dicapai oleh seseorang atas dasar keterampilan dan kemampuan (untuk mendapatkan gelar Prof bidang pemerintahan harus memenuhi syarat: memiliki karya (buku) dan kemampuan yng mempuni dalam bidang ilmu

(125)

The Next

 Peran (role)

 Peran merupakan tindak lanjut dari kedudukan

 Peran merealisasikan fungsi kedudukan

 Tingkat peran seseorang tergantung kedudukannya

 Ex. Seorang ketua umum partai memiliki peran yang lebih besar dibandingkan dengan seorang anggota partai.

 Tujuan peran: untuk menjaga nilai2 sosial

(hubungan) antara individu dengan individu,individu dgn kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

(126)

Ilustrasi Peran Dlm Keseimbangan

Sosial

PARPOL Masyarakat

DPR/DPRD

Presiden

Ormas/LSM

(127)

Gerak sosial

(social mobility)

 Merupkan peralihan status individu

 Jenis gerak sosial: Gerak horisontal dan

gerak vertikal

 Gerak horisontal adalah peralihan individu

dari kelompok sosial ke kelompok sosial lainya (Ex. Dari PAN ke PDIP)

 Gerak vertikal adalah perpindahan individu

(128)

Ada dua jenis gerak sosial yg

vertikal

 Gerak sosial vertikal yg naik:

 Peralihan individu dari kedudukan yg

rendah ke kedudukan yg lebih tinggi I(dari anggota partai menjadi ketua umum partai)

 Peralihan individu kelompok baru yg

lebih tinggi perannya (dari Partai kecil ke partai yg besar)

(129)

Tujuan belajar/penelitian gerak

sosial

 Untuk memahami bagaimana peran individu dlm melakukan gerak sosial

 Untuk mengetahui apa penyebab terjadinya gerak sosial vertikal yg naik

 Untuk mengetahui apa penyebab terjadinya gerak sosial vertikal yg menurun

(130)

Saluran gerak sosial vertikal yg

naik

(social circulation)

 Angkatan bersenjata (siapa mengabdi profesional akan mendaptkan kedudukan yg lebih tinggi dan memiliki kewenangan yg besar)

 Lembaga keagamaan (ajaran agama,manusia

memiliki kesempatan yg sama untuk mendapatkan kedudukan yg lebih tinggi. Nabi Muhammad SAW dari anak gembala bisa mempengaruhi dunia,dll)

 Lembaga pendidikan (memberikan kesempatan untuk sukses)

 Organisasi politik(orang yg pandai dlm politik akan mendapatkan kedudukan politik yg lebih tinggi)

 Organisasi ekonomi (orang yg kaya lebh besar

(131)

Piramida lapisan sosial

Lapisan atas

Lapisan menengah

Lapisan bawah

(132)
(133)

XI

ETNIK & RAS

Oleh :

(134)

Etnik dan Ras dapat dijelaskan melalui:

1. Perbedaan karena tampilan fisik (berkulit hitam/putih/coklat) disebut perbedaan ras 2. Perbedaan adat istiadat (pakaian,

makanan/minuman khas, percakapan bahasa,

pakaian adat,dll) diartikan sebagai perbedaan etnik.

(135)

Pertanyaan, why ?

1. Mengapa perbedaan etnik dan ras harus dibicarakan dan untuk apa?

* Secara sederhana dapat dijawab bahwa itu pada dasarnya untuk memiliki identitas yang berarti akan memudahkan kita menjawab asal seseorang, kebudayaan dan peradaban yang membesarkan orang tersebut sebagai manusia sosial.

* Kita membutuhkan identitas seperti kata Lisa Orr (1997) karena identitas bermakna tiga hal yaitu identitas pribadi, identitas sosial dan identitas budaya. Lalu apa pengaruhnya terhadap perilaku

(136)

KONSEP ETNIK

Kata etnik berasal dari bahasa Yunani ethnos yang berarti bangsa atau orang atau acapkali diartikan sebagai setiap kelompok sosial yang ditentukan oleh ras, adat istiadat, bahasa, nilai dan norma budaya yang mengindikasikan adanya kenyataan kelompok yang minoritas dan

(137)

Konsep Etnik :

Etnik adalah himpunan manusia karena

kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa

ataupun kombinasi dari kategori tersebut

yang terikat pada sistem nilai budaya (Fredrick Barth . 1988.

Kelompok Etnik dan Batasannya. Jakarta:

(138)

Konsep Etnik :

Memperluas pengertian

kelompok etnik sebagai

kelompok sosial yang

dapat tersusun atas

ras, agama atau asal

negara

(Delgado , Ricardo dan

Stefanis. 2001.

Critical

Race Theory: an

(139)

1. Suatu kelompok sosial yang mempunyai tradisi kebudayaan dan sejarah yang sama

2. Suatu kelompok

individu yang memiliki kebudayaan yang

berbeda tetapi diantara mereka memiliki

semacam subkultur yang sama

3. Suatu kelompok yang memiliki domain

tertentu (etnic domain)

(140)

1. Perbedaan variasi dari

penduduk atas dasar tampilan fisik, tipe atau golongan, pola keturunan dan semua kelakuan bawaan yang tergolong unik

2. Menyatakan tentang identitas berdasar perangai, kualitas

perangai tertentu, kehadiran suatu kelompok, tanda-tanda aktivitas suatu kelompok,

kesamaan keturunan, keluarga, klan atau hubungan

kekeluargaan

(141)

Konsep Ras :

Ras menurut Webster New World

Dictionary berasal dari kata “razza” dari bahasa Perancis dan Italia,

artinya:

1. Perbedaan variasi dari penduduk atau manusia dibedakan dari

tampilan fisiknya rambut, mata, warna kulit

2. Menyatakan tentang identitas

berdasarkan perangai, geografis, sekelompok orang yang memiliki

(142)

Kelompok Minoritas

 Sebuah kelompok dari manusia yang

mempunyai karakteristik fisik dan budaya yang menerima perlakuan berbeda dari

orang lain & tidak adil

(143)

Ras Proto melayu

 Proto Melayu diyakini sebagai nenek moyang orang Melayu Polinesia

sampai pulau-pulau paling timur di Pasifik

 Ras ini memiliki ciri-ciri 1. Rambut lurus

(144)

 Di Indonesia ras ini mula-mula

menempati pantai-pantai sumatera utara , Kalimantan Barat dan

Sulawesi Barat.

(145)

Ras Deutero Melayu

 Merupakan ras yang datang dari Indonesia bagian utara

 Ras ini telah memiliki keahlian dalam bidang mengolah besi. Mereka telah memiliki keahlian mengerjakan logam dengan sempurna.

 Alat-alat yang mereka tinggalkan tersebar di beberapa kepulauan di

(146)

 Peradaban yang ditinggalkan ras

Deutero Melayu dapat di jumpai di Malaka, Sumatera, Kalimantan,

Filipina, Jawa dan NTT

 Selain mengolah besi ras Deutero Melayu juga telah memiliki keahlian dalam bidang

(147)

 Pada akhirnya ras Deutero Melayu di kepulauan Indonesia semakin banyak dan pada akhirnya ras inilah yang

menjadi cikal bakal penduduk gayo dan alas di sumatera utara dan

(148)

Ras Melanesoid

 Ras ini tersebar di pulau-pulau yang letaknya sebelah timurIrian dan

benua Australia.

 Di kepulauan Indonesia mereka tinggal di Papua.

 Menurut Daljoeni bangsa Melanesoid sekitar 70% menetap di Papua,

(149)
(150)

PERTEMUAN KE XII

6/12/2017

STRATIFIKASI SOSIAL

(151)

Perbedaan Seks & Gender

Seks adalah pembagian jenis kelamin yang

ditentukan secara biologis dan melekat pada jenis kelamin tertentu

Seks adalah atribut yang melekat pada

manusia selamanya dan fungsinya tak dapat dipertukarkan

Seks merupakan sifat bawaan dengan

kelahirannya sebagai manusia

Seks tidak berubah dan merupakan

(152)

Gender adalah istilah yang digunakan untuk

menggambarkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan scara sosial

Gender adalah pembagian laki-laki dan

perempuan yang dikonstruksi secara sosial maupun kultural

Gender adalah konsep hubungan sosial yang

membedakan fungsi dan peran antara laki-laki dan perempuan

Gender is the socially constructed role

(153)

Gender bentukan setelah kelahiran

yang dikembangkan dan diinternalisasi oleh orang-orang di lingkungan mereka

Gender melalui proses yang sangat

panjang sehingga perbedaan gender seolah-olah ketentuan Tuhan yang tidak dapat diubah lagi

Gender tidak bersifat universal atau

(154)

Perbedaan Seks

 PERBEDAAN CHROMOSOM

 PERBEDAAN BIOLOGIS

 LAKI LAKI

 PEREMPUAN

(155)
(156)

Perbedaan Seks & Gender

SEKS

Biologis

Pemberian Tuhan

(kodrat)

Kodrat (alami)

 Tidak dapat diubah

 Peran Seks:

Laki-laki: Produksi

Perempuan: Reproduksi

(haid, hamil,

melahirkan, menyusui, dan lain-lain)

GENDER

 Kultur, adat istiadat

Bentukan setelah lahir,

diajarkan melalui

sosialisasi dan internalisasi

 Konstruksi Sosial

Dapat diubah (dinamis)Peran Gender:

 Memasak, mencuci,

merawat anak dan orang tua, mendidik anak,

bekerja di luar rumah, menjadi tenaga

(157)

Berbagai pengertian

Tentang Gender

Gender sebagai istilah asing dengan makna

tertentu

Gender sebagai suatu fenomena sosial

budaya

Gender sebagai suatu kesadaran jenisGender sebagai suatu persoalan Sosial

Budaya

Gender sebagai sebuah konsep untuk analisisGender sebagai sebuah perspektif untuk

(158)

Perbedaan Gender dan Lahirnya

Ketidakadilan

Gender dan marginalisasi perempuan

Gender dan subordinasi perempuan

Gender dan Stereotip

Gender dan Kekerasan

(159)

Gender dan marginalisasi perempuan

 Marginalisasi perempuan adalah suatu proses pemiskinan atas satu jenis

kelamin tertentu (perempuan) disebabkan oleh perbedaan gender

Green Revolution merupakan contoh

program yang direncanakan tanpa mempertimbangkan aspek gender

(160)

Gender dan subordinasi perempuan

Adanya anggapan masyarakat

bahwa perempuan itu emosional, irasional dalam berpikir,

perempuan tidak bisa tampil sebagai pemimpin, akibatnya

ditempatkan pada posisi yang tidak penting dan tidak strategis (second person)

(161)

Gender dan Stereotip

Stereotip adalah pelabelan terhadap pihak tertentu yang selalu berakibat merugikan pihak lain dan

menimbulkan ketidakadilan

Contoh stereotip terhadap perempuan:

Perempuan bersolek atau memakai rok mini

akan menimbulkan pelecehan seksual dan

perkosaan

perempuan yang disalahkan

Anggapan tugas perempuan adalah melayani

suami (di rumah) karena itu pendidikan dianggap

tidak penting bagi perempuan.

(162)

Gender dan Kekerasan

Kekerasan semacam ini disebut gender-related violence, contohnya:

1. Perkosaan terhadap perempuan

2. Tindakan pemukulan dan serangan fisik yang terjadi dalam rumah tangga

3. Penyiksaan organ alat kelamin (genital mutilation)

4. Prostitusi atau pelacuran

5. Kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk pornografi

6. Kekerasan dalam bentuk pemaksaan sterilisasi dalam KB

7. Kekerasan terselubung (molestation)

(163)

Gender dan Beban Kerja

 Anggapan bahwa kaum perempuan bersifat

memelihara, rajin, dan tidak cocok menjadi kepala rumah tangga mengakibatkan semua pekerjaan domestik menjadi tanggungjawab perempuan

 Pada keluarga miskin beban kerja menjadi ganda karena harus ikut mencari nafkah, yang pada

keluarga kaya dibebankan pada pembantu

 Menurut Mosser (1999) beban bertambah menjadi

triple role (triple burden) meliputi: peran

(164)

PERSPEKTIF TEORITIS

Paradigma Fungsionalisme

Aliran fungsionalisme struktural adalah alian

mainstream dalam ilmu sosial

Aliran ini menjelaskan bahwa masyarakat adalah suatu sistim yang terdiri atas bagian yang saling berkaitan dan maing-masing bagian selalu berusaha untuk

mencapai keseimbangan (equilibrium).

Menurut teori fungsionalisme struktural, konsep gender dibentuk berdasarkan pembagian peran dan fungsi

masing-masing laki-laki dan perempuan secara

dikotomi agar tercipta keharmonisan antara laki-laki dan perempuan

Masyarakat berubah secara evolusioner, sehingga konflik dalam masyarakat dilihat sebagai tidak

(165)

Paradigma Konflik

 Teori ini percaya bahwa setiap kelompok

masyarakat memiliki kepentingan (interest) dan kekuasaan (power) yang merupakan sentral dari setiap hubungan sosial.

 Gagasan dan nilai-nilai selalu dipergunakan sebagai alat untuk menguasai dan

melegitimasi kekuasaan

 Perubahan akan terjadi melalui konflik, yang berakibat akan mengubah posisi dan

hubungan

 Perubahan yang terjadi pada hubungan antara laki-laki dan perempuan akan dilihat dari

(166)

GENDER DAN STRATIFIKASI: MACIONIS(1996)KETIMPANGAN DALAM

PEMBAGIAN KEKAYAAN,KEKUASAAN DAN PPRIVELESE ANTARA LELAKI DAN PEREMPUAN

1. GENDER DAN PENDIDIKAN : PEREMPUAN TIDAK PERLU SEKOLAH TINGGI TINGGI KARENA AKAN KEDAPUR JUGA 2. GENDER DAN PEKERJAAN:ADANYA SEGREGASI VERTIKAL

DAN HORIZONTAL ,CEILING GLASS.SEX

DISKRIMINATION,PREGNACY DISKRIMINATION 3. GENDER DAN PENGHASILAN:SEX BASED WAGE

DISCRIMINATION (PERBEDAAN UPAH ATAS DASAR KELAMIN),PINK COLAR JOBS (PEKERJAAN KHUSUS

PEREMPUAN MIS:SEKRETARIS,TK KETIK) POVERTY TRAP (UPAH YANG TERTENDAH

4. GENDER DAN KEKUASAAN:DISKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN DI EKSEKUTIF ,LEGISLATIF DAN YUDIKATIF

(167)

Keadilan Gender dan Agenda

Pembangunan

 Orientasi yang bertumpu pada pertumbuhan

ekonomi yang tinggi telah semakin memperle-bar jurang kemiskinan (terutama pada kelom-pok

perempuan)

 Kesenjangan gender dapat dilihat dari:

 Masih rendahnya peluang perempuan bekerja terutama di sektor formal

 Posisi perempuan di wilayah sosial dan politik masih rendah

(168)

5. GENDER DAN POLITIK:MASIH RELATIF TERBATASNYA POSISI PUBLIK YANG DAPAT DIRAIH PEREMPUAN

6. GENDER DAN KELUARGA:KETIMPANGAN PEMBAGIAN KEKUASAAN ANTARA SUAMI DAN ISTRI .KONSEP

PAHL:WIFE CONTROL,WIFE CONTROLLED

POOLING,HUSBAND CONTROLLED POOLING AND HUSBAND CONTROLL

(169)

KEKERASAN DALAM KELUARGA

1. PERKOSAAN:SILENT VIOLENT EPIDEMIC

2. KEKERASAN DOMESTIC:TINDAKAN ATAU ANCAMAN TINDAKAN PELECEHAN FISIK,SEKS,PSIKOLOGIS ATAUPUN EKONOMIS OLEH SESEORANG TERHADAP

ORANG LAIN SEBAGAI MITRANYA DAN BATTERED WIFE 3. PELECEHAN SEX:KOMENTAR,ISYARAT,ATAU KONTAK

FISIK YANG BERSIFAT SEKS,DI ULANG ULANG DAN TIDAK DIKEHENDAKI

(170)

Pendekatan

Pembangunan

Pendekatan Kesejahteraan

Pendekatan Keadilan

Pendekatan Anti Kemiskinan

Pendekatan Efisiensi

Pendekatan

Empowerment

(171)
(172)

PERTEMUAN KE XIII

6/12/2017

STRATIFIKASI SOSIAL

(173)

STRATIFIKASI SOSIAL

 Pembedaan anggota masyarakat berdasarkan status yang dimilikinya dalam sosiologi

dinamakan Stratifikasi Sosial.

 Adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (Pitirim

Sorokin)

 Stratifikasi sosial merupakan gejala universal dan merupakan bagian dari sistem sosial

(174)

 Di masyarakat yang sederhana, wujud stratifikasi sosial terlihat pada:

1. Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan hak dan kewajiban

2. Adanya pemimpin kelompok atau suku yang berpengaruh dan memiliki hak istimewa.

3, Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri.

(175)

Unsur – unsur Lapisan Masyarakat

 Kedudukan (Status)

STATUS = Tempat seseorang dalam kelompok sosial.

Macam Konsep Status:

1. Ascribed Status.

Kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa

memperhatikan perbedaan kemampuan. Diperolehnya melalui kelahiran.

2. Achieved Status

Kedudukan yang diperoleh dengan usaha tertentu yang disengaja.

3. Assigned Status

(176)

Menurut Ralph Linton, sejak lahir orang

memperoleh sejumlah status tanpa memandang kemampuan.

Status yang diperoleh dengan sendirinya antara lain status berdasarkan:

1. Usia

2. Jenis kelamin

3. Hubungan kekerabatan

(177)

Ad, 1. Stratifikasi usia.

Stratifikasi yang membedakan warga masyarakat berdasarkan usia seseorang.

 Anggota masyarakat yang berusia lebih muda mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda dengan anggota

masyarakat yang lebih tua.

 Dalam hukum adat suatu masyarakat tertentu anak sulung mempunyai kewenangan lebih besar daripada adik-adiknya, bisa juga memperoleh prioritas dalam pewarisan harta atau kekuasaan.

Contoh:

 Elizabeth, putri sulung dari George, Raja Inggris, mewarisi tahta kerajaan Inggris tatkala ayahnya meninggal dunia pada tahun 1952.

 Kaisar Jepang, Hirohito, mewarisi tahtanya pada putra sulungnya, Akihito.

 Ratu Wilhelmina dari Belanda mewarisi tahtanya pada Ratu Juliana dari Belanda dan saat meninggal ia mewarisi

(178)

• Tahap perkembangan manusia

• Tugas-tugas

perkembangan masa kanak-kanak

• Tugas Perkembangan Masa Remaja

• Tugas Perkembangan Masa Dewasa

• Tugas perkembangan dan implementasinya dalam pembelajaran

(179)

1. Masa oral sensorik

2. Masa anak muskulatur

3. Masa genital-locomotor

4. Masa laten

5. Masa remaja

6. Masa dewasa muda

7. Masa dewasa

8. Masa kematangan

(180)

Tahap-tahap perkembangan menurut Piaget: a. Sensori motor (lahir – 2 tahun)

Perkembangan adalah proses “decentration”. Bayi memulai kehidupan di dunia ini dalam keadaan tak terdiferensiasi, dalam artian tak ada pemisah diri dengan lingkungannya. b. Pre-operational (2 – 7 tahun)

Pada tahap ini anak mulai menggunakan simbol-simbol (termasuk bahasa dan image).

c. Concrete operational (7 – 11 tahun)

Anak dapat berpikir sistematis tapi terbatas pada obyek yang merupakan aktivitas kongkrit.

d. Formal operational (11 tahun ke atas)

Remaja mampu berpikir abstrak dan hipotesis atau

memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dalam suatu situasi. Setelah membuat analisa hipotesis, remaja mengumpulkan data untuk membuktikan

(181)

Tugas-tugas perkembangan masa kanak-kanak

Kemampuan untuk

bermain

(182)

Menurut Havighurst, tugas-tugas

perkembangan seorang remaja adalah sebagai berikut: :

1. Menerima keadaan fisik dirinya sendiri dan menggunakan tubuhnya secara lebih

efektif.

2. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya. 3. Mencapai suatu hubungan dan pergaulan yang lebih matang antara lawan jenis yang

sebaya. Sehingga, remaja akan mampu bergaul secara baik dengan kedua jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan.. 4. Dapat menjalankan peran sosial maskulin dan feminin. Peran sosial yang dimaksud /di

sini adalah seperti yang diharapkan

masyarakat, dan bergeser sesuai dengan peralihan zaman. Apabila pada zaman

(183)

laki-Mengelola rumah tangga

bertanggung jawab sebagai warga negara

Menemukan kelompok yang serasi

Belajar hidup dengan pasangan

Memulai hidup dengan

pasangan Memelihara anak

TUGAS PERKEMBANGAN DEWASA

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :