Resume Bab 1
Perkembangan Ilmu Organisasi & Keefektifannya
Kenny Shan 13.60.0131 Florensia Bekti Siwi 13.60.0138 Andreanus Pungkas R 13.60.0159 Zahra Nur Febriani 13.60.0218
Fakultas Ekonomi & Bisnis
Universitas Katolik Soegijapranata
1) Perkembangan Teori Organisasi
Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok. Teori Organisasi sendiri merupakan suatu ilmu atau pemikiran yang mempelajari tentang organisasi. Seiring dengan perkembangan jaman, organisasi dan teorinyapun mengalami perubahan-perubahan hingga sekarang ini. Diuraikan sebagai berikut:
a) Teori Organisasi Klasik
dikenal juga dengan nama teori organisasi tradisional dan berisi konsep – konsep organisasi sejak era 1800-an. Pada masa ini, organisasi dianggap sangat terpusat dan punya fungsi yang terperinci, kaku dan tidak/kurang kreatifitas. Didefinisikan sebagai struktur hubungan, kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan komunikasi dan factor lainnya bila orang-orang bekerja sama. Memfokuskan diri pada organisasi pada level manajemen bawah. Teori klasik bergembang dalam 3 aliran, antara lain : i) Teori Birokrasi
dicetuskan oleh Max Webber, mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :
(1) Punya pembagian kerja yang jelas dan dilakukan dengan disesuaikan kemampuan seseorang.
(2) Hierarki wewenang dirumuskan dengan baik.
(3) Tujuan organisasinya mempunyai progam yang rasional untuk mencapainya.
(4) Prosedur untuk penanganan situasi kerj perlu ditulis demi kesinambungan.
(5) System aturan mencakup hak dan kewajiban pemegang jabatan. (6) Hubungan antar individu bersifat normal, ada pemisahan masalah
antar individu maupun dengan organisasi. ii) Teori Administratif
didapat dari pemikiran keempat tokoh diatas tentang teori ini adalah sebagai berikut :
(1) Spesialisasi dan pembagian kerja amat penting bagi efisiensi perusahaan.
(2) Tanggung jawab dan kekuasaan pemegang jabatan tingkat atas harus digambarkan secara jelas. Satu organisasi hanya memiliki satu pimpinan.
(3) Koordinasi fungsi dan anggot kelompok haus dilakukan di tiap unit oleh para manajer.
(4) Semua perintah disalurkan lewat rantai komando yang sudah ada dengan baik.
(5) Merancang tugas organisasi lalu mencari orang yang tepat, bukan memaksakan mencocokan pekerjaan dengan seseorang.
iii) Manajemen Ilmiah
dikembangkan oleh Frederick Winslor Taylor dan berkembang pada tahun 1900 an. Merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah yang ada dalam sebuah organisasi. Taylor mengemukakan empat dasar yang harus dijalankan sebuah organisasi, antara lain :
(1) Mengganti metode kerja dalam praktek dengan metode yang dikembangkan dari dasar ilmiah tentang benar.
(2) Mengadakan seleksi dan pelatihan karyawan secara ilmiah. (3) Pengembangan ilmu kerja secara seleksi, latihan dan (4) pengembangan harus diintegrasikan.
(5) Perlunya mengembangkan semangat dan mental para karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah.
b) Teori Organisasi Neo Klasik
i) Melibatkan setiap orang agar berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang akan diambil.
ii) Perluasan kerja sebagai lawan dari spesialisasi.
iii) Manajemen bawah-atas yang memberi kesempatan untuk ikut dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
Konsep teori ini adalah sebagai berikut : i) Organisasi adalah system social.
ii) Manusia merupakan mahluk psiko-sosial ( psikologis dan social ). iii) Komunikasi dalam sebuah organisasi yang baik akan menghasilkan
interaksi yang baik pula guna memicu prestasi kerja.
iv) Focus pada hubungan antar individu didalam sebuah organisasi. c) Teori Organisasi Modern
disebut juga sebagai analisa system organisaasi. Teori ini melihat bahwa semua unsure organisasi sebagai satu kesatuan dan saling terikat serta bergantung satu sama lain. Teori ini dikembangkan sejaktahun 1950 an. Perbedaannya dengan teori klasik sebagai berikut:
i) Teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi dari sebuah organisasi, membicarakan konsep koordinasi, scalar dan vertical.
ii) Teori modern menekankan perpaduan dan perancangan jadi pemenuhan sebuah kebutuhan yang utuh, lebih dinamis dan lebih banyak variable yang terkait.
Karakteristik Teori Modern antara lain :
(1) Mempertimbangkan semua elemen yang ada pada suatu organisasi (2) Memandang organisasi sebagai sebuah system
(3) Penyesuaian diri organisasi agar dapat bertahan harus mempertimbangkan dan menyesuaikan perubahan lingkungannya (4) Organisai dan lingkungannya harus dipandang sebagai suatu hal
yang berkaitan , tergantung satu sama lain. 2) Keefektifan Organisasi
Bidang perilaku organisasi mengidentifikasi tiga tingkatan analis :
a) Individu : individu merupakan tingkatan paling dasar . bidang ini menekankan pelaksanaan tugas pekerja atau anggota dari organisasi itu. Dalam analisis individu ini para manajer secara rutin menaksir keefektifan individu melalui proses evaluasi prestasi. Evaluasi ini menjadi dasar unyuk kenaikan gaji , promosi , dan jenis imbalan lain yang diberikan organisasi itu.
b) Kelompok : dalam sebuah organisasi , individu-individu saling berkaitan satu sama lain, maka munculah keefektifan kelompok. Keefektivan kelompok ini sendiri merupakan jumlah sumbangan dari seluruh anggotanya atau dengan kata lain keefektifan kelompok ini adalah suatu pembagian tugas atau partisipasi anggotanya dalam sebuah kelompok. Contoh : dalam sebuah pabrik ketika akan memprodukdi sebuah barang maka mereka saling berkaitan antara bidang satu dengan bidang lainnya , seperti bagian produksi berhubungan dengan bagian gudang dll.
c) Organisasi : keefektifan organisasi merupakan fungsi dari keefektifan individu dan kelompok. Dalam keefektifan ini perilaku individu dan kelompok tersebut penting untuk mencapai prestasi organisasi yang efektif, selain itu perilaku manajer juga harus dipahami secara luas.
Ketiga tingkatan analisis tersebut juga sejalan dengan ketiga tingkatan tanggung jawab manajerial dan para manajerial bertanggung jawab atas ketiga bidang tersebut.
4) Dua Konsep Pendekatan Keefektifan dari Dua Teori Ada 2 konsep keefektifan yaitu :
tujuan yang mengandung misi, tujuan dan sasaran yang khas. Sehingga seberapa baik organisasi tersebut dapat diukur dari seberapa besarnya keberhasilan dalam mencapai tujuannya.
b) Teori sistem : pendekatan ini menekankan pentingnya adaptasi terhadap tuntutan ekstern sebagai kriteria penilaian keefektifan. Dalam pendekatan ini membahas perilaku organisasi secara intern dan ekstern. Dalam intern kita dapat mengetahui mengapa orang dalam organisasi melaksanakan tugas individual dan kelompok. Secara ektern, dapat menghubungkan transaksi organisasi itu dengan organisasi atau lembaga lain. Teori sistem mengasumsikan bahwa organisasi adalah kesatuan sosial yang kehadirannya merupakan bagian dari suatu lingkungan yang lebih luas dan agar terus hidup organisasi tersebut harus berfungsi memuaskan tuntutan dari lingkungannya.
5) Model Dimensi Waktu untuk Keefektifan Organisasi
Model keefektifan dimensi waktu didasarkan pada teori sistem yang melengkapi teori itu dengan dampak yang terjadi selama organisasi itu bergerak sepanjang waktu.selama organisasi itu berfungsi terdapat indikator jangka pendek dan menengah untuk mengukur kemajuannya menuju kelangsungan hidup organisasi tersebut. Indikator tersebut adalah kriteria keefektifan yang diterapkan dalam mengevaluasi keefektifan individu , kelompok, dan organisasi.
6) Kriteria Keefektifan
a) Produksi sebagai salah satu kriteria keefektifan produksi mengacu pada ukuran keluaran utama organisasi
b) Efisiensi sebagai salah satu kriteria keefektifan efisiensi mengacu pada ukuran penggunaan sumber daya yang langka oleh organisasi
c) Kepuasan sebagai salah satu kriteria keefektifan kepuasan menjasi ukuran keberhasilan organisasi memenuhi kebutuhan karyawan
d) Keadaptasian keadaptasian adalah suatu ukuran ketanggapan organisasi terhadap tuntutan perubahan
e) Pengembangan pengembangan mengkur tanggung jawab organisasi dalam memperbesar kapasitas dan potensinya untuk berkembang.
7) Sifat Pekerjaan Manajerial
Pekerjaan manajerial berkembang dari kebutuhan untuk mengkoordinasi pekerjaan dalam organisasi. Menurut sifatnya, organisasi memenfaatkan manfaat spesialisasi , tetapi spesialisasi membutuhkan koordinasi. Para manajer mengkoordinasi pekerjaan yang dispesialisasi melalui penerapan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian. Fungsi-fungsi tersebut mengharuskan manajer untuk menentukan dan mempengaruhi sebab keefektifan individu , kelompok dan organisasi.
8) Budaya Organisasi
Kebudayaan organisasi mencangkup fungsi-fungsi manajerial dan karakteristik organisasi , budaya yang hidup dalam setiap organisasi mencerminkan keadaan , pengorganisasian , kepemimpinan dan kegiatan pengendalian manajerial. Jika manajemen dapat menciptakan budaya organisasi , manajemen harus dapat mengubah budaya tersebut dengan cara yang sama. Manajer harus mempraktekan perencanaa pengorganisasian , kepemimpinan dan pengendalian yang konsisten dengan keyakinan dan nilai budaya yang dianutnya. Keempat fungsi tersebut dapat membantu mengubah kebudayaan, tetapi pada umumnya sependapat bahwa kepemimpinan adalah yang terpenting.
STUDI KASUS
Disini saya mengangkat contoh konflik dalam organisasi yaitu seperti yang terjadidalam konfliknya PSSI yang sudah lama terjadi dan sampai sekarang belum juga adapenyelsaian yang pasti. Hal ini disebabkan oleh kurang becusnya ketua PSSI tersebut dalammengelola organisasi itu tersebut. Padahal organisasi yang sebesar itu yang bernaung langsung dibawah pimpinan Indonesia dan organisasi sepakbola dunia yaitu FIFA(Federation International Football Asosiation). Akan tetapi organisasi ini tidak menunjukankinerja yang baik dimata masyarakat Indonesia sendiri bahkan dimata dunia. Hal utama yang menyebabkan organisasi ini gagal dan boleh dibilang kacau dikarenakan oleh pemimpin organisasi PSSI yaitu Nurdin Khalid yang telah gagal dalam memimpin dan mengelola organisasi ini. Sudah banyak kasus yang menimpa ketua umum organisasi ini, yang paling utama adalah kasus korupsi yang Ia lakukan terhadap dana-dana yang harusnya di alokasikan untuk kemajuan sepakbola di negeri kita ini , tetapi malahdimasukan dalam rekening gembung miliknya, dan itu sebagai bukti dia pernah dinyatakansebagai terpidana atas kasus korupsi dalam PSSI . Dan akibat dari kegagalan itu FIFAmelayangkan surat penurunan kepana Nurdin Khalid untuk meninggalkan kursi singgasananya sebagai ketua PSSI , akan tetapi Nurdin Khalid malah menutupi surat yang dilayangkan FIFA itu dari publik.SOLUSI YANG TELAH DILAKUKAN ORGANISASI Ketua umum PSSI akhirnya mengumumkan mengundurkan diri dari jabatan yangditelah diemban dalam suka maupun duka, dalam kebebasan maupun dalam kurungan.Setelah Nurdin Khalid meniggalkan kekuasaannya , kisruh dalam PSSI tidak selesai sampaidisitu saja. Perlu sekurang lebihnya 5 sampai 7 kali pemilihan ulang ketua umum PSSI.Namun pada akhirnya Johar Arifin pun menempati posisi yang telah ditinggalkan olehNurdin Khalid organisasi PSSI.KONDISI ORGANISASI SAAT INI
memburuk dan konflik tetap bisadiatasi, maka saya akan keluar. Daripada menyelesaikan konflik semacam ini, yaitu memiliki pemimpin yangberkonflik. Alangkah lebih baik jika kita memilih pemimpin yang baik sebelum terpilihnyapemimpin. Dia harus memiliki kualifikasi untuk memimpin perusahaan tersebut, bukan terpidana korupsi seperti kasus di atas. Akan sangat merepotkan jika terjadi. Konfliktersebut saat ini mungkin berakhir dengan terpilihnya Johar Arifin sebagai pemimpin baru.Namun muncul lagi konflik baru yang harus diselesaikan Johar Arifin. Ini adalah hal yang lumrah yang harus dihadapi seorang pemimpin Terima kasih.
Sumber :http://naruchan07.blogspot.com/2011/11/makalah-konflik-dalam-
organisasi.htmlhttp://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/12/15/kondisi-sepakbola-indonesia-sekarang-seperti-%E2%80%9Ckecoa-terbalik%E2%80%9D/ Efektifitas Organisasi Dalam Institusi Pendidikan
Didalam makalah ini sengaja mengangkat kasus Efektifitas Organisasi dalam Institusi Pendidikan, mengapa demikian, karena menurut kami hal ini sangat menarik karena kita tahu bahwa institusi Pendidikan umumnya adalah sebuah organisasi non-profit/nirlaba, dimana karakter organisasi tersebut tidak semata-mata mencari keuntungan, namun demikian evaluasi keefektifan organisasi tersebut tetap harus dilakukan dalam rangka untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup organisasi dengan cara efisien dan efektif.
Efektif dalam arti dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu memberikan pelayanan baik kepada masyarakat luas maupun kepada pihak-pihak internal organisasi yaitu karyawan dan dosen.
Efisien berarti mampu menggunakan sumberdaya yang tersedia untuk dapat menghasilkan output yang maksimal.
Sama seperti organisasi-organisasi profit yang lain dalam evaluasinya, hanya saja yang berbeda tentunya variable-variabelnya, dalam penelitian ini variable-variabel yang digunakan adalah :
Struktur Organisasi : Sentralisasi/Desentralisasi Sistem Monitoring : Simpel/Komplek
Sistem Evalusi : Untuk kepentingan individu atau organisasi Sistem Penghargaan : Finansial/non Finansial
b. Variabel Intervening, yaitu :
Motivasi : diukur dengan tingkat kehadiran Kepuasan kerja
c. Variabel Dependen : Indikator efektifitas organisasi yaitu indikator yang dapat diambil dari elemen-elemen penilaian seperti BAN (Badan Akreditasi Nasional) dan indikator internal yang dirasa perlu, seperti :
Tingkat kelulusan
Ratio Tingkat Pendidikan Dosen Ratio Penelitian yang dihasilkan
Internal Proses : Waktu melayani mahasiswa Inovasi :Perkembangan program studi
Sumber : http://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&ved=0CEoQFjAH&url=http%3A %2F%2Fxa.yimg.com%2Fkq%2Fgroups
%2F25103345%2F1254808011%2Fname%2FMateri%2BEfektivitas