Untuk Kalangan Sendiri
No. 328/Thn. VI/02 Mei 2010
Th. C/ I I – Hari Minggu Paskah V
Th. C/ I I – Hari Minggu Paskah V
Tema Minggu I ni:
Tema Minggu I ni:
Warta Mingguan – Umat Paroki I bu Teresa
Warta Mingguan – Umat Paroki I bu Teresa
Penasihat
Penasihat: : RomoRomoY. Natalis, Pr. Y. Natalis, Pr. RedaksiRedaksi: Andreas E. S., : Andreas E. S., ArifinArifin, , BambangBambangS. W., Caecilia, S. W., Caecilia, FridusFridus RM,
RM, MartinusMartinus, Steven F., Dessy, , Steven F., Dessy, HencyHency; ; Email Email RedaksiRedaksi: : [email protected][email protected]
”Ekaristi – Warisan Terakhir Yesus
(Yoh 13:31-33a. 34-35)
”
”
Ekaristi
Ekaristi
–
–
Warisan Terakhir Yesus
Warisan Terakhir Yesus
(Yoh 13:31
(Yoh 13:31
-
-
33a. 34
33a. 34
-
-
35)
35)
Inside This Issue:
Liputan Utama……… 2
I man Katolik……… 3
I nfo Kategorial……… 4
Renungan……… 5
Mengenal Orang Kudus…… 6
Orang Muda Katolik………… 7
Warta Paroki……… 8
Sejenak Tersenyum………… 9
Kalender Liturgi………9
Jadwal Pelayanan………10
Bakti
Bakti
Sosial
Sosial
PITC
PITC
di
di
Cikarang
Cikarang
Kota
Kota
LIPUTAN UTAMABertempat di depan halaman kediaman Lurah Cikarang Kota, bapak Ujang Nerun di Jalan I ndustri No.29, RT 01/ RW 08, Kelurahan Cikarang kota, Kecamatan Cikarang Utara, Umat Paroki I bu Teresa Cikarang (PI TC) mengadakan Bhakti Sosial. Kegiatan yang diprakasai oleh lingkungan St. Antonius dalam rangka Aksi Puasa Pembangunan (APP) ini
bertujuan untuk membantu
masyarakat kurang mampu yang ada di kelurahan tersebut yaitu dalam bentuk pelayanan kesehatan gratis.
Walaupun cuaca pada hari Minggu, 18 April 2010 panas terik namun kegiatan yg dilakukan dari Jam 08.00-15.00
tersebut sangat antusias dihadiri oleh masyarakat Cikarang Kota tersebut. Hal tersebut terlihat dari Jumlah mereka yang datang yaitu sebanyak 458 orang. I tu pun karena panitia dengan tegas menutup pendaftaran pada jam 12.00, karena setelah jam tersebut masih banyak orang yang datang berharap masih bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.
Selain umat dari Lingkungan St. Antonius Bhakti Sosial ini juga dibantu oleh lingkungan Lukas, Mudika, tim Baksos, 5 dokter sebagai tenaga medis, 5 Apoteker, 2 perawat, 1 bidan plus simpatisan lainnya dari PI TC. Kegiatan ini diisi dengan penimbangan berat badan, pengecekan tensi darah dan setelah itu konsultasi dengan dokter. Selain itu dari lingkungan Lukas juga mengisi dengan pembagian susu dan biscuit untuk balita.
I nformasi yang penulis dapatkan dari salah seorang dokter yang melayani di Baksos tersebut adalah banyak pasien yang mengidap TBC dan Katarak, sedangkan untuk Balita banyak yang beratbadannya kurang.
Sedangkan pengamatan
penulis dari
Untuk Kalangan Sendiri
Tradisi
Tradisi
Imamat
Imamat
dalam
dalam
Gereja
Gereja
IMAN KATOLIK
Setiap budaya maupun kebiasaan religius dari waktu-kewaktu mepunyai tata cara dan kebiasaan. Demikian juga kekristenan mempunyai tradisi sampai sekarang ini. I mamat dalam Gereja Katolik Roma juga berakar dari tradisi. I mamat berpangkal dari tradisi biblis, yang ada dalam tradisi Perjanjian Lama. I stilah dalam tradisi Perjanjian Lama tentang imamat adalah hiereus. Pada mulanya istilah ini dipakai untuk seluruh umat I srael (Kel 19:6). Berarti imamat yang dikenakan bagi seluruh umat I srael ini merupakan imamat umum. I mamat yang diperuntukan umat I srael ini mengungkapkan kekudusan bagi umat I srael.
Kekudusan bagi umat I srael karena mereka sebagai bangsa pilihan Yahwe (Yer 2:3, Ul 7: 6, dan 26:19). Dalam perkembangannya imamat umum bagi umat I srael ini artinya telah disempitkan menjadi imamat yang hanya dikenakan bagi Harun dan keturunannya. I mamat umum bagi umat I srael ini akhirnya berubah fungsinya. Fungsi dari bersifat umum bagi umat I srael kemudian menjadi imamat jabatan. I mamat jabatan mempunyai fungsi dalam tatanan masyarakat I srael. Fungsi tersebut adalah menjaga kekudusan umat Yahwe. Gagasan imamat dalam tradisi Perjanjian Lama masih terus berlangsung dalam sejarah Gereja seterusnya. Namun ada dua peranan dalam imamat, yaitu imamat jabatan dan imamat yang mempunyai makna kekudusan. Dari tradisi Perjanjian Lama dan imamat dalam Gereja mempunyai perbedaan yang tegas (diskontinuitas). Perbedaan itu terdapat dalam pribadi Yesus Kristus. Yesus Kristus sebagai I mam Agung Abadi. Dia seperti I mam Agung Melkisedek (I br. 7-8). Sebagai imam Agung Yesus Kristus mempersembahkan diri-Nya dalam peristiwa perjamuan malam terakhir, wafat dan kebangkitan yang merupakan tindakan imami untuk menyelamatkan atau menguduskan.
Selanjutnya, tradisi imamat menampakan tegangan yang cukup jelas antara imamat jabatan yang mempunyai makna sebagai kuasa serta wewenang, dan imamat yang mepunyai ciri khas rohani.
Perbedaan yang tegas ini memang diperlukan, karena mempunyai kedudukan dan peranan yang penting. Di dalam Gereja, imamat jabatan menjadi jabatan struktural yang mempunnyai peranan khusus. Dalam tradisi gereja muncul sejak awal berdirinya Gereja,
Succesio apostolica
merupakan pangkal dari imamat jabatan dalam Gereja. Dalam tradisi ini, terungkap tata cara atau ritus yang menjadi inti upacara tahbisan. Misalnya dalam abad I I I sudah ada tradisi ini (Traditio Apostoica). Dalam dokumen Konsili Florentina bagi umat Armenia sekitar abad XV, ada tradisi penyerahan alat-alat untuk Perayaan Ekaristi.Hari
Hari
Bumi
Bumi
International
International
KATEGORIALHari Bumi di peringati setiap tanggal 22 April secara I nternasional. Bagaimana awal mulanya Hari Bumi itu ada ? Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi manusia terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.
Dicanangkan oleh Senator USA Gaylord Nelson tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) dan musim gugur di belahan selatan. PBB sendiri merayakan hari
telah dipikirkan pada tahap awal yaitu masa Perjanjian Baru dan masa Patristik yang menjadi acuan. Namun imamat juga dikaitkan dengan kesatuannya dengan Gereja. Di dalamnya memuat tentang imamat yang dipandang sebagai kolegialitas dengan (para) uskup dan atau para imam (Konstitusi Sacrosantum Concillium artikel 76). I mamat tidak hanya berfungsi sebagai jabatan namun dalam konteks relasi yang aktif antara manusia dengan Allah. imamat juga menyangkut pribadi orang yang menjadi imam dan juga dalam konteks Gereja setempat (Gereja Lokal).
I mamat mempunyai arti yang lebih mendalam Konsili Vatikan I I , khusunya dokumen Presbiterorum Ordinis (PO). I mamat mempunyai arti dalam kaitannya dengan hidup dan pelayanan seluruh Gereja dan imamat mempunyai ciri khas yaitu sebagai nabi, imam dan raja. Dengan cara demikian ini, seorang imam akhirnya menjadi sakramen Tuhan bagi umat beriman dan dunia. Setelah Konsili Vatikan I I imamat mempunyai makna yang baru, dalam perjalanan selanjutnya ditegaskan kembali imamat sebagai panggilan hidup. Paus Yohanes Paulus I I menegaskannya dalam dokumen yang sangat terkenal yaitu Pastores Davo Vobis (Gembala-Gembala Akan Kuangkat Bagimu). I mamat dipandang sebagai alter Kristus. I mamat merupakan suatu panggilan yang diharapkan menjadi serupa dengan Yesus Kristus Sang Gembala Utama. Seorang imam merupakan representan Kristus. Karena itu, keserupaan dengan Kristus nampak nyata dalam cara hidup imam itu. Perilaku imam harus disadari dengan semangat hidup yang radikal seturut dengan nasehat I njil. Sikap radikal tersebut adalah kemurnin, ketaatan dan kemiskinan. Ketiga nasehat I njili ini menjadi penopang seorang imam dalam hidup dan pelayanannya.
Akhirnya, seluruh refleksi teologis tentang imamat selalu berkaitan dengan dimensi sejarah Gereja. Gereja sudah menyebar ke penjuru dunia. Karena itu, imamat pun tidak terlepas dengan keadaan setempat (Gereja Lokal). Apa yang yang terjadi dan berkembang dalam umat setempat, juga merupakan bagian dari imamat itu. Letak sakramentalitas imamat akan tetap terkait erat dengan keterlibatan imam dengan situasi, dinamika kehidupan manusia dalam komunitas setempat. ( ynk)
bumi pada 20 Maret sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat diatas katulistiwa yang sering disebut Maret Equinox.
Lalu apa saja yang dapat kita lakukan dalam memperingati Hari Bumi ini. Banyak hal yang bisa dilakukan seperti menanam bibit – bibit pohon untuk mencegah bencana alam seperti banjir, tanah longsor dsb, Penanaman Karang (menjaga dan melestarikan terumbu karang), hemat pemakaian air dalam kehidupan sehari-hari , juga perilaku hemat energy dan masih banyak cara – cara lainnya untuk memperingati Hari Bumi ini dengan hal – hal yang bersifat positif dan membangun.
Untuk Kalangan Sendiri
Bersatu dengan Yesus,
Memuliakan Allah, Menyongsong
Langit dan Bumi yang Baru
RENUNGAN
Dunia ini hanya sementara. Dunia hanyalah sekedar penginapan, yang cepat atau lambat (dalam ukuran manusia), segera akan berakhir. Kediaman kita yang sesungguhnya adalah “Langit dan Bumi yang Baru”. Di situlah tempat kediaman kekal bagi orang yang percaya. Di sana semua umat manusia akan berkumpul menjadi satu. Di situ air mata dan dan derita tidak ada lagi. I tulah gambaran kehidupan abadi yang dilukiskan dalam Kitab Wahyu (21) yang dibacakan hari ini.
Mungkin ada yang bertanya, “ Di manakah Langit dan Bumi yang baru itu? Adakah nun jauh di sana, di angkasa raya melampaui galaxi bintang yang kita kenal sekarang ini?” Ternyata tidak. Kitab Wahyu tidak berbicara tentang letak langit dan bumi yang baru di angkasa raya. Kitab Wahyu sebaliknya hanya berbicara tentang dua hal yakni suasana Langit dan Bumi yang Baru yang penuh kedamaian, dan kedua bahwa hal itu semua terjadi karena Allah sendirilah yang menjadi pemimpin atau rajanya.
Ketika orang I srael dalam Perjanjian Lama, hendak mengangkat seorang raja, mereka sudah diingatkan oleh Samuel tentang bahaya pengangkatan itu. Umat I srael diperingatkan bahwa kehadiran seorang raja di antara mereka, bisa membuat peranan Allah menjadi memudar. Dan ini terjadi. Sering kali raja bertindak sendiri, dan lupa bahwa mereka hanyalah perpanjangan tangan Allah. Begitulah maka timbul banyak kekacauan dan penderitaan.
Yesus, dalam pengajaran dan pewartaan-Nya di dunia ini, tak henti-hentinya mengingatkan hal yang sama. Dia sering mengingatkan kesilauan dunia ini. Berbeda dengan Saul yang dengan senang hati diangkat menjadi raja dunia, Yesus sebaliknya menyingkir, karena tidak mau pewartaan-Nya tentang Kerajaan Bapa-Nya di surga menjadi kabur karenanya.
Begitulah, I a menandai perjamuan terakhir dengan para murid-Nya dengan kasih Bapa di surga. I a membasuh kaki mereka. Tidak tanggung-tanggung, dalam perjamuan, lewat rupa roti dan anggur, I a memberikan diri-Nya. Pemberian diri itu, bukan basa-basi alias sekedar silat lidah tetapi sungguh diwujudnyatakan dengan pemberian diri di kayu salib. Motto hidup-Nya adalah memuliakan Allah lewat kasih kepada manusia. Maka, ketika Yudas dengan bulat hati merancang kejahatan bagi-Nya, I a malahan berkata "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia” (Yoh13: 31). Pemberian diri Yesus, senantiasa kita sambut penuh syukur dalam Ekaristi. Rasa syukur dan harapan kita dalam Ekstaristi semakin penuh karena dalam Ekaristi, yang kita terima tidak hanya sekedar roti atau lambang dari kehadiran Kristus, tetapi sungguh merupakan “Tubuh Kristus” sendiri. Begitulah maka penerimaan tubuh Kristus kita sebut sebagai “Komuni” (Latin: Communio: bersekutu, bersatu; jadi kita bersatu secara personal dengan Kristus sendiri + bersatu dengan umat yang lain).
Kita memang bukanlah Yesus yang mempunyai kesatuan sempurna dengan Allah. Kadang kita menjelma jadi Saul, atau malahan lebih menjauh dari Allah, sehingga Allah tidak berkemah di tengah-tengah kita. Tetapi dengan ambil bagian secara aktif dan penuh hati dalam Ekaristi, kita dibuat “serupa” dengan Dia. Mari kita lihat bagaimana Ekaristi memberi daya hidup yang luar biasa kepada Paus Yohanes Paulus I I . Seorang profesor teologi, mantan Kristen Evangelis bernama Schott Han dalam bukunya “Rome Sweet Home” memberi komentar: “Apa yang menarik perhatianku yaitu betapa setelah Misa ia (Paus) sekarang tampil lebih siap dan enerjik dibandingkan rasa lelah yang aku lihat di wajahnya sehari sebelumnya dalam audiensi sore hari. Ketika ia berjalan berkeliling, ia nampak sangat tertarik dengan setiap orang yang diajaknya berbicara. I a nampak memperlakukan setiap orang seolah hanya orang itu satu-satunya di dalam ruangan. I a memandang lurus ke mata dan mendengarkan penuh perhatian sebelum ia menimpali”.
Santo Dominikus Savio, Pengaku Iman
MENGENAL ORANG KUDUS
Dominikus Savio lahir di Riva di Chieri, I talia Utara pada tanggal 2 April 1842. semenjak kecilnya, dia sudah menunjukkan suatu perhatian dan penghargaan yang tinggi pada doa dan perayaan Misa Kudus. Setelah menerima komuni Pertama pada usia 7 tahun, ia menjadi putra altar yang rajin di gereja parokinya. Orangtuanya kagum, lebih-lebih akan ucapannya yang terkenal berikut: “
Lebih baik
mati daripada berbuat dosa.
” Ucapan ini menunjukkan suatu tahap kematangan rohani yang melampaui umurnya yang masih sangat muda itu. Setelah menamatkan sekolah dasarnya, Dominikus menjadi murid Santo Yohanes Don Bosco di Turin pada sebuah sekolah yang khusus bagi anak-anak orang miskin. Di mata Don Bosko, Dominikus adalah seorang remaja yang berkepribadian menarik, bahkan seorang anak yang dikaruniai Rahmat Allah yang besar. Oleh karena itu, Don Bosco memberi perhatian khusus padanya selama berada di Turin dengan maksud memasukkannya ke pendidikan seminari.Sementara menjalani pendidikan di Turin, tumbuhlah dalam hatinya suatu kepastian bahwa ia akan menemui ajalnya dalam masa mudanya. Kepada Don Bosco gurunya, ia mengatakan: “Tuhan membutuhkan aku untuk menjadi orang Kudus di surga. Aku akan mati. Bila aku tidak mati, aku akan tergolong manusia yang gagal.”
Pada usia 20 tahun, ia mempersembahkan dirinya kepada Bunda Maria dengan suatu janji untuk selalu hidup murni. Kepada bunda Maria, ia pun meminta agar ia boleh meninggal sebelum melanggar janji itu. Permintaan ini didorong oleh rasa takutnya pada kemungkinan jatuh dalam dosa. Untuk menjaga janji kemurniaannya, ia senantiasa berdoa dan memohon pengampunan dosa dari Pastor Don Bosco.
Oleh pengaruh kesalehan Don Bosco, Dominikus dengan tekun mengusahakan keberhasilan dalam usaha belajarnya. Di antara kawan-kawannya, ia menjadi seorang murid yang aktif. I a membantu memberi pelajaran agama dan mata pelajaran lainnya serta merawat orang-orang sakit. Untuk mendidik anak-anak yang bandel, ia mendirikan sebuah klub remaja dan memberi mereka pelajaran agama.
Pada tahun 1856 ia jatuh sakit. Dokter yang merawatnya membujuk agar ia pulang saja ke rumah orangtuanya. Tetapi dia menolak bujukan itu. Pada tanggal 9 Mei 1857, ia menerima sakramen Pengurapan Orang Sakit. Lalu pada pukul sembilan malam itu, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Pada tahun 1950, ia dinyatakan ‘Beato’ dan pada tahun 1957 dinyatakan sebagai ‘Santo’. Dominikus Savio diangkat sebagai pelindung klub-klub remaja.
Untuk Kalangan Sendiri
Ngopi dan Ngeteh Bareng Ala Mudika
OMK
Ah… tak terasa kita telah berada di penghujung bulan April dan juga memasuki Minggu Prapaskah I V. Pada tanggal 25 April 2010 kemarin, Orang Muda Katolik I bu Teresa Cikarang mengadakan kegiatan yang telah lama direncanakan dan juga menjadi suatu momen yang ditunggu-tunggu oleh para muda-mudi Katolik, apalagi kalau bukan Coffee Break. Dengan beralaskan tanah dan beratapkan canopy gedung Trinitas, para panitia Coffee Break menyulap tempat yang biasa digunakan oleh umat untuk duduk-duduk ataupun tempat parkir motor menjadi tempat kumpul dan nongkrong para muda-mudi. Cukup banyak juga muda-mudi yang mau datang untuk mengikuti Coffee Break ini, yah… jumlah yang cukup banyak untuk awal kegiatan Coffee Break ini.
Juga tampak dalam acara ini beberapa orang penting dalam Paroki kita, seperti Pak I wan, DP pendamping bidang persekutuan; Bu Elena; Pak Ace; Rm. Natalis dan Fr. Julius. Tetapi Pak I wan dan Rm. Natalis hanya dapat menghadiri acara Coffee Break beberapa saat saja karena Pak I wan harus menghadiri rapat di Rumah Putih dan Rm. Natalis membaptis bayi. Namun begitu, mereka tetap narsis sedikit dhe on the spot bersama para muda-mudi. Tepat pk. 9.30, acara pun dimulai dengan doa pembukaan oleh saudara Anes dan dilanjutkan oleh perkenalan dari tiap-tiap peserta. Wah… banyak juga wajah-wajah baru di Paroki kita ini yang mau mengikuti acara ini. Bahkan ada yang jauh-jauh dari Cibitung mau meluangkan waktunya untuk mengikuti acara ini. Sambil menikmati kopi, teh dan beberapa cemilan, kami ngobrol satu sama lain.
Wah..wah… yang tertangkap ternyata dihukum oleh panitia untuk berjoget. Eh, tunggu dulu, gamenya tidak selesai sampai di sana, ada game satu lagi, namanya 7up, di mana para pemain dengan bergilir menyebutkan angka mulai dari 1, tetapi jika ada angka yang berakhiran 7 seperti 17, 27; dan angka kelipatan 7 seperti 7, 14; pemain harus menyebutkan ‘UP’. Wedew…susah, ga jago matematika ni… udah tua, udah keburu lupa, kata Bu Elena yang akhirnya kena hukuman joget poco-poco oleh panitia.
PDKK ( Persekutuan
PDKK ( Persekutuan DoaDoaKarismatikKarismatik Katolik
Katolik) )
•
PDKK ELZA ( Elisabeth Zakaria)
Tgl. 05 Mei‘10, pk. 19.30, di Ruko Roxy B. 52, Lippo Cikarang. Tema: “Ketaan Membaw a Berkat”. Pembicara: Jenny Jafar.
Orang
OrangMudaMudaKatolikKatolik( OMK)( OMK)
• Setiap Minggu ke-4, 19:00 di Rumah Putih
Balai
BalaiLatihanLatihanKerjaKerja( BLK)( BLK)
Jadw al Kursus:
Setiap Selasa, 10:00 – 12:00 di Rumah Putih
WARTA PAROKI
1
1 Tim Tim PeribadatanPeribadatan
• Jadw al Misa Kenaikan Tuhan,
Kamis, 13 Mei ‘10. Misa pertamapk. 07.30 ( Koor: Lk. Yosep). Misa kedua
pk. 16.00 ( Koor: Lk. Gregorius). Bertempat di Trinitas.
• Akan diadakan Novena Roh Kudus
yang akan dimulai pada tanggal 14 Mei ‘10 sampai dengan 22 Mei ‘10, pk 19.00. Kecuali hari Sabtu dan Minggu Sore disesuaikan dengan jadwal Misa Mingguan.
• Akan diadakan Misa Pembukaan Bulan Maria pada hari Sabtu tgl 01 Mei’10,
bertempat di Trinitas Bersamaan dengan jadwal Misa Mingguan.
• Sie Pasdior mengundang: Anggota Koor Lingkungan, khususnya Dirigen / Pelatih koor, pada pertemuan "Sharing and brain storming" guna menggali "Potensi / Permasalahan" Koor Lingkungan. Pertemuan dilaksanakan pada hari Minggu, tgl 2 Mei 2010, jam 10.00 ~ 11:30 WI B (on time). Tempat
di Rumah Putih. (Bagi para dirigen yang ingin mengembangkan "skill" dan juga untuk Lingkungan yang "Koor"nya
belum/ sulit berkembang diharapkan untuk menghadiri acara ini).
2
2 Tim PersekutuanTim Persekutuan
Mengundang Tim SKK Lingkungan untuk Pertemuan bersama pada Minggu tgl 02 Mei’10, pk. 08.00 s/ d 12.00 bertempat di Sekolah Don Bosco I I I Taman Sentosa.
3
3 Dew anDew anParokiParoki
• Mengingatkan kepada seluruh umat, pengumpulan Amplop Persembahan Umat Gopek Sehari; pada hari Sabtu dan Minggu tgl 01 dan 02 Mei 2010.
• Akan diadakan Retret Untuk Remaja, tgl. 9- 11 Juli 2010, bagi remaja yang berminat silahkan mendaftarkan diri pada panitia di depan loby Trinitas setelah misa atau di sekretariat Paroki, tempat terbatas. • Mengundang para anggota rapat Dewan Pleno Paroki untuk hadir pada Rapat Pleno, Minggu, 9 Mei’10, pk. 10.00-13.00, bertempat di rumah putih.
I nfo
I nfo KomsosKomsos::
• Bagi yang ingin mendapatkan soft copy dari WT PI TC, bisa mendaftar ke :
[email protected] atau langsung daftar pada [email protected] 4
4 SekretariatSekretariatParokiParoki
Jadwal Kursus Persiapan Perkawinan tgl. 8 & 9 Mei ‘10, Paroki St. Bartolomeus Galaksi. Pendaftaran di Sekr. Paroki.
Untuk Kalangan Sendiri
ORANG MUDA KATOLIK
OH, I STRI KU
Tiga orang pria meninggal dunia dan segera menghadap malaikat.
Malaikat: Selama hidup kalian di dunia, berapa kalikah kalian menyeleweng dan mengkhianati istri kalian?
Pria 1: Saya ingat benar, dua kali.
Malaikat: Kalau begitu, kau kuberi mobil bekas sebagai kendaraanmu di sini. Pria 2: Kalau saya, hanya sekali. Benar-benar hanya sekali!
Malaikat: Oke, buatmu kuberi mobil baru sederhana!
Pria 3: Terlebih saya. Saya tidak pernah sekali pun mengkhianati istri saya karena istri saya pun mengaku tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk menoleh ke pria lain sekejap pun.
Malaikat: Bagus. Buat kamu, sebuah Baby Benz mewah!
Selang beberapa waktu kemudian, mereka secara kebetulan bertemu di sebuah tempat parkir. Pria pertama dan kedua heran melihat pria ketiga tersedu-sedu di dalam Beby Benznya. Mereka berdua menanyai pria ketiga tersebuta mengapa ia menangis. Lalu dia menjawab, "Aku baru ketemu istri saya di jalan. Dia naik sepeda rongsokan."
SUAMI RAJI N
Pada pagi pertama setelah mereka menikah, seorang suami bangun langsung ke dapur dan kembali membawa sarapan untuk pengantinnya. "I ni," katanya sambil menyodorkan meja dorong berisi teh, roti, telur, selai, dan mentega tertata rapi.
"Oh, bagus sekali! Pagi yang indah dengan suamiku yang rajin!"
"Ya," kata sang suami, "yang beginilah yang saya kehendaki kamu siapkan setiap pagi mulai besok untuk saya!"
PERPULUHAN TERGANTUNG PROFESI
Tiga orang yang berbeda profesi sedang berdiskusi soal perpuluhan. Mereka masing-masing mengemukakan alasan mengapa mereka belum membayar perpuluhan.
Akuntan: Saya belum membayar perpuluhan karena belum menerima surat tagihan dari Tuhan.
Pengacara: Kalau saya belum membayar perpuluhan karena belum ada undang-undang yang mengaturnya.
Bankir: Saya sih sudah lama mau membayar perpuluhan, tapi sampai sekarang saya belum tahu nomor rekening Tuhan.
SEJENAK TERSENYUM
Tanggal Hari Raya/ Pesta - Bacaan Liturgi
3 Mei 2010 Pesta S. Filipus dan Yakobus1 Kor. 15: 1-8; Mzm. 19:2-3,4-5; Yoh. 14: 6-14
4 Mei 2010 Hari Biasa Pekan V PaskahKis. 14: 19-28; Mzm. 145: 10-11,12-13ab,21; Yoh. 14: 27-31a
5 Mei 2010 Hari Biasa Pekan V PaskahKis. 15: 1-6; Mzm. 122: 1-2,3-4a,4b-5; Yoh. 15: 1-8
6 Mei 2010 Hari Biasa Pekan V PaskahKis. 15: 7-21; Mzm. 96:12a,26-3,10; Yoh. 15: 9-11
7 Mei 2010 Hari Biasa Pekan V PaskahKis. 15: 22-31; Mzm. 57: 89,10-12; Yoh. 15: 12-17
8 Mei 2010 Hari Biasa Pekan V PaskahKis. 16: 1-10; Mzm. 100:1-2,3,5; Yoh. 15: 18-21
Petugas Balai Kesehatan Masyarakat & Dokt er Jaga ( Mei 2010)
Tanggal Lingkungan Dokter Jaga Apoteker Peraw at / Bidan
02-Mei-2010 Lk. Kalistus dr. Ferry Anastasia, Pudjiastuti,
Endang, Lidwina FX. Mariati, Anna
09-Mei-2010 Lk. Bernadeth dr. David Meta Kurniasih, San San Emerita, Sisil
16-Mei-2010 Lk. Maria Magdalena dr. Yulius
I ndo, Wulan, Wilia
Sabtu 01-Mei-10 17: 30 Gembala Baik
Minggu 02-Mei-10 7: 30 Keluarga Kudus Kamis 13-Mei-10 7: 30 Yosep
Yohanes Bosco 19: 00
14-Mei-10 Jumat
Hari Tgl. Pk. Koor
Minggu 09-Mei-10 16: 00 Dominikus
Kamis 13-Mei-10 16: 00 Gregorius
Sabtu 15-Mei-10 17: 30 Theresia
JADWAL PELAYANAN
Jadw al Perayaan Ekaristi & Petugas Liturgi
Hari Jumat Pertama Mei 2010
Sabtu, 08 Mei’10 17.30 WI B
Minggu, 09 Mei’10
07.30 WI B Minggu, 09 16.00 WI BMei’10
Lektor /
Lektris Tere, Angel Vivi, Doni Esti, Syca
Komentator Lusi Sara Rubin
& Koor Caecilia Veronika Dominikus de Guzman
Untuk Kalangan Sendiri
MUTIARA IMAN
K e k u a t i r a n
Diambil dari sharing umat di Lingkungan Yakobus
Beberara waktu lalu saya pernah mengalami sakit beberapa bulan sehingga saya sibuk mencari kesembuhan ke beberapa dokter. Semuanya berawal ketika saya memanfaatkan fasilitas medical checkup yang diberikan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Dari hasil medical checkup ini, cukup merisaukan hati pikiran saya, karena kandungan kolesterol dalam darah saya diatas batas seharusnya, belum lagi tanda-tanda penyakit liver yang pernah saya alami dulu, menunjukkan kambuh lagi. Dokter menyarankan saya untuk tidak melakukan kegiatan yang memforsir tenaga, sehingga hoby saya bermain badminton dengan teman-teman lingkungan terpaksa saya tinggalkan.
Oleh dokter saya juga diberi obat untuk menurunkan kadar kolesterol saya. Beberapa minggu saya minum obat dari dokter itu, ketika di check ulang kadar kolesterol saya sudah turun jauh dibawah standard. Gembira tentunya mendapatkan berita baik ini. Namun disaat yang sama saya merasakan ada yang tidak beres dengan kesehatan saya. “Kurang sehat” itu kata yang bisa mewakili keadaan saya saat itu, namun saya belum tau apa penyebabnya. Puncaknya ketika saya mengantarkan anak-anak pulang kampung untuk liburan di rumah kakek neneknya. Rencana awal yang niatnya mengantar anak-anak dan istri kekampung, tapi justru malah istri saya yang memegang kemudi sepanjang perjalanan, karena kondisi badan saya tidak memungkinkan, bahkan untuk kembali ke Cikarang saja, saya mesti diantar oleh adik saya. Saat sakit itulah berbagai kekuatiran muncul dalam benak saya yang membuat saya tidak tenang dan tidak bisa tidur, sehingga saya bisa merasakan panjang-nya malam. Jam 12 malam, jam 1 dini hari, jam 2, jam 3 dan seterusnya saya lalui dengan kekuatiran-kekuatiran serta rasa sakit di badan yang saya rasakan. Saya juga sudah pergi ke beberapa dokter namun penyebab sakit saya belum bisa diketahui.
Dalam ketidak nyamanan saya tersebut saya coba untuk membaca kitab suci untuk mencari kegiatan dan mencari penghiburan. Saya baca ayat demi ayat, hingga akhirnya saya membaca perikop tentang kekuatiran (Mat 6: 25 – 34). Saya terhenti manakala membaca ayat ini “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”. Saya terdiam dan merenungkan ayat tersebut. Ternyata saya diingatkan oleh Tuhan bahwa sebenarnya segala kekwatiran yang menyelimuti pikiran saya tidak sepatutnya menggerogoti iman dan kondisi fisik serta kesehatan saya. Seberapa besarpun kekuatiran saya tidak akan mengubah apapun, yang ada justru malah menyiksa diri saya sendiri. Dari sini semangat saya untuk sembuh muncul lagi, saya buang jauh rasa kuatir saya dan saya akan coba untuk pergi ke dokter lain untuk mendapatkan kesembuhan.