RINGKASAN TULISAN DALAM BUKU
Saat ini istilah perang seperti perang melawan terorisme, perang proxy, perang asimetris, dan operasi militer selain perang kerap kali digunakan yang berakibat mengaburkan kedua definisi hukum dalam sistem Hukum Humaniter Internasional. Dalam beberapa kasus yang menyangkut tentang operasi perang kerap kali memberlakukan HHI akan tetapi di beberapa kasus pula memberlakukan hukum yang di atur di dalam HAM hal inilah yang dinilai mengaburkan definisi hukum dalam sistem HHI. Pemberlakuan HHI tidak harus selalu dimulai dengan adanya pernyataan perang dari salah satu pihak ataupun adanya perintah operasi perang, pihak-pihak yang bertikai haruslah menyesuaikan operasinya sesuai kebutuhan dan objek-objek yang harus dilindungi. Memahami dan mengidentifikasi bertujuan untuk menentukan pemberian perlindungan dan bantuan kepada orang yang terkena dampak konflik serta mengidentifikasi bermanfaat untuk menentukan pembatasan pemilihan alat dan cara operasi militer dalam konflik yang terjadi.
HHI dan teknologi perang menjadi bahasan untuk memahami bagaimana penerapan HHI terhadap senjata dan metode perang modern yang belum diatur secara eksplisit dalam perjanjian internasional tentang HHI. Seiring dengan berjalannya waktu HHI mengalami perkembangan seperti saat ini dimana terdapat perubahan karakter dan peran serta fungsi subjek hukum HHI, hal tersebut berimbas pada pola-pola hubungan antar negara yang termasuk di dalamnya mekanisme penyelesaian sengketa yang biasa di selesaikan dengan kekerasan karena adanya perubahan karakter tersebut berimbas pada penggunaan kemajuan teknologi perang yang mengubah cara dan metode kekerasan bersenjata. Adanya asas atau
1 Heriyanto, Dodik S.N., “Penerapan Prinsip Proporsionalitas terhadap Penggunaan Pesawat Tanpa Awak dalam Konflik Bersenjata”, dalam Denny Ramdhani, et. al, Konteks dan Perspektif Politik Terkait Hukum Humaniter Internasional Kontemporer, RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2015, hlm.211-224.
prinsip proporsionalitas dalam pertikaian bersenjata menjadi kaidah dasar dalam penentuan keseimbangan penggunaan senjata dengan tercapainya tujuan penggunaan kekerasan bersenjata. Kemajuan teknologi yang tidak dapat dihindari mengakibatkan berubahnya perilaku dan sarana perang dimana kemajuan teknologi telah membawa dimensi hukum yang bersifat baru dan artikulatif dalam sebuah pertikaian bersenjata.
Kemajuan teknologi telah menciptakan mahakarya dalam peperangan bersenjata yaitu hadirnya sebuah pesawat tanpa awak yang hingga saat ini menimbulkan beberapa polemik seperti legalitas pengembangannya dan penggunaannya secara proporsional. Keberhasilan pesawat tanpa awak didalam menyelesaikan misinya atau membantu pertempuran ternyata masih harus dikaji kedudukannya sudahkah sesuai dengan hukum internasional atau justru melanggarnya. Pada pasal 36 protokol tambahan 1 konvensi jenewa tentang perlindungan korban-korban pertikaian bersenjata internasional tahun 1977 yang apa bila disimpulkan berisi tentang meskipun pesawat tanpa awak diciptakan demi memperkuat armada pertahanan suatu negara, namun penggunaannya harus sejalan dengan hukum humaniter. Pembuatan pesawat tanpa awak ini sendiri ditujukan untuk mengurangi jumlah korban combatan maupun non combatan. Sejauh ini belum terdapat peraturan resmi yang mengatur tentang pembatasan maupun pelarangan terhadap pengembangan pesawat tanpa awak yang berarti pengembangan tersebut sah sah saja apabila dilakukan oleh suatu negara selama tidak bertentangan dengan hukum humaniter.
setidaknya terdapat ukuran serta batasan di dalam pengoprasian pesawat tanpa awak, yakni prioritas yang harus diberikan pada penduduk sipil berupa perlindungan, penggunannya harus berada dibawah kendali manusia, penggunaanya tidak boleh melanggar hukum humaniter. HHI belum mengatur secata khusus tentang penggunaan pesawat tanpa awak namun telah memberikan batasan-batasan yang harus dipatuhi oleh penggunanya.
DAFTAR PUSTAKA
Heriyanto, Dodik S.N., “Penerapan Prinsip Proporsionalitas terhadap Penggunaan Pesawat
Tanpa Awak dalam Konflik Bersenjata”, dalam Denny Ramdhani, et. al, Konteks dan Perspektif Politik Terkait Hukum Humaniter Internasional Kontemporer,