ORASI ILMIAH
WISUDA SARJANA DAN DIPLOMA TIGA KE-‐43 DIES NATALIS Ke-‐37
SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA MANAJEMEN DAN KOMPUTER JAKARTA STI&K
PERANAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI INTERNET ENTREPRENEUR DI INDONESIA
Oleh : Oki Wiranto
1. Pendahuluan
1.1.Dunia Sudah Menjadi Borderless Dengan Bisnis Online
Pada tahun 1990-‐an Kenichi Ohmae menulis buku tentang The Borderless World : Power and Srategy In The Interlink Economy. Intinya dalam bukunya beliau menyatakan bahwa globalisasi akan menyebabkan batas batas negara dan bangsa menjadi “irrelevant”, beberapa negara bersepakat untuk melakukan konsolidasi kegiatan ekonominya secara bersama-‐sama seperti Uni Eropa, Masyarakat Ekonomi ASEAN, BRICK (Brazil, Rusia, India, China dan Kanada), beberapa perusahaan besar seperti General Electric, Huawei, Samsung melakukan ekspansi internasional dan kemajuan teknologi yang semakin memberikan kemudahan aliran barang dan jasa. Hal ini semua merubah secara fundamental cara pebisnis menjalankan bisnisnya.
2. Internet Entrepreneur
2.1.Exploitasi Internet Untuk Mendukung Life Style
Dengan way of live yang cukup berbeda dengan generasi sebelumnya Millenials atau Gen Y dipercaya mampu mengexploitasi kehadiran internet dan ICT di sekeliling mereka. Gen Y dengan kemampuan literasi ICT yang tinggi menjadikan internet sebagai tempat bermain, bersosialisasi dan berinteraksi bagi mereka tanpa banyak mengeluarkan effort fisik yang besar, aman, lebih mudah dan cepat. robust membuat seakan-‐akan computer dalam sebuah genggaman membuat kebutuhan life style Gen Y semakin terpenuhi. Sehingga saat ini kita sudah
Disintegrating Latch-key kids Merged families
2.2.Berbisnis Berbasis Internet bisnis berbasis online, diikuti glodokshop.com dan kemudian diikuti oleh banyak sekali took-‐toko online yang menjamur dan menyemarakkan internet. Semuanya itu pada akhirnya membentuk suatu ekosistem bisnis berbasis internet.
3. Ekosistem Internet Entrepreneur
Berbisnis berbasis internet membutuhkan kemampuan dan pengetahuan entrepreneurship yang dapat menggabungkan inovasi bisnis dan eksploitasi kemampuan teknologi informasi. Internet entrepreneur perlu memiliki kemampuan tersebut, serta dalam perjalanannya seorang internet entrepreneur harus mampu membuat dan mengeksploitasi ekosistem bisnis berbasis internet seperti layaknya seorang sistem integrator dalam dunia ICT.
3.1.Peranan Ekosistem
Rakuten yaitu sebuah group perusahaan berbasis internet yang fokus bergerak dibidang jasa e-‐commerce, ebooks & eReading, travel, banking, securities, credit card, e-‐money, portal dan media online marketing dan professional sports.
Rakuten pada tahun 1997 mulai mengembangkan internet shopping mallnya dengan nama Rakuten Iciban hanya dengan 6 karyawan dan 13 merchans sebagai supplier online mallnya. Selanjutnya terus mengembangkan bisnis on linenya dengan menggunakan database rakuten membership_idnya sebagai basis pengembangan ekosistem bisnis lainnya, sehingga sekarang Rakuten menjadi salah satu raksaksa bisnis online yang memiliki omzet hingga lebih dari 1 Trilyun Yen.
Di sisi lain, kecanggihan ekosistem tidak selalu menjamin keberhasilan sebuah bisnis berbasis internet.
Diperlukan pemahaman yang baik terhadap tahapan pengembangan ekosistem dan pengenalan terhadap kondisi dan kebutuhan pasar setempat. Oleh sebab itu diperlukan tahapan pengembangan ekosistem yang disesuai dengan kondisi dan kebutuhan target pasar.
3.2.Tahapan Pengembangan Ekosistem
Pengetahuan dan kemampuan analisa menangkap peluang bisnis dengan memaksimalkan kemampuan ICT menjadi hal yang utama dalam melakukan tahapan pengembangan ekosistem bisnis berbasis internet.
Pengembangan Ekosistem Bisnis Berbasis Internet perlu di selaraskan dengan siklus pengembangan fokus bisnisnya sendiri. Siklus bisnis mulai dari Ideasi, Development, Launching, Pertumbuhan, Ekspansi dan Stabilitas perlu diikuti dengan melengkapi Ekosistem bisnis tersebut.
Melengkapi ekosistem sebuah bisnis tidak terlepas dari kegiatan investasi dan ekspansi bisnis yang membutuhkan dana investasi yang berasal dari shareholders atau mitra strategis, sehingga perlu dilakukan secara bertahap dan tepat sesuai dengan kemampuan finansial.
Kemampuan untuk menentukan “timing” yang tepat dalam membangun ekosistem sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bisnis membutuhkan pengetahuan bisnis dan ketrampilan entrepreneurship yang baik. Pengetahuan bisnis dan ketrampilan entrepreneurship bukan hanya merupakan bakat dan telenta tetapi dapat persiapkan, dipelajari dan dilatih.
3.3.Membangun Kompetensi Internet Entrepreneur
yang paling utama adalah mempersiapkan sumber daya internet entrepreneur yang handal dan inovatif.
Ada 3 fokus utama pengembangan kompetensi untuk mempersiapkan sumber daya internet entrepreneur yang handal dan inovatif yaitu pengembangan kemampuan observasi, kreasi dan eksekusi dalam bisnis.
Perguruan Tinggi perlu mulai dapat mengembangkan kurikulumnya untuk mempersiapkan internet entrepreneur dengan kemampuan observasi, kreasi dan eksekusi bisnis yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat dunia bisnis berbasis internet.
Perguruan Tinggi yang memiliki fokus pada Teknik dan Manajemen Informasi memiliki peluang lebih besar menjadi pusat-‐pusat inkubasi internet entrepreneur bekerja sama dengan industry dan praktisi bisnis berbasis internet.
4. Potensi Internet Entrepreneur di Indonesia
Bisnis berbasis Internet di Indonesia berkembang dari transaksi dari situs-‐ situs komunitas. Populasi Indonesia yang besar dan berkembangnya literasi ICT kaum mudanya merupakan pendorong utama perkembangan bisnis berbasis internet di Indonesia. Saat ini ada beberapa penyedia layanan bisnis berbasis internet yang sudah memiliki nilai transaksi besar.
Kita sudah mengetahui nama-‐nama seperti Kaskus, Lazada, Bhinneka, Tokopedia, Zalora dan lain-‐lain yang merupakan penyedia eCommerce di Indonesia.
4.1.Kesiapan Infrastruktur Di Indonesia
Perkembangan Ecommerce di Indonesia tidak lepas dari perkembangan infrastruktur pendukungnya yang sangat pesat terutama terkait penetrasi mobile, internet, data center dan besarnya penggunaan sociomedia.
4.2.Potensi Market Di Indonesia
Potensi Market Online Shopper Indonesia dengan populasi 255 juta jiwa sangat besar. Dengan peningkatan penetrasi dan user akses broadband serta pertambahan pengguna mobile broadband tidak diragukan Indonesia akan menjadi pasar bisnis berbasis internet yang sangat menarik.
Pada tahun 2017 di prediksi Indonesia akan menjadi motor utama penggerak ekonomi digital dikawasan Asia dengan market size USD 30 juta dengan pertumbuhan bisnis menyamai China yaitu 25%.
Dengan potensi pasar yang luar biasa besar tersebut, Indonesia diprediksi juga akan melahirkan banyak pebisnis jasa berbasis internet yang akan memberikan sumbangsih kepada peningkatan pendapatan negara dan penyediaan lapangan kerja yang cukup signifikan.
5. Masa Depan Internet Entrepreneur
Menjadi Internet Entrepreneur akan merupakan salah satu alternative profesi bagi para mahasiswa dan lulusan Perguruan Tinggi yang cukup menjanjikan masa depannya.
Menjadi internet entrepreneur menjanjikan mendapatkan revenue berupa yield dari pendapatan organic operasional perusahaan dan juga pendapatan inorganic dari gain penjualan saham dari perusahan yang dijalankannya.
Eksploitasi digital oleh internet entrepreneur juga akan merubah masa depan marketing yang semakin menarik, dengan makin sempurnanya ekosistem dan value chain eCommerce serta munculnya Internet of Thing dimana physical dan digital komoditas menyatu menjadi sebuah jasa layanan yang tidak terpisahkan karena kehadiran data analytics yang terhubung dengan customer connected device sehingga dapat memberikan customer experience yang lebih baik.
5.1.E-‐Commerce
Ecommerce akan merubah value chain bisnis retail konvesional menjadi lebih singkat dan cepat. Proses-‐proses birokrasi dan administrasi yang lama dan panjang akan hilang. Melalui ECommerce akan terjadi disruption atau gangguan yang massive terhadap value chain konvensional.
Realisasi Paradox Marketing, meretailkan wholesale dan mengwholesalekan retail akan terjadi. Saat ini sudah terjadi produsen dapat langsung berjumpa dengan end customer tanpa orang tengah. Belanja tiket pesawat dan hotel tidak perlu lagi menggunakan travel agent sudah ada On Line Travel Agent (OTA). Perusahaan broadcasting dapat langsung bertransaksi dengan content owner tanpa harus via label company ataupun publisher dengan adanya fasilitas User Generated Content (USC).
5.2.IoT (Internet of Things)
Perkembangan perangkat-‐perangkat yang terkoneksi dalam jaringan internet juga terus berkembang dan dapat saling berinteraksi melalui software, sensor dan elektronik sehingga dapat mengumpulkan dan saling bertukar data dan informasi akan membuat eksploitasi bisnis berbasis internet semakin menarik dan menantang.
Internet of Things diprediksi akan merubah life style di era digital menjadi semakin kompleks dan meningkatkan ketergantungan manusia pada ICT semakin tinggi.
6. Kesimpulan
Pada paparan tergambar bahwa menjadi internet entrepreneur akan merupakan salah satu pilihan profesi yang sangat menjanjikan di Indonesia. Memaksimalkan potensi melalui eksplorasi dan eksploitasi bisnis internet yang disingkronisasikan dengan kebutuhan konsumer dan digitalisasi layanan masih sangat luas dan besar kesempatannya di Indonesia.
Peranan Perguruan Tinggi untuk menciptakan ekosistem internet entrepreneur, menjadi sumber research, inkubasi bisnis dan penyiapan sumber daya manusia yang dapat mengantisipasi kebutuhan bisnis berbasis internet masih sangat terbuka luas dan sangat dibutuhkan dunia usaha dan negara.
akan muncul dari Indonesia seorang internet entrepreneur sekaliber pendiri Facebook, Google dan Ali Baba.
Referensi :
1. Ohmae, Kenichi (May 19, 1999); The Borderless World, rev ed: Power and Strategy in The Interlinked World; Harper Business.
2. Hammill, Greg (2005); Generations; FDU Magazine;
http://www.fdu.edu/newspubs/magazine/05ws/generations.htm.
3. Makalah Sistem Informasi dan Strategi Bisnis by bayutube86;
http://café-ekonomi.blogspot.my/
4. Rakuten Ecosystem;
http://global.rakuten.com/corp/investors/policy/strength/business_model.html
5. Ekosistem Startup (Lanjutan) (June 15, 2004); http://indra.me/?p=17
6. Academic Focus : Universidad Deusto – Master in Business Innovation;
http://www.innovationinpractice.com/innovation_in_practice/2013/03/ academic-‐focus-‐universidad-‐deusto.html
7. How To Reach Indonesian by Dwirianto;
http://www.slideshare.net/thinkfresh1/youth-‐indonesia-‐digital-‐ landscape-‐2014-‐2015
8. Kemp, Simon (Jan, 2015); Digital, Social & Mobile 2015, WE ARE SOCIAL’S COMPENDIUM OF GLOBAL DIGITAL STATISTICS
9. Yahya, Arief (Dec 27, 2012); Paradox Marketing; PT. Gramedia Pustaka Utama
10.Lifting The Barrier to E-‐Commerce in ASEAN; Enabling e-‐commerce is a unique way to contribute to economic integration across Southeast Asia; AT-‐Kearney; https://www.atkearney.com/consumer-‐products-‐
retail/ideas-‐insights/lifting-‐the-‐barriers-‐to-‐e-‐commerce-‐in-‐asean 11.Salkowitz, Rob (March 18, 2014); A Roadmap to The Future of
Marketing; IMA News.
12.4 Insights on Accelerating Your E-‐Commerce Growth in Indonesia; http://www.acommerce.asia/accelerating-‐growth-‐in-‐e-‐commerce-‐ indonesia/
13.Technology of The Future – Disruptive?;
https://abstractfeeds.wordpress.com/2013/06/30/technology-‐of-‐the-‐ future-‐disruptive/