Sistem Politik (1) Sistem Politik (1) Sistem Politik (1)

12 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

MAKALAH PKN

Sistem Politik

Nama Lengkap : Valentshia Lauwrentz Wianata

Kelas : X Beijing

JURUSAN PRA-IPA SMA ZION

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena Dialah yang telah memberikan rahmat serta Karunia-Nya untuk kami semua sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah mata pelajaran PKN yang berjudul “Sistem Politik” ini.

Saya sadar dan tahu bahwa makalah ini tidaklah sempurna sehingga seluruh kritik dan saran dari siapapun terutama guru pendamping yang dapat membantu akan saya terima dalam tujuan menyempurnakan makalah ini.

Saya berharap dengan adanya makalah ini maka akan dapat membantu pembacanya dengan memberikan informasi yang dibutuhkan kepada mereka tentang Sistem Politik terutama Indonesia. Sekian kata pengantar yang saya buat ini. Demikian, Tuhan Yesus memberkati.

(3)

DAFTAR ISI

LEMBAR SAMPUL...i

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

 BAB I A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...1

 BAB II C. Definisi...2

D. Definisi menurut para ahli...2

E. Ciri Sistem Politik...3

F. Model Sistem Politik...3

G. Sejarah Sistem Politik di Indonesia...4

H. Perbedaan Sistem Politik di Berbagai Negara...5

I. Partisipasi Politik dan Pemilihan Umum di Indonesia...6

J. Perkembangan Sistem Politik di Indonesia...6

K. Pendekatan Dalam Analisis Sistem Politik...6

L. Sosialisasi, Budaya Politik, dan Ekonomi Politik Indonesia...7

M. Peran Serta Masyarakat...8

 BAB III N. Kesimpulan...9

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Sistem politik pada suatu negara terkadang bersifat relatif, hal ini dipengaruhi oleh elemen-elemen yang membentuk sistem tersebut. Juga faktor sejarah dalam perpolitikan di suatu negara. Pengaruh sistem politik negara lain juga turut memberi kontribusi pada pembentukan sistem politik disuatu negara. Seperti halnya sistem politik di Indonesia, seiring dengan waktu, sistem politik di Indonesia selalu mengalami perubahan. Perkembangan politik di Indonesia dewasa ini mengalami kemajuan yang siknifikan dengan ditandai dengan perubahan sistem politik yang semakin stabil.

Indonesia sendiri menganut sistem politik demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan setiap warga negaranya, tetapi yang diterapkan tidak seperti negara lain yang menggunakan sistem demokrasi, melainkan demokrasi yang sesuai dengan bangsa Indonesia yaitu Demokrasi Pancasila. Pada perkembangan terkini Sistem Politik Indonesia mengalami kemajuan yang pesat ditandai adanya reformasi di berbagai bidang pemerintahan.

Menurut Dardji Darmadiharjo, demokrasi pancasila merupakan paham demokrasi yang bersumber pada kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang perwujudannya tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

RUMUSAN MASALAH

1. Definisi struktur politik dan pembagiannya 2. Pengertian sistem politik

3. Ciri dan model sistem politik

4. Perkembangan sistem politik di Indonesia

(5)

BAB II

PEMBAHASAN

DEFINISI

Struktur politik didefinisikan sebagai suatu pola interaksi yang dianggap sah dan tata masyarakat dipertahankan serta dipelihara. Dengan kata lain, struktur politik lah yang menjalankan fungsi-fungsi politik.

Ada dua struktu politik yaitu suprastruktur politik yang merupakan bentuk kompleks dari hal-hal yang bersangkut paut dengan kehiupan lembaga-lembaga Negara yang ada, fungsi dan weewenang lembaga-lembaga tadi serta hubungan kewenangan atau kekuasaan anatara lembaga yang satu dengan lembaga yang lain. Dan infrastruktur politik yang merupakan kompleksitas dari hal-hal yang bersangkut paut dengan pengelompokan warga negara atau anggota masyarakat ke dalam berbagai macam golongan yang biasanya disebut sebagai kekuatan social politik dalam masyarakat.

Sistem politik terdiri dari kata sitem dan politik. Sistem adalah suatu kesatuan dari bagian-bagian yang satu sama lain saling bergantung sedangkan politik adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, segala urusan dan tindakan mengenai pemetintah negara atau terhadap nega lain.

DEFINISI MENURUT PARA AHLI

a. Rusadi Kantaprawira :

Menurut definisi Rusadi Kantaprawira mengenai pengertian sistem politik yang mengartikan bahwa sistem politik adalah mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dengan berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langgeng.

b. Gabriel Almond :

Pengertian sistem politik menurut pendapat Gabriel Almond adalah sistem interaksi yang ditemui dalam masyarakat merdeka, yang menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi. Fungsi integrasi adalah tugas yang dijalankan oleh sistem politik dalam mencapai kesatuan dan persatuan masyarakat yang bersangkutan. sedangkan pada fungsi adaptasi adalah fungsi penyesuaian terhadap lingkungan

c. Samuel P. Huntington :

Menurut definisi Samuel P. Huntington, bahwa pengertian sistem politik adalah dibedakan dalam beberapa cara pandang dengan memiliki lima komponen yang berbeda. 5 komponen Samul P. Huntington adalah sebagai berikut...

(6)

 Struktur : Struktur adalah organisasi formal dalam masyarakat yang digunakan dalam menjalankan berbagai keputusan yang berwenang, misalnya partai politik, badan perwakilan rakyat, eksekutif, dan birokrasi.

 Kelompok : kelompok adalah bentuk-bentuk sosial dan ekonomi, baik secara formal dan juga nonformal yang berpartisipasi dalam mengajukan tuntutan-tuntutan terhadap struktur-struktur politik.

 Kepemimpinan : kepemimpinan adalah individu dalam lembaga-lembaga politik dan kelompok politik yang menjalankan pengaruh lebih dibandingkan yang lainnya dalam memberikan tambahan nilai-nilai.

 Kebijakan : kebijakan adalah pola-pola kegiatan pemerintahan yang secara sadar terbentuk untuk memengaruhi distribusi keuntungan dalam masyarakat.

d. Sri Soemantri :

Menurut Sri Soemantri, pengertian sistem politik adalah pelembagaan dari hubungan antarmanusia yang dilembagakan dalam bermacam-macam badan politik, baik itu berupa suprastruktur politik (lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif) dan infrastruktur politik ada 5 komponen. 5 komponen infrastruktur adalah partai politik, kelompok kepentingan atau interest group, kelompok penekanan atau pressure group, alat komunikasi politik dan tokoh politik.

CIRI SISTEM POLITIK

1. Semua sistem politik mempunyai kebudayaan politik

2. Semua sistem politik menjalankan fungsi yang sama walaupun tingkatannya berbeda-beda, yang ditimbulkan karena perbedaan struktur.

3. Semua struktur politik memiliki spesialisasi, baik pada masyarakat politik maupun modern dalam melaksanakan banyak fungsi.

MODEL SISTEM POLITIK

1. Sistem Politik Otokrasi Tradisional

Sistem politik ini dicirikan dengan adanya faktor seperti kebaikan bersama, identitas bersama, hubungn kekuasaan, legitimasi kekuasaan, dan hubungan ekonomi dan politik.

2. Sistem Politik Totaliter

Sistem politik ini menekankan pada konsensus total dalam masyarakat baik konflik dengan musuhnya di dalam maupun di luar negri.

3. Sistem Politik Demokrasi

(7)

Demokrasi rakyat (berdasarkan Ideologi), Demokrasi formal, Demokrasi materiil, Demokrasi gabungan (berdasarkan titik perhatian).

SEJARAH SISTEM POLITIK DI INDONESIA

Sejarah Sistem Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya.Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarah Bangsa Indonesia tapidiperlukan analisis sistem agar lebih efektif. Dalam proses politik biasanya di dalamnya terdapatinteraksi fungsional yaitu proses aliran yang berputar menjaga eksistensinya. Sistem politik merupakan sistem yang terbuka, karena sistem ini dikelilingi oleh lingkungan yang memiliki tantangan dan tekanan.Dalam melakukan analisis sistem bisa dengan pendekatan satu segi pandangan saja sepertidari sistem kepartaian, tetapi juga tidak bisa dilihat dari pendekatan tradisional denganmelakukan proyeksi sejarah yang hanya berupa pemotretan sekilas. Pendekatan yang harusdilakukan dengan pendekatan integratif yaitu pendekatan sistem, pelaku-saranan-tujuan danpengambilan keputusanKapabilitas sistem adalah kemampuan sistem untuk menghadapi kenyataan dan tantangan.Pandangan mengenai keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini berbeda diantara para pakarpolitik. Ahli politik zaman klasik seperti Aristoteles dan Plato dan diikuti oleh teoritisi liberalabad ke-18 dan 19 melihat prestasi politik diukur dari sudut moral. Sedangkan pada masamodern sekarang ahli politik melihatnya dari tingkat prestasi (performance level) yaitu seberapabesar pengaruh lingkungan dalam masyarakat, lingkungan luar masyarakat dan lingkunganinternasional. Pengaruh ini akan memunculkan perubahan politik. Adapun pelaku perubahanpolitik bisa dari elit politik, atau dari kelompok infrastruktur politik dan dari lingkunganinternasional.Perubahan ini besaran maupun isi aliran berupa input dan output. Proes mengkonversi inputmenjadi output dilakukan oleh penjaga gawang (gatekeeper).Terdapat 5 kapabilitas yang menjadi penilaian prestasi sebuah sistem politik.

1) Kapabilitas Ekstraktif, yaitu kemampuan Sumber daya alam dan sumber daya manusia.Kemampuan SDA biasanya masih bersifat potensial sampai kemudian digunakan secaramaksimal oleh pemerintah. Seperti pengelolaan minyak tanah, pertambangan yang ketika datangpara penanam modal domestik itu akan memberikan pemasukan bagi pemerintah berupa pajak.Pajak inilah yang kemudian menghidupkan negara.

2) Kapabilitas Distributif. SDA yang dimiliki oleh masyarakat dan negara diolah sedemikian rupauntuk dapat didistribusikan secara merata, misalkan seperti sembako yang diharuskan dapat merata distribusinya keseluruh masyarakat. Demikian pula dengan pajak sebagai pemasukannegara itu harus kembali didistribusikan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. 3) Kapabilitas Regulatif (pengaturan). Dalam menyelenggaran pengawasan

(8)

4) Kapabilitas simbolik, artinya kemampuan pemerintah dalam berkreasi dan secara selektif membuat kebijakan yang akan diterima oleh rakyat. Semakin diterima kebijakan yang dibuatpemerintah maka semakin baik kapabilitas simbolik sistem.

5) Kapabilitas responsif, dalam proses politik terdapat hubungan antara input dan output, outputberupa kebijakan pemerintah sejauh mana dipengaruhi oleh masukan atau adanya partisipasimasyarakat sebagai inputnya akan menjadi ukuran kapabilitas responsif. kapabilitas dalam negeridan internasional. Sebuah negara tidak bisa sendirian hidup dalam dunia yang mengglobal saatini, bahkan sekarang banyak negara yang memiliki kapabilitas ekstraktif berupa perdaganganinternasional. Minimal dalam kapabilitas internasional ini negara kaya atau berkuasa(superpower) memberikan hibah (grants) dan pinjaman (loan) kepada negara-negaraberkembang.

PERBEDAAN SISTEM POLITIK DI BERBAGAI NEGARA

1. Sistem Politik Di Negara KomunisBercirikan pemerintahan yang sentralistik, peniadaan hak milk pribadi, peniadaan hak-haak sipildan politik, tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka, tidak adanya oposisi, serta terdapatpembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan

2. Sistem Politik Di Negara LiberalBercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok, pembatasan kekuasaan,khususnya dari pemerintah dan agama, penegakan hukum; pertukaran gagasan yang bebas,sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaumminoritas. 3. Sistem Politik Demokrasi Di IndonesiaSistem politik yang didasarkan pada nilai,

prinsip, prosedur, dan kelembagaan yang demokratis.Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah :

1. Ide kedaulatan rakyat

PARTISIPASI POLITIK DAN PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA

(9)

negara-negara berkembang pada dasarnya termasuk pula bentuk partisipasi politik.Kecenderungan mobilisasi di masyarakat negara-negara berkembang menjadi ciri khas yangmelekat karena karakteristiknya yangkhas selain tidak bekerjanya sistem politik secara baik untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat memberikan input tanpa takutdiintimidasi oleh pemerintah.

PERKEMBANGAN SISTEM POLITIK DI INDONESIA

Partisipasi politik dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat di suatu negara. MasyarakatIndonesia yang memiliki karakteristik, seperti pendidikan rendah, ekonomi kurang baik dankurang memiliki akses informasi membuat pola partisipasinya cenderung Sistem politik di Indonesia adalah demokrasi pancasila,yaitu setiap hak-hak dan kewajiban warga Negara,pelaksanaan hak asasinya bersifat horizontal maupun vertical. Perkembangan sejarah,demokrasi Indonesia dapat dibedakan dalam beberapa masa,yaitu:

1. Masa demokrasi konstitusional,menonjolkan peran parlemen dan partai-partai politik sehingga disebut demokrasi parlementer.

2. Masa demokrasi terpimpin,muncul beberapa aspek yang menyimpang dari demokrasi konstitusional secara moral sebagai landasannya.Selain itu,telah menunjukan beberapa aspek demokrasi rakyat dalam pelaksanaannya.

3. Masa demokrasi pancasila,muncul sebagai demokrasi yang konstitusional dengan menonjolkan sistem presidensial.Peranan eksekutif terutama pada masa Orde Baru sangat dominan dalam menjalankan dan menge

PENDEKATAN DALAM ANALISIS SISTEM POLITIK

Analisis Sistem Politik Menurut David EastonPendekatan sistem politik pada mulanya terbentuk dengan mengacu pada pendekatan yangterdapat dalam ilmu eksakta. Adapun untuk membedakan sistem politik dengan sistem yang lainmaka dapat dilihat dari definisi politik itu sendiri. Sebagai suatu sistem, sistem politik memilikiciri-ciri tertentu. Perbedaan pendapat mulai muncul ketika harus menentukan batas antara sistempolitik dengan sistem lain yangterdapat dalam lingkungan sistem politik. Namun demikian, batasakan dapat dilihat apabila kita dapat memahami tindakan politik sebagaisebuah tindakan yangingin berkaitan dengan pembuatan keputusan yang menyangkut publik .

(10)

demokratis dengan negarayang nondemokratis. Tipe komunikasi politik ini pula yang nantinyaakan membedakan besarnya peranan dari organisasi politik.

Output merupakan keputusan otoritatif (yang mengikat) dalam menjawab dan memenuhi input yang masuk. Output seringdimanfaatkansebagai mekanisme dukungan dalam rangka memenuhi tuntutan-tuntutan yang muncul.

Pendekatan Struktural Fungsional Gabriel AlmondPendekatan struktural fungsional merupakan alat analisis dalam mempelajari sistem politik, padaawalnya adalah pengembangan dari teoristruktural fungsional dalam sosiologi. Dalampendekatan ini, sistem politik merupakan kumpulan dari peranan-peranan yangsaling berinteraksi. Menurut Almond, sistem politik adalah sistem interaksi yang terdapat dalamsemua masyarakat yang bebas dan merdeka yangmelaksanakan fungsi-fungsi integrasi dan adaptasi (baik dalam masyarakat ataupun berhadap-hadapan dengan masyarakat lainnya).Semuasistem politik memiliki persamaan karena sifat universalitas dari struktur dan fungsipolitik. Mengenai fungsi politik ini, Almondmembaginya dalam dua jenis, fungsi input danoutput.

Analisis Struktural Fungsional dalam Sistem Politik Menurut Gabriel Almond,dalam setiap sistem politik terdapat enam struktur atau lembaga politik, yaitu kelompok kepentingan, partai politik, badan legislatif, badan eksekutif, birokrasi, dan badan peradilan.Dengan melihat keenam struktur dalam setiap sistem politik,kita dapat membandingkan suatusistem politik dengan sistem politik yang lain. Hanya saja, perbandingan keenam strukturtersebut tidak terlalu membantu kita apabila tidak disertai dengan penelusuran dan pemahamanyang lebih jauh dari bekerjanya sistem politik tersebut.Suatu analisis struktur menunjukkan jumlah partai politik, dewan yang terdapat dalam parlemen, sistem pemerintahan terpusat ataufederal, bagaimana eksekutif, legislatif, dan yudikatif diorganisir dan secara formal dihubungkansatu dengan yang lain. Adapun analisis fungsionalmenunjukkan bagaimana lembaga-lembagadan organisasi-organisasi tersebut berinteraksi untuk menghasilkan danmelaksanakan suatu kebijakan.

SOSIALISASI, BUDAYA POLITIK, DAN EKONOMI POLITIK INDONESIA

(11)

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM SISTEM POLITIK INDONESIA

Rakyat Indonesia hendaknya dapat bersikap positif dalam pengembangan demokrasi pancasila.seperti halnya berpartisipasi dalam upaya bela Negara.

Dapat juga ditempuh melalui jalan partisipasi politik yang merupakan keikutsertaan warga Negara biasa berdasarkan kesadaran sendiri guna mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik.

Partisipasi politik dapat dilakukan dengan dua cara,yaitu: 1. Partisipasi konvensional

Contohnya adalah pemberian suara/voting,kegiatan kampanye,serta kontak priyayi dengan pejabat politik atau pejabat administrasi pemerintahan.

2. Partisipasi non-konvensional

Contohnya adalah pengajuan petisi,demonstrasi atau unjuk rasa,konfrontasi,maker,tindakan kekerasan politik terhadap harta benda,tindakan kekerasan politik terhadap manusia,perang gerilya dan revolusi.

Selain partisipasi diatas,ada pula bentuk partisipasi masyarakat dalam sistem politik yang lainnya, yaitu:

 Partisipasi aktif,yang merupakan kegiatan warga Negara yang senantiasa menampilkan perilaku tanggapan terhadap berbagai tahapan kebijakan pemerintah.

 Partisiasi militant-radikal,yang merupakan kegiatan warga Negara yang senantiasa menampilkan perilaku tanggap terhadap berbagai kebijakan pemerintah,namun cenderung menggunakan cara-cara non-konvensional,termasuk didalamnya menggunakan cara-cara kekerasan.

 Partisipasi pasif,yang merupakan kegiatan warga Negara yang menerima atau menaati begitu saja segala kebijakan pemerintah.

 Partisipasi apatis,yang merupakan kegiatan warga Negara yang tidak mau tau dengan apapun kebijakan yang dibuat pemerintah.

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

(12)

proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya.

Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik, dengan memakai system demokrasi, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensil, di mana Presiden berkedudukan sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Para Bapak Bangsa yang meletakkan dasar pembentukan Negara Indonesia, setelah tercapainya kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

KRITIK DAN SARAN

Bagi para pembaca dan rekan-rekan yang lainnya, jika ingin menambah wawasan dan inginmengetahui lebih jauh, maka penulis mengharapkan dengan rendah hati agar lebih membacabuku-buku ilmiah dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan judul

“SISTEM POLITIK INDONESIA”

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...