• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI ANOVA KONDISI TRANSPORTASI UMUM DI K

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "UJI ANOVA KONDISI TRANSPORTASI UMUM DI K"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

KONDISI TRANSPORTASI UMUM DI KOTA BANDUNG SEBAGAI TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

𝐖𝐢𝐧𝐝𝐲 𝐉𝐮𝐥𝐢𝐚𝐧𝐭𝐢 𝐀𝐥 𝐈𝐡𝐬𝐚𝐧𝟏,

1Mahasiswa Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pasundan,

[email protected]

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota – Universitas Pasundan Bandung

Jl. Dr. Setiabudi No. 193, Kota Bandung

1. Pendahuluan

Latar Belakang

Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara

Jakarta, dan merupakan kota terbesar di wilayah Pulau Jawa bagian selatan. Sedangkan

wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan

terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek.

Pertambahan penduduk kota Bandung awalnya berkaitan erat dengan ada

sarana transportasi Kereta api yang dibangun sekitar tahun 1880 yang menghubungkan

kota ini dengan Jakarta (sebelumnya bernama Batavia).[11] Pada tahun 1941 tercatat

sebanyak 226.877 jiwa jumlah penduduk kota ini[15] kemudian setelah peristiwa yang

dikenal dengan Long March Siliwangi, penduduk kota ini kembali bertambah di mana pada tahun 1950 tercatat jumlah penduduknya sebanyak 644.475 jiwa

Transportasi umum atau public transportation merupakan sebuah fasilitas

(2)

berbagai macam aktifitas yang dijalani. Transportasi umum yang baik, lancar, bersih,

nyaman dan aman mencerminkan keadaan kota yang baik dan sehat. Sebaliknya

transportasi umum yang tidak layak mencerminkan keadaan kota yang tidak layak

untuk dihuni.

Sarana transportasi umum di Kota Bandung oleh operasi angkutan kota

(angkot) dengan tercatat sebanyak 5.521 unit angkot yang beroperasi dalam 39 trayek.

Meskipun pada kenyataanya jumlah yang sebenarnya beroperasi di lapangan dapat

mencapai lebih dari 7.000 unit angkot. Pada tahun 2010 berdasarkan data dari Dinas

Perhubungan Kota Bandung tercatat ada sekitar 39 trayek angkutan kota yang

beroperasi. Angkot pada dasarnya tidak dapat dikategorikan sebagai transportasi umum

secara utuh. Karakteristik angkot yang tidak memiliki tempat pemberhentian khusus

dan tidak memiliki jam keberangkatan atau kedatangan secara pasti menjadi alasan

utama mengapa angkot dapat dikategorikan kedalam jenis transportasi paratransit.

Kota Bandung sendiri, sebagian besar warga Bandung menggunakan angkutan

umum untuk memenuhi kebutuhan akan melakukan berbagai aktivitas. Selama ini

angkutan umum di kota Bandung berupa taksi, angkutan kota, atau bus kota Damri.

Jenis angkutan umum angkot, dan bus kota Damri yang paling popular dan digunakan

oleh warga Bandung karena tarifnya terjangkau. Namun, kondisi angkutan umum di

Bandung belum cukup baik. Dapat dilihat dari tingkat kualitas pelayanan yang rendah

seperti jadwal datang tidak pasti, kecepatan rendah, kedatangan tidak teratur, peraturan

tidak tegas, daya angkut terbatas, tingkat kecelakaan yang relatif tinggi, dan

pengelolaan yang buruk.

2. Dasar – dasar Teori 2.1Transportasi

Secara Harfiah Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu

tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan

(3)

melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka biasanya menggunakan kereta

bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk di sana jarang yang mempunyai kendaraan

pribadi karena mereka sebagian besar menggunakan angkutan umum sebagai

transportasi mereka. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu :Transportasi darat, laut, dan

udara.Transportasi udara merupakan transportasi yang membutuhkan banyak uang

untuk memakainya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi

udara merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi

lainnya.

Menurut Hasim Purba di dalam bukunya ”Hukum Pengangkutan Di Laut”, pengangkutan adalah ”kegiatan pemindahan orang dan atau barang dari suatu tempat ke tempat lain baik melalui angkutan darat, angkutan perairan maupun angkutan udara

dengan menggunakan alat angkutan. Jadi pengangkutan itu berupa suatu wujud

kegiatan dengan maksud memindahkan barang-barang atau penumpang (orang) dari tempat asal ke suatu tempat tujuan tertentu”.

Menurut Miro (2005) transportasi dapat diartikan usaha memindahkan,

mengerakkan, mengangkut, atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat

lain, di mana di tempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna

untuk tujuan-tujuan tertentu.

2.2Kesejahteraan Masyarakat

Kesejahteraan adalah salah satu aspek yang cukup penting untuk menjaga dan

membina terjadinya stabilitas sosial dan ekonomi. kondisi tersebut juga diperlukan

untuk meminimalkan terjadinya kecemburuan sosial dalam masyarakat. Selanjutnya

percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat memerlukan kebijakan ekonomi atau

peranan pemerintah dalam mengatur perekonomian sebagai upaya menjaga stabilitas

(4)

Menurut Walter A. Friedlander (1961) kesejahteraan masyarakat adalah sistem

yang terorganisir dari pelayanan-pelayanan sosial dan lembaga-lembaga yang

bertujuan untuk membantu individu dan kelompok untuk mencapai standar hidup dan

kesehatan yang memuaskan dan relasi-relasi pribadi dan sosial yang memungkinkan

mereka mengembangkan kemampuannya sepenuh mungkin dan meningkatkan

kesejahteraannya secara selaras dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat.

2.3Kabutuhan Transportasi bagi masyarakat

Jasa Transportasi telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, oleh karenanya

kesinambungan ketersediaan pelayanan jasa transportasi dalam memenuhi kebutuhan

aktivitas produksi, konsumsi dan distribusi harus mendapat perhatian secara

berkelanjutan. Kesinambungan ketersediaan jasa transportasi di seluruh wilayah

merupakan hal yang mutlak karena fungsi strategis transportasi ikut menciptakan

stabilitas dan kelangsungan kegiatan masyarakat serta roda pemerintahan. perannya

sebagai konektor adalah mengembangkan tol laut dan tol udara. Melalui hal tersebut

dapat dilihat bahwa peran transportasi sebagai penghubung memiliki dampak yang

besar dan dapat langsung dirasakan masyarakat.

Kota yang baik dapat ditandai antara lain dengan melihat kondisi transportasinya.

Sektor transportasi harus mampu memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat

dalam segala kegiatannya di semua lokasi yang berbeda dan tersebar dengan

karakteristik fisik yang berbeda pula. Dengan kata lain, setiap wilayah kota harus dapat

dijangkau oleh system pelayanan angkutan umum yang ada, untuk itu kebutuhan

transportasi harus seimbang dengan penyediaan prasarana dan didukung oleh sistem

(5)

2.4Jalur Tol Yang sering Digunakan oleh berbagai Transportasi

Gerbang Tol Golongan Jumlah

I II III IV V

1. Padalarang 3.141.621 367.439 96.204 18.276 10.216 3.633.756

2. Baros 1 1.463.267 366.986 87.216 9.624 3.684 1.926.777

3. Baros 2 1.029.346 64.247 4.953 47 29 1.098.622

4. Pasteur 8.749.862 248.632 36.947 16.304 1.187 9.052.932

5. Pasir Koja 4.87.437 369.574 48.021 8.267 1.209 5.303.508

6. Kopo 4.721.018 467.964 49.724 7.694 3.126 5.249.526

7. Moh Toha 369.731 298.127 81.439 14.206 8.129 771.632

8. Buah Batu 6 876 174 569.014 96.128 27.142 11.893 7.580.351

9. Cileunyi 10.214.369 1.287.479 281.116 30.676 30.648 11.844.288

Jumlah 41.441.825 4.035.462 781.748 132.236 70.121 46.461.392

(6)
(7)

2.6Uji Anova

A. Signifikansi : Pengujian pada SPSS dengan menggunakan uji Anova dengan pada taraf signifikansi 0,05.

B. Dasar Pegambilan keputusan Pada uji anova : Jika nilai lebih besar dari 0,005 maka data tersebut berdistribusi normal. Sebaliknya, Jika

nilai lebih kecil dari 0,005 maka data tersebut berdistribusi tidak

normal.

C. Aplikasi dalam SPSS 1. Buka SPSS.

(8)

3. Ubah Type Pekerjaan ke “Numeric”, Decimals “0”, beri label “Pekerjaan”, ubah measure menjadi “Nominal” dan isi value dengan kategori: 1 = Pribadi, 2 = Dinas dan 3 = Umum.

4. Ubah Type Pribadi ke “Numeric”, Decimals “0”, beri label”, “Scale” pada Dinas dan umum .

5. Buka Data View dan isikan data sebanyak 3 responden sebagai berikut:

6. Pada menu, pilih Analyze, Compare Means, One-Way ANOVA, sampai muncul jendela One-Way ANOVA seperti di bawah ini:

7. Pilih variabel “dinas dan umum” lalu masukkan ke kotak

(9)

ke kotak “Factor:” Sehingga nampak seperti di bawah ini:

8. Klik tombol Options, akan muncul jendela ini: Centang

Descriptive” dan “Homogenity of variance test

9. Klik Continue

10.Masih dijendela One Way ANOVA, klik tombol Post Hoc, sampai muncul jendela ini: Centang Bonferroni dan

(10)
(11)

Dasar Pengambilan Keputusan

Interpretasi Uji Anova

 Dari tabel Descriptives nampak bahwa responden yang memakai kendaraan

dinas rata-rata sebesar 14,00 dan umum sebesar 793,00. Selanjutnya untuk

melihat uji kita lihat di tabel ANOVA.

 Sebelum melanjutkan uji perlu diingat bahwa salah satu asumsi Anova adalah

variansnya sama. Dari tabel Test of Homegeneity of Variances terlihat bahwa

hasil uji menunjukan bahwa varian ketiga kelompok tersebut sama (P-value =

(12)

 Selanjutnya untuk melihat apakah ada perbedaan pendapatan dari ketiga

kelompok pekerja tersebut. Kita lihat tabel ANOVA , dari tabel itu pada kolom

Sig. diperoleh nilai P (P-value) = 0,037. Dengan demikian pada taraf nyata =

0,05 kita menolak Ho, sehingga kesimpulan yang didapatkan adalah ada

perbedaan yang bermakna rata-rata pendapatan berdasarkan ketiga kelompok

pekerjaan tersebut.

Interprestasi Uji ANOVA: Post Hoc

 Jika hasil uji menunjukan Ho gagal ditolak (tidak ada perbedaan), maka uji

lanjut (Post Hoc Test) tidak dilakukan. Sebaliknya jika hasil uji menunjukan

Ho ditolak (ada perbedaan), maka uji lanjut (Post Hoc Test) harus dilakukan.  Karena hasil uji Anova menunjukan adanya perbedaan yang bermakna, maka

uji selanjutnya adalah melihat kelompok mana saja yang berbeda.

 Untuk menentukan uji lanjut mana yang digunakan, maka kembali kita lihat

tabel Test of Homogeneity of Variances, bila hasil tes menunjukan varian sama, maka uji lanjut yang digunakan adalah uji Bonferroni. Namun bilai hasil tes menunjukan varian tidak sama, maka uji lanjut yang digunakan adalah uji Games-Howell.

 Dari Test of Homogeneity menghasilkan bahwa varian ketiga kelompok

tersebut sama, maka uji lanjut (Post Hoc Test) yang digunakan adalah Uji

Bonferroni.

(13)

Daftar Pustaka

[1].Aprilyani, Marnita, Silvianita, anita. (2015). Analisis Kepuasan atas

Kualitas Pelayanan Angkutan Umum Bus Damri di Kota Bandung (Studi pada Trayek Leuwipanjang – Dipatiukur Non AC), Vol.2, No.2 Agustus 2015 | Page 1879- Bandung.

[2].Wisaksono, Rayindra. (2014). PENGEMBANGAN DESAIN

(14)

[3].Purba, Hasim, Miro. (2005). Hukum Pengangkutan Di Laut,

Definisi Transportasi Menurut Para Ahli , Diambil Pada 28 Febuari 2018 dari

http://elhavidz.blogspot.co.id/2015/03/definisi-hukum-pengangkutan.html

[4].Friedlander, Walter A. (1961). Teori Kesejahteraan Masyarakat,

Diambil Pada 28 Febuari 2018 dari

Referensi

Dokumen terkait

Persamaan kondisi dan situasi pada kegiatan penjagaan adalah sebagai berikut (1) masyarakat yang terlibat dalam penjagaan adalah masyarakat pemilik lahan

Dalam proses pelaksanaannya, permasalah yang sering terjadi adalah proses pengiriman foto oleh petugas, dan manajemen foto indoor dan outdoor mengingat banyak

Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala metode pengajaran kosa kata bahasa arab di SMA Negeri 2 Kota Jambi dengan menggunakan bahasa yang tepat dan

Proses penentuan ke cluster mana suatu data akan masuk juga dilakukan juga untuk setiap data yang lain, sehingga setiap data akan tergabung ke dalam suatu cluster

Selain dilihat dari analisis tersebut, pada pernyataan tertutup instrumen penelitian terdapat nasabah yang menyatakan bahwa Bank BRI syariah mempunyai kelengkapan fitur

berpartisipasi dalam Program Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan (Calon Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Pengawas, dan pegawai pemerintah daerah) sesuai dengan

Berdasrkan hasil pengukuran beban kerja pada PT.Inti Daya Persada dengan menggunakan metode Work Load Analysis ( WLA ) dapat di simpulkan bahwa beban kerja karyawan pada bagian

Tulisan ini berupaya mendeskripsikan perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi baik untuk media promosi