Pancasila Dalam Kehidupan Bangsa dan Negaraa TUGAS AKHIR PANCASILA

14 

Teks penuh

(1)

Pancasila Dalam Kehidupan Bangsa dan Negara

TUGAS AKHIR PANCASILA

Nama : Anjar Prasetia

NIM : 11.01.2848

Kelompok : B

Program Study : Diploma - 3 Jurusan : 11 D3.TI.01 Dosen : Irton. SE, M.Si

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 - 2012

Pancasila Dalam Kehidupan Bangsa dan Negara

TUGAS AKHIR PANCASILA

Nama : Anjar Prasetia

NIM : 11.01.2848

Kelompok : B

Program Study : Diploma - 3 Jurusan : 11 D3.TI.01 Dosen : Irton. SE, M.Si

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 - 2012

Pancasila Dalam Kehidupan Bangsa dan Negara

TUGAS AKHIR PANCASILA

Nama : Anjar Prasetia

NIM : 11.01.2848

Kelompok : B

Program Study : Diploma - 3 Jurusan : 11 D3.TI.01 Dosen : Irton. SE, M.Si

(2)

Abstraksi

Pancasila Sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Namun walaupun pancasila saat ini telah dihayati sebagai filsafat hidup bangsa dan dasar negara, yang merupakan perwujudan dari jiwa bangsa,sikap mental,budaya dan karakteristik bangsa. Namun dibalik itu semua ternyata pancasila memang mempunyai sejarah yang panjang tentang perumusan-perumusan terbentuknya pancasila, dalam perjalanan ketata negaraan Indonesia. Serta masih banyak pelanggaran pelanggaran dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bangsa dan negara. Menanamkan rasa Nasionalisme dan Patriotisme harus dilakukan untuk dapat mengangkat kembali nilai-nilai norma Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi dan dasar negara kita adalah Pancasila. Pancasila terdiri dari lima sila. Kelima sila itu adalah: Ketuhanan Yang Maha Esa, Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

(3)

Latar belakang

Tugas pancasila ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan kewaganegaraan yang nantinya diharapan mampu mengarah pada terbentuk nya karakter

masyarakat Indonesia yang mampu mewujudkan nilai-nilai Pancasila yang bercirikan ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia ( bersatu untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Demokratis – Konstitusional ), ber-Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, ber-Bhineka Tunggal Ika, menjunjung tinggi kewajiban azasi dan hak azasi manusia, dan mencintai perdamaian dunia.

(4)

Rumuasan Masalah

Mengenai sikap untuk mencerminkan norma pancasila dalam masyarakat masih sangat minim. Gambaran ini tercemin dari banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan masyarakat, yaitu sebagai berikut :

 Kurang nya kesadaran masyarakat akan hukum yang telah di buat oleh pemerintah.

 Banyak nya terjadi kasus korupsi yang dilakukan oleh pemerintah.  Perkelahian antar suku, masyarakat, pelajar dan mahasiswa.  Tidak mencintai produk dalam negri.

 Kurang nya rasa nasionalisme dan patroitisme.  Kurangnya didikan yang diberikan oleh orang tua.  Faktor lingkungan.

(5)

Pendekatan – Pendekatan

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia

Masih ingat proses terbentuknya negara Indonesia sebelum proklamasi ? Para Tokoh negara kita merencanakan konsep sebuah negara melalui sidang BPUPKI pertama tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Pada saat inilah dibicarakan konsep mengenai dasar negara. Hingga saat ini setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari lahirnya Pancasila. (Walaupun sebenarnya nilai-nilai Pancasila sudah ada sejak zaman dahulu, jadi Soekarno hanya menggali saja ). Pada masa sidang itu ada beberapa usulan mengenai konsep dasar negara, diantaranya :

Usulan Muh.Yamin, lisan tanggal 29 mei 1945 :  Peri kebangsaan

 Peri kemanusiaan  Peri Ketuhanan  Peri Kerakyatan

 Kesejahteraan sosial ( Keadilan Sosial )

Usulan Muh Yamin (tertulis ) tanggal 29 Mei 1945 :  Ketuhanan Yang Maha Esa

 Rasa persatuan Indonesia

 Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab

 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan - perwakilan

 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Usulan Bung Karno ( 1 Juni 1945 ) :

 Kebangsaan

 Internasionalisme atau perikemanusiaan  Mufakat atau demokrasi

(6)

 Kesejahteraan sosial  Ketuhanan Yang Maha Esa

Pada tanggal 22 Juni 1945 BPUPKI menyetujui naskah rancangan pembukaan

UUD 1945 yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Nah didalam rancangan pembukaan ini memuat rancangan dasar negara Pancasila yang isinya :

 Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

 Kemanusiaan yang adil dan beradab  Persatuan Indonesia

 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaran perwakilan

 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Karena sebelum sidang PPKI pertama tanggal 18 Agustus PPKI

mengadakan rapat kecil yang mengubah rumusan pancasila versi Piagam Jakarta, maka rumusan Pancasila yang disetujui adalah sebagai berikut :

 Ketuhanan Yang Maha Esa

 Kemanusiaan yang adil dan beradab  Persatuan Indonesia

 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan/perwakilan  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

(7)

Pembahasan

Pengertian Ideologi Ideologi berasal dari kata

idea = konsep, pemikiran, gagasan logos = pengetahuan

Ideologi = seperangkat prinsip-prinsip yang dijadikan dasar untuk memberi arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan dan mengembangkan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.

Arti penting ideologi bagi suatu bangsa adalah untuk memberi dasar arah dan tujuan bagi bangsa dan negara dalam menjalankan kehidupannya. Dan pada hakikatnya kelima sila dalam pancasila saling berhubungan satu sama lain. Atau setiap sila dalam Pancasila dijiwai oleh sila-sila yang lain.

Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara

Nilai-nilai Pancasila terkandung dalam buku Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca pada tahun Saka 1478 atau 1365 Masehi. Buku ini menceritakan tentang kejayaan Majapahit dibawak kepemimpinan Hayam Wuruk dengan patihnya yang terkenal yaitu Gajah Mada.

Pancasila sebagai ideologi terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka berarti ideologi yang tidak dipaksakan dari luar tetapi terbentuk justru atas kesepakatan masyarakat, sehingga merupakan milik masyarakat.

Sikap positif terhadap Pancasila Dalam kehidupan politik.

 Mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggungjawab.  Menyelenggarakan pemilu dengan baik dan penuh tanggung jawab.  Menjalankan kegiatan pemerintahan dengan jujur dan konsekuen.

(8)

Dalam kehidupan ekonomi.

 Memanfaatkan sumber daya alam dengan sebaik-baiknya.

 Menghilangkan gangguan dalam ekonomi (korupsi,kolusi,monopoli,dll).  Membuat peraturan yang memperkuat perekonomian (UU Antimonopoli,dll). Dalam kehidupan social.

 Sila pertama : Menghargai dan menghormati antar pemeluk agama.  Sila kedua : Membantu sesama.

 Sila ketiga : Mengutamakan persatuan / kerukunan.  Sila keempat : Mengutamakan musyawarah.

 Sila kelima : Menjaga keseimbangan hak dan kewajiban.

Nasionalisme

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.

Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan

(9)

suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.

Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya.

Beberapa bentuk dari Nasionalisme

Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudul Du Contract Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia "Mengenai Kontrak Sosial").

Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat").

Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme

identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh

kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik. Misalnya "Grimm Bersaudara" yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman.

(10)

Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya. Contoh yang terbaik ialah rakyat Tionghoa yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. Unsur ras telah dibelakangkan di mana golongan Manchu serta ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok. Kesediaan dinasti Qing untuk menggunakan adat istiadat Tionghoa membuktikan keutuhan budaya Tionghoa. Malah banyak rakyat Taiwan menganggap diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak RRC karena pemerintahan RRC berpaham komunisme.

Patriotisme

Patriotisme adalah sikap rela berkorban demi bangsa dan negara.

Patriotisme pemuda Indonesia telah memiliki peranan penting dalam mengubah perjalanan sejarah bangsa. Mulai dari Sumpah Pemuda tahun 1928 hingga era reformasi 1998. Semuanya tak lepas dari peran pemuda pada saat itu. Semangat patriotisme generasi muda ini masih diperlukan kendati kemerdekaan Republik Indonesia telah memasuki usia yang ke 64 tahun. Bagaimana generasi muda saat ini membuktikan patriotismenya kepada bangsa dan negara ?

Menurut saya banyak cara yang bisa dilakukan para generasi muda untuk

menunjukkan rasa patriotismenya. Yakni dengan mengisi kegiatan sehari-harinya dengan hal-hal yang positif dan berguna bagi dirinya sendiri, masyarakat dan bangsa. Seperti lewat kegiatan olahraga, seni, diskusi, pendidikan dan lain sebagainya.

Generasi muda yang anti patriotisme adalah mereka-mereka yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, norma sosial dan agama serta yang dapat merugikan dirinya sendiri. Seperti mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang, gemar minum minuman keras, pergaulan bebas dan sejenisnya adalah bentuk dari sikap anti patriotisme. Seharusnya para pemuda indonesia menerapkan prinsip Student Today, Leader Tomorrow. Maksudnya

(11)

pemuda harus terus belajar meningkatkan kualitas dirinya, sehingga kelak dapat menjadi pemimpin yang baik. Karena Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk jiwa patriotisme para generasi muda.

Kita tahu patriotisme merupakan wujud sikap cinta tanah air. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menyentuh aspek jiwa pada pelajar. Patriotisme membawa kemajuan bangsa apalagi dalam bidang pendidikan. Sikap patriotisme, nasionalisme, dan hidup mandiri merupakan hal yang sangat penting. Karena akan membawa kemakmuran dan kemajuan suatu bangsa.

(12)

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Pengamalan Pancasila, Nasionalisme dan Patriotisme sangatlah penting, baik dikalangan orang dewasa, remaja maupun di kalangan anak-anak. Nilai pengamalan Pancasila, Nasionalisme dan Patriotisme dikalangan anak-anak bisa saja memudar karena faktor internal dan juga faktor eksternal. Sikap keluarga dan lingkungan sekitar yang tidak mencerminkan rasa nasionalisme dan patriotisme, sehingga para anak meniru sikap tersebut. Para anak merupakan peniru yang baik terhadap lingkungan sekitarnya. Tertinggalnya Indonesia dengan Negara-negara lain dalam segala aspek kehidupan, membuat para pemuda tidak bangga lagi menjadi bangsa Indonesia. Timbulnya etnosentrisme yang menganggap sukunya lebih baik dari suku-suku lainnya, membuat anak lebih mengagungkan daerah atau sukunya daripada persatuan bangsa. Cepatnya arus globalisasi yang berimbas pada moral pemuda. Mereka lebih memilih kebudayaan negara lain, dibandingkan dengan kebudayaanya sendiri, sebagai contohnya para pemuda lebih memilih memakai pakaian minim yang mencerminkan budaya barat dibandingkan memakai batik atau baju yang sopan yang mencerminkan budaya bangsa

Indonesia. Para pemuda kini dikuasai oleh narkoba dan minum - minuman keras, sehingga sangat merusak martabat bangsa Indonesia. Paham liberalisme yang dianut oleh negara-negara barat yang memberikan dampak pada kehidupan bangsa. Anak cenderung meniru paham libelarisme, seperti sikap individualisme yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan keadaan sekitar dan sikap acuh tak acuh pada pemerintahan.

(13)

Saran

Pengamalan Pancasila, rasa Nasionalisme dan Patriotisme, rasa Cinta Tanah Air seharus nya ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar rasa terhadap cinta tanah air tertananam di hatinya dan dapat menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya. Serta harus mempunyai sikap mental yang kuat dan konsisten serta mampu mengeksplorasi diri adalah salah satu bentuk konkrit yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada saat ini.

(14)

Daftar Pustaka

Surbakti, Ramlan, Ideology Sebagai Dasar Negara, Jakarta : Gramedia Widya Sarana, 1992

Ideologi, Pancasila, dan Konstitusi” Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H,

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

www.google.com

Suardi Abubakar, dkk. 2000. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 SMU.Jakarta: Yudhistira.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :