BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Raya Panjang Blok Z/III Green Garden Kedoya Jakarta Barat 11520,

27 

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat Perusahaan

Penulis melakukan penelitian pada perusahaan tempat penulis bekerja yakni: PT.MNC SV yang berkantor pusat di Gedung Wisma Indovision, Jl. Raya Panjang Blok Z/III Green Garden Kedoya Jakarta Barat 11520, Indonesia.

Pada awalnya PT.MNC SV bernama PT. MLC, sebagai perusahaan pemegang lisensi pendistribusian tayangan televisi berlangganan melalui satelit di Indonesia dengan merk dagang Indovision Digital didirikan pada tanggal 8 agustus 1988. Perusahaan yang memasarkan produk jasa pendistribusian tayangan televisi berlangganan melalui satelit pada awal tahun 1994, bertanggung jawab atas pemasaran program, pengelolaan serta pelayanan kepada pelanggan.

Pada mulanya PT. MLC menggunakan jasa satelit palapa C-2 untuk menggunakan transporder dan sistem broadcasting serta menggunakan sistem analog dengan frekuensi C-Band. Kemudian di rancanglah proyek pembuatan dan peluncuran satelit Indostar-1 atau yang kini lebih di kenal dengan nama satelit Cakrawarta-1 yang khusus menggunakan frekuensi S-band yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca, sesuai dengan keadaaan

(2)

daerah tropis pada umumnya serta memiliki jejak jangkauan (footprint) ke seluruh wilayah Indonesia. Adapaun yang bertanggung jawab mengelola dan mengoperasikan satelit tersebut adalah PT. MCI yang didirikan pada 22 Juli 1991, dimana kepemilikan sahamnya 100% dimiliki oleh PT. MLC. Melalui satelit ini, PT MLC dapat memberikan layanan pendistribusian tayangan saluran-saluran televisi berlangganan lokal dan mancanegara melalui indovision yang di sajikan kepada para pelanggan di Indonesia secara optimal dengan menggunakan decoder digital dan antena parabola mini berdiameter 80 cm.

Pada tahun 1997, PT MLC melakukan inovasi dengan mengubah signal penayangannya dari analog menjadi digital. Inovasi ini berhasil meningkatkan kualitas penerimaan gambar maupun suara bagi pelanggan Indovision. Baik PT MLCl maupun PT MCI berada di dalam kelompok usaha yang bernaung dibawah sebuah induk perusahaan bernama PT DATAKOM ASIA. Pada bulan November 2007, PT MLC berubah nama menjadi PT MNC SV yang berada dalam naungan induk perusahaan GLOBAL MEDIACOM. Untuk memperluas pangsa pasar dan memperkuat posisi PT MNC SV sebagai market leader Pay TV di Indonesia, maka pada 1 November 2007 diluncurkan produk baru bernama TOP TV yang menghadirkan

channel-channel pilihan untuk keluarga dengan harga tejangkau dan peralatan

dipinjamkan. Untuk tahap pertama Top TV di pasarkan kepada masyarakat di daerah Sumatra Utara, Aceh, Jawa Tengah dan Jogjakarta. Mulai 1 April 2008 Top TV di tawarkan di seluruh Indonesia.

(3)

PT.MNC SV menggunakan nama produk baru dengan penawaran maupun target pasar yang berbeda dengan produk sebelumnya yang dimiliki Indovision. Hingga saat ini PT. MNC SV memilki 2 produk yang berbeda yaitu Indovision yang ditujukan bagi kalangan atas (premium) dan TOP TV yang di tujukan bagi kalangan menengah.

2. Struktur Organisasi

Gambar 3.1

(4)

Sedangkan untuk tugas masing-masing departemen adalah sebagai berikut : 1. Direktur Pelaksana

Tugas:

a. Menyusun dan mengembangkan serta merumuskan tujuan dan kebijaksanaan perusahaan secara umum.

b. Menetapkan rencana jangka panjang maupun jangka pendek mengenai kegiatan perusahaan.

c. Mengawasi para manajer dalam melaksanakan tugasnya apakah terdapat penyimpangan terhadap kebijakan yang di tetapkan.

d. Mengevaluasi dan menganalisa setiap laporan berkala yang di terima dari para manager.

Wewenang :

a. Mewakili perusahaan dalam menjalin kerjasama yang baik dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta demi kepentingan operasional perusahaan.

b. Mengangkat dan Menghentikan manajer.

c. Mengambil tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang diperlukan dengan tujuan untuk kemajuan perusahaan.

2. Direktorat Sales & Marketing Tugas Manager Sales :

a. Memantau perkembangan perusahaan pesaing di luar.

b. Memberikan pengarahan kepada bawahannya, agar dapat merekrut

(5)

c. Menentukan strategi dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan sejenis.

Wewenang :

Menetapkan kebijakan mengenai penjualan produk kepada relasi selama tidak menyimpang dari kebijakan perusahaan.

Tanggung jawab:

Bertanggung jawab mengenai naik atau turunnya atas penjualan perusahaan kepada manager director.

Tugas Manager marketing :

a. Melakukan analisa pasar terhadap selera maupun kebutuhan pelanggan b. Merencanakan dan menentukan strategi pemasaran yang tepat.

c. Mengusahakan agar tercapainya tingkat pemasaran yang ditargetkan. d. Memperbaiki dan mengembangkan rencana yang di dasarkan pada

hasilnya. Wewenang :

a. Menetapkan kebijakan pelayanan demi tercapainya target yang telah ditetapkan.

b. Menetapkan harga agar pelanggan tertarik untuk menggunakan jasa yang ditawarkan.

Tanggung Jawab :

Bertanggung jawab kepada manajer director terhadap pencapaian target yang telah ditetapkan dalam rencana kerja perusahaan.

(6)

3. Direktorat Finance & accounting Tugas manajer Finance :

a. Melakukan pembayaran untuk semua pengajuan dana untuk kegiatan operasional perusahaan.

b. Mengawasi posisi kas perusahaan

c. Menjaga dan bertanggung jawab atas kas perusahaan. Tugas manager Accounting:

a. Menyusun laporan keuangan perusahaan b. Menganalisa laporan keuangan perusahaan c. Menghitung dividen bagi pemegang saham d. Menghitung pajak tahunan

e. Menghitung kenaikan gaji karyawan Wewenang:

Menetapkan kebijakan keuangan dalam perusahaan Tanggung jawab:

Bertanggung jawab atas kinerja perusahaan dilihat dari catatan-catatan akuntansi yang ada pada manager director.

4. Direktorat Teknik

a. Melakukan pemasangan untuk pelanggan baru

b. Melakukan service atau perbaikan bagi customer yang melaporkan adanya kerusakan teknis.

(7)

5. Direktorat HR & General service Tugas :

a. Memecahkan masalah –masalah yang berhubungan dengan kepegawaian b. Mencari karyawan menurut kebutuhan bagian yang memerlukan

c. Menyeleksi calon karyawan dan menyimpan arsip mengenai data perusahaan.

d. Mengadakan training untuk meningkatkan kemampuan para pegawai perusahaan.

Wewenang :

Menetapkan kebijakan umum personalia. Tanggung jawab:

a. Bertanggung jawab atas administrasi surat-surat yang masuk atau keluar yang berhubungan dengan perusahaan.

b. Bertanggung jawab untuk menyediakan sumber daya manusia yang kompeten bagi kemajuan perusahaan.

6. Direktorat Subsriber Manjemen Tugas

a. Menyajikan layanan untuk mendukung pelanggan dan menjamin kepuasan pelanggan.

b. Memberikan laporan tepat waktu tentang permasalahan pelanggan kepada manajemen.

(8)

c. Membangun hubungan kerja yang erat dengan pelanggan, manajemen Produk dan sumber daya internal.

Wewenang :

Mengelola dan memastikan resolusi yang cepat dan lengkap dalam penggunaan dukungan login.

Tanggung Jawab

a. Mengembangkan solusi untuk menghadapi permasalahan pelanggan, dan tidak terbatas pada penagihan dan konfigurasi pembayaran dan instalasi, juga persyaratan pelanggan yang spesifik.

b. Meningkatkan kualitas dan efisiensi dukungan pelanggan dan memberikan kontribusi pada basis pengetahuan bagi pelayanan.

6. Audit Tugas :

Mengkoordinir dalam pelaksanaan pengawasan kegiatan umum perusahaan, sehingga dapat diperoleh efisiensi kerja yang tinggi dengan mengikuti prosedur kerja dan kebijakan yang berlaku.

Wewenang :

Memberikan asistensi kepada semua departemen dan melakukan koordinasi atas permasalahan yang dihadapi sehingga masalah-masalah yang timbul dapat terselesaikan.

(9)

Tanggung jawab :

Memberikan laporan kepada manajemen atas permasalahan yang terjadi sehingga dapat membantu manajemen dalam mengambil kebijakan dan keputusan.

B. Metode Penelitian

Untuk penulisan skripsi ini, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kausal yaitu merupakan penelitian untuk mengetahui pengaruh antara satu atau lebih variable bebas (independent variable) terhadap variabel terikat (dependent variable). Dalam hal ini untuk mengetahui pengaruh Audit SDM dan pengendalian internal (independent variable) terhadap kinerja karyawan (dependent varible).

C. Hipotesis

Pengujian terhadap hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:

H1 : Terdapat pengaruh antara Audit SDM terhadap kinerja karyawan.

H2 : Terdapat pengaruh antara pengendalian internal terhadap kinerja karyawan.

D. Definisi Operasional Variabel

Untuk dapat melihat seberapa besar pengaruh audit SDM dan pengendalian internal terhadap kinerja karyawan. Didalam penelitian ini

(10)

terdapat variabel terikat yaitu Kinerja Karyawan (Y), dan variabel bebas yaitu Audit SDM (X1) dan Pengendalian Internal (X2).

Variabel yang dimaksud sesuai dengan masalah yang diteliti adalah sebagai berikut:

a. Variabel pertama yaitu Audit SDM di PT.MNC SV, X1 = Audit SDM. b. Variabel kedua yaitu Pengendalian Internal di PT. MNC SV, X2 = Internal

Control.

c. Variabel ketiga yaitu Kinerja Karyawan, Y = Kinerja.

Skala pengukuran yang digunakan dalam penulisan ini adalah skala ordinal yang memungkinkan penulis untuk mengurutkan responden kedalam urutan rangking atas dasar sikapnya terhadap permasalahan yang diteliti.

1. Variabel Independen a. Audit SDM

1. Definisi Konseptual

Audit SDM adalah pemeriksaan dan penilaian secara sistematis, objektif dan terdokumentasi terhadap fungsi-fungsi organisasi yang terpengaruh oleh manajemen SDM dengan tujuan memastikan dipenuhinya asas kesesuain, efektifitas, dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk mendukung tercapainnya sasaran-sasaran fungsional maupun tujuan organisasi secara keseluruhan baik untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

(11)

2. Definisi Operasional

Tingkat pengungkapan informasi ini diukur dengan menggunakan kuesioner yang berisi peryataan. Variabel Audit SDM ini diturunkan ke dalam 4 indikator yaitu : pengaruh dari Audit SDM, tujuan dari audit SDM, pelaksanaan dari audit SDM dan laporan hasil audit.

Tabel 3.2

Ikhtisar Variabel Audit SDM, Indikator, Skala Pengukuran dan Instrumen

Variabel Indikator

Skala

pengukuran Instrumen Audit Sumber Daya

Manusia atas kinerja karyawan

1. Pengaruh dari audit SDM

2. Tujuan dari audit SDM 3. Pelaksanaan dari audit

SDM

4. Laporan Hasil Audit

Ordinal Kuisioner

Instrument yang digunakan untuk mengukur pengaruh audit SDM terhadap kinerja karyawan terdiri dari 26 item pernyataan. Masing-masing item pertanyaan tersebut diukur dengan menggunakan Skala Likert 4 poin, dimana untuk pernyataan positif jika semakin mengarah ke poin 1 menunjukkan bahwa semakin sedikit pengaruh peranan audit SDM terhadap kinerja karyawan dan jika semakin mengarah ke poin 4

(12)

menunjukkan bahwa pengaruh peranan audit SDM terhadap kinerja karyawan semakin besar.

b. Pengendalian Internal 1. Definisi Konseptual

Pengendalian internal (internal control) adalah suatu sistem pengendalian yang meliputi struktur organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan dengan tujuan untuk mengamankan aktiva perusahaan; mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi; meningkatkan efisiensi; dan mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi. Pengendalian internal dapat diharapkan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan mutlak, bagi manajemen dan dewan komisaris entitas.

2. Definisi Operasional

Tingkat pengungkapan pengaruh pengendalian internal ini diukur dengan menggunakan kuesioner yang berisi peryataan. Variabel Pengendalian internal ini diturunkan ke dalam 5 indikator yaitu : lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, informasi dan komunikasi, aktivitas pengendalian, dan pemantauan.

(13)

Tabel 3.3

Ikhtisar Variabel Pengendalian Internal, Indikator, Skala Pengukuran dan Instrumen

Variabel Indikator

Skala

pengukuran Instrumen Pengendalian internal atas

kinerja karyawan 1.Lingkungan pengendalian (control environment) 2.Penaksiran/penentuan resiko 3. Aktivitas pengendalian 4.Informasi dan komunikasi 5.Pengawasan/Monitoring Ordinal Kuisioner

Instrument yang digunakan untuk mengukur peranan pengendalian internal terhadap kinerja karyawan terdiri dari 21 item pernyataan. Masing-masing item pertanyaan tersebut diukur dengan menggunakan Skala Likert 4 poin, dimana untuk pernyataan positif semakin mengarah ke poin 1 menunjukkan bahwa pengaruh pengendalian internal terhadap kinerja karyawan tidak efektif sedangkan jika semakin mengarah ke poin 4

(14)

menunjukkan bahwa pengaruh pengendalian internal terhadap kinerja karyawan sangat efektif.

2. Variabel Dependen

Variabel dependen dalam peneltian ini adalah kinerja karyawan. 1. Definisi Konseptual

Kinerja karyawan merupakan proses yang di lakukan perusahaan dalam mengevaluasi kinerja pekerjaan sesorang. Apabila hal itu di kerjakan dengan benar, maka para karyawan, penyelia mereka, departemen SDM, dan akhirnya perusahaan akan menguntungkan dengan jaminan bahwa upaya para individu karyawan mampu mengkontribusi pada focus strategi dari perusahaan. Kinerja karyawan ini juga di gunakan oleh perusahaan sebagai acuan bagi perusahaan dalam penentuan bonus bagi karyawan yang berkinerja baik.

2. Definisi Operasional

Pengukuran kinerja karyawan ini diukur dengan menggunakan kuesioner yang berisi peryataan. Variabel kinerja karyawan ini diturunkan ke dalam 10 indikator yaitu kualitas pekerjaan, kejujuran karyawan, inisiatif, kehadiran, sikap, kerja sama, keandalan, pengetahuan tentang pekerjaan, tanggung jawab, pemanfaatan waktu.

(15)

Tabel 3.4

Ikhtisar Variabel Kinerja Karyawan, Indikator, Skala Pengukuran dan Instrumen

Variabel Indikator

Skala

pengukuran Instrumen Kinerja Karyawan 1. Kualitas pekerjaan

2. Kejujuran karyawan 3. Inisiatif 4. Kehadiran 5. Sikap 6. Kerja sama 7. Keandalan 8. Pengetahuan tentang pekerjaan 9. Tanggung jawab 10. Pemanfaatan waktu. Ordinal Kuisioner

Instrument yang digunakan untuk menilai kinerja karyawan terdiri dari 26 item pernyataan. Masing-masing item pernyataan tersebut diukur dengan menggunakan Skala Likert 4 poin, dimana untuk pernyataan positif semakin mengarah ke poin 1 menunjukkan bahwa kinerja karyawan kurang baik sedangkan jika semakin mengarah ke poin 4 menunjukkan bahwa kinerja karyawan semakin baik.

(16)

3. Penilaian Kuesioner

Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian yaitu: 1. Data diri responden

Pada bagian ini berisi pertanyaan tentang identitas responden, meliputi nama responden, jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, lama bekerja, unit kerja/divisi dan status perkawinan responden.

2. Pernyataan mengenai Audit SDM dan pengendalian internal serta penilaian kinerja karyawan

Pada bagian ini berisi pernyataan mengenai Pengaruh Audit SDM dan pengendalian internal serta penilaian kinerja Karyawan. Jenis pernyataan adalah tertutup, dimana responden hanya tinggal member tanda

tick mark (√) pada jawaban yang telah tersedia.

Adapun setiap jawaban dari pernyataan tersebut telah ditentukan skornya. Berikut tabel penilaian atau skor alternative dari setiap jenis pernyataan yang akan digunakan dalam penelitian.

Tabel 3.5 Tabel skor pernyataan

Jenis Jawaban Skor Pernyataan (+)

Sangat setuju (SS) 4

Setuju (S) 3

Tidak Setuju (TS) 2

(17)

E. Metode Pengumpulan Data

Intrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara : a. Kuisioner (Pernyataan)

Merupakan teknik pengumpulan data dimana Penulis membuat pernyataan mengenai pengaruh audit SDM terhadap kinerja karyawan, pelaksanaan tugas pengendalian internal dalam mengefektifkan kinerja perusahaan, serta tata cara penilaian kinerja karyawan pada PT.MNC SV.

b. Penelitian Lapangan (field research)

Tujuan dari penelitian lapangan adalah untuk memperoleh data primer mengenai pengaruh audit SDM dan pengendalian internal dalam meningkatkan efektifitas kinerja karyawan pada PT.MNC SV.

c. Penelitian Kepustakaan

Pengumpulan bahan sebagai dasar teori beberapa literatur yang erat hubungannya dengan masalah yang di teliti. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh data-data sekunder sebagi dasar atau landasan teoritis yang ada kaitannya dengan masalah yang di teliti.

F. Jenis Data

Penulisan yang dilakukan penulis merupakan studi kasus dimana sumber datanya adalah:

a. Data primer

Data primer merupakan dataa yang diperoleh penulis untuk tujuan khusus dalam menjawab masalah penulisan. Data primer dalam penulisan

(18)

ini adalah data tentang kinerja karyawan berdasarkan performance

appraisal yang bersumber dari data sekunder PT.MNC SV.

b. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang di kumpulkan untuk tujuan tertentu selain dari masalah penulisan. Data Penulisan sekunder berupa data mengenai standar operasional prosedur karyawan. Struktur organisasi PT.MNC SV, serta job description masing-masing divisi antara lain: HR

Training, Sales, Marketing, sales modern store, DTH Dealer, Sales call center, I Corner, Sales Hotel SMATV, Sales TOP TV, Sales DTH admin, sales DTD, DTH admin, subscriber operation, contact center, operational, correspondence, branch relation, SRLM, Technical service, penarikan, repair rekondisi, distribusi&importasi, purchasing, general service, finance&accounting. Corporate secretary, compliance audit, corporate information, technologi, HRD, Branch operation.

G. Populasi dan Sample 1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini dilakukan pada karyawan PT MNC SV pada, pengambilan sampel ini dilakukan secara acak terhadap karyawan PT.MNC SV. Jumlah sampel diambil sebanyak 66 orang,

2. Sampel adalah memilih sejumlah tertentu dari keseluruhan populasi. 3. Metode Pengambilan Sampel

(19)

Metode yang digunakan dalam pengambilan sample yaitu probability sampling dengan mengambil sample secara acak.

H. Metode Analisis Data a. Uji Instrumen

1. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama (simultan) variabel-variabel independen (bebas) terhadap variabel dependen (terikat). Pembuktian dilakukan dengan cara membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel pada tingkat kepercayaan 5% dan derajat kebebasan (degree of freedom) df = (n-k-1) dimana n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel.

Kriteria pengujian yang digunakan adalah: Jika Fhitung > Ftabel (n-k-1) maka Ho ditolak

Artinya secara statistik data yang digunakan membuktikan bahwa semua variabel independen (X1 dan X2) berpengaruh terhadap nilai variabel (Y).

Jika Fhitung < Ftabel (n-k-1) maha Ho diterima

Artinya secara statistik data yang digunakan membuktikan bahwa semua variabel independen (X1 dan X2) tidak berpengaruh terhadap nilai variabel (Y).

(20)

Selain itu uji F dapat pula dilihat dari besarnya probabilitas value

(p value) dibandingkan dengan 0,05 (taraf signifikansi α = 5%). Adapun

kriteria pengujian yang digunakan adalah: a. Jika p value < 0,05 maka Ho ditolak b. Jika p value > 0,05 maka Ho diterima

Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar presentase sumbangan dari variabel independen X1, X2 secara bersama-sama terhadap persepsi mahasiswa sebagai variabel dependen dapat dilihat dari besarnya koefisien determinasi (R2). Dimana R2 menjelaskan seberapa besar variabel independen yang digunakan dalam Penulisan ini mampu menjelaskan variabel independen.

2. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji t dilakukan dengan membandingkan antara thitung dengan ttabel. Untuk menentukan tabel ditentukan dengan tingkat signifikasi 5% dengan derajat kebebasan df = (n-k-1) dimana n adalah jumlah responden dan ka adalah jumlah variabel. Kriteria pengujian yang digunakan adalah:

a. Jika thitung > ttabel (n-k-1) maka Ho ditolak b. Jika thitung < ttabel (n-k-1) maka Ho diterima

Selain uji t tersebut dapat pula dilihat dari besarnya probabilitas

(21)

Adapun kriteria pengujian yang digunakan adalah: a. Jika p value < 0,05 maka Ho ditolak b. Jika p value > 0,05 maka Ho diterima

Untuk mengetahui seberapa besar prosentase sumbangan dari variabel independen X1, X2 secara parsial terhadap variabel dependen dapat dilihat dari besanya koefisien determinasi (r2). Dimana r2 menjelaskan seberapa variabel independen yang digunakan dalam Penulisan ini mampu menjelaskan variabel dependen.

3. Uji Validitas

Suatu angket dinyatakan valid (sah) jika pernyataan suatu angket mampu untuk mengungkap sesuatu yang akan diukur oleh angket tersebut. Menurut Dwi priyatno (2008) validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin di ukur. Dalam penelitian ini yang akan di ukur adalah peranan audit SDM dan efektifitas pengendalian internal terhadap kinerja karyawan, jika valid berarti instrument (pernyataan) itu akan di gunakan untuk mengukurnya. Pengujian validitas dengan menggunakan rumus koefisien korelasi pearson (pearson’s product moment).

Dasar keputusannya adalah :

1. Jika ? – value < 0,05 = valid 2. Jika ? – value > 0,05 = tidak valid

(22)

Uji validitas menggunakan the pearson product moment dengan korelasi

pearson. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:

a. Jika r hitung ≥ r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pernyataan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid)

b. Jika r hitung < r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pernyataan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).

4. Uji Reliabilitas

Kriteria pengujian reabilitas dilakukan dengan melihat coefisien

cronbac’s Alpha yang bertujuan untuk menunjukan sejauh mana suatu

hasil pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Menurut Dwi Priyatno (2008), coefisien cronbac’s Alpha yang cukup diterima (acceptable/realiable) adalah yang bernilai antara 0,6 sampai 0,7 atau lebih.

Dasar pengambilan keputusan uji reabilitas yaitu jika:

1. Coefisien cronbac’s Alpha ≥ cronbac’s Alpha dapat diterima

(Acceptable/Reliable)

2. Cronbac’s Alpha ≤ Cronbac’s Alpha tidak dapat diterima (Poor acceptable/Unreablable).

(23)

b. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Uji normalitas adalah pengujian tentang kenormalan distribusi data. Data terdistribusi secara normal bahwa data akan mengikuti bentuk distribusi normal di mana data memusat pada nilai rata-rata (mean) dan median dengan menggunakan grafik distribusi dan analisis statistik. Dalam penelitian ini, uji norPmalitas yang digunakan ialah uji P-Plot Test. Uji ini berguna untuk melihat apakah data yang telah berdistribusi normal atau tidak. Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat apakah penyebaran data (tidak) pada sumbu diagonal dari grafik normal. Dasar pengambilan keputusannya yakni:

a. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas adalah pengujian untuk asumsi analisis regresi berganda. Asumsi multikolinearitas menyatakan bahwa variabel independen harus terbebas dari gejala multikolinearitas. Gejala multikolinearitas merupakan gejala korelasi antar variabel independen.

(24)

Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi adalah sebagai berikut:

a. Nilai R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat tinggi, tetapi secara individual variabel-variabel independen banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel dependen. b. Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen. Jika antar

variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya di atas 0,90), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinearitas. Tidak adanya korelasi yang tinggi antara variabel independen tidak berarti bebas dari multikolinearitas. Multikolinearitas dapat disebabkan karena adanya efek kombinasi dua atau lebih variabel independen.

c. Multikolinearitas dapat juga dilihat dari nilai tolerance dan lawannya yakni Variance Inflation Faktor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Dalam pengertian sederhana setiap variabel independen menjadi variabel dependen dan diregres terhadap variabel lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Nilai cut-off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0,1 atau sama dengan nilai VIF > 10.

(25)

Adapun langkah-langkah dalam pengujian multikolinearitas yakni: Ho : Tidak ada multikolinearitas

Ha : Ada multikolinearitas

Berdasarkan dasar pengambilan keputusan berikut ini: Jika VIF > 10, maka Ho ditolak (ada multikolinearitas). Jika VIF < 10, maka Ho diterima (tidak ada multikolinearitas).

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mennguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Model regresi yang tidak terjadi heteroskedastisitas menunjukkann bahwa model regresi tersebut memiliki kesamaan varians atau data bersifat homogen. Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan menggunakan uji Rank

Spearmen. Uji ini mengusulkan untuk meregresikan nilai residual terhadap

variabel independen. Adapun langkah-langkah dalam pengujian heteroskedastisitas yakni:

Ho : Tidak ada heteroskedastisitas. Ha : Ada heteroskedastisitas.

Berdasakan pengambilan keputusan berikut ini:

(26)

2) Jika signifikan > 0,05, maka Ho diterima (tidak ada heteroskedastisitas).

4. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui variabel dependen tidak berkorelasi dengan dirinya sendiri. Maksud korelasi dengan diri sendiri adalah nilai dari variabel dependen tidak berhubungan dengan nilai variabel itu sendiri, baik periode sebelumnya atau nilai periode sesudahnya. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi digunakan uji Durbin-Watson dengan ketentuan berikut ini:

1. Jika 0 < dW > dl maka Ho ditolak dan terdapat autokorelasi. 2. Jika dl < dW < du maka Ho tidak dapat disimpulkan sehingga tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti.

3. Jika du < dW < 4-du maka Ho diterima dan tidak ada autokorelasi.

c. Metode Analisis Regresi

Analisa data adalah cara-cara mengolah data yang telah terkumpul kemudian dapat memberikan interpretasi. Hasil pengolahan data ini digunakan untuk menjawab masalah yang telah dirumuskan.

Analisa data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda dengan persamaan sebagai berikut:

(27)

Dimana: Y : Kinerja karyawan X1 : Audit SDM X2 : Pengendalian intenal β0 : Intercept (konstanta) β1 : Koefisien regresi e : Error

Toleransi kesalahan (α) yang ditetapkan sebesar 5% dengan signifikasi sebesar 95%.

Analisa pengujian data bersifat kuantitatif, oleh karena itu data yang di simpulkan adalah data kuantitatif. Analisi di lakukan dengan membuat kuisioner, dimana teori-teori yang telah di uraikan dalam penelitian kepustakaan di bandingkan dengan praktek sesungguhnya yang terjadi di perusahaan.

Analisa data di lakukan dengan cara: analisa fakta-fakta dari hasil kegiatan penelitian lapangan sehingga penulis memperoleh data tentang kegiatan objek Penulisan yang sebenarnya. Pengujian dilakukan dengan perhitungan prosentase yang menunjukan berapa besar peranan audit SDM dan pengendalian internal dalam menunjang kinerja karyawan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :