• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk

DAN ANAK PERUSAHAAN

(Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

Laporan Keuangan (Tidak Diaudit)

Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal

30 Juni 2010 Dan 2009

(2)

4.

Laporan Perubahan Ekuitas

3

5.

Laporan Arus Kas

4

(3)

30-Juni-2010 30-Juni-2009

Catatan (disajikan kembali)

ASET

Kas dan setara kas 2d, 3 62,009,838,698 162,516,402,651

Investasi jangka pendek 2g, 4 125,947,818,480 124,331,252,698

Piutang usaha - pihak ketiga 5 36,181,615,167 35,076,201,144

Piutang sewa 2j, 6 42,114,182,663 37,243,856,388

Piutang lembaga kliring dan penjaminan 7 3,287,151,500 6,548,482,115

Piutang pembiayaan konsumen 2l, 8 10,655,746,129 11,061,532,407

Tagihan anjak piutang 2k, 9 48,034,564,367 54,611,466,427

Piutang nasabah 2f, 10 15,543,414,520 18,251,557,334

Piutang premi 2h, 11 - 7,429,095,357

Piutang jasa perantara asuransi - 874,463,552

Piutang lain-lain & Pend. Ymh diterima 12 7,313,300,362 4,998,807,154

Persediaan 2m, 13 70,921,925,336 70,832,874,980

Biaya dibayar di muka 14 1,170,624,491 469,552,939

Uang muka 15 400,594,235,027 347,385,570,717

Piutang hubungan istimewa 2c, 16 99,217,579,936 89,341,914,447

Penyertaan saham 2n, 17 205,000,000 13,474,981,521

Pajak dibayar di muka 29a 5,022,120,091 7,083,796,390

Aset pajak tangguhan 29e 7,648,974,544 12,114,862,748

Jaminan pembelian aset properti 18 515,433,167,339 515,433,167,339

Aset tetap - setelah dikurangi 2o, 19

akumulasi penyusutan sebesar Rp. 17,095,567,968 pada Juni 2010

dan Rp. 14,819,206,380 pada Juni 2009 27,245,214,056 48,953,388,168

Tanah yang belum dikembangkan 2p, 20 8,200,000,000 8,200,000,000

Aktiva lain-lain 21 799,100,877 237,207,432

Selisih harga perolehan di atas nilai buku investasi 2t - 6,237,468,697

JUMLAH AKTIVA 1,487,545,573,584 1,582,707,902,604

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan

1a

(Dalam Rupiah penuh)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)

NERACA KONSOLIDASI PER 30 JUNI 2010 Dan 2009

(4)

30-Juni-2010 30-Juni-2009

Catatan (disajikan kembali)

KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN

Hutang bank 22 34,469,431,246 70,449,206,301

Hutang usaha - pihak ketiga 23 11,093,736,628 13,191,912,311

Hutang lembaga kliring dan penjaminan 24 3,544,467,000 9,527,048,500

Hutang nasabah 25 15,939,026,999 12,036,489,986

Hutang asuransi 26 467,758,980 8,582,757,533

Hutang lain-lain 27 22,116,113,779 4,616,478,118

Hutang hubungan istimewa 2c, 28 29,209,995 35,378,937,917

Hutang pajak 29b 1,871,281,863 2,241,118,640

Biaya yang masih harus dibayar 30 8,518,800,889 5,671,346,530

Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan 2s, 31 2,627,159,581 2,254,765,226

Kewajiban manfaat polis masa depan 2r, 32 6,236,469,682 6,080,446,660

106,913,456,642 170,030,507,722

Selisih nilai buku investasi di atas harga perolehan 2t 72,447,618,806 81,830,543,096

HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK

PERUSAHAAN 2b 21,323,674,970 31,080,613,665

EKUITAS 1b, 33

Modal saham - nilai nominal Rp.100 per saham Modal dasar - 100.000.000.000 saham pada

tahun 2010 dan 2009

Modal ditempatkan dan disetor penuh

-13.474.800.000 saham pada tahun 2010 dan 2009 1,347,480,000,000 1,347,480,000,000

Biaya emisi saham (38,703,454,315) (38,703,454,315)

Laba belum direalisasi atas portofolio efek (4,265,190,600) (4,265,190,600)

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (4,972,286,870) (7,419,703,743)

Selisih transaksi perubahan ekuitas anak

perusahaan 2u 839,800,619 3,190,533,707

Saldo laba (13,518,045,669) (515,946,928)

Jumlah ekuitas 1,286,860,823,165 1,299,766,238,121

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1,487,545,573,584 1,582,707,902,604

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan

(5)

Catatan Jan-Jun.2010 Jan-Jun.2009 (disajikan kembali)

PENDAPATAN BERSIH 2f, 2w, 34 7,592,808,255 13,280,014,693

BEBAN POKOK PENDAPATAN 2f, 2w, 35 4,964,515,751 11,949,138,946

LABA KOTOR 2,628,292,504 1,330,875,747

BEBAN USAHA

Penjualan 36 1,258,353,628 1,918,184,858

Umum dan administrasi 36 14,051,103,758 5,519,994,575

Jumlah Beban Usaha 15,309,457,386 7,438,179,433

LABA (RUGI) USAHA (12,681,164,883) (6,107,303,686)

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Penghasilan bunga 2,022,627,055 6,429,195,183

Beban bunga (170,540,254) (629,671,213)

Keuntungan Penjualan Aktiva Tetap 3,663,795,944

Kerugian pelepasan investasi jangka panjang (644,688,805)

Laba (Rugi) selisih kurs - bersih 4,794,080 (2,196,137)

Lain-lain - bersih (7,508,805) 77,060,155

Jumlah Penghasilan Lain-lain - Bersih 4,868,479,214 5,874,387,988

RUGI SEBELUM MANFAAT

(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN (7,812,685,669) (232,915,699)

MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN

Kini - (114,522,719)

Tangguhan 29d (5,004,268,963) 915,301,250

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - Bersih (5,004,268,963) 800,778,531

RUGI SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA

BERSIH ANAK PERUSAHAAN (12,816,954,632) 567,862,832

HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK

PERUSAHAAN (153,915,476) (166,571,700)

RUGI BERSIH (12,663,039,159) 734,434,532

LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM (0.94) 0.05

LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN

(Dalam Rupiah penuh)

(DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2010 DAN 2009

2

Konsolidasi secara keseluruhan

(6)

Laba (rugi) yang

belum direalisasi atas Selisih nilai transaksi Selisih transaksi Tambahan perubahan nilai wajar restrukturisasi entitas perubahan ekuitas

Catatan Modal saham Modal Disetor efek-efek sepengendali anak perusahaan Saldo Laba Jumlah ekuitas - bersih

Saldo 1 Januari 2010 1,347,480,000,000 (38,703,454,315) (4,265,190,600) (4,972,286,870) 839,800,619 (855,006,510) 1,299,523,862,324

Tambahan modal disetor - bersih - - -

-Laba belum direalisasi dari

perubahan nilai wajar efek-efek - - - -

-Laba (Rugi) bersih Januari - Juni 2010 - - - - (12,663,039,159) (12,663,039,159)

Saldo 30 Juni 2010 1,347,480,000,000 (38,703,454,315) (4,265,190,600) (4,972,286,870) 839,800,619 (13,518,045,669) 1,286,860,823,165 Saldo 1 Januari 2009 1,347,480,000,000 (38,703,454,315) (4,265,190,600) (7,419,703,743) 3,190,533,707 (1,250,381,460) 1,299,031,803,589

Tambahan modal disetor - bersih - - -

-Laba belum direalisasi dari

perubahan nilai wajar efek-efek - - - -

-Laba (Rugi) bersih Januari - Juni 2009 - - - - 734,434,532 734,434,532

Saldo 30 Juni 2009 1,347,480,000,000 (38,703,454,315) (4,265,190,600) (7,419,703,743) 3,190,533,707 (515,946,928) 1,299,766,238,121

(7)

Jan-Jun.2010 Jan-Jun.2009 (disajikan kembali)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 28,173,600,618 37,117,420,546

Pembayaran kas kepada pemasok (32,016,176,091) (25,840,941,672)

Pembayaran untuk:

Pajak penghasilan (16,284,900) 66,647,561

Beban operasi dan lainnya - bersih (9,906,374,916) (2,613,652,152)

Kas bersih diperoleh dari (Digunakan) untuk

Aktivitas Operasi (13,765,235,289) 8,729,474,283

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Pelepasan (Penempatan) investasi jangka panjang (205,000,000) 24,573,245,503

Pelepasan (Penempatan) investasi jangka pendek 71,910,345,111 31,800,724,418

Pembelian aktiva tetap (3,680,003,831) (11,782,279,282)

Penjualan aktiva tetap 12,550,814,057 98,995,539

Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)

Aktivitas Investasi 80,576,155,337 44,690,686,178

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan (Pembayaran) hutang bank (2,069,434,479) (33,997,244,568)

Penerimaan (Pembayaran) hutang piutang hubungan istimewa (13,101,369,549) (31,404,248,035)

Penerimaan (Pembayaran) anjak piutang 3,756,588,090 26,927,754,512

Penerimaan (Pembayaran) pembiayaan konsumen 316,556,995 1,628,141,360

Penerimaan (Pembayaran) dividen - (379,102,351)

Kas bersih diperoleh dari (digunakan) untuk

Aktivitas Pendanaan (11,097,658,943) (37,224,699,082)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 55,713,261,105 16,195,461,379

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 6,296,577,593 146,320,941,271

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 62,009,838,698 162,516,402,651

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2010 DAN 2009 (Dalam Rupiah penuh)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan

(8)

1. UMUM

a. Pendirian dan Informasi Umum

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

c. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan

Berdasarkan Akta Penegasan Pengikatan Pemindahan Hak-hak Atas Saham Nomor 28 dari Notaris Yulia, S.H., tanggal 20 November 2008 yang terakhir diubah dengan Adendum Perubahan Kedua Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham tanggal 17 Maret 2008 yang dibuat di bawah tangan, Perusahaan dan PT Selaras Cemerlang (PT SCM), pihak ketiga, telah sepakat untuk mengalihkan 398.860.000 saham PT Transpacific Mutual Capita (PT TMC) dengan nilai nominal Rp 100 per saham yang dimiliki oleh PT SCM kepada Perusahaan dengan harga sebesar Rp 329.720.372.443.

PT Royal Oak Development Asia Tbk (Perusahaan) didirikan pada tanggal 15 Oktober 1984 dengan nama PT Roda Panggon Harapan Tbk berdasarkan Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 83. Akta Pendirian tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-2260.HT.01.01.Th.85 tanggal 24 April 1985 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 72, Tambahan No. 1098 tanggal 6 September 1985. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 254 tanggal 28 Maret 2008 antara lain sehubungan dengan peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-02313.AH.01.02.Tahun 2009 pada tanggal 17 Januari 2009. Pengumuman Berita Negara Republik Indonesia atas Akta tersebut sedang dalam proses penyelesaian.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi perdagangan umum, peragenan, kontraktor, perindustrian, pengangkutan, percetakan, pertanian, real estat, perkebunan dan pertambangan. Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah dalam bidang pembangunan dan penjualan real estat Perumahan Simprug di Poris, Tangerang serta investasi dalam bentuk penyertaan saham dan beberapa aset properti yang berupa tanah dan unit apartemen. Perusahaan berkedudukan di Menara Imperium Lt. 18 Jl. HR Rasuna Said Kav. 1, Jakarta Selatan.

Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1995.

Pada tanggal 28 September 2001, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-2366/PM/2001 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) untuk mengadakan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat sejumlah 150.000.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100 dan harga penawaran sebesar Rp 120 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) (dahulu PT Bursa Efek Jakarta) pada tanggal 22 Oktober 2001.

Pada tanggal 28 Maret 2008, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK) No. S-6570/BL/2008 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk mengeluarkan saham baru sejumlah 12.883.800.000 saham dengan nilai nominal dan harga penawaran sebesar Rp 100 per saham atau setara dengan $AS 0,0107 (dengan kurs Rp 9.335 untuk $AS 1), di mana melekat sejumlah 118.200.000 Waran Seri II. Setiap pemegang 5 (lima) saham yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham Perusahaan pada tanggal 15 Januari 2009 pukul 16.00 WIB, berhak atas 109 HMETD, di mana 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dan setiap 109 saham baru melekat 1 Waran Seri II yang diberikan secara cuma-cuma.

Waran Seri II merupakan efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dengan harga sebesar Rp 100 yang dilaksanakan selama periode pelaksanaan Waran yaitu tanggal 28 Juli 2009 sampai dengan tanggal 28 Januari 2013. Waran Seri II, selama tidak dilaksanakan, tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham dan hak atas dividen. Apabila Waran Seri II tidak dilaksanakan sampai habis masa periode pelaksanaannya, maka Waran tersebut akan kadaluarsa, tidak bernilai, tidak berlaku serta jangka waktunya tidak akan diperpanjang. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, tidak ada Waran Seri II yang dilaksanakan menjadi saham.

Di samping itu berdasarkan Perjanjian Penjualan dan Pengalihan Piutang tanggal 5 Maret 2008, Perusahaan dan PT SCM juga telah sepakat untuk mengalihkan 283.833.913 saham PT TMC (yang berasal dari konversi hutang PT TMC kepada PT SCM di mana konversinya dilakukan pada tanggal 20 Januari 2009) dengan nilai nominal Rp 100 per saham kepada Perusahaan dengan harga sebesar Rp 283.833.912.704.

(9)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2010 DAN 30 JUNI 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

1. UMUM (lanjutan)

c. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan (lanjutan)

Jumlah Aktiva Persentase Sebelum Eliminasi Lokasi Kegiatan Usaha Kepemilikan 30 Juni 2009 Kepemilikan langsung :

PT Transpacific Mutual Capita (TMC) Jakarta Umum 99.86% 823,674,796,607 Kepemilikan tidak langsung melalui

PT Transpacific Mutual Capita :

PT Transpacific Finance (TF) Jakarta Keuangan dan 88.26% 149,159,360,723 Modal Ventura

PT Transpacific Securindo (TSC) Jakarta Pedagang dan 99.00% 101,526,023,021 Perantara Efek

PT Cozmo Menteng (CM) Jakarta Real Estate 99.63% 140,111,079,348 PT Multicor Life Insurance (MLI) Jakarta Asuransi Jiwa 99.00% 30,293,159,284 Pada tanggal 30 Juni 2010 dan 30 Juni 2009, Anak Perusahaan yang dikonsolidasikan ke dalam Perusahaan adalah sebagai berikut: Perusahaan juga telah mengambil bagian dan menyetor penuh saham PT TMC yang dikeluarkan dari portepel sebanyak 116.405.004 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Dengan demikian seluruh saham PT TMC yang dimiliki oleh Perusahaan adalah sebanyak 799.098.917 saham atau sebesar 99,85%. Perolehan saham tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 253 tanggal 28 Maret 2008. Adapun seluruh dana yang digunakan untuk memperoleh saham PT TMC tersebut, yaitu sebesar Rp 729.959.288.527, berasal dari PUT I (lihat Catatan 1b).

Pada tanggal 23 Juni 2010 adanya transaksi pengalihan/penjualan seluruh saham pada anak perusahaan tak langsung PT Transpacific General Insurance (TGI) dan telah dilaporkan sesuai nomor 050/Dir-RODA/IV/2010 tanggal 24 Juni 2010.

30 Juni 2010

(10)

1. UMUM (lanjutan)

c. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan (lanjutan)

Jumlah Aktiva Persentase Sebelum Eliminasi Lokasi Kegiatan Usaha Kepemilikan 30 Juni 2009 Kepemilikan langsung :

PT Transpacific Mutual Capita (TMC) Jakarta Umum 99.86% 828,725,969,603 Kepemilikan tidak langsung melalui

PT Transpacific Mutual Capita :

PT Transpacific Finance (TF) Jakarta Keuangan dan 88.26% 168,613,921,982 Modal Ventura

PT Transfacific Securindo (TSC) Jakarta Pedagang dan 99.00% 124,162,866,162 Perantara Efek

PT Transpacific General Insurance (TGI) Jakarta Asuransi Umum 99.50% 49,177,891,627 PT Cozmo Menteng (CM) Jakarta Real Estate 99.63% 141,277,046,973 PT Transpacific Insurance Broker (TIB) Jakarta Broker Asuransi 80.00% 3,679,334,190

d. Susunan Direksi Dan Komisaris

Jumlah saham (Rp)

Komisaris Utama : Prof. DR. Patrick H. M. Loh

-Komisaris : Richard Rachmadi Wiriahardja 28,852,000

Komisaris : Husni Thamrin Mukti

-Direktur Utama : Subianto Satmaka

-Wakil Direktur Utama : Leong Hin Chuee (Andrew Leong) -Direktur (Tidak Terafiliasi) : Pingki Elka Pangestu

-Direktur : Pariningotan Okto Luther

-Direktur : Muliadi Hardja

-Direktur : Angel Setiadi Kurnia

-Jumlah saham (Rp)

Komisaris Utama : JB Kristiadi Pudjosukanto

-Komisaris : Richard Rachmadi Wiriahardja

-Komisaris : Kelly Setiadi Kurnia

-Komisaris : Angel Setiadi Kurnia

-Komisaris : Husni Thamrin Mukti

-30 Juni 2009

Pada tanggal 30 Juni 2009, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 19 tanggal 26 Juni 2009, yang dibuat oleh Notaris Aulia Taufani, S.H., adalah sebagai berikut:

Anak Perusahaan

Pada tanggal 30 Juni 2010, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 37/DK/VI/2010 tanggal 30 Juni 2010, yang dibuat oleh Notaris Dewi Kusumawati SH, adalah sebagai berikut :

(11)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2010 DAN 30 JUNI 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

1. UMUM (lanjutan)

Jumlah saham (Rp) d. Susunan Direksi Dan Komisaris (lanjutan)

Direktur Utama : Subianto Satmaka

-Wakil Direktur Utama : Leong Hin Chuee (Andrew Leong) -Direktur (Tidak Terafiliasi) : Pingki Elka Pangestu

-Direktur : Pariningotan Okto Luther

-Direktur : Muliadi Hardja

-2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi

b. Prinsip-prinsip Konsolidasi

c. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

d. Kas dan Setara Kas

e. Pengakuan Pendapatan Premi

Pada tanggal 30 Juni 2010 dan 2009, Perusahaan memiliki masing-masing 22 orang karyawan tetap (tidak diaudit).

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dipergunakan sebagai jaminan atas pinjaman serta tidak dibatasi penggunaannya.

Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi, adalah dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan dengan persentase kepemilikan lebih dari 50%, baik secara langsung maupun tidak langsung, atau kurang dari 50% tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Anak Perusahaan dikonsolidasikan sejak tanggal pengendalian telah beralih kepada grup secara efektif dan tidak dikonsolidasikan sejak tanggal pelepasan atau pengendalian dimaksudkan untuk sementara dan/atau Anak Perusahaan dibatasi oleh suatu restriksi jangka panjang sehingga mempengaruhi secara signifikan kemampuannya dalam mentransfer dana kepada induk Perusahaan.

Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.

Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antara Perusahaan yang dikonsolidasikan, telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bagian proposional dari pemegang saham minoritas pada Anak Perusahaan disajikan sebagai akun “Hak Minoritas Atas Aset Bersih Anak Perusahaan Yang Dikonsolidasi” pada neraca konsolidasi.

Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).

Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa, sesuai dengan PSAK No. 7 mengenai, “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi.

Tanah yang dimiliki oleh Perusahaan untuk pengembangan di masa mendatang dikelompokkan sebagai “Tanah Yang belum Dikembangkan”. Pada saat dimulainya pengembangan dan pembangunan infrastruktur, nilai tanah tersebut akan dipindahkan ke akun “Persediaan”.

Premi bruto dicatat pada saat polis asuransi diterbitkan dikurangi premi dari polis yang batal dan premi yang belum merupakan pendapatan dalam tahun berjalan. Pendapatan premi diakui atas dasar akrual dan dialokasikan secara proporsional selama periode pertanggungan yang bersangkutan. Premi reasuransi diakui dalam periode yang sama dengan periode pengakuan pendapatan premi yang bersangkutan. Premi dari polis bersama (koasuransi) diakui sebesar pangsa premi yang diterima oleh Perusahaan.

(12)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

f. Pengakuan Beban Klaim dan Biaya

g. Investasi Jangka Pendek

h. Piutang Premi

i. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

j. Sewa

-- Pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekati nilai wajar aset sewa.

k. Anjak Piutang

Investasi jangka pendek juga meliputi surat-surat berharga (efek). Sesuai dengan PSAK No. 50 tentang “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”, investasi pada efek yang diperdagangkan atau yang tersedia untuk dijual dinilai berdasarkan nilai wajar. Perubahan yang terjadi pada nilai pasar dari “efek yang diperdagangkan” dikreditkan atau dibebankan pada usaha periode berjalan. Sedangkan perubahan yang terjadi pada nilai pasar dari “efek yang tersedia untuk dijual” disajikan sebagai komponen dalam ekuitas dan dikreditkan atau dibebankan pada usaha pada saat realisasinya.

Perusahaan mempunyai hak opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi memang akan dilaksanakan.

Masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomis aset meskipun hak memiliki tidak dialihkan.

Perusahaan dan Anak Perusahaan mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan kewajiban dalam neraca konsolidasi sebesar nilai wajar aset sewa atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Aset sewa disusutkan berdasarkan metode dan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama seperti halnya aset tetap dengan pemilikan langsung (lihat kebijakan akuntansi mengenai aset tetap dengan pemilikan langsung).

Tagihan anjak piutang dengan hak regres (recourse) diakui sebagai tagihan anjak piutang sebesar jumlah dana anjak piutang yang digunakan nasabah yaitu sebesar nilai sesuai perjanjian anjak piutang dikurangi dengan simpanan jaminan dan dikurangi penyisihan penghapusan tagihan anjak piutang. Pendapatan bunga anjak piutang langsung diakui sesuai dengan periodenya, pendapatan bunga yang telah diakui tetapi belum diterima pembayarannya disajikan sebagai akun “Bunga yang Masih Harus Diterima“ pada neraca konsolidasi. Pengakuan pendapatan bunga anjak piutang dihentikan jika menurut manajemen terdapat indikasi bahwa pelanggan tidak dapat memenuhi kewajibannya secara tepat waktu. Keputusan untuk menghentikan pengakuan pendapatan bunga anjak piutang ditelaah secara khusus.

Beban klaim yang meliputi klaim yang disetujui, klaim dalam proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan, dan beban penyelesaian klaim diakui sebagai beban klaim pada saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi klaim. Hak subrogasi atas salvage klaim diakui sebagai pengurang beban klaim pada saat realisasi.

Investasi jangka pendek meliputi deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari 3 (tiga) bulan namun dijaminkan atau yang jatuh temponya lebih dari 3 (tiga) bulan dari tanggal penempatannya. Deposito berjangka tersebut disajikan sebesar nilai nominal.

Piutang premi disajikan dalam jumlah kotor. Perusahaan tidak membuat penyisihan penghapusan piutang tidak tertagih. Apabila terdapat piutang yang benar-benar tidak tertagih, maka piutang tersebut dihapuskan dan dibebankan pada laporan laba rugi berjalan.

Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan dan kemungkinan tertagihnya masing-masing akun piutang pada akhir periode.

Sesuai dengan PSAK No. 30 (Revisi 2008) tentang “Sewa”, transaksi sewa dikelompokkan sebagai sewa pembiayaan apabila sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, jika tidak, akan dikelompokan sebagai sewa operasi. Situasi yang secara individual ataupun gabungan dalam kondisi normal mengarah pada sewa yang dikelompokan sebagai sewa pembiayaan antara lain:

(13)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2010 DAN 30 JUNI 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

l. Pembiayaan Konsumen

m. Persediaan

n. Penyertaan Saham

o. Aset Tetap

Jenis Aset Tetap Masa Manfaat (Thn)

Bangunan dan prasarana 20

Peralatan dan perabot kantor 4-8

Kendaraan 4-5

p. Tanah Yang Belum Dikembangkan

q. Penurunan Nilai Aset

Persediaan yang meliputi antara lain kavling tanah, unit bangunan rumah dan/atau apartemen dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya-biaya untuk pematangan dan pengembangan tanah termasuk beban bunga atas pinjaman yang diperoleh untuk membiayai pembelian, pematangan dan pengembangan tanah sebelum tahap penyelesaian, dikapitalisasi sebagai bagian dari harga perolehan tanah.

Penyertaan dalam saham di mana Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai kepemilikan kurang dari 20% dicatat sebesar harga perolehan. Sedangkan untuk kepemilikan minimal 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.

Penyertaan dalam saham di mana Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai kepemilikan kurang dari 20% dicatat sebesar harga perolehan. Sedangkan untuk kepemilikan minimal 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Perusahaan memilih model biaya sebagai kebijakan akuntansi untuk pengukuran aset tetapnya. Penerapan PSAK ini tidak memiliki pengaruh terhadap laporan keuangan konsolidasi Perusahaan dan Anak Perusahaan.

Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method), kecuali untuk aset tetap dengan kepemilikan langsung milik beberapa Anak Perusahaan yang disusutkan dengan metode saldo menurun berganda (double declining method)

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas dan peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi periode yang bersangkutan.

Tanah untuk pengembangan di masa mendatang dikelompokkan dalam akun “Tanah yang Belum Dikembangkan”, di mana akumulasi biaya tersebut akan diklasifikasikan ke persediaan pada saat pengembangan dan pembangunan infrastruktur dimulai.

Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terjadi indikasi penurunan nilai atas aset pada akhir tahun, sesuai dengan PSAK No.48 tentang “Penurunan Nilai Aset”. Apabila indikasi tersebut terjadi, Perusahaan dan Anak Perusahaan harus menentukan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) atas nilai aset dan mengakui penurunan nilai aset sebagai rugi dalam laporan laba rugi. Pemulihan penurunan nilai aset diakui sebagai laba pada periode terjadinya pemulihan.

Piutang pembiayaan konsumen disajikan bersih setelah dikurangi pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui. Perusahaan dan Anak Perusahaan hanya menyajikan porsi piutang yang dibiayai setelah dikurangi dengan pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan penyisihan piutang ragu-ragu. Pendapatan pembiayaan konsumen diakui sesuai dengan jangka waktu perjanjian pembiayaan konsumen pada tingkat pengembalian berkala tetap. Pelunasan sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir dianggap sebagai pembatalan perjanjian pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang timbul diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi periode berjalan.

Perusahaan tidak mengakui pendapatan bunga pembiayaan konsumen yang piutangnya telah lewat waktu lebih dari 3 (tiga) bulan dan akan diakui sebagai pendapatan pada saat pembayaran piutang diterima.

(14)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

r. Kewajiban Kepada Pemegang Polis

s. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja Karyawan

t. Selisih Harga Perolehan di Atas Nilai Buku Investasi / Selisih Nilai Buku Investasi di Atas Harga Perolehan

u. Selisih Nilai Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/Perusahaan Asosiasi

v. Tambahan Modal Disetor – Bersih

w. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan 1. 2.

- Pendapatan komisi pedagang perantara efek dan jasa lainnya diakui pada saat tanggal transaksi.

-3. Pendapatan dividen dari portofolio efek diakui pada saat emiten mengumumkan pembayaran dividen.

Sesuai dengan PSAK No.40 mengenai “Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan /Perusahaan Asosiasi”, selisih yang timbul atas perubahan ekuitas pada anak Perusahaan/Perusahaan asosiasi yang bukan berasal dari transaksi antar Perusahaan dan anak Perusahaan, disajikan pada akun “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan” sebagai bagian dari ekuitas pada neraca konsolidasi.

Tambahan modal disetor – bersih terdiri dari agio saham dikurangi biaya emisi saham. Agio saham merupakan kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal. Biaya emisi saham merupakan akumulasi biaya yang terjadi dalam rangka penawaran umum dan penjualan saham kepada masyarakat.

Pendapatan dari penjualan real estat diakui berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam PSAK No. 44 tentang “Akuntansi Pengembangan Real Estat“.

Pendapatan transaksi efek meliputi pendapatan atas komisi perantara pedagang efek, penjamin emisi, penjualan efek dan agen penjualan di mana ;

Jasa penjaminan emisi efek diakui pada saat aktivitas penjaminan emisi secara substansial telah selesai dan jumlah pendapatan telah dapat ditentukan.

Keuntungan (kerugian) dari perdagangan efek meliputi keuntungan (kerugian) yang timbul dari penjualan efek dan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) nilai wajar portofolio efek.

Saldo selisih harga perolehan di atas nilai buku investasi / selisih nilai buku investasi di atas harga perolehan di amortisasi dengan menggunakan metode garis lurus. Saldo yang belum diamortisasi tersebut tidak dapat sepenuhnya atau sebagian dipulihkan dari ekspektasi manfaat di masa mendatang, maka nilai tersebut langsung dibukukan sebagai beban atau pendapatan pada laporan laba rugi konsolidasi periode berjalan. Selisih harga perolehan di atas nilai buku investasi diamortisasi selama 5 (lima) tahun dan selisih nilai buku investasi di atas harga perolehan yang diamortisasi selama 5 (lima) tahun.

Kewajiban kepada pemegang polis adalah nilai sekarang estimasi manfaat polis masa depan yang akan dibayar kepada pemegang polis atau ahli warisnya dikurangi dengan nilai sekarang estimasi premi masa depan yang akan diterima dari pemegang polis dan diakui pada saat pengakuan pendapatan premi. Kewajiban manfaat polis masa depan dinyatakan pada neraca konsolidasi berdasarkan perhitungan aktuaria. Kenaikan (penurunan) kewajiban manfaat polis masa depan diakui sebagai beban (pendapatan) pada periode berjalan.

Berdasarkan PSAK No.24 (Revisi 2004), biaya imbalan kerja sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dihitung berdasarkan metode aktuarial projected unit credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar di antara 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Besarnya keuntungan dan kerugian aktuarial ini diakui selama rata-rata sisa masa kerja yang akan dijalani para pekerja dengan menggunakan metode garis lurus. Biaya jasa lalu yang timbul akibat pengenalan program imbalan pasti atau perubahan kewajiban imbalan kerja dari program sebelumnya harus diamortisasi sampai imbalan kerja tersebut telah menjadi hak karyawan.

Perusahaan mencatat kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU Ketenagakerjaan).

(15)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2010 DAN 30 JUNI 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

w. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

4.

5. 6.

Beban

1. Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual). 2.

3.

4. Beban penerbitan polis asuransi seperti komisi dan beban underwriting lainnya dibebankan pada saat terjadinya.

x. Kapitalisasi dan Metode Alokasi Beban Proyek Pengembangan Real Estat

Beban aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah: 1. Beban pra-perolehan tanah;

2. Beban perolehan tanah;

3. Beban yang secara langsung berhubungan dengan proyek

4. Beban yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat; dan 5. Beban pinjaman

Beban yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:

1. Beban pra-perolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh; dan 2.

Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat.

y. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Pendapatan komisi asuransi yang merupakan pendapatan premi bruto diakui pada saat nota debit diterbitkan kepada pelanggan. Pendapatan premi diakui sebagai pendapatan setelah dikurangi premi reasuransi dan ditambah (dikurangi) dengan penurunan (kenaikan) saldo premi yang belum merupakan pendapatan awal dan akhir tahun. Premi reasuransi diakui dalam periode yang sama dengan periode pengakuan pendapatan.

Pendapatan dari jasa manajemen investasi dan jasa penasehat investasi diakui pada saat jasa diberikan sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.

Perusahaan tetap melakukan akumulasi biaya ke proyek pengembangan walaupun realisasi pendapatan pada masa depan lebih rendah dari nilai tercatat proyek. Atas perbedaan yang terjadi Perusahaan melakukan penyisihan secara periodik. Jumlah penyisihan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi konsolidasi periode berjalan.

Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan metode identifikasi khusus.

Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai secara substansial, jika terjadi perubahan mendasar Perusahaan akan melakukan revisi dan realokasi biaya.

Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca konsolidasi, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah yang berlaku yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi periode berjalan.

Pendapatan atas sewa, anjak piutang, dan pembiayaan konsumen diakui seperti penjelasan pada Catatan 2e, 2f dan 2g. Pendapatan administrasi diakui pada saat perjanjian sewa, perjanjian anjak piutang dan perjanjian pembiayaan telah disetujui oleh nasabah.

Beban yang timbul sehubungan dengan proses penjaminan emisi diakumulasi dan dibebankan pada saat pendapatan emisi diakui. Dalam hal kegiatan penjaminan emisi tidak diselesaikan dan emisi efek dibatalkan, beban tersebut dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi periode berjalan.

Beban yang terjadi sehubungan dengan kegiatan manajemen investasi dan penasehat investasi serta beban lainnya dibebankan pada saat terjadinya.

Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersilkan, yang dijual atau dialihkan sehubungan dengan penjualan unit.

(16)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

z. Laba (Rugi) Bersih per Saham

aa. Penggunaan Estimasi

ab. Penyajian Kembali Laporan Keuangan

Laporan Keuangan per 30 Juni 2009 telah disajikan kembali untuk disesuaikan dengan penyajian Laporan Keuangan per 30 Juni 2010.

3. KAS DAN SETARA KAS

Akun ini merupakan saldo uang tunai dan giro pada Bank dengan rincian sebagai berikut:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Kas 33,186,055 53,854,999

Bank: Rupiah: Pihak Ketiga

PT Bank Central Asia Tbk 751,397,089 1,098,927,777

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 163,222,539 345,751,513

Deutsche Bank, A.G. - 132,164,883

PT Bank Capital Indonesia Tbk - 71,717,924

PT Bank Lippo Tbk - 60,436,830

PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 44,394,552

PT Bank Mayapada International Tbk - 24,389,040

PT Bank Mega Tbk 1,091,501 21,137,752

PT Bank Swadesi Tbk 2,049,326 11,225,202

PT Bank Sinarmas 5,691,629 9,155,278

PT Bank Harda Internasional 542,540 1,745,835

PT Bank Pan Indonesia Tbk 2,673,720 1,011,776

PT Bank Niaga Tbk 134,120,466

-Escrow Account 50,000,000

-USD:

Citibank, N.A. - 287,496,867

PT Bank Central Asia Tbk 27,191,959 35,126,125

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 7,456,871 9,981,236

PT Bank Windu Kentjana International Tbk

(dahulu PT Bank Multicor Tbk) - Rupiah 9,948,335,227 642,200,513 Penyajian laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi pada nilai yang dilaporkan dalam periode laporan sehubungan dengan ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, sehingga terdapat kemungkinan hasil realisasi yang akan terjadi dapat berbeda dengan estimasi yang telah dilaporkan sebelumnya.

Sesuai dengan PSAK No. 56 tentang “Laba per Saham”, laba (rugi) bersih per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama periode yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2010 dan 2009 adalah masing-masing sebanyak 13,474,800,000 saham. Laba (Rugi) bersih per saham adalah rugi Rp. 0.94/saham untuk periode yang berakhir 30 Juni 2010 dan laba Rp. 0.05/saham untuk periode yang berakhir 30 Juni 2009.

(17)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2010 DAN 30 JUNI 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Deposito Rupiah: Pihak Ketiga

PT Bank Capital Indonesia Tbk - 73,500,000,000

PT Bank Swadesi Tbk 7,500,000,000 20,898,000,000

PT Bank Bukopin Tbk 9,751,278,843 17,444,192,195

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 6,696,948,430 15,062,422,240

PT Bank Mega Tbk 3,000,000,000 10,000,000,000

PT Bank Mayapada International Tbk 6,700,000,000 6,700,000,000

Deutsche Bank, A.G. 5,742,630,076

(dahulu PT Bank Multicor Tbk) - Rupiah - 5,000,000,000

(qq rekening nasabah) 13,839,651,881 4,017,724,629

PT Bank Central Asia Tbk

(qq rekening nasabah) 170,000,622 1,300,715,409

PT Bank IJB Bumiputra 3,000,000,000

-BKK Semarang 125,000,000

-BPR Gunung Rizki 100,000,000

- -

---Jumlah kas dan setara kas 62,009,838,698 162,516,402,651

==================== ===================

4. INVESTASI JANGKA PENDEK

Akun ini dinyatakan dalam nilai wajar dan meliputi:

30 Juni 2010 30 Juni 2009 Wesel tagih 99,415,605,847 97,697,089,130 Efek ekuitas 26,532,212,633 25,634,163,568 Efek hutang - 1,000,000,000 ---Jumlah 125,947,818,480 124,331,252,698 ==================== ===================

5. PIUTANG USAHA – PIHAK KETIGA

Akun ini seluruhnya merupakan piutang yang timbul dari transaksi penjualan unit bangunan rumah.

6. PIUTANG SEWA

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Piutang sewa 53,441,144,035 54,533,680,470

Nilai sisa terjamin 9,030,000,000 9,030,000,000

---Sub-Jumlah (dipindahkan ke halaman berikutnya) 62,471,144,035 63,563,680,470 Seluruh piutang ini timbul dari transaksi sewa dari pihak hubungan istimewa dengan rincian sebagai berikut:

Deposito berjangka di atas ditempatkan dalam mata uang Rupiah untuk jangka waktu satu bulan dengan kondisi diperpanjang secara otomatis (Automated Roll Over), dengan suku bunga tahunan berkisar antara 5.5% hingga 8% untuk tahun 2010 dan berkisar antara 10% hingga 18,5% untuk tahun 2009.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun piutang usaha pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berkeyakinan bahwa seluruh saldo piutang usaha dapat tertagih sehingga tidak dilakukan penyisihan piutang ragu-ragu.

(18)

6. PIUTANG SEWA (lanjutan)

Sub-Jumlah (lanjutan dari halaman sebelumnya) 62,471,144,035 63,563,680,470 Pendapatan sewa guna usaha yang belum diakui (9,946,952,419) (15,677,868,385)

---Sub-Jumlah 52,524,191,616 47,885,812,085

Simpanan jaminan (9,030,000,000) (9,030,000,000)

---Sub-Jumlah 43,494,191,616 38,855,812,085

Penyisihan sewa guna usaha (1,380,008,953) (1,611,955,697)

---Jumlah 42,114,182,663 37,243,856,388

==================== ===================

7. PIUTANG LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN

8. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Pihak ketiga 198,031,088

-Pihak hubungan istimewa 10,572,246,631 11,773,319,555

---Sub - jumlah 10,770,277,719 11,773,319,555

Pendapatan pembiayaan yang belum diakui (114,531,590) (711,787,148)

---Jumlah 10,655,746,129 11,061,532,407

==================== ===================

9. TAGIHAN ANJAK PIUTANG

10. PIUTANG NASABAH 30 Juni 2010 30 Juni 2009 Saldo masing-masing > 5% 10,624,075,890 10,244,962,548 Saldo masing-masing < 5% 6,894,110,438 8,006,594,786 ( - ) Penyisihan Piutang (1,974,771,808) ---Jumlah 15,543,414,520 18,251,557,334 ==================== =================== 11. PIUTANG PREMI 30 Juni 2010 30 Juni 2009 Premi langsung - 7,609,352,815 Koasuransi Inward - 40,670,027 Koasuransi Outward - (220,927,485) ---Jumlah - 7,429,095,357 ==================== ===================

Tagihan anjak piutang merupakan tagihan bersih PT Transpacific Finance (Anak Perusahaan) kepada pihak ketiga setelah dikurangi dengan pendapatan pembiayaan yang belum diakui sebesar Rp. 48.034.564.367 untuk tahun 2010 dan sebesar Rp. 3.115.949.813 untuk tahun 2009.

Akun ini merupakan piutang nasabah PT Transpacific Securindo (Anak Perusahaan), dengan penjelasan sebagai berikut:

Piutang kepada Lembaga Kliring dan Penjaminan merupakan tagihan bersih PT Transpacific Securindo (Anak Perusahaan) kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia yang timbul dari perhitungan penyelesaian transaksi jual yang dilakukan oleh PT Transpacific Securindo.

Akun ini terdiri dari:

(19)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2010 DAN 30 JUNI 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

12. PIUTANG LAIN-LAIN

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Bunga yang masih harus diterima 5,408,268,361 478,817,017

Pinjaman karyawan 90,723,577 99,141,130

Piutang reasuransi - 51,651,030

Dividen dan bunga 34,997,192 47,540,385

PT Trans Power Marine 905,674,205 905,674,205

PT Bintang Rajawali Perkasa 435,800,000 435,800,000

Lain-lain 437,837,027 842,389,127

---Jumlah 7,313,300,362 2,861,012,894

==================== ===================

13. PERSEDIAAN

14. BIAYA DIBAYAR DIMUKA

Akun ini terdiri dari biaya yang dibayarkan di muka atas:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Sewa kantor 176,608,891 230,615,000

Asuransi 24,133,163 118,110,575

Software Online Trading ( Simian ) 800,000,000

-Logo TP ( Leboye ) 30,000,000 -Pemeliharaan Kantor 91,964,446 -Lain-lain 47,917,991 120,827,364 ---Jumlah 1,170,624,491 469,552,939 ==================== =================== 15. UANG MUKA

Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Uang muka pembelian:

Tanah 112,507,700,600 112,207,700,600

Bali Cangu Resort 54,637,985,465 54,637,985,465

Cozmo Menteng 47,726,051,386 47,726,051,386

Cozmo Jimbaran, Bali 86,988,315,186 30,579,750,507

Gedung 7,718,492,494 8,266,079,253

Unit apartemen 3,548,948,550 3,548,948,550

Uang muka proyek:

Cozmo Canggu, Kuta 43,802,598,608 43,802,598,608

Cozmo Pecatu, Kuta 33,789,905,529 33,789,905,529

Cozmo Ubud, Gianyar 9,835,302,209 9,835,302,209

The Stupa - 2,867,813,610

Lain-lain 38,935,000 123,435,000

---Jumlah 400,594,235,027 347,385,570,717

==================== ===================

Seluruh akun ini meliputi persediaan tanah dan unit bangunan atas nama Perusahaan yang seluruhnya berada di Perumahan Simprug di Poris, Tangerang, Banten, serta persediaan tanah dan unit apartemen dalam pembangunan atas nama PT Cozmo Menteng (Anak Perusahaan) seluas 4.125 m2 yang terletak di Jl. Borobudur, Jakarta.

Perusahaan tidak mengasuransikan persediaan tersebut karena manajemen berkeyakinan bahwa risiko kerugian yang mungkin timbul atas persediaan tidak signifikan.

Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi terjadinya peristiwa atau perubahan keadaan yang dapat menyebabkan turunnya nilai persediaan, sehingga Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak melakukan penyisihan penurunan atas nilai persediaan. Akun ini terdiri dari:

(20)

15. UANG MUKA (lanjutan)

16. PIUTANG LAIN-LAIN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

Rincian piutang lain-lain pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

PT Kharisma Prima Nusantara 75,627,523,719 68,784,989,299

PT Transpacific Investama 11,144,380,000 11,074,380,000

PT Jasnita Investindo 9,149,182,180 9,149,182,175

Okkie Adhika Tirta Monterie 1,079,136,675 164,875,000

PT Transpacific Finance - 88,924,872

PT Citra Kebun Raya Agri 79,563,102 79,563,102

Lain-Lain 2,137,794,260 2,137,794,260

---Jumlah 99,217,579,936 91,479,708,707

==================== ===================

17. PENYERTAAN SAHAM

Akun ini terdiri dari penyertaan yang dilakukan oleh PT. Transpacific Securindo atas saham:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

PT Transpacific Finance - 13,264,145,912

PT Bursa Efek Indonesia 195,000,000 195,000,000

PT Pemeringkat Efek Indonesia 10,000,000 10,000,000

PT Transpacific Mutual Capital - 5,835,609

---Jumlah 205,000,000 13,474,981,521

==================== ===================

18. JAMINAN PEMBELIAN ASET PROPERTI

Uang muka pembelian tanah seluruhnya merupakan uang muka yang dibayarkan atas pembelian tanah berikut bangunan yang terletak di Jakarta dan Bali, atas nama Suganda Setiadi Kurnia, Bibiana Halim dan Indrawati Budiman, seluruhnya pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Perusahaan, sedangkan uang muka pembelian gedung adalah uang muka pembelian gedung perkantoran Transpacific Tower di Jakarta.

Piutang kepada PT Jasnita Investindo timbul atas transaksi pengalihan saham PT Janita Telekomindo dari PT Transpacific Mutual Capita (Anak Perusahaan) ke PT. Jasnita Investindo, yang dilakukan pada tahun 2008. Sedangkan piutang kepada PT Transpacific Investama timbul atas transaksi pengalihan saham PT Transpacific Asset Manajemen dari PT Transpacific Mutual Capita (Anak Perusahaan) ke PT Transpacific Investama pada tahun 2008.

Transaksi di atas sudah dilakukan sebelum kepemilikan saham PT TranspacificMutual Capita diambil alih oleh Perusahaan. Dengan demikian transaksi di atas bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan BAPEPAM No. IX.E.1 tentang “Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu”.

Akun ini merupakan akumulasi dari seluruh dana yang sudah dibayarkan Perusahaan kepada PT Adhisakti Kreasi Persada (PT AKP) sehubungan dengan transaksi pembelian aset properti Cozmo Oakwood Premier (berupa 139 unit apartemen dan 2 unit penthouse dengan luas keseluruhan 16.848 m2 dan 4.721 m2 ruang usaha ritel yang disewakan), yang berlokasi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Transaksi ini telah dinyatakan dalam Akta Perjanjian Jual Beli Rumah Susun No. 72 dari Notaris Yulia S.H., tanggal 16 November 2008 yang terakhir diubah dengan Adendum Perjanjian Pengikatan Jual Beli Cozmo Oakwood Premier tanggal 23 Juni 2009. Adapun sesuai dengan adendum tersebut syarat tangguh bagi PT AKP antara lain adalah menyelesaikan aktivitas fitting-out atas aset properti tersebut dan menyerahkannya kepada Perusahaan dalam kondisi furnished. Bilamana masih terdapat aset properti dalam kondisi belum fully-firnished, jumlah seluruh dana yang sudah dibayarkan oleh Perusahaan kepada PT AKP dianggap sebagai uang titipan.

Sampai dengan tanggal 30 Juni 2010, PT AKP belum melakukan serah terima secara fisik atas aset properti tersebut. Adapun saldo sampai dengan 30 Juni 2010 adalah sebesar Rp. 515.433.167.339.

(21)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2010 DAN 30 JUNI 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

19. ASET TETAP

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

Saldo Awal Penambahan Pengurangan & Saldo Akhir

(Reklasifikasi) Reklasifikasi

Nilai Tercatat

Tanah 294,400,000 - - 294,400,000

Bangunan 43,843,162,277 - 11,379,918,224 32,463,244,053

Partisi dan prasarana 1,990,898,120 3,252,552,905 - 5,243,451,025 Peralatan dan perabot kantor 3,421,121,282 362,251,968 1,183,842,645 2,599,530,606

Kendaraan 4,061,004,258 65,198,958 386,046,875 3,740,156,341

--- ---

---Jumlah nilai tercatat 53,610,585,937 3,680,003,831 12,949,807,744 44,340,782,024

--- ---

---Akumulasi Penyusutan

Bangunan 11,923,299,890 1,435,351,062 4,103,615,816 9,255,035,136 Partisi dan prasarana 2,209,076,357 309,493,867 (1,364,826,810) 3,883,397,034 Peralatan dan perabot kantor 1,620,599,285 488,328,675 1,591,145 2,107,336,815

Kendaraan 1,513,628,489 524,050,705 187,880,211 1,849,798,983

--- ---

---Jumlah akumulasi penyusutan 17,266,604,021 2,757,224,309 2,928,260,362 17,095,567,968

--- ---

---Nilai Buku 36,343,981,916 27,245,214,056

============== ===============

Saldo Awal Penambahan Pengurangan & Saldo Akhir Reklasifikasi

Nilai Tercatat

Tanah 1,369,400,000 - - 1,369,400,000

Bangunan dan prasarana 44,779,634,728 11,094,030,351 - 55,873,665,079

Peralatan dan perabot kantor 3,023,594,027 - - 3,023,594,027

Kendaraan 2,817,686,511 688,248,931 - 3,505,935,442

--- ---

---Jumlah 51,990,315,266 11,782,279,282 - 63,772,594,548

--- ---

---Akumulasi Penyusutan

Bangunan dan prasarana 10,333,999,394 1,337,110,038 62,288,894 11,608,820,537 Peralatan dan perabot kantor 1,679,674,535 148,206,611 (14,739,371) 1,842,620,517

Kendaraan 975,508,676 245,711,588 (146,545,062) 1,367,765,326 --- --- ---Jumlah 12,989,182,605 1,731,028,237 (98,995,539) 14,819,206,380 --- --- ---Nilai Buku 39,001,132,661 48,953,388,168 ============== ===============

Beban penyusutan adalah sebesar Rp. 2,757,224,309 untuk periode Juni 2010 dan sebesar Rp. 1,731,028,237 untuk periode Januari-Juni 2009 yang seluruhnya disajikan sebagai bagian dari ”Beban Umum dan Administrasi” (lihat Catatan 30).

30 Juni 2010

(22)

20. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN

21. AKTIVA LAIN-LAIN

22. HUTANG BANK

Rincian hutang bank adalah sebagai berikut:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Pihak ketiga

PT Bank Mega Tbk - 19,900,000,000

PT Bank Pan Indonesia Tbk 15,600,000,000 15,500,000,000

PT Bank Capital Indonesia Tbk - 13,430,249,999

PT Bank Sinarmas 10,576,899,811 11,412,476,062

PT Bank Swadesi Tbk 8,292,531,436 8,206,480,240

PT Bank Mayapada International Tbk - 2,000,000,000

---Jumlah 34,469,431,246 70,449,206,301

==================== ===================

PT Bank Capital Indonesia Tbk

PT Bank Sinarmas

Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan secara fiducia atas piutang milik PT Transpacific Finance (lihat Catatan 9).

PT Bank Pan Indonesia, Tbk (Bank Panin)

Akun ini merupakan deposit untuk berbagai tujuan yang tercatat di PT Transpacific Securindo (Anak Perusahaan). Saldo aktiva lain-lain per 30 Juni 2010 dan 2009 adalah masing-masing sebesar Rp. 799,100,877 dan Rp. 237,207,432.

Pada tanggal 21 Maret 2008, PT Transpacific Finance memperoleh fasilitas pinjaman Modal Kerja dari Bank Panin dengan limit maksimum Rp 10.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 19% per tahun dan akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan terhitung sejak perjanjian pinjaman ditandatangani. Pada tanggal yang sama, PT Transpacific Finance juga memperoleh fasilitas pinjaman Money Market dengan limit maksimum Rp 10.000.000.000 dan jatuh tempo pada tanggal 21 Maret 2010. Perjanjian tersebut di atas telah mengalami perubahan, terakhir pada tanggal 14 Maret 2009, dimana jangka waktu pinjaman Modal Kerja diperbarui menjadi 21 Maret 2010 dan dapat diperpanjang, sedangkan limit maksimum pinjaman Money Market berubah menjadi Rp 20.000.000.000 dengan jangka waktu yang tidak melebihi jangka waktu pinjaman Modal Kerja.

Berdasarkan perjanjian tersebut, PT Transpacific Finance tidak diperkenankan membagikan dividen selama jangka waktu fasilitas pinjaman tanpa izin tertulis dari pihak Bank Panin, memelihara Current Ratio minimal 70% dan Debt to Equity Ratio maksimal 450%, melakukan merger, membeli dan/atau memperoleh saham Perusahaan lain, serta menarik kembali/menurunkan modal yang telah disetor.

Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan sebidang tanah dan bangunan atas nama PT Intermustika Mutiara, pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dan jaminan pribadi serta sebidang tanah milik Suganda Setiadi Kurnia, juga pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

PT Transpacific Mutual Cipta (Anak Perusahaan) memperoleh dua fasilitas pinjaman aksep dari PT Bank Capital Indonesia, Tbk sejumlah Rp 13.500.000.000 yang telah dilunasi pada tahun 2010. Fasilitas ini dikenakan bunga 1% per tahun di atas suku bunga deposito dengan jaminan berupa deposito berjangka atas nama PT Transpacific General Iinsurance dan PT Multicor Life Insurance masing-masing sebesar Rp 5.000.000.000 dan Rp 8.500.000.000 yang ditempatkan pada bank yang sama.

Pada bulan Juni 2008, PT Transpacific Finance memperoleh fasilitas Demand Loans dengan limit maksimum Rp 25.000.000.000 dari PT Bank Sinarmas, di mana pencairan pinjaman tersebut dilakukan dalam beberapa tahap. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 13% per tahun dengan jangka waktu pinjaman selama 36 bulan.

Akun ini merupakan tanah untuk dikembangkan milik PT Cozmo Menteng (Anak Perusahaan) seluas 1.694 m2 yang terletak di Jl. Sam Ratulangi No. 10 Kelurahan Gondangdia, Jakarta atas nama Tuan Suganda Setiadi Kurnia, pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Saldo tanah yang belum dikembangkan per 30 Juni 2010 dan 2009 adalah masing-masing sebesar Rp. 8.200.000.000.

Berdasarkan perjanjian tersebut di atas, tanpa pemberitahuan kepada pihak bank, PT Transpacific Finance tidak diperkenankan untuk membagikan dividen, melakkan merger akuisisi dan penjualan atau melepas hak atas harta yang dimilikinya serta perubahan atas struktur modalnya.

(23)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2010 DAN 30 JUNI 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

22. HUTANG BANK (lanjutan)

PT Bank Mega Tbk

PT Bank Swadesi, Tbk

23. HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

PT. Rapi Cipta Indah 6,436,842,967 6,436,842,967

PT. Permata Kuningan 233,295,205

-UM Proyek Stupa - POERWONO / PADMIANDARI 392,614,444 392,614,444 UM Proyek Stupa - HENDRA TEDJAWISASTRA 452,488,332 452,488,332 UM Proyek Stupa - TAN CITRA SARIDEWI BAYUSAPUTRO 464,555,055 464,555,055

UM Proyek Stupa - IBIN BACHTRIAR 368,567,222 368,567,222

UM Proyek Stupa - SHO MARIO HANDOKO 25,000,000 25,000,000

UM Proyek Stupa - RIO HARTANTO SURJADI 316,755,756 316,755,756

UM Proyek Stupa - SISWOYO HARJONO 227,631,392 227,631,392

UM Proyek Stupa - YULIA, SH 193,499,141 193,499,141

UM Proyek Stupa - SARI BINARTI (lunas) 1,540,169,400 1,540,169,400

Lain-lain 442,317,714 2,773,788,602

---Jumlah 11,093,736,628 13,191,912,311

==================== ===================

PT Bank Mayapada Internasional, Tbk

Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan Perusahaan (corporate guarantee) dari PT Kurnia Cipta Pratama, pihak yang

mempunyai hubungan istimewa dan beberapa bidang tanah dan bangunan atas nama Suganda Setiadi Kurnia, juga pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan beberapa bidang tanah dan bangunan milik PT Transpacific Mutual Capita. Berdasarkan perjanjian tersebut di atas, tanpa pemberitahuan kepada pihak bank, PT Transpacific Finance tidak diperkenankan untuk membagikan dividen, melakukan merger, akusisi, dan penjualan atau melepas hak atas harta yang dimilikinya.

Pada tanggal 23 Maret 2008, PT Transpacific Finance memperoleh fasilitas Demand Loans dari Bank Mega dengan plafond sebesar Rp 10.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 16% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Maret 2010. Pada tanggal 3 Januari 2009 Perusahaan mendapatkan persetujuan penambahan plafond kredit sebesar Rp 10.000.000.000.

Pada tanggal 22 Maret 2009, PT Transpacific Finance mendapatkan persetujuan perpanjangan kredit dan memperoleh fasilitas Consumer Financing dengan bunga pinjaman sebesar 12,5% per tahun, dimana jangka waktu kredit tersebut jatuh tempo pada tanggal 22 Maret 2010. Berdasarkan perjanjian tersebut di atas, tanpa pemberitahuan kepada pihak bank, PT Transpacific Fianance tidak diperkenankan untuk membagikan dividen, melakukan merger, akuisisi, dan penjualan atau melepas hak atas harta yang dimilikinya serta perubahan atas struktur modal Perusahaan.

Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dan sebidang tanah milik Suganda Setiadi Kurnia, pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Pada tanggal 9 Oktober 2008, PT Transpacific Finance (Anak Perusahaan) memperoleh fasilitas Demand Loans dengan plafond Rp 7.000.000.000 dan pinjaman Rekening Koran dengan plafond Rp 1.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 12% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 9 Oktober 2009 dan dapat diperpanjang. Pinjaman ini digunakan untuk melunasi hutang PT Transpacific Finance kepada PT Bank Niaga, Tbk.

Pada tanggal 12 Juni 2009, PT Transpacific Finance memperoleh perpanjangan fasilitas Pinjaman Modal Kerja Pinjaman Tetap on Demand yang akan jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2010.

Pada tanggal 7 Juni 2008, PT Transpacific Finance (Anak Perusahaan) memperoleh fasilitas Pinjaman Modal Kerja Pinjaman Tetap on Demand dan Angsuran dari PT Bank Mayapada Internasional, Tbk dengan plafond masing-masing sebesar Rp 2.000.000.000 dan Rp 1.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 15% dengan jangka waktu satu tahun untuk pinjaman on Demand dan dua tahun untuk pinjaman angsuran.

(24)

24. HUTANG LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN

25. HUTANG NASABAH

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Hutang usaha dengan saldo:

Saldo masing-masing > 5% 3,276,826,303 7,402,659,910

Saldo masing-masing < 5% 12,662,200,696 4,633,830,076

---Jumlah 15,939,026,999 12,036,489,986

==================== ===================

26. HUTANG ASURANSIAkun ini terdiri dari:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Reasuransi - 8,088,704,524

Hutang premi nasabah broker asuransi 467,758,980 470,827,788

Estimasi klaim retensi sendiri - 23,225,221

---Jumlah 467,758,980 8,582,757,533

==================== ===================

27. HUTANG LAIN - LAIN

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Pendapatan diterima dimuka 465,229,074 940,017,019

Hutang deposit sewa gedung 51,648,000 51,648,000

Hutang pembelian anak perusahaan tak langsung TPS (Farnela) 21,052,000,000

-Lain-lain 547,236,704 3,624,813,099

---Jumlah 22,116,113,779 4,616,478,118

==================== ===================

28. HUTANG HUBUNGAN ISTIMEWA

Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

PT. Kharisma Prima Nusantara (0) 30,033,389,089

PT. Transpacific Mutual Capita - 5,334,318,833

PT. Cipta Kebun Raya Agri 29,209,995 11,229,995

---Jumlah 29,209,995 35,378,937,917

==================== ===================

29. PERPAJAKAN

Akun ini terdiri dari: a. Pajak dibayar dimuka

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Perusahaan:

Pajak Pertambahan Nilai 4,413,121,095 4,402,225,396

Fiskal Luar Negeri 9,000,000 9,000,000

Sub-jumlah 4,422,121,095 4,411,225,396

Hutang kepada Lembaga Kliring dan Penjaminan merupakan hutang bersih PT Transpacific Securindo (Anak Perusahaan) kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia yang timbul dari perhitungan penyelesaian transaksi beli efek yang dilakukan PT Transpacific Securindo. Saldo hutang kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia adalah sebesar Rp..3.544.467.000 pada tanggal 30 Juni 2010 dan Rp. 9.527.048.500 pada tanggal 30 Juni 2009.

(25)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2010 DAN 30 JUNI 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

29. PERPAJAKAN (lanjutan) Anak Perusahaan: PPh Pasal 4 ayat 2 7,034,040 86,973,863 PPh Pasal 21 42,278,270 66,647,561 PPh Pasal 25 16,284,900 27,108,100 PPh Pasal 23 - 71,763,168

Pajak Pertambahan Nilai 534,401,786 2,420,078,302

---Jumlah 5,022,120,091 7,083,796,411 ==================== =================== b. Hutang pajak 30 Juni 2010 30 Juni 2009 Perusahaan: PPh Pasal 21 20,742,040 9,008,709 PPh Pasal 23 46,980,573 44,912,933

Pajak Pertambahan Nilai 649,642,517 649,642,517

Sub-jumlah 717,365,130 703,564,159 Anak Perusahaan PPh Pasal 4 ayat 2 126,318,936 224,641,659 PPh Pasal 21 648,668,263 488,571,980 PPh Pasal 23 15,970,024 3,554,879 PPh Pasal 29 37,801,200 152,323,919 PPh Penjualan Efek 68,891,309

-Pajak Pertambahan Nilai 256,267,002 664,962,044

Pajak Bumi dan Bangunan - 3,500,000

---Jumlah 1,871,281,863 2,241,118,640

==================== ===================

c. Perhitungan laba fiskal

Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan

menurut laporan laba rugi konsolidasian (7,812,685,669) (232,915,699) Dikurangi laba pajak Anak Perusahaan sebelum manfaat (beban)

pajak penghasilan (6,787,257,681) 1,097,700,019

---Rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan - perusahaan (1,025,427,988) (1,330,615,718)

Perbedaan waktu:

Penyisihan manfaat karyawan -

-Penyusutan aktiva tetap -

-Perbedaan tetap:

Diperhitungkan menurut fiskal:

Pajak - 88,076,559

Iklan dan Promosi - 9,030,500

Perjalanan Dinas - 110,000

Penghasilan yang telah dikenakan pajak final 9,495 (119,524)

Imbalan kerja atau kesejahteraan karyawan 33,668,544

- -

---Taksiran rugi fiskal - Perusahaan (991,749,949) (1,233,518,182)

(26)

---29. PERPAJAKAN (lanjutan) Perhitungan pajak

25% x utk tahun 2010 dan 28% utk thn 2009 -

-Pajak penghasilan pasal 25 -

- -

---Pajak penghasilan pasal 29 -

-================ ===============

d. Manfaat (beban) pajak penghasilan

Kini Perusahaan - -Anak Perusahaan - (114,522,719) Tangguhan Perusahaan - 308,379,546 Anak Perusahaan (5,004,268,963) 606,921,704 ---Jumlah (5,004,268,963) 800,778,530 ================ =============== e. Pajak tangguhan

Rincian dari aset pajak tangguhan Perusahaan adalah sebagai berikut:

Pelepasan Dibebankan ke

01 Januari 2010 Penyertaan laporan laba (rugi) 30 Juni 2010

Pajak tangguhan Perusahaan

Rugi fiskal 3,076,750,866 - 3,076,750,866

Penyisihan manfaat karyawan 65,241,464 - 65,241,464

--- --- - ---Jumlah aset pajak tangguhan - Perusahaan 3,141,992,330 - - 3,141,992,330

--- --- -

---Anak Perusahaan

Rugi fiskal 10,142,078,849 (775,556,529) (5,004,268,963) 4,362,253,357

Penyisihan manfaat karyawan 552,479,150 18,226,569 - 570,705,719

Penyesuaian 499,335,154 - 499,335,154

Rugi(laba) blm realisasi atas perdagangan efek (850,772,613) - (850,772,613)

Penyusutan (69,896,377) 6,125,000 - (63,771,377)

Pembayaran angsuran pokok sewa pembiayaan (10,768,026) - (10,768,026) --- --- - ---Jumlah aset pajak tangguhan - Anak Perusahaan 10,262,456,137 (751,204,960) (5,004,268,963) 4,506,982,214

--- --- - ---Aset pajak tangguhan – bersih 13,404,448,467 (751,204,960) (5,004,268,963) 7,648,974,544 =============== ============== ================= =================

Dibebankan ke

01 Januari 2009 laporan laba (rugi) 30 Juni 2009

Pajak tangguhan Perusahaan

Rugi fiskal 3,014,619,204 308,379,546 3,322,998,750

Penyisihan manfaat karyawan 157,906,281 - 157,906,281

---

---Jumlah aset pajak tangguhan - Perusahaan 3,172,525,485 308,379,546 3,480,905,031

---

---Anak Perusahaan

Rugi fiskal 7,025,823,580 1,782,052,274 8,807,875,854

Penyisihan manfaat karyawan 430,589,274 - 430,589,274

Penyesuaian 310,318,988 - 310,318,988

Rugi(laba) belum realisasi atas perdagangan efek 270,649,640 - 270,649,640

Penyusutan (10,345,469) - (10,345,469)

Penyisihan Penurunan Efek Saham - (1,175,130,570) (1,175,130,570)

---

---Jumlah aset pajak tangguhan - Anak Perusahaan 8,027,036,013 606,921,704 8,633,957,717

---

---Aset pajak tangguhan – bersih 11,199,561,498 915,301,250 12,114,862,748

(27)

PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN (Dahulu PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2010 DAN 30 JUNI 2009 (Dalam Rupiah Penuh)

29. PERPAJAKAN (lanjutan) e. Pajak tangguhan (lanjutan)

30. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Bunga 7,317,700,196 4,080,409,274

Supplier 794,556,841 688,619,955

Deviden 117,757,861 204,696,795

Levy 45,738,411 141,536,298

Listrik dan air 32,905,332 39,817,374

Telp dan internet - 17,612,000

Jasa profesional 23,760,000 -Gaji 60,506,250 -Lain-lain 125,875,998 498,654,834 ---Jumlah 8,518,800,889 5,671,346,530 ==================== ===================

31. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

Pada tanggal 30 Juni 2010 dan 2009, Perusahaan dan Anak Perusahaan mencatat kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan masing-masing sebesar Rp. 2,627,159,581 dan Rp. 2,254,765,226.

Mutasi kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:

30 Juni 2010 30 Juni 2009

Saldo awal periode 944,034,134 2,107,250,080

Reklasifikasi dari biaya ymh dibayar 1,683,125,447 (22,995,725)

Beban imbalan kerja karyawan (lihat catatan 36) - 170,510,871

---Saldo akhir periode 2,627,159,581 2,254,765,226

==================== ===================

32. KEWAJIBAN MANFAAT POLIS MASA DEPAN

Kewajiban manfaat polis masa depan adalah hutang PT Multicor Life Insurance (Anak Perusahaan) kepada para pemegang polis dan premi yang belum merupakan pendapatan. Saldo akun tersebut pada tanggal 30 Juni 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp. 6,236,469,682 dan Rp. 6,080,446,660.

33. MODAL SAHAM

Persentase Kepemilikan (%)

Forever Prosperous Pte. Ltd 50.20% 676,487,050,000

Ralffeisen Zentralbank Oesterreich AG, S 17.81% 240,000,000,000

Masyarakat (masing-masing < 5%) 31.99% 430,992,950,000 --- ---Jumlah 100% 1,347,480,000,000 ================= =================== #REF! 13,474,800,000 ============================= 4,309,929,500 2,400,000,000 6,764,870,500

---Pada tanggal 2 September 2008, Pemerintah telah mengesahkan amendemen Undang-Undang Pajak Penghasilan yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2009, yang menetapkan tarif pajak penghasilan perusahaan menjadi tarif tunggal sebesar 28% sejak 2009 dan diturunkan lagi menjadi 25% sejak 2010. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disesuaikan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode ketika aset direalisasikan dan kewajiban diselesaikan berdasarkan tarif pajak yang akan ditetapkan.

Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2010 dan 2009 sesuai dengan Daftar Pemegang Saham yang diterbitkan oleh PT Sinartama Gunita, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

Jumlah Disetor Penuh

30 Juni 2010

Pemegang Saham

Referensi

Dokumen terkait

Bagi perusahaan yang terdaftar di bursa atau pasr modal, kemakmuran para pemegang saham diperlihatkan dalam wujud semakin tingginya harga saham, yang merupakan

Kepemimpinan Transformasional dan Pengaruhnya terhadap Kepuasan atas Kualitas Kehidupan Kerja, Komitmen Organisasi, dan Perilaku Ekstra Peran: Studi pada Guru-Guru SMU di Kota

Salah satu proses penempaan yang ramah lingkungan dan hemat energi serta ekonomis untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil pengeringan onggok ini dapat

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang

Hutan mangrove di Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku dalam kurun waktu 2 tahun (2003 – 2005) telah mengalami penyusutan lahan sebesar 174 Ha atau sekitar 7,4 %, hal

Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 3 Makassar yang terdiri dari 2 orang siswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi dan kecerdasan visual spasial sedang (KLTVS) dan 2

Setelah diterapkannya strategi metakognitif, kemampuan pemahaman matematis mahasiswa meningkat pada setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat dari soal-soal yang dibuat sesuai

menarik. Pembelajaran ini sangat abstrak sehingga sulit bagi saya untuk tetap mempertahankan perhatian saya. Selagi saya bekerja pada pembelajaran ini, saya percaya