MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI
SEKTOR LOGAM MESIN
SUB SEKTOR TEKNOLOGI MEKANIK
MENGGUNAKAN PERKAKAS TANGAN
LOG.OO18.001.01
BUKU INFORMASI
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
Daftar Isi ... Hal
BAB I PENGANTAR ... 3
1.1. Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi ... 3
1.2. Penjelasan Modul ... 3
1.3. Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) ... 5
1.4. Pengertian-pengertian Istilah ... 5
BAB II STANDAR KOMPETENSI ... 7
2.1. Peta Paket Pelatihan ... 7
2.2. Pengertian Unit Standar ... 7
2.3. Unit Kompetensi yang Dipelajari ... 7
2.3.1. Judul Unit ... 8
2.3.2. Kode Unit ... 8
2.3.3. Deskripsi Unit ... 8
2.3.4. Elemen Kompetensi ... 8
2.3.5. Kriteria Unjuk Kerja ... 9
2.3.6. Batasan Variabel ... 9
2.3.7. Panduan Penilaian ... 10
2.3.8. Kompetensi Kunci ... 11
BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN ... 11
3.1. Strategi Pelatihan ... 12
3.2. Metode Pelatihan ... 12
BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI
5.1. Sumber Daya Manusia ... 62 5.2. Sumber-sumber Perpustakaan ... 63 5.3. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ... 65
BAB I PENGANTAR
1.1. Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?
Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.
• Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?
Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.
1.2.1
.
Desain ModulModul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :
• Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih. • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta
dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.
1.2.1. Isi Modul
a. Buku Informasi
Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.
b. Buku Kerja
Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.
Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :
Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
• Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
• Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.
c. Buku Penilaian
Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :
• Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
• Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
• Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
• Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja. • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
• Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
1.2.1. Pelaksanaan Modul
Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :
• Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
• Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
• Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
• Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.
Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :
• Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan. • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
• Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
• Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.
1.2. Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)
• Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).
Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.
• Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah :
a. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
b. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
c. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.
1.3. Pengertian-pengertian Istilah
Profesi
Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.
Standardisasi
Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.
Penilaian / Uji Kompetensi
Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.
Pelatihan
Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.
Kompetensi
Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.
Standar Kompetensi
Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.
Sertifikat Kompetensi
Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.
Sertifikasi Kompetensi
Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.
BAB II
STANDAR KOMPETENSI
2.1. Peta Paket Pelatihan
Modul yang sedang anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:
2.1.1. Melakukan Komunikasi Kerja Timbal-balik (LOG.OO.01.001.01) 2.1.2. Menerapkan Prinsip-Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja di
Lingkungan Kerja (LOG.OO.01.002.01)
2.1.3. Menerapkan Prosedur-prosedur Mutu (LOG.OO.01.003.01) 2.1.4. Merencanakan Tugas Rutin (LOG.OO.01.004.01)
2.1.5. Melakukan Pekerjaan yang Membutuhkan Kerjasama Tim (LOG.OO.02.003.01)
2.1.6. Menulis Laporan (LOG.OO.02.009.01)
2.1.7. Penggunaan peralatan pembandingan dan/atau alat ukur dasar (LOG.OO12.001.01)
2.1.8. Menggunakan Perkakas Tangan (LOG.OO18.001.01) 2.1.9. Membaca gambar teknik (LOG.OO09.002.01)
2.1.10. Melakukan Pemeliharaan Mesin dan Peralatan Operasional (LOG.OO07.001.01)
2.1.11. Melakukan Pembentukan/Perencanaan/Penetapan Operasi yang Cermat/Presisi (LOG.OO07.002.01)
2.1.12. Mengoperasikan dengan Mesin Umum (LOG.OO07.005.01) 2.1.13. Melakukan Pekerjaan Dengan mesin bubut (LOG.OO07.006.01) 2.1.14. Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Frais (LOG.OO07.007.01)
2.2. Pengertian Unit Standar Kompetensi Apakah Standar Kompetensi?
Setiap Standar Kompetensi menentukan :
a. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
c. Kondisi dimana kompetensi dicapai.
Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?
Anda akan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan dipersyaratkan untuk “Menulis/membuat laporan”.
Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?
Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Peserta yang berbeda mungkin membutuhkan waktu yang berbeda pula untuk menjadi kompeten dalam keterampilan tertentu.
Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?
Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.
Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.
2.3. Unit Kompetensi yang Dipelajari
Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :
• mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan. • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
• menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.
JUDUL UNIT : Menggunakan Perkakas Tangan Use Hand
DESKRIPSI UNIT
: Unit ini menggambarkan kegiatan menggunakan perkakas tangan yang meliputi pemilihan jenis perkakas yang tepat, menggunakan perkakas sesuai dengan spesifikasi, memperhatikan keselamatan kerja, memperbaiki, merawat dan menyimpan perkakas tangan sesuai dengan prosedur operasi standar
Bidang : Pemeliharaan dan Diagnostik Bobot Unit : 2 Unit Prasyarat : -
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
(PERFORMANCE CRITERIA) 18.001.00.01
Menggunakan Perkakas Tangan
1.1. Memilih perkakas tangan yang tepat menurut keperluan tugas pekerjaan.
1.2. Menggunakan perkakas tangan untuk membuat hasil yang diinginkan menurut spesifikasi pekerjaan yang mungkin termasuk penghalusan permukaan, tegangan, ukuran dan bentuk tertentu.
1.3. Mengikuti semua syarat keselamatan sebelum, selama dan sesudah penggunaan perkakas.
1.4. Mengenal perkakas yang rusak atau tidak aman digunakan dan memutuskan untuk diperbaiki menurut prosedur yang ditunjuk sebelum, selama dan setelah penggunaannya.
1.5. Melaksanakan perawatan berkala terhadap perkakas, termasuk mengasah dengan tangan menurut prosedur operasi, cara dan teknik standar.
1.6 Menyimpan perkakas tangan dengan aman di tempat yang tepat menurut prosedur operasi standar dan rekomendasi pabrik pembuat.
Pekerjaan dilakukan secara otonom atau dalam suatu kelompok menggunakan standar-standar mutu, keselamatan dan prosedur bengkel yang telah ditetapkan meliputi penggunaan bermacam-macam perkakas tangan, termasuk tetapi tidak terbatas hanya pada penggunaan gergaji tangan, palu, pembolong, obeng, soket, kunci inggris, sekrap tangan, pahat tangan, mal, serut kayu dan penggunan semua bentuk dan jenis kikir. Penggunaan perkakas juga mencakup penggunaan perkakas tangan yang digunakan untuk penyetelan, pembongkaran, perakitan dan penyelesaian
item-item atau komponen-komponen dan pengerjaan akhir, pemotongan,
BAB III
STRATEGI DAN METODE PELATIHAN
3.1. Strategi Pelatihan
Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
Persiapan/perencanaan
a. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda. b. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
c. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah anda miliki.
d. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.
Permulaan dari proses pembelajaran
a. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
b. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.
Pengamatan terhadap tugas praktik
a. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
b. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.
Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indicator kemajuan personal melalui kegiatan praktik. c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.
Penilaian
Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.
3.2. Metode Pelatihan
Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.
Belajar secara mandiri
Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.
Belajar Berkelompok
Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.
Belajar terstruktur
Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topic tertentu.
KOMPETENSI KUNCI
NO KOMPETENSI KUNCI TINGKAT
1. Mengumpulkan, Mengorganisir dan menganalisa Informasi 3
2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2
3. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas 2
4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2
5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 1
6. Memecahkan masalah 1
MATERI UNIT KOMPETENSI
MENGGUNAKAN PERKAKAS TANGAN
I. Kunci-kunci yang tidak dapat disetel
1. Open end wrench (kunci pas)
Disebut kunci pas karena terdapat rahan yang pas masuk pada ukuran kepala baut /mur dengan tepat.
Kunci pas mempunyai sudut rahang yang bermacam-macam. Sudut rahang kunci pas diukur antara rahang dengan tangkai pemegang. Besar sudutnya adalah 15o, 300, 600, 82 1/2o, 850.
Disamping kunci pas rahang tunggal. kunci pas ini digunakan untuk keperluan khusus seperti penyetelan katup pada kompresor.
Kunci pas ukuran kecil tersedia dalam satu set. Ukurannya mulai 4 mm sampai 7 mm. Ukuran kunci pas terdapat terdapat dalam satuan metrik atau inchi.
2. Box wrench (kunci ring)
Kunci ring adalah alat pengunci yang berbentuk ring dan terdapat sejumlah gigi pada bagian melingkarnya atau ringnya. Kunci ini lebih aman pada penggunaannya karena tidak slip pada saat digunakan.
Beberapa kunci ring tangkainya dibuat menyudut. Kemiringan tangkai terhadap rahangnya 15°, ada pula yang dibuat 45°. Tujuan tangkai dibuat menyudut untuk memberi kebebasan tangan pada saat penggunaan
Selain itu tersedia pula kunci ring yang mempunyai sudut 0° antara rahang dengan tangkainya.
Rahang kunci ring tersedia dalam bentuk segi enam, segi dua belas, dan segi enambelas.
Rahang kunci ring segi enam digunakan untuk beban berat, rahang kunci ring segi dua belas untuk pekerjaan sedang dan rahang kunci ring segi enambelas unruk pekerjaan ringan
Pada bagian melingkaranya di chamfer untuk memudahkan masuknya kepala baut/mur. Kunci ring terbuat dari baja kekuatantinggiyangdikeraskan.Panjangnya bervariasi dari 4 inchi sampai 20 inchi sesuai ukuran kunci ring. Semakin besar ukurannya semakin panjang tangkai dari kunci ring.
a. Obstructing box wrench (kunci ring lengkung)
Kunci ini digunakan untuk mengencangkan/mengendorkan baut dengan rintangan melengkung. Terutama digunakan untuk melepas baut. Kunci ring lengkung tersedia dalam bermacam ukuran dan bentuk.
b. Rb.Ratcheting box wrench(kunci ring gigigeser)
Kunci ini digunakan untuk memutar baut yang panjang dan terletak di tempat yang terbatas. Dengan gigi geser dapat memutar lebih cepat, karena kunci tidak dilepas dari bautnya. Arah putaran dapat diatur sesuai dengan penggunaan.
c. Flex headbox wrench (kunci ring kepala fleksibel)
Pada begian kepala kunci ini terdapat engsel yang berfungsi untuk memudahkan pemindahan posisi kunci pada saat pemindahan posisi kunci pada saat digunakan.
Sering digunakan pada saat pemasangan atau pelepasan sambungan “universal joint flange” dimana posisi ruang di atas kepala terbatas.
d. Flare nut box wrench(kunci ring belah) Terbuat dari baja “Chrome vanadium”. Sudut rahang ring terdapat tangkai pemegang 100. Kunci ini digunakan apabila kepala baut atau mur tidak dapat dijangkau oleh kunci ring biasa dan harus melalui celah rahang.
e. Special purpose box wrench(kunci ring khusus)
Kunci ring jenis ini dibuat untuk keperluan khusus dimana posisi baut/mur sulit dijangkau karena posisi penempatannya.
f. box wrench with extension tube(kunci ring dengan pipa pemanjang)
Kunci ring jenis ini sangat kuat. Sesuai digunakan pada kendaraan truk, traktor dan lain sebagainya.
3. Combinationwrench(kunci kombinasi) Kunci kombinasi adalah gabungandari kunci pas dan kunci ring. Biasanyakunci ini mempunyai ukuran yang sama pada kedua ujung rahangnya.
Kunci sok adalah sejenis kunci yang hampir sama dengan kunci ring yang
mempunyai kelebihan dapat
mengendorkan atau mengencangkan baut/mur dalam berbagai posisi. Kunci ini terdiri dari tangkai pemutar dan beberapa buah “socket”
Perlengkapan kunci sok: a. Socket
“Socket” adalah bagian dari kunci sok yang berfungsi memegang kepala baut/mur. Baut atau rahang”socket” berbentuk segi enam, segi delapan atau segi duabelas.
Pada bagian belakang “socket” terdapat lubang segi empat yang berfungsi sebagai bagian pemutar dengan ukuran 1/4 ", 3/8”, 1/2", 3/4", dan 1”.
a.1. Standard socket
“ Socket standard” adalah jenis “socket” yang umum digunakan untuk memutar baut/mur.
a.2. Deep socket(socket panjang)
ukuran socket jenis ini lebih panlang dari “socket standard”. Umumnya digunakan untuk memutar baut pada posisi yang dalam dimana” socket standard” tidak dapat digunakan.
a.3. Flexible socket ( socket flesibel)
“ Socket flesibel “ dilengkapi dengan jenis sambungan “ Universal joint” yang mempunyai posisi sudut kemiringan maximum 65° dan digunakan untuk pemutaran menyudut
b. “Socket extension ( Pemanjang socket ) “
Socket extension “adalah perlengkapan kunci sok yang berguna untuk membantu kemampuan kunci sok dalam pemutaran baut/mur. Dimana “socket” jenis biasa atau jenis lainnya tidak dapat menjangkau posisi baut atau mur yang akan diputar dalam keadaan umum.
“Socket extension” mempunyai beberapa ukuran ujung pemutar” socket”, yaitu 1/4" , 3/8 ”, 1/2 " dan 1 ”
Panjangnya mulai dari 1” sampai 36”, dan pemilihan ukuran ditentukan oleh keperluan pekerjaan. Dalam penggunaan sering dihubungkan dengan”socket adaftor” atau “ratchet spinner”
“Adaftor digunakan untuk mempermudah pekerjaan.
Biasanya dipasang diantara “socket” dan tangkai “ rathet”.
c.1. Universal joint Adaftor
bagian ini digunakan untuk menyambung ”socket” atau ”socket extension” pada posisi-posisi menyudut.
Ujung pemutar”socket” berukuran 3/8” , 1/2" , 3/4" dan 1”.
c.2. Ratchet spinner adaftor
‘Adaftor” jenis ini digunakan untuk pemutaran baut/mur pada tempat yang sempit. “Ratchet spinner adaftor” dipasang antara”socket” dan tangkai “ratchet”.
c.3. Ratchet adaftor
“Adaftor jenis ini dapat merubah fungsi tangkai pemutar”Socket“ biasa menjadi “ratcheting tool”. “Ratchet adaftor’ mempunyai suatu bagian yang berfungsi merubah arah putaran “socket”.
d. Socket drive handle (Tangkai pemutar socket)
Dalam satu set perlengkapan kunci sok dilengkapi dengan beberapa tangkai pemutar”socket”. Bagian ujung pemutar”socket’berukuran 1/4 “ , 3/8” , 1/2" , 3/4" dan 1”
Tangaki pemutar yang berkulitas tinggi dibuat melalui beberapa tingkatan proses.
d.1 Flex handle (Tangkai pemutar fleksibel)
Disebyut juga”nut spinner” atau “hinged handle”. Kepala pemutar yang berengsel memudahkan pemakaian pad sudut yang berbeda. Panjang tangkai pemutar “socket” bervariasi dari 6” sampai 24”.
d.2. Ratchet handle(Tangkai pemutar ratchet)
“Ratchet handle” adalah tangkai pemutar “saket” yang dilengkapi dengan suatu mekanisme yang mempercepat proses pemutaran baut/mur pada ruang gerak yang terbatas.
Kepala “ratchet” terdiri dari : a. pegas tekan
b. lidah roda
c. roda gigi “ratchet”
Lidah roda berfungsi megikat bagian roda gigi”ratchet”
Macam tangkai pemutar ratchet:
• Tangkai pemutar”ratchet”pejal. Digunakan untuk posisi peketjaan
normal.
• Tangkai pemutar”ratchet”engsel.
Digunakan untuk posisi pekerjaan menyudut
Tangkai pemutar “ratchet” dilengkapi dengan alat pembalik putaran yang merubah posisi pengikatan lidah roda terhadap gigi dari roda gigi”ratchet”. Pada saat pemakaian tangkai pemutar”ratchet” hanya berfungsi pada pada satu arah putar, sedangkan pada arah putar sebaliknya slip.
d.3. Speed handle(Tangkai pemutar cepat) “Speed handle adalah salah satu jenis tangkai pemutar”socket”yang dapat memutar “socket” dengan cepat. Alat ini mempunyai ujung pemutar pemutar”socket” yang berbrntuk T. Alat ini mempunyai ujung pemutar dengan ukuran ¼” , 3/8” dan ½”
d.4. Sliding T handle
“Slidding T handle” adalah salah satu jenis tangkai pemutar “socket”, yang berbentuk T. Alat ini mempunyai ujung pemutar dengan berbagai ukuran.
Pada tangkainya dipasang bola baja berpegas yang berfungsi mengikat(memegang) kepala pemutar. Kepala pemutar dapat digeser dan tepat menempati 2 posisi yang berbeda pada saat penggunaan(pada bagian ujung-ujungnya).
d.5. Spinner handle
“Spinner handle”adalah jenis tangkai pemutar”socket’ yang berbentuk seperti tangkai pemutar obeng. Biasanya digunakan untuk memutar mur yang berukuran kecil. Dalam penggunaan tidak dibenarkan menggunakan alat tambahan seperti pipa untuk memperpanjang tangkai pemutar “socket”.
5. Hexagonal wrench (Kunci hexagonal) Kunci jenis ini dibuat dari baja perkakas dan mengalami proses perlakuan panas untuk mendapatkan struktur baja yang memenuhi syarat. Permukaannya dilapisi oleh logam pelindung untuk mencegah terjadinya karat.
Ukuran kunci hexagonal ditunjukkan oleh ukuran penampngnya. Kunci ini mempunyai satuan ukuran dalam inchi atau metrik.
Kunci hexagonal terdiri atas: • Kunci hexagonal”internal” • Kunci hexagonal”eksternal” a. Kunci “L” hexagonal
Kunci ini terbuat dari batang lurus berbentuk hexagonal yang dibengkokan seperti huruf”L” dan digunakan untuk memutar jenis kepala baut”socket”
b. kunci hexagonal fleksible
Kunci ini tersedia alam satu set yang terdiri dari beberapa buah “socket” hexagonal dan pemutar fleksible. Dalam penggunaan biasanya dipakai untuk memutar baut yang terletak pada bidang menyudut dan mempunyai beban putar ringan.
c. Kunci”L” saku hexagonal
Kunci ”L” saku digunakan pada pekerjaan yang membutuhkan lebih dari satu ukuran kunci “L”. Setiap kunci “L” yang diperlukan dapat dilepas dari pemegangnya dengan cara mel;epas mur penahan. Dalam satu set terdapat beberapa kunci ” L”.
d. Kunci hexagonal bulat
Kunci jenis ini digunakan untuk memutar baut dalam posisi menyudut sampai 20o. Bagian ujungnya berbentuk bulat segienam. Tangkainya berbentuk lurus atau fleksibel.
e. Kunci hexagonal lurus
Kunci hexagonal lurus dilengkapi dengan tangkai pemutar yang terbuat dari plastik, mika atau bahan lainnya. Kunci ini digunakan untuk membuka baut dalam celah yang dalam.
f. Tubular box spanner (kunci sok pipa) kunci jenis ini digunakan untuk memutar kepala baut segi enam pada posisi di dalam celah yang sulit dibuka dengan menggunakan kunci biasa seperti kunci pas atau kunci ring
g. Kunci ”L” hexagonal dengan pengarah Ujung pengarah berbentuk silindris sesuai dengan kepala lubang pada kepala baut.
h. Spark plug spanner (kunci busi)
Kunci jenis ini digunakan untuk memasang atau melepas busi pada kendaraan bermotor.
i. Wheel braces (kunci penahan roda) Kunci jenis ini digunakan untuk melepas atau memasng roda pada mobil angkutan dan mempunyai empat ukuran yang berbeda dalam satu buah kunci.
6. Striking wrench
kunci jenis ini bentuknya hampir sama dengan kunci pas atau kunci ring, tetapi berbeda dalam pemakaiannya. Putaran pada kunci dihasilkan oleh pukulan palu pada bagian yang berbentuk segiempat. Digunakan untuk memutar beban berat.
II. KUNCI-KUNCI YANG DAPAT DISETEL 1. Universal wrench(Kunci inggris)
Kunci inggris hampir sama dengan kunci disetel pas, tetapi mempunyai rahang yang dapat. Kunci ini digunakanapabila tidak tersedia ukuran yang sesuai antara kunci ring atau kunci pas dengan kunci baut/mur. Bagian-bagian kunci inggris:
a. Rahang tetap beserta tangkai b. Rahang bergerak
c. Ulir cacing d. Pegas
e. Ring penepat f. Pena berulir
2. Pipa wrench (kunci pipa)
Kunci pipa digunakan untuk memutar pipa beserta perlengkapannya atau memutar silinder besi yang pejal, terutama pada sambungan ber-ulir.
a. Hook jaw type (tipe rahang kait):
a.1. Stillson pipe wrench (kunci pipa “stillson”)
Kunci ini digunakan untuk memutar pipa yang berdiameter besar dengan beban normal.
a. Rahang bergerak b. Rahang tetap c. Mur pengatur
d. Dudukan mur pengatur e. Pegas tekan
a. 2. Straight pipe wrench.
Bentuk kunci pipa jenis ini hampir sama dengan kunci pipa jenis “stillson “. Perbedaannya pada konstruksi yang lebih kokoh dan digunakan pada pekerjaan beban berat.
Bagian-bagian”Straight pipe wrench”: a. Rahang bergerak
b. Rahang tetap c. Mur pengatur d. Pena pengikat
b. Footprint pipe wrench (kunci pipa tapak kaki)
Kunci ini digunakan untuk memutar pipa, batang silinder yang terpasang pada ruang sempit dengan beban ringan.
Bagian-bagian “Footprint pipe wrench”:
a. Rahang tetap (mempunyai gigi ke arah dalam)
b. Rahang bergerak (mempunyai gigi ke arah luar)
c. Pena penumpu (Sebagai penumpu rahang bergerak terhadap rahang tetap)
c. Flexible pipe wrench (kunci pipa fleksibel)
c.1. Chain pipe wrench(kunci pipa rantai) kunci jenis ini digunakan untuk memutar benda kerja dengan ukuran maximal 12 inchi. Rantainya tersedia dalam berbagai ukuran.
c.2. Strap pipe wrench (kunci pipa sabuk)
Kunci ini menggunakan tenunan kain atau material lunak sebagai sabuk pengikat, dan digunakan untuk memutar pipa platik atau benda lainnya dengan beban putar ringan. Permukaan benda yang diputar tidak mengalami kerusakan atau cacat.
d. Intrernal pipe wrench
Kunci ini digunakan untuk memutar pipa dari bagian dalam, terutama untuk pipa yang pendek, agar ulir luar dari pipa tidak rusak. Ukuran kunci ini tersedia untuk diameter pipa 1/8” sampai 2”.
1. Torque wrench (kunci momen)
kunci momen digunakan untuk jenis pekerjaan yang spesifik, dimana besar momen pada suatu pengikatan harus diperhatikan. Besar pengikatan yang seragam pada beberapa buah baut/mur dapat dicapai dengan menggunakan kunci momen.
kunci momen mengukur besar gaya putar(momen). Besar momen yang diukur adalah besar gaya tarik yang diberikan pada tangkai pemegang dikalikan dengan jarak antara tangkai pemegang dengan pusat pemutar soket.
Rumusnya: T=FxD, dimana T= Momen; F=gaya; D=jarak.
Satuan ukuran momen tergantung dari satuan ukuran gaya dan jarak.
a. 1 foot X 1 Pound= 1 foot-poun
b. 12 inchies X 1 Pound= 12 inchi-pounds c. 1 meter X 1 Kilogram
= 1 meter – kilogram
d. 100 centimeter X kilogram=100 centimeter-kilograms
a. Beam torque (kunci momen lengan neraca)
Pada kunci momen lengan neraca, besar momen pengikatan didapatkan dari defleksi “torque sensor”. Gaya momen terjadi apabila mur/baut yang diputar telah cukup pengikatannya.
b. Rachet torque (kunci momen gigi geser) Kunci momen dilengkapi dengan gigi geser (“Ratchet”) yang mempercepat proses pemutaran baut/mur. Besar momen dapat diatur dengan memutar tangkai pemegang. Cukupnya pengikatan itandai dengan bunyi yang berasal dari pegas pad bagian dalam kunci momen.
c. Dial torque (kunci momen jam ukur) Kunci momen jam ukur adalah jenis kunci momen dimana besar gaya
momen yang dikehendaki dapat langsung dibaca pada jam ukur(“dial”). Sebelum digunakan posisi skala nol diluruskan dengan jarum penunjuk. Hasil pwngukuran lebih teliti bila dibandingkan kunci momen lainnya.
Alat-alat Bantu kunci momen: • Adaftor
Adaftor adalah alat Bantu yang digunakan apabila posisi baut/mur yang akan diputar terhalang oleh sesuatu bagian pada suatu konstruksi.
• Ekstension
Pemanjang digunakan apabila besar momen yang diinginkan lebih besar dari kemampuan ukur kunci momen. Panjang penyambung harus dipertimbangkan untuk mendapatkan harga momen yang dikehendaki.
panjang kunci momen maka pembacaan pada skala kunci momen harus dikalikan dua.
*Socket
*Flare nut wrench head (kepala kunci ring belah)
2. Spanner wrench (kunci kait):
Kunci kait adalah jenis kunci yang sering digunakan untuk memutar mur pengatur/mur pengikat yang mempunyai alur/lubang pada bagian permukaan atau diameter luarnya. Kunci kait umumnya dibuat dengan cara ditempa dari baja perkakas.
a. Face spanner wrench (kunci kait muka) a.1. Regular face (kunci kait muka normal) Pada bagian ujungnya dipasang pena sebagai penarik. Kunci kait muka normal hanya digunakan untuk memutar satu ukuran mur pengatur/mur pengikat.
a.2. “V” shaped adjustable face (kunci kait muka bentuk “V” yang dapat diatur) Kunci kait jenis ini biasa digunakan untuk memutar mur pengatur/mur pengikat dengan ukuran yang bervariasi.
a.3. “X” shaped adjustable face (kunci kait muka bentuk”X” yang dapat diatur)
Pada satu buah kunci jenis ini terdapat dua macam ukuran pena yang berbeda. Penggunaannya sama dengan kunci kait muka bentuk”V”.
a.4. “Y” shaped adjustable face(kunci kait muka bentuk”Y” yang dapat diatur)
Kunci kait jenis ini penggunaannya sama dengan kunci kait muka tipe”X” atau “V” yang dapat diatur dan dilengkapi dengan tangkai pemegang pengaitnya berbentuk segi empat
b. pin spanner wrench (kunci kait pena): b.1. Kunci kait pena normal
Kunci kait jenis ini digunakan untuk memutar mur pengatur/mur pengikat pada bagian mesin yang mempunyai lubang dudukan pena pada diameter luarnya.
b.2. kunci kait pena yang dapat diatur
Kunci kait yang dapt diatur penggunaannya sama dengan kunci kait pena normal. Variasi ukuran lebih banyak dibandingkan kunci kait pena normal.
c. Hook spanner wrench (kunci kait “hook”) c.1.Kunci kait “hook” jenis normal
kunci kait jenis ini digunakan untuk memutar mur pengatur/mur pengikat pada bagian-bagian mesin. Bagian pengaitnya bersatu dengan tangkai pemegang.
c.2. Kunci kait”hook” yang dapat diatur
Cara megnggunakan kunci ini sama dengan kuni kait “hook”normal. Dalam sau set kunci kait “hook” yang dapat diatur terdapat tiga buah kunci yang dapat memutar mur pengikat/mur pengatur dari ukuran 19 mm sampai 120 mm.
d. Socket spanner wrench (kunci kait soket) Kunci kait jenis ini dibuat untuk mempermudah pemutaran kepala baut khusus.
Jenis pemutarnya:
- Terpisah dengan kepala kunci - Menyatu dengan kepala kunci
Biasanya digunakan untuk memutar mur dengan bentuk pemukaan khusus atau baut arbor pisau frais
e. kunci kait khusus
Kunci kait jenis ini digunakan untuk keperlluan khusus dimana posisi mur pengikat/mur pengatur sulit dicapai oleh kunci kait jenis lainnya
1. Standard/fFlange blade screwdriver (obeng lurus)
Obeng jenis ini mempunyai daun(“blade”) berbentuk rata serta tipis dan digunakan untuk memutar sekrup yang mempunyai alur lurus pada kepalanya.
2. Philips screwdriver (obeng kembang sudut 300) dan Reed & princescrewdriver (obeng kembang sudut 450 )
Sudut puncak obeng dihitung antara sumbu tangkai obeng dengan sisi alur miring. Ujung dari “Phillips screwdriver” (gbr. A) tumpul sedangkan ujung dari “reed & prince screwdriver” (gbr.b) runcing. Pada saat digunakan jenis obeng harus sesuai dengan jenis kepala baut.
3. Offset screwdriver (obeng bengkok) dan Heavy duty screwdriver (obeng beban berat)
Obeng bengkok (gbr.a) digunakan apabila panjang tangkai obeng yang norma tidak dapat digunakan karena tempat yang sempit. Obeng untuk beban berat (gbr. b) mempunyai tangkai berbentuk segiempat/segienam sebagai dudukan kunci untuk memutar obeng
4. Ratchet screwdriver (obeng gigi geser) Obeng jenis ini mempunyai perlengkapan ratchet sehingga dapat memutar sekrup tanpa melepas obeng dari sekrupnya. Obeng ini dapat diputar dalam dua arah yang berlawanan tergantung penyetelan. Obeng ini terbagi dua jenis yaitu:”spiral ratchet screwdriver” (gbr.a) dan
5. Percussion / impact screwdriver (obeng pukul/ketok).
Obeng pukul /ketok biasa digunakan untuk memutar sekrup/baut yang berukuran besar atau untuk memutar sekrup/baut yang sulit dibuka, dimana beban hentakan dan putaran diperlukan.
6. Reversible blade screwdriver set (obeng set yang dapat dibalik)
Obenng jenis ini tersedia dalam beberapa ukuran standar. Masing-masing tangkai mempunyai dua buah ujung obeng yang berbeda.
7. hose clip screwdriver (obeng penjepit selang)
Obeng penjepit selang dibuat khusus untuk memutar sekrup pada penjepit selang. Obenng ini mempunyi dua jenis tangkai yaitu : tangkai lurus dan tangkai fleksibel yang dapat dibengkokan sampai 90o.
8. Obeng khusus
Obeng ini mempunyai bentuk ujung yang bervariasi yang disesuaikan dengan kepala sekrup/baut. Dalam satu set tersedia sebuah tangkai pemutar dan beberapa’tip” , jenisnya: a.”cluth driver” d. “spile drivera’
b.“Pozidriv driver “ e. “xzn driver c.”hexagonal driver” f. “tork driver “
1. Adjustable/Interlockingplier (Tang pemegang yang dapat disetel)
Tang serbaguna ini mempunyai rahang menyudut 45o. Sering digunakan untuk mencekam dan memutar benda dengan permukaan datar atau bulat. Jenis-jenisnya: a. “Split slip jont”
b. “Curve interlocking channel” c. “Self adjusting locking pawl”
2. Nut plier (Tang pemegang mur)
Tang jenis ini digunakan untuk memegang ,ur pada saat memasang atau melepa baut agar tidak terjadi slip.
a. tang bersudut 45o terhadap tangkai b tang denganrahang melintang
3. Gas plier (tang instalasi gas) dan Combination plier (tang kombinasi)
Tang instalasi gas sering digunakan pada saat pemasangan pipa saluran gas pada ruang pengelasan. (gbr.a)
Tang kombinasi digunalkan untuk memegang benda dengan permukaan datar atau bulat dan dilengkapi sengan sisi pemotong kawat. (gbr.b)
4. End cutting nipper (tang pemotong ujung)
Tang pemotong ujung digunakan untuk memotong kawat (gbr.a) atau untuk memotong kabel pada pekerjaan listrik(gbr.b). kawat atau kabel yang terpotong berukuran pendek.
untuk megupas kabel dalam waktu 5. Heavy duty cutting nipper (tang pemotong beban berat)
a. dengan pemotong ujung b. dengan pemotong sisi
6. Diagonal cutting nipper (tang pemotong sisi)
Tang jenis ini digunakan untuk memotong kawat. Tang ini, ini mempunyai tiga jenis bentuk sisi potong yang mempengaruhi bentuk ujung kawat yang dipotong. Tang jenis ini sering digunakan pada pekerjaan kelistrikan
7. Flat nose plier (tang ujung datar) Tang ujung datar digunakan untuk membengkokan kawat dimana sudutnya lancip atau tumpul dan mencekam benda-benda kecil. Jenis tang ini ada yang
dilengkapi dengan pemotong sisi dan seing digunakan pada pekerjaan kelistrikan.
8. Round nose plier (tang ujung bulat)
Tang ini berfungsi untuk membengkokkan kawat atau lingkaran dan sering digunakan pada pekerjaan kelistrikan.
9. Cable striper plier (tang pengupas kabel) Tang ini digunakan yang cepat denngan cara yang sederhana.
10. Crimping plier (tang pengerut)
Tang pengerut digunakan untuk mengerutkan alat penghubung kelistrikan dengan kabel tanpa pengikatan solder. Tang ini dilengkapi juga dengan bagian pengupas kabel secara manual dan pemotong baut kecil tanpa merusak ulirnya.
11. Internal circlip plier (tang ring penahan dalam)
Tang ini digunakan untuk memasang atau melepas ring penahan dalam seperti pada rumah”bearing”. Ujung tang ini berbentuk lurus atau menyudut 90o.
12. External circlip plier (tang ring penahan luar)
Tang ini digunakan untuk memasang atau melepas ring penahan luar seperti pada poros”bearing”. Tang ini ad yang dilengkapi dengan pegas pada pemegangnya. Bentuk ujung dari tang ini adalah lurus atau menyudut 90o.
13. Size reducing plier ( tang pengecil diameter)
Tang jenis ini digunakan untuk mengecilkan atau meniruskan diameter ujung pipa pada kerja pelat. Rahang bawah dan rahang atas mempunyai alur yang saling bersuaian.
14. Welding tong (tang pekerjaan las)
Tang jenis ini digunakan untuk memegang bend kerja pada saat proses pengelasan. Tang tersebut dapat dikunci pada saat memegang benda kerja. Pelepasan benda kerja dapat dilakukan denngan menekan tuas melalui ibu jari tangan.
15.Forming and folding tong (tang pembentuk dan pelipat)
Tang ini digunakan pada pekerjaan pelat, untuk membentuk pelat atau melipat pelat.
16. Blacksmith tong(tang pekerjan tempa) Tang jenis ini digunakan untuk memegang benda kerja pada proses kerja tempa. Rahangnya berbentuk datar dan lengkung.
pelubang)
Alat ini digunakan untuk membuat lubang pda material yang dipergunakan sebagai ring atau “seal”.
Jenis-jenisnya:
a. Tang pelubang kulit atau karet. Terdapat enam macam ukuran lubang yang berbeda.
b. Lead seal punch plier (tang pelubang”seal” timbal)
d. Tin punch pier (tang pelubang seng)
IV. SEAL PUNCH (PELUBANG “SEAL”) Alat ini digunakan untuk membuat lubang pada karet atau kulit yang dipergunakan sebagai “seals”. Dalam satu set peralatan ini tersedia pelubang mulai ukuran 10mm sampai 40mm. Untuk membuat lubang digunakan alat Bantu palu sebagai pemukul.
V. SCISSOR/ SNIP (GUNTING) 1. Belt scissor(gunting sabuk) dan
kedua jenis gunting ini sering digunakan untuk menggunting elemen transmisi yang terbuat dari sabuk atau kulit, kadang-kadangdigunakan juga untuk keperluan lainnya seperti menggunting”seal”.
a. gunting sabuk b. gunting kulit
2. Hand snip (gunting tangan) dan hole snip (gunting lubang)
Kedua jenis gunting ini digunakan untuk memotong lembaran baja dengan kekuatan tarik maksimum 120 kp/mm2. Gunting tangan (gbr.a) untuk pengguntingan lurus, sedangkan gunting lubang (gbr.b) untuk pengguntingan melingkar.
3. Shaping snip (gunting bentuk)
Gunting bentuk digunakan untuk menggunting pelat baja menjadi suatu bentuk. Gunting ini sering digunakan pada pekerjaan pelat(“sheet metal”). Tebal maximal pelat yang digunting 1,5 mm.
4. Nibling snip (gunting gigit) dan pipe-nibling snip (gunting gigit pipa)
Gunting gigit (gbr.a) digunakan untuk menggunting lurus atau bentuk tanpa merubah bentuk lembaran baja yang
mempunyai permukaan rata,
Gergaji logam digunakan untuk memotong atau mengurangi tebal dari benda kerja yang akan mengalami proses berikutnya. Bagian-bagian gergaji logam:
a. Bingkai
b. Tangkai(pegangan) c. Daun gergaji
d. Mur penegang daun gergaji e. Pasak.
Daun gergaji termasuk alat potong dan terbuat dari baja karbon atau baja HSS (‘high speed steel”). Ukuran dari daun gergaji:
a. Jarak antara kedua lubang yang dipasak.
b. Lebar daun gergaji c. Tebal daun gergaj
IX. PIPE CUTTER (PEMOTONG PIPA) Alat ini digunakan untuk memotong pipa. Pada peralatan ini terdapat dua buah “roller” dan satu buah pisau pemotong. Bahan yang dapat dipotong oleh peralatan ini adalah alumunium, perungu dan pipa baja berdinding tipis.
X. RIVETING TOOL (ALAT PENGELING) Alat ini digunakan pada proses pengelingan dengan menggunakan “pop rivet”(sejenis paku keling). Tersedia tiga buah adaftor yang dapat ditukarsatu sama lainnya yang sesuai dengan ukuran diameter paku keeling yang digunakan.
XI. Chisel (PAHAT TANGAN) 1. Flat chisel (pahat tangan rata)
Pahat tangan terbuat dari baja tempa yang dikeraskan. Sudut bajoi pahat tergantung dari kekearsan bahan yang akan dipahat. Sudut:
30o Untuk bahan-bahan lunak
60o Untuk bahan-bahan kekerasan sedang
80o Untuk bahan-bahan keras
Pahat ini dipakai untuk meratakan pernmukaan/membuat lubang pada pelat-pelat besi.
2. Groove cut chisel (pahat tangan alur dan Cross cut chisel (pahat tangan tepi) Pahat tangan alur (gbr.a) digunakan untuk membuat alur-alur oli pada peralatan atau bagian-bagian mesin. Pahat tangan tepi(gbr.b)digunakan untuk membuat salur-salur/strip-strip pada suatu permukaan yang kemudian diratakan dengan pahat tangan rata.
3. Radius flat chisel (pahat tangan rata radius) dan Radius chisel (pahat tangan radius)
“Radius flat chisel” (gbr.a) digunakan untuk pemahatan pelat tegak pada proses pemotongan pelat diatas landasan (paron).
Pahat tangan radius (gbr.b) digunakan untuk pemahatan bentuk-bentuk radius atau melingkar.
4. Cut chisel (pahat tangan potong)
Pahat jenis ini digunakan untuk memotong pelat-pelat besi yang tidak dapat dikerjakan di mesin potong. Bagian bawah dari pahat potong(sisi potongnya)berbentuk datar.
“scraper” digunakan untuk proses pengikisan benda kerja yang bertujuan memperkecil bidang kontak dan memperbaiki tingkat kerataan suatu permukaan.
1. Pahat lamak bidang lengkung:
a. “half round-scraper” (pahat lamak setenganh bulat”)
b. “three square-scraper” (pahat lamak bentuk segitiga”)
c. “Ballnose-scraper” (pahat lamak ujung bulat)
2. Pahat lamak bidng datar:
Pahat lamak jenis Ini digunakan untuk melamak sengan cara didorong, itarik atau dipukul.
a. Seluruh badan terdiri dari satu bahan.
b. Bagian ujung terbuat dari cementit carbide.
c. Badan pahat relatif kecil, diikat pada pemegang pahat.
XIII. FILE (KIKIR)
Kikir terbuat dari baja karbon tinggi yang ditempa, aan digunakan untuk mengikir suatu bentuk pada proses perbengkelan. Gambar disamping menunjukkan bentuk dan penampang kikir yang umum digunakan. Tangkai pemegang biasanya terbuat dari plastik atau kayu.
1. Needle file (kikir jarum)
Kikir jarum digunakan untuk mengikir logam yang sulit dikerjakan oleh kikir tangan ukuran biasa, dan tersedia dalam sembilan jenis penampang yang berbeda.
2. Riffler file (kikir alur bengkok)
Kikir jenis ini mempunyai sisi potong pada ujung-ujungnyam, dan digunakan untuk mengikir bentuk seperti alur atau radius. Dalam satu set terdiri dari delapan jenis penampang yang berbeda.
3. Hand file (kikir pekerja)
kikir jenis ini sering digunakan secara umum di bengkel, dan digunakan untuk berbagai macam pengerjaan bentuk. Jenis kikir ini biasanya dilengkapi dengan bagian pemutus beram(“chip breaker”).
4. Milled toot file (kikir dengan gigi di “frais”) Kikir ini digunakan untuk mengikir pengasaran pada bahan lunak seperti alumunium, kuninngan dan lain-lain. Bentuk penampangnya segi empat atau kurva lingkaran.
5. Rasp file (kikir parut)
Kikir parut biasa digunakan untuk mengikir kayu.
Bentuk penampangnya terbagi atas: a. “Cabinet rasp” (Kikir parut pembulat) b. “Round rasp” ( kikir perut bulat) c. “Horse rasp” (kikir parut kasar)
6. Saw file (kikir gergaji) dan knife file(kikir pisau)
Kikir gergaji (gbr.a) dan kikir pisau (gbr.b) digunakan untuk proses pemotongan seperti proses penggergajian. Kadang-kadang digunakan untuk memotong rantai.
7. Rotary file (kikir putar)
kikir putar digunakan untuk mengikir benda kerja yang sulit dilakukan oleh kikir tangan dan membutuhkan waktu pengerjaan yang cepat. Untuk memutar kikir diperlukan mesin pemutar tangan yang digerakan oleh tenaga listrik atau udara bertekanan. Kiir terbuat dari bahan tungsten carbidew atau tool steels.
8. Thread file (kikir ulir)
Kikir jenis ini digunakan untuk memperbaiki ulir jenis metrik atau whitworth dengan cara manual. Dalam satu kikir terdapat beberapa ulir dengan kisar yang berbeda.
XIV. DRIFT (PENDORONG)
Alat jenis ini sering digunakan untuk mendorong suatu benda pada pekerjaan di bengkel seperti pena, pasak dan lain-lainnya. Ujung pendorong berbentuk silindris atau tirus. Ujung pendorong tirus digunakan juga untuk membuat lubang pada kerja tempa.
Kepala”drift” ada yang dapat dilepas dan terbuat dari material lunak seperti tembaga dan perunggu”Drift” jenis ini digunakan untuk mendorong/memukul material yang permukaannya tidak boleh cacat/rusak (gbr.a).
“Drift” khusus digunakan untuk membentuk kepala paku keeling dan termasuk peralatan pengeling(“riveting tool”).
XV. PUNCH (PELUBANG) 1. Center punch ( penitik )
Alat ini digunakan untuk membuat lubanag sebagai pusat pengeboran atau luabang penandaan
2. Hole punch (pelubang)
Alat ini digunakan untuk membuat lubang kecil pada kulit atau karet.
Palu adalah alat yang digunakan unruk memukul. Jenis – jenis palu dibedaakan berdasarkan penggunaannya. Tangkai dan kepala palu terbuat dari bermacam – macam bahan yang disesuaikan dengan penggunaannya.
1. Blacksmiths hammer (palu pekerjaan Tempa )
Palu jenis ini terbuat dari baja khusus yang ditempa dan digunakan pada pekerjaan tempa.
Tangakai pemegangnya terbuat dari kayu atau piapa baja.
Palu pekerjaan tempa tersedia pula dengan ukuran besar, yang dikenal dengan nama “blacksmiths sledge hammer”.
Tangkai pemegangnya lebih panjang dari palu biasa. Bentuk kepala palu
bermacam – macam .
2. Slag / cleaning hammer (palu terak / pembersih)
Palu terak / pembersih digunakan untuk membersihkan terak pada proses pengelasan.
Bagian tangkai pemegangnya berongga sebagai tempat untuk menggantungkan palu tersebut.
3. Sheetmetal worker hammer (palu pekrja pelat )
Palu ini digunakan pada pekerjaan pelat. Bentuk dari aplu ini bermacam – macam dan disesuaikan dengan jenis pekerjaan, seperti melipat, meratakan, membetuk, dan lain – lain. Gamabr disamping adalah palu yang digunakan unutk memukul seng / lembaran baja tipis. Palu jenis ini digunakan untuk membentuk lembaran/ pelat baja. Jenis kepala palu bermacam – macam yang disesuaikan dengan bentukan yang diinginkan.
Bagian muka palu disamping lebih halus dibandingkan dengan jenis palu diatas. Hal ini dikarenakan proses pemolesan pada muka palu. Palu jenis ini digunakan untuk pembentukan atau pemukulan pada pelat dengan hasil yang rapi / baik.
4. Engineer hammer (palu teknik)
Palu jenis ini digunakan pada pekerjaan teknik atau sebagai perlengkapan mekanik. Tangkai terbuat dari kayu atau pipa baja yang dilengkapi dengan pemegang karet.
5. Exchangeable face hammer
Palu jenis ini bagian mukanya dapat diganti apabila rusak.
Jenis bahan bagian palu palu adalah plastik, nylon, alumunium, perunggu dan kulit mentah. Palu ini digunakan untuk memukul permukaan benda agar tidak rusak /cacat
6.Mallet (palu lunak )
Palu lunak digunakan untuk memukul benda dengan lunak dimana bagian benda yang dipukul tidak boleh rusak atau cacat. Bagian kepala palu biasanya terbuat dari karet, kayu, plastik, kulit mentah. Jenis – jenisnya :
a. “Mallet” kayu b. “Mallet “ karet c. “Mallet” plastik d.“Mallet” kulit mentah
XVII. EXTRACTOR / PULLER (PENARIK ) ‘’Extractor” sering digunakan untuk
menarik “bearing”, “pulley”, atau roda gigi dari pasangannya.
1. Twin- legged extractor (penarik Berkaki dua )
a. “Extractor” kaki lengkung
Konnstruksi kaki “Extractor” yang kuat, menyebabkan tidak akan terjadi “slip” pada saat proses penarikan.
b. “Extractor” dengan pengarah kaki. Kaki “extractor” dapat dibalik untuk mencekam benda yang akan ditarik
dan disesuaikan dengan
penggunaannya. Pengarah kaki berfungsi untuk mengatur pencekaman kaki “extractor” terhadap benda yang akan ditarik.
c. “Extractor “ dengan pengarah tirus “Extractor” jenis ini dilengkapi dengan pengarah tirus yang berfungsi menekan kaki – kaki “ extractor” terhadap benda yang akan ditarik. Bentuk kaki “extractor’’ lurus atau melengkung.
d. “Extractor” dengan kaki yang dapat digeser
Kaki – kaki “extractor” dapat digeser sesuai dengan ukuran benda yang akan ditarik.Kakinya mempunyai tiga macam bentuk.
berkaki tiga) :
a. “Extractor”kaki lengkung
Konstruksi kaki “extractor” yang kuat menyebabkan tidak akan terjadi “slip” pada saat proses penarikan.
b. “Extractor” dengan kaki yang dapat dibalik.
Kaki – kaki “extractor” mempunyai dua buah rahang penarik yang berbeda dan dapat dibalik sesuai dengan benda yang akan ditarik.
c. “Extractor” dengan kunci pengatur . Kunci pengatur digunakan untuk mencekam atau melepas kaki – kaki”extractor” terhadap benda yang akan ditarik dan menghindari terjadinya ‘slip”
d. “Extractor” dengan pengarah tirus
“ Extractor jenis ini dilengkapi dengan pengarah tirus yang berfungsi menekan kaki – kaki”extractor” l terhadap benda yang akan ditarik. Bentuk kaki “extractor” lurus atau melengkung.
3. Ball bearing extractor
“Extractor” jenis ini khusus digunakan untuk menarik “ball bearing” dengan cepat dan sederhana. Bagian yang dicekam adalah alur dalam ring luar dari “ball bearing”. Kaki – kakinya tersedia dalam berbagia ukuran yang disesuaikan dengan ukuran “ ball bearing” yang akan ditarik.
4. Bearing extractor
“Extractor” ini dipakai bersama pelat penarik yang digunakan untuk menarik semua jenis “beraing” dimana extractor” biasa tidak dapt digunakan karena factor penempatan “bearing” pada suatu konstruksi.
5. Universal extractor
“Extractor” jenis ini sering digunakan untuk melepas “bearing”, “bush” dari bagian ring dalam. Pada saat digunakan, alat ini tidak akan mengakibatkan kerusakan pada benba yang ditarik maupun rumah pasangannya. Jenis – jenisnya
a. “Universal extractor” untuk menarik benda – benda berukuran kecil.
b. Universal extractor” untuk menarik benda – benda berukuran besar
6. “Extractor” berpegas
Fungsi pegas pada “extractor” ini sebagai pengaruh tekanan pencekaman kaki – kaki”extractor” terhadap benda yang ditarik.
7. “Extractor”hidrolik
Tenaga hidrolik digunakan untuk melepas benda – benda ayng besar yang membutuhkan tenaga pelepas yang besar.
“Extractor” jenis ini dilengkapi dengan mekanisme hidrolik dan alat Bantu pompa tangan hidrolik.
8. Wheel extractor
“Extractor” jenis ini digunakan untuk menarik roda mobil atau lori. Kaki – kaki “extractor” dihubungkan dengan roda melalui baut pengikat atau ring pengikat.
9. Steering wheel extractor
“extractor” jenis ini didisain secara khusus untuk menarik sambungan “ball joint” pada kemudi kendaraan.
XVIII. HAND MACHINE TOOL (MESIN PERKAKAS TANGAN)
1. Hand grinding machine (mesin gerinda tangan)
a. Angle grinder (mesin gerinda sudut) Mesin ini sering digunakan untuk menggerinda yang bertujuan : memotong kampuh hasil pengelasan, men”chamfer” sisi yang tajam suatu benda dll. Tenaga penggerak mesinnya adalah listrik atau udara bertekanan
b. Surface grinder (mesin gerinda permukaan )
Mesin gerinda permukaan direncanakan untuk menggerinda permukaan yang tidak rata dari suatu baja atau bagian logam. Biasanya mesin ini digerakkan oleh tekanan udara, tetapi tersedia juga mesin yang digerakkan oleh listrik
c. Disk grinder ( mesin gerinda cakera) Mesin ini dilengkapi dengan kopling pengaman yang
secara otomatis mematikan putaran batu gerinda pada saat akan lepas. Putaran yang tinggi menyebabkan mesin ini sesuai digunakan untuk proses”polishing”. Piringan gerinda terbuat dari serat fiber. Tenag penggerak menggukan udara bertekanan.
d. Grinding and filling machine ( mesin gerinda dan kikir )
Mesin ini digunakan untuk menggerinda atau mengikir bentuk benda kerja rumit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Tenaga penggerak yang digunakan adalah listrik atau udara bertekanan.
Bentuk – bentuk batu gerinda yang digunakan
Bentuk – bentuk kikir putar yang digunakan
2. Portable electric drill (mesin bor tangan listrik ).
a. Mesin bor normal
a.1. Mesin ini digunakan untuk mengebor benda kerja dengan diameter lubang maximum :
- Sampai 13 mm pada benda kerja - Sampai 32 mm pada kayu keras
Terdapat dua macam kecepatan puatar yang berbeda.
a.2. Mesin jenis ini digunakan untuk mengebor benda kerja dengan diameter lubang maximum :
- Sampai 16 mm pada baja - Sampai 40 mm pada kayu keras
Terdapat dua macam kecepatan putar yang berbeda
Percusion drill (mesin bor pukul)
Mesin bor ini dapat disetel menjadi tiga macam jenis operasi, yaitu :
- Opersi bor bisa
- operasi bor dengan pukulan - opersi pukulan lurus
Ketiga jenis opersi tersebut dapat dipilih sesuai dengan pekerjaan.
Perlengkapan standar pada perlengkapan ini adalah ;
a. Pahat paku b. Pahat rata c. Pahat rata lebar d. Pahat alur
e. Pemegang pahat f. Adaftor
g. Mata bor ujung carbide
Pneumatic drill (mesin bor tangan udara bertekanan )
Mesin jenis ini sangan efisien bila digunakan untuk mengebor batu, batu beton atau batu tembok dan digunakan pada pekerjaan yang membutuhkan putaran dan pukulan.
d. Angle drill (mesin bor sudut)
Mesin ini digunakan untuk pengeboran pada posisi yang sulit dicapai oleh mesin bor biasa atau pada ruangan yang sempit. Tenaga penggerak yang sering digunakan adalah tenaga listrik.
tangan listrik)
a. Jig saw (gergaji tusuk)
gergaji ini sering digunakan untuk memotong kayu, fiber, alumunium, baja, dengan ketebalan tertentu. Bagian landasan dapat diputar untuk pemotongan bersudut dar 0° sampai 45°. Gerakan daun gergaji naik turun.
Jenis – jenis daun gergaji yang digunakan disesuaikan dengan jenis bahan yang dipotong
b. Mesin ini dilengkapi dengan daun gergaji bulat. Kedalaman pemotongan dan sudut pemotongan dapat diatur dengan mudah. Sering digunakan untuk memotong pelat atau membuat alur pada suatu permukaan benda.
Jenis – jenis daun gergaji bulat yang digunakan disesuaikan dengan jenis bahan yang dipotong.
Jenis – jenis perlengkapan yang digunakan. 6. Scewdriver runner (mesin pemutar kepala
obeng)
Alat ini digunakan untuk memutar berbagai jenis kepala obeng. Putaran yang dihasilkan searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Semua jenis sekrup / baut dapat dipasang atau dilepas dengan mudah. a. “Screwdriver runner” pistol
a. “Screwdriver runner” lurus.
SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI
5.1. Sumber Daya Manusia
Pelatih
Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk : a. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
b. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
c. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
d. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
e. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.
Penilai
Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :
a. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
b. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
c. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.
Teman kerja/sesama peserta pelatihan
Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.
5.2. Sumber-sumber Perpustakaan
Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :
1. Buku referensi dari perusahan 2. Lembar kerja
3. Gambar
4. Contoh tugas kerja
5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.
Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.
Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.
Sumber-sumber bacaan yang dapat digunakan : Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit Judul Pengarang Penerbit Tahun terbit : : : : : : : :
Teori Kerja Bangku
Politeknik Manufaktur Bandung
FITTING MACHINIG RON CULLEY
5.3. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan • Ragum / catok
• Kikir
• Mesin bor dan mata bor
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI
SEKTOR LOGAM MESIN
SUB SEKTOR TEKNOLOGI MEKANIK
MENGGUNAKAN PERKAKAS TANGAN
LOG.OO18.001.01
BUKU KERJA
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
DAFTAR ISI
Daftar Isi ... Hal BAB I STANDAR KOMPETENSI ... 2
1.1. Unit Kompetensi yang Dipelajari ... 2 1.1.1 Judul dan Kode Unit ... 2 1.1.2 Deskripsi Unit ... 2 1.1.3 Kemampuan Awal ... 2 1.1.4 Elemen Kompetensi ... 2 1.1.5 Kriteria Unjuk Kerja ... 2 1.1.6 Batasan Variabel ... 3 1.1.7 Panduan Penilaian ... 4 1.2. Kompetensi Kunci ... 4
BAB II TAHAPAN BELAJAR ... 5 BAB III TUGAS TEORI DAN UNJUK KERJA ... 8 Buku-buku Referensi untuk bahan pelatihan yang telah direkomendasikan:
BAB I
STANDAR KOMPETENSI
KODE UNIT : LOG.OO18.001.01
JUDUL UNIT : Menggunakan Perkakas Tangan Use Hand
DESKRIPSI UNIT
: Unit ini menggambarkan kegiatan menggunakan perkakas tangan yang meliputi pemilihan jenis perkakas yang tepat, menggunakan perkakas sesuai dengan spesifikasi,
memperhatikan keselamatan kerja, memperbaiki, merawat dan menyimpan perkakas tangan sesuai dengan prosedur operasi standar
Bidang : Pemeliharaan dan Diagnostik Bobot Unit : 2
Unit Prasyarat : -
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
(PERFORMANCE CRITERIA) 18.001.00.01
Menggunakan Perkakas Tangan
1.1. Memilih perkakas tangan yang tepat menurut keperluan tugas pekerjaan.
1.2. Menggunakan perkakas tangan untuk membuat hasil yang diinginkan menurut spesifikasi pekerjaan yang mungkin termasuk penghalusan permukaan, tegangan, ukuran dan bentuk tertentu.
1.3. Mengikuti semua syarat keselamatan sebelum, selama dan sesudah penggunaan perkakas.
digunakan dan memutuskan untuk diperbaiki menurut prosedur yang ditunjuk sebelum, selama dan setelah penggunaannya.
1.5. Melaksanakan perawatan berkala terhadap perkakas, termasuk mengasah dengan tangan menurut prosedur operasi, cara dan teknik standar.
1.6 Menyimpan perkakas tangan dengan aman di tempat yang tepat menurut prosedur operasi standar dan rekomendasi pabrik pembuat.
BATASAN VARIBEL
Pekerjaan secara otonom atau dalam suatu kelompok menggunakan standar-standar mutu, keselamatan dan prosedur bengkel yang telah ditetapkan meliputi penggunaan bermacam-macam perkakas tangan, termasuk tetapi tidak terbatas hanya pada penggunaan gergaji tangan, palu, pembolong, obeng, soket, kunci inggris, sekrap tangan, pahat tangan, mal, serut kayu dan penggunan semua bentuk dan jenis kikir. Penggunaan perkakas juga mencakup penggunaan perkakas tangan yang digunakan untuk penyetelan, pembongkaran, perakitan dan penyelesaian item-item atau komponen-komponen dan pengerjaan akhir, pemotongan, sekrap bahan logam dan
KOMPETENSI KUNCI
NO KOMPETENSI KUNCI TINGKAT
1. Mengumpulkan, Mengorganisir dan menganalisa Informasi 3
2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2
3. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas 2
4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2
5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 1
6. Memecahkan masalah 1
TAHAPAN BELAJAR
Langkah-langkah/tahapan belajar
• Penyajian bahan, pengajaran, peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar kompetensi.
• Isi perencanaan merupakan kaitan antara criteria unjuk kerja dengan pokok-pokok keterampilan dan pengetahuan.
K U K Indikator Kerja Tahapan Belajar Sumber
2.1 Memilih perkakas tangan yang tepat menurut keperluan tugas pekerjaan Dapat mengenal bermacam – macam perkakas tangan Dapat memilih perkakas tangan yang tepat Mempelajari bermacam – macam perkakas tangan Mempelajari cara memilih perkakas tangan yang tepat menurut keperluannya Fitting Machining, Ron Culley. Teori Kerja Bangku, Politeknik Manufaktur Bandung 2.2 Menggunakan perkakas tangan untuk membuat hasil yang diinginkan menurut spesifikasi pekerjaan yang mungkin Dapat menyebutkan spesifikasi yang dapat dicapai dengan penggunaan perkakas tangan Dapat Dapat menyebutkan atau menunjukkan hasil dari penggunaan perkakas tangan mampu mendemontrasikan