• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan

Setiap manusia membutuhkan segala informasi yang akurat mengenai lingkungan yang ada disekitarnya. Informasi akan sangat berguna saat seseorang tersebut mengunjungi bahkan menempati suatu lingkungan yang asing dan baru ia kunjungi. Layaknya para mahasiswa baru pada sebuah Universitas yang ada di Indonesia. Pada jenjang pendidikan Strata satu (S1), mahasiswa baru pada jenjang ini akan mengalami shock culture jika dia merupakan rantauan dari luar daerah. Hal ini karena mahasiswa S1 jika dipantau dari segi usia yang masih dalam tahap peralihan dari usia remaja ke usia dewasa yang dituntut untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar kampus dan kondisi yang benar-benar baru dialami seperti lingkungan asrama atau kosannya. Menurut Levinso (dalam Turner & Helms, 1995), usia 17-22 tahun merupakan tahapan pertama dari era dewasa muda yang ditandai dengan adanya transisi remaja (masa pra dewasa) ke kehidupan dewasa. Kemudian menurut Montgomery & Cote, pada usia tersebut juga seseorang memasuki bangku kuliah sebagai jalur penting menuju kedewasaan (dalam Papalia, Feldman, & Olds, 2007).

Lingkungan disekitar kampus dan berbagai aktifitas didalam maupun diluar kampus menuntut mahasiswa untuk dapat belajar mandiri, karena meraka jauh dari orangtua dan sanak saudara. Banyak mahasiswa yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus karena kurangnya kepekaan sosial dan informasi yang ada disekitar lingkungan kampus. Dan adanya perbedaan antara lingkungan sekitar tempat dimana dia tinggal dan kepribadian mereka juga menjadi faktor terjadinya masalah pada Mahasiswa Baru tersebut. Hal ini terkait dengan penyesuaian yang meupakan menjadi masalah terberat yang harus dihadapi setiap individu ketika memasuki dunia

(2)

melakukan penyesuaian diri karena adanya perubahan pada kehidupan individu untuk menuntut ilmu saat menduduki bangku kuliah.

Universitas Telkom merupakan Universitas yang memiliki mahasiswa yang datang dari berbagai macam daerah yang ada di Indonesia dan berkumpul untuk menuntut ilmu sesuai minat dan kemampuan mahasiswa baru tersebut. Universitas Telkom itu sendiri merupakan Universitas yang berada di Bandung, lebih tepatnya Kabupaten Bandung – Dayeuh Kolot yang berlokasi dijalan Telekomunikasi. Universitas Telkom memiliki 7 fakultas yang terdiri dari Fakultas Teknik Elektro, Fakultas Rekayasa Industri, Fakultas Teknik Informasi, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Komunikasi dan Bisinis, Fakultas Ilmu Terapan dan Fakultas Industri Kreatif. Namun mahasiswa baru membutuhkan berbagai macam informasi mengenai kampusnya agar dapat menyesuaikan diri pada lingkungan kampus Universitas Telkom. Mulai dari berbagai macam lokasi-lokasi gedung fakultas, prodi-prodi yang ada di kampus, fasilitas-fasilitas, UKM yang ada di kampus, hingga tempat-tempat yang ada disekitar kampus.

Mahasiswa baru kesulitan untuk mendapatkan informasi-informasi tersebut secara cepat dan lengkap. Untuk melakukan perkenalan terhadap kampus terlihat kurang efektif jika melakukannya hanya dilakukan seperti seminar didepan mahasiswa baru. Akan lebih baik jika Universitas Telkom memiliki sebuah media informasi berupa buku sebagai pedoman umum dan lengkap untuk mahasiswa baru tersebut. Didalam media informasi tersebut terdapat peta lokasi Universitas Telkom dan sekitarnya, serta terdapat berbagai macam jenis-jenis UKM dan fasilitas apa saja yang ada di Universitas Telkom dilengkapi dengan deskripsi dan kontaknya, kemudian adanya informasi mengenai Himpunan Mahasiswa. Dengan adanya buku tersebut, mahasiswa baru dapat dengan mudah mengetahui segala informasi yang ada di Universitas Telkom maupun disekitar Universitas Telkom.

(3)

1.2 Permasalahan

1.2.1 Identifikasi Masalah

Setelah melihat latar belakang permaslahan diatas, maka penulis bisa menyimpulkan bahwa identifikasi masalah sebagai berikut :

1. Kurangnya informasi untuk mahasiswa baru Universitas Telkom mengenai lingkungan sekitar kampus.

2. Banyaknya jenis-jenis gedung dan fasilitas, serta lokasi yang cukup luas di Universitas Telkom yang dapat membingungkan mahasiswa baru.

3. Banyaknya jenis-jenis kegiatan mahasiswa Universitas Telkom sehingga sulit mendapatkan informasi mengenai kegiatan mahasiswa yang ada di Universitas Telkom.

4. Belum adanya media informasi yang tepat untuk mahasiswa baru Universitas Telkom mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan selama menuntut ilmu di Universitas Telkom.

1.2.2 Batasan Masalah

Setelah mengidentifikasi masalah diatas, maka agar pembahasan tidak meluas, penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu kurangnya media informasi yang dibutuhkan oleh seluruh mahasiswa baru Universitas Telkom mengenai informasi yang dibutuhkan dan patut diketahui untuk mempermudah dan menjadi panduan umum bagi mahasiswa baru Universitas Telkom mendapatkan informasi yang berkaitan dengan Universitas Telkom.

1.2.3 Rumusan Masalah

Dari identifikasi masalah diatas maka penulis bisa merumuskan masalah, yaitu:

(4)

1. Bagaimana mahasiswa baru Universitas Telkom mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan untuk melakukan perkenalan terhadap seluruh fasilitas didalam maupun diluar Universitas Telkom.

2. Bagaimana merancang sebuah media informasi yang efektif untuk memberikan informasi terhadap mahasiswa baru Universitas Telkom.

1.3 Ruang Lingkup

Dari identifikasi dan rumusan masalah yang telah dipaparkan serta untuk pembahasan lebih terarah, maka penulis memaparkan ruang lingkup masalah pada penelitian ini. Berikut ruang lingkup masalah tersebut:

1. Apa

Media penyebaran informasi dan panduan umum secara lengkap untuk mahasiswa baru Universitas Telkom.

2. Bagian mana

Perancangan media informasi berupa buku sebagai pedoman umum untuk mahasiswa baru UniversitasTelkom.

3. Tempat

Penempatan media informasi ini tentu akan ada di Universitas Telkom. 4. Waktu

Waktu yang ditujukan media informasi ini yaitu untuk tahun ajaran 2015 – 2016.

1.4 Tujuan Perancangan

Setelah meninjau dari rumusan masalah diatas, maka tujuan membuat media informasi untuk mahasiswa Universitas Telkom adalah:

1. Untuk memberikan informasi dan menjadi panduan umum bagi mahasiswa baru Universitas Telkom mengenai lingkungan disekitar

(5)

kampus melalui buku sebagai pedoman umum mahasiswa baru yang akan dibuat.

2. Untuk mempermudah mahasiswa baru mengakses segala kegiatan-kegiatan yang ada didalam kampus maupun luar kampus Universitas Telkom melalui buku sebagai pedoman umum mahasiswa baru yang akan dibuat.

1.5 Cara Pengumpulan Data dan Analisis

Dalam pengumpulan data tentang informasi dan panduan untuk mahasiswa baru Universitas Telkom, penulis menggunakan beberapa metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek secara alamiah dan menekankan pada makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2014: 9). Pengumpulan data pada penelitian ini, penulis menggunakan metode yang digunakan yaitu:

1. Metode Observasi

Metode observasi ini bertujuan mengumpulkan data dengan cara mengamati secara langsung segala fenomena-fenomena yang ada disekitar Universitas Telkom mengenai gaya hidup mahasiswa dan kegiatan selama menuntut ilmu di Universitas Telkom.

2. Metode Wawancara

Penulis menggunakan metode wawancara terhadap staf Universitas Telkom, mahasiswa Universitas Telkom, serta para pelajar kelas XII SMA yang akan memasuki dunia perkuliahan. Kemudian juga melakukan wawancara terhadap tiap kelompok atau komunitas yang melakukan kegiatan disekitar Universitas Telkom.

3. Metode Studi Pustaka

Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data yang diperoleh melalui buku, jurnal dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik permasalahan.

(6)
(7)

1.7 Pembabakan

Pembabakan didalam penulisan laporan ini terbagi menjadi 5 Bab yaitu: BAB I PENDAHULUAN

Menjelaskan gambaran secara umum tentang kurangnya informasi dan panduan terhadap Mahasiswa Baru Universitas Telkom. Juga menjelaskan tentang tujuan penelitian, ruang lingkup serta manfaat dari media informasi dan panduan umum Mahasiswa Baru Universitas Telkom.

BAB II DASAR PEMIKIRAN

Pada Bab ini penulis akan menjelaskan apa saja yang mendasari pemikiran penulis seperti teori-teori dan sumber jurnal yang relevan untuk digunakan sebagai acuan untuk perancangan karya.

BAB III DATA DAN ANALISIS MASALAH

Penulis menjelaskan secara menyeluruh bagaimana mendapatkan data dan analisis data yang menentukan bagaimana proses perancangan karya.

BAB IV KONSEP DAN HASIL PERANCANGAN

Pada Bab ini berisi konsep desain dan hasil perancangan yang telah dibuat oleh penulis berdasarkan data-data yang telah diperoleh.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dari data dan perancangan media yang penulis buat dan saran dari penulis.

Referensi

Dokumen terkait

Hijauan makanan ternak dapat berupa rumput, jerami, batang jagung, maupun kacang-kacangan yang merupakan limbah (sisa) panen yang jumlahnya sangat melimpah pada waktu musim

bahwa pengaturan dalam Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah bagi Pelaku Usaha Mikro

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata luas daun pada spesies rumput dan diperoleh interaksi perlakuan naungan dengan spesies terhadap total luas daun.. notatum

Hasil penelitian yang diperoleh adalah kasus spondilitis tuberkulosis yang ditemukan pada tahun 2014 sebanyak 44 pasien.. Penyakit ini dapat menyerang segala jenis kelamin dan

Beberapa ahli berusaha mengadakan penelitian untuk menyangkal teori generatio spontanea antara lain Franscesco Redi, Spallanzani dan Louis Pasteur. Percobaan Redi dan

komunikasi Pedagang Kaki Lima perantau etnik Minangkabau dan penduduk asli dengan pemahaman, daya tarik dan dorongan membeli di pasar tradisional Jatibarang.. Bagaimana

20 Tahun 2001 Tentang Pemilikan Saham Dalam Perusahaan yang Didirikan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing yakni dalam rangka lebih mempercepat peningkatan dan perluasan kegiatan

Desain dari bangunan ruko J.City terlihat monotone juga antara satu bangunan ruko dengan ruko yang lainnya sehingga tidak dapat ditebak siapa arsitek yang