RENCANA KERJA TAHUNAN
(RKT)
TAHUN 2014
ASISTEN KETATAPRAJAAN SEKRETARIS DAERAH
KABUPATEN JEMBRANA
halaman KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 LATAR BELAKANG ... 1 1.2 DASAR HUKUM ... ... 2
1.3 TUGAS DAN FUNGSI ... 6
BAB II RENCANA STRATEGIK DAN RENCANA KINERJA ………... ... … 11
A. RENSTRA ...……… 11
1 VISI...……….……… 11
2. MISI ...………. 12
3. TUJUAN DAN SASARAN ……….……… 4. CARA PENCAPAIAN TUJUAN ……….. 14 21 B. RKT ………. 23
BAB III PENUTUP ………... 28
A. KESIMPULAN... 28
Halaman Tabel 3.1 ... 37 Tabel 3.2... 38 Tabel 3.3 ... 42
3. Undang-Undang ...
S E K R E T A R I A T D A E R A H
Jalan Surapati Nomor 1 Telepon (0365) 41210
N E G A R A
KEPUTUSAN ASISTEN KETATAPRAJAAN SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN JEMBRANA
Nomor : 180 /03/As. Kttp / 2013 TENTANG
RENCANA KERJA (RENJA)
ASISTEN KETATAPRAJAAN SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN JEMBRANA
TAHUN 2014
ASISTEN KETATAPRAJAAN,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka lebih meningkatkan akuntabilitas dan trasparansi pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab dipandang perlu adanya penyusunan Renja Tahun 2012 untuk menjabarkan Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan Organisasi sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi;
b bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaiman dimaksud pada huruf a, maka perlu menetetapkan Keputusan Asisten Ketataprajaan tentang Rencana Kerja (RENJA) Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2014;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);
2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomr 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286 ); 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355 ); 5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan
Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 );
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 ); sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan PemerintahPengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548 );
7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438 ); 8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578 );
10. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman penyusunan dan penerapan standar pelayanan minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585 );
11. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614 );
13. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
14. Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana (Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Nomor 15, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15);
15. Peraturan Bupati Jembrana Nomor 46 tahun 2011, Tentang Rincian Tugas Pokok Fungsi Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana (Berita Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Nomor 143) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Nomor 59 Tahun 2012 tentang Rincian Tugas Pokok Fungsi Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana (Berita Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2012 Nomor 354);
M E M U T U S K A N :
Menetapkan :
KESATU : Rencana Kerja (RENJA) Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2014.
KEDUA : Rencana dimaksud diktum KESATU sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini.
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
TEMBUSAN disampaikan kepada Yth :
1. Bupati Jembrana di Negara. 2. Wakil Bupati Jembrana di Negara.
3. Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana di Negara.
4. Asisten Ekbang. Sos. Sekda. Kabupaten Jembrana di Negara.
5. Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jembrana di Negara. 6. Inspektur Kabupaten Jembrana di Negara.
7. Kepala Dinas / Badan/Kantor/Satuan/Bagian di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, di Negara.
Ditetepkan di Negara
pada tanggal 24 Januari 2013
Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kab. Jembrana.
I Made Sudiada, SH., MH.
Pembina Utama Muda.
ii
KATA PENGANTAR
Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan ( RKT ) Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2014 merupakan kewajiban Asisten Ketataprajaa sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana diubah menjadi Permendagri Nomor 59 Tahun 2007. RKT disusun sebagai pegangan bagi setiap SKPD dalam mengelola keuangan guna melaksanakan program/kegiatan sebagaimana tertuang dalam APBD Kabupaten Jembrana 2014.
Penyusunan RKT Tahun 2014 ini, disusun berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana dan Peraturan Bupati Nomor 59 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Perauran Bupati Nomor 46 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana. Kami menyadari RKT ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, maka kami mengharapkan masukan dan saran dari semua pihak guna penyempurnaan. Mudah-mudahan RKT ini dapat dipergunakan atau dimanfaatkan sebagai salah satu dasar pengambilan kebijakan dalam meningkatkan kinerja Asisten Ketataprajaan, terima kasih.
Negara, 24 Januari 2013
Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kab. Jembrana,
I Made Sudiada, SH., MH.
Pembina Utama Muda Pembina Tk. I
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Sejalan dengan adanya perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dari dilayani menjadi melayani, mengharuskan setiap institusi pemerintah dapat mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Governance) baik dari tahap perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi. Dalam rangka tahap perencanaan sesuai dengan amanat Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional Bab III Pasal 7 dan Bab V Pasal 15 bahwa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah wajib menyiapkan Rencana Startegis SKPD ( Satuan Kerja Perangkat Daerah ) sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang selanjutnya setiap Tahun Anggaran dijabarkan dalam bentuk Rencana Kinerja Tahunan ( RKT ).
Dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel sebagaimana diamanatkan dalam Ketetapan MPR No. XI/MPR/1998 dan Undang – Undang No. 28 Tahun 1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas KKN kemudian diimplementasikan melalui Inpres Nomor 7 Tahun 1999 dan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi serta memperhatikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010, maka peranan Renstra yang dijabarkan setiap tahun dalam bentuk RKT ini menjadi sangat penting.
Rencana Kerja Tahunan Sekda Kabupaten Jembrana merupakan perencanaan tahunan yang memuat Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan disusun sebagai wujud komitmen jajaran dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagaimana yang telah ditetapkan dalam tujuan dan sasaran.
Untuk mewujudkan Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan dalam RKT ini, maka dibuat Rencana Kerja Tahunan ( RKT ) dan Rencana Kerja Anggaran ( RKA ) secara proporsional dan terukur serta menentukan jenjang tanggungjawab terhadap keberhasilan maupun kegagalan dalam pelaksanaannya antara lain : staf dan eselon IV bertanggungjawab pada Kegiatan, eselon III bertanggungjawab pada Program, dan eselon II bertanggungjawab pada Kebijakan.
Sebagaimana amanat UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, maka setiap SKPD wajib menyusun Rencana Kerja Tahunan ( RKT ). Demikian juga halnya yang merupakan jabatan eselon II juga wajib menyusunnya. Dengan sumberdaya yang tersedia, berupaya menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja Tahunan guna mewujudkan Good Governance.
Dalam menyusun RKT, ada beberapa hal yang mendapat perhatian seperti : (a) Tugas pokok dan Fungsi , (b) Capaian kinerja tahun sebelumnya, (c) Permasalahan yang diprediksi muncul pada tahun mendatang dan (d) Indikasi alokasi dana yang diperkirakan pada tahun-tahun mendatang.
1.2 Dasar Hukum
Dalam masa satu tahun, sebagai salah satu pejabat eselon II di bawah Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana juga diwajibkan menyusun Rencana Kerja (RKT) sebagai alat ukur
keberhasilan pencapaian sasaran dan kegiatan. Rencana Kerja Tahunan tersebut berfungsi sebagai perencanaan operasional yang menjadi dasar pengajuan anggaran berbasis kinerja.
Sebagaimana disebutkan di atas, dengan terbitnya Perda Nomor 15 Tahun 2011 dan Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2011 tentang rincian tugas pokok dan fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Jembrana, maka pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan Asisten Ketataprajaan Kabupaten Jembrana merupakan penjabaran tahunan dari Renstra Asisten Ketataprajaan Sekda. Kabupaten Jembrana. Rencana Kerja (RKT) disusun berdasarkan beberapa landasan sebagai berikut :
( 1 ). Landasan Idiil, yaitu Pancasila,
( 2 ). Landasan Konstitusional, yaitu UUD 1945, ( 3 ). Landasan Operasional :
- Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);
- Undang-undang Nomor 28 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 75; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
- Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomr 47 ; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286 );
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355 );
- Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggungjawab Keuangnan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 );
- Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 ); sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 );
- Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438 );
- Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
- Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman penyusunan dan penerapan standar pelayanan minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585 );
- Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2005 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614 );
- Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
- Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara, Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
- Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana (Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Nomor 15, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15);
- Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2013 (Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2012 Nomor 31);
- Peraturan Bupati Jembrana Nomor 46 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Jembrana (Berita Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Nomor 143) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 59 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat Daerah Kabupaten Jembrana (Berita Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2012 Nomor 354);
1.3 Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Asisten Ketataprajaan
Sebagaimana diuraikan pada latar belakang, bahwa RKT merupakan Rencana kurun waktu satu tahun sebagai penjabaran periode ketiga RPJMD Kabupaten Jembrana Tahun 2014, maka Tahun 2014 ditetapkan dengan maksud untuk memberikan arah kebijakan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang dijabarkan oleh masing-masing Bagian di bawahnya, yang merupakan penjabaran lebih lanjut sebagaimana Visi dan Misi Bupati sehingga setiap
stakeholders dan komponen masyarakat dapat berpartisipasi sejak perencanaan, pelaksanaan
maupun kontrol sosial guna mewujudkan pembangunan Kabupaten Jembrana yang berdaya guna dan berhasil guna.
Tujuan Penyusunan RKT Tahun 2014 adalah menyediakan dokumen perencanaan komprehensif dalam urusan Otonomi daerah, pemerintahan umum dan adminitrasi keuangan dalam satu tahunan, yang akan digunakan sebagai acuan dalam:
1. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA),
2. Sebagai sumber hukum dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi,
3. Sebagai acuan dalam penilaian kinerja pembangunan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
1.4 TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana, bahwa Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, yang membawahi 4 (empat) Bagian yaitu :
a. Bagian Pemerintahan; b. Bagian Hukum dan HAM;
c. Organisasi dan Tatalaksana; dan d. Bagian Umum.
Masing-masing Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Asisten Ketataprajaan dan masing-masing Bagian membawahi tiga Sub Bagian, dimana Sub. Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang bertanggungjawab langsung kepada Kepala Bagian. Adapun Sub Bagian-Sub Bagian yang berada di bawah Bagian-bagian tersebut adalah :
a. Bagian Pemerintahan, membawahkan :
1. Sub Bagian Pemerintahan Umum 2. Sub Bagian Otonomi Daerah 3. Sub Bagian Kerjasama.
b. Bagian Hukum dan HAM, membawahkan:
1. Sub Bagian Perundang-undangan;
2. Sub Bagian Bantuan Hukum dan HAM; dan 3. Sub Bagian Dokumentasi.
c. Bagian Organisasi dan Tatalaksana, membawahkan :
1. Sub Bagian Kelembagaan; 2. Sub Bagian Tatalaksana; dan
3. Sub Bagian Pemberdayaan Aparatur.
d. Bagian Umum, membawahkan :
1. Sub Bagian Tata Usaha 2. Sub Rumah Tangga
3. Sub Bagian Kepegawaian Setda.
Untuk lebih jelasnya susunan organisasi Asisten Ketataprajaan, sebagaimana Bagan Struktur , sebagai berikut :
Bagan Struktur Organisasi Asisten Ketataprajaan Skretaris Daerah Kabupaten Jembrana
Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2011, Asisten Ketataprajaan mempunyai tugas pokok membantu sebagian tugas Sekda dalam menyusun kebijakan pemerintah daerah, mengoordinasian pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis daerah, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah serta membina aparatur pemerintahan.
Dalam penyelenggaraan tugas pokok tersebut, Asisten Ketataprajaan mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. penyusunan kebijakan pemerintah daerah;
b. pengoordinasian pelaksanaan tugas dinas daerah, lembaga teknis daerah dan sekretariat daerah yang membidangi ; pengawasan, tugas pembantuan, ketentraman dan ketertiban, perlindungan masyarakat, penanggulangan bencana, kependudukan, agraria, kerjasama,
BAGIAN
PEMERINTAHAN Organisasi danBAGIAN
Tatalaksana
BAGIAN Hukum dan HAM
SUB-BAGIAN PEMERINTAHAN UMUM SUB-BAGIAN OTONOMI DAERAH SUB-BAGIAN KERJASAMA SUB-BAGIAN Pemberdayaan Aparatur SUB-BAGIAN Kelembagaan SUB-BAGIAN Tatalaksana SUB-BAGIAN PERUNDANG-UNDANGAN SUB-BAGIAN DOKUMENTASI SUB-BAGIAN Bantuan Hukum dan HAM ASISTEN KETATAPRAJAAN BAGIAN UMUM SUB-BAGIAN TATA USAHA SUB-BAGIAN RUMAH TANGGA SUB-BAGIAN Kepegawaian Setda.
kesatuan bangsa dan politik, pemuda dan olah raga, perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan, statistik, perhubungan, pekerjaan umum, pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan, pertambangan dan energi, lingkungan hidup, pertamanan dan kebersihan, kelautan, perikanan, pendidikan, pelayanan umum, hukum dan perundang-undangan, organisasi dan tatalaksana, SDM aparatur dan urusan umum; c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah sesuai bidang tugas
dan fungsinya;
d. pembina administrasi dan disiplin aparatur pemerintahan daerah; dan
e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Adapun rincian uraian tugas Asisten Ketataprajaan, antara lain :
a. menyusun rencana kegiatan sesuai bidang tugasnya, sebagai bahan pelaksanaan tugas; b. merumuskan sasaran yang hendak dicapai sesuai dengan visi dan misi yang telah
ditetapkan;
c. mengkoordinasikan, memantau dan mengevaluasi para Kepala Dinas, Kepala Badan, Inspektur, Kepala Kantor dan Kepala Bagian sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing agar terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung, yang meliputi bidang ; pengawasan, tugas pembantuan, ketentraman dan ketertiban, perlindungan masyarakat, penanggulangan bencana, kependudukan, agraria, kerjasama, pendidikan, kesatuan bangsa dan politik, pemuda dan olah raga, perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan, statistik, perhubungan, pekerjaan umum, pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan, pertambangan dan energi, lingkungan hidup, pertamanan dan kebersihan, kelautan, perikanan, hukum dan perundang-undangan, organisasi dan tatalaksana, SDM aparatur dan urusan umum;
d. melaksanaan pembinaan administrasi dan disiplin pegawai;
e. menilai prestasi kerja bawahan dengan cara mengevaluasi hasil kerjanya sebagai bahan pengembangan karier;
f. memberi saran dan masukan kepada Sekda sesuai bidang tugasnya; g. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan;
h. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/ kedinasan kepada Sekda.
2) Sumber daya
Dalam melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi sebagaimana tersebut diatas, potensi yang diharapkan mendukung tugas pokok Asisten Ketatprajaan adalah meliputi :
a. Aparatur sebagai manajer (pemikir, perencana, pelayan dan penggerak) yang menjadi kekuatan pendorong yang utama.
b. Hubungan kerja/Koordinasi yang harmonis antara Bagian-bagian yang berada dibawahnya; Sumber daya manusia (pegawai) yang mendukung tugas dan fungsi Asisten Ketataprajaan berdasarkan data bulan Desember 2013 adalah sejumlah 125 orang dengan rincian masing-masing Bagian, sebagai berikut :
Tabel 1.1
Jumlah Sumber Daya Manusia (Pegawai)
NO BAGIAN JML. PEGAWAI SETRATA PRNDIDIKAN (orang) S2 S1 D SMA SMP SD
1 Hukum dan HAM 10 1 6 1 1 0 1
2 Pemerintahan 13 3 6 0 4 0 0
3 Organisasi dan
tatalaksana 6 2 4 0 0 0 0
4 Umum 98 7 14 0 54 13 10
TOTAL 127 13 30 1 59 13 11
Dengan klasifikasi menurut jabatan terdiri dari : Pejabat Struktural Eselon IIb sebanyak 1 orang, Eselon III.a sebanyak 4 Orang, Eselon IV.a sebanyak 12 orang, Pejabat Fungsional Tertentu (Arsiparis) sebanyak 1. orang dan Pejabat Fungsional Umum sebanyak 109 orang.
BAB II
RENCANA STRATEGIK DAN
RENCANA KINERJA ASISTEN KETATAPRAJAAN TAHUN 2014
A. RENCANA STRATEGIK
Perencanaan Stratejik merupakan suatu proses awal dalam usaha menuju tujuan yang ingin dicapai. Dalam Perencanaan Stratejik harus memperhatikan Lingkungan Internal (Kekuatan dan Kelemahan) serta Lingkungan Eksternal (Peluang dan Tantangan) suatu organisasi. Rencana Stratejik mengandung visi, misi, tujuan, program dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan.
1. Visi
Setiap organisasi perlu memiliki visi agar mampu eksis dan unggul dalam persaingan yang semakin ketat dalam lingkungan yang berubah dengan cepat. Perumusan visi Kabupaten Jembrana mencerminkan apa yang ingin dicapai, memberikan arah dan fokus strategi yang jelas, mampu menjadi perekat seluruh komponen Pemerintah Kabupaten beserta rakyat yang menjadi subyek dan obyek pembangunan, sehingga memiliki orientasi masa depan, mampu menumbuhkan komitmen, dan mampu menjamin kesinambungan pembangunan daerah.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana dapat menyusun Visi yang ingin diwujudkan. Adapun Visi Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana adalah :
Terwujudnya pelayanan tertib administrasi pemerintahan, hukum dan HAM, organisasi tatalaksana, kepegawaian, dan penyediaan sarana prasarana, dengan
dilandasi semangat kebersamaan ”.
Penjelasan Visi :
Pelayanan tertib Administrasi merupakan kegiatan administrasi perkantoran yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, meliputi; administrasi bidang pemerintahan, bidang hukum dan HAM, bidang organisasi tatalaksana, bidang kepegawaian, dan bidang pelayanan penyediaan sarana prasarana yang
12
dilandasi semangat kebersamaan dalam mendukung penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi.
2. MISI
Visi dijabarkan lebih lanjut ke dalam misi yang akan menjadi tanggung jawab Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana. Dengan pernyataan misi diharapkan seluruh anggota organisasi dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan mengenal keberadaan serta peran Asisten Ketataprajaan dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan. Misi Asisten Ketataprajaan dirumuskan dengan tetap memperhatikan misi Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana sebagaimana tertuang dalam Renstra Sekda. Kabupaten Jembrana. Oleh karena itu misi Asisten Ketataprajaan dirumuskan sebagai berikut :
1. Mewujudkan tertib adminitrasi pertanah pemerintah Kabupaten Jembrana, ketepatan waktu penyusunan LKPJ dan LPPD, pelaksanaan peringatan hari-hari besar dan bersejarah nasional, kerja sama dan penataan batas wilayah serta rupa bumi.
2. Mewujudkan pelaksanaan tertib hukum dan HAM dalam penyelenggaraan pemerintahan.
3. Mewujudkan organisasi dan ketatalaksanaan yang ideal mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Mewujudkan peningkatan kompetensi Sumber daya aparatur di lingkungan Asisten Ketataprajaan.
5. Mewujudkan pelayanan tertib administrasi penyediaan sarana prasarana rumah tangga sekretariat daerah.
Penjelasan masing-masing misi dapat diuraikan sebagai berikut :
Misi Kesatu : Mewujudkan tertib adminitrasi pertanah pemerintah Kabupaten Jembrana, ketepatan waktu penyusunan LKPJ dan LPPD, pelaksanaan peringatan hari-hari besar dan bersejarah nasional, kerja sama dan penataan batas wilayah serta rupa bumi.
Tertib administras merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan dipercaya oleh rakyat. Mewujudkan pemerintahan yang akuntabel memerlukan
pengelolaan adminsitrasi pemerintahan yang tertib karena kelancaran pelaksanaan tugas dan kegiatan sangat tergantung bagaimana manajemen administrasi itu diterapkan. Ketidak tertiban administrasi pemerintah akan menimbulkan lemahnya kekuatan hukum dalam penguasaan aset tanah, memecahkan permasalahan dalam suatu perjajian kerjasama, dan munculnya permasalahan tapal batas Desa/Kelurahan. Ketepatan waktu penyelesaian penyusunan LKPJ dan LPPD juga menunjuk salah satu tertib pelaksanaan administrasi pemerintahan begitu pula dalam pelaksanaan peringatan hari-hari besar dan bersejarah nasional.
Misi Kedua : Mewujudkan pelaksanaan tertib hukum dan HAM dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Negara Indonesia merupakan negara hukum sehingga segala proses penyelengaraan pemerintahan haruslah berdasarkan atas ketentuan perundang-undangan yang ada termasuk berbagai produk hukum daerah berupa Peraturan Daerah yang dibuat wajib ditaati dan dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Demikian pula dalam penyusunan produk hukum wajib mempertimbangkan Hak Azazi Manusia, serta dapat memberikan fasilitasi terhadap peneyelesaian masalah hukum pemerintah kabupaten.
Misi Ketiga : Mewujudkan organisasi dan ketatalaksanaan yang ideal mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penyelenggaraan pemerintahan di daerah dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menyelenggarakan berbagai urusan yang diberikan oleh pemerintah yang susunan organsiasinya ditetapkan dalam sebuah peraturan daerah. Keberadaan struktur organisasi yang ideal dimaksudkan bahwa struktur yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan daerah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga seluruh penyelenggaraan pemerintahan dapat berfungsi secara optimal dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah.
14
Misi Keempat : Mewujudkan peningkatan kompetensi Sumber daya aparatur di lingkungan Asisten Ketataprajaan.
Sumber daya aparatur/pegawai merupakan aparatur penyelenggara pemerintahan yang juga mempunyai hak dan kewajiban yang melekat dalam status kepegawaiannya, maka pelayanan yang baik terhadap pemenuhan hak-hak pegawai akan dapat meningkatkan kesadaran pegawai untuk memenuhi kewajibannya. Untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan di era reformasi diperlukan peningkatan kompetensi pegawai. Peningkatan kompetensi pegawai dilakukan dengan mengikuti pendidikan/diklat yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun lembaga-lembaga lainnya.
Misi Kelima : Mewujudkan pelayanan tertib administrasi penyediaan sarana rumah tangga sekretariat daerah.
Setiap organisasi membutuhkan sarana yang memadai agar penyelenggaraan kegiatannya dapat berjalan dengan lancar. Sebagai organisasi besar, sekretariat daerah membutuhkan sarana yang besar pula untuk dapat berjalan dengan optimal. Namun demikian dengan berbagai keterbatasan anggaran yang dimiliki tentunya memerlukan pengelolaan anggaran yang baik dan tertib administrasi dalam proses penyediaan sarana tersebut agar betul-betul sesuai dengan kebutuhan dan bebas dari praktek-praktek KKN.
3. Tujuan dan Sasaran Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kabupataen Jembrana.
Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi sehingga rumusannya harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang. Untuk itu tujuan disusun, guna memperjelas pencapaian sasaran yang ingin diraih dari masing-masing misi. Meneg PAN menyatakan: “Tujuan adalah hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 5(lima) tahun. Tujuan organisasi harus konsisten dengan tugas dan fungsinya. Secara kolektif, tujuan organisasi menggambarkan arah strategis organissai dan perbaikan-perbaikan yang ingin diciptakan sesuai dengan tugas dan fungsi organisasi. Penetapan tujuan didasarkan kepada faktor-faktor kunci keberhasilan yang ditetapkan setelah penetapan Visi dan Misi.
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh instansi pemerintah dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulanan atau bulanan. Sasaran diusahakan dalam bentuk kuantitatif sehingga dapat diukur. Sasaran harus menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan” Meneg PAN, 2008:21-22). Sementara itu menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007, sasaran (target) hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan.
Dari dua pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sasaran kegiatan adalah hasil yang ingin dicapai dalam jangka waktu bulanan, triwulanan paling lama satu tahun. Adapun Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai dalam Rencana Strategis Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana dipaparkan per- Bagian dengan pertimbangan lebih memudahkan dalam perencanaan dan evaluasi.
Tabel 2.1
Penjabaran Misi -Tujuan Asisten Ketataprajaan
No Misi Tujuan
I Asisten Ketataprajaan 1. Bagain Pemerintahan
- Mewujudkan akuntabilitas dan transaparansi penyelenggaraan pemerintahan
1. Terciptanya sistem administrasi pemerintahan yang efektif dan efisien 2. Meningkatnya partisipasi masyarakat
taerhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
2 Bagian Hukum dan HAM
- Mewujudkan pelaksanaan tertib hukum dan HAM dalam penyelenggaraan pemerintahan
3. Meningkatnya kehidupan supremasi hukum dan HAM
16
No Misi Tujuan
3. Bagian Organisasi dan Tatalaksana
- Mewujudkan organisasi dan ketatalaksanaan yang ideal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku
4. Terwujudnya Organisasi dan Tatalaksana pemerintahan yang efektif dan efisien.
4. Bagian Umum
-Mewujudkan pelayanan tertib
administrasi penyediaan sarana rumah tangga sekretariat daerah.
5. Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Jembrana
Tabel 2.2
Penjabaran Tujuan Asisten Ketataprajaan
No Tujuan Sasaran
I Asisten Ketataprajaan 1. Bagain Pemerintahan
a. Terciptanya sistem administrasi
pemerintahan yang efektif dan efisien Ketersediaan buku LKPJ dan LPPD
Meningkatnya tertib administrasi pertanahan Terdatanya nama-nama unsur rupabumi Terwujudnya Pelaksanaan penetapan Batas Wilayah, Kecamatan dan Desa/Kelurahan Meningkatnya kerjasama antar daerah dan pihak ketiga
b. Meningkatnya partisipasi masyarakat daerhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
No Tujuan Sasaran
2 Bagian Hukum dan HAM
- Meningkatnya kehidupan supremasi
hukum dan HAM Meningkatnya kualitas produk hukum daerahyang dihasilkan. Meningkatnya kesadaran hukum masyarakat
3. Bagian Organisasi dan Tatalaksana
- Terwujudnya Organisasi Pemkab yang
efektif dan efesien. Terciptanya organisasi Pemkab. Jembranayang efektif dan efisien Adanya SOP, anjab, ABK, dan evaluasi organisasi dan Tupoksi serta pembinaan CPP dan CBAN
4. Bagian Umum
- Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Jembrana
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Jembrana
Meningkatnya koordinasi yang mantap
Meningkatnya kapasitas sumber daya aparatur Dari beberapa sasaran tersebut diatas, pada Tahu 2013 tidak semua sasaran dapat diwujudkan, hal tersebut dengan pertimbangan proriatas. Adapun sasaran yang dapat dilasanakan melalui program dan kegiatan ditahun 2014, sebagai beikut dalam Tabel 2.3 :
Tabel 2.3
Sasaran Terpilih dan Indikator Kinerja Utama Tahun 2013
( disajikan per-Bagian )
Sasaran Indikator Kinerja Utama Satuan
I. Asisten Ketataprajaan 1. Bagian Pemerintahan
18
Sasaran Indikator Kinerja Utama Satuan
Jumlah buku LKPJ yang disusun Terdatanya nama-nama unsur
rupabumi
Jumlah pelaksanaan penataan kali Terwujudnya Pelaksanaan
penetapan Batas Wilayah, Kecamatan dan Desa/Kelurahan
Jumlah Desa/Kel di fasilitasi penyelesaian tapal batas wilayah
Desa/Kelurahan
Meningkatnya tertib administrasi pertanahan
Jumlah pemerosesan sertifikat asset Sertifikat Jumlah surat rekomendasi alih
fungsi lahan.
Pucuk/buah Kegiatan Fasilitasi penyelesaian
konflik konflik pertanahan
Kasus Meningkatnya kerjasama antar
daerah dan pihak ketiga
Frekwensi sosialisasi peraturan kerjasama
Kali Jumlah dukumen kerjasama Buah Mingkatnya partisipasi masyarakat Jumlah pelaksanaan peringatan hari
besar dan bersejarah
kegiatan
2. Bagian Hukum dan HAM
Peningkatan kualitas produk hukum daerah yang dihasilkan.
Jumlah kegiatan pengharominsan peraturan per U-U
kegiatan Jumlah Ranperda yang diajukan ke
DPRD
Buah/ranperda Jumlah Kasus yang difasilitasi dalam
penyelesaian
Kasus Jumlah himpunan produk hukum
yang terdokumentasikan
Buah/buku Meningkatnya kesadaran hukum
masyarakat
Jumlah kegiatan penyuluhan hukum dan pembinaan Desa sadar hukum
Sasaran Indikator Kinerja Utama Satuan
Jumlah kegiatan sosialisasi produk hukum daerah/ peraturan perundang-undangan
Kegiatan
3. Bagian Organisasi & Tatalaksana
Terciptanya organisasi pemkab Jembrana yang bersih, efektif dan efisien.
Jumlah sertifikat ISO/SNI Paket Jumlah Dokumen IKU Setda. buku
Jumlah Dokumen RKT Setda buku Jumlah Dokumen LAKIP Setda. buku Adanya SOP, anjab, ABK, dan
evaluasi organisasi dan Tupoksi serta pembinaan CPP dan CBAN
Jumlah Prosedur kerja SKPD yang disusun
SKPD Jumlah Dokumen Laporan anjab Buah Jumlah dokumen Laporan beban
kerja yang disusun
buah Frekwenasi penataan/ evaluasi
organisasi dan dan Tupoksi
Kali
4. Bagian Umum
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan
kebutuhan Pemerintah Kabupaten Jembrana
Jumlah penyediaan materai, perangko dan paket pengiriman
Buah
Jumlah penyediaan sewa peralatan dan perlengkapan kantor
Buah/Jenis Jumlah penyediaan bahan pembersih
dan jasa untuk kebersihan
Jenis/orang Jumlah penyediaan jasa
pemeliharaan dan suku cadang peralatan
20
Sasaran Indikator Kinerja Utama Satuan
Jumlah penyediaan alat tulis kantor Buah/jenis Jumlah penyediaan barang cetak dan
fotocopy
Buah/lembar Jumlah penyediaan peralatan dan
perlengkapan kantor
Gedung Jumlah penyediaan kebutuhan
peralatan rumah tangga
Buah/jenis Jumlah penyediaan surat kabar dan
majalah
Buah/jenis Jumlah penyediaan bahan bakar
premium dan solar
Liter Jumlah penyediaan nasi kotak,
snack, dan prasmanan
Kotak/orang Jumlah penyediaan jasa sewa
kendaraan dinas operasional
Buah
Meningkatnya koordinasi yang mantap
Jumlah pelaksanaan fasilitasi rapat-rapat koordinasi/ konsultasi ke luar daerah
Kali
Jumlah pelaksanaan pelayanan terhadap kunjungan tamu-tamu daerah
kali
Meningkatnya kapasitas Sumber Daya Aparatur
Jumlah penyediaan jasa tenaga administrasi dan jasa lanilla
orang Jumlah pelaksanaan peningkatan
sumber daya aparatur
4. Cara Pencapaian Tujuan Dan Sasaran
Dalam merealisasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan maka ditempuh melalui kebijakan, program dan kegiatan. Agar tujuan dan sasaran dapat tercapai dengan optimal diperlukan cara mencapainya dengan menetapkan beberapa kebijakan dan program.
a) Kebijakan
Kebijakan merupakan ketentuan-ketentuan yang akan dijadikan pedoman dan petunjuk bagi setiap kegiatan di masing-masing Bagian dibawah Asisten Ketataprajaan. Setiap tahun dalam perencanaan stratejik ditetapkan kebijakan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Kebijakan merupakan keputusan-keputusan yang dibuat yang akan dijadikan pedoman dan petunjuk pengambilan kebijakan.
Adapun kebijakan yang ditempuh antara lain : 1. Meningkatkan Tertib Administrasi Pemerintahan. 2. Meningkatkan partisifasi masayarakat
3. Meningkatkan kerjasama antar pemerintah daerah 4. Meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur
5. Meningkatkan penataan peraturan perundang-undangan
6. Meningkatkan organisasi dan tatalaksana yang efektif dan efisien 7. Meninkatkan pelayanan administrasi perkantoran
8. Meningkatkan pelayanan kadinasan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 9. Menyusun pengembangan sistem laporan capaian kinerja
b) Program.
Program merupakan penjabaran dari kebijakan yang telah ditetapkan sebagaimana di atas. Program ini merupakan dukungan nyata bagi keberhasilan pelaksanaan tujuan dan sasaran serta kebijakan, dengan demikian program disusun secara nyata, sistimatis dan
22 terpadu.
Adapun Program Asisten Ketataprajaan Sekda. Kabupaten Jembrana diuraikan per-Bagian untuk memudahkan pengawasan dalam pelaksanaannya.
A. Bagian Pemerintahan, dengan Program sebagai berikut :
1. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelapaoran Capaian Kinerja dan Keuangan
2. Program Penataan Daerah otonomi Baru 3. Program Pembinaan Masyarakat
4. Program Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah 5. Program penyelesaian konflik-konflik pertanahan
6. Program Peningkatan Kerjasama antar daerah
B. Bagian Hukum dan HAM, dengan Program sebagai berikut 7. Program Penataan Peraturan Perundangan.
C. Bagian Organisasi dan Tatalaksana, dengan Program,sebagai berikut : 8. Program Penataan Peraturan Perundangan
9. Pembinaan dan Pengembangan Aparatur.
D. Bagian Umum, dengan Program sebagai berikut : 10. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.
11. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 12. Program Fasilitasi pelayanan tamu-tamu daerah,. 13.. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur.
B. RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT)
RKT disusun setiap tahun yang merupakan penjabaran dari pada Renstra yang memuat informasi tentang : (a) sasaran yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan;
(b) indikator kinerja sasaran dan target capaiannya; (c) program; (d) kegiatan; (e) indikator
kinerja kegiatan dan target capaiannya.
Adapun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Asisten Ketataprajaan Sekda Kabupaten Jembrana, sebagai berikut :
Tabel 2.4
RENCANA KERJA TAHUNAN
(Program, kegiatan dan target capaian Asisten Ketataprajaan Sekda. Kabupaten Jembrana Tahun 2014) Urusan/Bidang Urusan
Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan
Sasaran Trategis
Indikator Kinerja Program/Kegiatan CapaianTarget Kinerja
1 2 3 4
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Program Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan Cakupan Sistem PelaporanCapaian Kinerja dan Keuangan 100%
Kegiatan Penyusunan laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Ketersediaan Buku LKPJ Jumlah buku LKPJ 60 buku Ketersediaan Buku LPPD
Jumlah buku LPPD 60 buku
Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan tanah
Cakupan Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan
Pemanfaatan tanah 100%
Kegiatan Penataaan Penguasaan, Pemilikan dan Pemanfaatan Tanah
Meningkatnya tertib adminstrasi
pertanahan Jumlah sertifikat tanah pemkab 35 sertifikat Jumlah rekomendasi pemanfaatan
24 Meningkatnya tertib adminstrasi
pertanahan tanah
22 buah
Program Pembinaan Masyarakat Cakupan Pembinaan Masyarakat 100%
Kegiatan Peringatan Hari-hari Besar dan Bersejarah Nasional
Meningkatnya partisifasi masyarakat
Jumlah pelaksanaan peringatan hari-hari besar dan bersejarah nasional di
Kabupaten Jembrana 20 kegiatan
Program Peningkatan Kerjasama
Antar Pemerintah Daerah Cakupan Peningkatan KerjasamaAntar Pemerintah Daerah 100%
Kegiatan Fasilitasi kerja sama antar Pemerintah Kabupaten/Kota
Meningkatnya Kerjasama anatar daerah dan pihak ketiga
Jumlah MoU/Kesepakatan Bersama/Perjanjian Kerjasama 10 MoU/Kesep akatan/Perj anjian
Program Penataan Daerah Otonomi
baru Cakupan Penataan DaerahOtonomi baru 100%
Kegiatan Fasilitasi Percepatan Penyelesaian Tapal Batas Wilayah Administrasi Antar Daerah
Terwujudnya pelaksanaan penetapan batas wilayah, kecamatan dan
desa/kelurahan Jumlah desa/Kelurahan difasilitasipenyelesaian tapal batas wilayah 1 paket
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Program Penataan Peraturan
Perundang-Undangan Cakupan Penataan PeraturanPerundang-Undangan 100%
Kegiatan Kajian Peraturan Perundang-undangan Daerah terhadap Peraturan Perundang-undangan yang baru, lebih tinggi dan Keserasian antar Peraturan Perundang-undangan.
Meningkatnya kuakitas produk hukum daerah yang diasilkan
1. Jumlah pelaksanaan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh Panitia RANHAM Kabupaten Jembrana
4 Kegiatan
Kegiatan Penyusunan Produk Hukum Daerah
Meningkatnya kuakitas produk hukum
daerah yang diasilkan 2. Jumlah Produk Hukum Daerah
yang disampaikan ke DPRD 5Ranperda Kegiatan Penyelesaian dan
Pelayanan Bantuan Masalah-Masalah Hukum dan HAM
Meningkatnya kuakitas produk hukum
daerah yang diasilkan 3. Jumlah kasus yang difasilitasi
Kegiatan Dokumentasi Peraturan Perundang-Undangan
Meningkatnya kuakitas produk hukum daerah yang diasilkan
4. Jumlah himpunan produk hukum daerah yang terdokumentasikan
3 Himpunan Produk Hukum
Kegiatan Penyuluhan Hukum dan Pembinaan Desa Sadar Hukum
Meningkatnya kesadaran hukum
msayarakat 5. Jumlah kegiatan penyuluhan hukum dan pembinaan desa sadar
hukum 5 Kegiatan
Kegiatan Sosialisasi Produk Hukum Daerah dan Peratuan Perundang-Undangan
Meningkatnya kesadaran hukum msayarakat
6. Jumlah kegiatan sosialisasi produk hukum daerah dan peraturan
perundang-undangan 5 Kegiatan
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Program Penataan Peraturan
Perundang - Undangan Cakupan Penataan PeraturanPerundang - Undangan 100%
ISO / SNI Terciptanya organisasi Pemkabjembrana yang bersih, efektif dan efisien
Jumlah Pemeliharaan sertifikasi ISO /
SNI 2 Kali
Program Pembinaan dan
Pengembangan Aparatur Cakupan Pembinaan danPengembangan Aparatur 100%
Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan
Jumlah Penyusunan Buku RKT 50 bh RKT Terciptanya organisasi Pemkab
jembrana yang bersih, efektif dan efisien
Jumlah Penyusunan Buku
Perecanaan /IKU 50 bh IKU Jumlah Penyusunan Buku Pelaporan
Kinerja Aparatur 50 bh LAKIP Kegiatan Prosedur Kerja dan Tata
Naskah Dinas
Adanya evaluasi SOP
Jumlah SOP SKPD yang di evaluasi 12dokumen Kegiatan Penataan Organisasi, Tugas
Pokok dan Fungsi SKPD
Adanya Evaluasi Organisasi dan
TUPOKSI Jumlah Tugas Pokok dan Fungsi
SKPD yang di evaluasi 6 kali Kegiatan Citra Pelayanan Prima (
CPP ) dan Citra Bhakti Abdi Negara ( CBAN )
Adanya pembinaa CPP dan CBAN
Frekwensi Pembinaan Citra Pelayanan Prima ( CPP) dan Citra
Bhakti Abdi Negara (CBAN) 6 kali Kegiatan Evaluasi Jabatan dan
Beban Kerja
Adanya evaluasi Anjab, dan ABK
Jumlah SKPD yang di evaluasi
jabatan dan beban Kerja 53 dolumen Kegiatan Road Map Reformasi
Birokrasi
Adany Draf Road Map Pemkab
Jembrana Jumlah Dokumen Road Map 20
Dokumen Kegiatan Percepatan penerapan
stándar pelayanan Minimal (SPM)
Tersusunnya laporan percepatan
penerapan SPM Jumlah Dokumen 10
26 Kegiatan Penyusunan estándar
Kompetensi menejerial dan Kompetensi Teknis PNS
Tersusunnya Stnadar KOmpetensi
manejarial dan teknis PNS Jumlah dokumen 15 Buku
Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Program Pelaynan Administrasi
Perkantoran Cakupan Pelaynan AdministrasiPerkantoran 100%
Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Menyurat
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penerimaan/pengiriman surat 5.550pucuk surat
Jumlah paket pengiriman 950 Paket Kegiatan Penyediaan Jasa Peralatan
dan Perlengkapan Kantor
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan sewa peralatan
dan perlengkapan kantor 6 Jenis Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan bahan pembersih
dan jasa untuk kebersihan 44 Jenis Penyediaan Jasa Perbaikan
Peralatan Kerja
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan jasa pemeliharaan dan suku cadang
peralatan 15 jenis
Penyediaan alat tulis kantor
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan alat tulis kantor 45 jenis Penyediaan barang cetak dan
penggadaan
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan barang cetak dan
penggadaan/fotho copy 39 jenis Penyediaan Peralatan dan
Perlengkapan Kantor
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan
relevan sesuai dengan kebutuhan Jumlah penyediaan peralatan danperlengkapan kantor 36 jenisperalatan
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan kebutuhan
peralatan rumah tangga 21 jenis Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan
dan Peraturan Perundang-undangan
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan surat kabar dan
majalah 13 Jenis
Kegiatan Penyediaan Bahan Logistik Kantor
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan bahan bakar
premium dan solar 12 Paket Kegiatan Penyediaan Makanan dan
Minuman
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan nasi kotak, snack,
dan prasmanan 12 Paket
Kegiatan Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah fasilitasi administrasi rapat-rapat koordinasi/ konsultasi ke luar
Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan jasa tenaga
administrasi dan jasa lainnya 14 orang
Program Peningkatan Sarana dan
prasarana Aparatur Cakupan Peningkatan Sarana danprasarana Aparatur 100%
Kegiatan Pengadaan penyediaan jasa sewa kendaraan dinas operasional
Terpenuhinya kebutuhan sarana sekretariat daerah yang cepat, tepat dan relevan sesuai dengan kebutuhan
Jumlah penyediaan jasa sewa
kendaraan dinas operasional 12 Paket
Program Peningkatan fasilitasi
pelayanan tamu-tamu daerah Cakupan Peningkatan fasilitasipelayanan tamu-tamu daerah 100%
Kegiatan pelayanan kunjungan tamu-tamu daerah
Meningkatnya Koordinasi yang
mantap Jumlah pelaksanaan pelayananterhadap kunjungan tamu-tamu
daerah 12 Paket
Program Peningkatan kapasitas
sumber daya aparatur Cakupan Peningkatan kapasitassumber daya aparatur 100%
Kegiatan Pendidikan dan pelatihan peningkatan keompetensi aparatur
Meningkatnya kapasitas Sumber
Daya Aparatur Jumlah pelaksanaan peningkatan
kapasitas sumber daya aparatur 10kali
C. DANA DAN SUMBER DANA
Untuk mendukung pelaksaaan program dan kegiatan tersebut, bersumberkan dari anggaran Daerah (APBD) yang besaran anggarannya untuk mendukung kegiatan Tahun 2014 adalah Rp.
13.481.150.400,-28
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Asisten Ketataprajaan disusun berdasarkan Perencanaan Strategik dan pula mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. Pelaksanaan Program dan Kegiatan tersebut tidak lepas dari pada Tugas Pokok dan Fungsi Asisten Ketataprajaan. Dalam Renja Tahun 20014 tidak semua program dan kegiatan yang tertuang dalam Reencana Strategik dapat dilaksanakan karena mempertimbangkan proritas atau kebutuhan yang mendesak untuk dilaksanakan.
Meskipun RKT ini disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan yang bersifat strategis, namun disadari bahwa masih banyak menemui permasalahan dan hambatan, untuk hal tersebut masukan, saran, pendapat serta kritik yang membangun sangat diharapkan, sebagai bahan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam peneyempurnaan penyusunan Rencana Kerja Tahunan berikutnya.
Dengan kesungguhan dalam penyusunan RKT ini, nantinya merupakan komitmen seluruh jajaran yang mendukung dan sekaligus merupakan bawahan Asisten Ketataprajaan untuk mewujudkannya.
B. SARAN-SARAN
Dengan tersusunnya RKT Asisten Ketataprajaan ini, diharapkan dapat memberikan gambaran kinerja yang dicapai pada tahun 2014 dan bermanfaat sebagai dasar penjabaran dari pelaksanaan TUPOKSI, sehingga pelaksanaan kegiatan lebih terarah dan dapat dipahami seluruh Pegawai dilingkungan Asisten Ketataprajaan.