KINERJA PEGAWAI DAN KINERJA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KOTA BANDA ACEH

10 

Teks penuh

(1)

1 - Volume 5, No. 1, Februari 2016

KINERJA PEGAWAI DAN KINERJA DIREKTORAT

JENDERAL PAJAK KOTA BANDA ACEH

Mulyadi1, Mukhlis Yunus 2, M. Shabri Abd. Majid 3

1) Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh 2,3) Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala

Abstract: The purpose of this study was to determine (1) How communication, ability, mastership information and technologi (IT), employee performance and the performance of the Directorate General of Taxation Banda Aceh (2) To determine the communication, ability and IT mastership either simultaneously or partially on the performance of employees, (3) communication, ability and IT mastership either simultaneously or partially on the performance of the Directorate General of Taxation of Banda Aceh, (4) an employee's performance against the performance of the Directorate General of Taxation of Banda Aceh and (5) communications, IT mastership capabilities and indirectly to the performance of the Directorate General Tax Banda Aceh through the performance of employees. The location of research done at the Directorate General of Taxation of Banda Aceh, the number of respondents as many as 165 employees, where the technique of sampling was done by using the census. The results showed that showed that communication, ability, IT mastership as the dimensions of competence, employee performance and the performance of the Directorate General of Taxation of Banda Aceh has been running well, then communication, ability and IT mastership either simultaneously or partial influence on employee performance, communication, ability and IT mastership either simultaneously or partially also affect the performance of the Directorate General of Taxation of Banda Aceh, the results also prove that the performance of an employee giving a direct influence on the performance of the Directorate General of Taxation of Banda Aceh and communication, ability and IT mastership indirectly affect the performance of the Directorate General Tax Banda Aceh through the performance of employees..

Keywords: Competence (Communication, Ability, IT Mastership), Employee Performance and Organizational Performance

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bagaimana komunikasi, kemampuan, penguasaan informasi dan teknologi (IT), kinerja pegawai dan kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh (2) Untuk mengetahui komunikasi, kemampuan dan penguasaan IT baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja pegawai, (3) komunikasi, kemampuan dan penguasaan IT baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh, (4) kinerja pegawai terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh dan (5) komunikasi, kemampuan dan penguasaan IT secara tidak langsung terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh melalui kinerja pegawainya. Lokasi penelitian di lakukan pada Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh, dengan jumlah responden sebanyak 165 orang pegawai, dimana teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa komunikasi, kemampuan, penguasaan IT sebagai dimensid dari kompetensi, kinerja pegawai dan kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh sudah berjalan dengan baik, kemudian komunikasi, kemampuan dan penguasaan IT baik secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai, komunikasi, kemampuan dan penguasaan IT baik secara simultan maupun parsial juga berpengaruh terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh, hasil penelitian juga membuktikan bahwa kinerja pegawai memberikan pengaruh langsung terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh dan komunikasi, kemampuan dan penguasaan IT secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh melalui kinerja pegawainya

Kata kunci : Kompetensi (Komunikasi, Kemampuan, Penguasaan IT), Kinerja Pegawai dan Kinerja Organisasi

PENDAHULUAN

Untuk membiayai program-program

pembangunan pemerintah baik sektor fisik maupun non-fisik, maka dibutuhkan sumber

(2)

Volume 5, No. 1, Februari 2016 - 2 pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan

Belanja Negara (APBN). Sumber utama penerimaan Negara terdiri dari Penerimaan Dalam Negeri dan Hibah. Penerimaan Dalam Negeri terdiri dari Penerimaan Perpajakan dan Penerimaan Bukan Pajak. Dalam struktur penerimaan Negara, penerimaan perpajakan mempunyai peranan yang sangat strategis dan merupakan sumber utama penerimaan dalam negeri untuk menopang pembiayaan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan nasional. Penerimaan perpajakan telah memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam penyediaan sumber dana bagi pembiayaan pembangunan.

Fenomena berkaitan dengan kinerja yang terjadi pada Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh saat ini masih relatif kurang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pimpinan, hal ini dapat dilihat dari pencapaian realisasi penerimaan pajak setiap tahunnya. Dalam penerimaan pajak saat ini kenyataannya belum sesuai dengan harapan pemerintah, disebabkan beberapa hal antara lain Wajib Pajak dalam membayar kewajiban pajaknya tidak tepat waktu dan bahkan tidak sedikit pengusaha yang tidak melaporkan usahanya sehingga penerimaan pajak tidak dapat maksimal, padahal melihat keadaan yang sebenarnya di wilayah kota Banda Aceh banyak badan usaha yang telah berdiri dan telah melaksanakan kegiatan usaha. Permasalahan lain yang timbul adalah masih banyak terdapat perilaku Wajib Pajak untuk meminimalkan pembayaran pajak mereka, sehingga akan

berakibat pada kurang optimalnya penerimaan pajak Negara.

Rendahnya kinerja Kanwil DJP Aceh dalam merealisasikan target yang telah ditetapkan salah satu faktornya adalah masalah kemampuan kompetensi pegawai yang masih relatif rendah. Rendahnya kinerja Kanwil DJP Aceh dapat dilihat dari perspektif constumer yaitu kurangnya tingkat kepatuhan Wajib Pajak. Kemudian indikasi dari masih rendahnya kinerja Kanwil DJP Aceh adalah Perspektif Proses Bisnis/Intern yang dilakukan oleh Kanwil DJP Aceh, dimana kurang efektifnya tindakan pemeriksaan dan rendahnya tingkat pencairan tunggakan pajak, kemudian masalah perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, dimana pelaksanaan anggaran yang kurang optimal serta perspektif finansial yaitu kurangnya pencapaian penerimaan yang telah ditetapkan oleh Kanwil DJP Aceh juga turut mempengaruhi kemampuan Kanwil DJP Aceh dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Rendahnya kompetensi dapat dilihat dari rendahnya kemampuan komunikasi yang dilakukan oleh pegawai pajak. Berdasarkan diskusi dengan beberapa pegawai diketahui bahwa kurangnya komunikasi antar pegawai maupun antar bidang pada Kanwil DJP Aceh, diwujudkan dalam pembentukan tim-tim khusus seperti tim penyuluhan, tim sosialisasi dan tim Liason Officer Penerimaan dimana pengangkatan anggota tim-tim tersebut tanpa dikomunikasikan terlebih dahulu dengan yang bersangkutan apakah pada saat pelaksaanaan kegiatan dimaksud, petugas tim-tim khusus

(3)

3 - Volume 5, No. 1, Februari 2016 tersebut ada ditempat atau sedang melaksanakan dinas ke luar kota pada saat dilakukannya kegiatan tersebut.

KAJIAN KEPUSTAKAAN Kinerja Organisasi

Organisasi merupakan suatu struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. Menurut Pradjudi Armosudiro organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang/beberapa orang yang disebut atasan dan seorang/sekelompok orang yang

disebut dengan bawahan”

(Armosudiro,2006:12)

Kinerja organisasi merupakan indikator tingkatan prestasi yang dapat dicapai dan mencerminkan keberhasilan suatu organisasi, serta merupakan hasil yang dicapai dari perilaku anggota organisasi. Kinerja bisa juga dikatakan sebagai sebuah hasil (output) dari suatu proses tertentu yang dilakukan oleh seluruh komponen organisasi terhadap sumber-sumber tertentu yang digunakan (input).

Kinerja Pegawai

Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja (job performance) karyawan, untuk itu setiap perusahaan akan berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawannya dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Budaya organisasi yang tumbuh dan terpelihara dengan baik akan mampu memacu organisasi ke arah perkembangan yang lebih baik. Di sisi lain, kemampuan pemimpin dalam menggerakkan dan memberdayakan karyawan akan mempengaruhi kinerja.

Kinerja pegawai mengacu pada prestasi seseorang yang diukur berdasarkan standar dan kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan. Pengelolaan untuk mencapai kinerja sumber daya manusia tinggi dimaksudkan guna meningkatkan perusahaan secara keseluruhan (Mas’ud, 2004). Menurut Waldman (2006) kinerja merupakan gabungan perilaku dengan prestasi dari apa yang diharapkan dan pilihannya atau bagian syarat-syarat tugas yang ada pada masing-masing individu dalam organisasi. Sedangkan menurut Mangkunegara (2006) kinerja dapat didefinfisikan sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dapat dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Soeprihantono (2006) mengatakan bahwa kinerja merupakan hasil pekerjaan seorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standard, target/sasaran/kriteria yang telah

(4)

Volume 5, No. 1, Februari 2016 - 4 ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati

bersama.

Kinerja merupakan hasil atau tingkatan keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama (Rivai, 2004). Lebih lanjut Rivai menyatakan bahwa kinerja tidak berdiri sendiri tapi berhubungan dengan kepuasan kerja dan kompensasi, dipengaruhi oleh ketrampilan, kemampuan dan sifat – sifat individu.

Soedjono (2005) menyebutkan 6 (enam) kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja pegawai secara individu yakni:(1) Kualitas. Hasil pekerjaan yang dilakukan mendekati sempurna atau memenuhi tujuan yang diharapkan dari pekerjaan tersebut. (2) Kuantitas. Jumlah yang dihasilkan atau jumlah aktivitas yang dapat diselesaikan. (3) Ketepatan waktu, yaitu dapat menyelesaikan pada waktu yang telah ditetapkan serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas yang lain. (4) Efektivitas. Pemanfaatan secara maksimal sumber daya yang ada pada organisasi untuk meningkatkan keuntungan dan mengurangi kerugian. (5) Kemandirian, yaitu dapat melaksanakan kerja tanpa bantuan guna menghindari hasil yang merugikan. (6) Komitmen kerja, yaitu komitmen kerja antara pegawai dengan organisasinya dan (7) tanggung jawab pegawai terhadap organisasinya.

Kompetensi

Menurut Wibowo, (2007:109-134), ”mengatakan bahwa setiap organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dan apabila tercapai barulah dapat disebut sebagai sebuah keberhasilan”. Untuk mencapai keberhasilan, diperlukan landasan yang kuat berupa:kompetensi kepemimpinan, kompetensi pekerja dan disiplin kerja yang mampu memperkuat dan memaksimumkan kompetensi. Kompetensi menjadi sangat berguna untuk membantu organisasi menciptakan budaya kinerja tinggi, prestasi kerja dalam setiap proses sumber daya manusia, seleksi karyawan, manajemen kinerja, perencanaan dan sebagainya.

Menurut Iswahyu (2005), ”kompetensi merupakan kemampuan pelaksanaan tugas sesuai dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan serta teknologi dan pengalaman yang relevan dengan bidang tugas sehingga dapat mengembangkan motivasi kerja yang bersangkutan dan peningkatan kinerjanya”.

Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum,

(5)

5 - Volume 5, No. 1, Februari 2016 menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

Menurut Effendy (2006:9), kalau dua orang terlibat dalam komunikasi, misalnya dalam bentuk percakapan, maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dipercakapkan. Kesamaan bahasa yang dipergunakan dalam percakapan itu belum tentu menimbulkan kesamaan makna. Dengan lain perkataan, mengerti bahasanya saja belum tentu mengerti makna yang dibawakan oleh bahasa itu.

Kemampuan

Kemampuan dimaksudkan sebagai kesanggupan karyawan untuk melaksanakan pekerjaan. Kemampuan ini mengandung berbagai unsur seperti kemampuan manual dan intelektual, bahkan sampai pada sifat-sifat pribadi yang dimiliki. Unsur-unsur ini juga mencerminkan pendidikan, latihan dan kemampuan yang dituntut sesuai rincian kerja (Zainun, 2004). Kemampuan disini merujuk pada suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan (Gibson et al., 2006), yaitu kemampuan merupakan sifat (bawaan atau dipelajari) yang memungkinkan seseorang melaksanakan suatu tindakan atau pekerjaan mental atau fisik.

Kemampuan terdiri atas dua unsur pokok yaitu kemampuan intelektual dan fisik. Kemampuan intelektual diperlukan untuk mengerjakan kegiatan mental, yaitu

kegiatan-kegiatan yang rumit dan memerlukan pemikiran. Sedangkan kemampuan fisik mengarah pada kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan, dan keterampilan serupa.

Penguasaan IT

Pemanfaatan teknologi berhubungan dengan perilaku menggunakan teknologi tersebut untuk menyelesaikan tugas. Teori sikap dan prilaku (theory of attudes and behavior) yang dikembangkan oleh Triandis (2008) menyatakan bahwa pemanfaatan komputer personal atau PC (personal computer) oleh pemakai yang dimiliki pengetahuan dilingkungan yang dapat memilih (optional) dipengaruhi oleh afeksinya (afect) terhadap pemanfaatan PC, norma sosial (sosial norms) tempat kerja yang memanfaatkan PC, kebiasaan

(hobit) sehubungan dengan pemanfaatan PC.

Thompson et al. (2009) yang menguji sebagian model pemanfaatan PC berdasarkan teori triandis menyimpulkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara faktor sosial kesesuaian tugas dan konsekuensi jangka pajang dengan pemanfaatan teknologi. Sebaliknya afeksi mempunyai hubungan yang tidak signifikan dan bahkan kompleksitas dan kondisi yang menfasilitas mempunyai hubungan yang negatif dengan pemanfaatan teknologi. Hasil penelitian tersebut yang berkaitan dengan kompleksitas dan kesesuaian tugas konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Davis et al. (2009). Selanjutnya Thompson et al. (2009)

(6)

Volume 5, No. 1, Februari 2016 - 6 menemukan bukti empiris bahwa pengalaman

mempunyai pengaruh positif terhadap pemanfaatan personal computer.

METODE PENELITIAN Lokasi dan Objek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh yang terdiri dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Aceh dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banda Aceh dengan objek penelitian adalah pengaruh komunikasi, kemampuan, penguasaan IT terhadap kinerja pegawai dan kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh.

Populasi dan Sampel

Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh para pegawai pada Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh yang berjumlah 165 orang.

Peralatan Analisis Data

Peralatan analisis data untuk menguji persepsi responden digunakan uji deskriptif dengan menggunakan model statistik deskriptif dengan menggunakan uji berdasarkan nilai rerata dari masing-masing variabel yang akan diteliti, dengan asumsi apabila nilai rerata ≤ 4, maka dipersepsikan secara kurang baik dan apabila nilai rerata ≥ 4, maka dipersepsikan secara baik oleh responden, pengujian juga dilakukan dengan menggunakan uji-t beda rata-rata.

Peralatan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation

modelling (SEM) dengan bantuan program

Amos. Model persamaan SEM adalah sekumpulan teknik-teknik statistikal yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan relatif rumit secara simultan (Ferdinand, 2006 : 181).

Tampilnya model yang rumit membawa dampak bahwa dalam kenyataannya proses pengambilan keputusan manajemen adalah sebuah proses yang rumit atau merupakan sebuah proses yang multidimensional dengan berbagai pola hubungan kausalitas yang berjenjang. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah model sekaligus alat analisis yang mampu mengakomodasi penelitian multidimensional itu.

HASIL PEMBAHASAN

Analisis Structural Equation Modelling (SEM)

Analisis selanjutnya adalah analisis

Structural Equation Model (SEM) secara full

model, setelah dilakukan analisis terhadap tingkat uni dimensionalitas dari indikator-indikator pembentuk variabel laten yang diuji dengan confirmatory factor analysis. Analisis hasil pengolahan data pada tahap full model SEM dilakukan dengan melakukan uji kesesuaian dan uji statistik. Hasil pengolahan data untuk analisis full model SEM:

(7)

7 - Volume 5, No. 1, Februari 2016 Gambar 1. Structural Equation Model

Berdasarkan Gambar 1, dapat dijelaskan adanya pengaruh dari masing-masing variabel yaitu komunikasi, kemampuan dan penguasaan IT terhadap kinerja pegawai dan juga terjadinya pengaruh tidak langsung terhadap kinerja organisasi melalui kinerja pegawai.

Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Kanwil DJP Aceh

Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai menunjukkan nilai CR sebesar 3,267 dan dengan probabilitas sebesar 0,000. Kedua nilai yang diperoleh tersebut memenuhi syarat untuk penerimaan H1 yaitu nilai CR sebesar 3,267 yang lebih besar dari 1,97 dan probabilitas yang lebih kecil dari 0,05.

Pengaruh Kemampuan Terhadap Kinerja Pegawai Kanwil DJP Aceh

Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh kemampuan terhadap kinerja pegawai menunjukkan nilai CR sebesar 4,070 dan

dengan probabilitas sebesar 0,000. Kedua nilai tersebut diperoleh memenuhi syarat untuk penerimaan H2 yaitu nilai CR sebesar 4,070 yang lebih besar dari 1,97 dan probabilitas yang lebih kecil dari 0,05.

Pengaruh Penguasaan IT Terhadap Kinerja Pegawai Kanwil DJP Aceh

Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh penguasaan IT terhadap kinerja pegawai menunjukkan nilai CR sebesar 3,491 dan dengan probabilitas sebesar 0,000. Kedua nilai yang diperoleh tersebut memenuhi syarat untuk penerimaan H3 yaitu nilai CR sebesar 3,491 yang lebih besar dari 1,97 dan probabilitas yang lebih kecil dari 0,05.

Komunikasi Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kinerja Kanwil DJP Aceh

Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh komunikasi terhadap kinerja organisasi menunjukkan nilai CR sebesar 4,071 dan dengan probabilitas sebesar 0,000. Kedua nilai tersebut diperoleh memenuhi syarat untuk penerimaan H4 yaitu nilai CR sebesar 4,071 yang lebih besar dari 1,97 dan probabilitas yang lebih kecil dari 0,05.

Kemampuan Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kinerja Kanwil DJP Aceh

Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh kemampuan terhadap kinerja organisasi menunjukkan nilai CR sebesar 4,388 dan dengan probabilitas sebesar 0,000. Kedua nilai tersebut diperoleh memenuhi syarat untuk penerimaan H5 yaitu nilai CR sebesar 4,388

(8)

Volume 5, No. 1, Februari 2016 - 8 yang lebih besar dari 1,97 dan probabilitas yang

lebih kecil dari 0,05.

Penguasaan IT Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kinerja Kanwil DJP Aceh

Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh penguasaan IT terhadap kinerja organisasi menunjukkan nilai CR sebesar 4,168 dan dengan probabilitas sebesar 0,000. Kedua nilai tersebut diperoleh memenuhi syarat untuk penerimaan H6 yaitu nilai CR sebesar 4,168 yang lebih besar dari 1,97 dan probabilitas yang lebih kecil dari 0,05.

Kinerja Pegawai Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kinerja Kanwil DJP Aceh

Parameter estimasi untuk pengujian pengaruh kinerja pegawai terhadap kinerja organisasi menunjukkan nilai CR sebesar 4,125 dan dengan probabilitas sebesar 0,000. Kedua nilai tersebut diperoleh memenuhi syarat untuk penerimaan H7 yaitu nilai CR sebesar 4,125 yang lebih besar dari 1,97 dan probabilitas yang lebih kecil dari 0,05.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, kemampuan, penguasaan IT, kinerja pegawai dan kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh sudah berjalan dengan baik.

2. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa komunikasi, kemampuan dan penguasaan IT baik secara simultan maupun parsial

berpengaruh terhadap kinerja pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh 3. Hasil penelitian in juga membuktikan bahwa komunikasi, kemampuan dan penguasaan IT baik secara simultan maupun parsial juga berpengaruh terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh.

4. Kemudian hasil penelitian juga membuktikan bahwa kinerja pegawai memberikan pengaruh langsung terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh.

5. Sedangkan komunikasi, kemampuan dan penguasaan IT secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak Kota Banda Aceh melalui kinerja pegawainya.

Saran

1. Dalam rangka meningkatkan kinerja Kanwil DJP Aceh berdasarkan perspektif komunikasi, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan intensitas komunikasi antar karyawan agar lebih dominan dilakukan agar setiap kendala dalam pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. 2. Seluruh sumber daya organisasi pada

Kanwil DJP Aceh harus meningkatkan kemampuan masing-masing sehingga mencerminkan dan sesuai dengan pangkat dan golongan yang disandangnya.

3. Kemudian masalah penguasaan IT bagi setiap pegawai harus dapat ditingkatkan terutama berkaitan dengan job description

(9)

9 - Volume 5, No. 1, Februari 2016 yang dimiliki oleh pegawai harus sesuai dengan bidang kerja yang digelutinya, sehingga akan memberikan pengaruh lebih nyata dalam meningkatkan kinerja.

4. Dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai dan Kanwil DJP Aceh secara keseluruhan, maka seluruh pegawai harus mampu memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat dengan cara menyusun prosedur standar pelayanan dan mempublikasikannya kepada masyarakat melalui spanduk yang ditempatkan pada ruang lobi kantor dan tempat terdekat dengan ruang bagian yang menangani kegiatan tersebut, atau dengan cara lain yang mudah dilihat oleh masyarakat sebagai fungsi kontrol dan sekaligus bermanfaat juga bagi pegawai negeri sipil. 5. Kanwil DJP Aceh sebagai suatu organisasi

juga harus melakukan upaya-upaya guna meningkatkan pelayanannya, baik kepada organisasi/institusi lain, kepada kelompok masyarakat, maupun kepada masyarakat secara pribadi.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Armosudiro, P. 2006. Budaya Organisasi, Erlangga, Jakarta.

Dale, T. 2002. Seri Ilmu dan Seni Manajemen Bisnis (Memimpin Manusia). PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Effendy O. U. 2006. Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Editor: Tjun Surjaman, Cetakan ke-20, Bandung, PT. Remaja Rosda Karya Gibson, D. I. 2006. Organisasi, Edisi ke Lima,

Erlangga, Jakarta.

Gomes, C. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia, (Terjemahan) Andi Offset, Yogyakarta. Goodhue dan Thompson. 2009. Understanding User

Evaluation Of Information System, Management Sciente. Desember (2009)

1827-1844.

Hair, J. F. Jr. Rolph E. Anderson; Ronald L Tatham and William C. B. 2006. Multivariat Data Analysis, 5th Ed. Upper-Saddle River, NJ: Prentica Hall, Inc.

Handoko. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi.

Hasan. 2002. Metodologi Penelitian, PT. Andi Offset, Semarang.

Mahmudi. 2005. Manajemen Kinerja Sektor Publik, Penerbit UPP AMP YKPN, Yogyakarta. Malhotra, K. N. 2006. Riset Pemasaran Pendekatan

Terapan, PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta.

Mangkunegara. 2006. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia, PT. Refika Aditama, Bandung.

Mangkunegara, A. P. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mas’ud Fuad, (2004), Pemimpin dan Kepemimpinan, CV. Rajawali, Jakarta.

Money. 2005. Kepemimpinan Dalam Organisasi, Edisi Bahasa Indonesia, Prenhallindo, Jakarta.

Muhammad. 2001. Komunikasi Kepemimpinan, Cetakan ke-2, Yogyakarta: CV. Nur Cahaya Mulyadi. 2009. Auditing Pendekatan Terpadu,

Salemba Empat, Jakarta.

Purwadarminta. 2010. Kepemimpian dan Motivasi, Cetakan III, Jakarta: Ghalia Indonesia. Rivai Vehitzal, (2004), Kepemimpinan dan Perilaku

Organisasi (Cetakan Pertama). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Robbins, Stephen P, dan M. Coulter. 2007. Perilaku Organisasi. PT. Indeks Jakarta.

Siagian. 2002. Manajemen Stratejik. Bumi Aksara, Jakarta.

Simanjuntak. 2001. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Untuk Riset, Jakarta, Alfabeta. Siti. 2010. Administrasi dan Organisasi Bimbingan

dan Penyuluhan, Ghalia Indonesia, Jakarta Sitinjak dan Sugiharto, (2006), Metode Penelitian

Kualitatif dan Kuantitatif Untuk Riset, Jakarta, Alfabeta.

Sobandi. 2006. Manajemen Kepegawaian di Indonesia, Gunung Agung, Jakarta.

Soedjono. 2005. Psikologi Kepercayaan Diri. Jakarta. PT. Bumi Aksara.

Soeprihantono. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua Cetakan Ketiga, STIE YKPN, Yogyakarta

Surjadi. 2009. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja, Mandar Maju, Bandung.

(10)

Volume 5, No. 1, Februari 2016 - 10 Swasto. 2006. Statistik untuk Penelitian, CV.

Alfabeta, Bandung.

Tasmara. 2008. Membangu Etos Kerja Islami, Gema Insani Press, Jakarta.

Thompson. 2009. Task-Technologi Fit and Individual Performance. MIS Quartely, juni 213-236

Wibowo. 2007. Manajemen Kinerja, Rineka Cipta, Jakarta.

Zainun. 2004. Manajemen Kinerja, Rineka Cipta, Jakarta.

Zulkiple, A. G. 2001. Islam, Komunikasi dan Teknologi Maklumat, Kuala Lumpur: Utusan Publications & Distributors Sdn. Bhd.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :