Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV SD di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta.

172  14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD DI KECAMATAN DEPOK,

SLEMAN, YOGYAKARTA.

Oleh: Intan Utami

121134175

Latar belakang penelitian ini adalah jarang dilakukannya penelitian analisis butir soal di Kecamatan Depok. Kualitas butir soal dapat dilakukan dengan cara menganalisis butir soal. Untuk itu peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kualitas butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) di Kecamatan Depok dengan cara menganalisis validitas isi, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran dan keberfungsian pengecoh butir soal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) di Kecamatan Depok.

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh SD baik yang swasta maupun negeri di Kecamatan Depok yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sampel pada penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik pengambilan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah SD di Kecamatan Depok yang menggunakan KTSP. Instrumen penelitian ini berupa wawancara dan daftar cek yang berisi daftar SD yang telah menyerahkan soal, jawaban siswa dan kunci jawaban.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Validitas isi butir soal pilihan ganda UAS dinyatakan valid dengan persentase sebesar 100%. (2) Reliabilitas butir soal pilihan ganda UAS dinyatakan tinggi atau 1eliable yaitu sebesar 0,749%. (3) Daya beda butir soal pilihan ganda UAS dinyatakan baik dengan persentase sebesar 66,67%. (4) Tingkat kesukaran butir soal pilihan ganda UAS dinyatakan baik sebesar 50%. (5) Keberfungsian pengecoh butir soal UAS yang berfungsi dengan baik, yaitu sebesar 73,33%.

(2)

ABSTRACT

ANALYSIS MULTIPLE-CHOICE QUESTIONS ITEM DURING SEMESTER TEST ON CIVIC EDUCATION SUBJECT BY FOURTH GRADERS OF ELEMENTARY SCHOOL, YEAR

2014/2015 IN DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTA.

By: Intan Utami

121134175

The background of this study is to know the quality of a test in Depok. In Depok rarely uses an analysis of the test items. The quality of test can be detected by analyzing on each item from the questions. The aim of this study was to describe the criteria about the good in accordance with the content validity, reliability, power difference, level of difficulty and the functioning of humbug items on the semester final test towards the fourth graders in Depok specifically on the civic education subjects in the academic year 2014/2015.

This research used quantitative descriptive. The subject population was all elementary school students both the public and private school in Depok using Education Unit Level Curriculum (SBC)/ Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Samples in this study were determined by using purposive sampling technique of sampling. The sample in this study was a primary school in Depok are using SBC/KTSP. This research instrument was in the form of a check list containing the list of elementary schools which have submitted questions,

students’ answers and answer keys.

The results showed that (1) The validity item of the multiple choice questions content during the Semester test was declared as valid with a percentage of 100%. (2) Reliability item of multiple choice questions during semester test expressed highly reliable in the amount of 0.749%. (3) Power difference of the multiple choice questions during semester test is declared good with a percentage of 66.67%. (4) The difficulty level of multiple choice questions during semester test showed a good result with the percentage of 50%. (5) the functioning of humbug items during semester test had been functioning properly, which scored 73.33%.

(3)

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015

MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD

DI KECAMATAN DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:

Intan Utami

NIM: 121134175

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(4)

i

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015

MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD

DI KECAMATAN DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:

Intan Utami

NIM: 121134175

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(5)
(6)
(7)

iv

PERSEMBAHAN

Karya tulis ini kupersembahkan sebagai ucapan Syukur dan Terimakasih kepada :

1. Allah SWT yang selalu menyertai, memberikan jalan serta menuntun tiap

langkahku.

2. Orang tuaku tersayang, Wibowo dan Annastasia Patrisia Gillipa

3. Kedua kakakku tercinta, Arry Mukti Prabowo dan Puspa Wulandari

4. Teman-teman seperjuangan payungku Tina Yuniasari, Natalia Desy

Cahyaningtyas, Feriza Anggraeni, Arum Tyas Asih, Annisa Sinta Putri, Maria

Stefani Mustida Nugraha, Yosica Ronanda, Laurensia Erlina Apriliawati,

Antonius Ade, Mustika Ayu Kunandari, Adinda Titis, Felix Nolayan Fajar,

Bonifantinus Rudi, Kurniawan Harianto.

5. Teman-teman seangkatanku Luky Erningtyas, Fransisca Herning Tyastuti,

Ana Andriyastuti, Anastasia Desi Hartanti, Intansari Desy Saputri.

6. Sahabat-sahabatku tersayang Surya Guritno, Sintani Rahmawati, Yogie

Yolanda, Kusuma Wardhani, Tri Wijayanti, Almas Yusuf Kusuma, Diyah

Retnosari, Aji Dwiantoro, Mufti Hidayat, Andi Tri Sulistyawan, Yoga

(8)

v

MOTTO

The best way to predict your future is to create it

- Abraham Lincoln-

Kebanggan kita yang terbesar adalah bukan kita pernah gagal, tetapi bangkit

kembali setiap kali kita jatuh

- Muhammad Ali -

If yo do what you’ve always done, you’ll get what you’ve alw

ays

gotten

Tony Robbins

Barang siapa keluar mencari ilmu maka dia berada di jalan Allah

(HR. Turmudzi)

Apapun masalah yang sedang terjadi dalam hidupmu hadapilah dengan penuh

kesabaran, karena dengan kesabaran akan membantu mendewasakanmu dengan

sendirinya

(9)
(10)
(11)

viii

ABSTRAK

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD DI KECAMATAN DEPOK,

SLEMAN, YOGYAKARTA.

Oleh: Intan Utami

121134175

Latar belakang penelitian ini adalah jarang dilakukannya penelitian analisis butir soal di Kecamatan Depok. Kualitas butir soal dapat dilakukan dengan cara menganalisis butir soal. Untuk itu peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kualitas butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) di Kecamatan Depok dengan cara menganalisis validitas isi, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran dan keberfungsian pengecoh butir soal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) di Kecamatan Depok.

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh SD baik yang swasta maupun negeri di Kecamatan Depok yang menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sampel pada penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik pengambilan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah SD di Kecamatan Depok yang menggunakan KTSP. Instrumen penelitian ini berupa wawancara dan daftar cek yang berisi daftar SD yang telah menyerahkan soal, jawaban siswa dan kunci jawaban.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Validitas isi butir soal pilihan ganda UAS dinyatakan valid dengan persentase sebesar 100%. (2) Reliabilitas butir soal pilihan ganda UAS dinyatakan tinggi atau viiieliable yaitu sebesar 0,749%. (3) Daya beda butir soal pilihan ganda UAS dinyatakan baik dengan persentase sebesar 66,67%. (4) Tingkat kesukaran butir soal pilihan ganda UAS dinyatakan baik sebesar 50%. (5) Keberfungsian pengecoh butir soal UAS yang berfungsi dengan baik, yaitu sebesar 73,33%.

(12)

ix

ABSTRACT

ANALYSIS MULTIPLE-CHOICE QUESTIONS ITEM DURING SEMESTER TEST ON CIVIC EDUCATION SUBJECT BY FOURTH GRADERS

OF ELEMENTARY SCHOOL, YEAR 2014/2015 IN DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTA.

By: Intan Utami

121134175

The background of this study is to know the quality of a test in Depok. In Depok rarely uses an analysis of the test items. The quality of test can be detected by analyzing on each item from the questions. The aim of this study was to describe the criteria about the good in accordance with the content validity, reliability, power difference, level of difficulty and the functioning of humbug items on the semester final test towards the fourth graders in Depok specifically on the civic education subjects in the academic year 2014/2015.

This research used quantitative descriptive. The subject population was all elementary school students both the public and private school in Depok using Education Unit Level Curriculum (SBC)/ Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Samples in this study were determined by using purposive sampling technique of sampling. The sample in this study was a primary school in Depok are using SBC/KTSP. This research instrument was in the form of a check list containing the list of elementary schools which have submitted questions,

students’ answers and answer keys.

The results showed that (1) The validity item of the multiple choice questions content during the Semester test was declared as valid with a percentage of 100%. (2) Reliability item of multiple choice questions during semester test expressed highly reliable in the amount of 0.749%. (3) Power difference of the multiple choice questions during semester test is declared good with a percentage of 66.67%. (4) The difficulty level of multiple choice questions during semester test showed a good result with the percentage of 50%. (5) the functioning of humbug items during semester test had been functioning properly, which scored 73.33%.

(13)

x

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas semua berkat, rahmat,

karunia dan hidayah-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga penulis mampu

menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Ulangan Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran PKn

Kelas IV SD Di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta” disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah

Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari banyak pihak yang telah

memberikan bantuan moril, materiil, dukungan, bimbingan, kerjasama, dan doa.

Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata Dharma.

2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Prodi Pendidikan Guru

Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.

3. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. selaku Wakil Program Studi

Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.

4. Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing I yang

selalu sabar dalam memberikan bimbingan, arahan, dan sarannya dalam

penyusunan skripsi ini

5. Irine Kurniastuti, S.Psi., M.Psi. selaku Dosen Pembembing II yang tak kalah

luar biasa sabar membimbing peneliti dalam penyusunan skripsi ini.

6. Seluruh dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan staf

karyawan Universitas Sanata Dharma yang memberikan ilmu dan pelayanan

selama penulis menjadi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

7. Kepala dan staf karyawan Bapeda yang telah mengizinkan penulis untuk

(14)

xi

8. Kepala dan staf karyawan UPTD Pendidikan Kecamatan Depok, yang telah

bersedia meluangkan waktu untuk kami wawancarai dan memfasilitasi

selama proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

9. Seluruh Kepala SD di Kecamatan Depok yang sudah bekerjasama, membantu

serta memfasilitasi peneliti pada saat penelitian akan dan sedang berlangsung.

10.Kedua orang tuaku tersayang, Bapak Wibowo dan Ibu Annastasia Patrisia

Gillipa yang sungguh luar biasa hebat dan tak pernah letih memberikan

dukungan, perhatian, cinta, kasih sayang, semangat serta motivasi. Happist

and luckiest person in the world have a great parents like yours in my life. 11.Kedua kakakku Arry Mukti Prabowo dan Puspa Wulandari yang selalu

memberiku penguatan dan perhatian yang begitu besar untukku. The one of

my moodbosters.

7. Teman-teman seperjuangan payungku Teman-teman seperjuangan payungku

Tina Yuniasari, Natalia Desy Cahyaningtyas, Feriza Anggraeni, Arum Tyas

Asih, Annisa Sinta Putri, Maria Stefani Mustida Nugraha, Yosica Ronanda,

Laurensia Erlina Apriliawati, Antonius Ade, Mustika Ayu Kunandari, Adinda

Titis, Felix Nolayan Fajar, Bonifantinus Rudi, Kurniawan Harianto.

12.Teman-teman seangkatanku Luky Erningtyas, Fransisca Herning Tyastuti,

Ana Andriyastuti, Anastasia Desi Hartanti, Intansari Desy.

13. Sahabat-sahabatku tersayang, Surya Guritno, Sintani Rahmawati, Yogie

Yolanda, Kusuma Wardhani, Tri Wijayanti, Almas Yusuf, Diyah Retnosari,

Aji Dwiantoro, Mufti Hidayat, Andi Tri Sulistyawan, Yoga Prakoso, Sri

Satini, Davit Riyanto, Theresia Yuhanis, Dewi Setyo Wulan dan Kusnurul

Khotimah.

14.Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu namun telah

(15)
(16)

xiii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR GAMBAR ... xviii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan Masalah ... 7

C. Rumusan Penelitian ... 8

D. Tujuan Penelitian ... 9

E. Manfaat Penelitian ... 9

F. Definisi Operasional ... 10

BAB II LANDASAN TEORI ... 12

A. Kajian Pustaka ... 12

1. Evaluasi ... 12

2. Instrumen ... 14

3. Analisis Butir Soal ... 18

(17)

xiv

5. Reliabilitas ... 24

6. Daya Beda ... 26

7. Tingkat Kesukaran ... 28

8. Keberfungsian Pengecoh ... 30

9. ITEMAN ... 32

10.Mata Pelajaran PKn ... 38

B. Hasil Penelitian yang Relevan ... 43

1. Literature Map Hasil Penelitian Relevan ... 48

C. Kerangka Berpikir ... 50

D. Hipotesis Penelitian ... 51

BAB III METODE PENELITIAN ... 53

A. Jenis Penelitian ... 54

B. Waktu dan Tempat Penelitian ... 55

C. Populasi dan Sampel ... 56

D. Variabel Penelitian ... 61

E. Teknik Pengumpulan Data ... 62

F. Instrumen Penelitian ... 63

G. Teknik Analisis Data ... 66

1. Analisis secara Kualitatif ... 69

2. Analisis secara Kuantitatif ... 69

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 75

A. Deskripsi Penelitian ... 75

B. Hasil Penelitian ... 77

1. Validitas Isi ... 77

2. Reliabilitas ... 87

3. Daya Beda ... 88

4. Tingkat Kesukaran ... 89

5. Keberfungsian Pengecoh ... 94

C. Pembahasan ... 108

BAB V PENUTUP ... 118

(18)

xv

B. Keterbatasan Penelitian ... 119

C. Saran ... 121

DAFTAR REFERENSI ... 122

LAMPIRAN ... 124

(19)

xvi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Koefisien korelasi/ validitas ... 23

Tabel 2.2 Kriteria Reliabilitas ... 25

Tabel 2.3 Kriteria Daya Beda ... 27

Tabel 2.4 Kriteria Tingkat Kesukaran ... 28

Tabel 2.5 Kriteria Keberfungsian Pengecoh ... 31

Tabel 2.6 Output Statistik Butir Soal ITEMAN ... 35

Tabel 2.7 Statistik Tes ... 36

Tabel 2.8 SK, KD, dan Indikator ... 41

Tabel 3.1 Populasi Penelitian ... 56

Tabel 3.2 Sampel Penelitian ... 59

Tabel 3.3 Instrumen penelitian berupa daftar check list ... 64

Tabel 3.4 Input data ... 66

Tabel 3.5 Hasil output ITEMAN ... 67

Tabel 3.6 Kriteria Reliabilitas ... 70

Tabel 3.7 Kriteria Daya Beda ... 72

Tabel 3.8 Kriteria Tingkat Kesukaran ... 73

Tabel 3.9 Kriteria Keberfungsian Pengecoh ... 74

Tabel 4.1 Validitas Isi ... 78

Tabel 4.2 Validitas ... 84

Tabel 4.3 Kategori Validitas ... 85

Tabel 4.4 Output ITEMAN ... 87

Tabel 4.5 Reliability Statistic ... 88

Tabel 4.6 Daya Beda ... 89

Tabel 4.7 Kategori Daya Beda ... 90

Tabel 4.8 Tingkat Kesukaran ... 91

Tabel 4.9 Kategori Tingkat Kesukaran... 93

Tabel 4.10 Keberfungsian Pengecoh ... 94

(20)

xvii

(21)

xviii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Literature Map penelitian sebelumnya ... 48

Gambar 4.1 Diagram Validitas isi ... 86

Gambar 4.2 Diagram Daya Beda ... 91

Gambar 4.3 Diagram Tingkat Kesukaran ... 93

(22)

xix

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1 Pedoman dan Hasil Wawancara ... 125

Lampiran 2 Surat Perizinan dari Bapeda ... 126

Lampiran 3 Surat Perizinan dari UPTD ... 127

Lampiran 4 Daftar Nama Mahasiswa Kelompok payung ... 128

Lampiran 5 Daftar Cek Instrumen Penelitian ... 129

Lampiran 6 Soal Ulangan Akhir Semester Genap ... 130

Lampiran 7 Kunci Jawaban ... 135

Lampiran 8 Lembar Jawab Siswa ... 136

Lampiran 9 Rekapan Hasil Analisis Validitas, Reliabilitas, Daya

Beda, Tingkat Kesukaran Keberfungsian Pengecoh ... 137

(23)

1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah sebagai proses pembentukan kemampuan dasar yang

fundamental, yang menyangkut daya berpikir (intelektual) maupun daya rasa

(emosi) manusia (Dewey dalam Arifin, 2003: 3). Proses pendidikan adalah

proses perkembangan yang memiliki tujuan. Proses pendidikan umumnya terjadi

dalam pembelajaran di kelas. Pembelajaran di kelas yang berlangsung secara

efektif dan menyenangkan akan lebih berdampak positif bagi siswa sekolah

dasar. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia bukanlah hal yang mudah untuk

ditentukan ukuran kuantitasnya. Oleh karena itu, ukuran kuantitatif tersebut

umumnya didekati dengan pencapaian prestasi dalam belajar. Sementara, prestasi

belajar dapat ditentukan berdasarkan hasil evaluasi belajarnya. Prestasi belajar

yang dicapai siswa adalah hasil dari kegiatan belajarnya. Syah (2003:133)

mengatakan bahwa pendekatan belajar (approach to learning), strategi belajar,

dan metode belajar adalah faktor-faktor yang menentukan tingkat efisiensi

kegiatan belajar dan prestasi belajar siswa.

Kenyataannya permasalahan yang terlihat dalam pendidikan sekarang

adalah rendahnya mutu pendidikan di Indonesia dibandingan dengan

negara-negara sekitar, karena sistem pendidikan di Indonesia belum berfungsi dengan

(24)

negara (OECD (2013), PISA 2012 Result). Penilaian merupakan salah satu faktor

yang menentukan keberhasilan proses dan hasil belajar selain itu untuk

meningkatkan kemampuan mengajar guru dan membantu siswa untuk mencapai

perkembangan belajarnya secara optimal (Arifin, 2009: 5). Kegiatan untuk

menilai atau pemberian nilai atau mentukan suatu kualitas disebut sebagai

evaluasi. Evaluasi pendidikan memerlukan suatu alat evaluasi atau instrumen

penilaian untuk dapat memenuhi tujuan, sedangkan definisi alat evaluasi atau

instrumen penilaian adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah

seseorang dalam mencapai tujuan secara lebih efektif dan efisien (Arikunto,

2012: 40). Alat evaluasi atau instrumen penilaian memiliki dua teknik, yaitu

teknik nontes dan teknik tes (Arikunto, 2012: 40). Teknik nontes meliputi skala

bertingkat, kuesioner, check list, wawancara, dan observasi (Arikunto, 2012: 41).

Tes adalah sekumpulan pernyataan yang harus dijawab atau dikerjakan yang

nantinya akan memberikan informasi (Azwar, 1996: 2). Tes prestasi merupakan

hasil salah-satu alat pengukuran dibidang pendidikan yang sangat penting yang

nantinya digunakan untuk sumber informasi pengambilan keputusan. Tes prestasi

belajar berupa tes yang disusun secara terencana untuk mengungkap performasi

maksimal subjek dalam menguasai bahan-bahan atau materi yang telah diajarkan.

Seorang tenaga pengajar haruslah mengetahui dasar-dasar penyusunan tes

prestasi belajar yang baik agar dapat memperoleh hasil yang akurat (valid) dan

dapat dipercaya (reliabel) (Azwar, 1996: 9). Penilaian hasil belajar siswa dapat

(25)

suatu materi. Maka dari itu soal yang akan diberikan kepada siswa haruslah

memiliki kualitas yang baik dari segi karakterisik atau cirinya. Ciri-ciri soal yang

baik dijadikan sebagai alat ukur harus memenuhi 5 persyaratan tes, yaitu

memiliki : a) validitas, b) reliabilitas, c) tingkat kesukaran, d) daya pembeda, e)

analisis pengecoh. Penyusunan soal yang baik pun harus disusun sesuai dengan

prinsip dan prosedur penyusunan soal. Untuk mengetahui apakah soal yang

dibuat itu baik atau tidak, maka perlu dilakukan analisis kualitas butir soal.

Analisis kualitas butir soal merupakan suatu tahapan yang harus ditempuh

untuk mengetahui tingkat kualitas suatu tes secara keseluruhan maupun butir soal

saja yang menjadi bagian dari tes tersebut (Arifin, 2009: 246). Analisis butir soal

berkaitan dengan pertanyaan apakah butir soal sebagai suatu alat ukur

benar-benar mengukur apa yang hendak dan yang seharusnya diukur. Pertanyaan

tersebut merujuk pada karakteristik alat ukur yang baik. Ciri-ciri soal yang baik

dijadikan sebagai alat ukur harus memenuhi 5 persyaratan tes, yaitu memiliki : a)

validitas, b) reliabilitas, c) tingkat kesukaran, d) daya pembeda, e) analisis

pengecoh (Azwar, 1996 173). Baik atau tidak baiknya suatu soal dapat kita lihat

berdasarkan karakteristik-karakteristik tersebut. Karakteristik tersebut dijadikan

sebagai patokan/ parameter kualitas soal (Surapranata, 2004: 10). Untuk lebih

jelasnya akan dibahas pada bab kajian teori.

Validitas merupakan kata benda yang merujuk pada arti kata tepat. Suatu

alat ukur dikatakan valid, apabila mampu mengukur apa yang diingikan dan bisa

(26)

pada suatu kuesioner akan mengukur apa yang ingin diukur. Validitas isi adalah

kesesuaian antara indikator dengan butir soal yang diujikan (Azwar, 1996: 175).

Reliabilitas berasal dari kata reliable yang artinya dapat dipercaya. Suatu

alat ukur dikatakan reliabel, bila memberikan hasil yang konsisten/tepat/benar

walaupun dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja sehingga alat ukur tersebut

dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Oemar, 2003:72). Reliabilitas adalah

istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran

relatif konsisten apabila alat ukur digunakan berulangkali.

Daya pembeda adalah pengukuran sejauh mana suatu butir soal mampu

membedakan siswa yang sudah menguasai kompetensi dengan siswa yang belum

atau kurang menguasai kompetensi berdasarkan kriteria tertentu (Surapranata,

2004: 23). Semakin tinggi koefisien daya pembeda suatu butir soal, semakin

mampu butir soal tersebut membedakan antara siswa yang yang sudah menguasai

kompetensi dan siswa yang belum atau kurang menguasai kompetensi (Arifin,

2009:273).

Tingkat kesukaran adalah bilangan yang menunjukkan tingkat kesukaran

atau kemudahan suatu soal (Arikunto, 2010:223). Rentang perbandingan indeks

kesukaran ini berkisar antara 0,00 sampai dengan 1,0. Jika indeks kesukaran

menunjukkan angka 1,0 maka itu berarti soal itu tidak terlalu sukar dikerjakan.

Sebaliknya jika indeks kesukarannya 0,00 maka soal tersebut sangat sukar

(27)

alternatif pilihan jawaban pada soal tipe pilihan ganda yang apabila dipilih siswa

dapat menyebabkan jawaban menjadi salah atau tidak sesuai dengan kunci

jawaban. Butir soal yang baik adalah jika pengecohnya dipilih secara merata oleh

siswa yang menjawab salah (Arifin, 2009: 279).

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan materi yang

menyangkut pemahaman tentang persatuan dan kesatuan, kesadaran warga

Negara dalam bernegara, hak dan kewajiban warga Negara dalam

berbangsa dan bernegara, serta pendidikan bela negara. Pendidikan

Kewarganegaraaan sangat penting diajarkan bagi siswa sekolah dasar

untuk membentuk manusia Pancasila yang dapat bermanfaat dan

membanggakan bangsa. Melalui pelajaran PKn siswa dapat belajar menjadi

warga negara yang baik mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan

Pemerintahan.

Pembelajaran PKn di SD selama ini sangat beragam materi

pembahasannya. Sampel dalam penelitian ini adalah mata pelajaran PKn kelas

IV. Alasan peneliti memilih mata pelajaran ini karena mata pelajaran PKn mulai

dari kelas IV sudah diperkenalkan globalisasi. Hal itu menunjukkan bahwa

materi mulai kelas IV ini diperluas lagi hingga internasional. Selain itu pada

soal-soal yang diujikan pada mata pelajaran ini masih banyak soal-soal yang sulit

dikerjakan siswa dan memiliki banyak pengecoh di setiap soalnya. Untuk alasan

pemilihan kelasnya peneliti memilih kelas IV karena pada kelas ini, cangkupan

(28)

mengambil mata pelajaran dan kelas IV.

Lokasi atau daerah yang peneliti gunakan dalam mengambil sampel soal

dan jawaban dalam penelitian ini adalah seluruh SD yang berada di dalam

Kecamatan Depok. Peneliti melakukan penelitian di Kecamatan Depok ini

karena sebelumnya jarang ada penelitian tentang analisis butir soal UAS

semester genap mata pelajaran PKn kelas IV SD. Berdasarkan data yang sudah

didapatkan dari UPT Pendidikan Kecamatan Depok, total SD Se-Kecamatan

Depok ada 53 SD, terbagi menjadi 2 yaitu Swasta dan Negeri. Jumlah SD Negeri

yaitu ada 37 dan swasta ada 16 Sekolah Dasar. Jumlah siswa yang akan

mengikuti Ulangan Akhir Sekolah ada 2670 siswa.

Berdasarkan hasil wawacara yang telah kami laksanakan dengan Kepala

UPT Pendidikan Kecamatan Depok, kami telah menemukan beberapa data untuk

mememperkuat alasan peneliti mengambil judul penelitian ini yaitu yang

pertama, sebelumnya jarang ada penelitian mengenai analisis butir soal di

Kecamatan ini, kedua keistimewaan Kecamatan Depok itu sendiri baik dari segi

kependudukan maupun segi pendidikan, ketiga prestasi di Kecamatan Depok ini

selalu masuk dalam 10 besar.

Dari segi pendidikan, ada beberapa sekolah favorit yang terdapat di

Kecamatan ini baik negeri maupun swasta sama-sama favoritnya. Sekolah Dasar

Negeri berjumlah 3 yang masing-masing Sekolah Dasar Negeri ini memiliki

karakteristik dalam mendidik siswa-siswi mereka. Sekolah Dasar Swasta yang

(29)

para orang tua siswa tentang pentingnya pendidikan untuk masa depan siswa

mereka, b) orang tua sisawa mendukung semua program yang akan dijalankan

sekolah baik kurikuler maupun non-kurikuler, c) siswa-siswa di Kecamatan

Depok pun sudah mengerti mengenai cita-cita mereka dan bagaimana mereka

harus meraihnya melalui prestasi di sekolah mereka masing-masing, d) adanya

komunikasi yang intensif antara orang tua wali siswa dengan guru kelas tentang

perkembangan anaknya, e) adanya komitmen antara siswa dan guru yang tinggi

untuk menciptakan suasana pembelajaran yang bermutu.

Dari segi Prestasi, Kecamatan Depok ini selalu menduduki peringkat 10

besar, seperti tahun lalu Kecamatan Depok mendapatkan peringkat 5 besar dari

17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman. Hal ini menunjukkan bahwa di

Kecamatan Depok ini banyak SD lain yang berprestasi.

Berdasarkan wawancara dengan kepala UPT Pendidikan Kecamatan

Depok, didapatkan data bahwa jarang ada penelitian mengenai analisis butir soal

pilihan ganda semester genap UAS SD di Kecamatan Depok. Maka dari itu

peneliti tertarik untuk melakukan penelitian analisis butir soal untuk mengetahui

kualitas butir soal UAS di Kecamatan Depok ini.

B. Batasan Masalah

Masalah dalam penelitian ini adalah kualitas butir soal ulangan akhir

sekolah (UAS). Penelitian ini dibatasi oleh analisis butir soal pilihan ganda

(30)

Pendidikan.

C. Rumusan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, peneliti

merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah validitas isi butir soal pilihan ganda UAS SD semester genap

tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV SD di Kecamatan

Depok, Sleman, Yogyakarta?

2. Bagaimanakah reliabilitas butir soal pilihan ganda UAS SD semester genap

tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV SD di Kecamatan

Depok, Sleman, Yogyakarta?

3. Bagaimanakah tingkat kesukaran butir soal pilihan ganda UAS SD semester

genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV SD di

Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta?

4. Bagaimanakah daya pembeda butir soal pilihan ganda UAS SD semester

genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV SD di

Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta?

5. Bagaimanakah keberfungsian pengecoh butir butir soal pilihan ganda UAS

SD semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV

(31)

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk memaparkan validitas isi butir soal pilihan ganda UAS SD semester

genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV SD di

Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta.

2. Untuk memaparkan reliabilitas butir soal pilihan ganda UAS SD semester

genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV SD di

Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta.

3. Untuk memaparkan indeks kesukaran butir soal pilihan ganda UAS SD

semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV SD

di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta.

4. Untuk memaparkan daya butir soal pilihan ganda UAS SD semester genap

tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV SD di Kecamatan

Depok, Sleman, Yogyakarta.

5. Untuk memaparkan keberfungsian pengecoh butir soal pilihan ganda UAS

SD semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran PKn kelas IV

SD di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini merupakan kesempatan bagi penulis untuk menambah

(32)

beda, tingkat kesukaran dan keberfungsian pengecoh

2. Bagi Sekolah

Hasil penelitian ini bisa menjadi koreksi diri supaya lebih selektif lagi

jika memberikan soal kepada siswa.

3. Bagi UPT

Hasil penelitian ini dapat dijadikan motivasi untuk penelitian selanjutnya

mengenai analisis butir soal.

F. Definisi Operasional

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, definisi operasional

penelitian ini adalah:

1. Validitas isi adalah kesesuaian antara butir soal dengan materi yang telah

diajarkan dalam pembelajaran.

2. Reliabilitas adalah sesuatu untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil

pengukuran relatif konsisten apabila alat ukur digunakan berulangkali.

3. Daya beda adalah pengukuran sejauh mana suatu butir soal mampu

membedakan siswa yang sudah menguasai kompetensi dengan siswa yang

belum atau kurang menguasai kompetensi berdasarkan kriteria tertentu.

4. Tingkat kesukaran adalah bilangan yang menunjukkan tingkat kesukaran

(33)

pilihan jawaban pada bentuk soal pilihan ganda.

6. Tes adalah sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa yang

digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa memahami suatu

materi.

7. Pilihan ganda adalah beberapa alternatif jawaban yang terdiri dari kunci

jawaban dan pengecoh yang terdapat dalam suatu tes.

8. Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memfokuskan

pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan

hak-hak serta kewajiban untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas,

terampil dan berkarakter oleh Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD)

(34)

12

BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini membahas kajian pustaka, hasil penelitian sebelumnya dan

kerangka berfikir.

A. Kajian Pustaka 1. Evaluasi

Evaluasi adalah suatu kegiatan untuk mengukur suatu hal dengan

menggunakan satu ukuran yang bersifat kuantitatif yang kemudian

dilanjutkan dengan kegiatan mengambil keputusan baik atau buruknya

terhadap sesuatu yang bersifat kualitatif atau sering dikenal dengan menilai

(Arikunto, 2012: 3). Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis yang

dilaksanakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi dari

program yang bersangkutan (Subali, 2012: 3).

Berdasarkan pengertian di atas, dapat peneliti simpulkan bahwa

evaluasi adalah suatu proses untuk mengukur suatu benda yang bersifat

kuantitatif.

Evaluasi pendidikan adalah proses evaluasi bukan sekedar mengukur

sejauh mana tujuan suatu pendidikan itu tercapai, tetapi digunakan juga

ketika akan membuat suatu keputusan (Cronbach dalam Arikunto, 2012: 3).

Evaluasi pendidikan dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan

(35)

kepada pihak-pihak berkepentingan, diantaranya terhadap siswa, lembaga

dan program pendidikan (UU RI No 20 Th 2003).

Berdasarkan definisi evaluasi pendidikan, maka dapat peneliti

simpulkan evaluasi pendidikan adalah proses pengukuran sejauh mana suatu

tujuan pendidikan itu tercapai dalam rangka menjaga pengendalian mutu

pendidikan secara nasional.

Tujuan evaluasi ada tujuh, yaitu: untuk mengetahui tingkat

penguasaan peseta didik terhadap materi yang diberikan; untuk mengetahui

kecakapan, motivasi, bakat, minat, dan sikap siswa terhadap program

pembelajaran; meningkatkan kemajuan dan kesesuaian hasil belajar dengan

SK dan KD yang sudah di tetapkan; mendiagnosis keunggulan dan

kelemahan siswa dalam mengikuti pembelajaran; untuk seleksi; menentukan

kenaikan kelas; menempatkan siswa sesuai dengan potensi yang dimilikinya

(Arifin, 2009: 15). Secara umum tujuan evaluasi ada tiga, yaitu: untuk

mengukur kemajuan; menunjang penyusunan rencana; memperbaiki/

menyempurnakan kembali (Sudijono, 2006: 9).

Berdasarkan tujuan evaluasi di atas peneliti menyimpulkan ada

sepuluh. Tujuan evaluasi pendidikan antara lain, untuk mengukur kemajuan;

mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat, dan sikap siswa terhadap

program pembelajaran; meningkatkan kemajuan dan kesesuaian hasil belajar

dengan SK dan KD yang sudah ditetapkan; mendiagnosis keunggulan dan

(36)

kenaikan kelas; menempatkan siswa sesuai dengan potensi yang dimilikinya;

menunjang penyususan rencana dan memperbaiki/ menyempurnakan suatu

rencana.

2. Instrumen

Instrumen atau yang biasa disebut juga dengan istilah “alat” secara umum, adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang

dalam melaksanakan tugas atau untuk mencapai tujuan secara efektif dan

efisien. Alat evaluasi juga dikenal dengan instrumen evaluasi. Dalam

kegiatan mengevaluasi, fungsi instrumen digunakan untuk memperoleh hasil

yang lebih baik sesuai kenyataan yang dievaluasi. Instrumen penilaian

dikatakann baik jika memenuhi beberapa persyaratan yaitu memiliki

validitas, reliabilitas, objektivitas, praktikabilitas, ekonomis (Arikunto, 2012:

72). Berikut keterangan dari masing-masing persyaratan.

a. Validitas

Sebuah instrumen penilaian dikatakan valid apabila data yang

dihasilkan atau didapatkan sesuai dengan keadaan

kenyataannya. Instrumen dikatakan valid apabila dapat

mengukur apa yang hendak di ukur.

b. Reliabilitas

Instrumen penilaian dikatakan reliabel apabila instrumen

(37)

apabila di uji cobakan secara berulang-ulang hasilnya

sama/tetap.

c. Objektivitas

Instrumen penilaian dikatakan dikatakan objektif jika dalam

pelaksanaan sistem skoringnya tidak dipengaruhi faktor

pribadi.

d. Praktikabilitas

Instrumen penilaian dikatakan praktis jika mudah

dilaksanakan, mudah dalam pemeriksaan dan memiliki

petunjuk yang jelas.

e. Ekonomis

Instrumen penilaian dikatakan ekonomis jika dalam

pelaksanaan tidak membutuhkan biaya yang banyak, tenaga

yang banyak, dan waktu yang lama.

Teknik tes merupakan suatu alat yang digunakan untuk menilai atau

mengukur secara keseluruhan kemampuan seorang siswa (Arikunto, 2012:

33). Ditinjau dari segi kegunaan, tes dibagi menjadi 3, yaitu: 1) tes

diagnostik, 2) tes formatif, 3) tes sumatif (Arikunto, 2012: 47). Berikut

penjelasan singkat mengenai ketiga bagian tes di atas:

(38)

Adalah tes yang digunakan untuk mengetahui

kelemahan-kelemahan siswa sehingga berdasarkan hal tersebut dapat dilakukan

penanganan yang tepat.

b. Tes formatif

Adalah tes yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa

telah terbentuk setelah mengikuti program tertentu.

c. Tes sumatif

Adalah tes yang digunakan untuk memberikan tanda kepada

siswa bahwa mereka telah mengikuti suatu program, serta menentukan

posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan temannya yang lain

dalam suatu kelompok.

Peneliti manganalisis butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir

Semester (UAS) termasuk dalam kategori tes sumatif. Bentuk tes

dibedakan menjadi dua yaitu, tes subjektif dan tes objektif. Tes subjektif

umumnya dalam bentuk esai/uraian. Tes subjektif ini bertujuan untuk

memantau kemajuan belajar siswa yang memerlukan jawaban bersifat

pembahasan atau dengan uraian kata-kata. Sedangkan tes objektif

merupakan tes yang pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada

tes berbentuk esai (Arikunto, 2014: 162).

Macam-macam tes objektif dibagi menjadi empat yaitu, tes

(39)

objektif yang digunakan peneliti dalam menganalisis buti soal adalah tes

obektif tipe pilihan ganda.

Tes bentuk pilihan ganda merupakan tes yang memiliki satu

pemberitahuan tentang suatu materi tertentu yang belum sempurna serta

beberapa alternatif jawaban yang terdiri dari kunci jawaban dan

pengecoh (Arikunto, 2012: 183). Pilihan ganda umumnya terdiri dari

satu kalimat pertanyaan atau kalimat pernyataan dan beberapa pilihan

jawaban yang salah satu pilihan jawaban tersebut merupakan jawaban

yang benar (Azwar, 2015: 80). Berikut penjelasan singkat mengenai

kelebihan dan kekurangan tes tipe pilihan ganda (Sukardi, 2009: 125).

1) Kelebihan Tes Pilihan Ganda

a) Waktu untuk mengerjakan tes pilihan ganda relatif lebih

singkat.

b) Cangkupan materi pelajaran lebih banyak

c) Pengoreksian jawaban lebih cepat dikoreksi karena adanya

kunci jawaban dan dapat dikoreksikan bersama siswa atau

orang lain.

2) Kekurangan tes pilihan ganda

a) Penyusunan tes pilihan ganda membutuhkan waktu yang lebih

lama dibandingkan tes obyektif jenis lain.

b) Tes pilihan ganda memberi peluang kepada siswa untuk

(40)

3. Analisis Butir Soal

Analisis kualitas butir soal berkaitan dengan pertanyaan apakah butir

soal sebagai suatu alat ukur benar-benar mengukur apa yang hendak dan

yang seharusnya diukur. Pertanyaan tersebut merujuk pada karakteristik alat

ukur yang baik. Alat ukur yang baik adalah alat ukur yang valid ran reliabel.

Ciri-ciri soal yang baik dijadikan sebagai alat ukur harus memenuhi lima (5)

persyaratan tes, yaitu memiliki : a) validitas, b) reliabilitas, c) objektifitas, d)

praktikabilitas, e) ekonomis (Arikunto, 2012: 72). Analisis butir soal adalah

proses penelaah butir soal melalui informasi dari jawaban peserta tes guna

meningkatkan mutu butir soal yang bersangkutan dengan menggunakan

teori. Aspek yang diperhatikan dalam analisis butir soal secara klasik

ditelaah dari tiga segi yaitu, a) tingkat kesukaran butir, b) daya pembeda

butir dan c) penyebaran jawaban pada setiap pilihan jawaban (Kusaeri &

Suprananto, 2012: 173). Analisis butir soal dapat dilakukan dengan cara

menganalisis tingkat kesukaran, menganalisis efektifitas pengecoh,

menganalisis validitas, dan menganalisis reliabilitas (Azwar, 2015: 134).

Berdasarkan definisi di atas, analisis butir soal adalah pengkajian

atau penelaahan butir soal jawaban peserta tes guna meningkatkan kualitas

butir soal. Salah satu tujan utama dilakukan analisis adalah untuk

meningkatkan kualitas soal apakah soal tersebut dapat diterima karena

didukung statistik yang memadai, diperbaiki karena terbukti beberapa

(41)

dapat berfungsi (Surapranata, 2004:11). Cara untuk mengetahui kualitas

butir soal yaitu dengan menganalisisnya. Ada lima cara untuk menganalisis

butir soal yaitu dengan menganalisis validitas isi soal, kereliabilitas soal,

daya beda, tingkat kesukaran dan keberfungsian pengecoh.

Analisis soal digunakan untuk mengetahui kualitas butir soal sejauh

mana butir soal tersebut dapat membedakan antara siswa yang memiliki

kemampuan tinggi dengan siswa dengan kemampuan rendah. Analisis soal

dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan analisis kualitatif dan

kuantitatif. Analisis kualitaitf digunakan untuk menganalisis soal yang

ditinjau berdasarkan isi/kandungan, teknis dan editorial. Sedangkan analisis

kuantitatif digunakan untuk menangalisis karakteristik internal tes melalui

data yang sudah diperoleh.

Penelitian ini membahas atau menganalisis butir soal dengan cara

analisis kualitatif yaitu dengan menganalisis validitas isi suatu soal. Validitas

isi suatu soal disusun harus berdasarkan tujuan yang telah dirumuskan jika

tidak valid dan sesuai dengan tujuan maka soal tersebut (Sugiono, 2015:

176). Analisis yang kedua menggunakan analisis kuantitatif yaitu penelaahan

butir soal yang didasarkan pada data yang diperoleh dari soal yang telah

diujikan. Analisis kuantitatif dapat dilakukan dengan empat cara yaitu

menganalisis reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran dan keberfungsian

(42)

Analisis validitas isi dilakukan dengan cara menganalisis kesesuaian

butir soal Ujian Akhir Semester (UAS) siswa kelas IV mata pelajaran PKn

dengan dengan indikator yang telah dirumuskan oleh Pemerintah Kecamatan

Depok. Sedangkan program Iteman digunakan untuk menganalisis

reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan keberfungsian pengecoh.

Berdasarkan analisis butir soal, disimpulkan bahwa analisis butir soal dalam

penelitian ini dilakukan dengan lima cara yaitu menganalisis validitas isi,

reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran dan keberfungsian pengecoh

4. Validitas

Validitas merupakan instrumen tertentu yang dapat digunakan untuk

mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas adalah sebuah tes yang

dapat memberikan informasi yang sesuai dan dapat digunakan untuk

mencapai tujuan tertentu (Arifin, 2009: 247). Berdasarkan definisi di atas,

dapat peneliti simpulkan bahwa instrument tes yang digunakan untuk

mengukur apa yang seharusnya diukur untuk mendapatkan informasi yang

sesuai dengan tujuan yang akan di capai. Suatu alat ukur dikatakan valid,

apabila mampu mengukur apa yang diingikan dan bisa mengungkapkan data

dari variabel yang diteliti secara tepat.

Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang

terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.

(43)

data dan mengukurnya itu valid (dapat digunakan untuk mengukur apa yang

seharusnya diukur).

Validitas dibagi menjadi dua macam, yaitu validitas logis dan

validitas empiris (Arikunto, 2012: 80).

a. Validitas Logis

Validitas logis adalah sebuah instrumen evaluasi yang menunjuk

pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid

berdasarkan hasil penalaran. Kondisi valid dipandang terpenuhi karena

instrumen yang bersangkutan sudah dirancang secara baik, mengikuti

teori dan ketentuan yang sudah ada. Validitas logis tidak perlu diuji

kondisinya, tetapi langsung diperoleh sesudah instrumen sudah selesai

disusun. Validitas logis ada dua macam, yaitu: validitas isi dan validitas

konstrak (Arikunto, 2012: 81).

1) Validitas isi

Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur

tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang

diberikan. Oleh karena nya materi yang diajarkan sudah tertera dalam

kurikulum (Sudijono, 2006: 164). Maka validitas isi ini sering disebut

juga sebagai validitas kurikulum. Validitas isi dapat diusakan

tercapainya sejak saat penyusunan dengan cara merinci materi

kurikulum, buku pelajaran. Dapat peneliti simpulkan bahwa validitas isi

(44)

dalam pembelajaran Pengujian validitas isi tidak melalui analisis

statistika tetapi menggunakan analisis rasional. Pengujian validitas isi

sangat penting dalam proses penyusunan tes prestasi belajar dan harus

dilakukan dengan seksama. Salah satu cara untuk mengetahui terpenuhi

atau kesesuaian validitas isi adalah dengan menyesuaikan butir-butir

soal yang diujikan dengan blue print atau domain ukurnya. Domain ukur

dalam penelitian ini adalah standar kompetensi, kompetensi dasar, dan

indikator yang didapatkan peneliti melalui Lembar Kerja Siswa (LKS).

Validitas isi ini sangat penting dalam proses penyusunan tes prestasi

belajar dan harus dilakukan dengan seksama, butir soal harus di

validitaskan terlebih dahulu kepada suatu panel ahli dibidang tersebut

(Azwar, 1996: 175). Validitas isi inilah yang digunakan oleh peneliti

untuk menganalisis kualitas soal yang diujikan kepada siswa. Sesuai

atau tidak dengan apa yang indikator yang telah dibuat oleh pemerintah.

2) Validitas konstrak

Sebuah tes dikatakan memiliki validasi konstrak apabila

butir-butir soal yang membangun tes tersebut mengukur setiap aspek berpikir.

Validitas konstruk dapat diketahui dengan cara merinci dan

memasangkan setiap butir soal dengan setiap aspek. Proses validasinya

(45)

b. Validitas Empiris

Validitas empiris adalah sebuah instrumen evaluasi yang

menunjuk pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi

persyaratan valid setelah diuji dari pengalaman (Arikunto, 2012: 81).

Suatu instrumen dikatakan valid, apabila mampu mengukur apa

yang diingikan dan bisa mengungkapkan data dari variabel yang diteliti

secara tepat. Pengujian validitas dilakukan dengan mengkorelasikan

antara skor jawaban masing-masing item pertanyaan pengujian validitas

dilakukan dengan menggunakan rumus teknik korelasi product moment

simpangan dan product moment dengan angka kasar (Arikunto,

2012:85).

Adapun kriteria koefisien korelasi/ validitas soal sebagai berikut

(Arifin, 2009: 257):

Tabel 2.1 Koefisien Korelasi/ Validitas

No Rentang Angka Kriteria

1 0,81 – 1,00 Sangat tinggi

2 0,61 – 0,80 Tinggi

3 0,41 – 0,60 Cukup

4 0,21 – 0,40 Rendah

5 0,00 – 0,20 Sangat Rendah

Sumber: Arifin (2009: 257)

Tabel 2.1 menunjukkan nilai koefisien korelasi/ validitas, dapat

dilihat bahwa koefisien korelasi dibagi menjadi lima kriteria yaitu

(46)

sangat rendah, 0,21 – 0,40 menunjukkan kategori rendah, 0,41 – 0,60 menunjukkan kategori cukup, 0,61 – 0,80 menunjukkan kategori tinggi, dan 0,81 – 1,00 menunjukkan kategori sangat tinggi.

5. Reliabilitas

Reliabilitas berasal dari kata reliable yang artinya dapat dipercaya.

Suatu alat ukur dikatakan reliabel, bila memberikan hasil yang tepat/benar

walaupun dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja sehingga alat ukur dapat

dipercaya atau dapat diandalkan. Reliabilitas adalah istilah yang dipakai

untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten

apabila alat ukur digunakan berulangkali (Oemar, 2003: 72).

Setuju dengan pendapat tokoh di atas, reliabilitas menunjukkan

kemantapan atau konsistensi hasil pengukuran. Suatu alat pengukur

dikatakan mantap atau konsisten, apabila untuk mengukur berulang kali, alat

pengukur itu menunjukkan hasil yang sama, dalam kondisi yang sama. Suatu

instrumen atau alat ukur dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap

instrumen itu ajeg atau stabil.

Instrumen dikatakan reliabel, bila memberikan hasil yang tepat/benar

walaupun dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja sehingga instrumen dapat

dipercaya atau dapat diandalkan. Pengujian reliabilitas didasarkan pada

perhitungan koefisien alpha (α) dari Cronbach (Arikunto, 2000:235-236) Faktor utama yang mempengaruhi reliabilitas adalah adanya

(47)

oleh beberapa faktor antara lain panjang suatu tes, kecepatan, homogenitas

belahan, dan tingkat kesukaran soal (Crocker & Algina dalam Surapranata,

2004:92). Secara empirik, angka yang menunjukka tinggi-rendahnya

reliabilitas disebut koefisien reliabilitas Berikut kriteria soal dikatakan

reliabel. Semakin tinggi koefisien korelasi antara hasil ukur dari dua tes

parallel, menandakan keduanya semakin baik dan dapat dikatakan reliabel

dan sebaliknya. Kriteria reliabilitas berdasarkan pendapat Basuki &

Hariyanto (2014: 119) seperti pada tabel berikut ini.

Tabel 2.2 Kriteria Reliabilitas

No Rentang Angka Kriteria

1 0,90 – 1,00 Sangat tinggi

2 0,70 – 0,89 Tinggi

3 0,40 – 0,69 Cukup

4 0,20 – 0,39 Rendah

5 0,00 – 0,19 Amat rendah

Sumber: Basuki & Hariyanto (2014:119)

Kriteria reliabilitas dibedakan menjadi lima, yaitu koefisien

reliabilitas pada angka di antara 0,00 – 0,19, di antara 0,20 – 0,39, di antara 0,40 – 0,69, di antara 0,70 – 0,89, dan 0,90 – 1,00 (Basuki & Hariyanto, 2014: 119). Angka di antara 0,00 – 0,19 bermakna korelasi yang amat rendah, di antara 0,20 – 0,39 bermakna korelasi yang rendah, di antara 0,40

(48)

Uji reliabilitas butir soal peneliti menggunakan program Iteman 3.0 dengan

melihat nilai Alfa.

6. Daya Beda

Daya beda adalah pengukuran sejauh mana suatu butir soal mampu

membedakan siswa atau kelompok yang sudah menguasai kompetensi

dengan siswa atau kelompok lain yang belum atau kurang menguasai

kompetensi berdasarkan kriteria tertentu (Azwar, 1996: 137). Semakin tinggi

koefisien daya beda suatu butir soal, semakin mampu butir soal tersebut

membedakan antara siswa yang yang sudah menguasai kompetensi dan

siswa yang belum atau kurang menguasai kompetensi. Apabila proporsisi

penjawab benar dari dua kelompok sama, itu menunjukkan butir soal yang

bersangkutan tidak mampu membedakan antara siswa yang memiliki

kemampuan tinggi dengan kelompok siswa yang memiliki kemampuan

rendah. Setiap butir soal yang memiliki indeks/angka pembeda lebih bedar

daripada 0,50 dapat langsung dianggap sebagai butir soal yang berdaya beda

baik. Sedangkan untuk butir soal yang memilili indeks/angka deskriminasi

kurang dari 0,20 dapat langsung dibuang dan sisa lainnya dapat ditelaah atau

direvisi (Thorndike & Cunningham dalam Azwar, 1996: 139)

Rumus daya beda menurut Azwar (1996: 137) adalah sebagai berikut:

D = N it / NT– nir / NR

Keterangan:

(49)

n it = banyaknya penjawab butir soal dengan benar dari kelompok tinggi

NT = banyaknya penjawab dari kelompok tinggi

n ir = banyaknya penjawab butir soal dengan benar dari kelompok rendah

NR = banyaknya penjawab dari kelompok rendah

Daya beda adalah indeks/angka yang digunakan untuk membedakan

antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta yang

berkemampuan rendah. Angka daya pembeda berkisar antara -1 sampai +1.

Tanda negatif menunjukkan siswa yang memiliki kemampuan rendah dapat

menjawab benar dan sebaliknya angka positif menunjukkan peserta dengan

kemampuan tinggi yang menjawab salah. Dengan penjabaran tersebut soal

yang indeks daya pembedanya negatif menunjukkan terbaliknya kualitas

peserta tes (Azwar, 1996: 139). Berikut empat kriteria daya beda (Arikunto,

2012: 232):

Tabel 2.3 Kriteria Daya Beda

No Indeks Daya Beda Kriteria

1 0,00 – 0,20 Jelek

2 0,21 – 0,40 Cukup

3 0,41 – 0,70 Baik

4 0,70 - 1,00 Baik Sekali

Sumber: Arikunto (2012: 232)

Tabel 2.3 menunjukkan kriteria daya beda kriteria yang terdiri dari

(50)

7. Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukaran atau taraf kesukaran adalah bilangan yang

menunjukkan tingkat kesukaran atau kemudahan suatu soal (Arikunto: 2010,

223). Tingkat kesukaran merupakan rasio antara penjawab butir soal dengan

benar dan banyaknya penjawab butir soal (Azwar, 1996: 134). Dapat peneliti

simpulkan bahwa tingkat kesukaran adalah perbandingan antara penjawab

benar dengan banyaknya penjawab yang di tunjukkan dengan angka.

Rentang perbandingan indeks kesukaran ini berkisar antara 0,00 sampai

dengan 1,0. Jika indeks kesukaran menunjukkan angka 1,0 maka itu berarti

soal itu tidak terlalu sukar dikerjakan. Sebaliknya jika indeks kesukarannya

0,00 maka soal tersebut sangat sukar dikerjakan. Tingkat kesukaran suatu

butir soal tidak selalu sama antara satu kelompok dengan kelompok siswa

yang lain karena memang suatu butir soal yang dirasakan sulit bagi satu

kelompok siswa, mungkin terasa mudah bagi kelompok siswa yang lain yang

lebih pandai. Apabila siswa dapat menjawab benar suatu butir soal itu

menunjukkan bahwa tingkat kesukaran butir soal tersebut lebih rendah dari

pada taraf kemampuan menjawabnya (Azwar, 1996: 136).

Tingkat kesukaran diberi simbol P yaitu merupakan singkatan dari

proporsi. Rumus untuk mencari P yang dikemukakan oleh Arikunto (2012:

223) adalah:

(51)

Keterangan :

P = tingkat kesukaran

B = banyaknya peserta yang menjawab dengan benar

JS = jumlah seluruh peserta tes

Tabel 2.4 Kategori tingkat kesukaran

No Nilai p Kategori

1 0,00 ≤ 0,30 Sukar

2 0,31 ≤p ≤ 0,70 Sedang

3 0,7 ≤ 1,00 Mudah

Sumber: Arifin (2009: 273)

Kategori tingkat kesukaran dibedakan menjadi 3 kategori seperti

pada tabel di atas. karakteristik tingkat kesukaran yang berkisar antara 0,00 ≤ 0,30 termasuk soal yang sulit, antara 0,31 ≤ p ≤ 0,70 termasuk soal yang sedang, dan 0,7 ≤ 1,00 termasuk soal yang mudah (Arifin, 2009: 273).

Analisis tingkat kesukaran dapat digunakan sebagai suatu indikator

untuk menentukan adanya perbedaan kemampuan peserta tes. Soal yang

memiliki tingkat kesukaran 0 maupun 1 hanya akan berpengaruh terhadap

rerata (mean), tetapi tidak akan berpengaruh terhadap reliabilitas, validitas

ataupun keputusan berdasarkan skor yang diperoleh peserta tes. Tingkat

kesukaran akan berpengaruh pada variabilitas skor dan ketepatan

(52)

8. Keberfungsian Pengecoh

Keberfungsian merupakan suatu jawaban salah yang berfungsi jika

dipilih secara merata oleh siswa. Arikunto (2012: 234) menyebutkan bahwa

suatu pengecoh dikatakan dapat berfungsi dengan baik jika paling sedikit

dipilih oleh 5% pengikut tes. Butir soal yang baik adalah jika pengecohnya

dipilih secara merata oleh siswa yang menjawab salah (Arifin, 2009: 279).

Kombinasi penyebaran jawaban akan bervariasi namun dasar terpenting

dalam melakukan penilaian terhadap kualitas butir soal adalah dengan

melihat fungsi pilihan jawaban, terutama pengecohnya yang harus terlihat

sebagai jawaban benar bagi subjek dari kelompok rendah. Idealnya jika

penyusunan butir soal yang pengecohnya dapat dijawab dengan benar oleh

semua subjek kelompok tinggi, sedangkan subjek kelompok rendah semua

memilih pengecoh (Azwar, 1996: 144). Keberfungsian pengecoh dapat

diperiksa dengan frekuensi pemilih masing-masing alternatif jawaban, yakni

jumlah pemilih yang sudah terdistribusi dengan cukup merata. Apabila

pengecoh dipilih oleh sedikit sekali peserta, tes itu menunjukkan bahwa

terlalu jelas salahnya sehingga tidak dapat berfungsi. (Azwar, 1996: 149).

Perhitungan efektivitas pengecoh dapat menggunakan rumus Arifin (2009:

279) adalah sebagai berikut:

(53)

Keterangan :

IP = indeks pengecoh

P = jumlah siswa yang memiliki pengecoh

N = jumlah siswa yang ikut tes

B = jumlah siswa yang menjawab benar pada setiap soal

n = jumlah alternatif jawaban (opsi)

1 = bilangan tetap

Keberfungsian pengecoh dapat dilihat dari dua kriteria: a.) pengecoh

yang dipilih oleh siswa dari kelompok rendah, b.) pengecoh yang dipilih

oleh kelompok tinggi (Azwar, 1996: 142). Jika nilai IP = 0 maka soal

tersebut jelek, dan demikian pengecoh tidak berfungsi. Berikut kriteria

keberfungsian pengecoh Arifin (2009: 280).

Tabel 2.5 Kriteria Keberfungsian Pengecoh

No Nilai IP Kriteria

1 76% - 125% Sangat baik

2 51% - 75% atau 126% - 150% Baik

3 26% - 50% atau 151% - 175% Kurang baik

4 0% - 25% atau 176% - 200% Jelek

5 Lebih dari 200% Sangat jelek

Sumber: Arifin (2009: 280)

Tabel 2.5 menunjukkan kriteria pengecoh yang dibagi menjadi 5

kategori. Jika pengecoh menunjukkan persentase sebesar 76% - 125% maka

(54)

persentase sebesar 51% - 75% atau 126% - 150% maka pengecoh tersebut

berfungsi dengan baik, jika pengecoh menunjukkan persentase sebesar 26% -

50% atau 151% - 175% maka pengecoh tersebut berfungsi dengan kurang

baik, jika pengecoh menunjukkan persentase sebesar 0% - 25% atau 176% -

200% maka pengecoh tersebut jelek, jika pengecoh menunjukkan persentase

sebesar Lebih dari 200% maka pengecoh tersebut sangat jelek.

9. ITEMAN

Item and Test Analysis (ITEMAN) merupakan sebuah perangkat

lunak yang dibuat melalui bahasa pemrograman komputer yang diciptakan

khusus untuk analisis statistik butir soal dan tes. Program ini berguna untuk

menentukan kualitas butir soal dan tes berdasarkan data empiris hasil uji

coba. Hasil analisis butir mencangkup tingkat kesukaran, daya beda dan

keberfungsian pengecoh. Selain statistik butir soal, ITEMAN juga

menghasilkan statistik tes (Kusaeri & Suprananto, 2012: 178).

Berikut statistik dari output dari butir soal yang dianalisis peneliti

(Kusaeri & Suprananto, 2012: 179):

a. Sequence. No adalah nomor urut butir soal dalam file data. Fungsinya

untuk penomoran butir soal.

b. Scala-item adalah nomor urut butir soal dalam skala (tes/subtes)

c. Prop. Correct adalah proporsi siswa( peserta tes) yang menjawab benar

(55)

butir soal tersebut terlalu sukar atau terlalu mudah untuk peserta tes.

Indeks ini disebut juga indeks tigkat kesukaran soal secara klasikal.

d. Biser adalah indeks daya pembeda soal dengan menggunakan koefisien

korelasi biserial. Nilai positif menunjukkan bahwa peserta tes yang

menjawab benar butir soal, mempunyai skor yang relatif tinggi dalam

tes/skala tersebut. Sebaliknya nilai negatif menunjukkan bahwa peserta

tes yang menjawab benar butir soal, memperoleh skor yang relatif

rendah dalam tes/skala tersebut. Untuk statistik pilihan jawaban

(alternatif) korelasi biserial negatif sangat tidak dikehendaki untuk kunci

jawaban dan sangat dikehendaki untuk pilihan jawaban yang lain

(pengecoh).

e. Point-biser adalah juga indeks daya pembeda soal dan pilihan jawaban

(alternatif) dengan menggunakan koefisien korelasi point-biserial.

Penafsirannya sama dengan statistik biserial.

Catatan: Nilai -9.000 menunjukkan bahwa statistik butir soal atas pilihan

jawaban tidak dapat dihitung. Hal ini sering kali terjadii apabila tidak ada

peserta tes yang menjawab butir soal/ pilihan jawaban tersebut

Statistik pilihan jawaban (alternatif) memberikan informasi yang

sama dengan statistik butir soal. Perbedaannya adalah bahwa statistik pilihan

jawaban dihitung secara terpisah. Untuk setiap piihan jawaban dan

(56)

jawaban. Tanda (*) yang muncul di sebelah kanan hasil analisis

menunjukkan kunci jawaban.

Langkah kerja input data pada program ITEMAN sebagai berikut:

Contoh data penelitian peneliti adalah sebagai berikut.

a. Buka file data (misalkan: skripsi.txt), contoh dibawah ini yang berisi:

030 o N 14 (MUSTOKOREJO, RINGINSARI, ADI SUCIPTO 1, 2 )

BABDDCCBACBCADCBCABDBDBCACDBCA

4444444444444444444444444444444444444444

YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY

000001 BABBABCBACBCAACCDABDBDACAAADCA

000002 BDBBDBBBDCDCCADCAADDBCBACCDBCB

000003 OABADCDABCACAOABDABDBBADCCDBAA

000004 AACBAADBDACDAAABBDCDBDCADCDCCB

Berikut penjelasan singkat program ITEMAN:

1) Baris pertama adalah baris pengontrol yang mendeskripsikan data.

Kolom Keterangan

1-3 Jumlah soal (30 butir soal)

4 Kosong (spasi)

5 Jawaban omit (kosong)

6 Kosong (spasi)

7 Soal yang belum sempat dijawab (N)

(57)

9-10 Jumlah identitas (14)

2) Baris kedua adalah daftar kunci jawaban setiap butir soal.

3) Baris ketiga adalah daftar jumlah option untuk setiap butir soal.

4) Baris keempat adalah daftar butir soal yang hendak dianalisis (jika

butir yang akan dianalisis diberi tanda Y (yes), jika tidak diikutkan

dalam analisis diberi tanda N (no).

5) Baris kelima dan seterusnya adalah data siswa dan pilihan jawaban

siswa.

Setiap pilihan jawaban siswa (untuk soal bentuk pilihan

ganda) diketik dengan menggunakan huruf, misal ABCD atau angka

1234 untuk 4 pilihan jawaban atau ABCDE atau 12345 untuk 5

pilihan jawaban.

b. Double click pada software ITEMAN

1) Isikan nama input data yang akan diolah dalam ITEMAN (misalkan

skripsi.txt) tekan enter.

2) Isikan nama output data (misalkan skripsi-out.txt) tekan enter.

3) Tuliskan Y/N untuk pemunculan hasil skor.

4) Jika Y tuliskan nama output hasilnya (misalkan skripsi-scr.txt)

(58)

Tabel 2.6 Output Statistik Butir Soal ITEMAN

MicroCAT (tm) Testing System

Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation

Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00

Tabel 2.6 di atas menunjukkan output ITEMAN. Bersadarkan tabel di

atas diketahui bahwa Prop.correct menunjukkan angka 0.658. Berdasarkan

penjelasan sebelumnya tentang ITEMAN, Prop.correct menunjukkan besarnya

angka tingkat kesukaran butir soal. Sebagai contoh butir soal nomor 1 pada

Prop.correct menunjukkan angka 0.658 menunjukkan kategori sedang.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, Point biser menunjukkan kategori daya

beda butir soal. Point biser menunjukkan angka 0.410 yang termasuk dalam

kategori baik. Sedangkan Prop. Endorsing menunjukkan besarnya angka

Figur

Tabel 2.1 Koefisien Korelasi/ Validitas
Tabel 2 1 Koefisien Korelasi Validitas . View in document p.45
Tabel 2.2 Kriteria Reliabilitas
Tabel 2 2 Kriteria Reliabilitas . View in document p.47
Tabel 2.3 Kriteria Daya Beda
Tabel 2 3 Kriteria Daya Beda . View in document p.49
Tabel 2.4 Kategori tingkat kesukaran
Tabel 2 4 Kategori tingkat kesukaran . View in document p.51
Tabel 2.5 Kriteria Keberfungsian Pengecoh
Tabel 2 5 Kriteria Keberfungsian Pengecoh . View in document p.53
Tabel 2.6 Output Statistik Butir Soal ITEMAN
Tabel 2 6 Output Statistik Butir Soal ITEMAN . View in document p.58
Tabel 2.7 Statistik Tes
Tabel 2 7 Statistik Tes . View in document p.59
Tabel 2.7 menunjukkan hasil output ITEMAN. Berdasarkan tabel di
Tabel 2 7 menunjukkan hasil output ITEMAN Berdasarkan tabel di . View in document p.60
Tabel 2.8 SK, KD dan Indikator
Tabel 2 8 SK KD dan Indikator . View in document p.63
Tabel 2.8 menunjukkan standar kompetensi, kompetensi dasar
Tabel 2 8 menunjukkan standar kompetensi kompetensi dasar . View in document p.64
Gambar 2.1 Literature Map
Gambar 2 1 Literature Map . View in document p.70
Tabel 3.5 Hasil Output ITEMAN
Tabel 3 5 Hasil Output ITEMAN . View in document p.89
Tabel 3.5 di atas terlihat tampilan output ITEMAN. Sebagai contoh
Tabel 3 5 di atas terlihat tampilan output ITEMAN Sebagai contoh . View in document p.90
Tabel 3.6 Kriteria Reliabilitas
Tabel 3 6 Kriteria Reliabilitas . View in document p.91
tabel berikut ini. Tingkat kesukaran diberi simbol P yaitu merupakan
Tingkat kesukaran diberi simbol P yaitu merupakan . View in document p.94
Tabel 3.8 Kategori tingkat kesukaran
Tabel 3 8 Kategori tingkat kesukaran . View in document p.95
Tabel 3.9 Kriteria Keberfungsian Pengecoh
Tabel 3 9 Kriteria Keberfungsian Pengecoh . View in document p.96
Tabel 4.1 Validitas Isi
Tabel 4 1 Validitas Isi . View in document p.100
Gambar tersebut merupakan  rumah adat yang berasal dari …
Gambar tersebut merupakan rumah adat yang berasal dari . View in document p.104
Tabel 4.2 Validitas
Tabel 4 2 Validitas . View in document p.106
Tabel 4.3 Kategori Validitas
Tabel 4 3 Kategori Validitas . View in document p.107
Gambar 4.1 Diagram Validitas isi
Gambar 4 1 Diagram Validitas isi . View in document p.108
Tabel 4.4 Output ITEMAN
Tabel 4 4 Output ITEMAN . View in document p.109
Tabel 4.6 Daya Beda
Tabel 4 6 Daya Beda . View in document p.111
Tabel 4.7 Kategori Daya Beda
Tabel 4 7 Kategori Daya Beda . View in document p.112
Tabel 4.8 Tingkat Kesukaran
Tabel 4 8 Tingkat Kesukaran . View in document p.113
Tabel 4.9 Kategori Tingkat Kesukaran
Tabel 4 9 Kategori Tingkat Kesukaran . View in document p.115
Tabel 4.10 Keberfungsian Pengecoh
Tabel 4 10 Keberfungsian Pengecoh . View in document p.116
tabel persentase keberfungsian pengecoh.
tabel persentase keberfungsian pengecoh. . View in document p.129
Tabel 4.12 Output data ITEMAN
Tabel 4 12 Output data ITEMAN . View in document p.138

Referensi

Memperbarui...