• Tidak ada hasil yang ditemukan

GEOLOGI DAERAH SUKAJADI DAN SEKITARNYA KABUPATEN PURWAKARTA JAWA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GEOLOGI DAERAH SUKAJADI DAN SEKITARNYA KABUPATEN PURWAKARTA JAWA BARAT"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

GEOLOGI DAERAH SUKAJADI DAN SEKITARNYA

KABUPATEN PURWAKARTA JAWA BARAT

TUGAS AKHIR A

disusun sebagai syarat menyelesaikan gelar sarjana strata satu pada Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian,

Institut Teknologi Bandung

Oleh :

Taufan Dwinanto 12005009

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

(2)

ii

SARI

Secara administratif, daerah penelitian termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terletak sekitar 6 km ke arah selatan kota Purwakarta, dan terletak pada posisi geografis 1070 26’30” – 1070 28’30” BT dan 60 37’00” – 60 38’30” LS. Luas daerah penelitian kurang lebih 12 km2.

Berdasarkan Zona Fisografis Jawa Barat, daerah penelitian termasuk kedalam Zona Bogor. Satuan geomorfologi di daerah penelitian adalah Satuan Dataran Aluvial, dan Satuan Pegunungan Lipatan. Pola aliran sungai yang berkembang di daerah penelitian adalah sub-paralel dan trelis, yang umum mencirikan daerah mengalami perlipatan. Tahapan geomorfik pada daerah penelitian adalah tahapan geomorfik dewasa.

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan analisis petrografi terdapat empat satuan batuan tidak resmi di daerah penelitian, urutan dari tua ke muda satuan tersebut adalah Satuan Batulempung berumur Miosen Akhir yang diendapkan pada lingkungan Neritik Dalam – Neritik Luar, Satuan Batulempung – Batupasir berumur Miosen Akhir – Pliosen Awal, yang menunjukkan lingkungan pengendapan Transisi. Kedua satuan ini disetarakan dengan Formasi Subang yang juga berumur Miosen Akhir – Pliosen Awal. Kedua satuan ini mengalami deformasi pada Kala Pliosen yang menghasilkan lipatan-lipatan berarah Timurlaut-Baratdaya. Diatas kedua satuan tersebut diendapkan secara tidak selaras Satuan Lapili Tuf yang disetarakan dengan Hasil Endapan Gunungapi Muda yang diperkirakan berumur Pleistosen Akhir. Erosi bekerja pada semua satuan ini, hingga kemudian terendapkan Satuan Aluvial secara tidak selaras diatas semua satuan yang ada.

(3)

iii

ABSTRACT

The research area is administratively belonging to the region of Persawahan, Purwakarta District, West Java and geographically located at 1070 26’30” – 1070 28’30” East Longitude dan 60

37’00” – 60 38’30” South Latitude, located around 6 km South of Purwakarta city. The research area is about 12km2.

Based on the physiographic zone, the research area is part of Bogor Zone. The geomorphology units of research area are divided into three units. These units are Folded Mountain Unit and Alluvial Unit. The river patterns of research area are sub-paralel and trellis that characterized folded area. Geomorphic stage in this area is adult geomorphic stage.

Based on field observations and petrographic analysis, there are four unofficial rock units in the study area, the order from older up to younger are : Late Miocene Claystone Unit that deposited in Inner – Middle Neritic, Claystone – Sandstone Unit of Late Miocene – Early Pliocene, which show the transition of depositional environment. Both units are synchronized with the Subang Formation which is also the Late Miocene - Early Pliocene. Both these units are deformed on Pliocene that produced folds with Northeast-Southwest trending. Above both these units are deposited uncomformity Lapilli Tuff Unit which synchronized with Younger Volcanic Products of Late Pleistocene age. Erosion work on all these units, until then deposited uncomformity Alluvial Unit is not aligned on all existing units.

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah, penulis panjatkan puji dan syukur atas rahmatNya karena dengan berkah dan hidayah dari Allah SWT penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul ‘Geologi Daerah Sukajadi dan Sekitarnya, Kabupaten Purwakarta, jawa Barat.

Penulisan tugas akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi syarat kelulusan program sarjana strata satu dari Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung.

Pada kesempatan ini,penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada berbagai pihak atas bantuannya kepada penulis dalam penyelesaian tugas akhir ini, antara lain:

- Kepada ayahanda, ibunda, kakak, beserta adik-adik saya atas kasih sayang, doa dan dukungan yang tidak terbatas kepada penulis.

- Kepada Dr. Ir. Bambang Priadi sebagai pembimbing penulis yang telah memberikan bimbingan dan masukan yang sangat berguna bagi penulis. - Seluruh staf dosen dan staf Tata Usaha Jurusan Teknik Geologi ITB yang

telah memberikan bantuan, dan masukan bagi penulis untuk dapat memahami geologi secara lebih baik dan mendalam.

- Kepada Natalia Hanna yang selalu setia mendampingi penulis disaat suka maupun duka.

- Kepada teman-teman yang membantu di lapangan, Kinim, Agung Wicak, Eko, Amrizal, Jawir. Kepada teman-teman yang membantu di kampus, Dwi Utami, Cut, Reni, Messi, Gita. Kepada Bari Rozak dan Rully atas pinjaman alat-alat lapangannya. Kepada teman-teman GEA, khususnya GEA 2005 atas dukungan dan doanya.

(5)

v

- Kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat dituliskan satu-satu.

Penulis menyadari benar bahwa upaya maksimal dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas akhir ini belum sempurna. Untuk itu penulis mohon maaf apabila dalam karya tulis ini masih terdapat kekurangan maupun kesalahan. Sehingga kritik dan saran tetap penulis harapkan dari semua pihak.

Semoga tugas akhir ini bermanfaat.

(6)

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN………... i SARI……….. ii KATA PENGANTAR………... iv DAFTAR ISI………... vi DAFTAR FOTO………... ix DAFTAR GAMBAR………. x DAFTAR LAMPIRAN……….. xi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Maksud dan Tujuan Penelitian………... 1

1.2. Lokasi Penelitian……… 1

1.3. Kondisi Umum Daerah Penelitian………. 3

1.4. Batasan Masalah……… 3

1.5. Metode Penelitian……….. 3

1.5.1. Tahap Persiapan………. 3

1.5.2. Tahap Studi Pendahuluan……….. 3

1.5.3. Tahap Penelitian Lapangan……… 4

1.5.4. Tahap Analisis Dan Pengolahan Data………4

1.5.5 Tahap Penulisan Skripsi………. 5

1.6. Peneliti Terdahulu……….. 6

BAB II GEOLOGI REGIONAL 2.1. Fisiografis Regional………... 7

2.2. Struktur Geologi Regional………. 8

(7)

vii BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

3.1 Geomorfologi Daerah Penelitian………. 17

3.1.1 Satuan Geomorfologi Daerah Penelitian……….……… 17

3.1.1.1 Satuan Pegunungan Lipatan….……… 17

3.1.1.2 Satuan Dataran Aluvial……….……… 19

3.1.2 Pola Aliran Sungai dan Tipe Genetik Sungai……….. 21

3.1.3 Tahapan Geomorfik Daerah Penelitian………..………….. 21

3.2 Stratigrafi Daerah Penelitian………. 26

3.2.1 Satuan Batulempung……… 27

3.2.1.1 Persebaran dan Ketebalan……… 27

3.2.1.2 Ciri Litologi……….. 27

3.2.1.3 Umur dan Lingkungan Pengendapan………... 29

3.2.1.4 Hubungan dan Kesebandingan Stratigrafi……… 29

3.2.2 Satuan Batulempung-Batupasir………... 29

3.2.2.1 Persebaran dan Ketebalan………. 29

3.2.2.2 Ciri Litologi………... 29

3.2.2.3 Umur dan Lingkungan Pengendapan……… 32

3.2.2.4 Hubungan dan Kesebandingan Stratigrafi……… 32

3.2.3 Satuan Lapili Tuf………. 32

3.2.3.1 Persebaran dan Ketebalan……… 32

3.2.3.2 Ciri Litologi………... 33

3.2.3.3 Umur dan Lingkungan Pengendapan……… 34

3.2.3.4 Hubungan dan Kesebandingan Stratigrafi……… 34

3.2.4 Satuan Aluvial……….. 34

3.2.4.1 Persebaran dan Ketebalan………. 34

3.2.4.2 Ciri Litologi………... 35

3.2.4.3 Umur dan Lingkungan Pengendapan……… 35

3.2.4.4 Hubungan dan Kesebandingan Stratigrafi……… 35

3.3 Struktur Geologi Daerah Penelitian……….. 36

3.3.1 Struktur Lipatan……… 37

(8)

viii

3.3.1.2 Antiklin Ci Bingbin………... 38 3.3.2 Struktur Sesar (Sesar Naik Parakanlima)……… 39 3.3.3 Mekanisme Pembentukan Struktur Geologi Pada Daerah Penelitian.. 39

BAB IV SEJARAH GEOLOGI………. 41

BAB V KESIMPULAN……… 43

DAFTAR PUSTAKA………. 45

(9)

ix

DAFTAR FOTO

Foto 3.1 Pegunungan Lipatan 18

Foto 3.2 Pegunungan Lipatan 19

Foto 3.3 Dataran aluvial 20

Foto 3.4 Undak sungai 21

Foto 3.5 Aliran sungai konsekuen pada Ci Bingbin bagian utara 22 Foto 3.6 Aliran obsekuen dan subsekuen pada cabang Ci Kareo 24

Foto 3.7 Lembah sungai berbentuk V 25

Foto 3.8 Lembah sungai berbentuk U 25

Foto 3.9 Singakapan batulempung sisipan batupasir pada

Satuan Batulempung 28

Foto 3.10 Bioturbasi pada Satuan Batulempung 28 Foto 3.11 Perselingan batupasir dan batulempung pada

Satuan Batulempung-Batupasir 30

Foto 3.12 Perselingan batupasir dan batulempung pada

Satuan Batulempung-Batupasir 31

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Peta Lokasi Daerah Penelitian 2

Gambar 1.2 Diagram alir penelitian 5

Gambar 2.1 Pembagian Fisiografis Jawa Barat 8 Gambar 2.2 Jalur Subduksi Pulau Jawa Kapur Tengah-Oligosen 9 Gambar 2.3 Peta Pola Struktur Jawa Barat 11 Gambar 2.4 Struktur geologi daerah purwakarta 12 Gambar 2.5 Stratigrafi Umum Cekungan Bogor 16

Gambar 3.1 Peta pola aliran sungai 23

Gambar 3.2 Kolom stratigrafi tidak resmi daerah penelitian 26 Gambar 3.3 Diagram bunga kelurusan pada daerah penelitian 37

(11)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Analisis Petrografi Lampiran B Analisis Kalsimetri

Lampiran C Analisis Struktur Daerah Penelitian Lampiran D Hasil Analisis Mikropaleontologi Lampiran E1 Peta Geomorfologi (Lampiran lepas) Lampiran E2 Peta Lintasan (Lampiran lepas) Lampiran E3 Peta Geologi (Lampiran lepas)

Referensi

Dokumen terkait

Lingkungan geologi daerah panas bumi Pincurak – Sitabu ini tersusun atas 5 (lima) satuan batuan (Gambar 10) dimana urutan dari yang paling tua ke yang muda adalah Satuan

Satuan batuan tersebut berurutan dari tua ke muda yaitu: Satuan Batulempung A, Satuan Batupasir-Batulempung, Satuan Breksi, Satuan Batulempung B, Satuan Batulempung C,

Satuan batuan tidak resmi di daerah penelitian dari tua ke muda yaitu Satuan Batugamping-Batulempung yang disetarakan dengan Formasi Rambatan,

Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi lima satuan tidak resmi, dari tua ke muda, yaitu Satuan Filit, Satuan Konglomerat, Satuan Batupasir, Satuan

Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan tidak resmi diurutkan dari tua ke muda, yaitu satuan batulempung batupasir berumur Eosen Akhir yang disetarakan

Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi lima satuan litostratigrafi tidak resmi, dari tua ke muda yaitu Satuan Batulempung – Batupasir, Satuan Batupasir, dan Satuan

Stratigrafi daerah penelitian dengan urutan tua ke muda adalah tersusun atas dua satuan batuan, yaitu : Satuan napal Kalibeng dengan umur Miosen Akhir – Pliosen Akhir N16-N21 diendapkan

Stratigrafi daerah penelitian tersusun atas empat satuan batuan dan endapan alluvial, dengan urutan dari yang paling tua sampai termuda ialah Satuan batupasir karbonatan, di atasnya