• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEMBARAN DABRAH PROPINSI DAERAII TINGKAT I BALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TEMBARAN DABRAH PROPINSI DAERAII TINGKAT I BALI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

TEMBARAN DABRAH

PROPINSI DAERAII TINGKAT I BALI

NOMOR :

69 TAHUN

:

1987

SERI : D NO. 69 GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I BALI

KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I BALI

NOMOR 257 TAHUN 1987

TENTANG

PEMBENTUKAN BADAN PEMBINA ASSOSIASI INDUSTRI PARIWISATA DAN BADAN PENGAWAS INDUSTRI PARIWISATA

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I BALI,

Menir.nbang :

a.

bahwa untuk

suksesnya pelaksanaan pembangunan khususnya pembangunan sektor pariwisata maka peran- an dan tanggung jawab_ para pengelola Industri Pariwi- sata/Assosiasi Industri Pariwisata adalah sangat besar ;

b. bahwa tumbuhnya persaingan yang

tidak

sehat/curang

disektor

pariwisata

akan

menimbulkan kerugian baik

bagi

pengelola

Industri

Pariwisata

itu

sendiri, maupun bagi para pengerajin ;

c. bahwa keadaan yang terjadi sebagaimana huruf b

di

atas, akan menyebabkan

tidak

berhasilnya pelaksanaan pem- bangunan Daerah dan memberikan citra yang tidak baik bagi Bangsa Indonesia dan Daerah Bali pada khususnya ; d. bahwa pernyataan

i"rr"-"

para Assosiasi Industri Pari- wisata tanggal

8 Oktober

1986 merupakan wujud rasa tanggung jawab para Assosiasi Industri Pariwisata secara

(2)

Mengingat

sehat, wajar dan penuh rasa tanggung jawab perlu didu- kung dan diamankan pelaksanaannya ;

e. bahwa

untuk

mewujudkan suasana sehat,

wajar

darl tanggung.

jawab terhadap

pembangunan Bangsa pada

"tr"-"yu-dan

pembangunan sektor pariwisata

di

Dae-

rah Bali

pada khususnya dipandang

perlu

membentuk Badan Pembinaan Assosiasi

Industri

Pariwisata dan Ba' dan Pengawas Industri Pariwisata ;

f.

bahwa pembentukan badan-badan tersebut pada

huruf

e, ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Kepala Dae- rah Tingkat

I

Bali.

1. Undang-Undang

Nomor 64

Tahun 1958 tentang Pem- bentukan Daerah-Daerah Tingkat

I

Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara

Timur

(Lembaran Negara Re-

publik

Indonesia Tahun

1958 Nomor 115;

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

I6a9\

;

2. Undang-Undang

Nomor 5

Tahun

t974

tentang Pokok-

Pokok

Pemerintahan

di

Daerah (Lembaran Negara Re-

publik

Indonesia

Tahun 1974 Nomor 38;

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3037 ) ;

3. Peraturan Pemerintah

Nomor 24

Tahun 1979 tentang Penyerahan sebagian Urusan Pemerintahan

dalam

Bi- dang Kepariwisataan kepada Daerah Tingkat

I

(Lembar-

an

Negara Republik Indonesia Tahun 1979 Nomor 34;

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

3744\;

4. B. R.

O. Tahun

1934 ;

5. Keputusan Presiden

Republik

Indonesia Nomor 15 Ta' hun 1983 tentang Kebijaksanaan Pengembangan Kepari- wisataan :

6. Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi

Nomor KM.

3?/PW.304/MPPT

- 86

tentang Peraturan Usaha dan Penggolongan Hotel ;

7. Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Nomor KM. 63/PW.102/MPPT - 86 tentang Pengusahaan Perusahaan Perjalanan ;

(3)

8. Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali No-

mor

551.21115561/Binas. Ektentang Izin Angkutan Wi- sata.

MEMUTUSKAN

:

Menetapkan

:

KEPUTUSAN GUBERNUR

KEPALA DAERAH

TING-

KAT I BALI

TENTANG PEMBENTUKAN BADAN PEM-

BINA ASSOSIASI INDUSTRI PARIWISATA

DAN BADAN PENGAWAS INDUSTRI PARIWISATA

Pasal 1

(1)

Membentuk Badan Pembina Assosiasi Industri Pariwi- sata selanjutnya disingkat BABIN ADUSTA.

(2)

Susunan

dan

Keanggotaan Badan tersebut

ayat

(1.) ditetapkan

lebih lanjut

oleh Assosiasi yang bersang- kutan.

(3) Untuk

pertama kalinya susunan dan keanggotaan ter- sebut ayat (2), sebagaimana tercantum dalam lampir.

an

I

Keputusan ini.

Pasal 2

Badan Pembina .A,ssosiasi

Industri

Pariwisata adalah merupakan Badan Independent yang keanggotaannya

dipilih

dari dan oleh Assosiasi Industri Pariwisata

itu

sendiri.

BABIN ADUSTA

bertanggung jawab kepada Guber-

nur

Kepala Daerah

Tingkat I Bali

melalui BAWAS INDUSTA.

Pasal 3 Tuges BABIN ADUSTA adalah :

a. melaksanakan pembinaan dan pengembangan terhadap Assosiasi Industri Pariwisata

di

dalam mencari dan men- capai saling pengertian, kesadaran dan kebersamaan se-

tiap

anggota Assosiasi Industri Pariwisata

di

dalam per- dagangan barang dan atau jasa sehingga mampu berswa-

diri

dan berperan nyata

di

dalam pembangunan sektor pariwisata ;

(1)

(2)

(4)

b. mencegah timbulnya atau kemungkinan usaha yang me- ngarah kepada persaingan

tidak

sehat/curang yang meru- gikan

Industri

Pariwisata

itu

sendiri dan pembangunan sektor pariwisata ;

c. menyampaikan ldporan kepada Gubernur Kepala Daerah

Tingkat I BaIi melalui

BAWAS

INDUSTA

mengenai

masalah-masalah yang terjadi di dalam Assgsiasi Industri Pariwisata, yang

meliputi

langkah yang

telah

diambil

dan usul

saran yang jelas

bagi

masalah-masalah yang belum bisa diselesaikan 3 (tiga) bulan sekali.

Pasal 4

Pembinaan BABIN ADUSTA bertujuan :

a. memantapkan

dan

menumbuhkan swadaya, swakarsa, assosiasi bersama dengan anggotanya masing'masing da- lam bidang Industri Pariwisata sehingga mampu melaku- kan pelayanan kegiatan dan usaha ekonomi perdagangan dalam bidang Industri Pariwisata yang berdayaguna dan berhasilguna ;

b. pemerataan kesempatan usaha dan menikmati hasil usa'

ha

sesuai dengan bidang dan lingkupnya masing-masing secara wajar dan terhormat ;

c. memantapkan

dan

meningkatkan

kerja

sama antara Assosiasi secara terpadu dan terus menerus' berkesinam- bungan dan berkeseimbangan.

Pasal 5

(1)

Membentuk Badan Pengawas

Industri

Pariwisata se- lanjutnya disingkat BAWAS INDUSTA.

(2)

Susunan dan Keanggotaan Badan tersebut ayat (1) se-

bagaimana tercantum dalam lampiran

II

Keputusan

ini'

Pasal 6

(1)

BAWAS INDUSTA

terdiri

dari unsur Pemerintah'

(2) Unsur

Pemerintah

ditunjuk oleh

Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali.

(5)

Pasal 7

BAWAS INDUSTA mempunyai tugas :

a. membantu tugas pembinaan dan pengembangan BABIN ADUSTA secara persuasi dan edukasi ;

b. melakukan pengawasan, bimbingan

dan

pengendalian guna mencegah timbulnya persaingan tidak sehat/curang pada sektor pariwisata ;

c. memberikan saran dan usul penyelesaian kepada Guber-

nur

Kepala Daerah Tingkat

I

Bali

di

dalam menyelesai- kan masalah-masalah sektor pariwisata ;

d. memonitor usaha dan kegiatan, mengevaluasi pelaksana- An BABIN

ADUSTA:

e. melaporkan segala kegiatannya kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali.

Pasal 8

(1)

BAWAS INDUSTA bertanggung jawab kepada Guber- nur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali.

(2)

BAWAS

INDUSTA

mengadakan

rapat rutin tiap

3

(tiga) bulan

sekali dan rapat khusus

jika

dipandang

perlu.

Pasal 9

Program

kerja BABIN

ADUSTA dan BAWAS INDUSTA ditetapkan

di

dalam rapat pleno dan disahkan oleh Guber- nur I(epala Daerah Tingkat

I

Bali.

Pasal 10

Pola kerja

BABIN

ADUSTA dan BAWAS INDUSTA seba- gaimana tercantum dalam lampiran

III

Keputusan ini.

Pasal 11

Ketua,

Wakil Ketua

ian

Sekretaris BABIN ADUSTA men-

duduki

jabatan

untuk

jangka

waktu 2

(dua)

tahun

dan dapat

dipilih

kembali.

(6)

Pasal 12

Segala biaya yang

timbul

sebagai akibat ditetapkannya Ke- putusan ini dibebankan kePada :

a. BABIN ADUSTA.dibebankan kepada Assosiasi Industri Pariwisata

dan

bantuan

dari

Pemerintah Daerah Ting- kat

I

Bali.

b. BAWAS

INDUSTA

dibebankan kepada Anggaran Pen- dapatan dan Belanja Daerah Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali.

Pasal 13

Hal-hal yang belum diatur dalam Keputusan

ini

akan diatur lebih lanjut.

Pasal 14

Keputusan

ini

mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan

di :

DenPasar

Pada

tanggal :

11 Juli 1987

GUBERNUR KEPALA DAERAH

TINGKAT I BALI, ttd.

MANTRA.

NIP. 130095383.

Keputusan ini disampaikan kePada :

1.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta.

2.

Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia

di

Ja-

karta.

3.

Direktur Jenderal Pariwisata di Jakarta.

4.

Ketua DPRD Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali

di

D:npasar.

5.

Kepala Inspektorat Wilayah Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali

di

Denpasar.

6.

Para Pejabat staf lengkap Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali di Denpasar.

7.

Bupati Kepala Daerah Tingkat

II

se Bali.

(7)

Diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi D.aerah Tingkat

I

BaIi

Nomor

: 69

tanggal

:

8 Agustus 1987

Seri :D Nomor:69

Sekretaris WiIaYah /Daerah,

ttd.

Ihs. SEMBAH SUBHAKTI.

@

(8)

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN GUBERNUR

KEPALA DAERAH

TING-

KAT I BALI

TANGGAL :

11

JULI

1987 NOMOR 257 TAHUN 1987

TENTANG : PEMBENTUKAN BADAN

PEMBINA

ASSOSIASI

INT

USTRI

PARIWISATA

DAN BADAN

PENGAWAS INDUSTRI PARIWISATA.

SUSUNAN KEANGGOTAAN BADAN PEMBINA ASSOSIASI INDUSTRI PARIWISATA DAERAH TINGKAT

I BALI.

Ketua

Wakil Ketua

I

Wakil Ketua

II

Sekretaris Anggota

Bagus

Soedana

(

ASITA

).

I.

B.

TjethanaPutra

(

PH

R

I

)'

W.G.Siadja,BBA (BAA).

I

Wayan Satra Armaya, BA ( H D W

I

).

I

Nyoman

Karya

( PAWIBA ).

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I BALI, ttd.

MANTRA.

NIP. 130095383.

(9)

LAMPIRAN II

KEPUTUSAN KAT T

BALI TANGGAL

:

TENTANG

:

Ketua

Wakil Ketua

Wakil Ketua Sekretaris

Anggota

GUBERNUR

KEPALA DAERAH

TING- 11

JULI

1987 NOMOR 257 TAHUN 1987 PEMBENTUKAN

BADAN

PEMBINA AS.

SOSIASI

INDUSTRI

PARTWISATA DAN

BADAN

PENGAWAS

INDUSTRI

PARI.

WISATA.

Asisten

II

Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat

I

Bali.

Kepala

Kantor

Wilayah

X

Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Bali dan NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali.

Kepala Biro Bina Pengembangan Produksi Daerah Sekre- tariat Wilayah Daerah Tingkat

I

Bali.

- Kepala Kantor Wilayah

Departemen Perindustrian Propinsi Bali.

- Kepala Kantor Wilayah

Departemen Perdagangan Propinsi Bali.

-

Assisten

Intel

Kejaksaan Tinggi Bali.

-

Ka.

Dit.

Intel PAM POLDA NUSRA.

-

Ka.

Dit.

Serse POLDA NUSRA.

-

Kepala

Biro

Bina Pengembangan Sarana Perekonomi- an Daerah Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat

I

Bali.

-

Kepala

Biro

Hukum Seliretariat Wilayah Daerah Ting- kat

I

Bali.

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I BALI, ttd.

MANTRA.

SUSUNAN KEANGGOTAAN BADAN PENGAWAS INDUSTRI PARIWISATA DAERAH TINGKAT

I BALI

I

I

II

NrP.130095383.

(10)

LAMPIRAN

III

KEPUTUSAN GUBERNUR

KEPALA DAERAH TING' KAT I BALI

TANGGAL : 11 JULI 1987

NOMOR

257

TAHUN 1987

TE}ITANG :

P.EMBENTUKAN

BADAN

PEMBINA

ASSOSIASI INDUSTRI PARIWISATA

DAN

BADAN PENGAWAS INDUSTRI PARIWISATA.

SKEMA

POLA KERJA BADAN

PEMBINA ASSOSTASI

INDUSTRI

PA- RIWISATA DAN BADAN PENGAWAS INDUSTRI PARIWISATA.

GUBEFNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I

BALI

KANW I L/DI NAS/I NSTANSI TERKAIT PELAKSANA KEPUTUSAN

BADAN PENGAWAS BADAN PENGAWAS

INDUSTRI PARI- WISATA

BADAN PEMB INA ASSOSIASI INDUSTRIPARIWISATA (ASITA, BAA, HDWI, PAWIBA, PHR

INDUSTRI PARIWISATA ART SHOP, GUIDE, BIRO PER.

JALANAN UMUM, ANGKUTAN WISATA, HOTEL & RESTAURANT PENJELASAN :

Garis perintah/pertanggun ganiawab operasional'

Garis pelaksanaan monitoring/komando'

Garis koordinasi/keria sama.

Garis pembinaan/penertiban/tindakan.

GUBERNUR KEPALA DAERAH

TINGKAT

I

BALI, ttd.

M A N T RA.

NIP. 130095383.

Referensi

Dokumen terkait

Propinsi Daerah fingkat I Bali yang merupakan salah satu Daerah tujuan Wisata di Indonesia, telah dianugrahi oleh Tuhan Yang Maha Esa kekayaan dalam

Sehubungan dengan hal tersebut, maka bagi setiap orang atau Badan yang memerlukan pelayanan dari Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Bali berupa pemberian

bahwa penyempurnaan Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan dimaksud huruf c, ditetap- kan dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Ting- kat I Bali.. Undang-Undang

perlu mengeluarkan Keputusan Gubemur Kepala Da- erah Tingkat I Bali sebagai Pedoman Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan Daerah

wujudkan kepastian hukum maka dipandang perlu mengadakan perubahan kedua Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali Nomor 13 Tahun 1991 tentang Pajak Kendaraan

1989, adalah pengesahan terhadap Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali Nomor 7 Tahun 1988 tanggal 28 Maret 1988 tentang Penetapan Anggaran. Pendapatan dan

Menyerahkan Hak Pakai/Penggunaan atas bangunan Irigasi milik Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Bali kepada Bupati Kepala Daerah Tingkat II Buleleng, Bupati Kepala

melahsanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Percobaan dan Per- contohan. Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang